You’re The One (Part V)

Tittle               :  You’re The One (Part V)

Author            : Icha / Lee Hyeo Rin

Genre              : Romantic,Sad (agak nggak jelas juga kadang – kadang)

Rating                         : G

Cast                 : Kim Yoo Jin (Uee), Kim Ryeowook, Tiffany Hwang, Leeteuk super junior, Super Junior Members, After School   members, Snsd members.

 previous part – part 1 – part 2 – part 3 – part 4

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung. Tidak mengandung unsur bashing, sara, kekerasan, kekejaman, dan ke – ke yang lainnya.FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com dan di beberapa blog lainnya. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan. Ya, daripada author nyerocos mulu ntar di timpuk readers, selamat membaca, di tunggu commentnya ^^

 

===Author POV===

Wookie menarik nafas panjang sambil memperhatikan keadaan sekeliling. Sebenarnya dia sedang berada di sebuah taman yang indah, yang memiliki rumput hijau, pepohonan yang rimbun, kolam air mancur dan beberapa alat permainan anak kecil. Namun ada yang menjanggal di pikiran dan perasaannya tentang tempat ini.

 

“oppa kok lemes banget sih? Nggak suka ya Fany ajak jalan ke sini?” tanya Fany manja sambil memeluk lengan Wookie, mereka berjalan beriringan pelan – pelan. Fany pun menyandarkan kepalanya di bahu Wookie.

 

Wookie tersenyum canggung sambil menggeleng.

 

“oppa, ada ice cream” teriak Fany seperti anak kecil “oppa beliin Fany ice cream ya..ya oppa..beliin yaa..” pintanya sambil mengeluarkan puppy eyes dan aegyo face nya, sama seperti waktu itu, dan nggak mungkin Wookie bisa menolaknya.

 

“ya udah yuk kita beli ice creamnya” ajak Wookie seraya merangkul bahu Fany.

 

Uee POV

“jangan lupa ya persiapan kalian 2jam sebelum naik panggung” kata manager kami setelah kami selesai latihan.

 

Aku meminum habis minuman isotonic yang ada di meja dan duduk di sofa, hari ini.. nggak tau kenapa hari ini perasaan nggak enak itu makin menjadi. “ahhhh…” aku menghela nafas keras, membuat Jooyeon eonni yang lagi duduk di lantai menoleh ke arahku.

 

“kamu kenapa?”

 

“cape eonn”

 

“telpon dia aja lah, atau seenggaknya sms”

 

“dia? Dia siapa?” tanya ku pura – pura nggak ngerti aku mengalihkan pandanganku kearah kaca besar yang terdapat di studio latihan, menghindari tatapan Jooyeon eonni.

 

Jooyeon eonni menarik tasnya dari lantai dan berdiri sambil membersihkan debu dari celananya dan tersenyum, senyuman khas seorang Lee Jooyeon “jangan menangin gengsi adikku tersayang..” ia menepuk kepalaku pelan lalu keluar dari studio latihan. Dan kini aku hanya sendiri di dalam studio, aku merogoh hp ku dari saku jaketku. Sejenak aku ragu, namun aku tepiskan semua perasaan ragu itu.

                        To : Lovely Wookie

                        ‘Baby, apa kabar? Mianhae aku baru bisa kasih kamu kabar sekarang. Dari kemarin aku sibuk, selama aku di sini aku pakai nomer local Jepang ini. Baby, kalau ada apa2 kabarin aku ya. Take care n miss you’

Message send.

 

Ryeowook POV

Astaga, bodohnya aku.. kenapa bisa sampai ketinggalan hp. Huh! Itu pasti karna aku marah – marah sambil keluar kamar, dan pasti juga karna aku buru – buru keluar takut Teukie hyung nanya berbagai macam pertanyaan yang kreatif lagi.

 

“oppa ada ice cream” teriak Fany membuyarkan lamunanku, kali ini yeoja itu terlihat seperti anak kecil, kepalanya yang tadi bersandar di bahuku sekarang menoleh kearah penjual ice cream itu berdiri. “oppa beliin Fany ice cream ya..ya oppa..beliin yaa..” pintanya manja, aku dapat melihat puppy eyes dan aegyo facenya memohon padaku.

