HOW TO KEEP LOVING YOU? PART 2

 


Author : chiaki handa a.k fira

Cast : cho kyuhyun, im yoohee

Rate: PG 15(gag tau juga nih pg 15 or 13, baca deh)

Gunre: romance

PART 1

STILL FLASHBACK

Aish betapa tololnya aku ini! , aku tidur seperti orang mati tak menyadari apapun. Kenapa bisa sampai terlambat setelat ini, bahkan ini sudah tak dapat dikatakan terlambat lagi, padahal kurasa aku bisa bangun tepat waktu karena aku tidur pagi bukan siang tapi ternyata perkiraanku salah total. Bangun pada pukul 10:00 malam saja tidak mendekati sama sekali, kalian tau ? aku bangun tengah malam sekali, kira kira sepuluh menit yang lalu sebelum jam tanganku kini menunjukkan pukul 00:45. Sudah pasti aku panik sekali,, aku janji menjemputnya pukul 4:00 sore bukan malah semalam ini.

Menurut kalian apakah aku harus pergi menjemputnya tengah malam begini? Ini malah sudah sangat larut untuk seseorang yang belum tidur! Apakah dia masih menungguku tapi aku kurang yakin karena ini sudah sangat lama jika ia masih menungguku atau barangkali ia sudah tidur? Tapi aku tau dia itu bagaimana. Aish sebaiknya aku kerumahnya saja untuk memastikan, dari pada aku disini berputar putar tak jelas seperti obat nyamuk, jika ia sudah tidur aku akan pulang, tapi jika ia masih menunggu aahh itu mustahil.

Kusambar jaket yang tergantung di belakang pintu kamarku lalu berlari keluar yang dengan cepat sampai didepan gerbang, tapi belum sempat keluar aku teringat akan ketololanku, aish aku ini bagaimana sih! Bagaimana bisa aku kerumahnya dengan berjalan kaki? Kubalikkan tubuhku berjalan menuju bagasi dan langsung melesat dengan cepat.

untunglah ini sudah malam jadi tak terlalau banyak kendaraan yang berlau lalang paling hanya  orang orang yang baru pulang dari kantor karena lembur atau semacamnya. Kupacu mobilku dengan kecepatan tinggi aku ingin cepat cepat memastikan bahwa dia tak sedang menungguku, mengetahui itu saja aku sudah akan merasa lega. Hah aku tak bisa berpikir jernih, saat ini aku merasa bersalah sekali padanya, padahal aku sendiri yang bilang akan menjemputnya, tapi nyatanya aku malah ketiduran, tak ingat apa apa, aku sampai bingung sebenarnya aku mimpi apa tadi?, malah aku tak bangun makan siang dan makan malam, apa kalian bisa banyangkan bagaimana perihnya perutku sekarang?. Sudahlah itu tak penting

kuparkirkan mobilku didepan rumahnya, kuperhatikan seritar rumah itu sebelum aku memutuskan untuk keluar agar aku bisa melihat dengan jelas. Kutolehkan kepalaku kesekeliling sambil berpegangan pada gerbang. Sepertinya tak terkonci. Mataku terhenti pada sosok yang sedang duduk dengan kepala yang ia tenggelamkan pada kedua lututnya, bukankah itu yoohee? Tapi kupikir ia sudah tidur karena seluruh lampu rumahnya belum dinyalakan sama sekali, aish kejam sekali aku ini.

Kulihat ia mulai mengangkat kepalanya dan bangun dari duduknya, ia tampak kusut dan letih diangkatnya tangan kirinya, sepertinya melihat jam, setelah yakin ia memutar kepalanya melihat kesegala arah,sepertinya ia tidak melihatku dan berjalan menuju pintu hendak masuk  tapi beberapa detik kemudian ia seperti tersadar akan sesuatu lalu memandang kearahku yang sedari tadi memperhatikannya, expresinya berubah seketika dari yang tadinya tak bergairah menjadi sangat senang.

“oppa! Wasseo” katanya lalu berlari kearahku yang masih berdiri didepan gerbangnya, ia membuka gerbang itu sehingga sekarang ia sudah berada diluar sama sepertiku

“ ne! Kau senang?” ucapku menghilangkan kekhawatiranku padanya

“ senang sekali!” jawabnya riang, sambil mendongak menghadap wajahku yang sedari tadi datar datar saja

“ kalo begitu ayo naiklah!” aku berjalan menuju mobil lalu membukakan pintu untuknya., melihat responku yang hanya seperti itu saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun ia tak lagi banyak bicara dan hanya menuruti apa yang aku katakan. Sebenarnya aku tak bermaksud seperti itu, aku juga tak tau, kenapa aku bisa seperti ini, kurasa egoku memang tak pernah mau mengalah. Padahal aku ingin sekali mendekapnya kedalam pelukannku, meminta maaf dan menjelaskan kenapa aku bisa terlambat setelat ini.

“oppa kita mau kemana?” tanyanya dengan suara lemah, dapat kulihat dari ekor mataku ia sedang menahan tangis.

“ mmm aku juga tak tau ! kemana sebaiknya kita pergi?” aku balik bertanya tapi masih dengan suara datar, dari tadi kami terus berputar putar tapi tak juga menemukan tempat yang kami inginkan, karena ini sudah lewat tengah malam, tentu saja tak ada tempat yang buka ini kan bukan malam minggu atau malam valentine, yang masih buka hanyalah super market dan rumah sakit yang buka 24 jam. Orang bodoh mana yang berkencan di rumah sakit? Ingin berkencan dengan mayat?

“terserah kau saja oppa !” ia sudah bisa mengendalikan dirinya sekarang

“biaklah terserah aku !”  kulajukan mobilku menuju sungai han, karena itu satu satunya tempat yang terbuka untuk umum dan tak perlu bingung dengan waktu jika kau ingin kesana.

