Tersesat part.2

Author : Ghaizain

Cast : FT ISLAND and SHINee member

Ofc : Choi Min Soo, Cho Yoora, Echi

Genre : Family, Romance

Lenght : Chaptered

Rating : PG

Flashback part.1

Liburan kami disini sangat dirahasiakan. Jadi aku tidak mau liburan kami rusak. Arra?” ucapku sedikit berbisik. “Ye.” Ucap MinHae. Lalu ia pergi meninggalkanku dan berlalu bersama teman-temannya. Aku pun pulang.

Flashback END

Go to the story…

-Minhwan POV-
Aku mengendarai mobil Yoora menju rumah. Sesekali aku menikmati pemandangan kota ini. Lama-lama aku mulai terbiasa dengan hiruk pikuk kota ini. Aku terus melajukan mobil Yoora hingga sebuah taman menggodaku untuk mampir sejenak. Akhirnya, aku mampir sejenak di taman itu. Aku memandangi warga-warga yang berlalu-lalang. Warga-warga di Negara ini benar-benar ramah. Mereka saling menyapa kalau bertemu. Saat sedang asyik memandangi warga-warga yang berlalu-lalang, hapeku berbunyi. Aku segera mengambilnya lalu menempelkannya di telingaku.
“Yoboseyo…”
“……………………………”
“A..Jonghoona.. wae?”
“…………………”
“MWO??? Baik aku akan segera pulang.”
Aku menjauhkan hapeku dari telinga lalu bergegas menuju mobil. Aku melajukan mobilku menuju rumah sakit.

Sampai di rumah sakit…
“Mana Seunghyun?” tanyaku pada Jonghoon yang sedang duduk lesu. “Ada dikamar itu.” Jawab Jonghoon. Tanpa berkata apapun lagi, aku segera memasuki kamar yang dimaksud Jonghoon. Di kamar itu, sudah banyak orang. Diantaranya, Yoora, Member SHINee, dan FT ISLAND. Aku segera mendekati segerombolan orang yang berdiri mengelilingi tempat tidur Seunghyun. “Bagaimana keadaan Seunghyun?? Apa ia baik-baik saja?” tanyaku segera. “Tenang hyung… ia sudah sadar.” Jawab Taemin sambil menyingkir dari tempat tidur Seunghyun sehingga kini aku dapat melihat Seunghyun. Aku tersenyum dan segera memeluk Seunghyun. Aku tidak memperdulikan orang-orang yang melihatku aneh. Yang pasti aku kini benar-benar lega tidak terjadi apa-apa pada Seunghyunnie… “Ya..apa yang kau lakukan? Aku sesak..lepaskan pelukanmu..” ucap Seunghyun berusaha melepaskan pelukanku. Aku tersenyum lalu melepaskan pelukanku. “Aku senang kau tidak apa-apa..” ucapku. “Ya..Gomabta kau telah mengkhawatirkanku…tapi tolong jangan lakukan hal seperti tadi lagi arra?” ucap Seunghyun. “Memangnya kenapa?” tanyaku. “Kau tidak sadar kita sedang diperhatikan..” jawab Seunghyun. Aku menoleh ke gerombolan orang dibelakangku yang sedang memperhatikan aku dan Seunghyun dan membuat mereka salah tingkah. Ada yang garuk-garuk kepala, ada yang langsung baca novel, dan lain-lain. “Dasar aneh..” gumamku.

