HOW TO KEEP LOVING YOU part 3 FULL

Author: chiaki handa a.k.a fira

Cast: cho kyuhyun, ntar juga tau hehehe ^^

Support cast: super junior

Rate: all guide

Gunre: romance

“Aku tau, aku bukan yang terbaik
Aku takkan bisa menjadi seperti yang kau inginkan
Dan mungkin cintaku tak sempurna
Tapi,,, aku hanya ingin menjadi bagian dari barisan kisahmu”

PART1 PART2


Kyuhyun pov

‘sepuluh’ aku mulai berhitung

‘Sembilan’

“taejun~na wasseo” suara appa terdengar jernih

‘delapan’ sesak

“ayo silahkan duduk”eomma terdengar

‘tujuh’ napasku terasa berat

‘enam’ suara kursi berpindah terdengar jelas

‘lima ‘ duduk. Kueratkan genggamanku pada Ipod yang sedari tadi kupegang erat

‘empat’ kupasang ancang ancang untuk menekan tombol PLAY pada hitungan terakhir

“ waaa neomu yeppo!” aku mendengus mendengar kata kata ahra noona, tapi masih dengan mata terpejam

‘tiga’ dan harapan terakhirku, saat aku membuka mata

‘dua’ yang pertama kali muncul dihadapanku , adalah wajahnya, wajah yang selama ini kurindukan dalam setiap hembusan napasku

‘sa,,,,,’ aku mulai ragu

‘tu!’ PLAY. Musik menggema. Mulai kubuka mataku perlahan dan yang ada dihadapanku saat ini adalah….

DHEG

BUKAN, bukan dia.

Kepercayaan diriku yang tadi penuh kini merosot dengan cepat, alunan music rock yang kudengar kini tak terasa apa apa ditelingaku, bahkan sepersetengah persen dari dari suaranyapun tak bisa terdengar. Harapan terakhirku kini kandas sudah. Tak ada harapan sama sekali untukku, mengapa hidupku benar benar tidak adil, disaat aku sudah mencintai seseorang ia malah pergi meninggalkanku, tanpa memberiku kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku, dan sekarang saat aku memutuskan untuk menunggunya, orang tuaku malah berusaha menjodohkanku dengan yeoja lain. Tak adakah sedikit keberuntungan untukku?.

Aku menatap kosong kearah yeoja yang kini tepat berada didepanku. Ia duduk dengan anggunnya,rambut bergelombang, kulit putih, dan kaki jenjang, yeoja yang selalu kusebut sebut sebagai yeoja impianku di setiap acara acara reality show. Tapi sebenarnya bukan yeoja ini yang aku inginkan . yeoja yang aku inginkan adalah yeoja yang selalu membuatku uring uringan jika tak berada didekatnya, yang selalu membuatku takut kehilangannya, yang selalu merasa khawatir jika ia tak berada dalam jarah pandangku, tak perlu terlihat sempurna seperti bidadari .Dan itu semua ada pada yoohee, bukan pada yeoja didepanku ini.

Ia menundukkan sedikit badannya, aku tau itu isyarat apa! Ia sedang memperkenalkan diri, walaupun aku tak dapat mendengar apa yang ia ucapkan, tapi aku tau itu dari semua gerak geriknya. Jadi untuk apa bersusah payah mendengarkannya?.toh tak ada untungnya bagiku, dan mungkin aku juga belum siap dengan pemandangan didepanku.

“cho kyuhyun imnida” lanjutku setelahnya, lalu kembali menatap kosong kearahnya. Ia tampak kecewa dengan responku yang terkesan tak perduli, bukan kecewa lagi, tapi lebih terlihat jengkel, karena sekarang kulihat mulutnya berkomat kamit tak jelas. Biar saja itu terserah dia, jika ingin membatalkan perjodohan ini juga tak apa apa, aku sama sekali tak keberatan dan malah berterima kasihkarena tak harus seatap dengannya.

Pembicaraan terus berlanjut, tapi aku masih tak mau mendengarkan dan terus mengaduk makanan didepanku tanpa nafsu. Kurasakan senggolan pelan dari sampingku yang ternyata adalah ahra noona. Digerakkannya bibirnya membentuk sebuah kata yang kuyakini ia mengatakan ‘makan’ padaku. Tak kujawab kata katanya barusan, tapi hanya membalasnya dengan cara memakan makanan itu tanpa minat.

Mereka masih teru berbicara saat aku sudah selesai dengan makananku, yang kadang diselingi oleh lelucon lelucon yang entahlah, aku tak tau jenis lelucon orang tua seperti mereka. Dan ahra noona juga ikut ikutan tertawa tak jelas sambil sesekali menyenggol lenganku, tapi tentu saja aku tak tau apa yang ia tertawakan.

.s@r@ngh@3

            Telingaku benar benar sakit sekarang. Ahhhh ini gara gara music yang kumatikan beberapa waktu yang lalu. Padahal aku tak terlalu suka lagu lagu keras seperti lagu lagu dari vamps dan jenis jenis seperti itu. Telingku terasa sangat gatal, karena mendengarkan lagu lagu itu dengan durasi yang sangat lama, hampir 2 jam. Bisa kalian bayangkan itu? Oh sungguh menyakitkan. Sekarang kepalaku juga ikut ikutan sakit dibuatnya, terasa berputar putar dengan telinga yang terus berdengung.

Sepulang dari restoran tadi, aku langsung pulang, aku menolak pulang kerumahku dan malah memilih pulang ke dorm, meskipun disana sangat ribut dengan tingkah tingkah aneh hyung hyung ku, bagiku dorm adalah rumah yang paling nyaman, itu adalah rumah pertama dan yang kedua barulah rumah orang tua ku. Super junior adalah keluarga terbaik yang pernah aku miliki, aku bangga menjadi bagian darinya.

Kurebahkan tubuhku dan menenggelamkan diri dibawah selimut, semua member belum pulang sekarang, itu sebabnya tak  ada kegaduhan seperti biasa, mereka sedang mengisi acara kecuali aku, karena mereka tau malam ini aku tak bisa ikut serta. Kupejamkan mataku menghilangkan rasa penat yang memenuhi otakku. Tanpa butuh waktu lama aku sudah tebang kealam mimpi. Rasanya ini adalah hari yang panjang dan melelahkan.

End of kyuhyun pov

Sungmin pov

Kami baru pulang dari acara music bank, kami sempat makan dulu direstoran sebelum memutuskan untuk pulang ke dorm, karena donghae terus saja mengeluh bahwa ia ingin cepat tidur sambil memeluk bantalnya.karena rengekannya itu , kami beserta sunghwan hyung hanya mampir untuk makan dan langsung pulang dengan rasa lelah yang menumpuk. Uri magnae tidak ikut karena ada acara lain yang lebih penting. Sebenarnya kami sudah tau masalahnya, tapi kami hanya memilih untuk diam dari pada membuatnya tambah sakit dan menderita.

Kami tiba di dorm sekitar pukul 1 dini hari.

“hyung kyu sudah pulang!” wookie berkata dengan pelan saat kami hendak memasuki kamar masing masing dan kau sedang didapur mencari minum.

“ ssssttss dia sudah tidur!” suara hyuk menimpali, aku berjalan kearah mereka yang tepat berada didepan pintu kamarku dan kyuhyun.

