Jaera Forever part.4 END

Author: Ghaizain
Cast: Cho Kyuhyun, Lee Jaejin, Choi Jonghoon, and other cast.
Ofc : Cho Yoora and Choi Minsoo
Genre: Romance
Length : 4 parts
Rating : PG

Anyeong readers!!! Ketemu lagi sama Author gaje…he.he…Dah langsung kecerita aja ya… Mian mian kalo kependekkan….
Flashback part.3
Apa yang tadi aku lakukan? Kenapa aku menciumnya? Dia kan mimpi burukku.. Nan mitcheosseo!!! Dasar Pabo kau Lee Jaejin!!! Aku memukul kepalaku. Aku menghela nafas mencoba menenangkan diriku. Anggap ini semua tidak pernah terjadi.. aku menarik selimutku dan tidur.
Flashback END
Go to the story…..
-Yoora POV-
Aku terbangun dari tidurku yang hampir tidak nyenyak semalam. Aku masih tidak percaya dengan apa yang kualami semalam.. apa ia benar-benar menciumku? Apa itu semua hanya mimpi… aaahh.. jika itu hanya sekedar mimpi, aku akan selalu mengingatnya.. saat sedang membayangkan hal-hal yang ngelantur tentang hidup bersama Jaejin pangeranku, pintu kamarku terbuka… aku segera menutup wajahku dengan selimut. “Ya!! Cho Yoora… kenapa kau selalu menutup wajahmu dengan selimut? Apa kau takut melihatku? Semalam kau bilang kau menggilaiku… ternyata kau mudah berpindah hati.” Ucap seorang namja yang tidak lain lagi adalah Jaejin. Aku membuka selimut yang menutupi wajahku. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku. “Cepat kau turun… sarapan sudah siap. Kenapa kau bisa tidur sampai sesiang ini? Kau memikirkan ciumanku semalam ya? Kau mau kucium lagi hah?” Tanya Jaejin dengan tatapan skeptic. “Ani…ani… kau ini. Jangan suka mempermainkanku. Sudah sana kau turun duluan! Nanti aku akan menyusul.” Ucapku. Jaejin pun akhirnya keluar dari kamarku. Berarti ciuman itu… sungguhan? Aaa… akhirnya impian first kissku denganya tersampai juga… terimakasih tuhan!^^ aku segera cuci muka lalu turun kebawah untuk sarapan. “Selamat pagi semua..” ucapku sambil membungkukkan tubuhku 90 derajat. “A.. Yooraya…. Ayo duduk disini.” Ucap Jungshin sambil menepuk-nepuk kursi disampingnya. Aku mengangguk lalu duduk di kursi tersebut. “tch.” Gumam Jaejin lalu kembali memakan makanannya. Aku tidak memperdulikan gumaman sinis itu. “Yooraya… apa tidurmu semalam nyenyak?” Tanya Mrs.Lee. aku menghentikan makanku sejenak lalu menatap Mrs.Lee. “Yyye…. Ajumma.. tidurku semalam sangaat…. Nyenyak.” Jawabku terpaksa. “Ya.. jangan panggil aku ajumma. Panggil saja aku Eomma. Aku sudah menganggapmu sebagai anakku. “Untuk apa semalam Jaejin ke kamarmu?” Tanya Jungshin tiba-tiba. “Ne?” tanyaku sedikit kaget. “Kenapa sewaktu Jaejin keluar dari kamarmu ia menjadi aneh?” Tanya Jongshin lagi. “A… tidak apa-apa…dia hanya mengambil barangnya yang ketinggalan.” Jawabku bohong. “Benarkah? Baguslah.. kukira ia menciummu. Soalnya sifat Jaejin bisa berubah jika ia mencium wanita.” Ucap Jungshin santai. Aku tersentak. Bagaimana ia bisa hampir menebak seperti itu.. “A.. benarkah? Itu berarti ia sering berciuman dengan para yeoja?” tanyaku sambil melirik Jaejin yang mulai salah tingkah. “Ani~ jika ia sering mencium para yeoja… ia bisa diputuskan pacarnya.. ia hanya berciuman dengan pacarnya.. dan setiap kali mereka habis berciuman, pasti sifat Jaejin menjadi sangat aneh..” ucap Jungshin sambil