[MARRIED BY ACCIDENT’S SEQUEL] YOU MUST MARRY ME CHAPTER 4

Author      : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Length      : Mini Series

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E, Friendship, Angst dikit2

Rating      : PG-15

Cast          : Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC), Kwon Yoora (OC), Cho Kyuhyun (SUJU), Park Jiho (Ulzzang) and other cast you can find it by yourself ;)

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya :D

Previous Story : MBA Chapter 1 I MBA Chapter 2 I MBA Chapter 3 I MBA Kyuhyun’s Side I Teaser UM3 I UM3 Before Story Chapter 1 I UM3 Before Story Chapter 2 I UM3 Chapter 1 I UM3 Chapter 2 I UM3 Chapter 3

 

Yoora’s POV

 

“SURPRISE!!!!” aku terjengkang ke belakang ketika membuka pintu rumah Riri.

“Aigo… Oppadeul! Riri! Kalian membuatku hampir jantungan!!” omelku.

“Saengil chukahamnida. Saengil chukahamnida. Saengil chukae uri Yoora. Saengil chukahamnida.” Aku berlari memeluk mereka. Terharu. Mereka mengingat ulang tahunku. Setidaknya aku masih dapat merasakan yang namanya bahagia di ulang tahunku kali ini.

“Hey! Tiup lilinnya dan make a wish!” suruh Leeteuk oppa. Aku mengangguk lalu meniup lilin dan memejamkan mataku serta mengucapkan doaku dalam hati.

 

Ya Tuhan, berikan kebahagian untukku dan orang-orang disekitarku.

 

“Ayo potong kuenya!!!” seru Shindong oppa semangat. Aku tertawa lalu memotong kue tart di tangan Riri.

“Potongan pertama untuk….” Aku menatap ke sekelilingku.

 

Flashback

 

“Potongan pertama untuk….”

“Eomma dan Appa!!! Ayo makan bersamaan! Hahaha…”

“Ya! Anak nakal! Kau mau mengerjai kami ya??”

~-~

“Happy birthday nae Yoobo…”

~CHU~ “Saranghae…”

“Nado Kyu.”

 

“Mana coklat untukku??? Biasanya kau bawa coklat tiap ulang tahunku.”

“Cium lagi baru ku kasi!”

“Ya!! Dasar Kyutae!!”

“Nama apa lagi itu yang kau beri padaku?! Dasar Yoobo!”

“Kyutae itu Kyuhyun BYUNTAE!!! Habisnya dikit-dikit cium, apa-apa cium!”

 

“Kenapa kau diam Yoora-ya??” pertanyaan Siwon oppa menyadarkanku dari lamunanku.

“Ah! Potongan pertama untuk RIRI!!!” seruku lalu menyuapi Riri.

“Gomawo.” Ucapnya. “Cheonmaneyo! Kau selalu berdiri dibelakangku ketika aku akan benar-benar terjatuh! Kau pantas mendapatkannya!” ucapku.

“Yang kedua….”

 

“Untuk Sungmin oppa yang akan terus menjaga Riri untukku!!!” aku menghampiri Sungmin oppa lalu menyuapinya.

“Gomawo.” Ia mencium pipiku.

 

Aa…apa…apa-apaan dia?? Dia menciumku di hadapan Riri dan oppadeul??

Aish… tak sadarkah ia sekarang sudah menikah dan memiliki seorang istri?? Istri mana yang rela suaminya mencium wanita lain???

Aigo… aku harap Riri tidak marah dan menganggap ciuman tadi hanyalah bentuk kasih sayang dari oppa kepada dongsaengnya.

 

Suasana masih hening. Sepertinya semua masih terkejut dengan apa yang Sungmin oppa lakukan tadi.

“Ya!! Riri, kau tadi tidak menciumku seperti Sungmin oppa!!” seruku memecah keheningan.

Riri tersenyum. Aku tahu itu senyum getir.

Mianhae, aku tak bermaksud menyakitimu Riri-ya.

 

“Tadi Sungmin oppa mencium pipi kiriku, sekarang kau harus mencium pipi kananku! Palli palli palli!!” ucapku berpura-pura riang sembari mendekati Riri.

Riri mencium pipi kananku.

 

“Ah! Potongan ketiga untuk SUJU oppadeul yang selalu menghiburku ketika aku sedih!!” aku menghampiri mereka lalu menyuapi mereka satu persatu.

 

Kami menikmati malam ini dengan penuh canda dan tawa.

Terima kasih Tuhan atas kebahagiaan yang kau berikan ditengah usahaku menyembuhkan luka di hatiku.