“dia tidak pulang kerumahnya ya?” selidikku pada ryeowook dan hyuk yang masih berdiri menghalangi penglihatanku

“sepertinya begitu!” hyuk jae sudah menyingkir dari depan pintu, membiarkanku untuk masuk. Kupelankan langkah kakiku memperkecil suara yang timbul sambil mendekat kearah kasur. Ia benar benar sudah tidur, wajah evilnya yang jahil jarang muncul akhir akhir ini, dorm jadi terasa sepi sekali dibuatnya, yang muncul sekarang malah evilyang selalu murung dan begitu sensitif. Aku yang biasanya selalu bisa menanganinya tak bisa berbuat apa apa sekarang, ini pertama kalinya ia berani membentakku seperti tadi sore, padahal sebelumnya jika ia sedang marah ia tak akan sampai selama ini, dan yang membuat ia marah pasti karena hyuk jae atau donghae menyembunyikan pspnya dan yang lainnnya. Sepertinya kali ini benar benar masalah besar baginya sampai ia sefrustasi sekarang. Apakah yeoja yang selama ini ia ceritakan benar benar ada? Kukira itu haya hayalannnya karena sering diejek tak pernah pacaran oleh heechul hyung. Aku tak tau apakah aku akan bersikap sama sepertinya jika masalah ini menimpaku.tapi semoga saja tidak, aku tak bisa membayangkan jika kau mencintai wanita pujaanmu dan malah menikah dengan wanita yang sama sekali tak kau harapkan sama sekali.

Kupandangi wajah kyuhyun beberapa saat, wajah sendu itu masih terpancar meskipun ia sedang tidur. ‘dongsaengie mianhae, hyungmu tak bisa berbuat banyak!’ kurebahkan tubuhku disampingnya lalu terleleap.

.s@r@ngh@3

Uri magnae benar benar sangat aneh, ia sama sekali tak pernah membuat kejahilan kejahilannya lagi. Bahkan bermain gamepun ia tak pernah, memang sih pspnya sudah hancur tapi meski begitu bukankah dikamar masih ada playstation. Aku lebih senang ia menjadi setan jahil dari pada terus diam seperti ini. Beberapa dari kami sudah sering mencoba membuatnya seperti biasa lagi, seperti heechul yang terus mengajaknya bermain game tapi tak pernah ditanggapinya, dan terakhir kudengar ia malah membentak hyuk jae, padahal jika diwaktu biasa hyuk pasti akan langsung membalas, tapi kata donghae ia langsung diam. Huh benar benar sulit dimengerti, kyu memang tak suka jika ada yang ikut campur masalahnya, tapi setidaknya ia bercerita pada kami agar bebannya sedikit berkurang.

Dan coba tebak apa yang ia lakukan mingu minggu menjelang pernikahannya? Ia adalah member tersibuk sekarang, mengalahkan kesibukan heechul dan leeteuk hyung. Sepertinya ia sengaja menerima tawaran tawaran yang datang padanya. Ia bekerja seperti tak mengenal waktu, tak perduli dengan wajahnya yang semakin hari semakin memucat karena kurang tidur, kadang seharian penuh kami tak akan melihatnya di dorm, karena sering kali dia pulang tengah malam dan berangkat pagi pagi sekali. Kami hanya bertemu jika super junior sedang manggung, itupun tak ada yang berani bertanya macam macam termasuk aku.

“hyung lalu sekarang bagaimana?” hyuk malah balik bertanya padaku. Kami sekarang sedang berkumpul di dorm atas, sebenarnya sih niatku hanya untuk bermain main saja disini, tapi kenapa ujung ujungnya malah lari kemasalah kyu? Huh benar benar!.

“kenapa kau malah bertanya padaku? Mana aku tau!”

“belikan saja dia psp baru! Barangkali bisa membantu” yesung hyung yang sedari tadi mengelus cangkang kura kuranya kini ikut membuat lingkaran, ini benar benar seperti konfrensi meja bundar,tapi sanyangnya kami tak sedang berada di depan meda melainkan dikarpet.

“wah ide itu bagus juga! Klo begitu kau saja yang membelinya hyuk jae!” donghae cekikikan melihat tampang hyuk yang langsung berubah tak rela.

“kenapa harus aku?”

“karena kau yang paling sering membuatnya marah!” shindong hyung juga ikut ikutan kejahilan donghae

“tapi kan..”

“ dan diantara kami semua hanya kau yang  baru saja menerima gaji” kata heechul hyung yang baru keluar dari kamar mandi dan langsung bergabung dengan kami

“ tapi bukan hanya ada aku! Leeteuk hyung kan juga”

“tapi yang ada disini kan hanya kau!” donghae tersenyum evil

“ tapi tunggu dulu! Apa ini akan membantu?”kupandangi wajah mereka dengan expresi tak yakin dengan usul kekanakan yang mereka buat

“setidaknya kita coba saja dulu, siapa tau bisa” yesung hyung meyakinkan

“yah meskipun tingkat keberhasilan hanya 5persen” lanjutnya nyengir

“baiklah terserah kalian” senyumku. Aku benar benar tak yakin dengan ide ini, tapi tak ada salahnya

“’hyung makananya sudah siap!” wookie berteriak dari arah dapur. Mendengar seruan itu rapat ditutup tanpa ada penutupan dan kami langsung ngacir kedapur tak memperdulikan hyuk yang masih menggerutu, biar saja! Sekali kali dia juga harus berkorban bukan malah bertahan dengan kepelitannya kkkkk hyuk mian ya hehehe.

End of sungmin pov

Kyuhyun pov 

Ahhhh benar benar lelah. Tinggal satu kali take lagi maka selesai sudah untuk hari ini. Dan seterusnya,karena 5 hari lagi aku akan menikah tanpa ada proses pertunangan. Kupandangi jam tanganku ini sudah pukul 2 dini harilewat. Angka yang akhir akhir ini tak asing lagi bagiku. Aku sedikit keterlaluan dengan diriku sendiri, aku sadar aku jarang sekali dapat beristirahat dengan bebas, jadwalku minggu minggu ini sangat padat, aku juga sudah keterlaluan sekali dengan hyung hyung ku mungkin aku akan mengakhirinya sekarang. Tak mungkin aku terus berlari seperti seorang pengecut. Sudah cukup semuanya, aku sudah memutuskan untuk menikah tapi tak akan pernah menghilangkan yoohee dari hatiku. Aku akan hidup dengannya selama setahun dan setelah itu mungkin  aku akan menceraikannya. Itu bukan ide yang buruk bukan? Kurasa tidak!.

“kyuhyun ssi bersiaplah sekarang giliranmu”

“ah ne!”

Selesai sudah semuanya. Badanku sakit semua, rasanya aku ingin cepat cepat tidur diranjang yang empuk.kubuka pintu kamarku perlahan dan kudapati sungmin hyung sudah terlelap disana memeluk gulingnya. Aku melangkah menuju kamar mandi, aku akan mandi dulu lalu setelah itu tidur.

.s@r@ngh@3

            “ne eomma?”

“kenapa kau mengangkatnya lama sekali?”

“aku baru bangun eomma!”

“ ya sudah tak apa, sekarang kau mandilah dan langsung pulang ya!”

“memangnya ada apa eomma?” sebenarnya ada apa sih menyuruhku pulang?

“nanti saja eomma jelaskan, sekarang cepatlah mandi “ klik sambungan terputus. Kulihat jam yang ada di ponselku sudah jam 8:15 menit. Padahal hari ini aku tak ada jadwal dan ingin tidur sampai siang, setelah tadi malam aku pulang larut.  tapi ternyata eomma merusak niat baiku.

