Sorry, I love her

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Im Yoon Ah

Minor cast : Find by yourself ^^

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Length : Oneshoot

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be Plagiator and Siders.

♥Sorry, I love her ♥

Cuap-cuap Author :

Halo author Rekin kembali keke~ Setelah tenggelam dengan author-author baru yang lebih keren aku bersemedi (?) mencari inspirasi. Maaf kalau cerita gak seru-_- Yang belum kenalan sama author kenalan yuks~ Saya Rekin, 16 tahun hehehe. Bisa follow twitter di @Rekindria ^^ Oh ya, ini ada ver eng  fic yang sama temen aku dengan id ‘thankyumin’ di translate. Tapi, ver Khuntoria. Dia itu yaoi lovers. Straight kesukaannya hanya Khuntoria-_- makannya aku buat Khuntoria. Tapi, aku buat ver Kyuyoung. Mianhae kalau banyak kekurang di cerita ini. Tapi, kritik saran sangat membantu untuk memperbaiki diriku ^^ untuk poster itu editan temen saya HAHAHA. dikarenakan saya sibuk jadi aku tampilin itu aja ya #plak. itu buatan Ardi temen aku🙂

Don’t forget to leave comment and like~

Happy Reading ♥

Apakah rasa kagum bisa berubah menjadi rasa cinta?

Apakah sikap acuhku merupakan tanda aku peduli padanya?

Apakah penolakkan adalah penyangkalan aku mendambakannya?

Jika bukan, perasaan apa ini?

“Mianhae,” desis yeoja tinggi sambil menundukkan kepalanya. Dia merasa bersalah dengan kesalahannya.  Sooyoung, yeoja ceroboh ini tak sengaja menabrak seorang namja yang benar-benar mempunyai kharismanya sendiri. Kyuhyun, namja yang bisa dikatakan ‘sempurna’. Mungkin, memang salahnya, kenapa ia harus membaca buku sambil berjalan? Ia pun hanya mendesah lemah dan sesekali melirik Kyuhyun dengan was-was.

Kyuhyun hanya merespon permintaan maaf Sooyoung dengan senyum mematikan khasnya. Well, semua yeoja akan pingsan jika melihat senyum yang menawan itu. Dan lihatlah Sooyoung sekarang! Kakinya sepertinya tak kuat menopang badannya yang seketika melemah.

“Aku duluan ya,” pamit Kyuhyun yang berjalan menjauhi Sooyoung. Sooyoung hanya menatap sendu bayangan Kyuhyun yang semakin menjauh. Sooyoung benar-benar tak bisa berkutik. Ia merasakan waktu seperti berhenti saat itu juga.

Ternyata benar apa kata teman-temannya. Kyuhyun memang menyilaukan. Kharismanya mampu membuat pertahanan goyah. Cho Kyuhyun, namja tampan itu merupakan anak musik di Seoul University. Sedangkan Sooyoung, ia merupakan anak Seni di Universitas yang sama.

Sooyoung selama ini memang mengenal Kyuhyun. Tapi, ia tak menyangka kharisma Kyuhyun bisa berpengaruh padanya. Tapi, sepertinya Sooyoung harus memendam perasaat sesaatnya itu. Semua tau, Kyuhyun digilai oleh para yeoja yang bahkan lebih darinya. Lebih cantik, pintar, kaya, dan sebagainya. Membuat Sooyoung semakin kehilangan percaya dirinya.

Setidaknya berpapasan dengan Kyuhyun untuk hari ini merupakan pengalaman yang akan ia kenang dan sebaiknya segera dilupakan. Supaya tak menyakiti hati dirinya yang bisa dikategorikan rapuh.

Sooyoung masih berkutat pada jejeran buku-buku bahasa Jepang. Ia tak henti melafalkan kosakata baru yang ingin dipelajarinya. Sampai ia tak sadar disampingnya ada yang memperhatikan setiap gerak-geriknya.

