[Ficlet] Apa Hebatnya Kau, Kim Jaejoong?!

annyeong…
aku author baru dan post.an pertamaku Korean Fanfics Lovers… (ga ada yang nanya juga)

Oke, segitu aja… lagian aku bingung mau ngomong apa… ==’
Silakan menikmati*?* ff-ku ini…😀

Title                : Apa Hebatnya Kau, Kim Jaejoong?!

Author            : Shirae Mizuka (yang mau kenalan follow aja @ShiraeMizuka)

Genre              : Romance, Angst

Rating             : PG+15

Length            : Ficlet

Cast                : Kim Jaejoong, Han Soo Hee (OC’s), Han Shi Rae(OC’s), Park Yoochun, Kim Junsu serta Changmin dan Yunho yang hanya saya catut namanya.

Disclaimer      : All casts except OC’s belongs to themselves. Plots is mine.

It’s possibly to got some typos because this fiction has no betaed yet. No copy, stealing, plagiarism or re-post without confirm me.

Ga suka, jangan baca. Kalo baca, wajib komen. Kalo ga komen, tanggung aja tuh dosanya. —-> hukum mutlak!

Warning : Harap maklum dengan ke-gaje-an ff ini. Saya lagi jatuh cinta mendadak*??* sama orang yang bernama Kim Jaejoong dan taraaaa… akhirnya jadilah minifiction super absurd ini. =.=