 

Sama seperti waktu itu…

 

“ya udah yuk kita beli ice creamnya” ucapku sambil tersenyum, aku merangkul bahunya dan berjalan menuju ke tempat penjual ice cream itu. Ia tertawa riang sambil bertepuk tangan, eyes smile itu..

 

“Fany yang coklat, oppa?”

 

“Fany aja yang makan ice creamnya” kataku padanya lalu membayar ice cream yang dia beli.

 

Ia menarik tanganku dan mengajakku duduk di bangku..ah..bangku itu? Astaga, kenapa aku harus di sini? Kenapa aku mau mengikuti ajakannya? Aku menatap langit yang sudah mulai bewarna jingga, ternyata hari sudah mulai sore. Fany duduk di sampingku sambil memakan ice creamnya, sesekali ia berusaha untuk menyuapiku. Aku terpaksa menurut, Fany tipe yeoja yang nggak suka di tolak, apapun pemberiannya dan bentuknya.

 

Mataku menerawang jauh ke langit, tiba – tiba bayangan wajah Uee terlintas di benakku, sedang apa dia di sana?

 

Tiffany POV

Duduk di sampingnya ternyata terasa menyenangkan, tapi entah apa yang dia lamunkan dari tadi. Uee? Atau ku harap dia mengingat kejadian dulu. Aku memang sengaja mengajaknya ke sini lagi. Sama seperti waktu itu.

 

“oppa, kamu ingat tempat ini kan?” tanyaku memulai.

 

Ia nampak terkejut, lalu menundukkan kepalanya ia mengangguk pelan. Aku tersenyum puas, udah ku duga, semuanya akan ku bikin lancar hari ini juga. Aku nggak mau nunggu terlalu lama.

 

Aku menangkupkan tanganku di kedua pipinya dan membuatnya mengarahkan pandangannya padaku, aku menatapnya lembut. “oppa, ingat nggak, baju ini baju yang sama dengan yang aku pakai waktu itu. Oppa bilang aku cantik banget, sekarang, apa di mata oppa aku masih terlihat cantik dengan baju ini?”

 

Matanya menatapku, bola matanya focus kearah mataku seakan sedang mencari sesuatu, tapi Wookie oppa hanya terdiam. Semenit, dua menit, dia masih terdiam sambil menatap mataku dalam.

 

“kamu masih cantik.. dan selalu terlihat cantik.” Jawab Wookie oppa tanpa mengalihkan pandangan matanya dari mataku. Aku tersenyum puas dengan jawabannya.

 

Aku memeluknya “jinjja?”

 

Tanpa ku duga ia membalas pelukanku dan mengusap rambutku, berulang kali ia mengusap rambutku, mengikuti alurnya yang lurus dan panjang. “kenapa kamu bawa aku ke tempat ini lagi Fany?” bisiknya di telingaku. Aku nggak kaget dengan pertanyaan itu, udah sewajarnya kalau dia menanyakan hal itu.

 

Aku tersenyum dalam pelukannya, “oppa, apa kamu masih mencintaiku?” tanyaku tanpa menjawab pertanyaannya. Aku merasa badannya menegang, dan debaran jantungnya menjadi lebih cepat. Ia melepaskan pelukannya dan memegang bahuku, lagi – lagi ia menatap dalam ke mataku.

 

“kenapa tanya hal itu?”

 

“oppa tinggal jawab, karna aku.. aku..aku mencintai oppa”

 

===== You’re The One =====

 

#FLASHBACK

 

Wookie POV

“cieee..makin akrab aja sama Fany” goda Donghae hyung sambil merangkul bahuku. Aku meninju dadanya pelan sambil tertawa.

 

“ya!! Apa – apaan sih hyung, dia kan adik kita semua, wajar lah kalau dekat” aku berkilah. Aku berusaha menyembunyikan wajahku yang memerah dari Hae hyung, kalau ketahuan wajahku kayak kepiting rebus di saat seperti ini, bisa habis aku di ledekin.

 

“haha!! Mau coba boongin orang kayak aku Wookie~ah?”

 

Kami berjalan beriringan menuju studio latihan. “semua hyung mu udah tau kali kalau kamu dan Fany dekat karna ada perasaan. Ngaku aja lah, kamu ini anggap kami apa sih?” lanjut Hae hyung.