“Ternyata benar soal gosip itu? Kau pintar berbahasa Jepang. Kau pasti bisa membantu,” ujar Kyuhyun menatap Sooyoung kagum. Kedua bola mata coklatnya seperti mendapatkan objek yang sangat indah.

“Kau?” Sooyoung mendelik kaget mendapatkan Kyuhyun disampingnya. Ia tak menyangka Kyuhyun menjadi teman kursus Bahasa Jepangnya. Dan lebih membuatnya tak bisa bernafas lega, ia mengambil posisi tepat disamping dirinya. Padahal, cukup banyak kursi untuk ditempati. Tapi kenapa mesti disampingnya?

Ya, Choi Sooyoung,” pekik Kyuhyun seraya melambaikan tangannya berusaha memecah lamunan Sooyoung.

Sooyoung menatap Kyuhyun terkejut. Bagaimana bisa seorang Kyuhyun mengenal dirinya. Kyuhyun yang terkenal populer bisa mengenal Sooyoung yang dikategorikan biasa saja. Itu pikirannya. Padahal, Sooyoung merupakan salah satu yeoja populer. Selain tubuh jenjang bagaikan model miliknya ia memiliki kemampuan dance yang sangat patut dibanggakan.

“Kau siapa?” tanya Sooyoung. Mungkin terdengar aneh ia menanyakan nama Kyuhyun. Ia melakukannya untuk menjaga imagenya. Ya, mereka kan belum kenalan secara resmi kan? Jadi, ini bisa dibilang strategi permainan Sooyoung yang mungkin berusaha untuk mendapatkan hati Kyuhyun.

Kyuhyun mendelik kaget. Apakah yeoja ini benar-benar tak mengenalnya? Ayolah, jangan bercanda Kyuhyun merupakan murid berbakat di kelas musik. Dan ia terkenal juga karena senyum yang mematikannya itu. Sepertinya, akting Sooyoung saat bagus. Kyuhyun saja mampu dibohongi.

Kyuhyun langsung tersenyum menggantikan ekspresinya tadi, “Aku Cho Kyuhyun,” Kyuhyun mengulurkan tangannya. Sooyoung menatap tangan Kyuhyun yang dihadapannya. “Aku Choi Soo-”

“Choi Sooyoung,” jawab Kyuhyun dengan tersenyum malu. Sooyoung hanya tersenyum tipis saat mendengar Kyuhyun bisa melafalkan namanya dengan baik. Ternyata, Kyuhyun mengenalnya juga?

“Bagaimana kau bisa mengenalku?” selidik Sooyoung dengan menatap Kyuhyun seperti detective.

“Semua namja pasti mengenal Choi Sooyoung yang pintar dance, cantik dan menguasai Bahasa Jepang,” ujarnya yang sepertinya memuji. Kyuhyun sendiri tak mengerti akan ucapannya tadi. Apakah itu termasuk pujian? Tapi, dia mengatakan apa yang memang harus dikatakan.

Bibir Sooyoung merekah membentuk seuntai senyum manis di bibirnya. Degupan jantungnya terpompa berkali-kali lipat mendegar pujian Kyuhyun, padahal mereka baru mengenal –secara resmi-

Kyuhyun terburu-buru merapikan beberapa bukunya. Sesekali meliri Sooyoung, apakah yeoja itu sudah ingin beranjak. Ia berjalan mendekat kearah Sooyoung dan berkata, “Kau mau kuantar?” Pertanyaan Kyuhyun membuat Sooyoung terhentak. Ia tengah santai merapikan buku-bukunya, tapi tiba-tiba Kyuhyun dibelakangnya. Sontak ia menolehkan wajahnya kearah Kyuhyun. Sekarang, wajah mereka sangat dekat,5 cm.

Tentu saja hal ini membuat pipi Sooyoung bersemu merah. Jantungnya seakan berhenti saat itu juga. Sooyoung membuyarkan lamunan anehnya. Ia mencoba melangkah kebelakang namun kakinya terhenti karena kursi yang ada disana. Bukannya mundur malah semakin mendekat. Ya, Kyuhyun meraih pinggang Sooyoung, reflek karena yeoja itu hampir saja terjatuh.