menatap geli dongsaengnya. Jantungku seakan-akan berhenti berdetak. Jaejin sudah mempunyai pacar? Kenapa aku tidak pernah tahu?? Aku benar-benar ingin menangis sekarang. “Ya..hyung… jangan kau ceritakan tentang pacarku pada orang lain..” protes Jaejin. Berarti itu semua sungguhan? Jaejin sudah memiliki pacar… lalu, kenapa ia menciumku semalam? Apa ia terlalu banyak minum soju sehingga mengiraku yeoja chingunya lalu ia menciumku? Aahhh…. Nan mitcheosseo!!! “Jaejina.. pacarmu jadi datang hari ini kan?” Tanya Mr.Lee. “A. Ye, appa. Ia akan datang sebentar lagi.” Jawab Jaejin. “Untuk apa ia kesini?” Tanya Mrs.Lee. pertanyaan itu benar-benar mewakili pikiranku. “A.. aku berjanji padanya aku akan memperkenalkannya dengan eomma dan appa.. dan hari ini ia baru sempat… karena skripsinya baru selesai.” Jawab Jaejin. “Rencana pertunangan kalian bagaimana?” Tanya Mrs.Lee. “Semuanya sudah kami atur eomma.. tenang saja.” Jawab Jaejin. “Waah… dongsaengku yang satu ini akan bertunangan duluan mendahului hyungnya ya… ckckck..” sindir Jungshin. “Ya.. hyung jangan begitu. Akan kudoaakan kau supaya cepat mendapat jodoh.” Ucap Jaejin sambil memukul lengan hyungnya. “Gomabta Jaejina..” ucap Jungshin dengan mata yang berbeling-beling. “Ya.. jangan pakai tampang seperti itu hyung… aku menjadi geli…” ucap Jaejin sedikit tertawa. Semuanya ikut tertawa. Tapi aku terdiam.. Jaejin akan bertunangan? Lalu omongannya semalam di sms maksudnya apa? Apa ia hanya mempermainkanku? Kyuppa ottokajo?? Tiba-tiba bel rumah Jaejin berbunyi. “A. itu mungkin dia.” Ucap Jaejin sambil beranjak dari kursinya menuju pintu. “A. jagiya, akhirnya kau datang. Kita baru saja selesai sarapan.” Ucap Jaejin sambil tersenyum lalu memeluk jaginya. Aa… mengapa hidupku begini? Baru saja merasakan terbang dilangit yang sangat tinggi. Lalu kenapa sekarang aku merasa jatuh kedalam jurang yang sangat dalam?? Mataku memanas, sudah siap mengeluarkan air mata. Aku berusaha keras menahannya. “Ye. Mianhae jagiya… tadi jalanan benar-benar macet.” Ucap yeoja itu. “A.. tidak apa-apa.” Ucap Jaejin sambil tersenyum lalu ia menggandeng yeochinya menuju tempat aku dan anggota keluarganya berkumpul kini. Di ruang tamu. Aku belum pernah melihat Jaejin sebahagia itu. Haaah… kalau ia bahagia, mungkin aku bisa berbahagia untuknya… setidaknya nanti… kali ini aku benar-benar tidak bisa berbahagia untuknya. Mianhae Jaejina. “Eomma, appa, hyung, dan kau.. Yoora..😛 perkenalkan ini yeochiku, Minhae, Ryu Minhae.” Ucap Jaejin memperkenalkan yeochinya. “Anyeonghasimnika Ajossi… Ajumma… Oppa… Eonni…” ucap yeoja itu sambil membungkukkan tubuhnya 90 derajat. “Ye.. anyeonghasimnika.. silakan duduk.” Ucap Mrs.Lee sambil tersenyum. Yeoja itu megangguk lalu duduk diikuti Jaejin. “Jadi, kau satu jurusan dengan Jaejin?” Tanya Mrs.Lee. “A.. ani ajumma, aku berbeda kampus dengan Jaejinie.” Jawab Minhae. “A.. lalu kau kuliah dimana?” Tanya Mr.Lee. “Kyunghee cyber university jurusan drama.” Jawab Minhae. “O.. kalau Jaejin di Dankook university.. bersama yeoja ini.” Ucap Mrs.Lee sambil menunjukku. Aku memaksakan seulas senyum saat Minhae mengalihkan pandangannya kepadaku. Dia calon tunangan Jaejin? Hal ini terus terngiang-ngiang di benakku.