 

Saat hampir tiba di studio latihan, kami bertemu dengan sebagian snsd member termasuk Fany, hari itu dia terlihat cantik dengan mengenakan turtle neck putih, hot pants, sepatu boots dengan hak 3cm, dan rambutnya yang di biarkan tergerai.

 

“annyeong oppa – oppa”  sapa mereka rebut.

 

“cie..cie..Fany, tuh ada Wookie oppa goda Taeyeon, ku lihat wajah Fany memerah. Sama persis sepertiku tadi.

 

“ini kesempatan Wookie, pakai baik – baik” bisik Hae hyung, Hae hyung member isyarat pada member snsd untuk meninggalkan kami berdua. Dan kami berdiri berhadapan dalam keheningan.

 

“Fany, umh.. kita ke taman aja yuk. Fany mau?” tanyaku dengan sedikit keberanian yang aku miliki.

 

“ne, oppa” jawabnya sambil mengangguk malu. Pipinya masih bersemu. Mungkin benar kata Hae hyung, ini kesempatan. Ya! Dan tentu saja aku gunakan baik – baik.

 

~taman~

 

Taman yang letaknya tidak begitu jauh dari dorm ini sungguh sebuah taman  indah, memiliki rumput hijau, pepohonan yang rimbun, kolam air mancur dan beberapa alat permainan anak kecil. Taman yang luas, bersih dan asri seperti dalam dongeng, taman yang mempertemukan pangeran dengan putrinya.

Beberapa anak kecil berlari kesana kemari dengan riangnya di tempat khusus permainan anak kecil, para orang tua asyik mengawasi anak mereka dari kejauhan, duduk di rumput hijau sambil menenggak minuman kaleng dan berbincang – bincang dengan yang lainnya.

 

Aku menggandeng tangan Fany dan mengajaknya ke sebuah bangku taman yang menghadap ke kolam air mancur.

 

“oppa ada ice cream” teriak Fany kegirangan yeoja itu terlihat seperti anak kecil, siapa sangka kalau dia adalah seorang Tiffany Hwang SNSD kalau melihat tingkahnya yang seperti ini. “oppa beliin Fany ice cream ya..ya oppa..beliin yaa..” pintanya manja sambil mengeluarkan puppy eyes dan aegyo face nya.

 

Ya Tuhan, yeoja ini membuatku gemas, nggak perlu memohon dengan puppy eyes nya itu udah pasti langsung aku belikan. Setelah mendapat apa yang dia inginkan, kami duduk di bangku taman tersebut.

 

“Fany..” panggilku ragu.

 

“ne oppa?” jawabnya sambil menghabiskan ice creamnya, aku menunggu sampai ia benar – benar menghabiskannya. “kenapa oppa?”

 

“Fany, boleh oppa ngomong sesuatu?”

 

“ya boleh oppa, dari tadi Fany juga nungguin oppa ngomong”

 

Aku menarik nafas, “kamu cantik pakai baju itu” kataku basa – basi.

 

“ah? Jinjja oppa? Gomawo oppa, Fany baru aja beli baju ini kemarin pas lagi shopping” celotehnya riang, ia tertawa dan memperlihatkan eyes smilenya padaku, membuat jantungku seakan berhenti berdetak. Astaga, jangan dulu mati, aku belum mengutarakan padanya..

 

“ya Fany, kamu itu cantik, dan selalu terlihat cantik, Fany~ah.. saranghae”ucapku pada akhirnya.

 

Fany menoleh cepat ke arahku, pandangan matanya seolah tak percaya dengan apa yang barusan ku ucapkan “ta..tapi oppa..Fany Cuma anggap oppa seperti oppa oppa yang lainnya.”

 

#FLASHBACK END.

 

===== You’re The One =====

Uee POV

Udah lewat dari beberapa hari sejak sms terakhir aku kirim ke Wookie oppa, tapi nggak ada balasan sama sekali. Jangankan balasan, kemarin aku kirim sms ke nomernya tapi nggak ada laporan terkirimnya.  Kahi eonni pernah tanya ke Teukie oppa tentang hal ini, kata Teukie oppa sepertinya Wookie oppa lagi punya jadwal padat, karna akhir – akhir ini dia sering pergi siang pulang malam.

 

Aku memeluk bantalku dan menangis sejadinya, aku merindukannya. Kenapa sampai saat ini perasaan nggak enak itu belum hilang juga? Sebenarnya ada apa? Aku ingin kembali ke korea, aku udah nggak tahan di sini. Babo Uee, kenapa waktu itu aku nggak maafin dia?