Kyuhyun tersenyum namun bukan senyuman biasa yang ia tampilkan. Senyuman tulus dan itu membuatnya semakin tampan. “Hati-hati Soo-ah,” ia segera menarik tubuh Sooyoung agar ia bisa berdiri dengan tegap.

“Sepertinya tak ada jawaban, itu berarti iya, kajja!” Kyuhyun langsung menarik Sooyoung. Menuntun gadis itu agar bersamanya.

Sepertinya hubungan antara Kyuhyun dan Sooyoung semakin dekat. Ibaratkan dimana ada Kyuhyun disana ada Sooyoung. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Entah, saat Kyuhyun melihat Sooyoung menari. Saat Kyuhyun menunjukkan lagu yang ia ciptakan –yang sebenarnya terinspirasi dari Sooyoung-, atau mungkin menghabiskan waktu berdua seperti saat ini.

Taman dengan pemandangan yang indah mungkin cukup untuk menghabiskan waktu dengan seseorang yang special. Sooyoung menyukai musim ini, musim Semi.

Kyuhyun terkekeh geli melihat Sooyoung yang sangat shikshin itu. Memakan ice cream saja ia berantakan. Tapi, melihat hal tersebut, Kyuhyun hanya tersenyum simpul. Sooyoung menatap Kyuhyun seperti menyampaikan ‘apa ada yang salah denganku?’

Kyuhyun merogoh saku bajunya dan mengambil tissue. Ia pun membersihkan noda ice cream di bibir Sooyoung dengan tangannya sendiri. Tanpa satu kata pun membuat mata mereka terikat. Seperti tak bisa berhenti menatap kedua manik yang indah itu.

Sooyoung langsung merebut tissue tersebut, “Biar aku saja,”

Tanpa mereka sadari mereka tersenyum. Senyum bahagia terlukis jelas di keduanya.

Kyuhyun memandang bunga Sakura yang menghiasi taman ini. Menambah suasana yang akan mendukungnya. “Soo-ah,” Kyuhyun memanggil Sooyoung dengan pelan.

“Apa?” Sooyoung menolehkan wajahnya menatap Kyuhyun. Pandangan matanya bukan tertuju padanya. Kyuhyun takut. Ia takut melihat mata Sooyoung.

“Aku akan mengatakan sesuatu dan ini hanya dikatakan satu kali. Jadi, dengar baik-baik,”

Sooyoung memutar bola matanya. Menganggukan sedikit kepalanya, “Jadi?”

“Aku mencintaimu,”

Sooyoung memandang pantulan cermin dirinya. Ia mencerna perkataan Kyuhyun padanya saat mereka bertemu. Kyuhyun menyatakan perasaannya. Tapi, ia hanya diam tanpa ekspresi jelas diwajahnya. “Aku juga mencintaimu Kyu… Tapi, aku hanya minta kau serius dengan hubungan ini. Tapi kenapa kau hanya diam?” ucapnya pada pantulan cermin dirinya seakan-akan didepannya terdapat Kyuhyun.

“Seandainya kau menjawabnya, aku akan setuju pada hubungan ini. Tapi, kenapa kau hanya diam? Apa kau hanya ingin bermain-main denganku Kyu?”

Sooyoung menghela nafas beratnya lalu dihembuskan pelan-pelan. “Jika kau bisa bersabar aku akan bersamamu,” desisnya dengan tersenyum getir.

Sooyoung memandang langit biru nan cerah dengan semilir angin menerpa wajahnya. Ia tersenyum memandangi gumpalan awan-awan yang terbentuk membentuk serangkaian benda. Langkahnya ia hentakan disetiap derapan kakinya.

Langkahnya begitu tenang namun terhenti sesaat. Pemandangan yang ia lihat dengan bola mata miliknya membuat ia seperti patung. Tanpa gerakan sedikit pun. Deruan nafas mungkin tak dapat dirasakan sekarang.