Dan ff ini sudah pernah dipublish diblog pribadi author… http://fanfictionist.wordpress.com/

~~~~~~~~

Dan hingga saat ini, aku terus berpikir dan mencoba menebak-nebak, apa kiranya yang membuatmu begitu istimewa dimatanya? Bagaimana kau bisa menggenggam erat hati seorang gadis bahkan tanpa saling benar-benar mengenal sekalipun…

-Shirae Mizuka-

Soo Hee POV

.Azalea.

Angin bertiup malu-malu. Serupa gadis perawan yang baru sekali bertemu dengan sang idaman. Namun meski malu-malu, sang bayu ternyata mampu membuat dahan-dahan azalea bergoyang-goyang enggan. Meliuk tertahan diantara lesapan cahaya matahari sore yang terbiaskan. Bergemerisik karena saling bergesekan satu dengan lainnya.

Musim gugur kali ini tampaknya musim gugur terbaik bagi si azalea. Mereka tampak  berkuasa di sepanjang lereng-lereng bukit daerah Gwangyang yang telah terlewati. Warna-warna lembayungnya mendominasi dan pasti akan begitu menggoda bagi kumbang-kumbang yang haus akan nektar. Perpaduan warna lembayungnya tampak menawan manakala selara-selaranya tertimpa terpaan cahaya matahari yang nyaris jingga. Siapa saja pasti akan terpesona pada gradasi warna lembayung-jingga yang terbentuk setelahnya.

Warna itu… warna itulah yang menjadi warna kesukaan Han Shi Rae, kakakku…

Maka ketika janjinya kepada Tuhan tuntas lebih cepat, ia memilih untuk menetap disini selamanya. Terpendam dalam dasar bumi diantara azalea-azalea bermekaran yang selalu menjadi kesayangannya.

“Apa kau bahagia, eonnie[1]?” bisikku.

Lirih suaraku disahut kebisuan. Aku yakin bukan karena ia tak mendengarku, tetapi hanya karena nisan itu memang tak punya kuasa untuk menjawab tanyaku.

Kusapu bening-bening air mata yang nyaris tumpah di pipiku. Sungguh, rindu yang paling menyesakkan adalah rindu kepada seseorang yang tak menyisakan harapan untuk kau temui. Bukan karena jarak, bukan karena waktu, tetapi karena hidup dan… mati.

Hari ini, tepat setahun setelah kepergiannya. Tapi setiap kenanganku bersamanya terasa begitu membekas. Tertoreh begitu dalam di dalam kotak memoriku. Mengenangnya selalu mengundang tawa sekaligus tangis. Hari-hari yang selalu kami habiskan bersama dengan canda dan berbagi cerita. Terutama cerita-ceritanya tentang sebuah nama, Kim Jaejoong.

oo000oo

Soo Hee POV

.Become a Fangirl.

Kisah ini baru saja dimulai. Entah bagaimana aku harus memulainya. Haruskah kuceritakan bagaimana detil awalnya, eonnie-ku, Han Shi Rae, mulai menggilai seorang artis bernama Kim Jaejoong itu? Karena jujur saja aku juga tidak pernah tahu…

Sadar-sadar, aku baru mengetahui kalau Shi Rae eonnie tergila-gila kepada Kim Jaejoong ketika kulihat ia menahan nafas saat melihat namja[2] itu menyanyi di televisi dalam acara sebuah penghargaan musik bersama grupnya, DBSK. Matanya tak berkedip dan senyumnya merekah serupa orang gila.

Ketika topik pembicaraan kami pada akhirnya selalu di arahkannya pada sebuah nama; Kim Jaejoong, segala puja dan pujinya pada namja itu dan saat kamar kami mulai dipenuhi oleh segala macam benda yang berhubungan dengan Kim Jaejoong, maka tak ada yang lain yang dapat kulakukan selain tercengang keheranan.

Tapi setidaknya aku sedikit lega, di antara perjuangannya bertahan hidup melawan sel-sel leukimia yang menggerogoti tubuhnya, seorang Kim Jaejoong, seseorang yang bahkan tak pernah ia lihat rupa aslinya secara langsung, ternyata mampu menghadirkan senyuman sumringah bagi eonnie-ku.

Begitu dalamkah perasaan eonnie-ku pada seorang Kim Jaejoong yang hanya dikenalnya lewat layar televisi, internet dan sejumlah artikel?

Pernah suatu ketika bertanya padanya, “Apa yang membuat eonnie begitu tergila-gila pada Kim Jaejoong?”

Jawaban atas pertanyaanku darinya hanya seulas senyuman dan sebait kalimat penuh misteri…

“Kau akan tahu jawabannya ketika suatu saat kau punya kesempatan bertemu langsung dengannya…”

Aku tidak mau mengatakan kalau aku dan Jaejoong itu tidak mungkin bertemu karena apa yang tidak mungkin di dunia ini? Hanya saja kemungkinannya pasti kecil sekali. Jadi, kemana harus kucari jawaban pertanyaanku itu?

Sulit kumasukkan ke dalam akal sehatku, apa yang membuat seorang Kim Jaejoong ini menjadi begitu hebat dimata eonnie-ku?

Di lembar terakhir diari Shi Rae eonnie, bahkan kalimat inilah yang tertulis…

Untuk Jaejoong oppa[3], aku tidak jatuh cinta pada kesempurnaanmu. Aku jatuh cinta pada apa adanya dirimu. Dan itulah yang akan membuat cintaku lebih kuat dari apapun. Yang buruk tentangmu takkan mengusik cintaku, yang baik justru akan membuatku semakin tertawan padamu.

Aaaaahhh… Kim Jaejoong…

