Cold or Shy… boy? (Part 5)

Title : Cold or shy… Boy? (Part 5)

 

Author : leeyongin (Sry 14 y.o)

 

Main Cast :

° Park Jiyeon (T-ARA)

° Park Sanghyun/Cheondung (MBLAQ)

 

Other Cast :

° Lee Ji Eun (IU)

° Lee Taemin (SHINee)

° Ricky (Teen Top)

and other.

 

Genre : Romance

 

Rating : PG 15+

 

Length : Chaptered

 

Disclaimer : Just own the plot.

 

A/N : Ini part terakhir, readers… Alasannya bisa kalian temukan di bagian bawah nanti ^^

Author POV

“Aku tidak menyuruh Noona untuk masuk ke kamarku,”

“Ri-Ricky ?”

“Ck. Sekarang kau sudah tahu semuanya. Bagaimana ini… ?” dengan sikap yang dibuat-buat, perlahan, Ricky melangkah mendekati Jiyeon.

“Jadi kau yang-,”

“Iya. Itu memang aku. Aku yang memotretmu selama ini,” aku Ricky.

Jiyeon semakin membekap mulutnya, tak percaya. Ia tak percaya, kalau Ricky yang telah menjadi stalkernya beberapa bulan ini. Padahal, yang ia tahu, namja itu masih ada di luar negeri pada saat-saat tersebut.

“Wa-wae ?” tanya Jiyeon ragu. Entah kenapa ia jadi takut setelah melihat wajah Ricky. Raut wajah namja itu sudah seperti harimau yang sudah siap untuk memakannya.

“Wae? Bukan apa-apa. Ini hanya untuk koleksi pribadiku saja,” sahut Ricky sambil melirik dan mengelus foto-foto yang tepat ada di belakang Jiyeon.

“Tapi kau tidak perlu melakukan hal seperti, Ricky-ah. Kau tahu.. Kau sudah membuat ku risih,”

“Risih? Risih katamu !?” Ricky yang geram meletakkan kedua tangannya di dinding samping kepala Jiyeon. Seakan mengunci yeoja itu, agar tak lari nantinya.

“Kau tidak tahu? Aku melakukan ini karena kau, Park Jiyeon !”

Jiyeon menatap Ricky takut, sementara namja itu mengambil nafas. Nafasnya berderu, menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.

“Kau.. Aku kecewa, sedih, marah, karena kau telah berubah. Kau berubah sejak kau lulus SD. Kau sudah tidak mau bermain denganku lagi. Kau sudah tidak memperdulikanku lagi, sejak kau menemukan teman baru yang lebih menyenangkan dariku. Bahkan saat ku ingin bergabung dengan kalian, kau tidak mengizinkanku. Kau bilang, anak kecil tak  pantas bermain dengan kalian !” papar Ricky panjang lebar. Matanya menatap mata Jiyeon tajam. Seakan menyiratkan kesakitan yang teramat dalam.

“Maafkan a-,”

“Apa kau tak tahu, aku begitu sedih saat itu? Dan setelah itu, aku memutuskan untuk ikut dengan Halmeoniku saja, ke Manhattan. Karena kurasa sudah tak ada alasan lagi untuk aku tinggal disini,”

“Tapi… Ternyata aku tak bisa lama-lama di sana. Entah kenapa, wajahmu itu selalu muncul di benakku,” Ricky menghentikan mulutnya sejenak seraya mengelus pipi mulus Jiyeon.

“Ricky… Apa yang kau lakukan ?”

Ricky hanya tersenyum menyeringai sambil kembali membuka mulutnya.

“Dan alasan kenapa aku melakukan ini semua… ini hanya sebagai antisipasi saja. Antisipasi bila kau masih tidak mau dekat dengan anak kecil seperti ku. Aku mengambil gambar-mu setiap saat. Awalnya itu terasa menyenangkan, tapi lama kelamaan menjadi tidak. Aku cemburu saat melihat kau dekat

dengan namja-namja itu. Hahah… Aku iri dengan mereka. Aku iri kenapa aku tak bisa bersamamu seperti itu lagi,” jelas Ricky sambil tertawa. Tawanya terdengar sangat menyakitkan di telinga Jiyeon.