Ia menyipitkan matanya, memastikan hal yang ia lihatnya. Ia ingin menyangkal, tapi tak bisa. Kenyataannya memang menyakitkan. Kyuhyun, berpelukan dengan YoonA. Bukan pelukan biasa namun disertai kecupan manis di dahi YoonA. YoonA, merupakan teman sekelasnya. Bagaimana bisa?

Tak ada yang mustahil. YoonA dikenal sebagai yeoja yang sangat populer. Karena, wajah cantik dan kemampuannya benar-benar menganggumkan. Inilah, yang membuatnya takut bermimpi dengan Kyuhyun. Karena, banyak yeoja yang lebih darinya.

Dan Kyuhyun? Padahal baru kemarin ia menyatakan perasaan lebihnya pada Sooyoung. Tapi, kenapa sekarang bermesraan dengan yeoja lain? Apa perasaan Kyuhyun padanya merupakan mainan semata? Atau ia hanya ingin menjadikan Sooyoung boneka dengan sesuka hatinya?

Ia menghela nafas pelan dan berjalan menuju mereka.  “Hai,” sapanya dengan menyoba tersenyum kearah Kyuhyun dan YoonA.

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan tersenyum getir. Ketakutan menyerbu dirinya sekarang. YoonA pun semakin membuat suasana panas. Ia menautkan tangannya dengan tangan Kyuhyun. YoonA tersenyum bahagia dan bertanya, “Soo-ah? Baru pulang?”

Sooyoung yang hanya memandang Kyuhyun dengan tatapan dingin lalu beralih menatap YoonA dengan aura berbeda. “Tentu saja. Kau dan Kyuhyun pacaran?” tanya Sooyoung dengan sedikit melirik Kyuhyun.

“Tentu saja. Dia tampan bukan? Bagaimana, apakah kami cocok?” ungkap YoonA dengan senyum manis dipipinya.

Sooyoung menundukkan kepalanya. Saat itu air mata sudah ingin jatuh di pelupuk matanya. Tapi, ia mencoba menahannya. “Tentu saja,” jawabnya singkat dengan mendonggakan wajahnya menatap YoonA dan Kyuhyun. Tersenyum bahagia namun hatinya terluka.

Kyuhyun hanya diam. Seperti merasa bersalah pada Sooyoung sekarang. Ia tau, ia bodoh menyakiti Sooyoung. “Ayo kita pergi Yoong,” seru Kyuhyun dengan merangkul pundak YoonA.

Semakin membuat badai dihati Sooyoung. Menghancurkan keping-kepingan serpihan hati yang ia tata membentuk nama Kyuhyun. Kini hancur. Dan untuk memperbaikinya, ia tak yakin akan bisa.

YoonA dan Kyuhyun berjalan menjauhi Sooyoung yang hanya diam terpaku. Dengan tangan saling terpaut dan saling membalas senyuman satu sama lain. Membuat air mata Sooyoung kini jatuh perlahan. “Aku tau jika akhirnya seperti ini. Aku memang terluka. Tapi, luka ini takkan sedalam saat aku menerimamu dan melihatmu dengan wanita lain.”

Sooyoung menyeka air matanya dan berusaha tersenyum, “Aku mencintaimu… Aku mencintaimu Cho Kyuhyun. Kenapa kau menyakitiku?”

Dari Kejauhan Kyuhyun melihatnya. Melihat Sooyoung menangis karenanya. Ia mengerutkan wajahnya, kecewa. “Aku memang menyakitimu. Ini karena aku membutuhkan cinta dihatiku. Aku tau hanya namamu yang terukir dihatiku. Tapi, aku membutuhkan seseorang untuk menjagaku. Seandainya kamu mengatakan ‘iya’ maka aku akan setia menunggumu sampai kapanpun. Tapi, kau hanya diam. Bukankah itu berarti kau menolakku? Lantas, kenapa kau menangis sekarang? Menangis bahagia? Aku tau itu air mata kesedihan… Jadi, kumohon berhenti menangis. Jika air mata itu untuk seseorang seperti diriku,” batin Kyuhyun dengan menatap langit. Berusaha menyampaikan pesannya pada Sooyoung.

