Everlasting Love Song part 2 #End

Title : Everlasting Love Song

Author : Aiu Ahra

Genre : Romance

Cast : Kim Joon, Kim Sungje, Jeon Boram and Jung Yoo Mi

Other cast : Boyband and Girlband that I had ever seen.

Lenght : Two-Shoot

Rating : PG-15

PART II

Yoo Mi gelisah. Acara Talk Show di Gangwon yang bertajuk ‘Amazing Love
Story’ akan berakhir pada pukul 10 malam. Sementara konser di Seoul berakhir
pukul 12 malam. Yoo Mi tak yakin dapat menonton Joon dan T-max tampil.
Perjalanan dari Gangwon menuju Seoul memakan waktu sekitar 3 jam lebih.
Belum lagi bila ada kemacetan di jalan.

Yoo Mi tak mendengarkan moderator yang sedang berbicara di depan. Gadis itu
larut dalam pikirannya sendiri. Ia menghitung waktu.

“Jung Yoo Mi ssi, dapatkah anda memberi masukan tentang ‘Menulis yang Baik’
untuk para hadirin di sini? Anda selaku penulis baru pasti punya kiat-kiat apik
dalam menulis.”

Yoo Mi buyar. Ia tersenyum kaku lalu memegang mikropon. Mulailah ia
mencetuskan kalimat-kalimat tentang kepenulisan. Walau ia sendiri tak paham
apa yang ia katakan karena pikirannya sedang melambung. Terbang ke Seoul,
menjemput Joon.

‘Aku ingin datang, Oppa…’


*

Seorang broadcaster mulai menyuruh T-ara untuk bersiap di belakang
panggung. Namun member T-ara mendadak kelabakan karena tak menemukan
Boram.
“Sudahlah, tak ada waktu. Kebetulan Boram juga tak ambil andil di Time To
Love. Aku akan meminta orang untuk mencarinya,” putus broadcaster itu.
Kemudian T-ara pun memasuki panggung, bergabung dengan Supernova guna
duet dalam lagu Time to Love.

Yunhak, Sungmo dan Sungje yang juga tak ada peran dalam lagu itu perlahan
keluar panggung.

“Mengapa Boram tak ada? Bukankah setelah lagu ini mereka tampil utuh?” tanya
Sungje.

“Kau cobalah menghubunginya,” saran Yunhak.

“Tak ada gunanya, Boram meninggalkan ponselnya di sini,” ucap si broadcaster.

“Tapi, aku sudah meminta beberapa kru untuk mencarinya..,” lanjutnya.

“Sebaiknya kita juga ikut mencari,” ajak Sungje. Ketiga pria itu pun pergi.

*

“Coba mengertilah, Joon. Saat ini kita sudah punya pengganti, bukan? Kau
sudah ada Yoo Mi dan aku dengan Sungje. Jika kita kembali, maka ada 2 hati
yang akan tersakiti, Joon…,” Boram tertunduk. Dalam hati, tak bisa ia pungkiri
dulu ia sangat mencintai pria ini. Namun keegoisan yang bergayut dalam benak
Joon membuat cinta itu pada akhirnya runtuh.

“Aku tahu, Boram tapi… Aku tak bisa dengan mudah melupakanmu.. Kau juga
cobalah pahami aku…,” Joon menatap Boram renyuh.

“Aku tetap menganggapmu bagian indah dalam hidupku. Namun, itu tak berarti
kita mesti bersama, kan?”

“Boram..,” Joon meraih tubuh Boram dan dipeluknya erat. Boram tak mengelak.
Namun tak sepenuhnya menyukai tindakan Joon ini.

“Pernahkah kau berpikir, Joon? Bahwa orang yang kini bersama kita adalah

orang yang terbaik sekalipun dia bukan orang yang paling kita cintai…”

“Aku mencintaimu, Boram…,” desis Joon.

“Maaf, aku minta maaf. Aku sudah punya Sungje dan aku ingin mencintainya
seperti dia menata perasaan indah itu untukku… Maaf, aku tak bisa…,” Boram
melepaskan pelukan itu lalu melangkah menjauh. Seketika ia terkejut ketika
mendapati Sungje, Yunhak dan Sungmo secara tiba-tiba di depannya.

Mereka terdiam. Boram tahu ada kekecewaan tersirat dalam bola mata Sungje.
Ia yakin, Sungje melihat adegan tadi. Boram tak berani buka mulut. Ia bungkam.
Menyerahkan keputusan pada Sungje.

“Kemana saja? T-ara sudah akan tampil. Ayo, Boram…,” Sungje menghampiri
lalu menggamit tangan gadis itu. Ada seulas senyum hangat dan ramah pada
sudut bibir Sungje. Sejenak ia melirik Joon. Lelaki itu memandangnya datar.