Lagi lagi kami hanya diam seperti beberapa saat sebelum ia menanyakan kami mau kemana. Canggung sekali suasana ini, sebenarnya aku sangat meridukan ocehannya, kenapa setelah bertemu malah diam diaman begini? Apa aku benar benar sudah keterlalauan sehingga ia masih marah denganku. Aku mengaku aku memang belum meminta maaf padanya dan bahkan bersikap acuh!. Apa aku perlu meminta maaf sekarang juga? Aish sulit sekali bagiku karena ego yang kumiliki sangatlah besar, inilah yang aku tak suka dari diriku sendiri, selalu saja kalah dengan egoku.apa ia tau sifatku yang seperti ini? Semoga saja jadi aku tak perlu khawatir.

“sampai!!” kulepas seatbeltku lalu turun dari mobil.SEPI kata itulah yang terlukis dipikiranku setelah melihat sekeliling. Benar benar sepi tak seperti jam jam biasa, hanya ada lampu jalan yang sudah menyala dan berjejer rapi seolah membentuk barisan pawai, ditemani dengan nyanyian air yang mengalir merdu berirama.

Kutarik tangan yoohee yang tadi ikut turun denganku lalu  lalu menuntunnya agar terus mengikuti langkahku, dan berjalan menuju bangku kosong tempat biasa pasangan pasangan  lain duduk menikmati pemandangan sekitar.

“mi… mian” kulepas pegangn tanganku dari pergelangan tanganya saat kusadari tatapan anehnnya padaku yang diikuti dengan senyum canggung yang ia keluarkan. Dan kami lagi lagi duduk dalam diam. Tak ada seorangpun dari kami yang mau memulai percakapan lebih dulu dam malah asyik dengan pikiran masing masing, sebenarnya aku mau saja memulainya terlebih dulu, tapi aku juga tak tau kenapa lidahku kelu sehingga tak dapat digerakkan. Dan aku juga heran dengannya kenapa ia tak berbicara sepatah katapun? Seperti mengatakan ‘aku ini tampan’ misalnya atau apalah yang bisa mengusir kecanggungan yang jarang sekali terjadi antara aku dengannya. Apa jangan jangan dia sedang ada masalah sehingga menjadi seperti sekarang ini tak seperti yoohee yang biasanya ceria. Tapi seingatku tadi malam ia masih baik baik saja kurasa, atau mungkin ia salah minum obat?.

Semua kecanggungan itu tiba tiba saja sirna saat tiba tiba perutku bernyanyi dengan sangat fals tak berirama sama sekali, aku baru ingat kalo aku belum makan dari tadi siang sungguh lapar.

“ hahahah bunyi perutmu sungguh jelek oppa kkkk” tawanya sambil memegang perutnya, leganya akhirnya ia membuka suara.

“yak kenapa kau malah menertawakanku? Aku lapar babo! Berhenti tertawa!” teriakku pura pura marah, padahal sebenarnya senang sekali

“ hahahaha tapi mukamu sungguh lucu jika sedang lapar “

“aku bilang berhenti” kututup mulutnya yang masih menertawakanku dengan minat

“yak oppa” ia menyingkirkan tanganku dari mulutnya lalu  mengerucutkan bibir

“aku kan sudah memperingatkanmu! Itu salahmu jika tak mendengarkan” belaku

“ oh ya aku baru ingat! Hampir saja aku lupa” ia menepuk jidatnya dengan satu tangan

“oppa pinjam kunci mobilmu!” lanjutnya sambil menyodorkan tangan kanannya kearahku

“ kau mau apa?”

“ aish ayo berikan saja padaku, nanti juga kau tau!” kukeluarkan kunci mobilku yang ia ambil dengan cepat, lalu berlari kearah mobil yang kuparkir tak jauh dari tempat kami duduk. Tak selang beberapa menit ia kembali dengan rantang yang ia pegang, seingatku waktu aku menjemputnya ia tak membawa apa apa tapi kenapa sekarang malah ada benda itu yang keluar dari mobilku? Atau aku saja yang tak melihatnya karena terlalu khawatir, entahlah.

“liat kau suka” ia menyodorkan kotak bekal itu tepat didepan wajahku

“ apa ini “ kudongakkan kepalaku karena posisinya yang berdiri dihadapanku, sedangkan aku duduk.

“ ini makanan seperti kemarin yang aku buatkan untukmu!”

“ jeongmal?” hah akhirnya dapat makan juga

“ne, kau mau tidak?” sekarang ia sudah duduk lagi disampingku

“tentu saja “

“ baiklah aku akan menyuapimu”

“tidak biar aku saja “

“ tidak mau! Pokoknya aku yang akan menyuapimu, jika kau tak setuju ya sudah aku yang akan memakannya” ancamnya. Aish cepat sekali perubahannya, padahal tadi muram.

“ aish ya sudah!, cepat suapi aku” akhirnya aku mengalah, dari pada tak makan.

“ kenapa kau diam? Ayo suapi aku!” lanjutku karena ia tak juga mulai menyuapiku

“ hehehe oppa!” kenapa malah nyengir kearahku?

“mwo? apa lagi?”

“sepertinya makanannya sudah dingin” katanya takut takut

“hah? Jeongmal?” tanyaku panik

“ne! Lalu sekarang bagaimana?”

“ coba sini kulihat” kuambil bekal makanan yang sudah terbuka diatas pangkuannya. Kulihat dengan seksama lalu ragu ragu kucoba rasanya.

“ ini masih enak kok” kataku sambil memasukkannya tampa ragu lagi kedalam mulutku. Benar kok ini memang masih enak. Ia memandangku dengan tatapan? Entahlah.

