Romeo and Juliette [2/3]

Title :  Romeo and Juliette [2/?]

Author : Ratih

Main Cast : Choi Sooyoung (SNSD), Cho Kyuhyun (Super Junior), Seo Joohyun (SNSD)

Genre : Romance

Type: Series

Rating : PG-15

“Jadi…Kyuhyun menyukai Sooyoung?” Donghae bertanya pada Seohyun, seolah cerita Seohyun tadi masih belum menjelaskan situasi yang sebenarnya.

      Seohyun hanya mengangguk pasrah. “Aku harus bagaimana?”

      Donghae menatap adiknya nanar. Ia tahu adiknya sudah menyukai Kyuhyun sejak lama. Hampir setiap hari Seohyun menceritakan tentang Kyuhyun dengan senyuman di wajahnya. Tapi kali ini yang mengiringi ceritanya adalah tangisan, bukan senyuman.

      “Oppa, aku harus bagaimana?” Seohyun kembali mengulang pertanyaannya.

      Donghae mengusap puncak kepala adiknya lembut, mencoba menenangkannya. “Kyuhyun bukan satu-satunya laki-laki di dunia ini. Kau masih punya Yonghwa kan?” Donghae mencoba untuk bercanda.

      Seohyun memukul pundak kakaknya, sebal. “Aku serius!” Kali ini gadis itu cemberut seraya memalingkan wajahnya.

      Donghae terkekeh. “Wae? Yonghwa itu tidak jelek kan? Lagipula apa susahnya mencoba menerima dia? Oppa mu ini bosan terus-terusan menyuruh dia pulang saat dia datang ke rumah.”

      Seohyun tersenyum samar, walau sebenarnya saat ini ia tidak sedang ingin tersenyum. “Aku hanya menyukai Kyuhyun…” ujar Seohyun lirih.

      Donghae menghela nafas panjang. Walau berat, ia harus mengatakannya. “Kalau mereka saling mencintai, sebaiknya kau mengalah, Seo.”

      Seohyun menatap kakaknya tidak percaya. “Mengalah?! Kenapa harus aku yang mengalah?! Bukankah aku yang duluan menyukai Kyuhyun?! Kenapa bukan Sooyoung saja yang mengalah?!” Nada bicara Seohyun meninggi. Tangannya terlipat di depan dada. Matanya menatap Donghae tajam. “Apa kau masih peduli pada Sooyoung?”

      “Bukan begitu!” Donghae mencoba mengelak.

      “Benar, kan? Kau masih sayang padanya, oppa?”

      “Bukan begitu maksudku! Aku hanya tidak mau kau sedih karena laki-laki itu!”

      Seohyun tersenyum sinis. “Kau tidak mau aku sedih atau kau tidak mau Sooyoung sedih?”

      Donghae terdiam. Dalam hatinya, ia telah menjawab pertanyaan itu. “Kau dan Sooyoung. Aku tidak mau kalian berdua sedih.”

      “Oppa, kau masih menyukainya, kan? Kenapa kau meninggalkannya kalau kau masih menyukainya?!”

      Donghae menatap adiknya serius. “Aku sudah tidak menyukainya! Dia hanya masa lalu dan semuanya sudah berakhir!”

      Pintu kamar Seohyun tiba-tiba terbuka dan Yoona muncul. Raut wajahnya begitu cemas. “Apa yang terjadi? Kalian bertengkar?”

      Donghae dan Seohyun saling menatap. Perasaan bersalah menyelimuti mereka berdua dan membuat suasana disekitarnya hening. “Kau dengar sesuatu, eonni?” tanya Seohyun hati-hati.

      Yoona menatap mereka berdua heran. “Dengar? Dengar apa?”

      Donghae dan Seohyun menghela nafas bersamaan. Lega begitu mengetahui Yoona tidak mendengar pembicaraan mereka berdua.

