He’s Our Girl – Part 12

HOG 12 (FV)
Oneyhalva is Real

Main Cast: Cho Kyuhyun, Cho Minho/Kara/Park Hyun Mi, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Cho Ahra

Support Cast : Kim Kibum, Yesung, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Sungmin, Leeteuk, Lee Taemin, Shindong, Ryeowook

Genre:  Romance (Pendusta.. apanya yang romantis coba’? hahaha)

Lenght : Chaptered


Kyuhyun POV
Sejak peristiwa ‘setangkai mawar’ itu, Kara mogok bicara denganku. Seharian ini ia tak menyapaku.
Malam itu, Stasiun KBS sedang menayangkan Film kesukaannya, Harry Potter entah seri yang keberapa. Saat aku masuk apartemen yang ternyata hanya berisi aku dan dia, dia tak melirikku. Kelihatan sekali masih emosi. Tangan kanannya memegangi coklat, sementara tangan kirinya menggenggam remote control. Aku pura-pura mengambil PSP dan duduk disebelahnya. Main game. Ia tak menggubrisku dan tidak juga beralih tempat. Jelas sekali ia tak rela merelakan tayangan Harry Potter-nya terlewat begitu saja, hanya gara-gara aku ikut duduk di ruang TV.
Sepuluh menit tanpa dialog.
“Aku lapar…” kataku mengeluh. Dia tak bereaksi. Matanya sibuk memelototi Daniel Radcliffe yang sedang naik sapu terbang.
“Cho Minho……Aku Lapaaaaaaar….” Kali ini aku mengucapkannya lebih panjang. Berharap gadis pendek itu menanggapi keluhanku.
“Makanlah…” jawabnya singkat. Matanya masih menatap Layar TV.
“Makan apa?” tanyaku agak bersemangat karena dia menjawab keluhanku.
“Kau bisa makan meja didepanmu…” jawabnya datar.
Hyak….
“Aku ingin makanan yang enak…” kataku tak menggubris kata-katanya.
“Kau bisa makan kursinya kalau masih belum kenyang…” lanjutnya tanpa ekspresi.
“Hyak Cho Minho… Masakkan aku Jjangmyeon!” teriakku sambil menarik-narik tangannya. Dia melirikku sinis. Lalu memelototi TV lagi.
“Aniyo…. Kau tak lihat Harry Potter sedang dalam bahaya? Bagaimana jika nanti dia butuh pertolonganku? Bagaimana nanti kalau dia mati karena aku tidak sempat menolongnya gara-gara jjangmyeonmu itu?….. ”
Kalimatnya benar-benar membuatku ingin mencekik Harry Potter.
“Kau tak lihat judulnya Harry Potter hah? Itu artinya dia akan terus hidup sampai filmnya tamat…Kalau dia sampai mati… Judulnya akan ganti.…Aku berani bertaruh dia akan terus hidup sekalipun kepalanya hilang…” kataku asal.
Dia meremas rambutnya kesal. Menatapku garang. Pasti dia sedang emosi jiwa gara-gara mulutku menghina Harry Potter-nya.
“TUTUP MULUTMU CHO KYUHYUN…Kau merusak mood-ku…”
“Apa kau tak bosan menonton film itu? Bukannya kau sudah melihatnya berkali-kali hah?”
Ia mendengus. Aku merebut remote dan segera menekan tombol OFF. Kara melotot. Menendang kakiku keras. Aku buru-buru berdiri menghindar.
“Kau tak dengar aku lapar hah? Masakkan aku Jjangmyeon!”
Dia meniup poninya. Memelotiku penuh intimidasi. Aku menatapnya balik.
“Maaf, tapi aku tak punya urusan dengan perutmu..” katanya sambil menjulur-julurkan tangannya mencoba merebut remote yang kupegang. Aku melempar remote ke sofa dan menarik tangannya.
“Kalau kau tak mau masakkan Jjangmyeon untukku…”
“Apa? Kau mau apa hah?” tantangnya cepat.
“Aku akan makan bibirmu..”
*
Kara POV
Aku berlari sambil berteriak menuju dapur. Setan itu tertawa menggelegar dari ruang tengah. Aku memasakkannya Jjangmyeon dan membawanya ke ruang tengah. Begitu mangkuknya telah duduk manis di meja, aku berjinjit masuk ke kamarku dan menguncinya.
Makan bibirku katanya?
Bocah itu semakin mesum saja..
Aku segera menarik selimut dan menutupi wajahku dengan bantal. Baru limabelas menit aku bersiap tidur, kudengar pintu kamar menjeblak. Bukannya tadi sudah kukunci? Aish… kamar ini memang sudah tidak aman.
“Cho Minho… Kau sudah tidur?”
