The Strawberry Juice ( Part 2 )

Author          :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Family, School

Rated              :   G

Main Cast    :

–     Lee Sun Kyu aka Sunny SNSD

–     Park Jungsoo aka Leeteuk Super Junior

–     Jung Byung Hee  aka G.O MBLAQ

Support Cast :

–     Lee Sungmin aka Sungmin Super Junior

–     Park Sun Young aka Hyomin T-ara

–     Lee Joo Yeon aka Jooyeon  After School

–     Lee Donghae aka Donghae Super Junior

–     Stephanie Hwang aka Tiffany SNSD

 

Baca Juga :    Cast   |   Part 1   |    Part 2   |   Part 3

______________

Annyeong Haseyo ^^

Halo chingu apa kabar? Maaf ya ngepost part 2 ini lama banget. Soalnya lagi sibuk banget sama kegiatan sekolah, jadi ngga ada waktu buat bikin lanjutannya.

Tapi untunglah selesai juga, maaf ya kalo rada aneh ato gemana. Mudah-mudahan chingu pada suka deh dan ngga kecewa sama FF-ku ini(ngarep banget). Ini original bikinan aku lho! jadi jangan sembarangan copas(red copycat) yaa…

Happy Reading Chingu ^ ^

_____________________

Aku berlari menuruni tangga, hingga aku hampir terjatuh. Setelah tiba di pintu masuk, aku melihat ke sekelilingku. Tidak ada satu orang pun disini.

Aku yakin dia pasti akan menungguku, tapi kenapa dia tidak ada disini? Dimana dia sekarang? Apa telah terjadi sesuatu padanya?

Aku ingat bahwa dia adalah orang yang sangat ceroboh, mungkin saja telah terjadi sesuatu padanya. Ya Tuhan! Bagaimana bila memang telah terjadi sesuatu padanya?

Aku sudah berlari mengelilingi sekolah untuk mencari Sunkyu, tapi Sunkyu tidak ada dimana-mana. Saat berlari menuju pintu gerbang, aku melihat seorang yeoja sedang duduk di bangku taman dekat pintu gerbang. Aku segera berlari menghampiriya. Ternyata benar yeoja itu Sunkyu.

“ Sunkyu-aaa..”

“ Ah Sunbaeee.. dari mana saja?”

“ Mianhe tadi aku ketiduran dikelas. Aku benar-benar minta maaf.”

”Nee. Tidak apa-apa Sunbae, itu bukan salahmu.”

Aish kenapa bocah ini tersenyum seperti itu padaku, membuatku semakin merasa bersalah saja. Tapi senyumannya itu membuat rasa lelahku hilang begitu saja.

“ Kajja kita pulang ini sudah sore, bisa-bisa Sungmin marah padaku karena membuatmu pulang terlambat.” Ku tarik tangannya dan berjalan menuju halte bis yang ada di samping gerbang sekolah.

Jungsoo POV end

Sunkyu POV

Hampir satu jam lebih aku menunggu Jungsoo Sunbae, tapi dia tidak muncul-muncul juga. Aku sudah sangat lelah berdiri disini menunggunya. Sebenarnya dia itu kemana sih???

Aku sudah tidak sabar lagi untuk menunggunya, mungkin lebih baik aku pulang sendiri saja. Huh -_-

“ Huaa!!! Jungsoo Sunbae tega sekali padaku. Apa dia lupa kalo dia mengajakku pulang bersamanya?” Protesku.

Aku berjalan menuju gerbang sekolah sambil menendang-nendang kerikil yang berserakan di jalan.

Tapi…. Bagaimana bila sesuatu terjadi pada Jungsoo Sunbae? Aaaaa tidak boleh…Aku harus tetap menunggunya.

Aku kembali menunggu Jungsoo Sunbae. Kali ini aku duduk dibangku taman dibawah pohon besar dekat pintu gerbang. Aku memainkan kunci rumah yang ada ditanganku dan sesekali melihat sekelilingku mencari Jungsoo Sunbae.