      “Ayo Yoona, sepertinya Seohyun butuh waktu untuk menyendiri.” Donghae menarik tangan Yoona dan pergi. Sementara Seohyun hanya menatap kepergian kakaknya dengan perasaan bersalah. Mungkin ia merasa sok tahu, tapi entah kenapa ia begitu yakin bahwa kakaknya masih menyukai Sooyoung.

      “Andwae! Mana mungkin!” Seohyun menepis pemikirannya yang tidak jelas itu. “Oppa pasti menyukai Yoona eonni!”

      Ya, Donghae mencintai Yoona, bukan Sooyoung. Mereka berdua sudah menikah, jadi mana mungkin Donghae menyukai Sooyoung. Benar, kan? Donghae, apakah kau bisa menjawabnya?

***

      Kyuhyun berjalan santai menyusuri jalan setapak. Menikmati cahaya matahari senja. Mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Sudah 3 jam lebih ia berjalan mengelilingi taman ini. Entah sudah berapa putaran yang ia tempuh. Tapi, ia tidak merasa lelah sama sekali.

      “Kyu…” Seohyun berdiri di hadapan Kyuhyun, menatapnya begitu canggung.

      Kyuhyun hanya menatap Seohyun sekilas.

      “Aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Seohyun memberanikan dirinya.

      Kyuhyun menatap Seohyun, seakan memberikan isyarat pada gadis itu untuk melanjutkan kata-katanya.

      “Kau dan Sooyoung…bagaimana?”

      Kyuhyun tersenyum simpul, seadanya. “Bagaimana apanya?”

      “Kau sudah memberitahu perasaanmu padanya?”

      Kyuhyun mengangguk.

      “Oh.” Seohyun tertunduk lemas. Namun ia paksakan untuk tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Selamat ya. Semoga kalian berdua menjadi pasangan yang cocok.”

      Kyuhyun menatap uluran tangan itu. Ia menepisnya halus lalu menatap Seohyun lembut. “Aku menyukainya. Dia tidak menyukaiku.”

***

      Sooyoung memasukkan naskahnya ke dalam tas, bersiap untuk pulang. Seharusnya ia sudah pulang satu jam yang lalu, tapi ia dipaksa untuk latihan lebih keras lagi sehingga jam pulangnya pun diundur.

      Ia melirik bangku penonton, berharap menemukan seseorang yang sedang duduk di sana. Tapi ternyata orang itu tidak ada. Dia tidak datang hari ini. Mungkin karena kejadian waktu itu.

      Sooyoung berjalan keluar ruangan. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Berharap akan disapa oleh seseorang yang berdiri di samping pintu. Tapi orang itu ternyata tidak ada. Dan ada suatu perasaan aneh yang muncul dalam hatinya.

      “Kenapa baru pulang?”

      Sooyoung menoleh begitu mendengar suara itu. Suara yang sudah familiar di telinganya.

      “Bahaya sekali kalau seorang wanita pulang sendirian.”

      Jantung Sooyoung berdegup kencang saat sosok itu berjalan mendekat. Sosok Cho Kyuhyun. Dan seketika perasaan aneh itu muncul lagi.

      “Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, Choi Sooyoung. Aku tidak akan menyerah.”

      Sooyoung menatap Kyuhyun. Raut wajah laki-laki itu begitu serius. Kata-katanya terucap tanpa keraguan dan sorot matanya memancarkan kesungguhan. Disaat itu juga Sooyoung merasa begitu nyaman. Kenapa selalu muncul perasaan seperti ini?

      “Pementasan dramamu besok, kan?” Kyuhyun menoleh ke arah Sooyoung dan ia melihat gadis itu mengangguk.

      “Aku akan duduk di barisan paling depan. Jadi jangan melakukan kesalahan ya. Karena aku akan tahu jika kau melakukannya.” Kyuhyun tersenyum. Sooyoung juga.

      “Mianhae, Kyu.” Untuk pertama kalinya Sooyoung berbicara. Ia menundukkan kepalanya, tidak bisa menatap Kyuhyun.