 

Tapi, jika boleh aku meminta satu permintaan lagi.

Aku hanya ingin eomma, appa, dan dia ada disini.

 

POV End

 

Riri menghampiri Yoora yang sedang duduk bersama member Super Junior.

“Ini untukmu!” ucapnya sembari menyerahkan sebatang coklat.

“Coklat?? Omo!! Aku sudah lama tidak makan coklat!” seru Yoora senang.

“Tumben sekali kau memberiku coklat! Seumur-umur, yang pernah memberiku coklat di hari ulang tahunku hanya…” Yoora menghentikan ucapannya. Dalam hati Yoora merutuki dirinya, untuk apa mengingat-ingat masa lalu yang hanya membuatmu sakit??

 

“Lupakan.” Ucapnya kemudian.

“Aku pikir coklat dapat membuat moodmu semakin membaik! Kau harus rajin-rajin makan coklat!!” seru Riri. Ia bicara seolah-olah ialah yang memberikan coklat itu. Tapi sebenarnya bukan dia. Dia hanya menjalankan amanat dari pemberi coklat sesungguhnya, Kyuhyun.

 

~>.<~

 

Riri mendudukkan dirinya di pinggir ranjang. Semua kilasan-kilasan tentang ulang tahun Yoora tadi berputar di otaknya. Bagaimana ketika Sungmin mencium pipi Yoora-lah yang paling membekas diingatannya.

Sakit?? Tentu saja. Istri mana yang tidak sakit ketika melihat suaminya mencium wanita lain?? Walaupun hanya pipi, tapi tetap saja Riri tak suka. Titik masalahnya berada pada siapa wanita yang Sungmin cium. Seandainya yang Sungmin cium pipinya adalah ibunya sendiri atau saudaranya, tentu Riri tak akan mempermasalahkannya. Masalahnya, wanita yang ia cium adalah Yoora. Kwon Yoora, wanita yang amat Sungmin cintai.

 

Meskipun sakit, ia berusaha menekan rasa sakit itu. Ia tak mau jika rasa sakit yang ia rasakan nantinya akan menjadi rasa benci terhadap Yoora. Demi apapun, ia begitu menyayangi Yoora seperti menyayangi adiknya sendiri. FYI dia anak tunggal, sehingga hanya dengan Yoora-lah ia dapat merasakan yang namanya persaudaraan.

 

Sungmin keluar dari kamar mandi. Ia mengernyitkan dahinya melihat Riri duduk di tepi ranjang sembari menundukkan kepala. Sedang sakitkah? Pikir Sungmin.

 

“Kau sakit??” Sungmin duduk di sebelah Riri.

“Kau… begitu besarkah cintamu terhadap Yoora??” pertanyaan Riri barusan berhasil membuat Sungmin terhenyak.

“Kau tahu apa jawabannya.” Ucap Sungmin.

“Lalu untuk apa aku ada disini menjadi istrimu??” tanya Riri yang sukses membuat Sungmin terhenyak untuk kedua kalinya. Sungmin sendiri terkadang bingung mengapa ia dengan mudahnya menikahi Riri tanpa adanya cinta yang melandasi rumah tangga mereka. Untuk membantunya melupakan perasaannya terhadap Yoora?? Mereka bisa pacaran terlebih dahulu. Tapi sekali lagi, inilah yang Sungmin heran dan sulit untuk menemukan jawabannya, mengapa ia menikahi Riri & sangat menginginkan Riri menjadi istrinya.

“Karena aku ingin kau menjadi istriku dan kaulah yang harus menikah denganku!” jawab Sungmin. Entahlah, tiba-tiba saja mulutnya mengeluarkan kata-kata itu.

Riri tersenyum lirih. “Aku takut kau hanya menjadikanku pelarian.” Ucapnya lirih.

“Kenapa kau berpikir begitu?? Bukankah sejak awal aku memintamu untuk membantuku melupakan perasaanku pada Yoora?? Aku tidak pernah memintamu untuk menjadi pelarianku ataupun berniat menjadikanmu pelampiasan karena tak bisa mendapatkan Yoora.” Ujar Sungmin meskipun dalam hati ia mengakui bahwa sempat menjadikan Riri sebagai pelariannya lantaran Yoora menolaknya. Ia tak mau mengatakannya pada Riri karena tak ingin menyakiti hati Riri.

“Sekarang mungkin begitu. Tapi aku takut jika nanti…” Riri tak melanjutkan ucapannya.

