Other Side part 1

Title : Other Side
Author : Qey.yeonSone
Main cast : SNSD’s member
Other cast : Temukan sendiri!
Rating : PG 15
Length : Chaptered
Genre : Mystery, Thriller
Disclaimer : all is mine except the cast

~Annyeong~~ ini FF kedua yang saia post di KoFaLo, hope you like it all ^^~

~~

~NORMAL  POV~

~~

“MWOYA??” pekik Tiffany.

Ia menjatuhkan ponsel sekaligus badannya ke lantai. Badannya bergetar hebat. Tangan dan kakinya terasa dingin.

“Waeyo Fany-a?” Taeyeon dan Seohyun sudah datang ke samping Tiffany. Mereka terlihat panik saat melihat Tiffany sangat syok.

“Hiks, aniyo… Ini tidak mungkin terjadi.” racau Tiffany.

“Waeyo?” tanya taeyeon panik.

“Me…mereka…” Tiffany memijit pelipisnya sambil menangis.

“MEREKA SIAPA MIYOUNG! KATAKAN DENGAN JELAS!” bentak Taeyeon tidak sabar.

“Ro… Rombongan yang menjemput Jessica di bandara. Sooyoung, Sunny, Jessica dan Hyoyeon…” Tiffany menjedanya sebentar, mengatur nafasnya sedemikian rupa. “Merekaa… Kecelakaan…” bisik Tiffany.

~~

Taeyeon mengelap wajahnya kesekian kalinya. Campuran antara air mata dan keringat dingin seakan tak henti-hentinya menghiasi wajah cantiknya. Make up tipis yang melekat di wajahnya, sudah tidak berbekas. Hilang sama sekali. Maskara yang ia kenakan pun luntur, membuat air matanya menghitam.

Di sebelahnya, Seohyun dan Yoona pun sama. Mereka masih terisak. Sesekali Yoona mengalihkan pandangannya ke pintu ruang ICU yang sedang mereka tunggui. Berharap seseorang keluar dari sana dan berkata ‘Mereka baik-baik saja’

Yuri dan Tiffany tengah berusaha merangsek masuk ke Rumah Sakit menyusul Taeyeon di dalam. Tapi itu cukup sukar karena puluhan wartawan sudah menunggu Yuri dan Tiffany. Menanti sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah berputar-putar di benak mereka.

Seohyun duduk sambil menunduk. Mulutnya tak henti melafalkan beberapa potong doa untuk unnie-unnienya yang tengah menghadapi masa krisis mereka.

Yuri dan Tiffany datang sambil terengah-engah. Jelas sekali tergambar dari bahasa tubuh mereka bahwa mereka baru saja berlari.

“Mengerikan…” desah Yuri sembari masih mengontrol nafasnya. “Wartawan dimana-mana. Dan tadi berusaha mengejar kami berdua. Manager Oppa bahkan belum bisa masuk kemari.”

“Sebenarnya apa yang mereka pikirkan?” sahut Seohyun. “Apa mereka dengan lancangnya hendak mewawancarai kita? Apa mereka tidak memikirkan perasaan kita sama sekali??” lanjutnya kesal.

“Mereka bahkan tidak sempat memikirkannya Seo, yang mereka pikirkan adalah membuat berita lalu mendapat uang.” geram Yoona.

Setelah itu hening…
Mereka sibuk dengan dunianya masing-masing.

~~

Taeyeon POV

“Mereka semua baik. Terutama Nona Jessica Jung dan Nona Lee Soonkyu. Bahkan Nona  Jung sudah sadar. Ia beruntung karena hanya mendapatkan luka ringan. Sedangkan Nona Choi Sooyoung dan Nona Kim Hyoyeon masih koma. Mungkin mereka akan siuman beberapa hari lagi mengingat lukanya yang parah hanya di bagian kepala.”

Aku dan empat orang tua lainnya mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama. Kudengar dengan jelas tangis Nyonya Kim yang ada di sebelahku bertambah keras. Seolah tak mau ketinggalan, tangis Nyonya Choi juga tak dapat dibendung. Dengan cepat, ia keluar dari ruang dokter. Masih kudengar jerit histerisnya memanggil tuan Choi, suaminya.

Aku menatap Nyonya Kim yang masih saja menangis. Kini Nyonya Jung dan Nyonya Lee berusaha menenangkan Nyonya Kim.

Untuk saat ini, aku tidak bisa berfikir. Kepalaku terasa berputar-putar. Hatiku terus menanyakan hal yang sama ‘Bagaimana nasib SNSD selanjutnya?’

~~

Super Junior Oppa datang ke rumah sakit. Donghae Oppa dan Eunhyuk Oppa menangis melihat yeoja chingu mereka. Aish, bisa tidak sih mereka tidak menangis? Aku sudah melihat banyak orang menangis hari ini. Aku memang kedengarannya egois. Aku tidak peduli. Aku sudah tidak tahan melihat orang menangis lagi.

Oia, ngomong-ngomong bukankah Jessica sudah sadar? Aku belum menjenguknya. Apa dia baik-baik saja?

~~

Jessica tergeletak lemah di ranjang rumah sakit. Sejauh ini, kulihat tidak ada hal yang terlalu parah dari badannya. Hanya luka memar kebiruan yang menghiasi tangan, kaki dan bahkan wajahnya.