YoonA menatap Kyuhyun cemas, “Kau tidak apa-apa?”

“Dia… Dia adalah yeoja yang kumaksud,”

Sooyoung memandang bunga sakura yang tepat jatuh dipangkuannya sekarang. Wangi semerbak bunga tersebut membuatnya lebih tenang. Sekarang, ia sedang menenangkan dirinya pada keterpurukannya.

Ia memainkan bunga tersebut dengan tangannya. Lalu ia sematkan bunga tersebut ke telinganya. “Kau cantik,” seru namja yang berdiri tepat dibelakang bangku yang Sooyoung duduki.

Bunga yang ia sematkan pun jatuh. Namja tersebut melangkah menuju hadapan Sooyoung dan memungut bunga tersebut. “Ini,” serunya dengan memberikan bunga tersebut ke tangan Sooyoung.

“Kau?”  Sooyoung mendelik kaget mendapati Kyuhyun dihadapannya.

“Kenapa? Ini kan taman umum,” renggut Kyuhyun sembari mendudukan dirinya disamping Sooyoung.

Kini mereka duduk berdampingan dengan jarak yang cukup jauh. Sooyoung menggeserkan tubuhnya menjauh sedikit dari Kyuhyun. Dadanya sesak melihat Kyuhyun masih bisa tersenyum melihat dia seperti ini.

“Maaf,” desis Kyuhyun tiba-tiba. Sooyoung menolehkan wajahnya menatap Kyuhyun dengan pancaran kesedihan.

Sooyoung memandang lurus. Memandang orang-orang yang berlalu-lalang dihadapan mereka. Seakan waktu terhenti dan hanya mereka berdua. Dengan suasana sengit yang sudah terasa.

“Bukan salahmu. Lagipula, kau hanya temanku,” balas Sooyoung berusa membentuk seuntai senyum manis.

“Tapi, aku ingin lebih. Karena, kamu… hanya kamu. Kamu beda dari yeoja yang aku temui,” balas  Kyuhyun berusaha menyentuh tangan Sooyoung, namun, ia menghindar.

Sooyoung menundukkan wajahnya. Menata kata demi kata yang ia ingin ucapkan,“Beda? Beda karena aku tak sebodoh mereka yang percaya akan semua perkataan manismu,”

Kyuhyun meraih dagu Sooyoung. Ia menginginkan Sooyoung menatap ketulusan dimatanya. “Apa kau lihat? Aku hanya mencintaimu,”

“Jika itu benar, kau takkan menyakitiku,” Sooyoung beranjak dari dudukannya dan berusaha melangkah meninggalkan Kyuhyun. Namun, Kyuhyun menahan tangan Sooyoung. Ia pun berdiri dan memeluk Sooyoung. Mendekap wajah Sooyoung pada dada bidang miliknya.

Hangat. Sooyoung merasa terlindung saat bersandar di dada Kyuhyun. “Katakan kau juga mencintaiku. Aku berjanji akan meninggalkan YoonA.” Kyuhyun membelai puncak kepala Sooyoung lembut.

Sekarang Sooyoung tersenyum. Ia tau Kyuhyun hanya mencintainya. Namun, ia merasa Kyuhyun terlalu jahat. “Meninggalkan YoonA? Apa semudah itu? Kau bukan hanya menyakitiku. Tapi, kau akan menyakiti YoonA.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

Sooyoung menyingkir dari dekapan Kyuhyun. “Aku akan bahagia jika kau bahagia,” balas Sooyoung singkat. Sooyoung berlari meninggalkan Kyuhyun. “Sooyoung-ah!” teriak Kyuhyun berusaha mencegah Sooyoung. Namun, itu tak berhasil.

“Aku menerima YoonA karena ia mengetahui aku hanya mencintaimu Soo… Dia tahu bahwa dia takkan memiliki hatiku. Jadi, aku ingin kau tidak salah paham.” desis Kyuhyun dengan tersenyum getir.