“Kalau memang masih ada kesempatan untuk bersama Yoora, raihlah kesempatan itu! Aku bahagia jika kalian bahagia! Masalah cerai itu gampang!” ucap Riri membuat emosi Sungmin memuncak.

Sungmin mencengkram bahu Riri dan membuat Riri menatapnya.

“Sejak dulu, aku tak pernah bercita-cita untuk menikah lebih dari sekali!” ucap Sungmin penuh penekanan. “Bagiku, menikah itu sekali seumur hidup!” sambungnya lagi.

“Aku telah menikahimu, maka kaulah yang akan terus menjadi istriku hingga ajal menjemputku! Camkan itu!” Riri terperangah mendengar ucapan Sungmin barusan.

Bagaikan mendapat setitik cahaya di tengah kegelapan, harapan Riri muncul kembali.

Tangan Sungmin yang tadinya mencengkram bahu Riri kini telah berpindah. Tangan kirinya di pinggang Riri, sedangkan tangan kanannya membelai pipi Riri. Hal yang paling senang ia lakukan ketika ia mengenal Riri lebih dekat. Dua alasan yang Sungmin punya mengapa ia suka membelai pipi Riri. Pertama, karena pipi Riri chubby. Dan kedua, karena ia ingin.

Jarak diantara mereka berdua tak lebih dari 10 cm.

“Ada satu hal yang perlu kau tahu…” ucap Sungmin di depan wajah Riri.

“Aku sedang belajar mencintaimu…” ucapnya lagi kemudian menyapukan bibirnya di bibir Riri.

Mereka terhanyut dalam suasana romantis yang mendukung adanya hal yang lebih dari sekedar ciuman.

“Saranghae…” ucap Sungmin sebelum akhirnya ia menuntun Riri untuk melakukan hal yang lebih daripada sekedar berciuman bibir.

 

~>.<~

 

Riri tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian kemarin malam di kamarnya.

“Aaahh… kemarin benar-benar hari baikku.” Gumamnya.

“Aku telah menikahimu, maka kaulah yang akan terus menjadi istriku hingga ajal menjemputku! Camkan itu!”

Ia terkekeh. ‘Darimana Sungmin oppa bisa mendapatkan kata-kata seperti itu?? Haha… mengingatnya membuatku ingin tersenyum terus.’ Batinnya.

 

Setelah mendengar ucapannya itu, ia merasa tenang dan… bahagia tentunya. Ucapan Sungmin malam itu membuatnya percaya bahwa sampai kapanpun Sungmin tidak akan meninggalkannya. Ia tak peduli saat ini Sungmin mencintainya atau tidak. Yang pasti, ia sudah punya jaminan kalau Sungmin tidak akan berpindah ke tangan Yoora.

 

Kucing yang dibiasakan memakan pisang, lama-kelamaan pasti akan lupa pada ikannya. Sama seperti Sungmin. Saat ini ia terbiasa melihat Yoora sehingga ia sudah pasti akan lebih memilih Yoora daripada Riri. ‘Tapi coba lihat beberapa bulan lagi’, Riri meyakinkan dirinya bahwa ia akan berhasil membuat Sungmin  terbiasa melihat ke arahnya, akan selalu memilihnya dibanding Yoora maupun wanita lain, dan melupakan perasaannya kepada Yoora.

 

~>.<~

 

Riri memasak banyak makanan hari ini. Sungmin menyuruhnya datang membawakan bekal karena Sungmin malas harus makan di luar. Tapi karena tidak ingin member yang lain iri, maka ia akan memasak banyak makanan agar semua dapat. Kebetulan sekali Yoora hari ini main ke rumahnya. Jadi ia bisa meminta bantuan Yoora untuk membantunya memasak.

Tapi…  ia perhatikan sedari tadi wajah Yoora menampakkan raut kecewa dan sedih.

‘Dan sekarang?? Ckckckck… menyeramkan sekali caranya mengiris bawang. Seperti sedang mengiris-iris manusia.’ Pikir Riri sembari menatap Yoora ngeri.

‘Ada apa dengannya ya?? Mungkinkah ada hubungannya dengan Kyuhyun oppa? Huft… semoga saja.’ Harap Riri dalam hati.

 

Yoora’s POV

 

… Super Junior’s Kyuhyun tertangkap kamera sedang jalan berdua dengan salah satu personil F(x) yang dulu sempat di gosipkan memiliki hubungan khusus dengannya. Mungkinkah memang benar dulu ia punya hubungan khusus dengan F(x)’s Victoria?? Dan setelah perceraiannya, ia menjalin kembali hubungannya yang sempat kandas karena ia menghamili seorang gadis?? …

 

Cisshh… kenapa harus mendengar berita buruk seperti itu tadi pagi???

