You’re The One (Part VII)

 

 Tittle              :  You’re The One (Part VII)

Author            : Icha / Lee Hyeo Rin

Genre              : Romantic,Sad (agak nggak jelas juga kadang – kadang)

Rating                         : G

Cast                 : Kim Yoo Jin (Uee), Kim Ryeowook, Tiffany Hwang, Leeteuk super junior, Super Junior Members, After School   members, Snsd members.

 

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com dan di beberapa blog lainnya. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

Previous Part ~ part 1 – part 2part 3part 4part 5part 6

~          ~          ~

 

Ryeowook POV

 

Jujur aku bingung harus berbuat apa setelah kejadian itu, aku nggak sanggup kalau harus pulang ke dorm. Satu hal yang pasti adalah Teukie hyung pasti akan memusuhi ku. Akhirnya aku memutuskan untuk menginap di rumah sahabat lamaku.

 

Aku mengantar Fany yang kelihatannya sudah mau menangis itu, matanya mulai berkaca – kaca, sepertinya ia mengalami perasaan yang sama denganku, ia pasti takut di musuhi oleh Teukie hyung.

 

“oppa, eotteokhae?” tanya Fany pelan, wajahnya tertunduk, ia meremas tanganku yang saat ini berada dalam genggamannya.

 

“molla Fany~ah, mungkin aku nggak akan pulang ke dorm dulu.”

 

“tapi..”

 

“gwenchana Fany~ah, saat ini pasti Teukie hyung lagi emosi banget sama aku. Aku juga lagi bingung gimana cara jelasin semuanya ke Uee.” Aku menghela nafas, dan sampailah kami di depan pintu SNSD dorm, namun Fany tidak segera masuk. Aku rasa kami perlu berbicara sedikit lagi, aku menyandarkan badanku ke dinding dan Fany melakukan hal yang sama di sampingku.

 

“apa oppa masih tetap sayang Uee?”

 

Aku mengerutkan kening “maksud mu?” tanyaku bodoh.

 

“apa oppa nggak bisa lepasin Uee eonni aja dan tetap bersamaku?”

 

Aku merespon pertanyaan Fany itu dengan lambat oh permintaan lebih tepatnya, aku nggak sangka Fany akan meminta seperti itu dengan jangka waktu yang secepat ini dan tak terduga sama sekali. Aku hanya mencium keningnya “malam ini aku nginap di rumah teman, kamu istirahat ya.” Kataku lalu mengacak – acak rambutnya.

 

Aku tau Fany tidak puas dengan jawabanku yang sangat jelas bahwa aku menghindari permintaannya, tapi yeoja itu nggak mempermasalahkannya lagi, ia mengangguk dan menekan password pintu dan akhirnya masuk kedalam, aku masih tetap di situ selama beberapa saat sampai ku rasa semuanya udah aman. Mungkin Teukie hyung udah balik ke dorm, aku pun melangkahkan kaki ku menuju lift dan setibanya di tempat parkir aku mencari mobilku dan melajukan mobilku menuju rumah teman lamaku untuk menginap.

 

Sinar matahari masuk melalui celah – celah jendela yang telah terbuka, dan ku rasakan badanku di guncang – guncang oleh seseorang.

 

“Wookie~ah, ireona.. dari tadi hp mu bunyi terus tuh” kata temanku.

 

Aku mengulurkan tangan dan meraba – raba hp yang semalam ku letakkan di samping kasur dengan mata tertutup, terlalu malas untuk membuka mata di pagi yang cerah dan dingin ini. Tanganku menemukan sebuah benda yang berdering dan bergetar tanpa melihat siapa penelponnya aku langsung mengangkat telfon itu dan menempelkannya di kupingku.

 

“hmm..?” gumamku.

 

“ya!!! Wookie~ah, kamu tega banget ya ninggalin kita semua kelaparan disini. Kamu tau nggak Sungmin hampir ngebuat dapur kebakaran gara – gara skill masaknya yang di bawah rata – rata itu.”

 

“ini siapa sih?”

 

“astaga, kamu belum bangun? Hoi!!sadar, ini aku Yesung”

 

“eh? Hyung” aku langsung terlonjak mendengar nama sang penelfon, aku menjauhkan hp dan menatap layarnya untuk memastikan, ternyata memang Yesung hyung yang menelfon. “kenapa hyung?”