“aish kemana semua orang? Kenapa disini kosong ? “ kuperiksa semua ruangan dan yah benar saja tak ada siapa siapa disini kecuali aku

“pasti di dorm atas, kenapa mereka tak membangunkanku? Aku kan lapar!” kuambil selimut yang tadi kupakai lalu keluar dari dorm dan berjalan kearah elevator  memuju dorm aras, mungkin mereka masih tak berani menyapaku, tak kuperdulikan orang orang yang melihatku dengan tatapan aneh saat berjalan dilorong, siapa juga yang tak aneh melihat penampilanku saat ini, sebuah piyama berwarna biru muda, sandal rumah dengan selimut yang kupakai menyelimuti tubuhku.dan mungkin karena aku ini seorang idola, mungkin para stalker sedang asyik mengambil gambarku entah dimana, tapi aku tak perduli, aku lapar sekarang.

“ hyung kenapa kalian meninggalkanku sendiri! aku lapar” setelah membuka pintu aku langsung berlari menuju ruang makan dan yah benar saja mereka sedang asyik menyantap sarapan tanpa aku. Melihatku datang mereka langsung menghentikan kegiatannya dan memandangku dengan heran. Tak kuperdulikan tatapan heran dari mereka dan mengambil tempat duduk disamping donghae.

“wookie~ya mana makanan untukku?” lanjutku, aku geli sekali melihat respon ryeowook sekarang

“ahh tunggu sebentar, akan….ku ambilkan” ia langsung berlari kearah dapur dan meletakkan nasi goreng dihadapanku

“hyung! Kenapa kalian semua menatapku seperti itu, ayo makannnnn!” seruku lalu makan dengan lahap

“kyu kau tidak sedang sakit?” tangan donghae kini sudah berada di keningku

“ani”

“benar, kau tidak hangat” lanjutnya lalu milai makan lagi, ada tatapan lega dari mereka semua saat  melihatku seperti ini

“kyu bagaimana jika nanti kita mertanding game?”  hyuk jae bertanya takut takut

“boleh juga, tapi nanti ya setelah aku pulang dari rumah eomma” jawabku tapi tak memandangnya, karena asyik dengan makanan dihadapanku, rasanya lama sekali aku tak pernah merasakan makanan rumah, rindu

“kau mau?” tanyanya ragu

“tentu saja, memangnya ada apa?”tanyaku menatapnya

“ani, kau lanjutkan saja makanmu” jawabnya, diikuti dengan wajah heran darinya. Aku tau mungkin mereka aneh melihat perubahanku, padahal kemarin aku sangat seram hahhahah.

“kau ada jadwal lagi hari ini?” sungmin hyung manatapku

“tidak ada, aku sudah tidak sibuk lagi sekarang, tapi masih ada satu jadwal lagi”

“jadwal apa ?” tannyanya

“jadwal mengerjai kalian seperti biasa, hahahah “ hyuk jae yang tau besok adalah gilirannya langsung manyun, diikuti dengan member member yang lain, mereka sudah tau bahwa evil magnae mereka telah kembali. Hahaha

.s@r@ngh@3

            “bawakan ini untuk calon istrimu!” eomma menyodorkan sekotak bekal berisi bubur padaku.

“eomma kenapa harus aku yang mengantarkan ini?” protesku. Haruskah aku bertemu lagi dengannya? Padahal aku sangat malas melihatnya lagi, bukan karena aku membencinya. Bukan . tapi entahlah

“karena dia calon istrimu! Dan dia sedang sakit!”  ahra noona yang baru datang langsung mengacak rambutku dengan minat. Aish menambah kejengkelanku saja.

“yak noona, bisakah kau berhenti menyebutnya sebagai calon istriku?”

“kenapa? Itu kan memang benar!”

“sudahlah berhenti bertengkar , kyuhyun~ na cepat pergi antar itu!” eomma menengahi dan sedikit mendorong badanku

“cepatlah ! sana temui calon adik iparku hahahah” aish menyebalkan sekali dia, awas saja jika aku kembali nanti akan aku balas semua perbuatannya. Dan apa hubungannya denganku bila dia sakit? Ya ya aku tau dia itu CALON istriku. Sakit ya? Apakah sakitnya separah itu sehingga eomma sampai segitunya ? repot repot membuatkanya bubur ini. Paling hanya demam sedikit.Sudahlah lebih cepat lebih baik.

“eomma aku berangkat”

“hati hati dijalan, jangan ngebut”

“ne arasseo”

.s@r@ngh@3

            “ ayo silahkan masuk, noona ada dikamarnya, dari kemarin panasnya tak turun turun” seorang ajjuma mempersilahkanku masuk dan menuntunku menuju kamarnya, jujur sampai sekarang aku belum tau namanya. Aku sama sekali tak berniat untuk menanyakan namanya, besok jika sudah menikah juga aku tau sendiri, tak perlu repot repot untuk cari tau sekarang, buang buang waktu saja. Kuikuti langkah wanita setengah baya didepanku. Kami menaiki tangga menuju lantai dua tepat pada pintu kedua ia berhenti, otomatis aku juga mengikuti tingkahnya.

“ini kamarnya, anda bisa masuk sekarang,pintunya tak dikunci mungkin dia masih tidur” katanya lalu meninggalkanku sendiri didepan kamar… siapa? Kubuka kenop pintu dengan perlahan lalu masuk dan menutup pintu kembali. Tak perluku deskripsikan bagaimana kamarnya karena aku ingin segera pulang, dan tak ingin berlama lama berada disini, jadi kalian jangan meminta lebih dariku. Yang penting cat temboknya berwarna putih. Kalian sudah cukup puaskan dengan jawabanku? Nah sekarang berhenti menanyakan hal yang tidak perlu padaku.

Kamarnya luas, mungkin lebih luas dari kamarku. Pandanganku terhenti pada seseorang yang sedang tertidur diatas ranjang tepat didepan mataku. Ia menyembunyikan seluruh badannya didalam selimut kecuali keningnya yang tak kebagian selimut, jadi aku hanya bisa melihat keningnya saja sekarang. Ada sebuah baskom tak jauh dari ranjangnya, mungkin bekas ia dikompres.

“uhk huk huk” badanya sedikit terguncang akibat batuknya.

“kau sudah bangun ?” tanyaku basa basi tapi dengan suara datar. Ia hanya diam tak merespon, entah kenapa perasaanku tak bisa tenang setelah masuk kamar ini, sepertinya ada yang salah. Kuperhatikan wanita yang berada dibawah selimut, lagi lagi aku merasakan sesuatu yang tak beres denganku, tapi entahlah, aku tak tau perasaan apa itu. Dan bodohnya lagi aku malah berjalan mendekatinya. Tanpa bisa kutahan tanganku bergerak dengan sendiri merasakan keningnya. Benar kata ajjuma itu, panasnya memang belum turun

“eomma menyuruhku untuk datang kesini mejengukmu, ini ada bubur untukmu darinya” aku meletakkan rantang itu pada meja tak jauh dari tempat tidurnya. Lagi lagi ia tak merespon sama sekali, tapi aku tau ia tidak sedang tertidur, aku tunggu tunggu ia juga tak berusaha untuk membuka selimutnya dan melihat bahwa aku ada disini. Huh benarkah wanita seperti ini cocok untuk dijadikan istri?

“ aku letakkan disitu, aku masih ada jadwal jadi aku harus pulang” aish Aku terus saja meremas tangaku sambil terus menggeleng tak jelas hendak melangkah pergi tiba tiba kurasakan tanganku ditahan oleh sesuatu yang panas. Kuurungkan niatku tadi lalu beralih pada pergelangan tanganku yang masih mengepal, ada sebuah tangan disana.

“apa lagi?” tanyaku berusaha seketus mungkin, dan coba tebak ia tak menjawabku sama sekali, tapi malah mengeratkan pegangannya, seperti tak mau melepaskanku, apa apaan yeoja ini, padahal kami baru dua kali bertemu , tapi kenapa sikapnya aneh seperti ini?

