The Strawberry Juice ( Part 3 )

Author          :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Family, School

Rated              :   G

Main Cast    :

–     Lee Sun Kyu aka Sunny SNSD

–     Park Jungsoo aka Leeteuk Super Junior

–     Jung Byung Hee  aka G.O MBLAQ

Support Cast :

–     Lee Sungmin aka Sungmin Super Junior

–     Park Sun Young aka Hyomin T-ara

–     Lee Joo Yeon aka Jooyeon  After School

–     Lee Donghae aka Donghae Super Junior

–     Stephanie Hwang aka Tiffany SNSD

Baca Juga :    Cast   |   Part 1   |    Part 2   |   Part 3

______________

Annyeong Haseyo ^^

Halo chingu apa kabar? Aku muncul lagi nih dengan part 3 cerita ini. Untunglah selesai juga, maaf ya kalo rada aneh ato gemana. Mudah-mudahan chingu pada suka deh dan ngga kecewa sama FF-ku ini(ngarep banget). Ini original bikinan aku lho! jadi jangan sembarangan copas(red copycat) yaa…

DON’T BE SIDERS PLEASE!!!!

Happy Reading Chingu ^ ^

_____________________

Sunkyu menyipitkan matanya, agar dapat melihat orang itu dari kegelapan. Setelah menyadari siapa orang itu, Sunkyu terlihat sangat terkejut.

“ Mwo? Yaaa apa yang kau lakukan?”

“ Mengikutimu.”

“ Mengikutiku? Apa yang kau inginkan? Bukankah kau telah mendapatkan apa yang kau mau. Pergi kau!!! Jangan ganggu aku.”

“ Ini.” Orang itu memberikan komik yang tadi ia perebutkan dengan Sunkyu.

“ ….” Sunkyu tertegun.

“ Cepat ambil Sunkyu-aa.”

“ Yaaa! Bagaimana kau tahu namaku ahjussi? Kita kan baru bertemu ditoko buku tadi.”

“ Yaaa Sunkyu-aa! Kau tidak ingat padaku? Jahat sekali kau.”

Sunkyu terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu. Tapi tiba-tiba orang itu membuka kacamata dan topi yang dikenakannya hingga Sunkyu dapat melihat wajah orang itu dengan seksama.

“ Kau ingat?” Sunkyu kembali tertegun.

“ Kenapa kau diam saja? Kau tidak rindu padaku?”

“ Benarkah itu kau?”

“ Iya ini aku…”

Author POV end

Byunghee POV

Ini adalah hari ketiga aku berada di Korea setalah kepulanganku dari Paris. Aku sangat senang karena bisa kembali lagi ketempat kelahiranku ini. Karena banyak sekali kenangan-kenangan indah yang aku lewati disini.

Hari ini aku berniat untuk berkeliling ke tempat yang sering aku kunjungi sewaktu dulu. Dari mulai sekolah, tempat bermain, hingga tempat makan favoritku. Karena tempat ini banyak mengalami perubahan, sesekali aku tersasar saat mencari tempat tujuanku.

Ketika aku melewati beberapa pertokoan aku melihat poster besar terpajang dengan jelas, bahwa hari ini adalah hari peluncuran seri terakhir komik ‘Sunshine’.

Judul komik itu sangat terasa tidak asing bagiku, karena ini merupakan salah satu komik favoritku sewaktu SMP dulu. Komik ini juga mengingatkan aku pada seseorang yang begitu spesial bagiku, seseorang yang tidak akan pernah aku lupakan dan seseorang yang sangat berarti bagiku.

‘ Apakah dia juga masih menyukai komik ini?’ pikirku dalam hati.

Aku mengujungi satu persatu toko buku yang sering aku datangi, tapi aku tidak juga mendapatkan komik itu. Hingga akhirnya aku teringat pada sebuah toko buku yang berada tidak jauh dari tempat tinggalku dulu.

Tidak ada yang berubah dari toko ini, tetap terlihat sederhana dan nyaman. Aku segera masuk kedalam dan mencari komik yang aku inginkan. Beruntunglah aku, komik itu masih tersisa satu lagi. Tanpa pikir panjang aku segera mengambil komik itu. Tapi tiba-tiba seseorang berteriak dengan keras.

“ Yaaa Ahjussi!!!”

Sontak aku melihat kearah sumber teriakan, seorang yeoja berseragam sekolah menunjukan jari telunjuknya padaku dan menatapku tajam.

“ Mwo? Aku?” tanyaku heran. Bisa-bisanya yeoja ini memanggilku ‘ahjussi’, berani sekali dia…

“ Iya kau! Berani sekali kau mengambil komikku.” Yeoja itu kembali menunjukkan tangannya, namun kali ini bukan padaku melain  komik yang ada di tanganku.

