[fanfiction] Because I’m Poor

Because I'm Poor

Because I’m Poor

Genre   : comedy romance

Rating   : Pg 13

Cast     :

-Im yoona SNSD

-Park jiyeon T-ara

-Kim junsu 2PM

-Kim ‘key’ kibum Shinee

-Tiffany hwang SNSD

-(bisa ditambahkan nanti)

Author : han ji hee aka jihan

Annyeong yorobun…aku author baru disini,jihan imnida *membungkukkan badan* dan juga baru banget didunia per-fanfic-an. Jadi kalau ada salah-salah kata atau cara post yang salah aku mohon beritahu dengan komen dibawah agar nantinya aku bisa memperbaiki diri.

Sebelumnya mau bilang kalau fanfic ini sedikit banyak aku ambil dari sebuah komik jepang yang pernah aku baca tahun 2005 tapi hanya cerita depan saja ko dan untuk jalan ceritanya pasti akan sangat jauh berbeda. Jadi kalau ada diantara kalian yang merasa tahu jalan cerita fanfic ini aku mohon maaf. Tapi aku dapat memastikan kalau cerita ini benar-benar original.

Ya sudah,silahkan dibaca ^^

prolog

Yoona baru saja selesai mengikuti pelajaran olahraga. Keringat mulai membasahi kulit putihnya. Saat ia sedang mengelap keringatnya dengan handuk tiga orang siswa menghampirinya lalu mereka semua tersenyum dan sambil ragu-ragu mereka mendekati yoona. Yoona mengeluarkan senyum mautnya yang membuat jantung ketiga siswa itu hampir melompat keluar.

“ada apa?” Tanya yoona sambil terus tersenyum. Tampak keraguan hadir diwajah ketiga siswa itu.

“hm,ini…kami mau memberikan ini untukmu” ujar salah satu dari mereka sambil menyodorkan sebuah kotak makanan. Yoona tersenyum bahagia.

“wah,ini untukku?” Tanya yoona dengan mata yang berbinar-binar membuat para siswa itu terdiam untuk beberapa saat.

“i..iya…Kami harap kau menyukainya” ujar siswa itu. Mata yoona semakin berbinar-binar ketika membuka isi kotak itu.

“aku pasti menyukainya. Gomawo..” ujar yoona yang kini terus menatap makanan yang ada ditangannya itu,bagai mimpi hari itu ia mendapatkan makanan.

Tadi sebelum pelajaran olahraga ia mendapat brownis cake dari ih hwang siswa kelas sebelah lalu dari yuki anak X1 sebuah cheese cake. Yoona sudah membayangkan saja kalau saat ia pulang kerumah nanti para dongsaeng akan menyambutnya dengan penuh haru dan airmata *wuih lebay..*

Ya,seperti itu lah keseharian yoona disekolah,sebagai yeoja berwajah cantik ia selalu dipuja-puja oleh para siswa. Semua orang beranggapan kalau yoona yang memiliki senyum termanis itu adalah anak orang yang sangat berkuasa dibidangnya,ada yang bilang kalau dia anak konglomerat prancis yang sudah lama tinggal dikorea atau pemilik perusahaan mobil terbesar dikorea,karena penampilannya yang menunjang juga karena ia memiliki otak yang sangat cerdas,pandai olahraga apapun itu dan sangat ramah pada semua orang. Benar-benar sosok yang sempurna.

Tapi pernahkah teman-temannya itu berfikir bagaimana kehidupan yoona yang sebenarnya? Mereka pasti tidak akan menyangka kalau sebenarnya yeoja yang mereka puja sangat jauh berbeda dari yang semua orang pikirkan.

Ya,yoona hanya seorang yeoja miskin yang tinggal dirumah sempit dan kumuh,juga ia mempunyai 5 orang adik yang rata-rata berusia 8 dan 10 tahun membuat yoona harus bekerja keras. Semenjak ditinggal mati oleh ayahnya karena sakit,yoona menjadi kepala rumah tangga bertugas menjaga dan merawat adik juga ibunya yang sedikit mengalami gangguan jiwa. Tapi yoona tidak pernah mengeluh. Dia adalah wanita pekerja keras.

Berbeda dengan sahabatnya yaitu jiyeon. Yang terlihat sama cantiknya seperti yoona. banyak orang berfikir kalau mereka berdua adalah dua orang putri yang dipuja-puja banyak pangeran. Orang-orang itu terlalu berlebihan. Tapi jika pendapat mereka tentang jiyeon,tentang kehidupan aslinya adalah benar. jiyeon adalah seorang anak dari pengusaha batu bara terkaya dikorea.