“kau tak percaya? Sini coba saja! Buka mulutmu!” kusendok makanan tadi lalu mengarahkannya kearah mulutnya. Takut takut ia akhirnya membuka mulutnya, mengunyahnya pelan dan menelannya.

“bagaimana? Masih enak kan?” tanyaku padanya, ia menganguk singkat lalu tersenyum.

“ini makan lagi!” kusendok lagi makanan itu lalu sekali lagi menyodorkan kearahnya

“ tidak perlu! Kau saja yang menghabiskannya oppa, lagi pula aku sudah kenyang,” tolaknya.

“ bwahahahah, kau bembohong yang  gagal” tawaku meledak karena tak selang beberapa detik setelah ia berbicara, perutnya tiba tiba saja berbunyi tak kalah fals dariku menandakania lapar. Hahaha lucu sekali expresinya saat ini, pasti malu sekali, bohong sekali sudah langsung ketauan, memang benar benar tak berbakat.

“oppa!” dipukulnya lenganku dengan muka yang memerah dan malu yang menjalarinya, melihat expresi itu tentu saja tawaku makin bertambah besar

“ aish menyebalkan !”lanjutnya karena tawaku yang tak berhenti dan malah semakin menjadi jadi, melihatku seperti itu ia lalu menutup kedua telinganya lalu komat kamit tak jelas

“ yak babo! Apa yang kau lakukan?” tawaku mulai mereda melihat tingkah anehnya itu

“kau yang babo!” balasnya lalu kembali komat kamit

“ne, ne ara” kuhentikan tawaku lalu kembali mengangkat sendok yang berisi makanan tadi kearahnya

“mwo?”

“ buka mulutmu!”

“andwe”

“ya sudah kalo kau tak mau, aku saja yang memakannya sendiri, hah sayang sekali kau tak mau padahal ini enak sekali lo” godaku lalu memasukkan nya kemulutku sambil memperagakan iklan iklan di tv. Ia tampak menelan ludahnya sendiri menahan lapar,kkk lucu

“sini” direbutnya kotak bekal yang tadi ada padaku dan dengan segera berpindah ketangannya, ia menyuapnya dengan penuh minat dan tanpa jeda. Dan aku hanya memperhatikan tingkahnya sambil senyum senyum sendiri

“oppa? Kau mau lagi?”

“tidak kau habiskan saja sendiri, lagi pula aku sudah kenyang” tolakku, dan hanya dijawabnya dengan anggukan singkat dan kembali melahapnya. Senang sekali rasanya melihatnya dan memperhatikannya sedekat ini, aku sampai lupa mengedipkan mata gara garanya. Sepertinya ia lapar sekali, mungkin ia tak sempat makan malam karena menungguku dari sore. Hah tapi melihat wajahnya saja rasanya aku sudah kenyang tanpa harus makan sekalipun. Hah sungguh malam yang paling menyenangkan dalam hidupku.

“ babo~ya” ia sudah selesai mkan sekarang

“wae?” ia menatapku penuh tanda tanya. Tanyakan tidak ya? Tapi ini pertanyaan yang sangat memalukan untukku, tapi jika tak kutannyakan aku pasti akan sangat menyesal, aish kurasa ini adalah pertanyaan yang sangat konyol, tak pantas untuk ditanyakan. Tapi ya sudahlah aku tanyakan saja , lagi pula aku sudah terlanjur memanggilnya. Tapi ku ingatkan pada kalian jangan menertawaiku!.

“mmm aku mau bertanya”

“kau ingin tanya apa oppa? Tanyakan saja!”

“ itu aaa” kuisyaratkan padanya dengan menggambarkan sebuah kotak diudara

“maksud oppa? Aku tak mengerti!” tuntutnya sambil menaikkan kedua bahunya tanda tak mengerti. Aish perlukah aku mendeskripsikannya? Benar benar tolol! Isyarat semudah itu saja tak bisa, ah atau mungkin aku juga yang aneh, apa artinya sebuah kotak diudara? Apa kau ingin belajar tentang balok? Sudahlah itu kan artinya sebuah kado! Begitu saja tak peka!

“aish begitu saja tak mengerti! Itu lo! Apa ya?” aku bingung dan malah memainkan jari jariku mencari kata kata yang tepat

“apa?”

“aish hadiah ! mana hadiahku?” ucapku kesal karena tak juga menemukan kata kata yang tepat.

“maksud oppa hadiah apa?” ohh benar benar ! apakah dia lupa secepat itu? Benar benar sudah tua! Kenapa tak tinggal dipanti jompo saja! Sekalian main main dengan teman temannya disana

“ kau pikir saja sendiri!” jawabku sinis , sungguh menyebalkaaaaannnnnn! Padahal aku ingin sekali melihat kado  darinya. Kulirik dia yang duduk disampingku. Oh tuhan, betapa kagetnya aku, tebak apa yang kulihat? Dia benar benar sedang berpikir keras, berkomat kamit sambil berkata ‘apa ya?’ tapi tanpa suara. Baru saja aku terpesona olehnya tapi jika begini ia bisa membuatku melemparnya ke  sungai han hidup hidup. Tapi syukurlah aku bukan seorang pembunuh

“yak ! hadiahku babo! Hadiah ulang tahunku mana?” lanjutku kesal. Benar benar harus blak blakan jika harus berbicara padanya. Kau sudah salah bicara sedikit saja dia akan mengartikannya lain.

“oh hadiah ulang tahunmu! Kanapa kau tak bilang dari tadi oppa ?jadi kan tak perlu membuatku berpikir” what? Berpikir memang dia sebdoh itu jika perkataan seperti itu saja harus dipikirkan lama sekali, apalagi pertanyaan yang lebih sulit kau bisa  bayangkan berapa lama ia akan memikirkannya.

