Be With You [1/?]

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Choi Sooyoung, Shim Changmin, Im Yoon Ah

Rating : PG-17

Genre : Romance, Friendship

Length : Part 1 ׀ Part__

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be Plagiator and Siders.

♥ Be With You ♥

Suasana Seoul saat pagi hari sangat indah. Hal ini juga dapat dirasakan oleh Sooyoung. Ia tersenyum melihat gumpalan awan yang membentuk rangkaian-rangkaian yang indah. Dia terus berjalan, kakinya terus menelusuri setapak demi setapak taman yang tak jauh dari rumahnya. Setiap pagi, jika suasana mendukung ia akan ke taman tersebut. Dengan earphone yang masih menempel di telinganya, ia bersenandung ria.

Sooyoung menekan tombol next pada ipodnya. Saat ini ia malas sekali mendengarkan lagu yang temponya sangat pelan. Ia terus menekan tombol tersebut hingga terdengar oleh telinganya lagu yang ngebeat.

Brak

Sooyoung yang ceroboh sekarang telah menambrak namja di hadapannya. Ipod kesayangannya juga terjatuh karena ia tak begitu kuat menggengamnya. Lihatlah, namja tersebut sudah tersungkur di tanah. Ipad yang dipegang oleh pria tersebut juga terjatuh.“Yah, apa kau tak punya mata hah?” omel namja tersebut. Ia menatap Sooyoung dengan penuh amarah.

Mianhae,” jawab Sooyoung singkat. Ia terus menundukkan wajahnya. Berusaha meminta maaf. Berharap namja dihadapannya luluh.

Namja tersebut hanya tersenyum sinis dan berkata, “Kau punya mata kan? Lain kali gunakan mata tersebut,”

Sooyoung yang mendengar ucapan namja tersebut hanya bisa membelalakan matanya. Ia sudah minta maaf, tapi  kenapa namja ini suka sekali mencari keributan dengannya? “Aku sudah meminta maaf, kenapa kau marah?” Sooyoung menatap pria tersebut tajam. Untuk masalah seperti ini seorang Choi Sooyoung tak pernah mengalah.

Pria itu menyeringai dan menunjuk-nunjuk jari nya kedahi Sooyoung, “Kau itu benar-benar yeoja bodoh. Seharusnya kau bisa menggunakan matamu,” ia terus memaki Sooyoung tak henti. Membuat Sooyoung bena-benar muak.

Sooyoung tak terima diperlakukan seperti ini, ia pun menendang kaki pria tersebut. “Aww,” rintihnya yang mendapati tendangan yang lumayan menyakiti dirinya. “Kau berani melakukan ini hah?” tanya pria tersebut dengan mencengkram tangan Sooyoung kuat.

“Memangnya kau siapa? Sehingga aku harus takut padamu?” tanya Sooyoung dengan polos membuat namja tersebut mendesah pelan. Bagaimana bisa yeoja dihadapannya tak mengenalnya?

“Kau benar-benar tak mengenalku?” pria tersebut menatap Sooyoung dan mendekat. Ia mengangkat topi dan melepaskan kacamatanya. Mungkin, setelah melakukan itu, yeoja dihadapannya ini mengenalnya.

Sooyoung menatap namja tersebut dengan heran. Untuk apa ia mengenalnya? Dan satu lagi, kenapa ia melepaskan topi dan kacamatanya? Apa ia artist? Walaupun ia artist, seorang Sooyoung tak akan peduli.

Pria tersebut masih berusaha membuat Sooyoung mengenalnya. Tapi, Sooyoung masih tak mengenalnya. Lagipula apa ada untungnya? “Aku Changmin TVXQ. Kau tak tau?” tanya pria tersebut dengan nada mengejek. Ya, bagaimana bisa yeoja yang dihadapannya tak mengenal grup TVXQ? Ayolah, tak bisa dipungkiri semua yeoja akan berteriak saat melihat anggota TVXQ dihadapannya. Tapi, ini tak berlaku pada Choi Sooyoung.