 

“kita laper Wookie, kenapa kamu nggak pulang sih semalem?”

 

“a-anu hyung, aku ada sedikit masalah..”

 

Selama beberapa saat Yesung hyung hanya terdiam, lalu dengan suara pelan ia berkata “masalah itu, Teukie hyung nggak ambil pusing. Itu kehidupan pribadimu Wookie.”

 

“mwo? Hyung tau tentang masalahku?” tanyaku nggak percaya.

 

“kita ini keluarga Wookie, apa kamu lupa? Semua masalah pasti akan di ketahui oleh semua member, dan semuanya nggak ambil pusing tentang masalahmu. Kami hanya cukup tau tentang masalahmu, dan beres. Kami nggak ikut campur Wookie, semuanya berjalan normal seperti apa adanya.  Dan sekarang kamu cepet pulang!!! Kita laper, ati – ati jalanan licin salju mulai numpuk.”

 

“ne hyung, aku segera pulang, mianhae aku bikin kalian kelaparan” nada penyesalan terdengar di suaraku, bodohnya aku hanya karna masalah ini aku membiarkan semua hyung dan dongsaengku kelaparan. Aku langsung buru – buru mandi dan pergi menuju dorm.

 

=== Author POV ===

 

Begitu Wookie membuka pintu dorm, tercium bau hangus plus asap hitam yang mengepul dari dapur Wookie pun segera berlari dengan panik menuju ruangan kesayangannya itu.

 

“astaga hyung, apa yang terjadi???” tanya Wookie saat ia melihat keadaan dapur yang sangat berantakan, piring kotor di sana sini, bahan makanan pada tumpah ruah nggak karuan, belum lagi lemari tempat penyimpanan bahan makanan yang lainnya juga kebuka dan berantakan. Benar – benar keadaan dapur yang kacau.

 

“Wookie!!akhirnya kamu kembali” sambut Sungmin dengan wajah ceria, berseri – seri, ia pun menyerahkan sendok soup yang sedari tadi di pegangnya ke Wookie, nggak lupa ia melepaskan celemek yang ia pakai dan meletakkannya di bahu Wookie lalu dengan santai ia meninggalkan dapur.

 

“yeah, liat siapa yang kembali. Koki kesayangan kita. Cepat masak Wookie~ah, kami semua kelaparan.” Kata Shindong dengan muka melasnya.

 

“a-arraseo hyung..” akhirnya Wookie masak dengan bahan seadanya plus dapet hadiah membersihkan dapur yang kotornya tak tertahankan itu. Wookie hanya bisa memasak ramen untuk makan semua member pada pagi menjelang siang itu di karenakan keterbatasan bahan. Setelah semuanya siap, ia pun meletakkan mangkuk – mangkuk ramen di meja makan, aromanya tercium kemana – mana membuat semua member menghampiri meja makan tanpa harus di panggil.

 

Wookie pun mengamati wajah – wajah bahagia dari hyung dan dongsaengnya, tapi sesaat kemudian mereka semua tersadar ada satu bangku yang masih kosong, bangku itu yang biasa di duduki leader kebanggaan mereka.

 

“oh,” Siwon membuka percakapan “tadi kan Teukie hyung abis nganter kan? Mungkin sebentar lagi pulang.” Kata Siwon yang di ikuti anggukan kepala dari semua member.

 

“nganter apa hyung?” tanya Wookie nggak ngerti.

 

“ahh..Wookie~ah, sejak kapan ramenmu jadi terlalu asin seperti ini?” Heechul memprotes masakan Wookie yang tujuan sebenarnya adalah mengalihkan perhatian.

 

“ah? Jeongmal? Aigoo, mianhae hyung..mungkin aku terlalu banyak ngasih garem”

 

“yah!! Wookie~ah, sepertinya kamu udah nggak sabar untuk nikah ya? Sampai masakanmu terlalu asin kayak gini? Wahahahahaha..” celutuk Donghae, semua member pun ikut tertawa karna ucapan Donghae itu, yang di goda hanya bisa menunduk malu.

 

Leeteuk POV

 

Aku mengemudikan mobil ku dengan lambat, menuju after school dorm. Di sebelahku tentu saja ada… Uee, dan yeoja itu terlihat sangat muram, tanpa ada semangat sedikitpun yang dulu ia miliki. Padahal aku lebih senang melihatnya ceria seperti dulu. Ia mengarahkan pandangannya ke pemandangan di luar jendela, namun entah apa yang di lihatnya, tatapan matanya kosong.