-Author POV-
“Jadi, kapan rencananya kalian akan bertunangan?” Tanya Mr.Lee. “Minggu depan appa..” jawab Jaejin. “Minggu depan?” gumam Yoora lirih. “Ada apa Yoora? Kau tidak enak badan?” Tanya Jungshin tiba-tiba. Semuanya akhirnya mengalihkan pandangannya ke Yoora. Yoora menjadi salah tingkah. “A..ani..oppa.. Gwaenchana..” jawab Yoora bohong. Sebenarnya ia tidak baik-baik saja. Hatinya sudah sakit sedari tadi. Matanya sudah berusaha mati-matian menahan air mata yang sudah akan terjun bebas. “Oppa, aku kekamar dulu ya..” pamit Yoora pada Jungshin dengan berbisik. “Ye.” Jawab Jungshin. Yoora pergi meninggalkan perkumpulan keluarga itu. “Mau kemana dia?” Tanya Jaejin. “Kekamarnya…” jawab Jungshin. Merekapun melanjutkan perbincangan mereka.
Yoora sides__________________________________________________________________________________________________
Yoora menumbangkan dirinya ke tempat tidur. Kini ia menangis sepuas-puasnya tapi dengan lirih. Ia tidak mau orang lain mendengar. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya jika tadi ia tetap bertahan ditempat itu mendengarkan semua rencana pertunangan yang membuat hatinya hancur berkeping-keping. Ia tidak pernah membayangkan kalau Jaejin akan bertunangan. Ia juga masih memikirkan semua yang Jaejin bicarakan semalam. Apa itu semua hanya kebohongan belaka atau itu mimpi… tapi, seandainya itu semua mimpi, ia berharap itu semua tidak pernah terjadi. Ia akan menandakan mimpi itu sebagai salah satu mimpi terburuknya. “Yoora!! Bangkit… ada apa denganmu? Namja didunia ini bukan hanya Jaejin.. masih banyak namja lain!!” semangat Yoora pada dirinya sendiri. Ia menyeka seluruh air mata yang sudah membasahi pipinya. Tapi, semangat itu tidak berhasil mengalahkan kekuatan hati kecil Yoora yang sudah mencintai Jaejin sampai kapanpun. Yoora kembali menangis. Ia sadar kalau dirinya begitu egois. Ia tahu kalau ia tidak boleh melarang Jaejin menyukai siapapun, pada siapa Jaejin akan bertunangan itu bukan urusannya.. karena setiap manusia memiliki hak masing-masing. Tapi, untuk saat ini ia tidak memperdulikan segala sesuatu tentang Hak.. ia ingin menjadi egois setidaknya untuk sementara ini. Yoora menyeka kembali air matanya. Ia kini benar-benar akan bertekad, ia akan melupakan Jaejin selamanya… walupun itu berat untuknya… takdir memang sudah menentukan jalan hidupnya menjadi seperti ini.
5 hari kemudian……..