Setan!!!!!!
“Hyak… Jangan pura-pura tidur… Aku tahu kau masih bangun…”kakinya menjawil-jawil selimutku. Terdengar suara deritan kasur dan sepertinya namja tolol itu sudah berbaring disebelahku. Aku mengatupkan mata dan mengatur nafas. Berusaha terlihat sudah lelap. Sebelumnya, hanya si Monyet Hutan yang punya duplikat kunci kamarku. Dan setan ini? Aish.. pasti dia mengambilnya dari lemari si Monyet.
“M-wo?” akhirnya aku membuka selimut dan berpura-pura mengantuk. Sebenarnya aku tak mengantuk sama sekali.
“Baguslah…”
Aku meliriknya sadis.
“Apa lagi yang kau rencanakan ChoKyuhyun?” tanyaku cepat. Dia menyeringai.
“Kau masih marah soal mawar itu ya?..” tanyanya santai.
Aku mengerucutkan mulut. Aku dijadikan menu ledekan Oppa-Oppa gara-gara setangkai mawar jelek itu seharian. Mana mungkin aku tidak naik darah?
“Itu salahmu sendiri karena kau tidak memakai gaun sesuai instruksiku…”
Ia berhenti bicara. Menghela nafas sebentar. Aku tidak mengerti alur pembicaraannya.
“Kau tak tahu aku mati-matian belajar Ring Ding Dong agar kau tak bosan hah? Aku menggadaikan mukaku meminta si Monyet mengajariku…dan kau seenaknya marah sekarang…”
Otakku ngadat. Eh? Dia belajar Ring Ding Dong untukku?
“Atau kau berharap mendapat mawar dariku ya?”
Aku melemparnya dengan bantal.
“Kau seharusnya mengerti kondisiku… Kalau kuberikan mawar itu padamu, apa kata Sparkyu? Aku menghadiahi Namja setangkai mawar?…” aku bergidik mendengarnya mengucapkan ‘Sparkyu’. Jadi itu sebabnya dia memberikan mawarnya pada Ahra Unnie? Untuk memastikan pada semua orang bahwa dia normal?
“Jadi sejak awal kau memang berencana memberiku mawar ya?..” godaku. Ia menyeringai.
“Aniyo… Untuk apa aku memberimu mawar?” sangkalnya tergesa-gesa.
“Kau mau aku jawab bagaimana?” sanggahku.
Dia gelagapan. Memutar-mutar posisi berdirinya.
“Dari awal memang mawar itu untuk Ahra Noona…” sangkalnya lagi. Kali ini ia keliahatan kikuk. Aku bangkit duduk dan menatapnya. Ia belingsatan. Melarikan bola matanya ke pintu kamarku.
“Oh ya?…Dasar Pendusta…”
Ia semakin salah tingkah.
“Baiklah… Lupakan masalah mawar pembawa sial itu… aku hanya akan memberimu saran… lain kali jangan beri aku mawar… aku tidak suka mawar..” kataku cepat.
Ia melirikku.
“Waeyo? Kurang besar ya? Lain kali akan kubelikan Bunga BANGKAI saja… bagaimana?” tanyanya sambil tertawa menyebalkan.
Aku menyeringai. Menjitak kepalanya.
“Baiklah.. Lain kali akan kubelikan kau cokelat.. kau suka kan?”
Aku mengangguk dan tertawa lebar.
“Ne… Kau memang harus melakukannya… belikan aku cokelat yang banyak…”
*
Kyuhyun POV
Aku terbelalak melihat Kara yang baru keluar dari kamar Heechul Hyung. Kara bilang, malam ini, demi Taemin,ia akan tampil ‘all out’. Dan sebagai strategi jitu, ia menyewa Heechul Hyung untuk meriasnya sejak jam lima sore tadi. Eunhyuk Hyung yang sedang menonton TV disebelah Sungmin Hyung, juga sama kagetnya denganku.
Ia, dengan kurang ajarnya memakai gaun yang seharusnya ia pakai untuk menonton konserku minggu lalu. Ia juga memakai wig panjang. Monyet dan Sungmin Hyyung bertepuk tangan sambil mengarahkan kamera ponselnya ke Kara. Dia memang kelihatan cantik malam ini.
“Yah… sayang sekali Donghae tidak melihatmu sekarang… tapi jangan kuatir Kara sayang, aku akan mengirimkan fotomu segera..” kata Eunhyuk Hyung sambil mencubit pipinya. Aku mendengus sambil pura-pura melirik jam.
“ADWAE OPPA… jangan beritahu Donghae Oppa…” teriak Kara.
Sungmin Hyung mengerutkan kening.
“Memangnya kenapa?” tanyanya sambil memelotti Kara.
“Aku pasti kelihatan jelek sekali…”desahnya pendek. Aku menyeringai. Benar anak bodoh, jangan beritahu si Ikan kalau kau bisa secantik ini… Berbahaya… bisa-bisa dia langsung mengajakmu nikah… Andwae!!