Mata namja itu sudah mulai berkaca-kaca. Tapi walaupun seperti itu, ia masih bisa mengutarakan semuanya pada Jiyeon.“Akhirnya aku putuskan untuk muncul. Aku berharap bila aku muncul di depanmu sekarang… Kau bisa memperlakukanku sama dengan namja-namja yang ada di dekatmu itu…”

Ricky terdiam sejenak. Dan tanpa ia sadari setetes air mata telah lengser dari alat penglihatannya itu. Tapi buru-buru, ia menghapusnya.

“Tapi ternyata… Kau tetap menganggapku sebagai adik kecilmu saja. Aku rasa… Sia-sia saja usahaku mencoba dewasa selama ini,”

Jiyeon tak sanggup lagi melihat Ricky seperti itu. Ia bisa merasakan betapa kecewanya namja itu. Ia merasa sangat bersalah… Sampai-sampai ia pun ikut mengeluarkan air mata. “Maafkan aku, Ricky… Aku tak tahu kalau kau tidak menyukainya…”

“Kenapa kau harus menangis, huh ?” bentak Ricky yang membuat Jiyeon membelakkan matanya kaget.

“Kenapa kau menangis? Kau tidak perlu menangisi sikapmu sendiri. Biar aku saja yang merasakannya. Mungkin ini sudah jadi takdir-ku. Takdirku yang tak pernah bisa menjadi namja dewasa di sampingmu. Takdir-ku yang tak bisa menjadi namjachingumu meskipun aku benar-benar menyukaimu…”

“Apa maksudmu?! Jangan seperti itu Ricky-ah… Aku menganggapmu seperti itu, karena aku benar-benar menyayangimu. Aku sangat menyayangimu, sampai-sampai kau sudah ku anggap sebagai dongsaengku sendiri! Apa yang lebih kau inginkan? Rasa cinta sebagai dongsaengku atau rasa cinta sebagai namja-ku, yang mungkin bisa saja menjadi benci ?” kini balik Jiyeon yang membentak Ricky.

Ricky terdiam, seperti kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan Jiyeon.

“Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf, kalau aku sudah pernah menyakiti hatimu. Mungkin saat itu, aku khilaf, Ricky-ah. Tapi aku mohon, jangan pernah menyukaiku sebagai Yeoja. Cukup sayangi aku, sebagai Noona-mu saja. Karena sebaliknya, aku tidak akan pernah mencintaimu sebagai namja. Melainkan… Sebagai Dongsaengku,”

“Tapi, kenapa Noona ?” tanya Ricky, lirih.

“Karena aku tidak akan pernah memacari dongsaeng-ku sendiri,” jawab Jiyeon seraya memeluk Ricky.

Ricky membalas pelukan Jiyeon, sambil menangis, mengeluarkan airmatanya di pundak kecil Jiyeon.

“Maafkan aku, Noona… Aku tak tahu ternyata kau sangat menyayangiku…”

“Ne. Noona juga minta maaf,” sahut Jiyeon sambil mengelus punggung Ricky, pelan.

“Ya! Hentikan tangisanmu itu! Namja dewasa tak menangis seperti itu,”

“Hiks.. Aku belum dewasa. Aku ini kan masih dongsaeng kecilmu, Noona..” ledek Ricky.

“Ya… Dasar !”

***

Author POV

“Kau sedang baca apa, huh ?” Dara merebut kertas undangan yang sedang dibaca Sanghyun di kamarnya.

“Undangan pernikahan? Haaa… Astaga! Kenapa nama Yeoja itu tertulis disini ?” pekik Dara tak percaya.

“Jangan seperti itu, Noona…” Sanghyun merebut kembali kertas tersebut, dan meletakkan di atas meja belajarnya.

“Kenapa? Kau masih menyukainya, huh?”

“Ini bukan masalah aku menyukainya. Tapi ia punya nama, Noona. Jangan panggil ia dengan sebutan ‘Yeoja ini’, ‘Yeoja itu’…”

“Wae? Lalu kenapa kau sedih seperti itu? Sudah Noona bilang.. Lupakan saja wanita yang sudah mencampakkanmu itu !”

“Aku tidak sedih, Noona!” sangkal Sanghyun.“Aku hanya… Hanya…”

“Hanya apa, huh ?” tantang Dara.