 

“jadi apa tindakanmu selanjutnya Uee~ah?” tanyaku membuka percakapan, tangan kananku memajukan tongkat persneling.

 

“ne?”

 

“apa yang mau kamu lakukan setelah ini?”

 

“molla” ia menghela nafas lalu menundukkan kepalanya, “mungkin aku akan melupakannya.”

 

“apa kamu bisa?”

Ia menggeleng, “nggak tau oppa, atau mungkin nggak bisa..mollayo..” jawabnya ragu sambil menggosokkan kedua telapak tangannya, aku menaikkan temperature alat pemanas di mobil.

 

Entah apa yang ku lakukan, tanpa sadar aku mengusap kepalanya lalu menggenggam tangannya untuk ikut memegang persneling bersama tanganku. Aku melirik nya dari sudut mataku, ia menunduk dan wajahnya memerah.

 

“pelan – pelan pasti kamu bisa kok lupain dia Uee~ah..”

 

Uee POV

 

Aku masih nggak ngerti dengan ucapan Teukie oppa waktu di kamar tadi, “kalau Wookie nggak bisa bikin kamu bahagia, aku yang akan membuatmu bahagia Uee..” asshh.. apa sih maksudnya? Aku mau tanya kan juga malu, ketahuan dong kalau lemot ku tingkat akut >.<

 

Tapi, aku harus memikirkan perasaanku juga. Apa aku harus putus sama Wookie oppa? Sepertinya emang harus, sepertinya dia nggak bahagia denganku.

 

Aku memandang keluar jendela, dan melihat keadaan kota seoul saat ini yang sedang tertimbun salju hampir semuanya berwarna putih.

 

“jadi apa tindakanmu selanjutnya Uee~ah?” suara Teukie oppa membuyarkan lamunanku.

 

“ne?” ah, aku memang tidak terlalu mendengar ucapan Teukie oppa tadi.

 

“apa yang mau kamu lakukan setelah ini?” ia mengulangi pertanyaannya, sukses membuatku tercengang. Apa yang mau aku lakukan setelah ini? Aku bahkan belum sempat memikirkan apa yang harus ku lakukan setelah ini.

 

“molla” jawabku sambil menundukkan kepala, aku memainkan jari – jariku yang berada di pangkuanku. “mungkin aku akan melupakannya.” Lanjutku dengan suara yang tercekat, cih..melupakannya? cibirku pada diriku sendiri dalam hati.

 

“apa kamu bisa?”  tanya Teukie oppa lagi, skak matt.

 

“nggak tau oppa, atau mungkin nggak bisa..mollayo..” aku menjawab dengan penuh keraguan, memang aku sampai saat ini nggak yakin apakah aku bisa melupakannya atau tidak. Tapi mau nggak mau aku harus rela meninggalkannya, kebahagiaan Wookie oppa bukan padaku. Mendadak ku rasakan udara di dalam mobil menjadi lebih dingin walau sebenarnya Teukie oppa telah menyalakan alat pemanas, entah memang mendingin atau aku yang mendadak gugup karna percakapan kami barusan. Jujur, percakapan ini menyiksaku. Aku menggosokkan kedua tanganku agar lebih hangat, ku lihat Teukie oppa menaikkan suhu alat pemanas.

 

Tiba – tiba ia mengusap kepalaku dan menarik tanganku ke dalam genggamannya untuk memegang tongkat persneling bersama – sama, tangannya yang besar itu ternyata cukup hangat, dan aku merasa kehangatannya itu mengalir di tubuhku, mengikuti aliran darahku dan menuju ke otakku, wajahku memerah karna malu, aku menunduk untuk menyembunyikan wajahku yang memerah.

 

Entah kenapa, kadang di saat seperti ini, aku merasa bahwa Teukie oppa seperti malaikat pelindungku. Cuma dia yang bisa membuatku nyaman dan merasa semuanya akan baik – baik aja.

 

“pelan – pelan pasti kamu bisa kok lupain dia Uee~ah..” Ucapnya lagi, kemudian ia memundurkan tongkat persnelingnya, tanganku masih berada dalam genggamannya, ya.. mungkin pelan – pelan aku bisa melupakannya, tapi bisa saja pelan  – pelan aku malah makin mencintainya.