Heechul Hyung yang baru keluar dari kamar langsung menyerobot tangan Kara.
“Hya… Kau meragukan kemampuan meriasku?.. Aish… lihat… itu fotomu sebelum kuservis…dan sekarang… kesinilah… lihat baik-baik… ini wajahmu setelah kuperbaiki… kau masih mau bilang kau jelek hah?” bentak si Bencong sambil menyeret Kara memelototi fotonya yang menyumpal di pojok lemari dan memaksanya berdiri didepan cermin. Kara menggaruk-garuk puncak kepalanya. Tangan si Bencong dengan sigap menahannya. Kali ini ia melirikku.
“Kau mau berangkat dengannya?” tanyanya pada Kara.
Kara mengangguk cepat.
“Kalau begitu.. pastikan kau jaga jarak dengannya..dia bisa membuatmu kelihatan seperti Ahjumma… Oke.. Kara-ku sayang… pergilah sekarang dan pastikan Taemin melihatmu…” katanya sambil mencubit pipi Kara. Aku benar-benar mual melihat mereka berdua.
“Eunhyuk Oppa… Kata Kyuhyun kau juga ikut menonton dengan Ahra Unnie?” tanyanya pada Eunhyuk Hyung yang langsung melirikku. Aku memberinya kode agar ia mengiyakan, tapi dasar si Monyet itu memang menjengkelkan ia malah mengelak.
“Aniyo… adik ipar pasti salah dengar… Ahra tidak begitu suka Shinee…” katanya cepat. Kara melirikku. Menyeringai. Aku memalingkan wajahku tak peduli.
Eunhyuk dan Sungmin Hyung ikut merubung Kara. Dan,
Cup.. Ccup..
Mereka bergantian mencium pipi Kara.
“Aish,… Menjijikkan” kataku. Si Monyet meringis. Sungmin Hyung memasang wajah polos. Aku menyeret tangan Kara yang belum selesai memasang High Heels-nya. Ia berteriak protes sambil memukuli tanganku. Akhirnya kami tiba di mobil, dan gadis itu melirikku sebal.
“Kau benar-benar merusak tatanan rambutku Cho Kyuhyun…” rutuknya sambil menata rambutnya lewat kaca spion.
“Kau pikir dengan berdandan aneh seperti ini Taemin akan melihatmu?… Kau itu salah kostum… dengan baju seperti itu, kau tak bisa jingkrak-jingkrak bodoh..” kataku sambil menyundul kepalanya dengan telunjuk.
“Hya… Cho Kyuhyun… jaga Jarak lima meter dariku…kau benar-benar merusak rambutku..” protesnya. Aku tertawa dan menyundul kepalanya lagi.
“Kalau begitu keluarlah dari mobil… Lima meter kan?” balasku santai.
“Berhentilah bicara bocah jelekkk…. Kau membuatku emosi jiwa…Lihat tatanan rambutku miring lagi…” katanya setengah berteriak. Mukanya merengut jengkel. Tangannya merapikan poninya.
“Aku tidak merusak tatanan rambutmu… itu kan bukan rambutmu…” kataku santai. Dan bocah itu mendengus frustasi. Memukul kepalaku dengan kemoceng mobil. Aku tertawa melihatnya.
“BOCAH SETAN!!….” Katanya sambil melemparku dengan kemoceng.
“Aish… Apa bagusnya Taemin itu hah? Sampai-sampai kau melempar wajahku yang berharga ini dengan kemoceng..” kataku jengkel. Ia memanyunkan bibirnya.
“Dia tentu saja berkali-kali-kali lipat lebih baik darimu bocah menyebalkan…, Dia itu imut, penurut dan suka tersenyum…Omo… Beruntungnya Shinee mempunyai Magnae sebaik itu.. dan.. be-ta-pa-ma-lang-nya Super Junior karena memiliki Magnae se-per-ti- an-ak-se-tan…” katanya dengan intonasi penuh tekanan.
Aku menyeringai.
“Dengarkan kata-kataku baik-baik Cho Minho… Kau harus mengubah gaya pikirmu itu… Berhentilah menyukai Namja-namja imut.. Kau tak lihat wajahmu itu sudah seperti ‘bayi’,hm? dan apa jadinya kalau pasanganmu nantinya juga berwajah bayi hah? Bisa-bisa anakmu wajahnya rata..” kataku penuh kemenangan.
Aku melihat Kara. Matanya melotot.
“Dan satu lagi… carilah Namja yang tinggi… kau tak mau anakmu setinggi sepatumu kan? Dari sekian banyak Namja di Korea… kenapa kau selalu jatuh hati pada yang pendek-pendek hah?… Pikirkanlah masa depan anakmu juga…” kataku menambahi dengan tawa menggumpal di tenggorokan.