“yoona ah. Kau dapat makanan lagi?” Tanya jiyeon yang menghampiri yoona setelah para siswa yang bersama yoona tadi pergi. Yoona mengangguk.

“aku akan pesta malam ini jiyeon ah” ujar yoona bahagia dan membuat jiyeon ikut tersenyum bahagia.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Seorang pria sedang tertidur pulas di ranjangnya hanya dengan menggunakan selimut yang menutupi tubuhnya. Pria itu ditemani oleh seorang wanita yang tidur disampingnya dengan telanjang juga.

Sinar matahari masuk melalui sela-sela jendela yang masih tertutup. Pria itu mengerjapkan matanya sambil membiasakan matanya dengan bias lampu kamarnya.

Setelah kesadarannya telah kembali,ia pun bangun dan bersandar diranjangnya. Kepalanya terasa berat karena seingatnya semalam ia mabuk di club. Namja tampan itu menoleh kearah samping dan mendapati seorang wanita tertidur disana. Ia berdecak sambil memegangi kepalanya yang sakit.

Tak berapa lama dering ponsel mengejutkannya dan ia segera mengambil ponsel yang terus berdering itu lalu meletakkannya ditelinganya setelah menekan tombol hijau terlebih dahulu.

“yobosseo?” sapa namja itu sambil sedikit mengernyit sakit.

“LEE JUNSU!!DIMANA KAU? KENAPA SEMALAM TAK PULANG??” namja bernama junsu itu segera menjauhkan ponsel miliknya.

“aish..noona…bisa kau kecilkan sedikit suaramu..kepalaku sedang pusing nih” ujar junsu.

“kau pasti mabuk lagi ya? Dasar memalukan. Kau akan kena marah aboji jika kau terus seperti ini..sudah berapa kali aku bilang bla…bla…bla…”

“iya iya aku mengerti noona ku yang cantik. Nanti siang aku pulang. Sepertinya kau rindu sekali padaku” ujar junsu membuat wanita yang meneleponnya itu mengendus kesal.

“cepat pulang…kalau tidak kubunuh kau” ancam wanita itu. Setelah itu telepon tertutup. Junsu hanya bisa tersenyum.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Dengan tidak sabar yoona pulang kerumah. Ditangannya sudah ada dua bungkus makanan sedang didalam tasnya terdapat banyak juga makanan. Ia tidak pernah meminta pada namja-namja itu tapi namja yang diam-diam menyebut diri mereka sebagai yoonavers itu yang memberikannya sendiri. Mereka pernah mendengar kalau yoona sangat menyukai jika ada orang lain yang memberinya banyak makanan,padahal saat itu yoona sedang berbicara pada jiyeon.Paranamja yang mendengarnya hanya bisa saling bertatapan sambil menyeringai. Keesokan harinya banyak sekali namja yang memberi yoona makanan. Jika ditanya bagaimana perasaan yoona,jelas saja gadis cantik itu senang karena dengan adanya hal itu ia dan adik-adiknya tidak usah bersusah payah bekerja untuk mencari makan sehari-hari. Di sekolah yang tahu kalau yoona adalah seorang gadis tidak punya hanya jiyeon saja karena mereka sudah bersahabat selama 11 tahun terhitung sejak mereka masih di taman kanak-kanak. Jiyeon juga orang yang tahu bagaimana sifat asli yoona. Gadis pendiam itu hanya bisa tersenyum jika sang sahabat bertindak aneh.

“aku pulang…” seru yoona sambil membuka pintu rumah kumuhnya. Senyum terus tersungging diwajah cantik itu. Tak berapa lama beberapa anak kecil menghampiri yoona.

“unnie kau bawa apa hari ini?” Tanya seorang anak perempuan yang merupakan adik yoona. Yoona tersenyum.

“aku bawa banyak makanan”

“wah kau hebat noona” ujar seorang anak lelaki. Yoona tersenyum lalu mulai membuka bungkusan yang ia bawa diatas meja.

“tada…” seru yoona saat isi bungkusan itu terlihat. Wajah para dongsaengnya berubah lebih berseri-seri. Sebelum menjelaskan jenis-jenis makanan yang ia bawa,ia menarik nafas terlebih dahulu.

“brownis cake dari ih hwang,dari yuki sebuah cheese cake,dari myungso sebuah bento” ucap yoona dengan cepat sambil menahan nafas. Selesai bicara gadis itu langsung tersenyum apalagi setelah melihat semua adiknya tersenyum senang.

“noona…tadi aku dapat telur dari sekolah. Lalu karena youmin tidak masuk jadi telur bagiannya jadi milikku. Lihat…” ujar dongsaeng yoona yang bernama seung jo sambil menunjukkan dua butir telur dikedua tangan mungilnya.

“yeah kau pintar” puji yoona.