Sooyoung menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal. Grup TVXQ? Well, sebenarnya ia tau siapa itu grup TVXQ. Setiap ia pergi pasti para yeoja akan membicarakan grup yang mempunyai bakat dan tampang yang errr.. tampan. Tapi, Sooyoung bukan yeoja yang menggilai grup TVXQ itu.

Changmin menatap Sooyoung tak percaya. Ia mendesah kesal. Ternyata popularitasnya sekarang sudah jatuh. Bagaimana bisa yeoja ini tak menggilai seorang Shim Changmin? “Aisssh, apa kau tak punya televisi ha?” ejek Changmin dengan memukul kepala Sooyoung pelan.

“Yah! Untuk apa aku mengenalmu. Aku hanya tau kau grup TVXQ. Tapi, maaf pesonamu tak mampu memengaruhiku,” ucapnya dengan senyum mengejek. Sepertinya, Sooyoung senang saat melihat raut wajah Changmin yang kesal. Seperti hiburan tersendiri untuknya.

Changmin menatap yeoja itu dengan sinis. Ia lelah dengan sikap yeoja dihadapannya. Sepertinya yeoja ini senang mengajaknya perang.

“Kau merasa terhina karena aku tak mengenalmu Shim Changmin?” ejek Sooyoung dengan senyum khasnya. Membuat Changmin ingin sekali memukul yeoja dihadapannya.

“Yang benar saja? Kau tak berpengaruh pada popularitasku. Tak bisa dipungkiri semua yeoja menggilaiku. Hanya yeoja bodoh sepertimu lah yang tak kenal namja tampan dan penuh karisma sepertiku,” ucap Changmin yang berusaha menghibur dirinya. Menyombongkan dirinya pada Sooyoung.

“Yah! Kau!” Sooyoung sudah siap menimpuk Changmin dengan sepatu miliknya. Tapi, ia urungkan niatnya itu. Kalau ia melakukannya. Pasti media akan memberitakan dirinya yang memukul Shim Changmin dengan sepatunya. Itu akan menjadi berita yang memalukan.

“Kau benar-benar pabo. Sudah aku tak ingin berurusan denganmu,” Changmin pun memungut Ipodnya yang terjatuh. “Sampai jumpa bodoh!”

“Yah! Kau Shim Changmin!” teriak Sooyoung dengan penuh amarah. Changmin berjalan pergi menjauhi dirinya tanpa menoleh kearah Sooyoung yang mukanya sudah memerah karena menahan amarah. Sepertinya menyebut nama Changmin membawa petaka untuknya.

“Kenapa hari ini aku sial sekali?” gurutunya dengan mengambil Ipodnya yang terjatuh.

Ia kembali memasang earphone dan ipodnya. Tapi, kenapa playlist di ipodnya berbeda? Apa jangan-jangan tertukar? “Kenapa aku harus berurusan dengannya? Tuhan, apa kau mengutukku?” ia menggerutu dirinya. Baiklah, kenyataannya adalah Choi Sooyoung harus menemui Shim Changmin untuk mengambil ipodnya dan mengembalikan milik Changmin. Tapi, ia harus kemana? Berfikir membuatnya lapar. Ia pun berfikir untuk menyenangkan perutnya di Restoran terdekat.

 

Changmin tak habis pikir akan bertemu dengan yeoja menyebalkan seperti tadi. Memang cantik, tapi kelakuannya benar-benar membuat Changmin ingin memukulnya. Ia pun mengambil Ipod dan menekan tombol play. Tapi, kenapa lagunya berbeda? “Aish, pasti ini tertukar,” batinnya yang terus mengecek ipod tersebut. Dan memang benar. Punyanya dan punya Sooyoung tertukar. Bentuk dan warna ipod mereka memang sama. Mungkin, itu yang membuat Changmin terburu-buru mengambil ipod Sooyoung yang ia kira miliknya.

Ia pun memilih mensejenakkan pikirannya di restoran. Mungkin dengan makan bisa mengurangi emosinya.