“Haish.. Sudahlah! Aku tidak mau bertengkar dengarmu, Noona !”

Sanghyun mengambil jaket kulit hitamnya, dan keluar kamarnya dengan membanting pintunya terlebih dahulu.

“Haah! Anak itu! Kenapa malah dia yang marah ??”

***

Sebenarnya apa yang kau mau, huh? Kau mau aku menangis seperti dulu, huh? Menangis dan memintamu kembali, saat kau akan bertunangan dengan Namjachingumu itu !

Sekarang kau kembali lagi ke Korea, dan tahu-tahu sudah menyerahkan undangan pernikahan padaku. Apa kau itu tidak punya hati? Apa kau itu tidak punya rasa bersalah sedikit pun?

Haah… Atau, kau kira aku masih menyukaimu, dan menganggap bahwa hal ini akan menyiksaku?

Haha… TIDAK! Aku sudah tidak menyukaimu lagi. Aku bahkan sudah tidak menganggap lagi bahwa aku pernah mencintaimu.

Aku membencimu. Membencimu, Vic…

***

“Hyaaa!! Awas saja kau Taemin! Besok kau mampus !”

Jiyeon menggerutu kesal sambil menendang-nendang kaleng minuman kosong, yang teronggok begitu saja di jalan.

Bagaimana tidak? Taemin yang sudah berjanji akan mengantarnya pulang, tidak jadi menjemputnya di tempat les. Ia tidak membawa uang sepeser-pun, dan ponselnya pun Low Battery. Selain itu, orang tua-nya pun sedang tidak ada di rumah. Jadi ia harus rela sekarang, berjalan kaki jarak jauh dari tempat les ke rumahnya di malam dengan cuaca yang dingin itu.

“Kau akan dapat balasan-ku, Taemin…!!”

Sambil mengucapkannya, Jiyeon menendang kuat-kuat kaleng minuman itu. Dan tanpa disengajanya, kaleng minuman itu mengenai seseorang yang sedang duduk di kedai yang ada di pinggir jalan.

“Hwaaa! Astaga !” Jiyeon langsung saja berlari menghampiri orang tersebut.

“Mianhamnida.. Mianhamnida.. Maafkan aku. Aku tidak sengaja..” Jiyeon membungkuk beberapa kali. Namun saat tegak kembali, ia baru sadar kalau itu adalah seseorang yang di kenalnya.

“OMO! Park Sanghyun ??” pekik Jiyeon tak percaya melihat keadaan Sanghyun. Namja itu tertidur di atas meja, seraya tangannya menggenggam sebotol Soju yang hampir habis.

“Apa dia temanmu, Agasshi ?” seorang Ahjumma tiba-tiba datang menghampiri Jiyeon.

“Ne. Dia kenapa, Ahjumma ?” tanya Jiyeon panik.

“Dia mabuk karena Soju itu. Awalnya aku menolak untuk memberikannya, karena aku tahu ia mungkin masih anak sekolah. Tapi karena ia terus memaksa, akhirnya aku memberikannya juga..”

“Benarkah? Haah… Park Sanghyun.. Kenapa kau minum? Aku akan membawanya pulang, Ahjumma. Apa ia sudah membayar minumannya ?”

“Sudah, Agasshi.”

“Baiklah. Kami permisi dulu,” Jiyeon mengangkat tubuh Sanghyun yang berat itu seraya menghentikan taxi.

***

Sandara POV

Tok Tok Tok !

“Itu pasti Sanghyun,” Ku bangun dari duduk-ku dan langsung membuka pintu.

Ternyata benar itu Jiyeon. Tapi kenapa dengan Jiyeon?

“Aigo. Sanghyun kenapa, Jiyeon ?”

“Dia mabuk, hosh… Eonni.” sahut Jiyeo ngos-ngosan. Sepertinya ia kelelahan membawa tubuh Sanghyun.

“Baiklah. Ayo kita bawa ia ke dalam,” ku mengambil alih bagian badan Sanghyun yang lain. Namun, tiba-tiba saja Jiyeon menahan tanganku.

“Bisakah kau bayar taksinya, Eonni? Aku tidak membawa uang. Hehe…”

“Mwo ?”