Haahh.. aku kesal! Aku kesal!! Ia tak pernah mempedulikan perasaanku sedikitpun. Tak pernah puaskah membuatku sakit hati??

Sudah menghamiliku! Tak mau bertanggung jawab! Sudah menikah, bukannya membuatku bahagia malah menyakitiku?! Eh… sempat-sempatnya menyodoriku surat cerai saat aku sedang hamil tua!

Dasar tak tahu diri!!

Tak sadarkah ia karena surat cerai yang ia sodorkan membuatku ingin mengakhiri hidupku & kehilangan bayiku?!?!

Persetan ia sebenarnya mencintaiku atau tidak! Yang penting, harusnya ia tahu kalau aku masih mencintainya! Tega-teganya ia membuat skandal seperti itu!

Ingin menunjukkan padaku kalau ia sudah mendapatkan kekasih yang baru???

 

Tch! Brengsek!! Laki-laki brengsek!!! Ku sumpahi kau putus dengan Victoria! Ku doakan agar kau jadi bujang tua karena tak ada yang mau dengan laki-laki baj*ngan sepertimu!!! Aku benci!! Aku benciiiiiiii!!!

Bahkan kau tidak meminta maaf padaku sampai sekarang?!!

Pokoknya aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau berlutut di hadapanku!!

 

Awas kau Cho Kyuhyun… tunggu pembalasanku!!

Setelah aku berhasil mengobati diriku sendiri, aku pastikan, orang yang pertama mengirim surat undangan pernikahan adalah AKU!!!

 

“Kau kenapa Yoora-ya??” pertanyaan Riri membuyarkan lamunanku sekaligus membuatku berhenti mengomel dalam hati.

“Aniyo! Gwaenchana!” sahutku.

“Caramu mengiris bawang mengerikan sekali!” komentarnya. Huh! Tak tahukah ia bahwa sahabatnya ini sedang kesal??

Hiiissshhh… aku memotong bawang seperti itu kan karena membayangkan bawang yang kuiris-iris adalah Kyuhyun.

Grrr… ingin sekali aku mengiris-irisnya!!

 

Yoora babo!! Berhentilah memikirkannya! Lupakan dia! Dia itu musuhmu! Dia orang jahat! Kau harus membencinya!

 

Hhh… Memikirkan Cho Kyuhyun si makhluk l*knat itu hanya akan merugikan dirimu saja. Okay Yoora, berhenti mengomel tentangnya lagi.

 

“Nanti kau ikut ke SM kan??” tanya Riri membuyarkan lamunanku.

“Untuk??”

“Kita makan-makan disana! Sungmin oppa menyuruhku datang kesana dan membawakannya makanan! Karena hari ini masak banyak, kita bisa makan bersama Super Junior oppadeul!” jawab Riri.

“Aku… tidak ikut.” Tolakku. Datang kesana berarti aku akan bertemu dengannya.

“Wae??”

“Kau tahu jawabannya!” sahutku.

 

POV End

 

~>.<~

 

Park Jiho menjalankan mobilnya meninggalkan gedung SM.

Ia tersenyum senang ketika berhasil memecahkan suatu rahasia yang tidak diketahui oleh publik. Rahasia yang jika di bongkar akan berdampak buruk untuk beberapa pihak.

 

Rencana demi rencana ia susun di dalam kepalanya. Semua ia lakukan demi mendapatkan cintanya kembali.

Licik memang.

Tapi inilah cinta. Membutakan. Membuat orang melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.

 

“Situasi memang sedang berpihak padaku. Kartu AS kalian kini ada di tanganku!” ia menyeringai.

 

~>.<~

 

Riri memasuki gedung SME. Tapi matanya sempat menangkap sosok pria yang ia kenal.

“Jiho?? Apa yang ia lakukan disini??” pikirnya.

 

Tak terlalu ambil pusing, Riri pun masuk ke dalam dan mencari ruang latihan Super Junior.

 

“Oh… designer muda itu memilih Super Junior sebagai model pakaian-pakaian terbarunya??”

“Ne. Aku dengar design pakaiannya bagus-bagus. Hm… untuk pakaian wanitanya, bisa saja ia akan mengontrak SNSD. Bukankah Super Junior dan SNSD itu sudah jadi satu paket jika di kontrak oleh designer-designer pakaian ataupun perusahaan-perusahaan pakaian branded seperti SPAO??”