 

‘cklek’ ku dengar pintu kamar tempat AS member menginap terbuka, itu pasti Kahi eonni. Buru – buru aku menghapus air mataku dan pura – pura tidur. Suara keypad hp milik Kahi eonni terdengar di kamar yang sepi ini.

 

“annyeong Jungsoo ssi” kata Kahi eonni yang ternyata menelpon Leeteuk oppa. Aigoo, Kahi eonni tau aja caranya buang uang, pulsa nelfon dari Jepang ke Korea kan mahal. “hahaha, gimana kabarmu?” lanjut Kahi eonni, “ya, kami di sini baik – baik aja kok, Cuma agak capek aja. Jadwal tiap hari padat.”

 

“iyalah.. hwaiting! Hehe, gimana kabar member mu Jungsoo??” “ah..ani..Cuma agak bingung aja akhir – akhir ini aku nggak pernah liat Uee smsan atau bahkan telponan sama Ryeowook.” Ternyata Kahi eonni emang perhatian banget sama saeng – saengnya. Padahal aku nggak pernah cerita apapun ke dia tentang akhir – akhir ini. Tapi ternyata Kahi eonni memperhatikan aku. “ya sih, bisa jadi..tapi harusnya kamu lebih memperhatikan jadwal membermu yang lain Jungsoo, kamu itu kan leader mereka. Ya udah, aku mau istirahat dulu Jungsoo ssi, salam buat yang lain ya, annyeong.”

 

Aku mendengar Kahi eonni menghela nafas panjang, entah kenapa. Mungkin dia kecapean.

 

“Jungsoo ssi bilang, dia juga bingung kenapa Wookie sering ilang – ilangan sekarang” kata Kahi eonni yang ternyata tau kalau aku belum tidur.

 

“eonni, tau darimana aku belum tidur?” jawabku lirih.

 

“biasanya kalau kamu tidur selalu pakai selimut dan meluk boneka mu. Sekarang kamu nggak selimutan dan malah meluk bantal.” Kahi eonni menatap langit – langit kamar.

 

Aku menghela nafas.

 

“udah berapa lama kamu nggak berhubungan sama Wookie ssi?”

 

“kira – kira udah hampir 4 atau 5 hari ini eonni” jawabku lirih, ku rasakan mataku mulai memanas dan air mataku mengalir lagi. Aku membenamkan wajahku ke bantal.

 

Kahi eonni menghampiriku dan ku rasakan ia duduk di pinggir kasurku, lalu dengan lembut ia mengusap rambutku.“sabar ya saeng, sebentar lagi kita balik ke korea kok” ucapnya, ah.. Kahi eonni emang udah seperti eomma ku sendiri, dan appa nya tentu Jungah eonni >< .

 

Leeteuk POV

 

aku sedang asyik menonton tv lalu ponselku berbunyi, ternyata Kahi yang menelpon, aku mengangkat telfon sambil berjalan menuju kamar.

 

“hyung, mau ke mana? Belum selesai nih filmnya” kata Shindong.

 

“hmm, pasti dapet telfon dari leader nya AS tuuh..” ku dengar suara berat Siwon menimpali.

 

Aku tidak menghiraukan ocehan – ocehan itu dan masuk kamar lalu menutup pintunya, “annyeong Kahi ssi” kataku sambil tersenyum, memang ia tidak mungkin akan bisa melihatnya., aku berbaring di kasur ku yang empuk lalu menjadikan tangan kiriku pengganjal kepalaku sedangkan tangan kananku memegang hp yang bertengger di telingaku.

 

“aku baik – baik aja kok, kamu sendiri gimana? Dan gimana keadaan member mu?” tanyaku balik setelah ia bertanya tentang keadaanku. “hahahaha..ya, pasti lah jadwal kalian padat di sana, tapi tetap semangat ya Kahi ssi” kataku menyemangati leader After School itu. “semuanya baik – baik aja Kahi, waeyo?” tanyaku bingung.