-Jaejin POV-
Aku berjalan menuju taman. Ya, tadi Minhae menelponku dan menyuruhku menemuinya di taman. Ada sesuatu yang akan ia bicarakan. Aku tersentak saat sampai di taman. Minhae sedang duduk berdua dengan seorang namja. Aku menghampiri mereka. “Kau sudah sampai Jaejina.” Ucap Minhae. Aku terdiam sambil memandang bingung dua orang didepanku kini. “Apa yang akan kau bicarakan?” tanyaku memecah keheningan. “Jaejina.. perkenalkan ini tunanganku.. Minhwan.” Jawab Minhae. Aku tersentak. Jantungku serasa berhenti berdetak. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kudengar tadi… ia.. maksudku Minhwan… tunangan Minhae. Lalu aku? “Apa maksudmu?” tanyaku terbata-bata. “Aku rasa, aku tidak bisa bersamamu… aku tidak ingin menyakiti orang lain.” Jawab Minhae. Minhwan hanya diam memperhatikan kami. “Siapa? Siapa yang tersakiti?” Tanyaku lagi. Kini dengan nada yang sedikit tinggi. “Yoora. Ia menyukaimu sedari dulu. Aku tidak mau menyakitinya… lagipula aku juga merasa lebih cocok dengan Minhwani.” Jawab Minhae pelan. Aku kini lebih merasa kesal lagi. Kenapa harus begini? “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku. “Ceritanya begini…..” Minhae mulai menerawang ke beberapa hari yang lalu.
Flashback
-Minhae POV-
Aku kini dalam perjalanan menuju kampus Jaejin, Dankook university. Aku akan mengajaknya makan siang bersama. Sampai di kampus Jaejin. Aku berjalan menelusuri koridor kampus. Saking senangnya, aku tidak memperhatikan jalan sehingga aku menabrak seorang yeoja dan membuat buku-bukunya berjatuhan. Aku membantu yeoja itu merapihkan bukunya lalu mengajaknya berdiri. Aku menatap wajah yeoja itu dalam-dalam. Sepertinya aku mengenalinya… A… Yoora.. “Kau Yoora eonnie ya?” tanyaku akhirnya. “Ye..mm… Minhae, ya?” tanya Yoora balik. “A.. ye..” jawabku tersenyum. “Mau apa Minhaeya?” Tanya Yoora. “Ini, aku akan mengajak Jaejin makan siang bersama, eonnie mau ikut?” ucapku. “A..ani, aku ada tugas.. aku duluan ya…” ucap Yoora lalu ia meninggalkanku. Aku mengangguk lalu tersenyum. Aku melanjutkan langkahku. Langkahku kembali terhenti saat kakiku serasa menginjak sesuatu. Aku menengok ke bawah. Ternyata sebuah buku. Aku mengambil buku itu dan membuka halaman pertamanya berusaha mencari tahu siapa pemilik dari buku berwarna biru ini. Di halaman pertama buku itu tertulis.. “Diary Yoora.” Ah.. ini punya Yoora. Aku menoleh kebelakang berusaha mencari sosok Yoora. Namun sudah menghilang. Akhirnya aku memutuskan untuk mengembalikannya besok. Aku kini harus mengunjungi Jaejin dulu. Singkat cerita…. Aku duduk ditempat tidurku memandangi Diary Yoora.. hatiku terus berdebat. Apakah aku membacanya atau tidak? Tapi, perdebatan itu dimenangkan oleh pikiran pertamaku, yaitu membaca diary ini. Aku mulai membuka halaman diary itu satu persatu.. sampai satu halaman menarikku untuk membacanya. Di halaman ini dicantumkan foto Jaejin. Aku mulai membacanya.
Dear diary, ini adalah namja yang benar-benar aku cintai. Walupun ia tidak menyukaiku.kkk~ bukankah ia tampan? Aku berharap suatu saat nanti aku dapat menjadi istrinya…haha~
Aku tersenyum mebaca tulisan itu. Aku membuka halaman seanjutnya…
Dear diary, hari ini aku benar-benar senang karena aku kini serumah dengan Jaejin. Oppaku pergi ke Amerika karena ia mendapat beasiswa disana…^^
Aku membuka halaman berikutnya.. halaman ini penuh dengan bekas tetesan air mata.