Pukul 17.00 WIB
-Author POV-
“Aish.. aku harus segera menjemput Minhae, aku duluan ya semuanya…” ucap Yoora sambil bersiap-siap. “Jamkamman… aku yang akan menjemputnya.” Ucap Onew membuat Yoora menghentikan langkahnya dan menoleh. “Ani… aku yang akan menjemput Minhae..” ucap Minhwan. “Andwae… kau harus menemani Seunghyun disini. Aku yang akan menjemput Minhae.” Elak Onew. “Baiklah..” ucap Minhwan menyerah. Onew berjalan menuju tempat parker setelah Yoora memberikan kunci mobilnya padanya.
-Onew POV-
Aku melajukan mobilku menuju sekolah Minhae, jamkaman, diman sekolah Minhae? Aish~ aku lupa menanyakannya pada Yoora… aku menghentikan mobilku dipinggir jalan lalu mulai sms Yoora.
Yoora… dimana sekolah MInhae?
Aku menekan tombol SEND. Tak beberapa lama kemudian, ada balasan.
Memangnya kau sudah sampai mana?
Aku berfikir sejenak lalu melongok keluar mobil berusaha mencari informasi. Setelah mendapatkannya, aku membalas sms Yoora.
Didepan rumah makan padang..Salero Kito..
Aku menekan tombol SEND lalu beberapa lama kemudian, ada sms balasan dari Yoora.
Yasudah.. kau lihat bangunan besar disebelah kananmu? Itu sekolah Minhae. Kau masuk saja an tunggu Minhae. Ia pasti tahu mobilku.
Aku tersenyum lalu melongok kesebelah kanan. Ya, itu dia sekolah Minhae… besar. Aku tidak berani menyeberang kesana… jadi aku memutuskan untuk menunggu disini. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru sekolah Minhae dari sini.. banyak sekali yeoja.. nah itu di Minhae. “MINHAEya!!!!! Kesini..” teriakku. Minhae yang sepertinya merasa namanya dipanggil tersenyum lalu menghampiriku. “Kok oppa yang jemput?” Tanya Minhae setelah masuk mobil dan kini duduk disebelahku. “Seunghyun masuk rumah sakit. Minhwan tidak bias menjemputmu, jadi aku yang menjemput. Kau tidak suka ya?” tanyaku tanpa mengubah tatapanku dari jalan. Menyetir mobil disebelah kanan adalah hal pertama bagiku. Ini benar-benar aneh dan membuatku canggung. “A..ani..ani. aku suka kok. Siapa sih yang gak suka kalo pulang sekolah dijemput sama biasnya? Mm.. Seunghyun oppa sakit demam ya?” Tanya Minhae. “Ye.. bagaimana kau bisa tahu?” tanyaku heran. “Aku fans berat kalian semua, jadi aku tahu semua hal tentang kalian.” Jawab Minhae. “O. kau sudah menjadi Shawol?” Tanyaku. “Hehe… sebenarnya belum… aku baru menjadi Primadonna dan Boice. Mendaftar menjadi Shawol dinegaraku sangat sulit. Mianhae oppa…” jawab Minhae polos. “A. tidak apa-apa. Aku akan mendaftarkanmu menjadi Shawol nanti. Siapa biasmu di SHINee?” tanyaku. “Hehe… aku sebenarnya menyukai kalian semua. Tapi, aku tidak menyukai Jonghyun oppa..” jawab Minhae. “Jangan beritahu Jonghyun oppa ya..oppa..” lanjut Minhae. “Ye. kapan kamu ulang tahun?” Tanyaku. “18 July.” Jawab Minhae. Aku sedikit tersentak mendengar jawaban Minhae. “Ulang tahunmu sama seperti..” ucapanku dipotong ucapan Minhae. “Taemin oppa.. hehe.. aku benar-benar bangga tanggal lahirku sama sepertinya…^^” “Kau benar-benar tahu banyak tentang kami.” Ucapku kagum. “Gomabta^^” ucap Minhae sambil tersenyum. Tak terasa kami sudah sampai di depan rumah sakit. “Kajja” ajakku sambil mengulurkan tanganku pada Minhae setelah membukakan pintu mobil untuknya. Minhae tersenyum lalu membalas uluran tanganku. “Gomabta oppa^^” ucap Minhae. “Ye^^” ucapku. Kami berdua berjalan menuju kamar rawat Seunghyun.
“Akhirnya kalian sampai juga.” Sambut Yoora. Minhae menaruh tasnya di meja lalu mengahampiri Seunghyun. Sedangkan aku mendekati Taemin. “Taemina…” panggilku. “Ye. wae hyung?” Tanya Taemin polos. “Kau tahu, ulang tahunmu sama dengan Minhae.” Jawabku. “Mwo? Jinca.. aku akan memberinya kejutan di ultahnya nanti.. tunggu.. ultahnya besok lusa kan?” ucap Taemin histeris. “Ye… aku akan membuat pesta untuk kau dan Minhae..” ucapku.