Kara membelalak. Kelihatan marah sekali. Mukanya menyeringai jelek.
“Kau sedang menominasikan dirimu sendiri ya?” katanya singkat. Mulutku seketika mati gaya.
*
Kara POV
Dia berhenti mengomel. Aku sudah tahu kelemahannya ‘ia masih tidak terima mulutnya mengakui kalau dia menyukaiku’. Dan begitu aku membicarakannya, ekspresinya akan kacau sekali.
Aku suka sekali. Suka sekali melihatnya mendadak bisu. Ia kelihatan canggung dan mengalihkan topic pembicaraan. Kami terjebak adu mulut lagi hingga mobil memasuki lokasi Konser.
Kami memasuki ballroom. Sudah sesak. Kami mendapat jatah kursi di barisan kedua. Aku menatap Kyuhyun yang kelihatan seperti penjahat, memakai syal disekeliling wajahnya dan kacamata hitam super lebar. Kami duduk dan dia langsung mendengus jengkel.
Lalu ia sibuk main game.
*
Kyuhyun POV
Lihatlah gadis bodoh disebelahku.
Mulutnya menganga. Tangannya mengatup mulutnya. Ia berteriak-teriak memekakkan telinga hanya karena si manusia karet Lee Taemin mulai memainkan dance solo-nya. Aku meliriknya jengkel.
Bisakah dia mengurangi sedikit saja kadar lebay-nya itu?
Membuatku sesak saja.
Aku mendengus dan menatap lima member Shinee yang sedang menyapa penggemar. Mereka kelihatan aneh sekali. Apalagi si Dino Jonghyun, rambutnya dicat merah menyala. Onew juga tak kalah aneh karena rambutnya ditarik kebelakang dan poni dikeningnya yang biasanya membuatnya imut ikut tertarik ke samping. Key malah lebih nekat lagi, memakai celana skinny warna ungu dengan rambut cepak yang juga berwarna ungu. Dan si Taemin menyebalkan itu? Aish… dialah yang paling parah. Ia memakai kaos ketat dengan rambut setengah keriting yang diwarnai kuning terang. Membuat otakku tak bisa mengerti mengapa gadis dibelahku menggilainya sampai benar-benar gila begini?
Sudah dua jam. Telingaku sudah sedikit mendengung karena teriakan yeoja-yeoja disekelilingku. Dan tentu saja teriakan Kara yang semakin heboh. Aku melirik background panggung yang meremang dan kelima member Shinee yang menggerumbul dii tengah panggung. Semoga konser ini segera tamat.
Benar saja, dari backstage, lima kru panggung menyodorkan lima buket bunga untuk mereka. Jangan bilang mereka akan memberikan buket bunga itu untuk penggemar seperti konsep konser SM The Ballad kemarin? Memang yang mengusulkan adalah Jonghyun, dan dia kelihatan senang sekali kemarin karena berhasil memberikan bunganya pada gadis yang lumayan cantik sekaligus meminta nomor ponselnya. Apakah si Dino jabrik itu akan meklakukannya lagi malam ini?
Aish… aku malas membayangkan penggemarnya yang tentunya akan berteriak lebih histeris dari yang mereka lakukan tadi.
Sepertinya, apa yang sangat tidak kuharapkan malah terkabul. Perlahan, lima namja itu menghambur ke balkon dengan kawalan bodyguard. Yeoja-yeoja berteriak kesetanan. Kara menghela nafasnya dan kelihatan gugup sekali. Mungkin dia berharap Taemin memberikan buket bunganya kepadanya.
Dan hal kedua yang sangat tidak kuharapkan ikut terkabul. Manusia karet itu menuju kearah kami duduk. Aku melirik Kara frustasi. Gadis itu memandangi Taemin tak berkedip dengan telapak tangan saling menggenggam didepan mulutnya.
Taemin, kalau kau sampai berani memberikan buket bunga itu pada Kara, aku benar-benar akan menyumpalkan kursi ini ke hidungmu….
HYA…. TAEMIN…..
Kubilang Jangan mendekat bodoh….
Aku menahan nafas gugup. Aku menyedekapkan tanganku di dada dan menyilangkan kakiku. Berharap bisa sedikit rilex dengan posisi begini. Anak SMA itu kini sudah dua meter didepanku. Yang membuatku lebih emosi jiwa dan raga adalah matanya yang menatap lurus kearah kami. Menatap lurus kearah Kara. Omo… apakah gadis cerewet ini sebegitu menarik perhatianmu Taemin?