“ jadi mana hadiahku?” lanjutku sambil menyodorkan  tangan kearahnya

“hehehe aku lupa oppa!” cengirnya tanpa dosa

“ mwo? Tak ada? Sebenarnya kau ini yeoja chinguku atau bukan sih?”

“ yak kenapa juga aku harus memberimu hadiah, ulang tahunmu kan sudah lewat 2 jam yang lalu, jadi tak perlu hadiah kan” jawabnya kekeh

“yak! Aish” lama lama niatku untuk melemparnya ke sungai han bisa bisa terlaksana

“ ya sudah kita pulang saja !” lanjutku sambil bangkit dari dudukku lalu berjalan kearah mobil

“ oppa tunggu aku!” katanya sambil berusaha menyamai langkahku yang lebih besar darinya. Tapi tak ku hiraukan kata katanya sama sekali malah masuk kedalam mobil. Ia ikut masuk ke dalam lalu duduk disampingku.

“oppa kau marah”

“……”

“oppa?”

“mwo?”

“ kau benar benar ingin hadiah dariku?” tanyannya menyelidiki

“ sudah tidak lagi” jawabku ketus

“benarkah?”

“ ne!”

“ tapi kenapa kau ngambek seperti itu”

“ siapa yang ngambek, aku hanya sedang berpikir” berpikir apa coba

“ kau yakin tak mau?”

“aish aku bilang ya !” menyebalkan

“ wah sayang sekali sepertinya aku harus membuang kotak di kursi belakang” nadanya kecewa. Mwo kursi belakang? Kubalik kepalaku kearah belakang, benar saja disana sudah nangkring kotak berukuran entahlah. Lo? Kapan ia membawanya?

“itu untukku?” tanyaku penasaran

“kau kan tidak mau, jadi aku berniat untuk membuangnya jika sudah sampai rumah” menyebalkan

“ne, buang saja “ menghilangkan moodku saja kata katanya itu

“ oppa ayolah aku hanya bercanda, itu memang untukmu kok “ ia mengambilnya lalu menydorkannya dihadapanku. Takut takut kutatap matanya siapa tau dia mengerjaiku lagi, tapi tak kutemukan tanda tanda itu hanya senyum yang mengembang kearahku

“bukalah, tapi aku tak yakin kau akan menyukainya!” lanjutnya

“ sini “ kuambil dari tangnnya lalu membukanya secara perlahan

“ apa ini?” tanyaku, membolak balik hadiah yang diberikannya

“taraaaaaaa ,sebuah bantalllllll !, Kau suka?”  sebuah bantal dengan foto kami berdua yang bertengger diatasnya dan dibaliknya fotonya sendiri dengan gaya narsis. Apa maksudnya

“ kenapa kau memberiku hadiah aneh ini?”

“ ini agar oppa selalu memimpikanku jika tidur, dan selalu merasa ada didekatku” jawabnya puitis

“kau tak suka oppa?” tanyanya kecewa

“ aku suka kok! Ini hadiah teraneh yang pernah aku terima, aku akan memakainya” senyumku yang dibalas oleh senyum bahagia olehnya

“ gomawo yoohee~a” kulihat raut kebahagiaan diwajahnya tapi aku juga melihat gurat kesedihan didalamnya, aku merasa ia akan pergi jauh, tapi cepat cepat kutepis pikiran itu.

s@r@ngh@3

            kami sudah sampai didepan rumahnya tapi dari tadi ia masih juga terlelap aku tak tega membangunkanya, wajahnya sangat teduh membuat hatiku terasa tenang jika melihatnya. Mungkinkah aku sudah jatuh cinta padanya?

“ oppa kita sudah sampai?” tanyanya menguap dengan perlahan

“ eo “

Ia membuka seatbeltnya lalu turun dari mobil kuikuti ia lalu bersandar pada mobilku, ia berjalan menghampiriku

“oppa aku masuk” katanya pamit lalu berjalan meninggalkanku,lampu rumahnya masih belum menyala mungkin appanya belum pulang. Kutatap kepergiannya dengan senyum yang mengembang, tapi sebelum ia hendak membuka gerbang bahunya tampak bergetar lalu dengan cepat berlari lagi kearahku dan tanpa aba aba ia langsung memelukku dengan erat. Aku benar benar sangat kaget dibuatnya. Aku masih terdiam diposisiku tak bergeming tak juga membalas pelukannya sepertinya aku sangat kaget dengan kelakuannya yang sangat tiba tiba seperti ini. Dia menangis, menangis kesegukan aku  makin tak mengerti dengannya sekarang padahal tadi ia masih baik baik saja. Baru kali ini aku melihatnya meneteskan air mata.

“ yoohee~a waegurae?”tanyaku khawatir, karena sekarang tangisnya semakin menjadi, aku belum juga membalas pelukannya, aku masih bingung.dengan keadaan ini

“ yoohee~a”

“tak bisakah terus seperti ini?” katanya sesegukan, aku membatu tak tau harus menjawab  apa, ia semakin mengeratkan pelukannya akhirnya kuberanikan diri untuk mendekapnya perlahan, huh hangat sekali rasanya andai bisa terus seperti ini, tapi aku tau ini semua butuh waktu.

“ hiks,,,,,hiks”

Kuusap kepalanya lembut berusaha untuk sedikit menenangkannya, sebegitu kesepiankah ia. Andai saja aku bisa selalu ada untuknya, aku memang tak mengerti kesedihannya sedikitpun, tapi melihatnya menangis seperti ini tangis yang begitu memilukan jadi ingin terus melindunginya.

kami tetap pada posisi yang sama sampai beberapa menit kedepan, tangisnya sudah mulai mereda hanya guncangan guncangan kecil efek dari tangisnya.