 

‘Oh… jadi Jiho datang kesini untuk mengontrak SuJu. Tapi… benarkah SNSD juga?? Ah! Aku harus menyiapkan hatiku jika nanti Sungmin oppa di sandingkan dengan Sunny ataupun member SNSD yang lain.’ Batin Riri.

 

~>.<~

 

“Annyeong haseyo!” sapa Riri begitu memasuki ruang latihan Super Junior.

“Annyeong!!”

“Kau bawa apa??” tanya Eunhyuk begitu melihat keranjang berukuran sedang di tangan Riri.

“Tentu saja makanan untukku!” sahut Sungmin.

“Ani! Ini untuk kalian semua!” ucap Riri meralat ucapan Sungmin.

Eunhyuk memeletkan lidahnya ke arah Sungmin, membuat Sungmin mengembungkan pipinya, kesal.

 

Riri membagikan semua makanan yang ia bawa pada semua member Super Junior.

“Kyu oppa! Kemarilah!” panggilnya. Member yang lain sudah mendapat jatahnya namun ia tak menghampiri Riri sedari tadi.

Meskipun tampak ragu, akhirnya ia menghampiri Riri.

“Aku bawa jjangmyeon juga! Kau suka jjangmyeon kan??” Tanya Riri.

“Ne, gomawo!” sahutnya.

 

“Hm… enak sekali jjangmyeonnya! Tapi rasanya, aku pernah makan juga jjangmyeon yang seperti ini!” ucap Donghae.

Riri menatap Kyuhyun yang sedang menyantap jjangmyeonnya. ‘Aku yakin ia tahu siapa pembuat jjangmyeon itu.’ Ucap Riri dalam hati.

“Tentu saja! Itu buatan Yoora! Tidak berubah kan rasanya??”

“Uhuuuk… uhuuukkk…” Leeteuk tersedak ketika Riri mengatakan jjangmyeon itu buatan Yoora. Ia meminum airnya sembari menatap Kyuhyun yang menundukkan kepalanya.

 

“Ngomong-ngomong soal Yoora… dia tidak ikut kemari??” tanya Kibum.

“Tidak. Katanya dia ada urusan dengan rekan kerjanya.” Sahut Riri, berdusta. Mana mungkin ia mengatakan pada mereka kalau Yoora tidak ingin kemari karena tak mau bertemu dengan Kyuhyun?? Yang ada nanti, malah Kyuhyun sakit hati mendengar alasan yang sebenarnya.

“Rekan kerja?? Dia bekerja??” Riri menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Ryeowook.

“Jinja?? Kerja apa?? Dimana??” tanya Heechul.

“Aku tidak tahu apa pekerjaannya dan dia bekerja dimana! Karena sampai saat ini ia belum mengatakan apapun padaku tentang pekerjaannya!” jawab Riri.

“Mungkin Sungmin oppa tahu!” Riri melirik Sungmin yang berada disebelahnya.

“Aku tidak tahu! Ia juga tidak mengatakan apapun padaku!” sahut Sungmin.

“Aigooo… aku jadi khawatir dengannya!! Aish… bagaimana kalau ia bekerja di tempat yang salah seperti… Club malam??” Leeteuk memukul kepala Eunhyuk, tidak terima Yoora-dongsaeng kesayangannya- dicurigai seperti itu. “Yoora adalah gadis baik-baik!!” seru Leeteuk.

“Aku kan hanya mengira-ngira…” Eunhyuk mengerucutkan bibirnya.

“Haaah… kasian sekali anak itu. Nasibnya benar-benar buruk. Coba aku yang menghamili! Pasti akan aku nikahi dengan senang hati gadis sebaik dia! Tidak akan ku siksa dan ku ceraikan! Aku akan sangaaaaat… mengasihi dan menyayanginya sepenuh hatiku!” ucap Heechul yang langsung Riri mengerti maksudnya itu menyindir Kyuhyun yang sedari tadi diam.

“Ne! Seharusnya sekarang ia sedang bahagia merawat bayinya. Diam di rumah dan menerima nafkah dari suaminya!” timpal Shindong.

Suasana jadi sedikit tak enak. Riri tahu, Siwon dan Donghae sedari tadi menatap Kyuhyun prihatin karena mendapat sindiran dari dua hyungnya. Sementara Sungmin yang sudah kita ketahui betapa dekatnya ia dengan Kyuhyun, malah sibuk menghabiskan makanannya seakan tak peduli dengan sindiran yang dilontarkan Heechul dan Shindong kepada Kyuhyun.