Changmin mendorong pintu masuk restoran tersebut. Ia mengedarkan pandangannya, matanya pun menangkap sosok yeoja yang ia temui tadi di taman. Ia terlihat sangat bahagia saat melihat makanan di hadapannya. Kenapa aku selalu bertemu dengannya? batin Changmin. Entahlah, sepertinya takdir menginginkan mereka selalu bertemu.

Entah Changmin bodoh atau tidak, ia malah menghampiri Sooyoung. Bukannya sebaiknya ia menghindar agar tak terjadi perperangan lagi? Tapi, sepertinya ia lebih senang membuat perang yang akan lebih seru.

“Halo, yeoja pabo. Kita bertemu lagi,” kini Changmin meraih kursi dan duduk di hadapan Sooyoung. Sooyoung mendongakkan wajahnya, menatap Changmin sekilas. “Kau lagi?”

“Kau senang kan bertemu denganku lagi? Aku memang digilai oleh yeoja dan wajar jika kau juga senang melihatku,” Changmin mulai membanggakan dirinya lagi, membuat Sooyoung menatap Changmin sinis. Kenapa ada pria seperti ini didunia?

Merasa tak digubris, Changmin bertidak jail. Ia merebut makanan yang Sooyoung tekuni sedari tadi. “Yah! Kau!” Sooyoung mengambil garpu dan mengetoknya ke kepala Changmin. Changmin hanya meringis kesakitan mendapat pukulan dari yeoja dihadapannya.

“Katakan siapa namamu?” tanya Changmin yang masih tak memberikan makanannya-makanan sooyoung yang direbut olehnya-.

Sooyoung melipat kedua tangannya. Pria didepannya menanyakan namanya? Benar-benar menjenggelkan. “Untuk apa kau tau namaku?”

“Untuk membuat rekor dunia. Seorang yeoja yang tak mengenal siapa Shim Changmin. Itu merupakan sebuah rekor,” Changmin tersenyum meledek. Entah kenapa membuat Sooyoung cemberut seperti membuat hatinya senang. Setidaknya, ia punya hiburan sekarang.

Sooyoung menghela nafas. Ia sudah cukup gila melayani semua tingkah laku Changmin. Ia merebut makanan yang Changmin rebut dengan paksa. “Kau tak perlu tau namaku,”

Changmin tersenyum tipis. Seperti ada sesuatu diotaknya. Ia merogoh sakunya dan mengambil Ipod Sooyoung yang tertukar dan mulai mengotak atiknya. “Oh, jadi namamu Choi Sooyoung?” Changmin tersenyum jahil membuat Sooyoung tersontak kaget.

“Hei itu Ipodku! Kembalikan!” teriak Sooyoung yang berusaha meraih Ipodnya. Changmin mendorong tubuh Sooyoung pelan dan berkata, “Tidak sampai kau bilang kalau aku ini tampan dan kau menggilaiku,” ucap Changmin yang berusaha memberi kesepakatan pada Sooyoung. Oke, itu kesepakatan macam apa? Sooyoung tak kan sudi melakukannya sampai kapanpun.

Changmin tersenyum meledek dan berkata,“Oke, ini kartu namaku. Kau bisa menghubungiku jika kau siap mengatakannya. Karena aku akan siapkan video dan aku upload ke youtube. Pasti menyenangkan. Hahaha,” ia pun pergi meninggalkan Sooyoung yang masih mengangga lebar pada ucapan Changmin. Pria itu benar-benar gila. Apa yang ia bilang? Aku takkan melakukannya sampai kapanpun batin Sooyoung yang terus memakan makanannya.

Changmin melangkahkan kakinya ke tempat lokasi syuting dengan gusar. Berita tentang Im Yoon Ah yang akan menjadi model video klip di video terbarunya ‘My Little Princess’ membuatnya seperti ini. Well, tak bisa dipungkiri perasaan senang menyelimuti hatinya sekarang. YoonA, wanita yang selama ini ia cintai kembali ke Seoul dan sekarang menjadi model di video grupnya.