Dear diary, hatiku benar-benar hancur hari ini. Karena kudengar Jaejin akan bertunangan… semua harapanku padanya akan kupendam selamanya… Minhaeya.. semoga kau bahagia dengan Jaejin.
Aku tersentak membaca tulisan ini. Ia menyukai Jaejin… apa yang telah aku lakukan? Aku telah menyakitinya….
Flashback END
-Jaejin POV-
Aku terpaku ditempatku kini. Minhae dan Minhwan berpamitan padaku lalu pergi meninggalkanku sendirian didalam keheningan ini. Otakku terus berpikir. apa yang harus kulakukan? Aku segera menyadarkan diri lalu berlari menuju rumahku.
-Yoora POV-
Aku sendirian dirumah…huft~ bosan. Aku menyalakan tv untuk menghibur diri. Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu. Aku menghampiri pintu lalu membukanya. Terlihat Jaejin berdiri lesu. “Jaejina, waeyo?” tanyaku bingung. Tanpa berkata apapun Jaejin memelukku. Aku tersentak. Ada apa dengan Jaejin? “Jaejina… waeyo?” tanyaku sedikit sesak. “Mianhae Yooraya.. mianhae karena aku telah mengabaikanmu…. Mianhae karena aku telah mempermainkanmu..” ucap Jaejin lirih. Aku tersentak. Aku kini bertambah bingung. Mengapa ia berkata seperti ini. “Yooraya.. Saranghaeyo.. maukah kau jadi tunanganku?” ucap Jaejin sambil melepaskan pelukkannya. Aku terdiam. Apa ini mimpi? Aku tidak mau kejadian waktu itu terjadi lagi. “Minhaessi?” tanyaku bingung. “Minhae sudah bersama orang lain.” Perasaanku kini bercampur antara senang dan bingung. “Apa kau mau menjadi tunanganku?” Tanya Jaejin lagi. “Ye..oppa” jawabku akhirnya. Aku tersenyum lalu memeluk Jaejin erat-erat. Aku tidak mau kehilangan dia lagi. Isak tangis bahagia keluar dari diriku. Jaejin mengelus lembut rambutku. “Semoga ini bukan mimpi.” Gumamku lirih.
2 tahun kemudian…….
Lonceng pernikahan berbunyi. Ya, hari ini adalah hari pernikahanku dengan Jaejin. Hari ini aku mengenakan gaun berwarna putih. Ditanganku terdapat rangkaian bunga yang akan kulempar nanti. Sedangkan Jaejin mengenakan jas berwarna hitam. Betapa tampan ia hari ini. Janji pernikahan sudah selesai. Aku melempar bungaku dan yang menangkapnya adalah Kyuppa..haha~ oppa semoga kau cepat menikah dengan pacarmu itu. Pacar Kyuppa adalah orang Amerika. Ia begitu cantik. Aku melambaikan tanganku ke semua tamu lalu memasuki mobil. Aku dan Jaejin akan ber-honeymoon ke Pulau Jeju. Tuhan… terimakasih telah menyadarkan aku dari mimpi dan menyatukanku dengannya.. aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuknya… selamanya. JAERA FOREVER…
-The END-
Kkk~ gimana ff nya? Endingnya emang agak alay.. haha^^ author terlalu ngebut nulisnya sih.. tapi.. semoga seneng aja deh… mian ya kalo lajur ceritanya kecepetan…. Oh iya.. mian juga kalau ada salah ketik…

5 responses

  1. waw, diam” kau sudah punya pacar eh, Jaejin-a? udah mau tunangan pula……
    untung deh kalo kamu udah bisa menemukan cinta sejatimu*ceilah bahasanya*
    Kyuppa dapet jodoh di Amrik ya? cie cie…… cepet nyusul JaeRa, oppa!!!

  2. Sempet sebel sama jaejin gara2 dia udah punya cewek..
    Rasanya udah pengen aku timpuk, tapi untung happy ending..
    Itu pacarnya Kyu yang orang amerika kan akuuu *plak
    Keren ff-nya😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s