“ Komikmu? Ini komikku, karena aku duluan yang mengambilnya.” Aku mulai kesal dengan sikap tidak sopan yeoja aneh ini.

“ Yaaaaa!! Aku duluan yang melihatnya, jadi aku yang berhak atas komik itu.” Dia kembali berteriak padaku dan masih memandangku dengan tatapan tajamnya.

‘ Tunggu sebentar, teriakannya tidak asing di telingaku. Tapi siapa yaa?? Apakah aku mengenalnya?’ Aku mengingat-ingat siapa yeoja ini sebenarnya.

Aku diam di posisiku, dan menatap yeoja ini dari ujung kaki hingga kepalanya, tapi kenapa rasanya dia tidak asing bagiku. Siapa dia?

“ Apa yang kau lihat! Berikan komik itu padaku!” perintah yeoja aneh itu padaku

“ Shireo! Ini komikku.” Tolakku.

Karena tidak tahan dengan sikap menyebalkan yeoja ini, aku pergi meninggalkannya, dan dia terus mengikuti dibelakangku. Aku berjalan menuju tempat kasir untuk membayar komik ini..

Aku sangat senang karena sekarang komik ini telah benar-benar menjadi milikku. Dan yeoja aneh ini tidak berhak lagi untuk merebutnya dariku.

Yeoja aneh itu berjalan keluar dari toko buku dengan wajah yang terlihat sangat kecewa. Melihat wajahnya mengingatkan aku pada Sunkyu.

‘ Sunkyu? Apakah dia Sunkyu?’ pikirku

Karena penasaran dengan yeoja itu, aku mengikutinya secara diam-diam. Aku hanya ingin memastikan, apakah dia Sunkyu atau bukan.

Aku terus mengikutinya, hingga ia berhenti dipintu gerbang rumah yang tidak asing bagiku. Ternyata benar, dia itu Sunkyu. Aku segera berlari untuk mengejarnya.

“ Yaaa Ahjumma!” Aku memanggilnya ketika dia hendak membuka pintu gerbang.

“ Aku?” tanyanya heran.

“ Iya kau, ahjumma.” Tegasku.

Sunkyu menyipitkan matanya, dan tak lama Sunkyu terlihat sangat terkejut.

“ Mwo? Yaaa apa yang kau lakukan?”

“ Mengikutimu.” Jawabku singkat

“ Mengikutiku? Apa yang kau inginkan? Bukankah kau telah mendapatkan apa yang kau mau. Pergi kau!!! Jangan ganggu aku.”

“ Ini.” Aku memberikan komik yang tadi aku perebutkan dengan Sunkyu.

“ ….” Sunkyu tertegun.

“ Cepat ambil Sunkyu-aa.” perintahku

“ Yaaa! Bagaimana kau tahu namaku ahjussi? Kita kan baru bertemu ditoko buku tadi.”

“ Yaaa Sunkyu-aa! Kau tidak ingat padaku? Jahat sekali kau.”

Sunkyu terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu. Aku membuka kacamata dan topi yang aku kenakan agar Sunkyu dapat melihat wajahku dengan jelas.

“ Kau ingat?” Sunkyu kembali tertegun.

“ Kenapa kau diam saja? Kau tidak rindu padaku?” tanyaku

“ Benarkah itu kau?” Tanyanya dengan sedikit ragu padaku.

“ Iya ini aku…”

Sunkyu masih terlihat sangat terkejut, dia hanya diam diposisinya. Tanpa pikir panjang aku memeluknya erat.

“ Ini aku Jung Byung Hee. Kau ingatkan?” Aku merasakan anggukannya ketika dia dalam pelukanku.

“ Tentu saja aku ingat padamu Oppa.”

“ Aku sangat rindu padamu Sunkyu.”

“ Aku juga Oppa.”

“ Yaaaa Sunkyu-aa sedang apa kau?!” seseorang berteriak dengan keras. Sunkyu melepaskan pelukanku. Dan berbalik menghadap orang itu.

“ Eh Sungmin Oppa.. ” Sunkyu terlihat sangat gugup

“ Yaaa hyung.. Kau tidak berubah.” Aku berjalan menghampiri Sungmin Hyung dan memeluknya.

“ Tunggu tunggu, siapa kau?” Tanyanya heran dan melepaskan pelukanku.

“ Aku Byunghee. Kau tidak ingat?”

“ Aaaa Byunghee… Apa kabar?” Sungmin hyung menepuk pundakku dengan keras.

