Be With You [2/?]

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Choi Sooyoung, Shim Changmin, Im Yoon Ah

Rating : PG-17

Genre : Romance, Friendship, Comedy *i’m not sure for that keke~*

Length : Part 1 ׀ Part 2 ׀ Part__

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be Plagiator and Siders.

♥ Be With You ♥

Cuap-cuap Author :

Kansahamida readers yang udah baca dan comment. Dan buat siders yang udah baca karya aku semoga kalian tobat hehe :* Baiklah, ini part 2 nya. Maaf kalau engga suka atau aneh. Maaf *deep bow. But, i’ll try my best ! Oya, abis baca like ya ^^ hoho *author banyak maunya-_-. Kalau kalian bosan sama ceritanya tenang ini gak sampe 5 part kok hehe. Aku akan tamatin secepatnya. Soalnya, takut bosen kalau kepanjangan hahaha. Kalau comment semakin sedikit saya akan mengundur released part 3 *minta ditabok banget-_-*

Oke Happy reading all~

And don’t forget to leave comment dan like ^^

Previous part :

“Kau itu benar-benar yeoja bodoh. Seharusnya kau bisa menggunakan matamu,”

“Kau merasa terhina karena aku tak mengenalmu Shim Changmin?”

“Dia pacarku,”

“Hyung, jangan! Dia ini tak pantas menjadi model. Lihatlah apa yang menarik darinya?”

“Jadi aku harus berciuman dengan yeoja ini?”

~Part 2~

“Kenapa ekspresi kalian seperti itu?” Manager Kim menatap Sooyoung dan Changmin aneh. Mereka seperti terkejut dan tak menerima adegan tersebut.

Manager Kim tersenyum,“Ah, kalian malu ya?” ledeknya lagi.

“Sudahlah, lagi pula bukan hanya kalian saja. Yunho-sshi dan YoonA-sshi juga akan melakukan adegan tersebut. Iya kan YoonA-sshi?” jelas Manager Kim dengan melirik YoonA. YoonA pun mengangguk lemah.

Changmin membelalakan matanya. Menatap Manager Kim dengan tatapan kesal. Namun, Manager Kim tak menyadarinya. Baiklah, sekarang dua kesialan menimpa Changmin. Pertama, dia harus berciuman dengan yeoja yang bernama Choi Sooyoung. Kedua, ia harus menerima YoonA –mantan tunangannya- akan melakukan adegan yang sama dengan Hyungnya –Yunho-. Apakah tak ada yang lebih buruk lagi?

“Tak ada lagi yang ingin dibicarakan kan? Sooyoung-sshi, kau ikut aku untuk menandatangani kontrak.” Ucap Manager Kim yang menuntun Sooyoung menuju meja yang sudah terdapat surat kontrak disana. Dengan penuh percaya diri, ia menandatangani surat yang tertera materai disana.

Changmin menyeret kakinya lemah ke kursi terdekat. Ia menghela nafas untuk kesekian kalinya. Sepertinya ia merasa ia telah dilahirkan untuk menderita. Dan ini baru awal. Dan lihatlah ini semua karena yeoja itu.

Sooyoung melangkah bahagia dengan senyum terukir di wajahnya. Berbeda sekali dengan saat tadi. Mungkin, karena ia akan mendapatkan kerjaan. Ia menjatuhkan tubuhnya untuk bersandar di sofa dan memilih disamping Changmin, karena hanya Changmin yang ia kenal –walau sebenarnya tidak begitu akrab-.

“Lihatlah, aku akan menjadi model. Ah, aku memang dilahirkan mempunyai wajah dan badan semampai. Kenapa baru sekarang terfikir menjadi model?  Changmin, aku ini cocok kan jadi model grup terkenal? Iya kan?” pekik Sooyoung dengan mencolek dagu Changmin, meledek dirinya.