“ kau kenapa? Ceritalah” ia hanya menggeleng

“ baiklah jika kau tak mau, kau bisa cerita lain kali” lanjutku biarkanlah dia tenang dulu

Lagi lagi kami terdiam ia masih mendekapku tapi tiba tiba sedikit demi sedikit pelukannya melonggar sampai benar benar tak memelukku lagi akupun melakukan hal yang sama dengannya. Ia sedikit mendongak  menatap mataku. Kini mata kami saling beradu dapat kulihat matanya yang sembab akibat menangis tadi, mata coklat itu, mata favoritku. Ini kali pertama aku begitu dekat dengan seorang gadis dan gadis itu IM YOOHEE.

Dengan refleks kuusap sisa sisa air mata yang masih menempel dipipinya tapi belum sempat kuturunkan tanganku dari wajahnya tiba tiba saja dia menarik bagian leher hoode yang kukenakan dan  otomatis badanku agak sedikit menunduk, aku tak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, dan sekarang ia sedikit berjinjit lalu dengan lembut ditempelkannya bibirnya pada bibirku, aku membeku seketika, badanku menegang, mataku melotot tak ada yang bisa kulakukan hanya diam tak membalas ataupun menolaknya, ia juga melakukan hal yang sama denganku hanya diam pada posisi yang sama, tak seorangpun dari kami yang berinisiatif untuk memulainya dan hasilnya kami tetap pada posisi yang sama untuk beberapa menit kedepan dengan bibir yang masih menempel satu sama lain tapi tak ada gerakan sama sekali dan ini sungguh hal yang entahlah aku tak tau dan yang ku tau kami berdua menutup mata menikmati ciuman tanpa gerakan itu tapi sungguh menenangkan dengan tanganku yang  masih di pipinya.

“ gomawo, karena telah membuat hariku lebih berwarna” bisiknya setelah ciuman panjang yang kami lakukan. Aku masih dengan posisi sedikit menunduk dengan wajah yang ia dekatkan ketelingaku. Aku diam tak mengerti dengan perkataannya.

“mianhae, saranghae” lanjutnya membuatku semakin tak  mengerti, ia tersenyum melihat raut wajah bingungku lalu dengan cepat berlari membuka gerbang. Aku melongo ditempatku memandang sosoknya yang kian lama kian menjauh sampai tak terlihat sama sekali. Ini kata cinta pertama darinya tapi kenapa harus ada kata maaf didepannya?

Kubuka pintu mobilku lalu duduk di kursi stir. Kuperhatikan lagi bantal yang tadi diberikannya padaku, aku tersenyum puas. Malam terindah dalam hidupku.

Ups tunggu dulu, jam berapa ini? Kulihat jam yang bertengger di pergelangan tangan kiriku, pukul 4:14, berarti sekitar 3 menit yang lalu . dengan cepat kutekan keyboard yang ada diponselku, lalu menulis pada note ‘ pukul 4:11. Ciuman pertama cho kyuhyun’ setelah selesai kulihat lagi note itu untuk memastikan setelah benar benar yakin ku save note itu.kujalankan mobilku menuju rumah karena beberapa jam lagi aku harus masuk sekolah.

s@r@ngh@3

            bulan bulan lalu aku sangat sibuk karena ujian akhir sekolah  dan aku harus mengikuti pelajaran tambahan dsb yang menyangkut tentang ujian.  Jadi aku harus rela mengurangi porsi bermain gameku dan kadang kadang aku juga harus les malam, karena biasanya pada sore dan siang hari waktunya tak mencukupi. Sebenarnya aku bisa saja tak mengikuti jam tambahan ini, karena itu hanya materi yang diulang ulang saja, tapi demi memperbaiki imejku yang rusak akibat ulahku disekolah mau tak mau aku harus ikut, jika tidak mungkin aku tak akan lulus, bisa tercoreng nama indahku itu dengan ijazah SMA yang bertuliskan TIDAK LULUS karena perilaku yang kurang baik.

Dan juga aku jadi jarang bertemu dengan yoohee karena jadwalku yang padat. Disaat Jam istirahat pun  aku harus bergulat dengan tugas tugas yang menumpuk dan tak jarang aku sampai seharian di perpus. Nah itulah penyebab aku jadi tak bisa sering bertemu dengannya,  malah tak dapat dikatakan jarang tapi tak pernah sama sekali sejak kegiatanku mulai memadat. Pernah beberapa kali aku menyempatkan diri agar dapat bertemu dengannya, tapi waktunya tak pernah tepat, jika aku ada waktu luang dia pasti sedang sibuk dan begitu sebaliknya jika ia luang aku yang sibuk. Jadilah dalam kurung waktu yang lama kami tak pernah berkomunikasi.  Kalian heran kan kenapa aku tak menggunakan ponsel saja itukan lebih mudah? Nah itulah masalahnya gara gara aku tak mematuhi nasihat eomma, ia jadi marah besar padaku dan pada akhirnya ponsel dan PSPku ia sita juga, malah playstation yang ada dikamarkupun ia sembunyikan entak dimana. Hingga saat terakhir, saat aku kelulusan itulah pertama kalinya aku dapat berbicara lagi denganya itupun kami hanya berbincang sebentar dan mengucapkan selamat atas kelulusanku karena tak ada 15 menit temannya datang menghampiri kami, memberi tau yoohee bahwa ia dipanggil oleh kepala sekolah. Aku tak sempat menunggunya waktu itu karena jemputanku telah datang.