“ Sunbae dimana sih kau? Aku sudah sangat lelah menunggumu disini. Dan bodohnya lagi, aku lupa membawa ponselku.” Keluhku

Dari tadi aku hanya mendengarkan suara kendaraan-kendaraan yang melintas. Sore ini cuaca sedikit mendung, dan angin berhembus pelan. Mataku sedikit demi sedikit mulai terpejam, tak kuat menahan kantukku aku pun mulai terjaga.

“ Sunkyu-aaa.. “ Aku sangat terkejut, seseorang membangunkan aku ketika aku mulai terlelap. Mendengar suaranya saja, aku sudah tahu siapa orang ini.

“ Ah Sunbaeee.. dari mana saja?”

“ Mianhe tadi aku ketiduran dikelas. Aku benar-benar minta maaf.”

”Nee. Tidak apa-apa Sunbae, itu bukan salahmu.” Aku tersenyum manis padanya, agar dia tahu bahwa aku baik-baik saja.

“ Kajja kita pulang! Ini sudah sore, bisa-bisa Sungmin marah padaku karena membuatmu pulang terlambat.” Dia menarik tanganku dan membawaku berjalan menuju halte bis yang ada di samping gerbang sekolah.

Dua hari kemudian (Hari Minggu)

Drr~drr~drr

Ponselku bergetar keras saat aku sedang asik membaca komik dikamar tidurku.

“ Yoeboseyo?”

“ Sunkyu-aa. Aku pulang terlambat hari ini dan akan ada yang datang kerumah. Tolong bantu aku untuk menyiapkan makan malam dan bereskan rumah, terutama kamar tamu.”  Sungmin Oppa berbicara tanpa henti ditelpon.

“ Kenapa tidak kau saja. Aku tidak mau!”

“ Sunkyu-aa jebal, ini demi kebaikan kita berdua. Nanti aku akan belikan apa saja yang kamu inginkan, tapi kau harus mau melakukan semua itu.”

“ Mmm.. Kalau begitu aku setuju. Aku akan membereskan rumah dan memasak untukmu Oppa. Tapi memangnya siapa yang mau datang?”

“ Nanti juga kau akan tahu. Aku sedang sibuk. Selamat berjuang yeoppo dongsaeng. Bye.” Sungmin Oppa langsung menutup sambungan.

“ Memangnya siapa sih yang mau datang? Sampai-sampai aku harus merapikan rumah dan menyiapkan makanan.”

Aku meletakkan komikku kembali ke rak buku. Lalu mulai merapikan ruang tamu, kemudian kamar tamu. Kamar tamu ini sudah lama tidak dipakai, jadi banyak debu yang menempel dimana-mana. Setelah bersih dari debu, aku mengganti sprei tempat tidur dan membersihkan lantai.

Jam sudah menunjukan pukul 17.30 sudah hampir dua jam aku sendirian merapikan seluruh rumah. Aku menyesal kenapa dulu aku memilih rumah ini untuk ditinggali, karena ternyata rumah ini sangat luas. Aku sangat lelah merapikan rumah sebesar ini sendirian.

Lalu aku lanjutkan dengan memasak masakan untuk makan malam . Hari ini aku akan memasak steak dan sup kesukaan Donghae Oppa. Entahlah saat ini aku sangat ingin memasaknya.

Semua makanan sudah tertata rapi di atas meja makan. Dan rumah pun sudah rapih, dibanding hari-hari biasa. Setelah semua pekerjaan beres, aku berniat untuk membaca komik lagi. Belum sempat aku mengambil komik, tiba-tiba terdengar suara bel.

Ding~dong~ding~dong

“ Aish siapa lagi sih yang ingin mengangguku?”

Aku berjalan menuju intercom yang berada didekat pintu, lalu menekan tombol. Seorang yeoja berdiri membelakangi pintu. Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka pintu.

Yeoja itu membalikan badannya dan menyapaku.  “ Annyeong Sunkyu-aa!”

“ Oennie!” teriakku dan langsung memeluknya.

“ Bolehkah aku masuk?”

“ Nee tentu saja. Ayo masuk! Biar aku bawakan kopermu.”

Aku tidak percaya bahwa Tiffany Oennie akan datang hari ini, aku sangat senang sekali. Dia tidak pernah berubah, selalu terlihat cantik dan fashionable.