-Minhae POV-
“Kau baik-baik saja oppa?” tanyaku pada Seunghyun yang terbaring lemah di tempat tidur. Di tangan kanannya terdapat selang infuse. “Ye.. aku baik-baik saja Minhae..” jawab Seunghyun sambil mengacak-ngacak rambutku. “Ya.. oppa hentikan.. aku baru saja merapihkan rambutku dan sekarang kau mengacak-ngacaknya lagi…” ucapku menahan tangan Seunghyun. Seunghyun tersenyum lalu berkata. “Sifatmu sama seperti Minan…” ucap Seunghyun. “A.. oppa bisa aja…” ucapku sambil menepuk lengan Seunghyun. Seunghyun meringis. “Appo… Minhaeya….” Ucap Seunghyun. “A… Mianhae oppa… Mianhae!!!” ucapku merasa bersalah. “Sudah.. tidak apa-apa.. kau ini benar-benar mengkhawatirkanku… gomabta Minhaeya…^^” ucap Seunghyun. “Ye.. oppa.. sebagai fans aku pasti mengkhawatirkanmu.. kau tahu saat aku mendengar berita asramamu terbakar, aku benar-benar cemas.” Ucapku. “Jinca? Tenang saja…. Kami baik-baik saja kok. Biasmu di FT ISLAND siapa?” Tanya Seunghyun. Aku membisikkan jawabanku ke telinga Seunghyun. “Minhwan dan kau.” Bisikku. “Oh… Minhwana kemari.” Ucap Seunghyun. “Ya..oppa.. apa yang kau lakukan?” ucapku lirih. Seunghyun hanya tersenyum. “Minhwana.. kau tahu, ia adalah Hwantastic.” Ucap Seunghyun pada Minhwan yang kini sudah berada disampingnya. Minhwan menoleh ke arahku. Matanya begitu berkaca-kaca. Aku sampai geli melihatnya. “Ye.. nan Hwantastic… but nado Hyunism…kkk~” ucapku akhirnya. Aku kini benar-benar melihat tatapan bahagia dari Minhwan… haha^^
-Author POV-
Saat semuanya sedang asyik berbincang-bincang, Jonghoon masuk keruangan tanpa mengetuk pintu dahulu membuat yang lain tersentak dan menoleh kearahnya. “A.. mian, aku terlalu bahagia.” Ucap Jonghoon dengan wajah berseri-seri. Semua orang menatap bingung Jonghoon yang masih berdiri dengan wajah berseri-seri. Merasa diperhatikan, Jonghoon akhirnya mengutarakan alasannya. “Besok, Seunghyun sudah boleh pulang.” Ucap Jonghoon. Semua orang yang mendengarnya langsung berteriak senang. Ada beberapa yang berpelukan. Karena saking senangnya, tanpa sadar Minhae memukul-mukul lengan Seunghyun yang sakit bekas jatuh karena pingsan. Seunghyun meringis kesakitan tapi Minhae tetap saja belum sadar. Sampai kesenangan itu berhenti, Minhae baru sadar kalau ia sudah memukul Seunghyun dan membuatnya kesakitan. “Appo Minhaeya…” ucap Seunghyun sambil mengelus-ngelus lengannya. “Mianhae oppa… Mianhae.. aku terlalu bahagia.” Ucap Minhae merasa bersalah. Seunghyun tersenyum simpul. “Tidak apa-apa.” ucap Seunghyun. “Berarti besok aku mau izin dulu ah…” ucap Minhae. “Izin? Sekolah? Jangan Minhae, masa Cuma karena aku pulang dari rumah sakit kau harus izin sekolah.” Protes Seunghyun. “A.. tidak apa-apa.. Cuma sehari doang… bolehkan oppa……. Ya ya… boleh ya oppa… please….” Pinta Minhae dengan puppy eyes. Seunghyun yang tidak tega melihat tingkah laku Minhae, akhirnya mengiyakan permintaan Minhae. Minhae berjingkrak-jingkrak senang dan hampir saja ia memukul kembali lengan Seunghyun yang sakit, tapi ia segera sadar. “Apakah jika kau senang kau selalu memukul lengan orang yang sakit?” Tanya Key dengan tatapan skeptic. “He..he… kadang-kadang seperti itu sih oppa…kkk~” jawab Minhae sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Kau aneh sekali Minhaeya…” ledek Honggi. “Ya.. oppa. Aku tidak aneh tahu!!” protes Minhae. “Kau ini aneh Minhae…” lanjut