Sekarang masa masa sibukku telah berakhir dan semua barang yang disita eomma telah ia kembalikan tanpa lecet sedikitpun, padahal aku berharap sekali barang barang itu rusak jadikan aku bisa  minta dibelikan yang baru hehehe, tapi ternyata tak seperti yang kuharapkan karena eomma sepertinya menyimpannya dengan sangat baik dan terjaga. Dan itu artinya aku free saat ini, tapi bukan sepenuhnya free, karena sejak 2 bulan lalu aku traine di SM. Kalian sudah tau kan apa impianku? Yaps aku ingin bernyanyi untuk semua orang bukan hanya untuk diriku sendiri. Pada awalnya appa melarang keras aku untuk menjadi seorang idola karena alasan perusahaan, tapi karena aku terus bersikukuh pada pendirianku akhirnya ia mengizinkan juga tapi dengan syarat aku harus bisa masuk universitas pilihannya, dan jika aku gagal kandaslah semua impianku.

Tapi syukurlah itu semua sudah berakhir, karena akhirnya aku lulus tes universitas keinginan appa. Dan sekarang aku hanya fokus terhadap traine ku saja, karena seminggu lagi aku akan debut menjadi anggota super junior yang ke 13.

Dari sejak kelulusan sampai sakarang aku belum pernah bertemu yoohee sama sekali, memang sih banyak sekali kesempatanku untuk menemuinya setelah kelulusan, tapi aku sengaja tak melakukannya karena aku ingin membuat kejutan untuknya, kejutan atas traineku menjadi anggota suju. Masih ingat kejadian saat ia membanding bandingkanku dengan kibum suju? Nah itulah sebabnya aku ingin masuk menjadi anggota super junior. Aku ingin ia hanya melihatku bukan malah kibum super junior, tapi cho kyuhyun super junior. Tunggulah sebentar lagi, aku akan menjadi yang paling bersinar diantara mereka.

Kalian tau mengapa aku seperti ini? Karena akhirnya aku bisa mencintainya. Melebihi cintaku pada diriku sendiri. Dan pagi ini aku berencana untuk menemuinya disekolah. Pasti ia akan sangat terkejut melihat kedatanganku yang secara tiba tiba. Aku ingin ia mendampingiku saat debut nanti, dan yang pertama kuharapkan  bukan eomma, appa atau ahra noona melainkan dia. Aku ingin menyatakan cintaku padanya siang ini,  mungkin aku akan mengajaknya kencan, karena kencan kami kemarin gagal gara gara aku. Jadi semoga saja kali ini berhasil. Ternyata setelah kian lama bingung dengan perasaanku sendiri akhirnya aku beru sadar ternyata perasaan yang kupendam selama ini adalah cinta. Ia  telah berhasil merebut hatiku, sekarang aku benar benar merasa hatiku terisi olahnya, setiap udara yang kuhirup terasa menyesakkan jika berkaitan tentangnya. Kebutuhanku untuk segera bertemu, melindunginya  dan mendekapnya sangatlah besar sekarang, as much as I can breath.

Aku sudah berada didepan gerbang sekolahku sekarang. Ini sekitar pukul 10, aku akan menunggunya disini sampai semuanya bubar. Kurasa sebentar lagi, karena ini adalah hari pembagian rapor. Ditanganku sudah kugenggam sebuah kalung dengan liontin bertuliskan ‘KYUHEE’ akan kuberikan ini untuk hadiah kenaikan kelasnya.

s@r@ngh@3

“ chogiyo!”

“ne?”

“ apa kau melihat yoohee?” tanyaku pada salah seorang teman sekelas yoohee

“ani! Sejak tadi pagi aku belum bertemu sama sekali dengannya , mianhae” bungkuknya tanda menyesal

“o gwencana! Gomawoyo” kataku karena tak enak melihat responnya sampai seperti itu.

“ mungkin ia sudah pulang, aku sebaiknya kerumahnya saja “ lanjutku, yang ia jawab dengan anggukan kepala singkat.

Aku masuk kedalam mobil dengan tangan yang berkeringat karena kalung yang kugenggam sejak tadi. Setelah kuputuskan untuk menemui yoohee dirumahnya dan menjalankan mobil dengan kecepatan kencang, kulihat yeoja tadi mengejar mobilku tapi tak kuhiraukan. Karena mungkin ia akan mengatakan ‘ oh aku lupa tadi aku melihatnya pulang dari pintu belakang’ entah kenapa kata itu yang aku  yakini untuk dikatakannya.

s@r@ngh@3

“ mianhae ahjuma, apa kau tau pemilik rumah ini pergi kemana?” tanyaku pada seorang ahjuma, ia mungkin pembantu rumah sebelah. Karena kulihat ia hendak masuk tapi kucegah dengan pertanyaanku.

“ oh maksudmu keluarga IM?” ia balik bertanya

“ o ne!”

“ apakah kau tidak tau? Mereka sudah pindah sejak satu minggu yang lalu” DHEG.benarkah? benarkah itu semua?

“ apa ahjuma  tau mereka pindah kemana?” tanyaku panik, panik sekali sampai sampai aku mengguncang tubuh ahjuma itu

“ wah jika kau tanyakan pertanyaan ini padaku, jelas aku tak tau sama sekali anak muda. Karena memang rumah ini sering sepi, si nona cantik itu sering sekali menyendiri di depan gerbang ini, untuk menunggu appanya pulang, aku tak tau mereka pindah kemana!” jelasnya

“ kasihan sekali nona cantik itu, ia sepertinya sangat kesepian” lanjutnya sedikit bergumam. Mendengar itu hatiku rasanya sakit sekali. Benarkah yooheeku sekesepian itu ? apakah aku terlalu tolol hingga tak mengetahui itu semua? Apakah aku terlalu tak peduli dengan orang orang disekitarku?