Changmin melirik Sooyoung dan melipat kedua tangannya. Ia mendesah pelan mendengar pekikan dan kepercayaan diri Sooyoung yang sangat tinggi itu. “Menurutku kau itu tak pantas. Apa coba bagusnya dirimu? Memang kau tinggi, tapi, auramu tak membawa kebaikan,” sergah Changmin dengan senyum meledek.

“Eh tadi kau memanggilku apa? Changmin? Kau ini tidak sopan!” sunggut Changmin dengan memukul puncak kepala Sooyoung, membuatnya merenggut kesal. “Panggil aku oppa,” rajuk Changmin dengan memasang aegyo. Membuat Sooyoung reflek menyingkirkan wajah Changmin dari hadapannya dengan ekspresi yang menurutnya memuakkannya.

“Itu menjijikan,” Sooyoung mendelik kesal kearah Changmin, membuat senyum kemenangan kembali memenuhi wajahnya.

Changmin melirik Sooyoung dengan senyum jahil. “Yah! Kau!” pekik Changmin dengan mengacak rambut Sooyoung.

Dikejahuan YoonA melihatnya. Melihat keakraban Changmin dan Sooyoung yang tercipta begitu natural. Ia mendesah lemah karena tak kuasa melihat adegan-adegan mesra Changmin dan Sooyoung sekarang. Walau terlihat mereka seperti saling cekcok dengan saling mengejek satu sama lain, memukul, dan sebagainya. Namun aura kebahagian dan kemesraan mereka mampu membuat YoonA terusik. Apakah kau benar melupakanku? Apa sekarang kau bahagia?

“Sudah cepatlah kau pulang!” Changmin melirik Sooyoung seperti mengusir dirinya. “Baiklah aku pulang, balikan ipod ku!” bujuk Sooyoung dengan manis. Ia lelah jika selalu berteriak di depan Changmin. Karena, tenggorokannya benar-benar sakit.

Changmin mendonggakkan wajahnya menatap Sooyoung yang sudah berdiri dihadapannya, dengan menjulurkan tangannya. Menadahkan tangannya untuk Changmin, “Tidak, sampai kau melakukan yang kau mau,” sergah Changmin dengan mendorong sedikit dahi Sooyoung agar menjauh darinya.

Sooyoung meniup-niup poninya, kesal. “Baiklah,” desahnya pelan. Ia tersenyum evil. “Changmin oppa, lihat ada kecoa!” pekik Sooyoung membuat Changmin langsung bangun dari dudukannya.

“Mana? Mana?” tanya Changmin dengan panik. Ini dimanfaatkan oleh Sooyoung untuk mengambil Ipod yang kebetulan sekarang sudah ditaruh dikursi setelah Changmin menyanderanya.

“Hahaha, pabo! Bye oppa,” Sooyoung tersenyum kemenangan lalu berlari menjauh menuju pintu keluar.

“Kau takkan menang dariku Changmin pabo!” serunya yang menyender di pinggir pintu dengan menunjukkan ipod dirinya yang berhasil direbut dan tersenyum kemenangan.

“Kau!” Changmin bersiap untuk membalas dendam. Tatapan matanya seperti ingin membunuh Sooyoung saat itu juga.

Sooyoung duduk di sofa apartementnya. Ia hanya tinggal sendiri di apartement tersebut. Karena, ia ingin mandiri. Ia mengedarkan pandangannya menatap seisi apartementnya yang sepi. Bosan. Ia pun beranjak dari sofa tersebut dan menuju dapur.

“Sepertinya makan ramen akan menyenangkan,” gumamnya. Ia pun berlari kecil menuju pantry dan mengambil beberapa bungkus ramen yang ada.

Setelah ia merasa ramen tersebut matang. Ia pun menyiapkan mangkuk dan bersiap untuk menikmatinya. Ia mengambil sumpitnya dan bersiap memasukkan mie ramen tersebut kemulutnya.