Minho. “Ya!! Oppa……” protes Minhae yang merasa tidak terima karena Minho mendukung Honggi. “Iya benar kata Honggi dan Minho.” Dukung Jonghoon. “OPPA!!!!!!!!!!!” pekik Minhae. Minhae segera mengejar semua orang yang tadi meledeknya. Akhirnya terjadi kejar-kejaran didalam kamar. Sedangkan yang lain hanya tertawa. Setelah merasa capai kejar-kejaran, mereka berhenti. Tapi, gelak tawa masih saja terjadi. Membuat ruangan ini semakin ramai dengan orang yang sakit perut karena terlalu keras tertawa. Untung rumah sakit sore ini sedang sepi, jadi mereka tidak mengganggu siapapun.
“Sudah sudah… aku sudah tidak kuat tertawa lagi niih… perutku sudah keram..” ucap Yoora tanpa sadar dengan bahasa Indonesia membuat semuanya berhenti tertawa lalu mengalihkan perhatian ke padanya. “Wae?” Tanya Jonghyun bingung. “A.. maksudku.. aku sudah tidak kuat lagi tertawa, kini perutku sudah keram.” Jawab Yoora sedikit canggung dengan bahasa korea. Semuanya membulatkan mulut membentuk huruf ‘o’ karena mengerti. Ribetnya kalo beda bahasa…kkk~
Di skip aja deh ceritanya…
Keesokkan harinya….
-Seunghyun POV-
Hah… hari ini adalah hari aku keluar tempat menyeramkan ini. Aku sempat senang, tapi setelah aku ingat lagi dengan jarum infuse yang masih tertempel di tangan kananku dan harus dikeluarkan, aku merasa tidak ingin keluar dari ruangan ini… tapi, SEUNGHYUN…. Hwaiting!! Semangat 16 Dimensi!!!!(?) semua orang sibuk merapihkan barang-barangku dan memindahkannya ke mobil. Aku masih tertidur lemas ditempat tidurku menunggu para suster dan dokter pencabut nyawa (loh?) ani.. maksudku pencabut jarum… tak lama kemudian, seorang dokter dan beberapa suster datang. Jantungku serasa berhenti berdetak. Keringat dingin keluar dari dahiku. Tubuhku kini gemetaran. Ini adalah hal yang paling kutakuti selama ini.(sebenernya sih author yang takut kkk~) dokter laki-laki itu tersenyum. “Tenang saja tuan… tidak akan sakit kok..” ucap dokter itu. Tapi, aku tidak mengerti apa yang ia ucapkan. Kurasa ia menggunakan bahasa Indonesia. Aku menggernyitkan dahiku tanda tidak mengerti. Tapi, seorang suster tiba-tiba berkata. “Maaf dok, ia orang Korea. Ia tidak mengerti bahasa Indonesia.” Ucap suster itu. “Oh.. baiklah.. sekarang coba kauucapkan apa yang tadi kukatakan padanya.” Ucap dokter itu. Apa yang sedang mereka bicarakan? Kenapa menyangkut nama Korea? Apa aku akan dibuang ke korea? Aish~ jinca… “Mmm… mianhae.. deoryeonim… dokter itu tadi bilang, kalau penarikkan jarum ini tidak sakit. Jadi kau harus tenang..” ucap suster itu dengan bahasa korea. Kkk~ aku dipanggil deoryeonim…haha~ aku mengangguk tanda mengerti. Aku menutup mataku dengan tangan karena aku tidak mau melihat jarumnya. Perlahan-lahan jarum itu dikeluarkan. Aish~ dokter itu berbohong… jelas-jelas ini sakit sekali… aku menggigit bibirku menahan sakit. Tanganku menggenggam kencang selimut yang ada disampingku. Beberapa menit kemuadian, penyiksaan ini selesai.. aku menghela nafas lega. Beberapa menit bagaikan ber abad-abad bagiku.. “Tidak sakit kan deoryeonim…” ucap suster itu tersenyum. Aku mendengus pelan. Tidak sakit dari mana… rasa sakitnya saja hampir membuatku mati…(LEBAY) aku memaksakan seulas senyum dibibirku. Suster itu tersenyum kembali lalu berlalu meninggalkanku bersama suster lain dan dokter aneh tadi. Aku menurunkan kakiku kelantai. Sudah lama aku tidak berjalan. Kakiku masih lemas sekali. Aku mencoba melangkahkan kakiku. Saat akan berpegangan, aku terjatuh. Aku meringis kesakitan payah sekali kaki ini.. ternyata jadi orang sakit itu tidak