“Ah! Kenapa kita jadi membicarakan Yoora?! Nanti Yoora bersin-bersin karena kita bicarakan! Kekeke…” ucap Riri berusaha menghentikan topik tentang Yoora karena ia cukup kasihan melihat Kyuhyun yang sepertinya sudah tak nyaman.

 

“Ehm… ngomong-ngomong, kapan Leeteuk oppa melaksanakan wajib militer??”

“Kenapa bertanya seperti itu?? Kau ingin aku cepat-cepat pergi ya??” Leeteuk memasang wajah sedihnya.

“Bu..bu..bukan seperti itu! Aku kan hanya bertanya!” ucap Riri merasa tak enak.

“Ne. Gwaenchana. Setelah SuShow 4 di Seoul berlangsung, aku, Heechul, & Yesung akan wamil bersama.”

“Waahh… Super Junior makin sepi ya kalau para tetua pergi.” Ucap Riri mencoba bergurau.

“Ya!! Para tetua?! Enak saja! Super Junior itu semakin tua semakin tampan tahu!!” ucap Heechul tak terima.

“Haha… ne! Ne! Ne! Kalian semakin tua semakin tampan! By the way, Kangin oppa beberapa hari lagi menyelesaikan tugasnya kan??” tanya Riri lagi.

“Ne. Bulan depan ia sudah bisa mengikuti kegiatan Super Junior lagi.” Sahut Leeteuk.

“Huft… aku pasti akan sangat merindukan kalian.” Ucap Riri.

“Ne. Kami juga hyung! Haaahh… dorm bawah semakin sepi! Dorm atas juga sepi!” ujar Ryeowook di sambut dengan anggukan kepala dari Eunhyuk & Donghae.

 

~>.<~

 

“Hhhh…” Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia membenarkan posisi topinya agar penyamarannya tak terbongkar.

Sejak pernikahannya dengan Yoora hancur, ia jadi merasa tak nyaman dengan Super Junior. Kerap kali ia menerima sindiran-sindiran dari beberapa hyungnya. Namun ia tahu, hyung-hyungnya seperti itu karena ingin menyadarkannya.

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya menatap ke depan dan melangkahkan kakinya menuju taman. Ia tidak tahu apa yang membuatnya ingin pergi ke taman. Ia hanya mengikuti saja kemana langkah kaki pergi membawanya.

 

“Yoora…” gumam Kyuhyun ketika melihat Yoora duduk termenung sembari memperhatikan seorang ibu muda yang tampak menggendong bayinya di depan kereta bayi.

Tatapan penuh keirian, kepedihan, dan penyesalanlah yang dapat Kyuhyun tangkap dari cara menatap Yoora.

Wanita tersebut meletakkan bayinya di dalam kereta bayi lalu mendorong keretanya ke arah Yoora dan duduk di samping Yoora. Kyuhyun berjalan lebih dekat ke arah Yoora dan wanita itu.

 

“Anakmu lucu sekali.” Ucap Yoora sembari tersenyum menatap bayi di dalam kereta.

“Gomawo.” Wanita itu tersenyum mendengar pujian Yoora.

Yoora menatap wanita disampingnya. “Kau sepertinya masih muda. Umurmu berapa agasshi??” tanya Yoora.

“Ne. Cukup muda untuk menjadi seorang ibu! Umurku 21 tahun.” Jawab wanita tersebut.

“Kita seumuran.” Ucap Yoora.

“Kau tampak bahagia sekali. Apa kau senang memiliki seorang anak??” tanya Yoora lagi.

“Tentu! Anak adalah anugrah terindah yang Tuhan berikan pada kita! Terutama kaum wanita! Karena itu aku sangat menyayangi anakku dan tak mau menyia-nyiakannya! Lagipula, di jaman sekarang sangat sulit untuk memperoleh anak karena faktor ketidaksuburan. Jadi, bersyukurlah kita yang telah dikarunia anak oleh Tuhan.” Jawab wanita itu panjang lebar membuat Kyuhyun tertegun. Perasaan bersalah dan menyesal kembali menyusup di hatinya.

‘Harusnya saat ini aku sedang berbahagia merawat anakku bersama Yoora… Hhh… Kyuhyun babo!’ batin Kyuhyun.

“Ya, aku tahu! Hhh.. kau tahu agasshi?? Aku telah melakukan kesalahan yang besar dan membuat aku kehilangan anakku.” Ucap Yoora dengan raut sedih. Kyuhyun yang melihatnya hanya dapat tersenyum pahit. Dadanya sesak mengingat ialah penyebab Yoora dan dirinya kehilangan anak mereka.