 

“udah sampai Uee~ah” kata Teukie oppa sambil mematikan mesin mobilnya, ku lihat dorm ku telah berada di depan kami. Aku mengangguk sambil tersenyum.

 

“ayo masuk dulu oppa, Kahi eonni pasti mau ketemu oppa” ajakku seraya melepaskan tanganku dari genggamannya.

 

“ah, mianhae Uee~ah..kali ini aku nggak bisa mampir, aku buru – buru.” Katanya, lalu ia mengambil sesuatu dari jok belakang yang ternyata adalah sebuah jacket. Ia memakaikan jacket itu padaku “di luar dingin Uee~ah, jangan sampai kamu tambah sakit” ia merapikan letak jacket itu, memandang mataku dan mencium keningku lembut. “titip salam aja buat Kahi ssi, mianhae aku nggak sempat mampir, hati – hati ya.”

 

=== Dorm Super Junior ===

Leeteuk POV

 

“annyeong” sapaku sambil membuka pintu dorm, beberapa member yang sedang duduk di ruang tv pun menoleh ke arahku.

 

“annyeong hyung, kenapa lama banget?” tanya Eunhyuk, aku hanya tersenyum simpul dan berjalan menuju kamarku, mengganti bajuku dan keluar lagi menuju ruang makan.

 

“Wookie~ah?” tanyaku saat aku melihat sosok yang sangat familiar memunggungiku, ia sedang membersihkan kompor. Sesaat ku lihat badannya sedikit menegang, entah kaget atau apa.

 

“umh, annyeong hyung, kamu udah pulang?” tanya nya setelah membalikkan badan, benar dugaanku, dia Wookie.

 

“ne, sepertinya anak – anak udah pada makan ya? Mereka semua kelihatan tenang, mana jatahku Wookie~ah ?” aku mendekatinya, meminta jatah makanku.

 

“n..ne hyung, aku hangatkan sebentar, tadi ramenmu aku masukkan ke kulkas.” Katanya dengan gugup ia pun membuka pintu kulkas, mengambil semangkuk ramen dan memasukkannya ke dalam microwave.

 

Selama beberapa saat kami saling terdiam, rasa canggung pun menghantui diriku. Hingga akhirnya microwave pun berbunyi, tanda makananku telah selesai di hangatkan, Wookie mengeluarkan mangkuk ramen itu dengan menggunakan sarung tangan, dan meletakkannya di meja makan, asap yang mengepul menggugah selera makanku aku duduk di meja makan dan mulai menyantap ramen.

 

“i-ini minum mu hyung.” Kata Wookie.

 

“gomawo.”

 

“emh..” Wookie duduk di hadapanku “a-anu hyung..” ucapnya terbata – bata. Aku sudah tau maksud nya.

 

“tenanglah Wookie~ah, anggap saja seperti biasanya. Aku nggak mau mencampur adukkan urusan pribadi dengan urusan group.” Kataku tanpa menunggu kalimat yang akan keluar dari mulutnya.

 

Ia hanya menunduk.

 

“berarti kamu udah nggak suka sama Uee lagi ya Wookie~ah?” kataku sambil tertawa, aku menggodanya dan berusaha mencairkan suasana.

 

“molla hyung, aku bingung sama perasaanku yang sekarang.”  Akhirnya dia mulai terbuka denganku.

 

“wajar, seseorang yang dari dulu kamu idam – idamkan, yang dulu menolakmu, sekarang datang lagi dan menawarkan cintanya padamu. Aku pikir, kalau sekarang kamu jadi bingung itu hal yang wajar. Dan..kalau aku liat, sepertinya kamu lebih bahagia sama Fany ya Wookie~ah?”

 

“apa kamu lihat seperti itu hyung?” ia malah balik bertanya dengan wajah polosnya.

 

“ne, kalau gitu, boleh Uee buat ku?” tanyaku mantap.

 

Ryeowook POV

 

Bagus sekali Sungmin hyung itu, dengan skill masaknya yang masih standart, di bantu hyung yang lainnya mereka sukses membuat dapur seperti kapal pecah sekarang. Katanya sih mau bantu, bantu apanya? Yang ada malah bikin dapur jadi acak adul gini.

 

Hais, setelah membuatkan mereka ramen, masih ada tugasku bersihin dapur, kenapa sih hyung – hyung ku itu pada tega, ngebiarin aku bersihin dapur yang kacau ini sendirian?