      “Aku lebih suka kau mengucapkan ‘saranghae’ daripada ‘mianhae’,” ujar Kyuhyun. Ia menatap gadis di sampingnya. Ingin meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. Namun, ia tahu ia tidak berhak melakukannya.

      Ia mencubit pipi Sooyoung. “Kau jelek kalau sedang sedih.”

      Sooyoung menatap Kyuhyun sebal, tapi setelah itu ia tertawa. Dan Kyuhyun mengamati wajah gadis itu. “Kau cantik kalau sedang tertawa.”

      Wajah Sooyoung memerah. Ia melepas pandangannya dari Kyuhyun dan mempercepat langkahnya, membiarkan laki-laki itu tertinggal jauh di belakang. Kyuhyun tertawa lalu segera mengejar Sooyoung.

      “Mukamu lucu kalau sedang malu,” ledek Kyuhyun.

      “Cho Kyuhyun!!!” Muka Sooyoung merah padam dan tawa Kyuhyun semakin meledak. Ia senang, setidaknya gadis itu tidak lagi bersikap canggung. Ia ingin gadis itu merasa nyaman saat bersamanya. Setidaknya hanya itu yang bisa ia harapkan saat ini.

***

      Hari ini adalah hari pementasan drama Sooyoung. Kyuhyun sudah duduk di barisan paling depan dengan kamera di tangannya. Tiba-tiba seseorang datang dan menepuk bahunya. “Kau Cho Kyuhyun?”

      Kyuhyun mengangguk. “Maaf, anda siapa?”

      Laki-laki itu mengulurkan tangannya. “Donghae, kakaknya Seohyun.”

      Kyuhyun menjabat tangan itu. “Senang bisa bertemu denganmu, hyung.”

      “Kau suka menonton drama juga?” tanya Donghae.

      “Sebenarnya aku tidak suka menonton drama. Aku datang untuk seseorang.”

      Donghae mengangguk paham. Ia sudah bisa menebak siapa yang Kyuhyun maksud.

      “Kau sendiri? Datang karena suka drama?” Kyuhyun balik bertanya.

      Donghae hanya tersenyum, tidak menjawab. “Aku juga datang karena seseorang. Mungkin kita datang untuk orang yang sama?” batinnya dalam hati.

      Pertunjukkan pun dimulai dan Sooyoung memainkan perannya dengan baik. Sekilas ia melihat ke arah penonton, mencari Kyuhyun. Ia tersenyum begitu matanya menangkap sosok Kyuhyun yang sedang sibuk memotret. Namun raut wajahnya berubah ketika melihat Donghae. Ternyata Donghae juga datang.

      Sooyoung mengalihkan pandangannya. Ia tidak mau konsentrasinya buyar karena laki-laki itu. Laki-laki yang menjadi bagian dari masa lalunya.

      “Penampilan pemeran utamanya bagus,” ujar Donghae.

      Kyuhyun menoleh. Ia rasa Donghae sedang memuji Sooyoung, karena pemeran utama dalam drama ini adalah gadis itu.

      “Ya, dia memang bersungguh-sungguh dalam memainkan perannya. Gadis keras kepala itu.” Kyuhyun refleks tersenyum. Setiap ia mengingat Sooyoung, ia memang selalu tersenyum.

      Donghae mengamati ekspresi Kyuhyun dan ia sadar bahwa laki-laki itu benar-benar menyukai Sooyoung. Sulit untuk memutuskan bahwa Seohyun, adiknya, harus rela melepaskan laki-laki yang ia cintai. Sebagai kakak, ia tidak mau melihat adiknya sedih dan menangis. Tapi, ia tidak bisa merubah perasaan Kyuhyun pada Sooyoung. Lagipula, Sooyoung memang butuh seseorang untuk melindunginya. Walau Donghae ingin sekali sosoknya dirinya lah yang menjadi pelindung bagi Sooyoung.