“jika boleh tau, kau ini siapa anak muda?” ahjuma itu mengerutkan dahinya

“ aku ini temannya yoohee” jawabku sopan, menyembunyikan perasaan hancurku

“ benarkah? Ahjuma baru pertama kali melihat teman nona itu datang kesini, karena setau ahjuma ia sangat menyendiri, dan jarang berinteraksi dengan orang sekitar” penilaianku selama ini ternyata salah, yoohee bukanlah gadis periang. Ia hanya menutupi kesedihannya didepan semua orang.

“ maaf sepertinya ahjuma terlalu lama disini. Ahjuma masih banyak pekerjaan didalam” pamitnya meninggalkanku sendiri,  berdiri termenung masih menatap kepergiannya.

Pikiranku terus berkecamuk, mengapa ini semua terasa begitu cepat? Bahkan tak memberiku waktu sedikitpun untuk menyampaikan perasaanku, perasaan yang membuatku gila beberapa bulan terakhir. Takdir sepertinya sedang mempermainkanku , mempermainkan seorang CHO KYUHYUN.

Dengan perasaan yang aku tak tau entah bagaimana, aku berjalan gontai menuju mobilku, kuremas kalung yang sedari tadi kugenggam erat. Dan kusadari kesalahanku selama ini, aku salah tentang waktu ‘ ternyata cinta tak membutuhkan waktu, tak  perlu wakktu yang lama untuk mengetahui hatimu akan berlabuh dimana’

END Of FLASHBACK

s@r@ngh@3

            aish mengapa permainan semudah ini saja aku bisa kalah. Entah berapa kali umpatan umpatan kecil terlontar dari mulutku. Saat ini aku sedang malas berteriak frustasi seperti yang biasa kulakukan jika kalah bermain game. Aku benar benar sedang tidak mood melakukan apapun, selain mengurung diri dikamar ditemani oleh sahabat elektronikku. Dari tadi pagi aku masih bimbang apa sebaiknya aku datang malam ini? Atau malah sebaliknya, melarikan diri layaknya seorang pengecut?.

“ kyu! Waegurae?” sungmin hyung yang sedari tadi terus memperhatikanku, kini angkat bicara. Dari tadi pagi aku tak pernah mau berbicara dengan siapapun. Seleai wawancara disalah satu stasiun TV, aku langsung mengurung diri dikamar. Tak mau menjawab semua semua pertanyaan yang dilontarkan oleh hyungdeul.

“kyu…..” lanjutnya karena aku tak bergeming dari posisiku, apalagi memandangnya ataupun menjawab pertanyaannya. Aku hanya terpokus pada PSP ditanganku, bergulat dengan permainan yang kini terasa sangat sulit bagiku.

Beberapa kali ia terus mencoba memanggilku, tapi  tak ada satupun panggilannya kujawab, kesal dengan perlakuanku, ia bangkit dari posisinya lalu berjalan menghampiriku yang sedari tadi duduk diatas ranjang.

“yak! Maksudmu apa? Cepat kembalikan !” teriakku karena sekarang PSPku sudah berpindah ketangannya.

“kau jangan terus seperti ini, tak ada gunanya” jawabnya tak kalah keras

“ jangan campuri urusanku!” kurebut kembali PSP ditangannya lalu kembali bermain.

“ aku tak mencampuri urusanmu, setidaknya kau jangan lari dari masalah” aku lagi lagi diam tak menghiraukanya

“ jangan bertingkah seperti anak kecil, kau sudah dewasa kyuhyun~na, jangan jadi pengecut begini”  lanjutnya yang semakin membuat ubun ubunku terasa panas.

“aish diam kau! Kau tak akan pernah mengerti!” aku bangkit dari ranjangku lalu dengan cepat kulempar PSPku kelantai sampai tak berbentuk lagi. Melihat responku yang begitu mengerikan sungmin hyung tak lagi banyak bicara dan malah memilih diam. Aku berjalan menuju sofa menyambar jaket yang sedari pagi sudah bersemayam disana. Aku berjalan keluar meninggalkan sungmin hyung yang masih mematung ditempatnya. Tak kuhiraukan para hyungku yang sepertinya juga mendengar teriakanku tadi, karena melihatku keluar mereka juga bungkam.

Mianhae hyungdeul, aku tak bermaksud menjadi dongsaeng keras kepala seperti ini, tapi kali ini hati dan pikiranku sedang kacau.

Kuhentikan mobilku dipinggir sungai han. Yang  terpikir diotakku saat ini, adalah agar hati dan pikiranku terasa sedikit jernih. Hanya inilah satu satunya tempat dimana aku dapat menyegarkan seliruh isi pikiranku. Meskipun aku tak dapat menikmati pemandangan sekitar dengan leluasa, seperti halnya orang lain, yang kubisa hanyalah menikmatinya dari balik kaca mobil seperti ini, sambil sesekali melihat bangku dipojok yang terurus indah. Sejak masih sekolah hingga sekarang  bangku itu tak pernah berubah sedikitpun posisinya pun tak berubah sama sekali, bangku itu selalu menyiratkan kebahagiaan tersendiri untukku, kebhagiaan yang tak dapat diucapkan oleh kata kata.

Getaran ponselku membuyarkan lamunanku, kutekan tombol hijau lalu menempelkannya ditelingaku.

“ne eomma?” jawabku lemas

“…………”

“ne arasseo!”