“hei aku harus pulang “ lanjutku lagi. Sebenarnya ada perasaan nyaman pada genggaman tanganya. Seperti ingin terus seperti ini tak dilepaskan oleh tangan ini. Huh tapi tunggu dulu. Mungkin ada yang salah denganku karena kurang tidur semalam.

“jangan salah sangka dulu, aku hanya ingin berterima kasih” suaranya sedikit serak

“gomawo kyuhyun ssi” lanjutnya lalu melepaskan tanganku. Haruskah aku tersenyum? Aku tak tau!

“kenapa kau berterima kasih padaku? Eomma yang menyuruhku kesini, jadi jangan salah sangka”

“ oh aku hampir lupa, ada yang mau aku katakan padamu, aku tak perduli kau akan setuju atau tidak. Kita akan hidup bersama selama 1 tahun, setelah itu kita akan bercerai, jika kau ingin mengurangi waktunya tak masalah bagiku, itu saja”lanjutku dingin lalu keluar dari kamarnya sebelum sempat keluar  tadi kulihat badannya sedikit berguncang kurasa batuk lagi,ah entahlah.

Kurasa keputusanku barusan akan menguntungkan bagi kami berdua, setelah bercerai kami bisa menjalani hidup kami masing masing.

.s@r@ngh@3

            Benar benar sangat bingung sekarang, tak dapat dipercaya. Apakah ini mimpi ? jika ini mimpi aku berharap ada seseorang yang bisa membangunkanku dengan segera, ayolah ! apa ada orang yang bisa membangunkanku? Kumohon.

Hanya dalam hitungan jam saja aku akan merubah statusku menadi namja yang sudah beristri.

“cho kyunhyun!cepat pakai tuxedomu, ini sudah hampir telat” ahra noona masuk sambil memperlihatkan jam tangannya padaku

“aish ! ne, ne sudah kulihat” gerutuku

“klo begitu cepat! “ ia mendorongku menuju ruang ganti. Ini adalah hari pernikahanku, tapi dari tadi aku hanya duduk  tak tau akan berbuat apa lagi untuk masalah yang satu ini, benar benar sudah sangat terlambat jika aku akan membatalkannya sekarang. Apa kata orang orang yang hadir diacara pernikahanku, yang kebanyakan adalah teman relasi bisnin appa. Dan banyak juga teman teman artis yang diundang undang selain di sm. Pernikahan ini hanya diketahui oleh orang orang tertentu, karena aku ini adalah seorang bintang, dan ini tak sembarang bintang, ini menyangkut soal  aku dan super junior. Jika pernikahan ini sampai dicium oleh media masa, maka Tamatlah riwayat super junior. Padahal super junior baru keluar dari masa masa sulit, pakah ingin dipersulit lagi dengan berita heboh yang mengatakan bahwa salah satu membernya akan menikah? Huh tak bisa dibayangkan sama sekali tanggapan dari elf dan hususnya sparkyu. Bagaimana mengamuknya mereka jika tau idola mereka akan menikah? Oke mungkin aku bisa memohon pada mereka agar menerima istriku. Dan mungkin mereka akan menyetujui keputusanku. Tapi yang jadi masalah paling besar adalah para netizen. Entah apa yang akan mereka katakan lagi mengenai super junior. Aku sudah muak mendengar komentar komentar pedas dari mereka. Masalah sekecil apapun bisa menjadi besar jika menyangkut tenteng netizen. Dan itulah sebebnya pernikahanku ini dirahasiakan.

“iya, iya tapi jangan dorong aku seperti ini noona!” kataku lalu masuk keruang ganti dan menutup pintu. sial ! apa aku harus melakukan ini. Ohh sungguh menyebalkan. Aku juga yang bodoh sebenarnya. Kenapa aku tak berbuat apa apa dari kemari ? padahal banyak kemarin masih banyak waktu untuk menggagalkan pernikahan ini. Gara gara di beri libur aku malah tergoda untuk bermain game dan melupakan tentang semua ini, benar benar pikun

Kutanggalkan sumua pakaian yang menempel di tubuhku, lalu menggantinya dengan tuxedo berwarna putih yang diberikan ahra nooha padaku tadi. Kulihat bayanganku dicermin, cukup tampan… tampan sekali malah. Aku jadi sangat berdebar sekarang.

“kyu apakah sudah selesai” suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku

“kyu~…”

“ne ! aku sudah selesai, cerewet sekali” aku membuka pintu lalu dengan cepat ia meraih tanganku kerah seorang wanita kurasa umurnya 30 keatas. Tapi penampilannya seperti anak muda

“ cepat tangani dia, eomma dari tadi kelimpungan karenanya”  ahra noona menunjuk kearahku seolah olah hanya aku yang patutu dipersalahkan. Dengan cepat wanita itu menyemprot hairspray kerambutku, dan mengoleskan sedikit make up kewajahku

“ noona ini berlebihan” gerutuku, ia kira aku ini seorang yeoja ia perlakukan seperti ini

“ aish bocah ini! Ini kan hari pernikahanmu”

“mana eomma?”

“dibawah, sedang menyambut tamu”

.s@r@ngh@3

            Disini aku sekarang, tempat dimana banyak orang orang penting yang menatap kearahku, dikelilingi oleh orang orang yang akan menjadi saksi pernikahanku pagi ini. Dari tadi entah sudah berapa kali aku merik napas panjang . cobalah untuk bersikap tenang cho kyuhyun! Tenang …

“bersiaplah sebentar lagi kau masuk, jangan cemberut seperti itu”

“ne, araseo” cibirku pada ahra noona, kenapa hari ini ia selalu berada disekelilingku sih?

“mempelai pria, masuk” hah sudah waktunya , kutarik napasku panjang lalu melangkah menuju altar dengan langkah sedikit berat. Suara tepuk tangan langsung membahana saat aku masuk, tapi tak kuperdulikan suara suara disekitarku. Pandanganku hanya tertuju pada bunga yang tertempel dimicrophon yang berdiri tegak didepan pendeta.

Beberapa menit lagi…

“ …………..kau bersedia?”

“tuan cho apakah kau bersedia?”

“ oh ne, aku bersedia” jawabku gugup, pikiranku tidak pokus. Bodoh

“sekarang kalian sudah syah sebagai suami isrti, jadilah pasangan yang selalu mengerti perasaan masing masing , dan hiduplah dengan bahagia, sekarang kalian boleh berciuman” hah apa? Sudah selesai? Kapan mempelai wanitanya mengucapkan janji? Apakah sudah?. Aku terlalu banyak melamun sepertinya, sampai aku tak memperhatikan keadaan sekitar.

Sekali lagi kuhembuskan nafasku berat, kini posisi kami sudah saling berhadapan, aku belum jelas melihat wajahnya karena ia masih saja menunduk, apa aku harus menciumnya sekarang? Perlahan ku naikkan dagunya sedikit demi sedikit sambil mensejajarkan wajahku dengan wajahnya. Kini wajahnya sudah jelas terlihat karena posisi kami yang sejajar. TUNGGU . apa apaan ini? Ada apa ini sebenarnya? Aish aku takmengerti sebenarnya apa yang terjadi disini? Kenapa sumua jadi seperti ini.

Tampa pikir panjang ku alihkan pandanganku ke bangku tamu. Dan benar saja dia ada di antara tamu tamu yang diundang, oh aku tak bisa berpikir jernih sekarang. Bagaimana bisa dia ada disana.bukankah?kenapa tak ada yang memberi tahuku?…SIAL

YOOHEE POV

“aku akan rapikan ini sedikit, “ wanita setengah baya yang sedari tadi asyik berkutat dengan gaun yang kukenakan kini beralih merapikan rambutku agar terlihat lebih rapi. Kulihat pantulan diriku pada cermin besar didepanku,gaun  pengantin mewah yang membalut tubuhku membuat kecantikan alami yang kumiliki bertambah terlihat sempurna.