Kami berjalan menuju ruang tamu dan duduk bersama di sofa yang ada. Aku menaruh koper itu disamping sofa. Lama sekali kami terdiam, karena jujur saja aku bingung untuk mulai dari mana.

“ Dimana Sungmin?” Tanya Tiffany Oennie yang celingukan.

“ Ah Oppa. Dia sedang ada pelatihan disekolah, jadi dia pulang terlambat hari ini.”

“ Oh begitu. Kau pasti bosan sendirian di rumah?”

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan cepat. “ Tidak juga. Karena terkadang aku mengajak Hyomin untuk datang ke rumah. Oennie masih ingat Hyomin kan?”

“ Hyomin? Mmm tunggu biar aku ingat-ingat dulu….” Tiffany Oennie terlihat sangat serius.

Lama sekali. Lelah menunggu aku pun bermaksud membantunya mengingat.

“ Hyomin itu-“

“ Stt! biarkan aku sendiri yang mengingatnya.” Tolaknya.

“ Nee Oennie.”

“ Hyomin itu teman SMP mu bukan?”

“ Nee benar sekali!”

Akhirnya dia ingat juga.

“ Hahaha, ternyata aku belum pikun.”

“ Tentu saja, Onnie kan baru berumur 28 tahun. Jadi mana mungkin sudah pikun.”

“ Yaaa anak kecil, jangan sok mengajari aku!” Tiffany Oennie mengacak-ngacak rambutku.

“ Oennie!!!!! Aku bukan anak kecil..”

“ Iya-iya berisik! Aku tau kau sudah besar Sunkyu-aaa…”

“ Oh ya! Kenapa Oennie hanya sendirian? Dimana Donghae Oppa, Oennie?”

“ Dia sedang ada sedikit urusan, mungkin sebentar lagi dia akan tiba.”

“ Benarkah? Ternyata firasatku benar juga.”

“ Memangnya kenapa?” Tiffany Oennie terlihat penasaran.

“ Hari ini aku memasak makanan kesukaan Donghae Oppa.”

“ Benarkah? Memangnya kau sudah tahu kami akan datang?”

“ Tidak.” Jawabku singkat.

“ Kau memang aneh!”

“ Yaaa Oennie bisakah kau tidak mengejekku.”

“ Sudah-sudah jangan marah-marah terus, dimana kamarku?”

“ Oh iya. Ayo ikuti aku.” Aku membawa koper dan berjalan menuju kamar tamu yang ada di lantai 2, tepatnya disebelah kamarku.

Aku membantu Tiffany Oennie merapikan pakaian yang dibawanya kedalam lemari. Ternyata banyak juga pakaian yang dibawa oleh Tiffany Oennie, apa mungkin dia akan tinggal lama disini. Kalo memang benar, aku akan sangat senang sekali dengan hal itu.

Ding~dong~ding~dong

“ Oennie, aku mau buka pintu dulu. Mungkin saja itu Donghae Oppa.”

“ Iya..”

Aku berlari menuruni tangga, dan langsung membuka pintu. Dan ternyata benar, itu memang Donghae Oppa.

Tanpa pikir panjang aku langsung memeluk Oppaku yang satu ini, karena ku sudah sangat rindu padanya. Karena hampir satu tahun kami tidak pernah bertemu.

Setelah melepas kerinduanku, aku dan Donghae Oppa berjalan menghampiri Tiffany Oennie. Disana Tiffany Oennie sudah selesai merapikan pakaiannya. Tidak lama Sungmin Oppa pulang ke rumah, lalu kami langsung memakan makan malam yang sudah aku siapkan tadi.

Hari ini aku sangat bahagia, karena aku dapat berkumpul dengan para Oppa dan Oennieku yang sangat aku sayangi.

Malam ini kami habiskan dengan menonton dvd, bercerita dan bercanda bersama.

Sunkyu POV End

Jungsoo POV

“ Selamat datang Tuan Muda.” Sapa Pak Kim padaku saat aku tiba ke rumah.

Aku berjalan menuju kamar dan Mr. Kim mengikutiku dari belakang. “ Dimana appa dan eomma? Apakah mereka sudah pulang?”

