Other Side 2

Title : Other Side
Author : Qey.Yeonsone
Main cast : SNSD’s member
Other cast : Temukan sendiri!
Rating : PG 15
Length : Chaptered
Genre : Mystery, Thriller
Disclaimer : all is mine except the cast

~~

Still Taeyeon POV

“Unnie, Sooyoung unnie sudah siuman.”

“Jinjja?”

Yoona mengangguk-anggukan kepalanya beberapa kali.

“Kkaja kita kesana.”

~~

Ya tuhaan~ apa sesungguhnya yang terjadi pada mereka? Apa tuhan
membuat mereka menjadi manusia batu? Apa tuhan membuat mereka menjadi
manusia prasejarah yang tidak mengerti bahasa kami? Aku tau ini
konyol. Tapi lihatlah! Bahkan Sooyoung yang notabene seorang yang
paling cerewet di SNSD pun bersikap sama seperti tiga member lainnya
yang kutemui tempo hari.

Ia diam, seakan tidak mendengar perkataanku dan Yoona sama sekali.
Badannya bak sebuah robot yang di switch mode off. Diam tidak
bergerak. Hanya matanya saja yang terbuka.

“Sooyoung unnie?” panggil Yoona untuk kesekian kalinya. Aku tetap
sangsi kalau Sooyoung mau meresponnya.

“Soo-”

“SH*T! Diam dan keluarlah kalau kalian hanya ingin menggangguku!”
bentak Sooyoung.

Kami berdua terperangah. Apa tadi bentakan itu Sooyoung yang
melakukannya? Omoo~ ini pasti bukan Sooyoung. Ada apa dengannya? Aish,
ini semakin membuatku pusing.

“U… Unnie…” lirih Yoona yang aku yakin syok berat.

Kulihat Yoona mulai terisak. Ia keluar ruangan saat menyadari
tangisannya semakin keras.

Aku menatap punggung Yoona dengan iba.

“Sooyoung? Waegurae? Kenapa kau membentak kami? Kami hanya ingin
memastikan kau baik-baik saja.” tanyaku kesal.

“WAE? Memangnya kenapa? Apa karena kau leader jadi aku harus
terus-menerus bersikap manis di depanmu, hah? Cih, jangan harap!”
sadis, sinis, dingin. ungkapan itulah yang pas menggambarkan ucapan
Sooyoung barusan. Jantungku langsung seperti tertohok besi berkarat.

Rasanya sakit sekali…

~~

Normal POV

Jessica tetap bersikeras untuk pulang ke dorm. Membuat umma dan
appanya hanya bisa pasrah menuruti keinginan anaknya itu.

Jessica dan Sunny menapakkan kakinya di dorm larut malam. Suasana dorm
yang cukup hangat karena kehadiran Super Junior entah mengapa menjadi
senyap melihat kedatangan Jessica dan Sunny yang tiba-tiba.

~~

Yuri POV

Tawa kami terhenti. Entah kenapa suasana disini menjadi hening sekali.
Semuanya diam menatap Jessica dan Sunny. Tapi tidak seperti biasanya,
wajah mereka terlihat…dingin.

Aku tahu, mereka memang sudah bersikap seperti ini beberapa waktu lalu
semenjak mereka siuman. Tapi apa sekarang mereka masih sama dengan
tempo hari? Menyikapi kami dengan dingin dan datar.

Aku berusaha mencairkan suasana. Aku tersenyum lebar dan menghampiri
Jessica. Yah, setidaknya ia sahabatku kan?

“Sica-ya? Aku senang kau kembali.” ujarku sambil menghampirinya.

Aku melebarkan tanganku. Memeluknya. Tapi Jessica sama sekali tidak
membalas pelukanku, bahkan melepaskan tanganku yang melingkar di
badannya.

“Aku mau tidur. Minggirlah.” ucapnya tajam tanpa melirkku sama sekali.

Apa ini benar-benar Jessica? Aku menatap punggungnya tidak percaya.

“Jadi…pesta penyambutan ini sia-sia?” tanya Yoona memecah keheningan.

Aku sulit menjawabnya. Leherku seakan tercekat. Aku hanya mengangguk kecil.