menyenangkan.. aku begitu lemah kalau sakit. Saat sedang menyesali diri sendiri, Minhae datang lalu ia terkejut melihatku terduduk di lantai. “Oppa… kenapa bisa begini…” ucap Minhae panik sambil membantuk berdiri. Aku melingkarkan tanganku dipundak Minhae. Minhae mendudukkanku di tempat tidur. “Aku hanya ingin berjalan sendiri ke mobil..” jawabku. “Tapi oppakan belum lancar berjalan… oppa seharusnya menggunakan kursi roda itu..” protes Minhae sambil menunjuk kursi roda yang ada diseberang tempat tidurku. “A… aku tidak suka menggunakan kursi roda. “Protesku berusaha membela diri. “Ketidaksukaan oppa tidak berlaku saat ini.. kesehatan oppa lah yang lebih penting.” Ucap Minhae menasihati. Aku tertawa lalu mengacak-ngacak rambut Minhae. “Kau seperti eommaku saja.” Ucapku. “Oppa…” elak Minhae yang tidak terima rambutnya kuacak-acak.
-Minhwan POV-
Aku berjalan menelusuri koridor rumah sakit menuju kamar Seunghyun. Aku akan membantu Seunghyun berjalan. Atau sebenarnya, aku ingin menyusul Minhae…kkk~ aku menyukainya.. entah kenapa itu terjadi sejak aku pertama kali bertemu dengannya. Ia adalah yeoja yang selalu ceria. Aku membuka pintu kamar Seunghyun. Tanganku tertahan ketika aku mendengar Seunghyun mengatakan sesuatu pada Minhae. Aku membiarkan pintu ini seperempat terbuka lalu mendengarkan kata-kata Seunghyun. Mianhae Seughyuna… aku menguping pembicaraanmu.
-Seunghyun POV-
Jantungku berdegup cepat, aku harus mengatakannya sekarang. Sebelum ada kabar aku akan kembali ke Seoul. Aku mengangkat tangan Minhae. Minhae menatapku nanar. Aku menelan ludah lalu berkata. “Minhaeya… sa.. sa..ssaranghaeyo.. aku menyukaimu.. apa kau mau menjadi yeochiku?” ucapku terbata-bata. Minhae terdiam sejenak. Aku menanti jawabannya. Sepertinya ia sedang berfikir.
-Minhwan POV-
Aku mendekap mulutku sendiri karena tidak percaya dengan apa yang kudengar tadi. Aku menggeleng-gelengkan kepala berusaha meyakinkan diriku kalau ini semua hanya mimpi. Aku berlari menuju mobil. Aku tidak mau mendengar apa yang akan Minhae ucapkan. Karena kuyakin ia akan menerima Seunghyun. Ia kan Hyunism. Siapa Hyunism yang mau menolak cinta Seunghyun begitu saja.
Aku duduk diam di kursi belakang. Aku masih memikirkan hal tadi. Aku berdecak sebal. Kenapa aku harus memikirkan hal itu? Masih banyak yeoja lain yang mau denganku. Dan masih banyak yeoja-yeoja lain yang lebih baik dari… Minhae… entah kenapa mulutku terasa berat mengucapkan kalimat itu. “Ada apa denganmu Minhwana?” Tanya Jaejin. “A.. ani hyung.. aku tidak apa-apa.” Jawabku berusaha meredam emosiku. Aku tidak mau orang disini melihat emosiku kini. Kau benar-benar namja yang lemah Choi Minhwan… gerutuku dalam hati. Aku harusnya menyatakannya sejak kemarin… kenapa aku terus mengundur-ngundur hal ini? Sekarang ia sudah bersama Seunghyun. Apa yang akan kau lakukan? Aku terus menyesali diri sendiri. Pintu mobil terbuka. Itu Minhae dan Seunghyun. Kulihat Minhae memapahnya masuk ke mobil. Aku berdecak pelan. Lalu memalingkan perhatianku ke arah lain. “Nah.. ayo kita pulang!!!” semangat Honggi. Onew tersenyum lalu menyalakan mobil dan berangkat. Kini aku duduk dibelakang sepasang kekasih baru yang masih kasmaran. Tch… mesra sekali mereka. Benar-benar pasangan yang cocok. “Kudoaakan supaya kalian akan selalu bersama selamanya.” Gumamku dalam hati. Aish… apa yang sedang kupikirkan…
Sampai dirumah Yoora……………
-Minhae POV-