      “Jaga dia baik-baik ya,” ucap Donghae tulus.

      Kyuhyun menatapnya heran. “Maksudmu?”

      “Kalau kau benar-benar mencintainya, jaga dia baik-baik.” Donghae bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju pintu keluar.

      Sooyoung menatap kepergian Donghae sekilas. Sorot mata itu begitu sayu. Menyiratkan sebuah rasa sedih dan kehilangan. “Donghae, kau memang selalu pergi dariku.”

***

      Setelah pementasan drama, Kyuhyun mengajak Sooyoung makan malam. Awalnya Sooyoung ingin menolak, tapi Kyuhyun tidak membiarkan gadis itu berkata ‘tidak’. Ia menarik tangan Sooyoung menuju sebuah restoran di salah satu gedung yang tak jauh dari lokasi drama. Sebuah restoran outdoor yang terletak di puncak gedung, dengan pemandangan malam yang indah. Sooyoung sampai tidak mengedipkan matanya saat melihat pemandangang dari atas.

      “Kenapa kau bisa tahu tempat sebagus ini? Aku saja baru tahu,” ujar Sooyoung takjub.

      Kyuhyun tersenyum bangga. “Ini tempat favoritku sejak kecil.”

      Pandangan Sooyoung masih sibuk mengamati kota Seoul yang terlihat berwarna-warni, disinari oleh variasi warna lampu dari berbagai sudut. Ia bahkan bisa melihat Moonlight Rainbow Fountain (air mancur besar yang membentang di sepanjang jembatan dengan hiasan cahaya berwarna-warni).

      “Ya! Kau ini norak sekali!” Kyuhyun mengacak rambut Sooyoung.

      “Biarkan saja. Aku memang baru pertama kali lihat Seoul sebagus ini. Daebak!”

      Kyuhyun tersenyum kecil. Ia mengambil kameranya lalu memotret Sooyoung. “Gadis lugu yang sedang menikmati pemandangan,” gumam Kyuhyun.

      Sooyoung meliriknya sebal. “Ya! Kau memotretku?! Aku kan sudah bilang aku tidak suka difoto!”

      “Tapi aku suka memotretmu. Sudah jangan bawel!”

      “Tapi aku…!” Saat Sooyoung sedang protes, Kyuhyun memotretnya lagi. “Ya!” bentak Sooyoung.

      “Wajahmu lucu sekali!” Kyuhyun tertawa meledek.

      Sooyoung berusaha merebut kamera Kyuhyun, berniat ingin menghapus fotonya yang sedang menjadi bahan ejekan Kyuhyun. Tapi disaat tangannya ingin meraih kamera itu, Kyuhyun mencegahnya. Ia menahan tangan Sooyoung, menggenggamnya. Disaat kedua mata mereka saling memandang, perasaan aneh itu muncul lagi. Sooyoung tahu jantungnya kembali berdetak cepat. Detaknya semakin tak terkendali saat Kyuhyun mulai mendekat. “Aku mencintaimu, Choi Sooyoung. Sampai kapanpun.” Kyuhyun mencium kening Sooyoung dan entah kenapa Sooyoung membiarkannya melakukan itu.

***
TBC

10 responses

  1. I’m the first?? ().()
    whoaaa!! *mata berbinar-binar*
    Kyuhyun jangan menyerah, jangan menyerah *nyanyi lagu d’masiv*
    Jadi Donghae itu sempat pacaran dgn Sooyoung?? Yonghwa suka Seohyun?? Masih bingung?? T,T

    Ya, udah ditunggu part 3nya^^
    Update soon🙂

  2. kyuyoung ~jjang ,,
    hwaiting , hwaiting , hwaiting *teriakan semangat*
    sekali lagi ,semangat yah oppa untuk ngedapetin hatinya soo eonnie ,sabar tinggal dikit lagu tuh oppa, soo eonnie tinggal nyadari ajah persaannya ke oppa😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s