Yuri Pov End
~~

Taeyeon Pov

“Aish, lepaskan tanganmu! Aku bisa jalan sendiri!” bentak Hyoyeon pada Seohyun.

Hari ini kepulangan Hyoyeon dan Sooyoung. Harusnya ini manjadi moment
yang membahagiakan. Tapi, rupanya belum sampai dorm saja kekacauan
sudah mereka buat.

Aku menatap Seohyun yang terlihat syok menatap Hyoyeon. Bibirnya
bergetar. Matanya pun sudah berlapiskan air bening yang siap jatuh
kapan saja.

Aish, apa-apaan Hyoyeon? Dia bodoh atau tidak punya perasaan? Padahal
Seohyun hanya ingin membantu Hyoyeon masuk ke mobil. Sooyoung hanya
menatap sinis Seohyun yang masih terhenyak di tempatnya sambil
berjalan melewatinya begitu saja.

Aku tidak tahan saat melihat Seohyun tengah mengusap air matanya.

“Ya! Hyoyeon-a! Seohyun hanya membantumu? Kenapa kau harus
membentaknya, bodoh!” seruku marah.

Hyoyeon tampak mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil. Ia
berbalik menatapku datar. Tapi jelas sekali matanya berkilat marah.

“Apa urusanmu?? Kenapa kau harus repot-repot ikut campur urusan kami,
huh?” lirih, tajam, dan menusuk. Sejak kapan Hyoyeon berubah seperti
ini? Dia memang paling galak di SNSD, tapi setidaknya dia tidak pernah
membuat dongsaengnya menangis seperti ini.

“KIM HYOYEON!!!” bentakku.

Tapi sepertinya Hyoyeon hanya menganggap bentakanku sebagai angin yang
numpang lewat.

Dengan santainya, ia berjalan masuk ke mobil.

~~

Normal POV

“Onnie, kkaja aku bantu.” sambut Yoona yang menunggu Hyoyeon dan
Sooyoung di depan dorm.

Yoona membantu membawakan tas mereka. Lalu masuk mendahului Hyoyeon,
Sooyoung, Seohyun dan Taeyeon.

“Aku lelah sekali. Aku akan tidur. Jangan ada yang menggangguku.
Arra?” seru Hyoyeon yang sudah masuk ke kamar.

Sedangkan Sooyoung langsung menuju dapur menyapa temannya. Apa lagi
kalau bukan kulkas? Ia mengambil beberapa makanan dan snack.

Lalu menuju ruang tengah. Menghempaskan tubuh panjangnya ke sofa. Ia
menghidupkan tv dan mulai membuka kotak pizza yang ia bawa dari dapur.
Sunny menghampirinya. Duduk disebelah Sooyoung. Tanpa ada yang bicara
satupun.

“Kau tidak beristirahat seperti Hyoyeon?” tanya Sunny membuka suara.

Sooyoung menggeleng.

“Makan dan nonton tv jauh lebih menyenangkan.” sahutnya seadanya.

Hendak potongan pizza kembali masuk ke mulut Sooyoung, Yoona berteriak
sambil menghampiri Sooyoung.

“Ya! Onnie! Itu pizza punyaku!” teriak Yoona sambil berusaha merebut
kotak pizza yang sedang berusaha dijauhkan oleh Sooyoung.

“Tidak bisa! Ini punyaku sekarang!” bentak Sooyoung.

Yoona masih berusaha merebut pizza dari tangan Sooyoung.

Yoona POV

Aish, onnie dasar shikshin! Itukan pizzaku. Bahkan aku belum sempat
memakannya. Tiba-tiba sebuah tangan mendorong tubuhku cukup keras.

BRUK!
Punggungku menghantam lantai dengan keras. Begitupun kepalaku. Membuat
kepalaku sangat pening. Aku berusaha bangkit.

Sebuah tawa meledak. Tawa mengejek. Tawa yang paling kubenci. Aku
menggelengkan kepalaku keras. Berusaha menghilangkan rasa
berputar-putar yang masih saja ada di kepalaku.

“Sudah kubilang ini milikku sekarang, babo!” bentak sebuah suara yang
kuyakini adalah suara Sooyoung onnie.