“…………”

Klik. Sambungan terputus. Kupacu keecepatan mobilku dengan lambat. Aku sengaja melakukan ini, kurasa aku belum siap dengan takdir yang tak sesuai dengan harapanku, tapi setidaknya aku masih memiliki harapan terakhir.

s@r@ngh@3

            kulangkahkan kakiku memasuki sebuah restoran mewah yang berada di pusat kota seoul. Suasana disini tak begitu ramai seperti kebanyakan restoran mewah lainnya. Bukan karena harga yang terlalu tinggi atau tempat yang tidak begitu strategis, melainkan karena restoran ini sangat mendahulukan dan menjamin privasi pelanggan, dan tak jarang kau akan menemukan para artis berseliweran disini atau para petinggi petinggi negara. Dan itulah sebabnya orang tuaku memilih tempat ini, untuk pertemuan yang tidak kuinginkan.

Semakin dekat aku dari meja tempat orang tuaku duduk, semakin sesak pula kurasakan. Bahkan jas yang kini menempel ditubuhkupun semakin kurasa sesak, padahal sebelum sampai disini aku masih nyaman memakainya. Aku benar benar  tuli sekarang, tak mendengar suara orang orang yang sedari tadi kulewati. Bukan karena Ipod yang sedari tadi sudah ada ditelingku, karena ini sama sekali belum kunyalakan. Melainkan karena aku masih bermain dipikiranku sendiri. dan tentang Ipod .Aku sengaja melakukan ini, aku tak ingin mendengar pembicaraan mereka nanti. Tadi pagi aku sudah mengganti semua playlistku dengan lagu rock yang sangat memekakkan telinga, dan untunglah rambutku agak sedikit panjang, jadi aku tak prlu khawatir ini akan ketauan.

Aku belum menyalakannya sekarang, aku akan memulainya saat meraka datang, mereka yang tidak kuharapkan. Aku rasa ini adalah tindakan pengecut, tapi aku tak peduli.

“kyuhyun~na wasseo!” ahra noona menepuk kursi disebelahnya, mengisyaratkanku untuk duduk disebelahnya. Kuikuti instruksinya tapi tetap membisu, bahkan senyum paksaannyapun tidak kubalas sama sekali.

“wah uri dongsaeng sudah dewasa sekarang “ lanjutnya, berusaha membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu bagiku. Ia hendak mengacak rambutku seperti biasa, tapi dengan refleks aku sedikit menghindar, yang membuatnya tak jadi melanjutkan aksinya. Mian noona aku tak bermaksud seperti ini.

“arasseo!” ucapnya sedikit berbisik, tapi masih terdengar jelas ditelingaku, dan mungkin tak akan pernah terdengar oleh eomma dan appa. Melihat ekspresiku yang hanya diam ia tak lagi berusaha mengodaku, dan hanya memilih untuk diam

“sebentar lagi mereka datang” ekor mataku dapat melihat pandangan appa yang tertuju padaku, tapi tak kubalas sama sekali

“ nah itu mobilnya sudah sampai” eomma melanjutkan, kini kedua orang tuaku dan ditambah dengan ahra noona berdiri untuk menyambut kedatangan mereka. Tapi berbeda denganku,  yang kulakukan adalah tetap duduk dan mulai memejamkan mata, aku tak tau mengapa meraka tidak menegur tindakan yang kulakukan. Mungkinkah mereka mengerti apa yang kurasakan saat ini?

‘sepuluh’ aku mulai berhitung

‘Sembilan’

“taejun~na wasseo” suara appa terdengar jernih

‘delapan’ sesak

“ayo silahkan duduk”eomma terdengar

‘tujuh’ napasku terasa berat

‘enam’ suara kursi berpindah terdengar jelas

‘lima ‘ duduk. Kueratkan genggamanku pada Ipod yang sedari tadi kupegang erat

‘empat’ kupasang ancang ancang untuk menekan tombol PLAY pada hitungan terakhir

“ waaa neomu yeppo!” aku mendengus mendengar kata kata ahra noona, tapi masih dengan mata terpejam

‘tiga’ dan harapan terakhirku, saat aku membuka mata

‘dua’ yang pertama kali muncul dihadapanku , adalah wajahnya, wajah yang selama ini kurindukan dalam setiap hembusan napasku

‘sa,,,,,’ aku mulai ragu

‘tu!’ PLAY. Musik menggema. Mulai kubuka mataku perlahan dan yang ada dihadapanku saat ini adalah….

DHEG

To be continue

Hahahaha (evil laugh) ini adalah part yang penuh perjuangan, padahal ini baru part awal2. Mulai dari aku yang curi curi waktu entah pas dikelas and so on ampe koneksi yang gag waras pulang pergi (kayaknya pengen mudik) mau beli pulsa modem eh si babe malah marah2 bilang itu pemborosan. Sebenernya part ini udah jadi dari hari minggu kmaren tapi itu tadi author lagi kere gara2 bulan ramadhan  jadilah ff ini ngaret aku post. Udah segitu aja aku curharnya. Komen ya ‘bow’

20 responses

  1. sial sial kenapa tbc di keadaan yang sangat penasaran haha
    Kyuhyunnya kenapa baru sadar sih kan jadi pergi kan cintanya kan kan kan mendingan sama aku aja #plaakk
    Part selanjutnya ditunggu ya chingu🙂

  2. ahhhhh… pas sa…. tuuu… malaah tbc!!
    ihhhhhhh minta dicubit pipi nih authornyaa…
    maunya diterusin gak mau tbc..
    aaahhhhhh!!!
    pasti yg dtg si yohee iya kan? semoga iyaa aminnn😀

  3. apa calo istri y kyu tu yoohee, tp kalo bener pasti ada yg salah sama yoohee kan ngak enak kalo mulus2 ja. . . .
    Kyu lg tega bgt janjian malah bablas tidur y, yoohee y setia bgt lg. . . . . .
    Lanjut. . . . . .

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s