Namun tinggal sedikit lagi ia bisa menikmati ramen yang jelas menggoda itu, seseorang yang bertamu ke rumahnya berhasil menghentikannya. “Ah, biarkan aku mencicipi satu suap saja,” desisnya. Namun, sang tamu tak sabaran dan terus menekan bel, membuat gendang telinga Sooyoung sakit.

“Baiklah, aku akan kesana,” gumamnya yang berlari menuju pintu apartementnya.

Ia mumutar knop pintu pintu. “Kau lagi?” pekik Sooyoung saat melihat Changmin dihadapannya. Ada apa dengan Changmin? Kenapa dia tau rumah Sooyoung dan mau kerumahnya?

“Ayo, biarkan aku masuk,” desis Changmin menatap Sooyoung singkat. “Oh, masuklah,” Sooyoung mempersilahkan Changmin masuk.

Changmin melangkahkan kakinya menginjak apartement Sooyoung. Ia pun melihat seisi dari apartement Sooyoung. Desain minimalis apartement Sooyoung membuat nyaman untuk tinggal disini. Seperti itulah pikiran Changmin yang ia tangkap saat melihat apartement Sooyoung.

Changmin mendudukan dirinya di sofa ruang tamu. Sooyoung hanya merutuki Changmin yang tak tau malu. Lihatlah, dia seperti berlaga ini rumahnya sendiri. “Sepertinya kau memasak ramen. Buatkan satu untuk ku,” suruh Changmin membuat Sooyoung mendelik kaget. “Apa? Kau kira aku pembantumu?” elak Sooyoung cepat lalu melempar bantal kearah Changmin. Tapi, sayangnya Changmin menghindar.

“Sudah buatkan saja,” perintahnya lagi dengan seenaknya. Sooyoung ingin sekali memukul namja dihadapannya itu. Sooyoung hanya diam mematung. Mencerna perkataan Changmin. Changmin menyuruh dirinya? “Hei, apa yang kau lihat? Cepatlah!” hardik Changmin dengan menggerakkan tangannya cepat mengisyaratkan untuk Sooyoung segera melakukannya. Benar-benar kejam!

“Namja itu benar-benar mencari gara-gara padaku? Lihatlah, akan kubuat kau benar-benar menderita,” gerutu Sooyoung sembari menyiapkan mie ramen –dengan tidak ikhlas tentunya-.

“Ini!” ucap Sooyoung dengan menaruh mangkuk penuh mie ramen tersebut dengan kasar. “Gomawo, Soo-ah,” ucapnya dengan tersenyum. Membuat sooyoung mendengus kesal. “Kau puas sekarang?” Sooyoung merenggut kesal, namun Changmin hanya memamerkan gigi putihnya.

Sooyoung pun menyenderkan dirinya dipintu. Menatap Changmin dengan sinis. “Jadi, apa kemauanmu kesini? Bukan untuk merebut ramenku kan?”selidik Sooyoung dengan menatap Changmin tajam.

Changmin menolehkan wajahnya, “Ternyata kau pintar ya. Aku kesini untuk latihan,” jawab Changmin yang masih berkutat dengan mie ramennya –mie ramen Sooyoung yang direbutnya-.

Sooyoung pun mendekat kearah Changmin dan duduk disampingnya. “Latihan apa?” tanya Sooyoung menatap Changmin penuh selidik.

“Latihan untuk adegan MV. Aku tau kau itu amatiran dan pasti aktingmu buruk. Makannya, kita harus membuat chemistry diantara kita. Aku tak mau kesialanku bertambah karenamu,” cibir Changmin.

“Kau mencari masalah denganku?” Sooyoung bersiap untuk memukul Changmin. Namun, tangan Changmin meraihnya. Sooyoung tak bisa berontak sekarang. Karena, mereka terjebak pada tatapan mata yang tak bisa lepas. Mata yang indah.