Wanita itu menepuk-nepuk pundak Yoora. “Mungkin belum rejekimu. Tuhan pasti punya rencana dibalik semua musibah yang menimpamu!” ucap wanita itu. “Ne! Mungkin sekarang Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang indah untukku!” ucap Yoora, tegar.

 

“Ngomong-ngomong, anakmu laki-laki atau perempuan??” tanya Yoora pada wanita itu.

“Laki-laki.” Jawab wanita itu sembari tersenyum. Jelas sekali terlihat di wajahnya kalau ia bahagia mendapat seorang anak laki-laki dari Tuhan. Yoora tersenyum lirih, “Anakku juga laki-laki. Tapi sayang ia telah kembali ke sisi Tuhan sebelum sempat melihat indahnya dunia! Jika saja ia lahir dengan selamat, pasti anak kita bisa jadi teman yang baik!”

Mata Kyuhyun terasa panas ketika ia mendengar ucapan Yoora barusan. Ia juga merasakan sakit yang Yoora rasakan ketika mengucapkan kalimat barusan. Tapi ia tahu, sakit yang ia rasakan tak sebanding dengan sakit yang Yoora rasakan.

 

Penyesalan selalu datang belakangan. Dulu ia sangat mengharapkan memiliki jagoan kecil bersama Yoora. Tapi harapan tinggal harapan. Karena kebodohan dan keegoisannya yang lebih mementingkan karirnya, ia malah kehilangan jagoan kecil yang begitu ia dambakan, bahkan sebelum ia sempat melihat jagoan kecilnya lahir dan melihat betapa indahnya dunia. Bukan hanya kehilangan anak, ia juga kehilang wanita yang amat ia cintai.

“Poor me…” gumam Kyuhyun sembari menghapus air mata di sudut matanya.

 

~>.<~

 

Setelah beberapa menit yang lalu Yoora meninggalkan taman tersebut, Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya dan duduk di tempat Yoora duduk tadi.

Ia menengadahkan kepalanya, melihat langit yang perlahan mulai gelap.

Semua kenangan akan dirinya dan Yoora kembali berputar di kepalanya.

 

Flashback (07-12-2004)

 

Kyuhyun duduk termenung di sebelah Yoora, adik kelasnya yang merupakan murid akselerasi di sekolahnya. Pikirannya menerawang.

‘Andai aku punya pacar… pasti bisa ikut jalan dengan teman-temanku yang lain.’ Batin Kyuhyun.

“Kyu!” panggil Yoora. Kyuhyun menolehkan kepalanya, malas. “Ya! Aku lebih tua darimu! Panggil aku oppa!” sengit Kyuhyun.

“Haish… kita hanya beda satu tingkat saja! Ngomong-ngomong, apa yang kau pikirkan??” tanya Yoora penasaran.

Yoora dan Kyuhyun memang dekat, tapi hanya sebatas kakak kelas dan adik kelas yang join di club Matematika.

“Tetap saja aku lebih tua!”

“Ya! Jawab pertanyaanku!” seru Yoora.

“Pacar…”

“Apa?!” Yoora membulatkan matanya.

“Kau tuli ya?!” ucap Kyuhyun kesal.

“Tidak! Aku dengar!” sahut Yoora.

Keheningan menyelimuti mereka hingga akhirnya Kyuhyun mengeluarkan suaranya. “Apa kau punya pacar?”

Yoora menoleh, ia menggelengkan kepalanya pelan.

“Bagaimana rasanya tidak punya pacar??”

“Biasa saja.” Jawab Yoora singkat.

“Sungguh?? Kau tidak merasa… eumm… iri??” tanya Kyuhyun lagi.

“Iri??” Yoora balas bertanya pada Kyuhyun. “Hu’um! Kau tidak iri melihat teman-temanmu punya pacar??”

“Eung… iri sih… tapi sedikit.” Jawab Yoora.

“Kau punya pria yang kau sukai tidak?” Yoora sedikit berpikir untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun yang satu itu.

“Sepertinya tidak ada!” jawabnya. “Tapi nanti aku akan mencarinya!” lanjutnya lagi.

“Kalau begitu… Kau mau jadi pacarku atau tidak?? Yaa… sampai kau menemukan pria yang kau sukai, bagaimana?” tawar Kyuhyun.

Yoora berpikir sejenak. “Apa keuntungan yang kudapat kalau berpacaran denganmu?” tanya Yoora.

“Kau punya pacar, aku punya pacar, kita sama-sama punya pacar. Bukankah itu saling menguntungkan?”