Apa hebatnya dirimu?

Aku harus tahu…

oo000oo

Author POV

.Something Out of Expectation.

Hyung[4]…”

Yoochun mendekat dan mencoba menarik perhatian Jaejoong yang tampak sedang serius sekali dengan sebuah buku super tebal. Entah buku apa yang sedang dibacanya.

“Hmph…” Jaejoong menyahut pendek, bahkan tanpa menoleh sedikitpun pada Yoochun.

AigoooHyung, setidaknya lihatlah aku sebentar kalau aku memanggilmu. Memangnya buku apa sih yang  sedang kau baca sampai kau tidak peduli lagi padaku?”

Jaejoong menoleh jengah pada Yoochun. “Waegeurae[5]?” tanyanya.

“Aku bosan sekali, hyung…” gerutu Yoochun.

Jaejoong sudah tahu kalau Yoochun bosan, bahkan sesaat sebelum pesawat mereka lepas landas tadi, Yoochun sudah mengatakan kata ‘bosan’ tidak kurang sebanyak tiga kali. Wajar saja memang, kegiatan promo gila-gilaan yang mereka lakukan beberapa minggu belakangan memang membuat mereka sulit menghindar dari yang namanya kejenuhan.

Bersukurlah karena 3 hari ke depan mereka diberi jatah liburan. Pesawat yang mereka tumpangi kini akan membawa mereka menuju Pulau Jeju. Lumayan, untuk menyegarkan kembali tubuh dan otak mereka yang mulai dilanda kepenatan.

Jaejoong memutar bola matanya, “Lalu kenapa kau tidak tidur seperti Junsu?!” Dagu namja itu mengaju pada Junsu yang tampak lelap di sebelah Yoochun. Di pesawat itu, mereka memang sengaja memilih 3 tempat duduk yang berdekatan.

“Aku tidak mengantuk hyung. Bagaimana kalau kita mengobrol saja?” tawar Yoochun.

Jaejoong mendengus pelan. Jujur saja mood-nya tidak sedang baik saat ini, bahkan untuk sekedar mengobrol atau tidur sekalipun dan sekarang Yoochun tiba-tiba mengusik ketenangannya dengan rengekan yang membuatnya terlihat begitu mirip dengan sang maknae[6], Changmin.

“Rengekanmu mulai mengingatkanku pada Changmin.” tanggap Jaejoong.

Dahi Yoochun berkerut, sebelum kemudian mulai angkat bicara. “Ngomong-ngomong soal Changmin, aku memang sedang kangen sekali padanya, juga pada Yunho hyung…”

Yoochun merindukan Changmin dan Yunho? Tentu saja Jaejoong juga merindukan kedua orang itu. Sudah berapa lama ia tidak bertemu dengan mereka?  Keberadaan mereka yang kini tidak lagi dalam berada dalam grup yang sama membuat perlahan-lahan intensitas pertemuan mereka menurun dengan drastis. Hanya sesekali mereka dapat menyempatkan diri untuk bertemu.

“Oh ya, aku baru ingat hyung, Yunho hyung sempat menitipkan ini. Dia mengirimkannya ke dorm minggu lalu saat hyung sedang tidak ada. Aisshh, gara-gara kegiatan promo itu aku jadi terus-terusan lupa memberikannya pada hyung…” tutur Yoochun kemudian.

Jaejoong menunggu, memperhatikan Yoochun yang meraih tas jinjing kecilnya dan mulai mengaduk-aduk isinya.

“Ah, ini dia… Akhirnya aku menemukannya.” seru Yoochun. Namja itu kontan mengulurkan selembar surat dengan sampul biru muda pada Jaejoong.

“Surat?!” cengang Jaejoong.

“Saat melihat surat itu aku, jujur saja aku hampir percaya kalau YunJae couple[7] itu benar-benar nyata. Untung saja setelah kutanyai, Yunho hyung cepat-cepat menjelaskan kalau surat itu adalah surat dari fans-mu. Kurasa, fans-mu ini tidak tahu kalau kita sudah tidak tinggal di dorm yang sama lagi dengan Changmin dan Yunho hyung.”

Michyeosseo[8]!!!” umpat Jaejoong dan Yoochun hanya menyambutnya dengan tawa.

oo000oo

Jaejoong POV

.A Letter.

Aku menyesap secangkir teh lemon sambil menikmati semilir angin yang berhembus pelan dari balkon vila yang disewakan oleh manajer JYJ di Pulau Jeju. Oke, pilihan manajerku itu sama sekali tidak buruk kali ini. Hamparan pegunungan Pulau Jeju yang seakan saling tumpang tindih terlihat dengan begitu jelas dari balkon ini. Begitu menawan.

Sesaat kemudian kuletakkan cangkir teh lemonku di meja balkon lalu kuraih surat biru yang diberikan oleh Yoochun padaku saat di pesawat.

Kim Jaejoong-ssi… Bolehkah aku tahu apa hebatnya dirimu?

Ya Tuhan, kalimat awal disurat itu benar-benar membuatku tersentak kaget. Apa surat ini benar-benar dari fans-ku?! Atau malah dari anti fans?! Kenapa kesannya mengintimidasi begini?

Kubalik-balik surat itu untuk mencari alamat si pengirim. Dan… hei, alamat pengirimnya ada di Pulau Jeju!

Namaku Han Soo Hee, Jaejoong-ssi. Aku bukan fans-mu, tapi kakakku, Han Shi Rae, ia menggilaimu setengah mati. Ia sudah meninggal sekarang, namun kepergiannya justru menyisakan pertanyaan besar dalam kepalaku.

Apa hebatnya dirimu, Kim Jaejoong-ssi?

Aku berhenti membaca surat itu sejenak. Pertanyaan di surat itu kian mengusikku. Ya, apa hebatnya diriku?