***

Author POV

Setelah membawa Sanghyun ke kamar, Dara mengajak Jiyeon untuk duduk di ruang tengah.

“Eonni. Apa tidak apa-apa bila hanya ditinggal seperti itu ?”

“Tidak apa-apa,” sahut Dara sambil menyesap coke-nya.

“Tapi… Kenapa ia bisa mabuk seperti itu ?”

“Haaah…” Dara menghela nafas berat. “Dia memang seperti itu kalau sedih..” jelas Dara seraya menerawang ke depan.

‘Ia pasti begitu karena sedang memikirkan‘nya’. Yeoja itu… Kenapa ia terus membuat adikku sedih. Datang dan pergi seenaknya. Ia pikir ia siapa, huh? Tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkan yeoja itu berada di dekat Sanghyun. Dan aku tidak akan membiarkan Sanghyun punya perasaan lagi padanya. Harus !’ batin Sanghyun.

Dara terus menerawang sampai pandangannya beralih pada Jiyeon. Ia menatap yeoja itu penuh arti.

“Ada apa, Eonni ?”

Dara menggeleng sambil menyunggingkan sebuah senyum di sudut bibirnya.

‘Hanya dia yang bisa..’

 END

Kayaknya author bakalan bener-bener dilindes readers kalo kayak gini. Udah ngepost lama… pendek banget lagi u.u

Mian ya readers😀

Alasan kenapa tamat disini

karena.. karena.. permasalahannya udah selesei semuanya. Sesuai ama judulnya ‘Cold or shy… boy?’, disini menceritakan karakter  Sanghyun yang dingin padahal sebenarnya sangat pemalu. Dan semua itu udah dibicarakan di part kemarin kan? (pembicaraan Dara dan Jiyeon). Aurthor gak suka bikin FF yang udah gak sesuai lagi ama judulnya. Terkesan dipanjang-panjangin masalahnya (Kayak sinetron gitu loh). Oleh karena itu, semua author  STOP disini J

Tapi…… karena ceritanya sangat menggantung dan masih banyak mister I (?) yang belum ketebak, author mempertimbangkan buat bikin Sequel. Tapi itu tergantung, kemauan readers kalo mau dilanjutin ato gak. So, I need your vote, readers😀

GAMSAHAMNIDA buat para readers yang udah nungguin terus ini FF gaje😀

Aku cinta kaliaaaaaaaaaaaaaan :DDDD *hug*

 

32 responses

  1. Mwo? Finish?? Cheondung n Jiyeon blum jelas crita nya kalo ending. Kudu diselesain. And kalo bisa ending nya jgan pas Jicheon pas jadian. Tapi stlah jadian juga… Soalnya kbanyakan crita ending jdian. Mau tau ksh uda jdian. Ok author? h_h

  2. lanjuuuuut donk please, stlah sequel “triquel’ jg gpapa deh. asyik kog gaYa penceritaannya ,, ga ngebosenin. dan menurutku ga kepanjangan kog..mian tlg dibuatin lagi sampe 16 ato 20 part gitu..heheheh semangat yaaa!! aku menantimu

  3. Sebelumny aq mau minta maaf chingu, cozny cma komen d’part akhr doank.
    Karena aq bc lngsng dr 1-end, jd aq komen disini aj.
    Sekali lg mianhe chingu. #bow

    cerita nya seru bngt.
    Tp mwo??? Koq udh end aj, pdhl kalo d’lnjtn msh bkln seru bngt. Hehe. .
    Tp chingu hbt buat ff bgz gini.🙂

  4. what the hell is going on? Kenapa ceritanya gantung? Aiss thor jangan gantung, ceritanya kan sama sekali belum kelar. Akhir hubungan jiyeon sama sanghyun gimana? Eottokhae? Secara garis besar kan jiyeon belum tau sanghyun itu gimana #plak saya akan senang dan tentu readers lain akan senang kalau author lanjutin ceritanya lagi otte? *wink*

  5. whooaa. daebak..
    dari part 1 – 5 keren.. ceritanya berjalan seru..
    mianhe kalo aku komen di part 5 aja. coz serius baca ff thor yg keren… hehehe
    lanjut thor..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s