Yoora mendengus kesal. “Kalau yang itu aku sudah tahu! Keuntungan yang lain??”

“Kita tidak perlu gengsi, malu, ataupun iri lagi karena tak punya pacar!”

“Benar juga. Aku tidak perlu takut diejek teman-temanku lagi karena jomblo sendiri!”

“Jadi bagimana?? Kita pacaran??” Kyuhyun mengulurkan  tangannya.

“Pacaran!” Yoora membalas uluran tangan Kyuhyun.

 

Mereka masih saling menjabat tangan dengan mata saling bertatap. Kyuhyun tidak tahu apa yang salah dengan dirinya, ia merasa jantungnya melompat-lompat sedari tadi. Dengan segala keberanian yang ia miliki, perlahan tapi pasti ia menarik tangan Yoora, memperkecil jarak diantara mereka berdua.

Jarak diantara wajah mereka tinggal beberapa centi lagi. Bahkan Kyuhyun dapat merasakan nafas Yoora yang seperti orang tersengal-sengal, kentara sekali jika Yoora sedang gugup. Tak kalah gugupnya dengan Kyuhyun.

“Aa… app…ppa yang… mau kau lakukan??” tanya Yoora gugup.

“Ak… aku… mau menciummu…” jawab Kyuhyun tak kalah gugup. Mendengar jawaban Kyuhyun, mata Yoora membulat dan refleks ia mendorong tubuh Kyuhyun.

“Ya!! Baru pacaran sudah mau menciumku!!” seru Yoora kesal.

“Aish… Kau tidak pernah nonton drama atau film ya?? Di film-film atau drama-drama romance yang pernah ku tonton, biasanya setelah resmi pacaran, kedua tokoh yang menjadi pasangan itu akan berciuman!” ucap Kyuhyun tak kalah kesal.

“Cih! Sayangnya ini bukan drama ataupun film Cho Kyuhyun! Kalau kau mau ciuman, ciuman saja dengan pohon!!” seru Yoora lalu beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Flashback END

 

Senyum kecil terlukis di wajahnya ketika ia mengingat bagaimana dirinya dan Yoora memulai hubungan mereka.

Sungguh kekanak-kanakan dan tanpa cinta.

 

Drrrtt… Drrrttt…

Kyuhyun mengambil teleponnya. Ada 1 pesan masuk.

Ia membuka pesan tersebut dan membacanya.

 

From     : Kibum Hyung (Manager)

Kau dimana??

Jangan pulang terlalu larut dan jangan minum!!!

Besok kau ada jadwal pemotretan! Istirahatlah yang cukup!

 

Kyuhyun memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku celananya. Ia melihat langit yang sudah gelap dan memutuskan untuk pulang ke apartmentnya.

 

~UM3’s status: TBC~

 

Kok jelek & aneh ya?? Menurut kalian gimana??

Yey!! Udah lebih panjang lagi (y) :D Trik tambah dua halaman word lagi loh #SaltoYuks ._.v

Dan yang kmrn minta part ChoRa ditambah… Noh udh banyak :D

Chapter 5 tgl 4 oktober ya ^^ biar serempak ama blog yg laen😀

 

Okay, Trik gak akan pernah bosen buat minta maaf ama kalian karena kelamaan ngepost lanjutannya *udh lama, jelek pula*

Mau koment, mau like, terserah kalian :D Trik gak maksa ^^

Yang penting gak ada bashing aja di sini ^^V

If you want to chat or comment this fic, contact me on #Heello @Putri0410, #Twitter @1004Putrik, and #FB Ayu Putri Adhiyanti (Trik ganti Uname Twitter ama FB loh ya #gak ada yg nanya *salto yuks*)

11 responses

  1. Asli, aku nyesek terus setiap baca yang bagian Riri. Sumpah!! #miris :’)
    Riri hebat, bisa tahan sama sikap Sungmin..
    Kalo aku jadi dia, aku bakal tinggalin dia tapi sebelumnya aku tampol dulu *dikeroyok pumpkins*
    Itu Jiho jadi jahat ya? Dia bilang, orang bisa jahat kalo masalah cinta..
    Maksudnya, dia cinta sama Riri bukan?!
    Kyaaaa gak sabar liat Sungmin cemburu..
    Lanjutannya ditunggu🙂

  2. “Ada satu hal yang perlu kau tahu…” ucap Sungmin di depan wajah Riri.

    “Aku sedang belajar mencintaimu…” ucapnya lagi kemudian menyapukan bibirnya di bibir Riri.

    yaampuuun keren >,<d
    kamu bakat nulis, saeng !

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s