Benar saja, pemuda itu mendekat ke balkon tempat kami duduk.
Apakah ini karma karena kemarin aku tak memberikan bunga pada Kara?
Aish… apapun itu, yang jelas Taemin kini sudah bertengger setengah meter didepan Kara. Mulutnya tersenyum menyapa penggemar. Tatapannya memutari ballroom dan kembali menatap lurus kearah aku dan Kara duduk.
Ia mengacungkan buket bunganya dan aku nyaris menutup mata saking tidak siapnya melihat Kara mendapat bunga dari Taemin sialan itu.
Mendadak buket bunga itu menyentuh tanganku begitu saja.
“Sudah kuduga ini benar-benar kau Hyung…Terimakasih Kyuhyun Hyung… Aku benar-benar terharu kau ikut menonton konser kami…” kata Taemin riang. Tangannya menyelipkan buket bunga itu ke genggamanku.
Aku membeku ditempat.
*
Kara POV
Baiklah, sekali lagi aku dipecundangi oleh ‘bunga MAWAR’ jelek!
Bagaimana mungkin Taemin lebih memilih memberikan bunga itu pada Kyuhyun yang seorang Namja?
Kyuhyun yang –jeongmal- menjengkelkan itu kini tengah berdiri didepan panggung. Tengah diwawancarai Jonghyun yang juga takjub melihat Hyungnya yang terkenal cuek itu ikut menyumpal di konsernya. Kyuhyun terlihat kikuk. Tangan Taemin masih menggenggamnya dan lengan Minho juga masih menyampir di pundaknya. Ballroom serasa meledak menyadari si Kyuhyun yang terkenal itu ternyata juga menggemari Shinee.
Sesekali ia memamerkan senyum busuknya kearahku. Benar-benar membuatku berasap.
SETAN MENYEBALKAAANNNNNNNNN………….
*
Kyuhyun POV
Gadis itu melempar sepatunya ke jok belakang. Mukanya tak berbentuk. Ia tak mau melihatku. Aku memegang setir mobil sambil sesekali meliriknya.
“Hya… Cho Kyuhyun… Kau mau membawaku kemana?” akhirnya gadis bodoh itu menyadari juga kalau mobil kami tidak sedang menuju Dorm.
“Kita ke kedai Jjangmyeon dulu… aku lapar…” kataku sambil membelokkan mobilku ke sebuah kedai yang tampak sepi. Aku sedang tidak berminat menyamarkan wajahku sekarang ini. Aku ingin makan dengan damai dan tenang, dan itulah alasannya aku memilih kedai yang agak sepi.
Seorang Ahjumma menyapa kami di pintu kedai. Ia tidak mengenaliku.
Kami mengambil tempat duduk di luar kedai yang menghadap jalanan. Kara menaruh wajahnya diatas meja. Kelihatan frustasi sekali gara-gara kelakuan abnormal Taemin yang membuatnya patah hati. Sebenarnya dalam hati, aku juga sangat bersyukur Magnae Shinee itu tak jadi memberikan mawarnya untuk Kara.
Mataku menatap batu besar yang ditancapkan di pagar masuk bertuliskan menu dan daftar harga. Aku tersenyum kecil dan teringat batu serupa yang kujumpai di Kanada.
“Kara-shii… lihat batu itu… bukankah itu mirip dengan batu di Oneyhalva dulu?” tanyaku. Kara tak menjawab. Matanya menatap batu itu sebentar dan mukanya kembali terkapar di meja.
“Ne…” jawabnya singkat.
“Kau ingat kata-kataku dulu saat kita di Oneyhalva? Kurasa semuanya benar… Batu itu bertuah…”
Kara mengerutkan kening.
“Yang mana? Kau bicara banyak sekali waktu itu…” katanya enggan. Ia benar-benar sedang tak ingin bicara rupanya.
Aku tertawa dan mengacak rambutnya.
“Tunggulah disini sebentar…” kataku sambil beranjak berdiri. Ia mendongakkan wajahnya.
“Kau tidak berencana meninggalkanku disini kan?” tanyanya malas.
“Aniyo… dengar…. jangan kemana-mana … aku akan membawakanmu sesuatu yang bagus… Ingat Tunggu aku disini atau-“
“Aish… aku sedang tak berminat berdebat denganmu….” Potongnya tak sabar.
“Atau… aku yang akan menunggumu disini.. Sebentar saja… Oke?”
Ia akhirnya mengangguk. Wajahnya masih suntuk.
“Ne… Ne… Aku akan menunggumu disini..Cepatlah, disini dingin sekali…”
Aku melepas jaketku dan melemparkannya kearahnya.
“Pakai itu…”
*
Kara POV