Apa yang hebat itu suaraku? Atau ketampananku? Aku yakin, sebelum mengirimkan surat ini gadis bernama Han Soo Hee ini pasti sudah mendengarkan baik-baik suaraku dan menatap tampangku lekat-lekat. Dan sepertinya ia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaannya hingga ia mengirimkan surat serupa ini padaku.

Apa hebatnya diriku?

Dan hingga saat ini pun, aku masih terus berpikir dan mencoba menebak-nebak, apa kiranya yang membuatmu begitu istimewa dimatanya? Bagaimana kau bisa menggenggam erat hati seorang gadis bahkan tanpa saling benar-benar mengenal sekalipun…

Bisakah kau memberitahuku apa hebatnya dirimu, Kim Jaejoong-ssi?

oo000oo

Soo Hee POV

.Let We Try it.

Aku nyaris tidak percaya bahwa kini seorang Kim Jaejoong kini ada di hadapanku. Ia duduk di meja yang sama denganku di sebuah kedai kecil dan sederhana di Pulau Jeju yang kuyakin sama sekali bukan ‘level’nya.

Jujur saja, aku kira aku berada di dunia khayalan ketika ia datang dan berdiri di depan pagar rumahku sambil berkata, “Jika kau bertanya apa hebatnya aku, Soo Hee-ssi, maka sebenarnya aku juga tidak tahu apa kehebatanku. Mungkin barangkali kau mau berbincang-bincang sebentar denganku dan mari kita cari tahu apa hebatnya diriku.”

“Jadi kau datang kesini karena suratku?” tanyaku padanya dengan mata membola.

Ini benar-benar diluar ekspektasiku. Aku mengirimkan surat itu hanya… eumph… iseng?! Ah, mungkin ini tidak sepenuhnya sebuah keisengan. Maksudku, aku benar-benar ingin tahu apa hebatnya Kim Jaejoong ini. Hanya saja… Aku benar-benar tidak menyangka ia akan datang sendiri padaku karena surat itu. Ya Tuhan…

Namja di depanku itu hanya tertawa ringan. Ia menyesap vanilla latte di depannya dengan santai dan sama sekali tidak terganggu oleh mataku yang menatapnya intens. Ia terlihat tampan dan berkarisma dengan sikapnya itu. Baiklah, aku benar-benar tidak ragu sekarang kalau namja ini memang tampan seperti kata Shi Rae eonnie.

“Aku menemuimu memang karena surat itu, tapi itu karena aku memang kebetulan sedang berada di Pulau ini. Jadi jawabannya antara ya dan tidak.”

“Oh,” mulutku membulat.

“Jadi… menurutmu, apa hebatnya aku? Atau… aku malah tidak hebat sama sekali?” tanyanya. Namja itu sedikit menarik ujung topinya, sedikit aksesori tambahan sebagai pengaburan identitas diri mungkin karena sepertinya ia tidak sering terlihat memakai topi. Dari ekspresinya, aku tahu ia bertanya dengan serius.

“Bukankah seharusnya kau yang memberitahuku? Kakakku sampai tergila-gila padamu…” kataku.

“Sudah kukatakan aku juga tidak tahu…” Dia mendesah. “Tapi aku punya sebuah usulan. Entah kau menyetujuinya dan entah tidak…”

Dahiku berkerut bingung, mencoba menebak apa yang akan ia katakan selanjutnya. Tapi yang kudapati justru raut keraguan dan sedikit… eumph… malu-malu? Karena kulihat wajahnya kini merona merah…

“Nggh… Apa kau benar-benar ingin tahu apa kehebatanku?” tanyanya.

Aku memutar bola mataku… “Eumphh… ne[9], tentu saja.” kataku.

“Kalau begitu pacaranlah denganku.” katanya.

MWOOO[10]??!!” pekikku. Pa-pa-pacaran katanya?!

Pipinya merona merah lagi, “Karena sepertinya aku tertarik padamu dan… kau bisa mencari tahu kehebatanku dengan leluasa. Tapi jika nanti kau tidak berhasil menemukannya, kau bisa mengakhiri hubungan kita kapanpun kau mau.”

Aku melongo. Sungguh, hanya itu yang bisa kulakukan saat ini.

Wajah namja itu masih terlihat penuh karisma, namun kali ini cenderung dingin dan tanpa ekspresi. Dia berdehem kecil. “Kau bisa memikirkannya dulu, sehari atau dua hari mungkin…” tambahnya.

Aku larut dalam kebisuanku. Jalan pikiran namja ini sulit diprediksi, aku pikir itu adalah salah satu kehebatannya. Aku akhirnya menemukan satu kehebatannya, jadi… mungkin tidak ada salahnya aku mencari tahu lebih banyak lagi.

Shi Rae eonnie… Tolong restui pilihanku ini…

“Baiklah…Barangkali kita memang harus mencobanya…” putusku.

oo000oo

Footnote:

[1] Korean : Panggilan dari perempuan kepada perempuan yang lebih tua.

[2] Korean : Laki-laki.

[3] Korean : Panggilan dari perempuan kepada laki-laki yang lebih tua.

[4] Korean : Panggilan dari lelaki pada laki-laki yang lebih tua.

[5] Korean : Ada apa?

[6] Korean : Sebutan untuk member termuda dalam suatu grup.

[7] English : Pasangan.

[8] Korean : Gila!

[9] Korean : Ya.

[10] Korean : Apa?

23 responses

    • makasih…😀

      iya, mrk pacaran… kyaknya… (nah lho… kok kayaknya??!)
      lanjutan?? eungg… aq niatnya ini cuma 1 bagian, ga ada lanjutan… tp klo byk yg suka mgkin aq prtimbangin buat bkin sekuelnya… makasi udh bca ff ku yg abal ini.. ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s