“ Aku sangat baik Hyung..” Aku tersenyum padanya.

“ Sungmin aku pulang dulu.” Seorang namja dengan wajah dingin berpamitan pada Sungmin Hyung. Setelah itu dia berjalan pergi meninggalkan kami.

“ Ayoo masuk Byunghee..” perintah Sungmin.

Aku dan Sungmin Hyung segera masuk kedalam rumah, sedangkan Sunkyu mengikuti kami dari belakang.

Byunghee POV end

Jungsoo POV

Hari ini akan sangat melelahkan, karena setelah pelatihan di sekolah aku akan pergi ke rumah Sungmin. Kami akan mengerjakan beberapa tugas kelompok yang tak sempat kami kerjakan karena pelatihan yang kami jalani sekarang ini.

“ Apakah kita jadi mengerjakan tugas hari ini dirumah?” tanya Sungmin yang berbisik ditelingaku.

“ Tentu saja. Tugas itu harus dikumpulkan besok, bukan?”

“ Ya begitulah..”

Ketika berada diruang pelatihan, tiba-tiba saja aku teringat pada Sunkyu. Sudah seharian ini aku tidak melihat Sunkyu di sekolah. Aku berharap nanti aku bisa bertemu dengannya, karena ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padanya.

Setelah jam sekolah dan pelatihan berakhir, aku dan Sungmin segera bergegas menuju rumah Sungmin. Ketika melewati pintu gerbang sekolah, sekilas aku melihat Sunkyu dan Hyomin yang berjalan dengan tergesa-gesa.

Sesampainya di rumah Sungmin, aku segera masuk ke ruang perpustakaan dirumah itu. Tapi aku tidak melihat Sunkyu saat berjalan kesana, kamarnya pun terdengar kosong.

“ Sungmin-aa dimana Sunkyu? Kenapa aku tidak melihatnya?” tanyaku heran. Karena setiap kami belajar bersama, dia pasti akan mengganggu kami dengan cerita-ceritanya.

“ Aku tidak tahu dia kemana, tapi dia bilang akan pulang terlambat hari ini.” Jelas Sungmin.

“ Oh begitu.”

“ Kau tidak perlu mengkhawatirkannya dia, Jungsoo-aa.” Ledek Sungmin.

“ Aku?! Tentu saja tidak.” Elakku, tapi sebenarnya aku sedikit mengkhawatirkan Sunkyu.

Kami hampir menyelesaikan semua tugas, hingga akhirnya terdengar bunyi bel. Aku berharap orang yang menekan bel itu adalah Sunkyu.

Sungmin pergi meninggalkanku, dia segera membukakan pintu untuk orang yang menekan bel itu. Tak lama Sungmin kembali lagi.

“ Siapa yang datang?” Tanyaku penasaran.

“ Donghae Hyung dan Tiffany Oennie.”

“ Oh.. Mereka datang berkunjung kesini?”

“ Tidak, sementara ini mereka akan tinggal bersamaku dan Sunkyu.” Jelas Sungmin yang terlihat sedang menulis sesuatu.

“ Oh begitu.”

Kami kembali mengerjakan tugas yang tinggal sedikit lagi. Setelah selesai aku, Sungmin, Donghae Hyung dan istrinya berkumpul di ruang keluarga. Kami berempat membicarakan banyak hal, mulai dari sekolah, pelajaran hingga wanita. Tapi ketika mereka membicarakan keluarga, aku lebih banyak diam dan hanya mendengarkan.

Malam sudah semakin larut, aku harus segera pulang sebelum Pa Kim menyuruh pengawal Appa untuk mencariku. Walaupun sebenarnya aku ingin tinggal lebih lama lagi disini, dan menunggu Sunkyu pulang.

“ Hyung, Oennie aku pulang dulu.”

“ Oh begitu, hati-hati yaa.” Jawab Donghae Hyung.

“ Iya hati-hati.” Tambah Tiffany Oennie

“ Kalo begitu aku mengantar Jungsoo keluar dulu.” Lanjut Sungmin.

Aku dan Sungmin berjalan keluar rumah. Ketika aku membuka pintu gerbang, aku melihat Sunkyu sedang berbicara dengan namja yang tidak aku kenal.

Aku sangat terkejut ketika namja itu tiba-tiba memeluk Sunkyu, dan Sunkyu terlihat pasrah dipelukan namja itu. Rasanya aku sangat ingin memukul wajah namja itu, karena seenaknya saja dia memeluk Sunkyu-ku.

“ Tentu saja aku ingat padamu Oppa.”

“ Aku sangat rindu padamu Sunkyu.”