Aku merapatkan jaket Kyuhyun dan meringkukkan kepalaku ke meja. Pesanan Jjagmyeon sudah menghampar didepanku, namun si bodoh itu belum juga kembali. Kudengar dering ponsel dari dalam tasku. Aku menyambarnya malas, dan semakin malas saat melihat nama yang terpampang di layar ponselku.
Monyet Oppa. Pasti ia tertawa terpingkal-pingkal melihat siaran LIVE Konser Shinee tadi.
“Yoboseyo…”
“…”
“MWO?? Apakah ia baik-baik saja?”
“..”
“Ne…Aku akan segera kesana… Kyuhyun juga sedang bersamaku..”
“..”
“Baiklah, kututup dulu telfonnya..”
Aku meraih ponselku dan segera mengetik pesan singkat ke ponselnya.
‘Kyuhyun-ah… Donghae Oppa masuk Rumah sakit, sekarang ia sudah di Seoul.. Segera susul aku ke Rumah Sakit DaeWong ruang 13B begitu kau membaca pesanku, maaf aku tidak bisa menunggumu… Aku harus segera kesana..’
*
Kyuhyun POV
Dimana gadis pendek itu?
Kenapa ia suka sekali menghilang tak bilang-bilang? Membuat orang cemas saja. Aku berdiri menghampiri Ahjumma yang baru saja keluar dari dalam kedai. Dia juga tidak tahu kemana perginya Kara.
Aku merogoh celanaku. Mencari ponsel.
Sial, ponselku tertinggal di jaketku yang dibawa Kara. Huh, bagaimana aku bisa menghubunginya sekarang?
Kali ini, aku terduduk pasrah. Mendekap erat buket mawar yang baru saja kubeli dan memandangi kotak besar berisi cokelat disebelahnya. Mataku beralih menatap Jjangmyeon yang masih mengepul dari kompor meja didepanku. Menatapnya tak berselera.
Mendadak aku tidak lapar.
Mungkin sebaiknya aku menunggunya disini saja, bukankah dia bilang tadi dia akan menunggu? Kalaupun dia pergi, dia pasti segera kembali kesini. Dia masih membutuhkanku untuk mengantarnya pulang, dia pasti kembali.
Aku meraih kertas ucapan dari dalam kotak cokelat yang juga sengaja kubeli tadi. Mengeluarkan bollpoint dan mulai menulis.
‘Namanya bukit OneyHalva.. ini bukit harapan.. siapa yang datang kesini dan menuliskan namanya berpasangan dengan orang yang ia sayangi, keinginannya untuk bersama akan terkabul… Aku hanya merasa bahwa batu itu benar-benar bertuah, karena ia berhasil membuatku ingin bersamamu dan aku juga berharap batu itu akan terus bertuah agar aku benar-benar bisa bersamamu, Apa kau juga berpikir sepertiku?’
Aku melipat kertas itu dan membacanya sekali lagi. Aish… Ini sama sekali bukan gayaku. Aku benar-benar tak sabar melihat gadis itu membaca sendiri tulisan bodohku ini. Mungkin aku akan sangat malu, namun setidaknya aku bisa mengatakannya.
Tapi kenapa gadis bodoh itu tak juga datang?
*
End of part 12
GYAHAHAHAHA, GIMANA?GIMANA?
Mau tamat nih, part 13 bakalan END.
Silahkan berkomentar kalau ingin di-tag di part selanjutnya, hehehe (Author bersyarat)
Sehubungan dengan akan berakhirnya HOG, saya ingin share sesuatu… hohoho:
1. Kenapa namanya Kara (merk Santan?)?
Karena pada saat saya mbuat HOG part 1: saya nggak ada ide mbuat nama Korea. Huahahaha, Nggak tau juga peraturan pe’nama’annya…
2. Kenapa 13 part?
Nyesuain jumlah member Suju en Karena saya nggak pengen FF saya berakhir seperti ‘Shinhetyong’yang panjangnya bikin frustasi.. hehehe..
3. Singkatannya Kara-Kyuhyun apaan?
Nggak ada…. Hahaha, cz di FF udah ada KyuRa, KyuJin,KyuNa, dan Kyu-kyu yang laen… nah, kalo disingkat entar jadi kembaran… hohoho,
4. Part 13 saya post sehari sebelom Ramadhan alias tanggal 30 Juli…
5. Draft FF lanjutan? FFnya si DongKrak en satu lagi FFnya si Unyuk yang baru nyusun di kepala… hohoho, tapi mungkin saya bakalan hiatus sementara setelah HOG tamat..
6. Maaf lama banget nge-postnya, Kemaren itu…Stuck jangka panjang…
7. Ini masih saya ‘Afida Husniya’ bagi yang nyari FB saya yang mendadak ganti kelamin jadi Haidar Fikri.. hehehe.. ada gangguan serius…(Haidar Fikri itu nama pena saya sejak SMP)