“lihat unnie..aku juga mendapat susu dari sekolah” ujar dongsaeng yoona yang lain yang bernama joomi. Sekali lagi yoona tersenyum,ia mengepalkan tangannya dan mengucap kata ‘bagus’ tanpa suara.

“kita masih punya persedian terigukan? Kita akan buat hot cakes malam ini” ujar yoona penuh semangat.

BRAK…

Semua yang ada didalam rumah itu seketika menoleh kearah pintu setelah mendengar bunyi itu. Mereka sedikit terkejut melihat orang yang mereka kenal berada disana dengan senyum lebar yang terlihat diwajah cantiknya.

“omoni..” panggil yoona saat melihat sang ibu baru saja pulang. Yoona dan dongsaengnya segera mendekati ibu mereka.

“kau habis darimana omoni?” Tanya yoona khawatir tapi sang ibu masih tetap tersenyum.

“lihat yoona,omoni bawa apa…” ujar Mrs Im sambil menunjukkan sebuah lukisan bergambar kucing pada yoona.

“aish kenapa kau beli yang seperti ini?” Tanya yoona kesal. Bagaimana tidak,ibunya itu sudah membeli barang yang tidak penting,jika memiliki uang bukankah lebih baik digunakan untuk membeli makanan dan untuk kebutuhan sehari-hari apalagi saat mengingat para dongsaengnya itu belum bayaran sekolah. Tapi tunggu,sepertinya yoona mengingat sesuatu.

“omoni beli lukisan ini pakai uang siapa?” Tanya yoona tegas. Mrs Im tersenyum.

“entahlah. Aku mengambil uang yang ada dibawah laci lemari” ujar Mrs Im dengan santai. Sedangkan yoona yang mendengar itu pun mulai terbakar amarah.

“OMONI!!! Kenapa kau ambil uang yang sudah aku sisihkan untuk bayaran sekolah adik-adik?” Tanya yoona dengan nada suara yang sangat menakutkan. Sang ibu hanya bisa tersentak kaget lalu mulai mengeluarkan jurus andalannya jika yoona sudah marah seperti sekarang yaitu menangis.

“hiks…hiks…huwaaa..huwa…huuuwaaa” tangis memilukan itu pecah begitu saja.Paradongsaeng yoona merasa kasihan pada ibu mereka sedang yoona yang sudah kebal dengan jurus macam itu hanya bisa menghela nafas. Percuma memarahi ibunya itu.

Sejak ditinggal oleh suaminya yang merupakan ayah yoona,Mrs Im sering bertindak seperti anak kecil dan contohnya seperti saat ini.

“sudah…sudah. Aku tidak marah omoni. Lain kali jangan ulangi lagi” ujar yoona sambil memeluk ibunya agar lebih tenang.

Akhirnya mereka semua berpelukan selama beberapa saat tapi kehangatan mereka terusik oleh ketukan pintu yang masih dalam keadaan terbuka. Yoona mengerutkan alisnya saat melihat seorang wanita berdiri didepan pintu rumahnya.

“permisi…bisa kita bicara sebentar” ujar wanita itu. Yoona mengangguk lalu keluar dari rumah untuk bicara pada wanita itu.

“hm begini…aku hanya ingin memberikan ini padamu” ujar wanita yang tidak dikenal yoona itu. Yoona yang tidak mengerti apa-apa hanya bisa menuruti apa keinginan wanita itu. Ia menerima apa yang diberi wanita itu yaitu berupa amplop yang cukup besar dan berat dan sebuah plastic berisi terigu.

“tapi…” belum sempat yoona berkata,wanita itu langsung pergi dari hadapannya.

“huft”

Dengan perlahan yoona membuka plastic yang berisi terigu. Ia sama sekali tidak curiga.

“wah dia tahu kalau kami akan membuat hot cakes” ujar yoona sambil tersenyum lalu ia pun membuka amplop besar yang lumayan berat itu.

“MWO??”

*************TBC**********

Apa ya yang dilihat yoona?

Silahkan dikritik dan diberi saran jika ada kesalahan. Beritahu aku juga apakah cerita ini pantas dilanjut atau tidak.

18 responses

  1. wah itu ada abangku!! *read: junsu* tapi rada aneh juga yah, marganya kok lee? harusnya kan kim junsu?? kasian banget itu yoona. yang tabah yah eonni😀 okeh author, next part ditunggu ~

  2. aku coba tebak ya🙂 pasti yg d dlm amplop tuh uang *sotoy* *ditimpuk author*
    lanjuuuuuuuut ~ ak penasaran nih😄
    eh iy, buat jiyeon tolong dong pairing ny minho🙂 ya ya ya ya *maksa* *di geplak author*

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s