Im Yoon Ah merupakan tunangan Changmin beberapa tahun yang lalu. Tapi, YoonA meninggalkan Changmin dan pindah ke Amerika tanpa sepatah katapun. Tanpa ada kata perpisahan yang terucap. Saat itu merupakan masa terpuruk bagi Changmin. Tapi, ia mengerti keterpurukannya takkan membuat YoonA kembali padanya.

Changmin menghentikan langkahnya sejenak. Berusaha kembali pada kenyataan. Changmin, ingat ia hanya masa lalumu. Kau tak perlu mengungkitnya lagi. Kau harus bersikap profesional. Lagipula, ia sudah meninggalkanmu kan?

Changmin membuka pintu kantornya sekarang. Sekarang ia bisa melihat YoonA. Sosok yang ia rindukan selama dua tahun ini. Sosok yang bisa membuatnya terluka. YoonA masih sama seperti dulu. Cantik dan senyum yang membuat namja tertarik padanya. “Annyeonghaseo,” Changmin menyapa YoonA dengan ramah. Ya, setidaknya mereka memang harus jaga sikap mereka saat ini, karena tak ada satupun yang mengetahui masa lalu mereka. Karena, Changmin merupakan orang yang tertutup untuk masalah cinta.

YoonA membalas sapaan Changmin dengan senyum tipisnya. Jujur, YoonA juga merindukan Changmin. Kesalahannya merupakan kebodohannya. Seandainya, ia bisa memutar waktu ia takkan meninggalkan Changmin dan pastinya mereka sudah menikah sekarang. Namun, karena kecerobohan dirinya, ia dan Changmin berpisah sekarang. Hatinya sakit saat meninggalkan Changmin, tapi hati Changmin lebih sakit berkali-kali lipat.

Yunho menghampiri Changmin dan memukul bahunya pelan,”Ya! Kau lama sekali. Kau habis kemana?” tanya Yunho yang membuyarkan tatapan Changmin dan YoonA. Changmin hanya tersenyum tipis seperti memberi jawaban pada hyungnya kalau ia hanya ingin menghirup udara segar.

Manager Kim menghampiri Changmin dan berkata, “ Changmin-sshi, ada seorang wanita cantik menunggumu diluar. Namanya Choi Sooyoung. Apa dia boleh masuk?”

Changmin menoleh dan menjawabnya singkat, “Bawa dia kesini,”

Manager Kim pun membawa Sooyoung kehadapan Changmin. Sooyoung memandang Changmin dengan ekspresi yang sama saat mereka berdua bertemu, dingin dan tak bersahabat.

Changmin tersenyum tipis. Sepertinya, yeoja ini akan tunduk dihadapannya. Buktinya, ia datang padanya sekarang. “Kau pasti mau melakukan permintaanku kan?” ledek Changmin.

Sooyoung memukul bahu Changmin, “Balikin Ipodku!” teriaknya, namun Changmin membekap mulut Sooyoung dengan tangannya. YoonA yang melihatnya cemburu. Memang ini terdengar egois, tapi YoonA masih menyimpan perasaan pada Changmin. Ia tersenyum samar dan bertanya, “Dia siapa?”

Changmin menoleh singkat kearah YoonA dengan masih membekap mulut Sooyoung. Ia pun melepaskan tangannya dan sekarang ia merangkul Sooyoung dengan erat. “Dia pacarku,” ujar Changmin dengan tersenyum lebar.

“MWO?? MWORAGO??” Sooyoung tersontak kaget saat mendengar Changmin berkata bahwa ia pacarnya. Hei, mereka baru bertemu dan apa haknya berbicara seperti itu? Mengerti ekspresi Sooyoung ia pun menyuruh Sooyoung untuk bungkam. Sepertinya, sekarang Changmin telah membuat rencana baru yang pastinya akan membuat Sooyoung menderita.

Manager Kim tersenyum saat mendengar pernyataan tersebut. Sepertinya, ia berfikir bahwa Sooyoung akan cocok untuk model video clip TVXQ terbaru dan tentunya dipasangakan dengan Changmin. Kebetulan, mereka baru menemukan satu model yang cocok untuk dipasangkan dengan Yunho yaitu Im Yoon Ah.