Terimakasih setinggi langit di angkasa untuk semua Reader yang sangat berjasa dalam memaksa saya menamatkan FF ini,…. Hehehe, Saranghae….^_^

 

14 responses

  1. kerrrreeennnn…. ngakak gembira bacanya…

    btw. aq ktnggalan 1 part dah y kayaknya..soalnya kmrn klo g salah endingnya pas si kara sakit….
    eng…ing…eng…?????ktnggalan 1 part dah y kayaknya..soalnya kmrn klo g salah endingnya pas si kara sakit….
    eng…ing…eng…?????

  2. hmmm -_-”
    aku bingung peristiwa ‘setangkai mawar’ itu yang mana ya?
    pas episode brp?
    kayaknya episode 11 itu kan terakhirnya lutut kara sobek ama kyuhyun donghae lagi berantem.
    walaupun agak bingung yang pasti part 12 ini keren.
    lanjutan nya jangan lama-lama ya.

  3. pertama baca agak bingung kan wkt part 11 endingnya kyuhyun lg berantem ama donghae gara2 kara kecelakaan?????
    kok part 12 ceritanya tentang mawar,kayaknya di part sebelumnya ga ada tentang mawar deh????
    tapi ceritanya bagus plus lucu hehehehehe………..

  4. insiden mawar itu yang mana ya …. bukannya ending part 11 itu pas kara lututnya sobek ????
    malang banget sih nasib KYU … si IKAN sih ,pake’ acara masuk RS segala ….

  5. Huahahahahhahhaha…. Maafkan saya readers… ini part ngePostnya kelewatan pas part si Kyu ngasih mawar buat Ahra Noona… makanya pada bingung, dan soal ngePost tanggal 30 itu emang tulisan jadul… part 12 yang full dan part 13nya emang udah Publish sejak dulu, dan bahkan udah ada sekuelnya dua part… Buat yang gak sabar, bisa berkunjung ke blog saya di http://fidahusnie.wordpress.com, atau nunggu disini… udah saya kirim kok… hehehhe.. sekali lagi Mianhae en jeongmal gomawoyo udah baca FF saya…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s