 

Aku ngedumel sambil mulai membersihkan dapur, tadi pada protes katanya ramen ku asin, padahal aku makan baik- baik aja tuh. Aigoo, kayaknya lidah hyung – hyungku yang udah mulai tua itu makin nggak beres aja deh. Aku mengambil tumpukan mangkuk yang kosong dan meletakkannya di tempat cuci piring, dan memasukkan ramen milik Teukie hyung ke dalam kulkas.

 

“yak!! Wookie~ah, kasian banget kamu harus beresin dapur sendirian” kata Donghae hyung yang entah datang darimana, dia mengambil air dingin dan meminumnya.

 

“jangan Cuma kasian aja dong hyung, bantuin kek dikit” cetusku sambil mengelap meja makan.

 

“oh, arraseo aku bantu cuci piring aja ya.” Katanya, ia menggunakan sarung tangan dan dengan cekatan ia mulai mencuci piring dan panci yang kotor.

 

“hyung, Teukie hyung kemana sih?” tanyaku penasaran.

 

Tidak ada jawaban, yang terdengar hanya suara air mengucur dari keran.

 

“dia lagi nganter Uee pulang ke dorm, udah ya Wookie, aku udah selesai.” Kata Donghae hyung lalu keluar dari dapur.

 

‘nganter Uee ke dorm? Emang mereka habis darimana?’ pikirku sambil mengelap kompor.

 

“Wookie~ah?” panggil seseorang dari belakangku dan suaranya sangat ku kenal. Suara Teukie hyung, aku belum siap bertemu dia secepat ini.

 

Aku membalikkan badan dan berusaha untuk membuat wajahku sebiasa mungkin, “umh, annyeong hyung, kamu udah pulang?”

“ne, sepertinya anak – anak udah pada makan ya? Mereka semua kelihatan tenang, mana jatahku Wookie~ah ?” katanya dengan suara yang juga biasa. Astaga hyung, kalau kamu seperti ini aku justru jadi gugup. Kenapa kamu bersikap seolah tidak terjadi apa – apa hyung? Lebih baik aku di beri hukuman dari pada kamu bersikap seperti ini.

 

“n..ne hyung, aku hangatkan sebentar, tadi ramenmu aku masukkan ke kulkas.” Kataku sambil mengambil ramen jatah Teukie hyung dari kulkas, dan menghangatkannya di microwave. Aku diam, begitupun dengan Teukie hyung, kami berdua terdiam. Aku merasa canggung jadinya, setelah ramen siap, aku meletakkanya di meja makan, dan Teukie hyung langsung menyerbu nya tanpa basa – basi. Aku menuangkan air ke gelas dan meletakkannya di sebelah mangkuk ramen itu.

 

“i-ini minummu hyung”

 

“gomawo” hanya itu jawabannya, mungkin karna ia sedang focus pada ramennya.

 

Aku harus memulai pembicaraan ini, aku nggak bisa terus di hinggapi rasa cangggung pada hyung, tapi aku harus ngomong apa? Otakku bekerja keras memikirkan apa yang harus aku bahas, hingga membuat keringatku bercucuran di hari yang sedingin ini.

 

“emh..a-anu hyung..” aish.. pabo!! Kenapa aku jadi terbata – bata gini?

 

“tenanglah Wookie~ah, anggap saja seperti biasanya. Aku nggak mau mencampur adukkan urusan pribadi dengan urusan group.”

 

Kini aku mulai di hinggapi rasa bersalah.

 

“berarti kamu udah nggak suka sama Uee lagi ya Wookie~ah?” katanya sambil tertawa, menunjukkan lesung pipi nya yang khas. Pertanyaan yang sukses mentohok hatiku, aku sendiri pun belum mengetahui bagaimana perasaanku sekarang. Cinta lama, cinta baru…

 

“molla hyung, aku bingung sama perasaanku yang sekarang.”  Jawabku, ya aku memang nggak tau gimana perasaanku. Di satu sisi aku bahagia karna Fany akhirnya mengerti perasaanku, tapi di sisi lain aku masih menyayangi Uee.

 

“wajar, seseorang yang dari dulu kamu idam – idamkan, yang dulu menolakmu, sekarang datang lagi dan menawarkan cintanya padamu. Aku pikir, kalau sekarang kamu jadi bingung itu hal yang wajar. Dan..kalau aku liat, sepertinya kamu lebih bahagia sama Fany ya Wookie~ah?”