“Kau pacarnya? Apa kau mau jadi model video klip TVXQ?” tawar Manager Kim dengan senyum penuh arti. Sooyoung tersenyum saat mendengarkannya. Setidaknya, uang dari hasil itu bisa ia gunakan untuk membeli makanan. Ya, Choi Sooyoung apa dipikiranmu hanya makanan?

Changmin menatap Managernya tak percaya. Bagaiman bisa Managernya memilih Sooyoung untuk menjadi model? Sepertinya Managernya sedang tidak dapat berfikir jernih. Itulah yang ada dibenaknya. Pikiran dangkal.

“Hyung, jangan! Dia ini tak pantas menjadi model. Lihatlah apa yang menarik darinya?” ejek Changmin yang melepaskan pelukannya dan menatap Sooyoung dengan tatapan sinis. Oh, bagaimana bisa yeoja macam ini akan tampil di video clipku?

“Aku setuju,” jawab Sooyoung. Changmin menatap Sooyoung dengan melotot. Ia tak terima Sooyoung menjadi modelnya. Sooyoung tersenyum saat melihat ekspresi bodoh Changmin. Setidaknya 1-1 untuk hari ini. Dan lihatlah, Aku akan membuat Changmin hidup sengsara.

                “Baiklah, ini naskahnya,” Manager Kim memberi Sooyoung selembar kertas untuk dibacanya. Ia berharap Sooyoung akan bisa menghayati perannya untuk satu bulan kedepan. Karena, syuting akan dimulai saat musim semi. “Oya, kita belum kenal. Namamu siapa?” YoonA menghampiri Sooyoung dan mengulurkan tangannya. “Choi Sooyoung dan kau?” Sooyoung membalas uluran tangan YoonA dan tersenyum. “Im Yoon Ah,”balas Yoona dengan senyumnya.

Changmin menghela nafas, sepertinya ini memang sudah takdir. Kenapa mesti Sooyoung yang akan dijadikan pasangannya? Kenapa bukannya dengan YoonA?

Sooyoung mengamati kertas naskah tersebut. Ia terus menghayati adegan demi adegan yang akan diperagakannya. Ia cukup tercengang saat melihat akan ada adegan ciuman antara dia dan Changmin.

Ia pun menghampiri Manager Kim. Menanyai apakah adegan tersebut memang harus dilakukan? Kalau ia bisa negoisasi ia tak mau melakukan adegan itu. “Manager apa aku harus melakukan scene ini?” tanya Sooyoung sembari menunjuk-nujuk kertas naskah tersebut. Manager Kim menoleh kearahnya dan tersenyum,”Tentu saja, kalian pacaran kan? Jadi, adegan ciuman itu wajar,” balas Manager Kim santai tanpa memperhatikan Sooyoung yang keringat dingin membayangkan adegan tersebut.

“Jadi aku harus berciuman dengan yeoja ini?” tanya Changmin yang tiba-tiba muncul di hadapan Managernya. Sepertinya telinganya cukup tajam untuk mendengar hal yang akan menyesengsarakan dirinya.

“Tentu saja, kalian senang kan?” balas Manager Kim dengan tersenyum jahil.

“MWO? APA KAU BERCANDA?” balas Changmin dan Sooyoung bersamaan.

To be Continued

Aku buat ini bisa dibilang cuma 8 jam dengan bolak-balik mikir jalan cerita HAHAHA. Jadi, jangan salahkan kalau typo dan keanehan pada ff ini merajalela (?)

Happy reading Sages

@Rekindria ♥

16 responses

  1. Selalu suka Changsoo!!! Mereka emang cocok dibuat berantem mulu, malumalu tapi mau hahahha.
    Seandainya aja mereka real dan kaya gini pasti lucu + seru bgt.
    Ceritanya seruuu. Ditunggu lanjutannya yaaa.
    Salam kenal ya^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s