“Sica?” panggilku padanya.

Jessica menengok siapa yang datang. Ia memandangku dengan tatapan… err… Sulit diartikan. Rautnya datar. Bahkan sangat datar. Aku sedikit bingung, apa dia sebenarnya masih belum sadar sepenuhnya? Tapi jelas-jelas tadi dia sudah berbincang dengan umma-nya. Bahkan sudah bercengkrama dengan namja-chingunya, Donghae Oppa. Kenapa dengannya?

“Sica?” panggilku sekali lagi. Berharap Jessica sedikit merespon.

Wajahnya masih sama seperti tadi. Hanya saja arah pandangannya tidak lagi mengarah padaku. Aku masih menatapnya bingung. Raut wajahnya kosong. Tidak ada ekspresi sama sekali. Seakan dia baru saja diambil rohnya.

Aku sedikit bergidik. Mungkin saja Jessica sekarang sedang tidak mau diganggu. Kupikir Sica Effect sudah lama tidak berlaku. Ternyata sekarang ia kembali mengulangnya.

Tanpa mengatakan apa-apa, aku keluar dari kamar itu.

~~

Hari ini sudah hari ke tiga Jessica, Hyoyeon, Sunny dan Sooyoung dirawat di rumah sakit.
Yang masih belum bangun hanya Sooyoung. Sunny siuman beberapa saat setelah Jessica. Lalu Hyoyeon bangun kemarin. Benar-benar jauh lebih cepat dari perkiraanku. Kufikir mereka akan koma selama beberapa minggu.

Masalah Sica Effect itu masih terus berlaku hingga hari ini. Dan rupa-rupanya, yang memperoleh Sica Effect itu bukan hanya aku. Tapi juga member lain. Jessica bersikap dingin pada semua member.

Dan yang paling aku herankan. Sunny juga sama bermuka datarnya dengan Jessica. Dia tidak mengatakan apapun saat kami -SNSD yang tidak kecelakaan- menanyai mereka. Ini sama persis dengan apa yang dilakukan Jessica padaku dan yang lainnya.

Apa mereka terbentur kepalanya bersamaan? Itu sebabnya mereka bangun dengan wajah batu dan bersikap seperti robot?
Aish! Taeyeon! Apa yang kau pikirkan?

~~

aku dan Tiffany tengah berjalan menuju depan kamar Hyoyeon. Pagi ini, dia bangun dari komanya.

“Menurutmu Hyoyeon juga akan bersikap seperti Jessica dan Sunny?” tanya Tiffany.

Aku mengendikkan bahuku.
“Mollasseo. Aku harap tidak. Aku tidak suka melihat wajah-wajah datar seperti itu.”

“Ne. Seperti zombie saja. Oh iya. Asal kau tahu, tadi pagi aku kembali menjenguk Jessica. Dan ekspresinya masih sama dengan saat aku pertama menjenguknya.”

“Menurutmu kenapa mereka seperti itu?”

“Molla. Mungkin karena terlalu syok.”

aku mengangguk-anggukkan kepalaku setuju.

~~

Hyoyeon terlihat lebih parah dari keadaan Jessica dan Sunny. Tangannya dibalut gips penyangga, menandakan bahwa tangannya patah. Kepalanya juga dibalut perban.

Saat kami mendekati ranjangnya, dia menoleh.

“Hyoyeon? Gwenchana?” tanya Tiffany membuka percakapan.

“Hmm…” Yah, setidaknya ada respon.

“Apa masih sakit?” tanyaku.

Hyoyeon hanya mengangguk lemah. Wajahnya datar. Persis seperti Jessica dan Sunny. Hanya saja dia merespon ucapan kami. Tidak seperti Jessica dan Sunny yang hanya berdiam.

Senyap. Tidak ada yang bicara lagi. Sebenarnya bingung hendak membicarakan apa lagi. Melihat respon yang diberikan Hyoyeon memang sangat minim.

~~

Jessica dan Sunny sudah diperbolehkan pulang. Entah mengapa, mereka memilih tinggal di dorm saat masa-masa pemulihan. Padahal Nyonya Jung dan Nyonya Lee sudah bersikeras menyuruh anaknya untuk pulang ke rumahnya.

Tapi, Jessica seolah menyumpal telinganya, ia tidak mendengarkan perkataan ummanya. Sunny juga sama. Aish, molla. Itu bukan urusanku. Aku tidak mau ikut campur urusan umma dan anak yang kini terlihat sedang berdebat itu.

Yoona datang tergesa. Mengalihkan pandanganku sejenak dari dua orang yang sedang bertengkar itu.

“Unnie. Sooyoung unnie sudah siuman.”

“Jinjja?”

Yoona mengangguk mantab.

~~
END of part 1
~~

Like dan komen… ^^

15 responses

  1. Waaaah qreeen, akhirny ad ff snsd full member lg heheee..
    Ap yg trjadi dgn keempat member snsd yg lain?mngapa sica fx nyangkut ktiga member lainny?ingin tw jwabanny?ykin ingin tw jwabanny?
    Qta tunggu di part slanjutny, ayo chingu jgn lma”, hwaiting

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s