 

Aku mendengar penjelasan Kahi dengan kening berkerut, apa benar yang di bilang Kahi? Uee dan Wookie nggak pernah berhubungan? Padahal, kalau dia ada di dorm hamper setiap saat eternal magnae itu sms an atau nggak jarang dia terima telfon, tiap kali terima telfon dia pasti langsung masuk kamar seolah nggak ingin di ganggu, aku kira itu dari Uee..

 

“mianhae Kahi ssi, aku juga nggak tau, mungkin dia punya jadwal di luar super junior. Dia emang sering ilang – ilangan sekarang” kataku. Aku mendengar ocehan Kahi yang kedengarannya seperti mengomeliku. Haha, leader yang satu ini..

 

“ya Kahi ssi, istirahat yang baik, kami di sini menunggu BANG! Japanese version pasti keren banget, Cuma kalian yang bisa marching band gitu, haha.. ya udah..annyeong” kataku menutup pembicaraan, tombol merah ku pencet dan telfon pun terputus. Aku mencoba menghubungi nomer Wookie yang sampai jam segini belum pulang juga. Namun hanya terdengar suara operator yang mengatakan bahwa nomer itu telah tidak di gunakan.

 

Aish!! Apa – apaan sih dia itu! Sebenarnya kemana dia pergi? Astaga, kasihan Uee.. aku bisa merasakan apa yang dia rasakan saat ini. Aku tau dia pasti sedang menangis, menangis? Ya tuhan, memikirkan dia menangis saja membuatku nggak tega. Yeoja seperti Uee nggak seharusnya menangis karna merindukan namja nya yang nggak pernah mikirin perasaannya sama sekali.

 

Aku bangun dari kasur dan menuju keluar kamar, hp ku lempar ke kasur. Tepat saat aku keluar dari kamar, Wookie pulang dan hendak menuju kamarnya.

 

“Kim Ryeowook” panggilku tegas. Semua member yang ada langsung menatapku kaget, Heechul langsung buru – buru mematikan televisi membuat Eunhyuk, Donghae dan Sungmin menatap ke layar tv dengan kecewa namun mereka tidak berani membantah, Shindong langsung menghentikan aksi makannya, Siwon yang sedang duduk di sofa sambil membaca alkitab nya pun segera menutup alkitabnya ‘amin’ ucapnya pelan. Kyuhyun, setan PSP itu begitu mendengar suaraku yang memanggil Wookie dia langsung mematikan PSPnya, Yesung yang sedang mengusap – usap ddangkoma pun juga ikut berhenti dan menatapku heran.

 

“ne hyung?” langkah Wookie langsung terhenti saat ku memanggilnya. Ia menunduk seperti merasa bersalah, padahal aku belum berbuat apa – apa.

 

“duduk di situ” tunjukku ke sofa yang di tempati Sungmin, Sungmin mendecak kesal dan turun ke bawah, duduk bersama couple nya tercinta. Tanpa di perintah 2x Wookie langsung duduk di sofa. “kamu tau ini jam berapa? Kamu dari mana?”

 

“emmh, itu.. aku ada urusan hyung”

 

“urusan? Apa? Hampir tiap hari? Tau sekarang jam berapa?”

 

Wookie hanya mengangguk.

 

“kenapa hp kamu nggak bisa di hubungin?”

 

“ganti nomer hyung”

 

“bagus. Ada yang tau kalau eternal magnae kita ganti nomer?” tanyaku sambil melihat ke arah member satu per satu, semuanya menggeleng termasuk Yesung, teman sekamarnya sendiri. Yesung hendak mengatakan sesuatu namun di tahan oleh Siwon. “see?” kataku menatap Wookie tajam, menunggu penjelasan. Wookie masih menunduk dan terdiam, “Uee juga nggak kamu kasih tau kan?”

 

“be-belum hyung” jawabnya terbata – bata.

 

“belum atau nggak? Sebenarnya ada apa sih sama kamu Wookie~ah? Aku nggak begitu masalah kalau kamu belum ngasih tau nomer baru kamu ke kita semua, karna kita ketemu di dorm tiap hari. Tapi ini, yeojachingu mu sendiri nggak kamu kasih tau. Kamu nggak mikirin perasaan dia?”

 

===== You’re The One =====

~Author POV~

Hari ini AS member kembali ke Korea setelah menempuh penerbangan yang cukup melelahkan dari Jepang, begitu sampai semuanya langsung masuk kamar dan istirahat, tapi nggak dengan Uee, ia sibuk membongkar isi tasnya dan mengeluarkan oleh – oleh berupa pajangan dari kaca yang di dalamnya berisi sepasang boneka salju kecil yang bertaburan serpihan salju.