YoonA menatap Kyuhyun cemas. Raut wajah Kyuhyun sangat menyedihkan. Wajah kusam dan mata sembab sangat membuat YoonA khawatir pada keadaannya. YoonA tau penyebabnya. Pasti Sooyoung.

Dulu, YoonA lah yang meminta Kyuhyun untuk menjadi kekasihnya. Awalnya Kyuhyun menolak. Tapi, YoonA terus memaksa. Akhirnya Kyuhyun memberikan alasannya. Ia bersedia menjadi kekasih Kyuhyun asalkan ia menerima bahwa hatinya bukan untuk YoonA melainkan wanita lain.

YoonA tak pernah tau siapa sosok wanita yang berhasil merebut perhatian Kyuhyun. Sekarang ia tahu, sosok itu adalah Choi Sooyoung. Dan sekarang, ia harus menerima hati Kyuhyun hanya di Sooyoung.

“Kau tidak apa-apa?” YoonA menepuk bahu Kyuhyun pelan.

Kyuhyun yang sedari tadi memainkan tuts piano pun mengganguk lemah. Permainan piano Kyuhyun untuk hari ini benar-benar buruk. Setiap nada yang ia mainkan dengan jemarinya mengisyaratkan kesengsaraan.

“Aku merasa aku benar-benar telah hancur.” Ungkap Kyuhyun dengan nada lemah.

“Lantas, apa yang harus kuperbuat? Apa aku bisa membantumu?” tanya YoonA penuh harap.

Kyuhyun menekan tuts piano frustasi. “Bisakah kita mengakhiri hubungan kita?”

YoonA menatap Kyuhyun sendu. Ia yang sedari tadi bersandar di pinggir piano hampir saja jatuh. Mungkin, tubuhnya sekarang melemah. Ia tahu, cepat atau lambat Kyuhyun akan mengatakan hal ini. Tapi, tetap saja dia menginginkan Kyuhyun disampingnya.

“Dan juga, kau harus menjelaskan padanya. Aku ingin memulai hubungan dari awal dengannya. Aku bertekat akan menunggunya.” lanjut Kyuhyun yang semakin membuat pertahanan YoonA hancur.

YoonA menundukkan wajahnya. Ia kini menangis. “Aku harap aku bisa bersama dengannya,” kini Kyuhyun tersenyum. Ia tak menyadari dibalik kebahagiannya YoonA menangis. Gadis rapuh ini sangat sedih saat mendengar kata demi kata yang meluncur di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun bangkit dari dudukannya dan menghampiri YoonA. Ia menggengam tangan YoonA dan memeluknya. “Aku harap kau bahagia Yoong. Maaf, aku semakin menyakitimu,”

Ne, aku mengerti,” balas YoonA berusaha tersenyum.

YoonA melanjutkan ,“Aku minta yang terakhir darimu. Cium aku oppa,”

Sooyoung melangkahkan kakinya gusar. Ia terus mencari ruangan yang dosennya maksud. Ya, dia harus keruang musik untuk mengambil beberapa berkas disana. “Ini dia,” ucapnya dengan nada senang mendapati ruangan yang ia maksud.

Ia pun tersenyum memasuki ruangan tersebut. “Maaf,” ucapnya saat mendapati Kyuhyun dan YoonA tengah berciuman. Ia tak tau bahwa YoonA dan Kyuhyun sedang disini. Ia tak bermaksud menggangu acara mereka.

Kyuhyun menoleh cemas,“Soo-ah?”

Sooyoung dengan ragu-ragu melangkah. “Aku hanya ingin mengambil beberapa berkas. Maaf mengganggu,” ucapnya yang langsung berlari meninggalkan Kyuhyun dan YoonA.

“Soo-ah.. Tunggu!” kini YoonA yang berteriak. Ia merasa bersalah telah melakukan permintaan gila tadi. Memang Kyuhyun menolaknya, namun YoonA terus memaksa.