 

Wajar? Ya, mungkin itu memang kata yang tepat untuk saat ini. Bagaimana tidak, seseorang yang dulu aku cintai kini membalas perasaanku, tapi bagaimana dengan perasaan Uee? Teukie hyung bilang barusan aku lebih bahagia dengan Fany?

 

“apa kamu lihat seperti itu hyung?” tanyaku tak percaya, benarkah aku lebih bahagia dengan Fany?

 

“ne, kalau gitu, boleh Uee buat ku?”

 

Nyaris. Pertanyaan itu nyaris membuat jantungku berhenti berdetak, gimana nggak, ucapan Teukie hyung udah kayak petir di siang bolong, aku hanya bengong sambil menatap dia yang sedang asyik mengunyah ramennya.

 

“kamu kan udah bahagia sama Fany, dan Uee juga harus bisa dapat kebahagiannya kan? Kali ini, biar aku yang coba buat dia bahagia.” Ia meneguk minumannya dan mengelap bibirnya dengan tissue. “aku udah selesai makan, gomawo untuk ramennya Wookie~ah, oh iya, hari ini masakanmu sedikit asin.” Ia meninggalkanku sendirian di dapur.

 

Apa yang dia bilang tadi? Dia mau coba buat Uee bahagia? Apa maksudnya? Dia mau ambil Uee dari aku? Aku mengacak – acak rambutku. Benarkah aku bahagia dengan Fany? Benarkah aku tidak menyukai Uee lagi? Semua pertanyaan itu terus berputar dalam benakku.

 

=== You’re The One ===

 

Uee POV

 

“aish!! Uee, kamu lagi mikirin apa sih? Focus donk Uee.” Hentak pelatih Lee padaku, latihan kali ini memang paling buruk menurutku, aku tidak bisa berkonsentrasi sama sekali.

 

“mianhae” ucapku.

 

“ya sudah, latihan hari ini cukup.” Kata pelatih Lee pada akhirnya, semua membubarkan diri dan meletakkan drum band beserta stik nya di sudut ruangan latihan. Aku yang paling akhir membereskan alat – alat latihanku.

 

Jooyeon eooni mendekatiku sambil membawa sebotol minuman isotonic. “dengar – dengar kamu sekarang dekat sama Leeteuk oppa?” ia menyerahkan botol itu padaku dan ia meminum minumannya sendiri.

 

Aku mengerutkan kening “eonni tau darimana?”

 

“ya, aku Cuma liat kamu aja akhir – akhir ini, Teukie oppa sering jemput kamu kan. Bagus deh Uee, kamu jadi nggak begitu terpuruk sama keadaan yang kamu alami.”

 

“a-aniyo,,, aku Cuma anggap dia oppa ku aja kok eonni, nggak lebih. Dia emang baik banget sama aku, aku mulai bisa lupain Wookie oppa sedikit demi sedikit” jawabku sambil meneguk minumanku. Akhir – akhir ini Teukie oppa emang sering banget ajak aku main keluar, bahkan kadang dia suka ngasih aku kejutan – kejutan kecil. Kayak kemarin, aku baru di belikan jam bergambar hello kitty kesukaanku, dia bilang supaya aku bisa terus ingat dirinya tiap saat, tiap menit, tiap detik, sama seperti jam itu.

 

Aigoo.. kadang aku suka di buat salah tingkah dengan sikapnya yang super perhatian, tapi aku nggak mau sampai salah mengartikan sikap baiknya padaku. Mungkin dia begitu karna emang mau bantu aku melupakan Wookie oppa. Ku dengar hp ku berbunyi dari dalam tas tanda ada sms masuk, aku mengambil tasku dan melihat siapa yang sms.

 

“kyaa..” jeritku sambil buru – buru merapikan barang – barangku.

 

“kenapa Uee?” tanya Jooyeon eonni yang sepertinya kaget mendengar teriakanku barusan.

 

“Teukie oppa mau ajak jalan katanya, annyeong eonni.”

 

“kekekeke..katanya nggak lebih, tapi kok seneng banget di ajak jalan? Ya udah ati – ati Uee.”