“ Belum Tuan Muda. Tuan dan Nyonya masih berada di Inggris.”

“ Sedang apa mereka disana?”

“ Asisten mereka bilang, mereka ada pertemuan dengan salah satu keluarga kerajaan disana. Dan mereka akan tinggal satu minggu disana.”

“ Oh begitu. Lalu apakah mereka menitipkan salam untuku?”

“ Saya rasa tidak, Tuan Muda.”

“ Pak Kim?!” Aku berhenti berjalan dan membalikan tubuhku menghadap Pak Kim.

“ Ada apa tuan muda?”

“ Berhentilah memanggilku Tuan muda, dan panggil saja aku Jungsoo.”

“ Tapi Tuan muda.”

“ Aku mohon Pak Kim, berhentilah memanggilku seperti itu.”

“ Baiklah Jungsoo-ssi.” Aku kembali berjalan dan Pak Kim kembali mengikutiku.

“ Pak Kim?”

“ Iya Jungsoo-ssi?”

“ Maukah kau menemaniku hari ini?”

“ Anda ingin pergi kemana?”

“ Aku ingin sekali memancing bersamamu, seperti waktu dulu. Apakah kau mau?”

“ Baik Jungsoo-ssi. Aku akan mempersiapkan peralatan memancingmu dulu.”

“ Tidak perlu biar aku persiapkan sendiri, dan Pak Kim.”

“ Nee Jungsoo-ssi.”

“ Gantilah pakaianmu, kau tidak akan memancing menggunakan jas seperti itu kan?”

“ Tentu saja tidak, aku akan mengganti pakaianku. Dan aku akan menunggumu dibawah.”

Aku segera mandi dan mengganti pakaian. Lalu aku mempersiapkan semua peralatan memancingku.

Sejak dulu aku dan Pak Kim memang sering memancing bersama. Aku sudah menganggap Pak Kim sebagai orang tuaku sendiri, karena sejak aku masih kecil dialah orang yang selalu merawat dan mengasuhku.

Aku sangat senang ada Pak Kim bersamaku, karena itulah sebabnya aku bisa bertahan dirumah ini walaupun orang tuaku selalu sibuk dengan pekerjaan ataupun kegiatan-kegiatan mereka.

“ Pak Kim! Aku dapat ikan yang besar!” teriakku ketika mendapatkan seekor ikan yang besar.

“ Benarkah?” Pak Kim berjalan menghampiriku.

“ Lihat! Aku hebatkan?”

“ Benar ikan ini sangat besar, kau memang hebat Jungsoo-ssi.”

“ Pak Kim. Ayo kita bakar ikan ini!” Ajakku tak sabaran

“ Kajja.”

Pak Kim dan aku mulai membuat sebuah api unggun diatas pasir pantai. Tak terasa aku dan Pak Kim memancing begitu lama, langit yang tadinya terang sekarang sudah menjadi gelap.

“ Pak Kim?”

“ Waeyo Jungsoo-sii?”

“ Kenapa kau sangat peduli padaku? Sedangkan orang tuaku saja sepertinya tidak memperdulikan aku, yang sudah jelas anak kandung mereka.”

“ Karena kau sudah aku anggap seperti anakku sendiri Jungsoo-ssi. Masalah orang tuamu, mereka sesungguhnya juga sangat memperdulikanmu Jungsoo-ssi.”

“ Mereka hanya memperdulikan pekerjaan mereka saja.”

“ Itu tidak benar Jungsoo-ssi, mereka juga memperdulikanmu. Walaupun dengan cara yang tidak dapat kau lihat ataupun kau rasakan. Jadi aku mohon jangan bicara seperti itu.”

Mendengar Pak Kim berkata seperti itu aku hanya bisa diam memikir semua hal yang orang tuaku lakukan padaku. Aku berpikir mencari tahu dengan cara apa mereka memperdulikanku, tapi aku tetap saja tidak mengerti.

“ Yaaa Jungsoo-ssi lihat! Ikanmu gosong.”

“ Ah.. Benarkah?”