 

Uee mengambil hp nya yang terletak di meja kecil di samping kasurnya, ‘PRANG’ figura foto yang berisi foto dirinya dan Wookie jatuh ke lantai dan pecah, nggak sengaja ia menyenggol nya saat mengambil hp. Uee menatap figura foto itu dengan tatapan nanar dan perasaan nggak enak itu kembali menyelimuti hatinya, ia segera membersihkan serpihan kaca di lantai.

 

Uee POV

Akhirnya kembali juga ke Korea setelah lama menetap di Jepang, aku sengaja nggak ngasih tau siapapun, lagian juga mau kasih tau siapa? Wookie oppa nomernya nggak aktiv sampai sekarang. Kahi eonni juga kayaknya lupa mau kasih tau Teukie oppa mungkin karna terlalu capek, ia langsung tidur begitu sampai di dorm.

 

Aku mengaduk – aduk isi tas ku, mencari oleh – oleh yang telah ku siapkan untuk Wookie oppa dan juga untuk member yang lainnya, hari ini mau aku kasih langsung, capek sih, tapi itu nggak menyurutkan niatku. Aku udah siap berangkat menuju suju dorm, oh iya, hp. Aku lantas langsung menarik hp yang ada di meja kecil di samping kasurku dan nggak sengaja menjatuhkan figura foto ku. Pecah? Ya Tuhan, feeling nggak enak itu datang lagi, semoga nggak terjadi sesuatu sama Wookie oppa, ucapku dalam hati sambil membersihkan pecahan kaca di lantai. Setelah selesai, aku keluar dari dorm dan memanggil taxi. Huh,, kalau aja aku bisa nyetir mobil aku nggak perlu repot – repot pakai taxi gini.

 

Selang beberapa waktu kemudian, sampailah aku di apartement dimana suju dorm berada. Aku menuju lift dan ku lihat pemberitahuan bahwa lift sedang rusak dan tidak bisa di pakai sampai ke lantai 3, terpaksa aku menuju tangga dan naik hingga lantai 3 sambil menggerutu kesal, sesampainya aku di lantai 3, aku menunggu lift yang turun hingga bisa membawaku ke atas.

 

Seseorang menepuk pundakku, aku tertegun.

 

“Teukie oppa” jeritku histeris dan langsung memeluknya setelah aku melihat siapa yang menepuk pundakku.

 

“haha, annyeong Uee ssi..” ia membalas pelukanku lalu mengusap rambutku. “kok nggak bilang kalau udah pulang dari Jepang?” lanjutnya seraya merangkul bahuku.

 

“mianhae oppa, aku lupa, lagian ku pikir Kahi eonni udah kasih tau” kataku berbohong, padahal aku tau kalau Kahi eonni belum kasih tau ke Teukie oppa tentang kepulangan kami.

 

“belum kok, makanya aku kaget pas liat kamu dari belakang.”

 

Leeteuk POV

Astaga, nih apartement apa – apaan sih? Ada aja lift rusak dan nyuruh penghuninya buat naik tangga dulu sampai lantai 3. Seorang leader super junior di suru naik tangga ampe lantai 3? Capek nih, udah tua *author di gebuk angels*

 

Aku melihat seorang yeoja yang sedang menunggu lift di lantai 3, eh? Tunggu.. rasanya aku kenal walau aku hanya melihat dari belakang, perawakannya yang tinggi, rambutnya yang halus kecoklatan itu. Itu kan.. aku menghampirinya diam – diam dan menepuk pundaknya perlahan. Yeoja itu tertegun sesataat dan membalikkan badannnya.

 

“Teukie oppa” jeritnya dan langsung memelukku, jujur aku cukup kaget dengan gerakannya yang reflex memelukku, jantungku berdebar hebat astaga, hangatnya pelukan yeoja ini.. aku membalas pelukannya dan mengusap rambutnya yang halus itu “haha,,annyeong Uee ssi” kataku, aku dapat menghirup harumnya rambut kecoklatan itu. “kok nggak bilang kalau udah pulang dari Jepang?” tanyaku sambil melepas pelukannya, nggak enak juga kan walau sebenarnya aku senang, aku merangkul bahunya.