“Berhenti terpesona padaku Shim Changmin,” desis Sooyoung yang dilanjuti senyum meledek. “Hahaha, lihatlah. Kau terpesona padaku.”

Changmin menghempaskan tubuhnya, bersandar pada sofa tersebut. Ia melipat tangannya lalu tersenyum sombong, “Ada juga kau terpesona olehku. Cepat baca!” Changmin memberikan kertas naskah dan menaruhnnya dimeja.

Sooyoung hanya diam. “Tunggu apa lagi? B-A-C-A!” pekik Changmin dengan nada tinggi.

Sooyoung merenggut. Ia pun menyambar kertas tersebut. “Baiklah, Tapi, aku sudah membacanya,” elak Sooyoung.

Mendapat tatapan buas Changmin ia pun mengalah. “Baiklah, aku akan baca lagi. Kau puas?” sunggut Sooyung dengan menjulurkan lidahnya.

“Bacakan yang keras!” perintah Changmin dengan melipat kedua tangannya.

Sooyoung mendesah pasrah. “YoonA dan Yunho sedang berjalan ditaman. Lalu mereka berpapasan saat mereka tertabrak satu sama lain. Hingga, ponsel mereka tertukar,” Sooyoung mulai membacakan tulisan di kertas tersebut untuk Changmin dengar.

“Hei, bukankah ini mirip dengan pertemuan kita? Tapi, bedanya disini romantis. Tidak seperti-” Sooyoung melirik Changmin penuh arti.

“Apa?” Changmin langsung menatap Sooyoung tajam.

Anio,”

“Sudah cepat lanjut,” perintah Changmin lagi. “Kenapa tidak kau sendiri yang baca? Kenapa mesti aku?” gerutu Sooyoung.

“Karena kau amatiran dan aku berniat membantumu bodoh! Jadi, ayo lanjutkan,” jawab Changmin dengan santainya.

Sooyoung memulai lagi membaca naskah. “Lalu Yunho selalu mencari YoonA untuk mengembalikan ponselnya. Dan disitulah dimulai kisah mereka,”

“…… so sweet,” komentar Sooyoung di sela-sela dongengnya untuk Changmin.

Sooyoung terdiam dan berkata, “Eh? Tunggu, kenapa aku mesti baca adegan Yunho oppa dan YoonA onni? Seharusnya aku baca adegan punyaku,” tanya Sooyoung penuh selidik. Changmin hanya tersenyum tipis.

“Hahaha, benar juga. Kenapa kau bodoh?” cibir Changmin.

Sooyoung mendesah frustasi. “Kenapa kau tidak bilang. Kau yang bodoh!” sergahnya.

Changmin mendengus kesal. “Baiklah, biar aku saja. Sini!” Changmin langsung merebut naskah tersebut.

Changmin mulai membaca setiap kata-kata yang terdapat dikertas tersebut. “Baiklah, aku mengerti. Ayo praktek,” Changmin langsung menarik tangan Sooyoung. Dan sekarang posisi mereka saling berhadapan.

Changmin mulai mendekatkan wajahnya mencoba mencium Sooyoung. Sooyoung tidak tau bahwa itu merupakan bagian dari ‘latihan’. Tapi, ia malah menurut. Saat bibir mereka mulai bersentuhan, Sooyoung reflek menjauhkan tubuh Changmin. “Ya! Apa yang kau lakukan?” pekik Sooyoung dengan suara cemprengnya.

Changmin mencubit pipi Sooyoung. “Itu bagian dari latihan kita hari ini,” jawab Changmin yang membuat Sooyoung mengangguk mengerti.

Sooyoung menatap Changmin curiga. “Eh? Kenapa mesti adegam ciuman dulu? Kenapa bukan adegan yang lain?”

“Karena aku tau kau pasti tidak berpengalaman berciuman,”

“Bohong. Kau pasti ingin mencium bibirku kan?” ledek Sooyoung yang membuat pipi Changmin bersemurat merah. Dia sendiri tak mengerti kenapa ia bisa tersipu malu.