“ Cepat angkat, sebelum benar-benar menjadi arang.” Perintah Pak Kim.

Aku cepat-cepat mengangkat ikan itu, untungnya hanya kulitnya saja yang gosong.

“ Syukurlah…”

“ Hahahaha!”

“ Kenapa Pa Kim? Memangnya ada yang lucu?”

“ Aniyo Jungsoo-ssi. Bukan apa-apa. Hanya saja aku teringat masa kecilmu dulu.”

Pak Kim menceritakan masa kecilku sewaktu dulu, dia terlihat sangat senang menceritakan hal itu padaku. Sesekali kami tertawa mengingat kejadian-kejadian lucu yang aku alami bersama Pak Kim.

Setelah puas memancing dan membakar ikan, aku dan Pa Kim bergegas pulang ke rumah karena besok aku harus datang pagi ke sekolah.

“ Pa Kim terima kasih telah menemaniku hari ini.”

“ Yaa seharusnya aku yang berterima kash padamu, karena telah mau mengajakku memancing bersamamu.”

“ Pak Kim bisa saja.”

“Ayo kita pulang! Bukankah besok kau harus datang pagi ke sekolah?”

“ Nee, kajja!”

Jungsoo POV End

Author POV

Sepulang sekolah Sunkyu dan Hyomin berencana untuk pergi ke toko buku.

Hari ini merupakan hari penerbitan buku komik favorit Sunkyu. Sunkyu terlihat sangat bersemangat untuk membeli komik itu, karena seri komik kali ini merupakan seri terakhirnya.

“ Ya Sunkyu-aa…Aku lelah.”  Keluh Hyomin.

“ Hwaiting Hyomin-aa.” Sunkyu terus berjalan dan sama sekali tidak memperhatikan Hyomin yang kelelahan.

“ Pelankan sedikit langkahmu, aku lelah berjalan secepat ini.”

“ Yaaa Hyomin-aa! Kita harus cepat-cepat, kalau tidak aku bisa kehabisan komiknya.” Sunkyu menarik tangan Hyomin dan berjalan dengan sedikit berlari.

Ketika tiba disalah satu toko buku Sunkyu langsung mencari-cari komik itu. Tapi sayang, ternyata komik itu telah habis terjual.

Sunkyu dan Hyomin langsung keluar dan mencari komik itu ke toko buka lain. Namun Sunkyu tidak dapat juga mendapatkan komik itu. Hingga Hyomin menyerah dan memutuskan untuk pulang, sedangkan Sunkyu tidak mau menyerah demi mendapatkan komik favoritnya itu.

Lama ia berkeliling dari satu toko ke toko lain. Hingga akhirnya dia berdiri disebuah toko buku kecil yang berada tak jauh dari rumahnya. Sunkyu merasa tidak yakin bahwa toko buku ini menjual komik favoritnya itu.

Sunkyu melangkahkan kakinya ke dalam toko buku itu dengan ragu. Karena merasa tidak yakin komik itu dijual disini, Sunkyu menanyakan pada penjaga toko yang ada dibelakang mesin kasir.

“ Permisi Ahjussi!”

“ Nee, ada yang bisa saya bantu?”

“ Apakah Ahjussi menjual komik ‘Sunshine’?”

“ Nee, kalau tidak salah masih ada satu lagi. Jadi silahkan lihat saja dibagian Komik.”

“ Gomawo ahjussi!” Sunkyu terlihat sekali sangat senang mendengar perkataan ahjussi tadi.

Sunkyu terlihat lega dan kembali bersemangat, karena akhirnya dia mendapatkan komik yang dicarinya juga.

Sunkyu berjalan dengan penuh tekad menuju barisan rak buku komik. Dia segera mencari barisan komik yang dimulai dari huruf ‘S’.

“ Nah ketemu!” teriak Sunkyu senang.

Kali ini Sunkyu benar-benar tidak beruntung, karena tanganya kalah cepat oleh seorang namja yang juga ingin mengambil satu-satunya komik yang tersisa.

Sunkyu terlihat sangat kesal pada orang itu, karena Sunkyu merasa dia duluan yang melihat komik itu.

“ Yaaa Ahjussi!!!”