YoonA pun berhasil menarik tangan Sooyoung. “Dengarkan aku,” pekik YoonA.

“Apa? Semua jelas. Semoga kalian bahagia,” balas Sooyoung singkat. Ia berusaha menahan air matanya. Tapi, krystal tersebut jatuh juga.

YoonA meraih pundak Sooyoung. Mencoba menenangkan temannya tersebut. “Dengarkan aku. Kyuhyun oppa hanya mencintaimu Soo. Dan aku selalu memaksanya. Maaf.”

“Dulu, aku juga memaksanya untuk menjadi kekasihku. Tapi, Kyuhyun oppa menolak. Ia bilang ia mencintai yeoja lain. Aku selalu mendesaknya. Ia pun menerima dengan syarat bahwa ia takkan mencintaiku. Karena hatinya hanya untuk yeoja itu. Dan sekarang, aku tau siapa yang ia maksud… yeoja itu kau Soo. Kau adalah orang yang special untuk Kyu oppa. Choi Sooyoung adalah yeoja yang berhasil merebut hati Kyuhyun oppa,” jelas YoonA yang diikuti air mata berlinang di wajah cantiknya.

Sooyoung semakin menangis. Ia tak tau harus apa sekarang. Apa ia harus bahagia atau menangis? Tapi, perjuangan YoonA menyakinkan Kyuhyun membuatnya tersentuh. Walau, akhirnya ia tak mendapatkan hatinya Kyuhyun. Karena Kyuhyun hanya untuk dirinya.

Kyuhyun melangkah setapak demi setapak menghampiri Sooyoung. YoonA tersenyum kearah Kyuhyun. Ia mengarahkan tangan Kyuhyun untuk terpaut pada tangan Sooyoung. Melihat tangan Sooyoung dan Kyuhyun yang saling merekat membuat hatinya bahagia. Inilah kebahagian Kyuhyun sesungguhnya. Ia tahu, hanya Choi Sooyoung yang akan membuat seuntai senyum manis bahagia di wajah Kyuhyun.

“Aku harap kalian takkan bertengkar lagi. Dan ingat, kalau kalian ingin putus. Kalian harus ijin padaku. Arasseo?”

Sooyoung menatap YoonA terharu. Ia memeluk YoonA erat. “Maaf jika kau terluka,” ucapnya di sela-sela isak tangisnya. “Aku akan berusaha menjaga hati Kyuhyun oppa,”

Sooyoung tersenyum memandang bintang di langit. Malam ini banyak bintang bertaburan di langit. Membuat suasana Seoul benar-benar cantik.  Sooyoung dan Kyuhyun sedikit mengayunkan dirinya pada ayunan yang mereka tempati. Dengan tangan yang saling menjabat mereka menikmati suasana malam Seoul yang sangat romantis.

Sooyoung melirik Kyuhyun singkat dan berkata, “Apa sekarang kau bahagia menyakiti hati YoonA?”

Kyuhyun menoleh singkat dan tersenyum getir. “Dia sudah tau resiko bahwa cepat atau lambat aku akan menyakitinya.”

Kyuhyun bangkit dari dudukannya dan berjalan ke belakang Sooyoung. Ia mendorong ayunan Sooyoung kecil. “Jangan marah lagi ya…” ucapnya dengan sedikit manja. Sooyoung hanya terkekeh kecil mendengarnya.

Kyuhyun meraih pundak Sooyoung. Ia melingkarkan tangannya di leher Sooyoung. Sooyoung tersenyum kecil. Hatinya berdetak tak karuan. “Berhenti membuat hatiku berdegup oppa,” serunya dengan sedikit menyingkirkan tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum jahil. “Hehehe, kau menyukainya?”

-The End-

14 responses

  1. dr yg awalnya gak kenal, sampe akhirnya jadian. bener2 perjuangan yg berat y buat mereka. dr salah paham jg yg semakin nguatin cinta mereka. author daebak!!!
    next ff hrs kyuyoung lg ya haaha

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s