 

Aku tersenyum lalu mengangguk, berlari – lari kecil menuju tempat parkir yang letaknya di belakang studio latihan AS. Aku mengetuk jendela kaca mobil Teukie oppa dan ia segera membuka kunci pintu hingga aku dapat masuk ke dalam.

 

“hiaaah..hari ini dingin banget..” kataku setelah duduk di dalam mobil.

 

Teukie oppa tersenyum “iyalah dingin, kamu nggak ganti baju abis latihan kan?”

 

Aku bengong mendengar ucapannya dan mulai menatap bajuku pelan, astaga pantas terasa dingin, aku masih pakai tanktop yang ku gunakan untuk latihan hari ini. Dan aku nggak bawa jacket sama sekali, aku cengengesan.

 

“pasti nggak bawa jacket lagi kan? Hmm.. udah ku duga” katanya, lalu ia lagi – lagi mengambil jacket dari bangku belakang dan memakaikannya padaku, dan menatap mataku dalam – dalam. “kamu tuh suka cari penyakit ya?”

 

Wajahku memanas, “a-aniyo oppa..aigoo.. gomawo oppa, udah ada berapa jacket oppa di aku yang belum aku kembalikan.”

 

Ia tertawa lalu memelukku, mengusap rambutku dan mencium keningku “gwenchana, aku punya banyak stock jacket di dorm, kita jalan sekarang?”

 

Ya!! Teukie oppa selalu seperti ini, membuatku..aish.. kadang aku nggak bisa mengendalikan perasaanku, mungkin nggak sih kalau aku mulai jatuh cinta?

 

Ia melajukan mobilnya dan ternyata tujuan kami hari ini ke sebuah café, dia bilang dia mau ajak aku makan kue hari ini. Senangnya, udah lama aku nggak makan kue. Dan ternyata café yang kami kunjungi adalah café tempat pertama kali aku bertemu dengan Wookie oppa.

 

“oppa kita ke sini?”

 

“ne, kata Yesung strawberry cake di sini enak, kamu suka strawberry cake kan?” jawabnya polos.

 

Aku tertegun, masih terdiam menatap bangunan klasik yang berdiri di hadapanku dari dalam mobil. Seseorang mengetuk kaca jendela mobil yang ternyata Teukie oppa, ya! Sejak kapan dia ada di luar? Aku mengambil nafas, memantapkan hatiku kemudian aku mengikuti Teukie oppa menuju café langgananku itu.

 

=== Author POV ===

 

“annyeonghaseyo” sapa pelayan café, “ah, Uee ssi, lama nggak datang ke café ini” kata si pelayan café yang sudah sangat Uee kenal, mungkin hampir semua yang bekerja di café ini tau tentang Uee.

 

“annyeong, mianhae aku sibuk banget” balas Uee sambil tersenyum, sedangkan Leeteuk hanya tercengang melihat kejadian ajaib ini.

 

“arraseo Uee ssi, ah, meja tempat biasa mu sedang terisi oleh tamu yang lain, hari ini café sangat full”

 

“gwenchana, aku bisa di meja yang lain”

 

Tak lama si pelayan beserta Uee dan Leeteuk pun sudah sampai di sebuah meja yang kosong, sementara itu Leeteuk membolak – balik buku menu.

 

Gemerincing pintu café berbunyi lagi, tanda ada tamu yang masuk.

 

“annyeong Teukie oppa” sapa seseorang, yeoja.

 

Suara yang sangat mereka kenal, dan…

 

“Fany? Wookie?”

 

“wah, kebetulan sekali kita ketemu di sini ya” kata Fany dengan suaranya yang riang, di sampingnya berdiri Wookie dengan kepala yang tertunduk. “kalian lagi apa? Kencan ya?” Ia menggandeng lengan Wookie, Leeteuk hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban.

 

“kami boleh gabung di sini ya? Meja yang lain penuh” lanjut Fany.

 

“silahkan, nggak apa kok” kata Leeteuk yang langsung di sambut senyum sumringah dan eyes smile milik Tiffany.

 

Mereka ber empat berusaha untuk ngobrol seperti biasa seolah tidak ada yang terjadi, meskipun Uee dan Wookie jadi orang yang pendiam saat ini. Sesekali Leeteuk nyuapin cake buat Uee dan Fany Wookie pun nggak mau kalah mesra. Setelah beberapa jam dalam keadaan seperti ini, akhirnya semuanya pun berakhir.