“ agassi, apa kau benar benar tidak ingin memakai make up?” wanita itu bertanya entah untuk keberapa kalinya

“ yang netral saja jika kau mau melakukannya! “ putusku lalu kembali menatap kosong pada pantulan diriku. Wanita itu mulai mengoleskan make up, entahlah aku tak terlalu mengenal semua peralatan itu, karena aku jarang sekali menggunakannya. sebentar lagi aku akan segera menjadi istrinya. Istri dari seorang cho kyuhyun, namja yang selama ini kurindukan setengah mati, namja yang tidak akan pernah terhapus dari memoriku, walaupun hanya setitik.

Tapi aku tak tau apakah sekarang aku harus bahagia atau malah sedih? Disatu sisi aku bahagia, sangat bahagia malah, sampai aku tak dapat berkata apa apa lagi. Dan disisi yang lain aku harus menerima kenyataan pahit bahwa ia tak pernah mencintaiku sedikitpun. Apa aku patut berbahagia jika orang yang aku sukai tak pernah mengahrapkanku walaupun hanya sedikit?. Apakah dia tersiksa dengan perjodohan ini?. Seminggu yang lalu ia bahkan mengatakan bahwa pernikahan ini hanya akan berumur satu tahun saja. Tak lebih dan boleh kurang jika aku menginginkannya. Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaanku saat ia berkata seperti itu? Aku berharap aku dapat melupakan hari itu sesegera mungkin.

Dan jika kalian bertanya,Apa aku akan sanggup melalui semua ini ? entahlah aku tak yakin akan bertahan selama itu. Tapi aku akan mencobanya dan akan terus mencobanya. Tak ingin terperosok kedalam jurang yang sama untuk kedua kalinya karena sifatku yang dulu. Mungkin aku akan merubahnya secara perlahan.

“ sudah selesai ! “

.s@r@ngh@3

“sekarang kalian sudah syah sebagai suami isrti, jadilah pasangan yang selalu mengerti perasaan masing masing , dan hiduplah dengan bahagia, sekarang kalian boleh berciuman” aku masih menunduk, tak mau mengangkat wajahku sedikitpun, apa ini mimpi?  Oh tuhan aku tau ini bukan mimpi, tapi kenapa rasanya seperti sengaja datang ke sarang buaya. Apa aku akan bahagia? Tak ada yang tau dengan jelasnya.

Posisi kami sudah berhadapan sekarang, tapi wajahku terus saja menunduk,seakan tak ingin jika aku mendongakkannya sedikit saja. Kurasakan tangannya mulai meraih daguku dengan perlahan,dan kini mengangkatnya ragu. Kupejamkan mataku, tak ingin melihat namja dengan wajah yang sangat kurindukan melebihi apapun didunia ini. Bukan karena aku tak ingin melihatnya, aku bahkan sangat ingin melihat wajah itu, wajah yang akan selalu tersenyum untukku, tapi aku tau itu tak mungkin terjadi. Aku takut, sangat takut jika aku membuka mata aku tak akan sanggup mengendalikan diriku untuk tidak memeluknya dengan erat, tak ingin berada jauh darinya. Ingin selalu berada dalam jarak pandangnya. Dan jika aku membuka mata sekarang, aku tak ingin menyadari, dan tak pernah ingin melihat sorot mata yang ia berikan padaku adalah sorot mata benci. Aku tak mau semua itu terjadi.

Aku yakin sekarang wajah kami benar benar sejajar, entah bagaimana expresi mukaku saat ini, hanya dia yang tau. Kurasa ia mulai mendekatkan wajahnya

END OF YOOHEE POV

KYUHYUN POV

Yoohee? Apakah ini benar benar yoohee ku? Yeoja yang 5 tahun terakhir hampir membuatku gila karena memikirkannya setiap hari. Bagaimana jika ini hanya mimpi atau halusinasiku saja, karena terlalu merindukannya? Jika ini benar benar mimpi, dapatkah aku memiliki satu permohonan? Tolong jangan pernah bangunkan aku dari mimpi indah ini, mimpi yang selama ini selalu kuharapkan menjelang tidur. Mimpi yang tak akan pernah berakhir.

Aku tau sekarang, ini sama sekali bukan mimpi atau hayalanku semata, ini nyata! Buktinya yang dihadapanku saat ini adalah yoohee, dan dibangku tamu adalah yeoja yang beberapa minggu lalu dipertemukan denganku direstoran, sebenarnya siapa yang salah disini? Dan sekarang aku sadar, bahwa aku telah salah dengan semua pemikiranku selama ini.

Kurasakan para tamu mulai aneh dengan tingkah kami yang hanya berdiri dengan posisi sejajar. Wajahku mulai mendekat kewajahnya, bersiap untuk mengecup bibir mungil dihadapanku, tapi kulihat matanya hanya terpejam dengan expresi takut, sedikit lagi sebelum bibirku mendarat dibibir mungilnya, kuhembuskan nafasku berat lalu akhirnya mengecup keningnya beberapa detik.

.s@r@ngh@3

            Sekarang tamu mungkin sudah banyak berdatangan. Setelah upacara tadi pagi sekarang dilanjutkan dengan resepsi yang tak terlalu mewah, hanya acara untuk mengucapkan selamat kepada kami berdua.

“ kyuhyun~a kau tak turun?” eomma menghampiriku yang masih duduk diruang ganti sambil menatap kosong kearah pintu

“sebentar lagi eomma, eomma duluan saja nanti aku menyusul !”

“baiklah, tapi kau harus cepat, karena banyak yang menantimu dibawah” eomma mengusap kepalaku lalu keluar. Apa aku harus turun sekarang, atau diam beberapa menit lagi untuk menjernihkan pikiranku yang kacau akibat tadi siang. Sepertinya aku harus turun sekarang.

END OF KYUHYUN POV

.s@r@ngh@3

AUTHOR POV

“hyuk~a apa kau benar benar tak ingin ikut dengan kami?” donghae yang sedari tadi membujuk hyuk agar ikut kepesta pernikahan kyu, tak juga menggubris, masih saja asyik dengan kegiatannya saat ini. Menyisir rambut koko dengan penuh kasih sayang, padahal rambut anjing kesayangannya itu sudah rapi sejak tadi, tapi  terus saja ia sisir.

“sepertinya aku tak berminat untuk kesana, kau pergi saja sendiri!” hyuk masih dengan pendiriannya tak mau menerima ajakan dari donghae. Sebenarnya dia ingin sekali pergi kesana, tapi gara gara ikan kembung yang satu ini terus saja membuatnya jengkel, sampai ia membuat keputusan bodoh untuk tidak pergi ke pernikahan magnae mereka. Padahal disana pasti sangat banyak makanan enak, dan itu semua gratis tentunya, tak perlu bersusah payah untuk mengeluarkan uang sepeserpun. Memang untuk urusan perut sekalipun hyuk juga membatasi pemakaian uangnya, agar tidak boros pikirnya.

“kau masih marah, gara gara soal sepele seperti itu? Aku kan sudah minta maaf, lagi pula saehee juga tidak mengetahuinya kan! Jadi kau aman” yah semua ini gara gara donghae membuat gosip kalau ia suka pada sahabatnya itu, alhasil semua member terus saja mengolok oloknya sepanjang hari, dan saat saehee datang ke dorm semuanya malah bersiul tak jelas. Hal itulah yang  membuat saehee maupun hyuk jadi tak berbicara apa apa melainkan hanya sibuk dengan layar tv yang mereka tonton. Benar benar menyebalkan bukan seorang lee donghae? Jika ia memang manusia ikan sudah di bakarnya dari tadi untuk santapan makan malam.