Sunkyu menunjukan pada sosok seorang namja yang terlihat misterius karena namja itu menggunakan kacamata dan topi hitam.

“ Mwo? Aku?” Namja itu terlihat sangat heran karena Sunkyu memanggilnya dengan panggilan ‘ Ahjussi’

“ Iya kau! Berani sekali kau mengambil mengambil komikku.” Sambil menunjuk komik yang ada di tangan orang itu.

“ Komikmu? Ini komikku, karena aku duluan yang mengambilnya.”

“ Yaaaaa!! Aku duluan yang melihatnya, jadi aku yang berhak atas komik itu.”

Teriakkan Sunkyu mengguncang seisi toko yang untungnya pada saat itu hanya ada Sunkyu, namja ini dan penjaga toko.

“ …” Orang itu diam dan hanya memperhatikan Sunkyu dari atas sampai bawah.

“ Apa yang kau lihat! Berikan komik itu padaku!” perintah Sunkyu

“ Shireo! Ini komikku.”

Namja itu pergi meninggalkan Sunkyu, dan Sunkyu mengikutinya dibelakang. Ternyata dia berjalan menuju tempat kasir untuk membayar komik itu. Sunkyu berusaha untuk mencegahnya, tapi dia terlambat.

Komik itu sekarang telah benar-benar menjadi milik namja itu. Sunkyu hanya bisa tertegun ketika namja itu membayarkan uangnya.

Setelah tersadar Sunkyu langsung pergi keluar dari toko buku dengan wajah yang terlihat sangat kecewa.

Dengan malas Sunkyu berjalan pulang. Ketika berjalan pulang ke rumah, Sunkyu tidak sadar bahwa seseorang tengah mengikutinya.

Sesampainya dipintu gerbang, orang itu memanggil Sunkyu ketika hendak membuka pintu.

“ Yaaa Ahjumma!” Sunkyu memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.

“ Aku?”

“ Iya kau, ahjumma.”

Sunkyu menyipitkan matanya, agar dapat melihat orang itu dari kegelapan. Setelah menyadari siapa orang itu, Sunkyu terlihat sangat terkejut.

“ Mwo? Yaaa apa yang kau lakukan?”

“ Mengikutimu.”

“ Mengikutiku? Apa yang kau inginkan? Bukankah kau telah mendapatkan apa yang kau mau. Pergi kau!!! Jangan ganggu aku.”

“ Ini.” Orang itu memberikan komik yang tadi ia perbutkan dengan Sunkyu.

“ ….” Sunkyu tertegun.

“ Cepat ambil Sunkyu-aa.”

“ Yaaa! Bagaimana kau tahu namaku ahjussi? Kita kan baru bertemu ditoko buku tadi.”

“ Yaaa Sunkyu-aa! Kau tidak ingat padaku? Jahat sekali kau.”

Sunkyu terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu. Tapi tiba-tiba orang itu membuka kacamata dan topi yang dikenakannya hingga Sunkyu dapat melihat wajah orang itu dengan seksama.

“ Kau ingat?” Sunkyu kembali tertegun.

“ Kenapa kau diam saja? Kau tidak rindu padaku?”

“ Benarkah itu kau?”

“ Iya ini aku…”

—– TBC —–

Akhirnya selesai juga part keduanya. Mudah-mudahan chingu pada suka deh sama FF ini. Maaf ya… kalau misalkan FF ini jelek atau aneh, mohon dimaklumi karena ini FF pertamaku.

Gomawo udah baca FF ini, jangan lupa di komen yaaaa ^^

15 responses

  1. kyaaaaaaa itu pasti GO ya itu pasti dia..
    huwwaaa kayaknya cinta bakal bersemi kembali..
    sunny, udah kamu deket aja sama GO, biar ntar jungsoo cemburu gituuu, hahaha *evil laugh*
    suka tuh pas bagian sunny manggil ahjussi, terus GO manggil dia ahjumma, hahaha..

    oh iya, aku yang kemaren username-nya “park kyuchi”
    dulu aku suka pake uname itu, tpi sekarang udah ganti sama yang ini *gak ada yang nanya*

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s