 

“mianhae oppa, aku lupa, lagian ku pikir Kahi eonni udah kasih tau” jawabnya dengan wajah yang polos, aku tersenyum mendengar jawabannya, nggak hanya itu, aku senang melihat wajah nya yang polos dan pipinya yang chubby itu.

 

“belum kok, makanya aku kaget pas aku lihat kamu dari belakang.”

 

“kok oppa tau kalau ini aku?”

 

“Cuma nebak aja” jawabku asal. Aku berbohong, sejak kapan aku nggak tau tentang dia? Aku melirik ke tangannya dan melihat ia membawa beberapa kantong belanjaan. “apaan tuh Uee?” tanyaku penasaran.

 

“ooh, ini? Ini oleh – oleh dari Jepang buat semua member.” Katanya sambil mengangkat tangannya.

 

“kayaknya ribet banget, sini deh aku bawain sebagian” kataku sambil meraih beberapa kantong dari tangannya, ia tersenyum manis, manis sekali sampai aku lupa bagaimana caranya bernafas.

 

“gomawo oppa.”

 

“cheonma Uee, duh..kenapa lift nya lama banget ya?”  kesel juga sih nungguin lift ini kenapa lama banget, udah pegel dari tadi berdiri nungguin. Uee menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang ku ucapkan barusan.

 

~Author POV~

Leeteuk sengaja mengalihkan pandangannya pada pintu lift yang masih tertutup, ia hanya mau mengingat bagaimana caranya bernafas setelah mendapat’smile attack’ dari Uee barusan, Uee yang berdiri di sampingnya pun menatap lurus ke arah pintu lift sambil menggembungkan pipinya yang chubby itu,  berharap semoga lift cepat datang karna dia juga udah capek berdiri dari tadi.

 

‘TING’ bel tanda lift dari lantai atas ke lantai 3 datang, Uee dan Leeteuk bernafas lega karna pada akhirnya penantian mereka berakhir. “akhirnya..” gumam Leeteuk, Uee yang tadinya udah capek pun jadi bersemangat karna akhirnya ia dapat bertemu kekasihnya segera.

 

Pintu lift pun terbuka sedikit demi sedikit secara perlahan, hingga akhirnya terlihat lah siapa saja yang ada di dalamnya, seorang namja dan yeoja yang sepertinya tidak sadar kalau pintu lift telah terbuka, mereka sedang berciuman dengan mesra, catat : ciuman. Membuat Uee dan Leeteuk terperangah kaget. Namun Leeteuk segera tersadar dari kekagetannya, ia segera menarik Uee ke dalam pelukannya, menahan kepala yeoja itu berada di bahunya, dan tidak lama kemudian ia merasa bajunya telah basah oleh air mata.

 

“KIM RYEOWOOK, TIFFANY HWANG!!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!!!”

(TBC)~

24 responses

  1. WHATTT ??? Fany-wookie kisseu ? Wahhh mau liat #plak

    Kasian uee huaaaa jangan galau #plak
    Itu dulu fany gak suka terus wookie suka tapi jadi kebalik gitu ya? Huaaa sabar ya><

    Leeteuk jangan ngambil kesempatan dalam kesempitan !!! #duagh

    • woaa.. tersensor xD
      wookie nya oneng T.T
      kayak bingung ama perasaannya sendiri, wahahaha..
      gomawo udah baca dan comment saeng ><
      lope lope u deh xDD *pletak!

  2. waah.. Untung fany.. Bukan taeyeon.. Kl taeyeon kakak udh aku geret ke pengadilan agama (?) #mau ngapain cb.? Kekekek

    gila kali ya itu fany ama wookie.. Fany nya extrem gile deh.. =.=a

  3. maap thor, commentnya ngeborong, jaringan kacau nih
    ^_^V
    kyaa, ryeowook oppa, please be UEE Unnie boy ajaa,
    thor, jangan bikin mereka putus yaaa
    plis plis pliiis

  4. aahh… kenapa dengan wookie… apa masih suka sama Fanny…???
    truuuzzzzzzzzzzz….. kyaknya ada glagat aneehh dehh…
    tuh Tukie ngapa lebih perhatian ya sama Uee …………..
    jadih nuduh Teuki….. bizzz cover nya nuduh juga sihhh…….

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s