“hyuk~a ayolah, jebal. Jika kau ikut, aku berjanji akan menuruti semua permintaanmu setelah ini, bagaimana? Kau mau?” bujuknya lagi, siapa tau ia berubah pikiran karena tawaran menggiurkan yang ditawarkannya. Biasanya ini akan ampuh jika dipakai pada hyuk jae. Jika tidak karena para hyung hyungnya yang mengancam, tidak akan mengajaknya jika hyuk tidak ikut. Ia tak akan pernah mau melakukan hal seperti ini. Dan kenapa para hyungnya ingin sekali jika hyuk juga ikut? itu karena mereka sedang malas menyetir mobil, jadi hyuklah harapan satu satunya, entah karena memang malas atau hanya sekedar ingin menyusahkan hidup donghae saja.

“jeongmal? Kau serius? Biasanya kau hanya bohong padaku! “ dengus hyuk

“benar, kali ini aku tidak berbohong, ayolah akan lebih seru lagi jika super junior lengkap”

“tapi kau harus berjanji dulu!”

“ ne! ne! yakseok “

“ oke tunggu aku dibawah, aku akan segera turun” balasnya semangat, dasar! Jika sudah begitu dia semangat sekali, awas saja para orang tua yang menyuruhnya melakukan ini semua, akan ia balas suatu saat nanti. Menyesal sekali ia tak mahir memakai mobil pikirnya.

Dengan jengkel donghae keluar dari kamar hyuk.

.S@r@ngh@3

“ wa~ tamunya orang penting semua “ donghae menyenggol lengan ryeowook yang tepat duduk disebelahnya, bangga rasannya bisa berbaur dengan orang orang penting.

“ ne, sepertinya begitu, jadi kita ini termasuk orang penting juga kkkk” ryeowook memandang takjub kearah  sekumpulan orang yang memakai jas tak lupa dengan dasinya, disana juga tampak appa dan eomma kyuhyun sedang berbincang dengan tamu lain. Tapi kyuhyun dan istrinya malah belum terlihat sama sekali

“ orang penting? Ya! Jika monyet yang satu itu tak merusaknya  dengan acara makan sebanyak itu! Ia bahkan tak tau apa yang harus ia makan duluan!” heechul mengerucutkan bibirnya kearah orang yang dimaksud.

“ biarkan saja dia bersenang senang sekali kali, dia juga tampak sedang berada di tumpukan makanan gratis!” siwon menimpali sambil menggeleng geleng menahan tawa melihat hyuk dan beberapa member yang terkenal rakus menjalankan aksi mereka.

“wooki~a kau tidak ikut mereka? Biasanya yang paling cepat kan kau! Dan kau hae, biasanya kau akan menuruti jejak pasanganmu itu” heechul kembali menatap orang orang dihadapannya, pasti ada yang tidak beres dengan tingkah mereka. Karena leeteuk dan yesung juga ikut berbaur mempermalukan diri. Sekarang disini hanya ada mereka berempat, ryeowook, donghae, siwon dan dia sendiri. sebenarnya ia juga ingin langsung menyerbu makanan makanan yang disuguhkan disini, tapi karena siwon dan dia sedang bertaruh untuk tak tergiur dengan semua ini, karena hadiahnya sangat menggiurkan, berupa paket belanja gratis dari tuan besar choi siwon jika ia sanggup bertahan sampai akhir, bagi kim heechul yang senang sekali barang barang baru, ini termasuk kesempatan langka untuk dilewatkan.

“ yesung hyung menyuruhku untuk diet, katanya aku sedikit gemuk sekarang” jawabnya sok innocent sambil menyeruput minuman didepannya

“ ini kan acara penting, jadi kita juga harus bersikap layaknya orang penting yang lain” jelasnya, tak lupa dengan gaya seorang lee donghae yang tingkat sok taunya paling tinggi. Dia memang selalu berkhayal jika kelak ia dapat menjadi wali kota dengan jas rapi dan tampang berwibawa, ia yakin bisa memimpim dengan baik.

“ ya, ya, ya, aku tau kau terobsesi sekali jadi wali kota hyung, tapi kurasa jika ada wali kota sepertimu, rakyat tak akan pernah makmur” siwon menimpali dengan tampang mengejek sekaligus menertawakan. Melihat respon menjengkelkan itu dengan reflex donghae memukul kepala siwon yang mengakibatkan siwon menggerutu pelan, sedangkan tersangka merasa puas sekali.

Beralih ke meja yang kini dipenuhi dengan berbagai macam hidangan. Hyuk dan shindong tampak bingung mau makan apa terlebih dahulu? Jika makan yang tepat berada didepannya saat ini, yang sedang dimakan yesung juga sepertinya lezat sekali.

“bagaimana ini hyung? Semua ini terlihat enak!” hyuk tak mengalihkan pandangannya, walaupun hanya sederajat

“ aku juga tak tau? Bagaimana kalau yang ini?” tunjuk shindong, makanan ini sangat menyita perhatiannya, karena didalamnya terdapat banyak daging, itu adalah kesukaannya.

“ ah, terlalu banyak lemak” jawab hyuk santai

“ hei kalian ! disini! Disini sangat enak” leeteuk setengah berteriak kearah mereka berdua, ia tak memperdulikan tatapan prihatin dari orang lain karena mengira mereka tak pernah makan entah berapa hari. Sedangkan member lain yang berada disampingnya melambaikan tangan keaarah hyuk dan shindong untuk datang kearah mereka. melihat aba aba itu hyuk dan shindong tanpa pikir panjang berlari kearah mereka. dengan hanya melihatnya saja mereka tau itu adalah makanan enak. Dengan segera mereka semua meyerbu semua makanan itu, berlomba lomba menaruhnya pada piring mereka yang sekarang sudah menjelma jadi bukit. Mereka bahkan tak sadar bahwa diseberang sana ada seorang evil yang menatap mereka dengan tatapan entahlah.

.s@r@ngh@e

“ mianhae” kata seseoarang yang tidak sengaja menabrak kyuhyun ketika hendak keluar dari ruang ganti, ia tau persis siapa yeoja yang kini sedikit membungkuk dihadapannya, yah IM YOOHEE, siapa lagi yang tak ia kenali sedetail ini, jika bukan im yoohee, dari jarak pandang sejauh apapun ia akan mengenal yeoja ini, pantas saja perasaan tak enak muncul ketika ia mengantar bubur kerumahnya seminggu yang lalu, jika ia tau dari pertama ia tak akan pernah menolak semua ini. Tapi inilah bodohnya seorang cho kyuhyun tak pernah peka pada sesuatu didekatnya.

Wanita itu tampak sedikit terkejut ketika menyadari bahwa yang berada dihadapannya saat ini adalah namja yang beberapa jam lalu sudah syah menjadi suaminya. Ia tak tau harus berkata apa lagi selain meminta maaf.

“ gwenchana” jawab kyu datar, berusaha menutupi semua kegundahannya. Melihat respon itu yoohee hanya bisa diam, ia ternyata salah besar jika menyangka seorang kyuhyun yang selama ini ia rindukan juga akan melakukan hal yang sama dengannya. Tak ada percakapan yang terjadi diantara mereka, masih sama sama tengelam dalam pemikiran masing masing. Padahal banyak sekali yang ingin mereka katakan satu sama lain terutama  kyuhyun. Kyu ingin sekali menanyakan kemana yeoja itu pergi selama 5 tahun terakhir, kenapa ia sama sekali tak mengabarinya? Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan lain yang ingin keluar dari bibirnya, tapi itu semua tertahan karena kejadian tadi siang.