Changmin cemberut. Ia kembali melirik Sooyoung kesal. Sedangkan Sooyoung sudah tersenyum geli meledek Changmin.

“Baiklah, ayo kita mulai,” ucap Sooyoung berusaha membujuk Changmin. Melihat Changmin diam seperti membuat ia bersalah.

Changmin mulai luluh. Ia pun memulai lagi dari awal. Mereka saling mendekat. Mata mereka tak saling lepas. Reflek Sooyoung memiringkan wajahnya agar itu memudahkan bibir mereka saling bertaut. Disaat nafas mereka sudah bisa dirasakan mereka hanya diam saling menatap. Degupan jantung mereka kini berdetak lebih cepat. Deruan nafas yang terdengar seakan memburu mereka untuk lebih dekat.

Sooyoung menutup matanya. Kini ia merasakan bibir Changmin yang hangat mendarat di bibirnya. Sooyoung hanya menempelkannya saja. Tapi, Changmin mengharapkan Sooyoung membalasnya. Changmin merengkuh pinggang Sooyoung agar lebih dekat. Berharap Sooyoung membalasnya walau hanya satu kecupan.

Sooyoung langsung menyingkirkan wajahnya, melepas bibir mereka yang saling bertaut. Menghentikan ciuman yang memang tak seharusnya. “Kau benar aku amatiran. Aku tak bisa melakukannya dengan benar,” desis Sooyoung dengan nada frustasi.

“Seharusnya kau membalas. Aku rasa ini baik untuk seorang pemula,” Changmin tersenyum menyemangati Sooyoung. Entah, Sooyoung senang melihat senyuman Changmin yang ini tulus untuknya.

“Aku yakin kau bisa Sooyoung-ah.”

Sooyoung duduk dengan melipat tangannya. Menatap Changmin yang sedang take bagian ia menari. Jika, dilihat Changmin memang terlihat begitu menawan. Seakan ia mempunyai magnet yang membuat yeoja bisa menggilainya.

Tiba-tiba YoonA mengambil posisi tepat disamping Sooyoung. Ia menenggak minuman yang ia bawa. Ia pun menyodorkan minuman satu lagi yang sengaja ia bawa untuk Sooyoung. “Kau mau?”

Sooyoung menolehkan wajahnya lalu menerima minuman tersebut.

YoonA tersenyum penuh arti dengan alis yang saling terpaut. “Apa yang kau suka dari Changmin oppa?”

Sooyoung mengerutkan wajahnya bingung. “Maksudmu?”

YoonA menghela nafas lalu tersenyum kecil. “Sampai kapanpun Changmin oppa takkan melupakan cinta yang sudah memberikan kenangan padanya. Bukan, cinta baru yang belum ada apa-apanya,”

Sooyoung memutar bola matanya. Ia sungguh tak mengerti. “Apa hubungannya kau dan Changmin oppa?” selidik Sooyoung menatap YoonA yang asik menenggak minumannya.

“Aku adalah cinta yang takkan pernah Changmin oppa lupakan,”

To be Continued

16 responses

  1. wah changmin datang ke apartement’a sooyoung trus alasa’a mau latihan buat mv’a nanti…omo mereka ciuman and changmin kaya’a menikmati banget ciuman sama sooyoung sampe ngelumat bibir’a and meluk pinggang sooyoung kaya’a dah mulai ada benih cinta tuch….ih yoona pd banget ngomong kalo doi itu cinta yg ga akan pernah changmin lupakan pengen muntah denger’a….lanjutkan chingu jangan lama2 ya….

  2. wuuaaah changsoo momen ud mulee kliatan nie..
    ah sooyoungie sok” nolak ciuman ma changmin pdahal ma pngen jg tu heheheheee..
    next part ditunggu chingu heheee..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s