 

=== You’re The One ===

 

Ryeowook POV

 

Aish, bener – bener hari yang sial. Di saat aku lagi galau dengan semua ini kenapa aku harus ketemu pasangan itu di café, dan kenapa café harus penuh sampai kami harus duduk bareng mereka?

 

Teukie hyung, benarkah kamu mencintai Uee? Kenapa rasanya aku nggak bisa nerima ini semua?

 

Aku memutuskan untuk pergi ke beranda dorm, dengan menggunakan baju seadanya toh malam ini nggak terlalu dingin seperti malam – malam kemarin. Aku memandangi langit malam yang kelam, mungkinkah aku harus merelakan mereka berdua? Aku udah punya Fany kan? Yeoja itu kan yang aku cintai dari dulu? Tapi bagaimana dengan Uee?

 

“jadi sekarang kamu lebih memilih siapa Wookie~ah?” tanya Teukie hyung yang tiba – tiba saja sudah berada di sampingku.

 

“aish hyung, kamu nyaris bikin aku jantungan.” Kataku sambil mengusap – usap dadaku.

 

‘hmph.. kamu udah bisa memutuskan pilihan mu wookie?”

 

“hyung, apa bener kamu pacaran sama Uee?”

 

“menurut kamu?” Teukie hyung malah bertanya balik, keheningan pun hinggap di antara kami, aku belum bisa menjawab apa – apa.

 

“aku belum siap kehilangan Uee hyung.” Kataku pada akhirnya. Ya, memang untuk saat ini ternyata aku memang nggak bisa kehilangan yeoja polos itu. “jujur hyung, aku cemburu banget tadi liat kalian di café.” Aku kembali memandang langit, Teukie hyung pun melakukan hal yang sama.

 

Leeteuk POV

 

Cemburu? Jadi itu kah perasaan eternal magnae ku yang sesungguhnya? Ia cemburu melihatku dengan Uee? Hmm.. dasar magnae, segitu muda nya kah kamu sampai masih labil dengan perasaan mu sendiri? Itu hanya perasaan sesaat Wookie~ah.

 

Belum siap kehilangan Uee? Kalau itu yang di rasakan, kenapa berani menyulut api?

 

“terus gimana dengan Fany?” tanyaku.

 

“aku akan meninggalkannya mungkin”

 

“mungkin?” aku mengulang ucapannya.

 

“ah, aniyo.. pasti hyung.”

 

Lihatlah Wookie, kamu masih bimbang dengan perasaanmu sendiri, apa aku harus melepaskan Uee untuk seorang labil sepertimu?

 

Aku hanya mengangguk menanggapi ucapannya.

 

“kalau begitu, kita ber empat bertemu lagi di café yang tadi besok ya.” Kataku sambil menepuk punggungnya, dan kembali masuk ke dalam dorm.

 

Tugasku sudah selesai.

 

~          ~          ~

 

TBC….

 

Ahahaha,, annyeong readers.. mianhae author baru bisa post part 7 sekarang, di karnakan sidang skripsi (curhat) #plak!

Ternyata.. masih TBC.. di tunggu part 8nya yaa… *ngedip2*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12 responses

  1. Akhirnya part 7 nya si post juga….
    ampe garing nunggunya eonnie…hehehhehe….

    makin penasaran deh ma kelanjutannya..
    ditunggu part 8 nya! jangan lama2 ya….

    Eonnie Hwaiting!!!

  2. Wuuuaaaah lma bgt chingu nongolny, untg rda panjang jd dimaafkan dh heheee..
    Waaah teukie hyung sbnerny ad mxd nie kyany, sprtiny dy pny rncana tp ap rncanany y??
    Aduuh fany fany tiffany qm ga ush ma wookie mndg ma hae hyung atw siwon hyung aj dh..
    Ditunggu next partny

  3. akhirnx publish part7x..leeteuk mw ngasih cobaan bwt wookie oppa ya??biar bsa mlih sapa yg benerx dcintaix??ntr milih sapa wookie oppa??fany ato uee??
    G sbr nungguin part 8..hehehehe

  4. Kyaaaaaa teukie romantis banget, mau donk digituin, berhati malaikat banget.
    Jd ceritanya teukie mau nyatuin wookie ma uee lagi y? Tp aq lebih suka leetuk & uee drpd ma wookie.hehehe
    Ditunggu part 8

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s