Tawa itu. Tawa itu kembali meledak. Bukan hanya Sunny onnie yang
tertawa, kini Sooyoung onnie pun tertawa keras. Seakan jatuhnya diriku
adalah sebuah kelakar yang menurut mereka sangat lucu.

Aku mengusap-usap dadaku. Berusaha sabar untuk menghadapi mereka. Tapi
mataku berkehendak lain. Setetes air hangat mulai menetes ke pipiku.
Membuat tetesan selanjutnya lebih mudah untuk mengalir.

“O…onnie. K…kenapa kalian j…jahat sekali?” tanyaku disela
isakanku yang sekuat tenaga kutahan.

“O…onnie. K…kenapa kalian j…jahat sekali?? Huhuhu… Aku jatuuh.
Hahahahaha~” Sunny onnie mengulangi kata-kataku dengan nada
dibuat-buat.

Setelah agak lama, Sooyoung onnie berhenti tertawa dan meneruskan
makannya. Hanya Sunny onnie pun masih tertawa sambil mengejek diriku.

“YA! Lee Soonkyu! Neo nappeun yeoja!” teriak seseorang dibelakangku.
Segera aku menoleh ke sumber teriakkan.

Taeyeon onnie menatap Sunny onnie dengan tatapan garang.

“Wae?” tanya Sunny onnie terlihat sangat sangat santai. Seakan ia
tidak pernah menertawakanku dengan hina-nya.

“Kau lihat? Yoona jatuh begitu. Kau bukannya memarahi Soo malah
menertawakannya. Jeongmal nappeun yeoja!” teriak Tae onnie sambil
mendekati kami.

Aku bangkit. Mereka tidak boleh bertengkar hanya karena aku. Taeng
onnie sangat dekat dengan Sunny onnie selain dengan Tiffany onnie.

“O…onnie. Nae gwenchana. Jangan begitu. I…itu salahku.” ucapku
berusaha melerai mereka.

Kulirik Sunny onnie tengah tersenyum sinis sambil menatap Taeyeon
onnie. Aku belum pernah melihat Sunny onnie berwajah seperti itu.
Sungguh. Kemana aegyonya yang selalu menghiasi wajahnya? Kenapa
berganti dengan tatapan sinis seperti itu?

Sunny onnie sedikit tertawa kecil. Terdengar sangat licik. Tangannya
dilipat kedepan dadanya. Perlahan bengkit dan mendekat ke arah kami.

“Kau harus melihatnya Taeng. Itu sangat lucu. Kau pasti juga akan
tertawa. Yoona terjatuh seperti orang bodoh saja. Haha… Mungkin jika
ada orang melihatnya, orang itu takkan mengira dia adalah seorang
artis. Artis yang bodoh. Hahaha~”

Kurasakan mataku membulat. Aigoo~ apa benar orang yang ada di depanku
ini adalah Lee Soonkyu onnie?

Mataku berpindah pada Taeng onnnie. Ia tampak syok sepertiku.
Tangannya mengepal disamping. Tubuhnya sedikit bergetar.

“Soonkyu~” desisnya.

PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Sunny onnie sebelum aku
mencegahnya. Aku menutup mulutku tak percaya. Ya Tuhan ini semua
gara-gara aku.

Sunny onnie belum mengubah posisi wajahnya yang masih menoleh di
sebabkan karena tamparan Taeyeon onnie. Poninya menutupi matanya.

“Sejak kapan kau menjadi seperti ini, hah??” bentak Taeyeon onnie.

Sunny onnie menoleh ke arah Taeyeon onnie dengan perlahan. Ia
merapikan rambutnya sejenak.

“Dan sejak kapan kau suka menampar dongsaengmu, Kim Taeyeon!” balas
Sunny onnie tak kalah keras.

Aish, ottokhae? Ini semua gara-gara aku!

~~
END of part 2

~~

hehe~ kependekan ya? mian
add fbku adzkiars@yahoo.co.id
and visit my blog kikiykpopers.wordpress.com

9 responses

  1. Waaaah knapa c tu pda galak” amaaadh, ga cocok klo snsd jd brutal..
    Btw nie my yeojachingu fany fany tiffany kok ga ad c??huuuaaaa.. #ditatapsinis
    next partny ditunggu chingu, hwaiting

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s