Selanjutnya Sungje membawa Boram bersama Sungmo. Sementara Yunhak
tetap tinggal. Dia ingin bicara dengan Joon, kekasih adiknya.

“Joon Hyeong, sebenarnya aku tak ingin ikut campur dalam masalah ini. Aku
ingin menyerahkan tanggung jawab Yoo Mi seutuhnya padamu. Namun jika kau
memang tak mampu, kumohon sudahi saja hubungan kalian..”

Joon bergeming. Hanya diam dan larut dalam pikirannya sendiri.

“Ini pertama kalinya Yoo Mi jatuh hati dan tergila-gila pada lelaki, aku hanya tak
ingin dia terluka dan trauma jika cinta pertamanya gagal. Jika, kau memang tak
pernah punya perasaan apa pun padanya, sudahi saja, Hyeong. Sebelum Yoo
Mi membaca keadaan ini dan ia jadi terluka…,” Yunhak mendesah lalu pergi.

Joon menghela nafas pelan. Yoo Mi, gadis yang selalu tampak ceria itu tengah
berputar di kepalanya.

‘Joon Oppa, a..aku menyukaimu. Aku merasa konyol mengatakan ini padamu,
dan kesannya aku murahan, tapi..aku sungguh menyukaimu..,” itu kalimat yang
diucapkan Yoo Mi ketika meminta Joon menjadi kekasihnya.

‘Oppa, suatu saat ketika T-max sudah fakum aku akan menuliskan buku
Memoriam tentang kalian.. Itu salah satu impianku..’ senyum Yoo Mi
mengembang bahagia.

Ponsel Joon berdering singkat. Pesan dari Yoo Mi.

‘Oppa, tunggu aku, ya. Aku akan datang, melihat dan mendengarmu bernyanyi’

Joon mendesah. Tegakah dia menyakiti hati gadis lugu itu?

*

Joon baru saja kembali ke ruangan T-Max sesaat sebelum tampil. Minchul
bersyukur karena tak mesti kelabakan mencarinya.

“Aku tahu kau sedang dilema, Joon. Kita akan refreshing setelah ini agar
pikiranmu tenang,” Minchul menepuk pundak Joon.

“Gomawo, Hyeong…,” Joon tersenyum seadanya.

T-Max pun tampil. Pertama membawakan lagu Ballad-Romance
berjudul ‘Romantic Blues.’ Penonton terharu dibuat mereka. Kemudian
dilanjutkan dengan lagu ‘Words that I Can Say’ yang bergenre Sad.

Lagu ini sangat mewakili perasaan Joon saat ini.

[ Word that I can say

Now the word that I can say to you

is not really surprising,

Lets break and you hate it.

I hate to stop comeback to you again.

I keep trying to end the relationship.

Now you are not by my side,

till all memories stay well.

Now in the end

I'm not look back]

[Now I Say go, live well.

I sent you away

after comeback

I'm comeback

Tears are hiding the pain]

[All the words "happy" are lie.

Are the words "ok" are lie.

The word painful to crazy

the word I want to say.

I'm going to cry harder.

I cry till I break the letter.

I say I love you

I say I love you

is the last word that I can say (T-Max)]

Dari balik panggung Boram memandangnya. Namun hanya sejenak karena ada
Sungje di sisinya. Perlahan dia memejam karena mendapat kecupan sayang di
keningnya.

“Terima kasih untuk cintamu, Sungje…,” bisik Boram yang disambut senyuman
Sungje.

*

Konser berakhir sempurna dengan penutupan yang tak kalah manis dari Super
Junior dengan ‘No Other’. Mereka juga berteriak ‘Happy New Year 2011′ ke
seluruh penonton. Berakhirlah persembahan tahun baru Hanguk Music malam
ini.

Ponsel Joon berdering. Panggilan dari Yoo Mi. Dia bilang sudah berada di depan
gedung. Joon tak percaya gadis itu menepati perkataannya. Segera ia keluar
menyusul Yoo Mi setelah pamit dan meminta member T-Max lainnya untuk
pulang lebih dulu.

“Yoo Mi!” gadis dengan mantel biru dan scraft putih itu menoleh dan lekas berlari
ke arah Joon yang baru keluar dari gedung.

“Kenapa gedungnya sepi, Oppa? Apa konsernya sudah selesai?” tanya Yoo Mi.

Ia terlihat letih. Di dahinya tampak keringat dingin bercucuran.

“Kenapa kau tetap datang? Bukankah kau sudah tahu konsernya berakhir
sebelum kau datang?!” bentak Joon.

Yoo Mi menunduk.

“Dan kalau pun tadi konser tetap berlangsung, kau juga tak akan melihatku
bernyanyi, bukan?”