END OF AUTHOR POV

.s@r@ngh@3

KYUHYUN POV

“ gwenchana” jawabku datar, berusaha menutupi kegundaha yang melandaku sejak tadi siang. Yah aku menemuinya tadi siang, menemui yooheeku ini, tak ada yang dapat mencegahku untuk menemuinya siang itu, aku sangat rindu dengannya, sangat rindu melebihi apapun. Aku berbicara dengannya, tapi tidak sebanyak yang ingin kusampaikan padaya, betapa aku mencintainya, betapa aku menginginkan dekapannya, betapa sakitnya aku ketika ia meninggalkanku, dan  masih banyak lagi, tapi satu kata pun tak keluar dari mulutku, kau tau kenapa? Karena dia yang sekarang sangatlah berbeda dari yoohee yang kukenal lima tahun lalu. Sekarang dia lebih cantik dengan rambut lurus panjangnya, dan kurasa ia benar benar berubah seratus delapan puluh derajat. Dan aku tak tau apakah sekarang perasaannya padaku masih sama seperti dulu atau tidak. Dingin, tenang, berbicara dengan sopan tidak seperti yang dulu, cerewet, dan ceplas ceplos. Apa lima tahun itu lama sekali sampai dapat merubahnya seperti ini? Ia bahkan tak memanggilku ‘oppa’ lagi melainkan  dengan ‘kyuhyun ssi’. ‘kyuhyun ssi’? bukankah itu sangat aneh? Sejak kapan panggilannya jadi berubah seperti ini? Yah aku tau sejak tadi siang tentunya. Im yoohee kau membuatku semakin gila. Dan sekarang kau muncul lagi dihadapanku, entahlah apa yang akan terjadi lagi setelah ini!

Ia tampak terkejut setelah melihatku didepannya, tak menyangka namja yang ia tabrak adalah aku atau karena memang tak mau itu aku. Aku hanya menatapnya datar, dan ia juga melakukan hal yang sama dengan yang kulakukan.padahal aku menginginkan lebih dari sekedar diam diaman seperti ini. Keadaan kami mulai canggung, entah kenapa tak ada yang berinisiatif untuk pergi terlebih dahulu dari tempat ini. Kami hanya diam seperti patung yang tak tau ingin berkata apa. aku bisa saja bergi tebih dulu dari sini, tapi kakiku tak ada yang mau diajak kompromi, hanya diam ditempat seperti terekat kuat dengan lem super kuat.

“ kenapa kalian berdua masih disini? Ayo kalian akan langsung pulang ke apartemen baru kalian jadi jangan terlalu lama disini” eomma menghampiri kami yang sedari tadi mematung. Syukurlah eomma datang, jadi ini semua bisa diakhiri, dari pada tak berakhir sama sekali.

“ oh ne, ajjuma” yoohee menjawab pelan, lalu sedikit menunduk.

Eomma mengisyaratkanku untuk membawa yoohee ke bawah karena sebentar lagi kami akan diantar ke apartemen baru.

.s@r@ngh@3

“kyu ! sepertinya kau harus menggendongnya” ahra noona mulai menggodaku dengan perkataan yang tidak tidak. Aku  sudah sampai didepan apartemen baruku,sebenarnya tidak bisa dikatakan sebagai apartemen baru karena apertemen ini masih satu tempat dengan dorm super junior, hanya berjarak satu lantai dari dorm atas agar fans tidak curiga jika aku tiba tiba saja bilang bahwa aku tidak tinggal lagi di dorm.

“noona~a “ aku sih mau saja menggendongnya, tapi jika tiba tiba dia terbangun saat aku menggendongnya bagaimana? Bisa bisa aku malu berat, karena hubungan kami juga belum terlalu akrab dan sedikit canggung kurasa.

“ yak kau itu kan sudah jadi suaminya! “ ahra noona kini malah melotot padaku, aku balas saja ia dengan cibiran

“ tidak perlu, aku sudah bangun kok” yoohee membuka matanya lalu tersenyum kearah ahra noona

“ aish kyu! Ini gara gara kau, yoohee jadi bangun kan”

“yak ! bukannya yang dari tadi ribut itu kau noona! “ balasku membuatnya semakin jengkel

“ aish kau tidur lagi saja yoohee~a biar kyuhyun bisa menggendongmu” yah memaksa sekali orang ini, dia pikir dia siapa menyuruh nyuruh seperti itu, permintaan konyol macam apa itu.

“ aniyo, aku tak ..”

“ kyu cepat gendong dia! “ belum sempat yoohee menolak ahra noona malah langsung nyolot dan bersi keras agar aku menggendong yoohee. Benar benar kakak perempuan yang merepotkan.

“noona kenapa malah kau yang marah? Lagi pula yoohee juga tak mau! “ belaku

“ oh my god, pasangan macam apa kalian? Kalian memang benar benar tak romantis sama sekali cih”

“yang penting aku tak mau tau, kyu kau harus menggendong yoohee sekarang, kyuhyun~na ingat janjiku kemarin? Jika kau tak mau ya sudah, janjiku juga aku batalkan, titik” lanjutnya sambil mengeluarkan senyum evilnya, ah kenapa ancamannnya separah itu sih? Aku kan jadi tak bisa berkutik. Haruskah aku menolaknya kali ini? Waa itu psp mahal lagi..

“bagaimana?” ia mempermainkan alisnya dan lebih tepatnya lagi sedang mempermainkanku.

“ ne ara ara!” yoohee hanya bisa diam melihat tingkah kekanak kanakan noonaku ini.ia bahkan tak berkata apa apa saat ahra noona sedikit mendorongnya keluar dari mobil.

“ kyuhyun~na jongkoklah agar yoohee bisa naik dipunggungmu” teriaknya lagi saat kami semua sudah berada didepan apertemen, untunglah ini sudah sangat larut, jadi tak terlalu banyak orang. Dengan bodohnya aku menuruti perintah noonaku ini lalu berjongkok tanpa memandang mereka berdua, entahlah aku tak tau apa yang akan dilakukan oleh yoohee,apakah ia akan menerima atau menolak.

Kurasakan sebuah tangan bertengger dipundakku dengan hati hati lalu mengalungkannya dileherku.

“ chamkanma,bagaimana kalau digendong dengan bridal style? Sepertinya itu lebih cocok untuk pasangan baru seperti kalian” ralatnya ketika aku akan mengangkat badan yoohee

“yak noona! Jika sekali lagi kau mengeluarkan suara, aku pastikan kau akan berumur pendek!”  mendengarku berkata seperti itu ia tak lagi banyak bicara seperti tadi, tapi malah mengeluarkan puppy eyes andalannya, huh sangat susah mempunyai noona seorang penggemar drama.

Kami berjalan kearah elevator menuju lantai atas. Dengan cepat elevator itu terbuka karena memang tidak ada yang sedang menggunakannya saat ini, sangat sepi disini, dan ahra noona masih saja mengikuti kami, katanya ingin mengantar kami berdua, dan aku masih dalam posisiku yaitu menggendong yoohee, agak sedikit canggung sebenarnya, karena ini pertama kalinya aku menggendong seorang perempuan dan itu adalah istriku sendiri. ahra noona saja tak pernah mau jika ia menyuruhku menggendongnya.