“ Aku juga Oppa.”

Aku semakin terkejut ketika, dia memanggil namja itu dengan sebutan Oppa. Entah kenapa aku merasa kesal dan marah ketika Sunkyu memanggil namja itu dengan sebutan Oppa.

Melihatku terdiam, Sungmin memiringkan sedikit kepalanya agar dapat melihat apa yang aku lihat. Dan dia pun sama terkejutnya denganku.

“ Yaaaa Sunkyu-aa sedang apa kau?!” Sungmin berteriak dengan keras. Sunkyu melepaskan pelukannya. Dan berbalik menghadap kami.

“ Eh Sungmin Oppa.. ” Sunkyu terlihat sangat gugup

“ Yaaa hyung.. Kau tidak berubah.” Namja itu berjalan menghampiri Sungmin Hyung dan memeluknya.

“ Tunggu tunggu, siapa kau?” Tanyanya heran dan melepaskan pelukan namja itu.

“ Aku Byunghee. Kau tidak ingat?”

“ Aaaa Byunghee… Apa kabar?” Sungmin menepuk pundakku dengan keras.

“ Aku sangat baik Hyung..” Dia  tersenyum pada Sungmin.

“ Sungmin aku pulang dulu.” Pamitku pada Sungmin.

Aku sudah tidak tahan berada lebih lama disini. Aku segera berjalan keluar gerbang, dan tidak sedikitpun aku mengalihkan pandanganku untuk melihat Sunkyu.

“ Jungsoo-ssi, dari mana saja kau?” Pa Kim terlihat sangat khawatir, karena aku pulang larut malam.

“ …” Aku diam tidak manjawab pertanyaannya.

“ Apakah kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu murung seperti itu.” Tanya Pa kim, ketika aku sudah merebahkan tubuhku di tempat tidur.

“ Aku mau istirahat, kau bisa meninggalkan aku.” Perintahku.

“ Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat!” Pa Kim berjalan keluar kamarku, dan menutup pintu dengan sangat perlahan.

Ketika aku memejamkan mataku, aku teringat kejadian ketika namja itu memeluk Sunkyu. Tanpa sadar aku tengah meremas-remas bantal kecil yang aku pengang, karena rasa kesalku.

“ Yaaa kau kenapa Jungsoo! Memangnya kau siapa? Kau bukan siapa-siapanya Sunkyu. Jadi kau tidak berhak marah seperti ini.” Aku berbicara pada dirku sendiri.

Aku berusaha untuk menenangkan diriku, dengan terus menarik nafas panjang. Setelah itu aku tertidur karena rasa lelah yang dari tadi aku rasakan.

Jungsoo POV end

Sunny POV

Sudah berberapa hari ini aku tidak bertemu dengan Jungsoo Sunbae. Terakhir kali aku melihatnya adalah ketika Byunghee datang menemuiku. Saat itu aku melihat wajahnya begitu dingin, dan dia sama sekali tidak melihat kearahku.

‘ Sunbae aku rindu padamu!!’ teriakku dalam hati.

Aku dan Hyomin berjalan menuju kantin. Dari kejauhan aku melihat Jungsoo Sunbae sedang berbicara dengan seorang temannya.

“ Annyeong Sunbae!” Sapaku ketika aku berjalan mendekat.

Jungsoo Sunbae membuang mukanya dan berjalan masuk ke dalam kelasnya. Aku tidak percaya Sunbae bersikap seperti itu padaku.

“ Ada apa dengan Jungsoo Sunbae?” Tanya Hyomin heran karena melihat Jungsso Sunbae bersikap seperti itu padaku.

“ Aniyo.. Sudahlah mungkin dia sedang sibuk.” Aku mencoba membuat diriku tidak berpikir macam-macam tentang Sunbae.

—– TBC —–

Akhirnya selesai juga part ketiganya. Mudah-mudahan chingu pada suka deh sama FF ini. Maaf ya… kalau misalkan FF ini jelek atau aneh, mohon dimaklumi karena ini FF pertamaku.

Gomawo udah baca FF ini, jangan lupa di komen yaaaa ^^

DON’T BE SIDERS PLEASE!! ^^

18 responses

  1. Ahahahahaha ciyeeee jungsoo cemburu..
    Katanya cuma nganggap sunny adik, lha buktinya?!
    Makanyaaa jangan suka boongin perasaan *puas banget ni ngolokin*
    Jungsoo kalo cemburu jangan ngambek gitu dong, ntar G.O makin ngedeketin sunny lagi..
    Cepet bertindah (?)
    Thor, lanjutannya ditunggu🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s