Yoo Mi mengangkat kepalanya ,”maaf, Oppa.. Harusnya aku batalkan
pertemuan di Gangwon sebelumnya, atau aku pamit pulang lebih dulu agar
sempat melihatmu di atas panggung… Atau, aku…,” suara Yoo Mi tertahan.
Pada matanya tersimpan pantulan keputus-asaan. Dia sungguh terobsesi
menyaksikan Joon bernyanyi, namun dia tak dapat men-cancel jadwalnya.

Akhirnya air mata gadis itu tumpah ruah di pipinya. Namun ia mencoba menahan
alirannya dengan segera menghapusnya lalu menengadah agar air matanya
tak jatuh lagi. Gadis itu tersenyum getir di antara derai air mata yang tak mau
berhenti.

“Maaf, Oppa. Lain kali, aku tak akan memintamu untuk menungguku. Maaf…”

Joon menatap Yoo Mi. Perlahan menyadari sifat egoisnya turut tercurah pada
gadis ini. Jika di hadapannya sekarang adalah Boram, maka dia akan balas
membentak Joon. Namun ini adalah Yoo Mi, yang hanya mengucapkan maaf
padahal ia sama sekali tak bersalah.

Joon mendekat. Perlahan tangannya turun ke atas pipi gadis itu dan mengusap
air matanya.

“Maaf, Oppa.. Aku yang terlalu bersikeras. Ini salahku, maafkan aku…”

“Tak apa, Yoo Mi. Kau tak salah, tak apa-apa…”

Kini isak Yoo Mi terdengar. Segera Joon mendekap tubuhnya. Membiarkan
gadis itu menangis di sana. Ia pun berpikir, mengapa tak mencoba memahami
kekasihnya yang lugu ini. Seperti yang dikatakan Boram tadi, mungkin saja
orang yang saat ini bersamanya adalah orang yang terbaik. Yang mencintainya.

“Aku sangat ingin melihatmu bernyanyi sebagai kekasihku, bukan sebagai orang
terkenal yang selalu kulihat di layar kaca. Aku ingin sekali berbangga hati melihat
kekasihku bernyanyi, Oppa…”

Joon semakin mengeratkan dekapannya. Dikecupnya puncak kepala Yoo Mi
pelan.

“Kau sungguh ingin melihatku bernyanyi?”

Yoo Mi mengangguk. Joon pun melepaskan pelukannya dan menyeka sisa air
mata gadisnya. Joon tersenyum hangat -untuk pertama kali- kepada Yoo Mi.
Jantung Yoo Mi berdesir halus melihatnya. Ah, apapun itu Yoo Mi memang akan
selalu berdebar bila memandang Joon.

“Ikut aku,” Joon menggamit tangan Yoo Mi dan membawanya untuk memasuki
gedung.

Yoo Mi duduk di kursi yang ada. Sementara Joon memutar musik lagunya lewat
I-phone yang ditaruh di depan pengeras suara. Ia mengambil mikropon lalu
menunggu musik mengalun.

“Spring in Sky, winter was gone… This is an everlasting love song…only for
you…”

Joon menciptakan lirik rapp sederhana.

Kemudian ia menyanyikan ‘Lion Heart.’

Yoo Mi tersenyum bahagia. Terharu. Joon menyanyikan potongan-potongan
lagu romance boyband-nya. Dan kini ia menyanyikan ‘Become One’ yang hanya
terdiri dari 2 bait lirik.

“Himi deulgo oerowo jichil ttae

eonjekkajirado neol jikilge

uri du soneul moa nal barabwa

Neowa naega hanaga doel suitge. Yeongwonhi neoreul

jikilge eotteohal siryeoni dagawado

Nae soneul japgo hamkke hae

Nae mami ni mamgwa hanaga doel su itge”

Yoo Mi tepuk tangan lalu menghampiri Joon.

“Lagu yang indah, Oppa. Gomawo…,” ucapnya. Joon tersenyum lalu mengusap

pipi gadis itu.

“Maafkan aku…” desisnya pelan. Yoo Mi tak mengerti.

“Maaf untuk apa, Oppa? Kau tidak melakukan kesalahan apa pun”

“Maaf untuk kesalahan yang tidak kau ketahui..,” Joon menatap dalam ke arah
mata Yoo Mi.

Gadis itu tersenyum.

“Apa pun itu, aku maafkan, Oppa…,” dipeluknya tubuh kekar itu hangat. Joon
membalas dan tangannya turun membelai rambut Yoo Mi.

“Terima kasih untuk cintamu, Yoo Mi…,” bisik Joon yang lalu disambut anggukan
gadis itu. Dalam hati, Joon berjanji akan menjaga dan menyayangi Yoo Mi
sepenuh hati.

[end]

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s