“ yah sayang sekali, jika digendong dengan gaya bridal style pasti akan terlihat lebih romantis dari drama drama yang kutonton” celetuknya lagi yang membuatku ingin menelannya bulat bulat. Ia langsung menghentikan omongannya ketika melihat mataku. Dan yoohee masih tetap diam saja, kurasa ia cukup malu dengan apa yang dikatakan ahra noona barusan.

“ yoohee~a kau tidur saja di pundaknya, itu terlihat nyaman” mendengar itu yoohee dan aku sama sama kaget, sebenarnya apa sih rencana noonaku ini? Kenapa ia jadi secerewet ini? Menyebalkan !!

“ ne ara ara , aku tak akan berbicara lagi” lanjutnya. Rasakan tatapan maut dari cho kyuhyun.

‘ting’ elevator terbuka, dengan cepat aku melangkah keluar diikuti dengan noona yang masih mengekor dibelakangku.

“yak ! noona sampai kapan kau akan terus mengikuti kami?” kesal sekali rasanya terus terusan direcoki iblis betina ini

“ aish bocah ini, dari tadi marah marah terus! Kau ingin melihatku dibunuh oleh eomma jika tidak memastikan kalian sampai dengan selamat?”

“tapi kau terlalu berlebihan noona, bahkan kami sudah selamat sekarang” balasku, agar ia cepat pergi

“ baiklah, semoga malam kalian menyenangkan!” akhirnya kata kata itu keluar juga dari mulutnya

“yoohee~a jika dia macam macam denganmu kau bisa mencekiknya, ara!”

“ ne” jawabnya pelan. Noona melangkah meninggalkan kami, lalu masuk menuju elevator, dan tak lupa pula melambaikan tangan kearah kami

“ jangan sampai merindukanku ya” teriaknya sebelum pintu elevator tertutup, huh siapa juga yang akan merindukan nenek lampir sepertinya! Mengganggu ketentramanku saja.

Apa aku harus menurunkanya sekarang? Punggungku sakit sih, karena terlalu lama, tapi aku ingin lebih lama lagi seperti ini. Aish nomor kombinasi kamar ini aku lupa lagi!. Eottoke?

END OF KYUHYUN POV

YOOHEE POV

“ kyuhyun ssi, kau tidak capek? Bolehkah aku turun sekarang?” aku masih dalam gendongannya, dan menurutku ini sudah sangat lama, apa dia tidak capek? Meski badan ku terlihat kecil begini, tapi jika digendong terlalu lama pasti berat juga kan.

Aku terus saja mengikuti langkah kakinya, aku tak tau harus berbuat apa sekarang, apa aku harus diam? Sungguh membingungkan. Kado kado pernikahan kami semua ada diruang tamu, tersusun dengan rapi. Aku masih mengikutinya tapi ia tak berinisiatif untuk menoleh kearahku. Kami memasuki kamar sekarang, kurasa ini kamar kami karena  kasur disini cukup besar untuk ukuran satu orang saja.

“ kau mau ikut kesini juga?”

“ aani !” suaraku tergagap karena menahan malu sekaligus gugup, aku sekarang berada tepat didepan pintu kamar mandi, aish bodoh sekali aku ini! Kenapa terus saja mengikutinya? Aku membalik badanku dan sengaja memperhatikan yang lainnya, ku hembuskan nafasku lega setelah kudenganr suara pintu ditutup yang kuyakini adalah pintu kamar mandi itu.

Kuputuskan untuk duduk dipinggir ranjang, empuk ! itulah yang kurasakan pertama kali, lebih empuk dari ranjang yang ada dikamarku malah. Puas bermain dengan ranjang, aku bangkit dari sana dan berjalan menuju lemari kayu besar tepat disamping ranjang. Kubuka pintunya satu demi satu,dan sekarang terlihat jelas semua pakaianku dan kyuhyun ada disana, perasaan aku belum mengangkutnya  sama sekali, bahkan pakaian pakaian yang kuputuskan untuk tak pernah memakainya pun ada disini, dan entah barang barang apa lagi yang ada disini, mungkin itu punya kyuhyun, yang jelas semua barangku ada disini, tanpa tersisa sedikitpun. Padahal aku sudah berencana untuk pulang mengambilnya besok.

Karena tak tau apa yang harus kulakukan selanjutnya, akhirnya kuputuskaan untuk kembali melihat lihat kamar ini. Apa sebaiknya kami satu kamar? Huh terserah sajalah. Bosan melihat lihat aku kembali keranjang, tapi kali ini bukan duduk, melainkan berbaring sambil memperhatikan langit langit. Huammm, kenapa aku jadi ngantuk seperti ini?

END OF YOOHEE POV

KYUHYUN POV

Hah segar sekali rasanya sudah mandi, rasanya otakku terasa lebih ringan setelah apa yang aku alami seharian ini. Aku sempat tak habis pikir semua akan berakhir seperti ini. Setelah memasang piyama tidur, aku keluar dengan handuk yang masih kupakai dikepalaku.

“ kemana lagi yeoja itu?” tanyaku pada diriku sendiri setengah bergumam, mataku berhenti pada sosok yang sedang berbaring diatas ranjang, kudekati ia perlahan.

Mataya terpejam, dapat kulihat wajah lugunya. Tak berubah dari terakhir aku melihatnya dulu, lima tahun yang lalu. Tapi berbeda dengan sifatnya. Tanpa dapat kutahan tanganku bergerak perlahan mulai menyentuh wajah yang selama ini sangat kurindukan. Aku duduk berjongkok disamping ranjang masih dengan tanganku yang terus menelusuri setiap inci wajahnya. Mulai dari mata, hidung dan kini turun kebibir tipisnya.

“dapatkah kau terus berada disisiku selamanya?” ucapku lirih, yang kuyakin tak akan didengarnya

“kau tau aku hampir mati karena tak pernah mendengar suaramu untuk waktu yang sangat lama, kemana saja kau selama ini? Kenapa kau menghilang dariku? Atau aku memang namja yang sangat bodoh yang tak pernah menyadari betapa menderitanya oksigenku. Saranghae.. apakah kau juga  merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan? “ setelah mengatakan itu, kuperbaiki posisi tidurnya lalu mengecup keningnya singkat.

Tbc..

Mian ya post nya lama lagi and feelnya gag dapet sama sekali^^, sebenernya aku sempet putus asa karena banyak banget silent reader disini and itu bikin semanget aku buat ngelanjutin ni ff jadi berkurang dan malah gag mood sama sekali . And gara2 hankyung ke indo tapi aku malah gag bisa nonton langsung T^T (galau).Tapi karena aku juga mikirin yang lainnya aku akhirnya posting juga. Ini udah lama nganggur di blog aku, karena udah selesai aku ketik dari kmaren. And gara2 banyak yang protes ke aku, baik temen2 maupun readerku tercinta, akhirnya aku buat istrinya itu yoohee. Pada seneng kan? Makasih ya buat yang udah mau baca apalagi ninggalin komen, mungkin klo komen kali ini banyak, part 4 bakal aku usahain keluarnya cepet. Gomawo ya ^^.

14 responses

  1. ahhh akhirnya di post juga full partnyaaa..
    bener kan itu yohee.. tapi kenapa pd malu2 sii.. masih kaget kali yah kyu nya..
    semoga kyu bisa jadi romantis yah.. kan dia cinta tuh sbrnya sm yohee.. biar balik kaya dulu pas pcran waktu sekolah hehehe😀

    • salam kenal juga fira imnida, aku sih maunya juga cepet2 tapi sayangnya aku sibuk akhir2 ini. gara2 ngurusin pensi yang harus kelar oktober kmarin. tapi sekarang aku udah free kok, jadi aku usahain buat nglanjutin. smoga aja cepet kelar

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s