Aku membantu Seunghyun keluar dari mobil. Aku melingkarkan tangannya kepundakku lalu memapahnya menuju kamarnya. Huft~ benar-benar hari yang lelah. “Minhaeya… Gomabta.” Ucap Seunghyun tersenyum setelah ia kududukkan di tempat tidurnya. Aku tersenyum. “Ye..oppa…” ucapku. Aku pun keluar dari kamar Seunghyun bermaksud membiarkan Seunghyun mengistirahatkan diri. Semua orang sudah tumbang di sofa. Aku berjalan gontai menuju kamarku. Tampaknya semuanya lelah hari ini. Aku harus mengistirahatkan diriku. Untung besok hari minggu. Jadi, aku bisa banyak istirahat.
Aku menumbangkan diriku ke tempat tidur.
-Minhwan POV-
Aku berjalan kesal menuju kamarku. Sampai dikamar, aku memukuli bantal kesal. Kenapa harus bersama Seunghyun?? Wae??? Kenapa nasibku harus begini? Naega wae?? Aish~ nan mitcheosseo… aku memejamkan mataku. Aku harus istirahat dulu hari ini dan melupakannya..setidaknya untuk saat ini.
-Minhae POV-
Kira-kira Minhwan oppa sedang apa sekarang? Aa… Minhwan oppa membuatku gila… kenapa ia begitu tampan? Haahhh~ seandainya aku yeochinya.. Seunghyun oppa… Mianhae.
Kesokkan harinya…..
-Minhwan POV-
Aku terbangun dari tidurku yang kurang nyenyak semalam. Mataku berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya matahari yang menyusup ke kamarku melalui jendela tanpa izinku sama sekali. Aku meregangkan seluruh tubuhku dan mengumpulkan seluruh nyawaku lalu aku berjalan gontai menuju kamar mandi. Selesai mandi, aku berjalan menuju meja makan yang sudah penuh dengan makanan. Semuanya sudah siap di meja makan termasuk pasangan baru yang sedang suap-suapan itu. Mengapa mereka harus bermesraan di meja makan. Memang tidak ada tempat lain apa… aku memakan sarapanku tanpa perasaan tertarik dengan makanan ini sama sekali. Aku terus memandangi dua pasangan didepanku ini. Aish… apa yang mereka lakukan? Berani-beraninya mereka lakukan ini didepan banyak orang.
-Author POV-
Minhwan terus memandangi Minhae dan Seunghyun. Membuat ,Minhae menjadi risih. “Oppa… ada apa?” Tanya Minhae bingung. Minhwan segera menyadarkan dirinya. “A.. ani..” jawab Minhwan. “O.. baiklah… Seunghyun oppa.. ayo buka mulutmu…” ucap Minhae lalu memasukkan sesendok bubur kemulut Seunghyun yang sudah terbuka. Seunghyun mengunyah buburnya sejenak lalu menelannya. “A… aku sudah kenyang Minhae…” ucap Seunghyun sambil mengcungkan lima jarinya didepan tangan Minhae yang sudah memegang sesendok bubur. “A.. Oppa… kau harus makan yang banyak supaya cepat sembuh…” protes Minhae. “Baiklah.” Ucap Seunghyun menyerah lalu menurunkan tangannya dan membuka mulutnya. Minhwan yang melihatnya hanya berdecak kesal lalu menyelesaikan makanannya dan pergi menonton tv bersama yang lainnya. “Nah.. sudah habis. Ini minum ini oppa..” ucap Minhae sambil mengacungkan segelas air putih pada Seunghyun. Seunghyun menerimanya lalu meminumnya sampai habis. Minhae mengambil tissue lalu mengelap mulut Seunghyun yang belepotan gak jelas.kkk~#Author sarap.
“A.. Gomabta Minhaeya…” ucap Seunghyun sambil tersenyum. “A..ye oppa. Baiklah aku akan menaruh piring ini dahulu.” Ucap Minhae lalu beranjak dari kursinya menuju tempat cuci piring. Setelah menaruh piring, ia kembali menghampiri Seunghyun. Lalu memapah Seunghyun menuju ruang tv. “Mianhae telah merepotkamu Minhaeya…” ucap Seunghyun setelah ia duduk di sofa. “Ah.. tidak apa-apa oppa…” ucap Minhae. “Eiii… kalian semakin dekat saja ya..” ledek Honggi. “Hyung….” Ucap Seunghyun tidak terima. “Oppa…” protes Minhae juga. Honggi terkikik melihat protes dari dua dongsaengnya itu. “Merekakan berpacaran..” celetuk Minhwan tiba-tiba membuat semua orang mengalihkan pandangan padanya kini. Minhwan menatap bingung semua orang yang memandangnya. “Wae?” Tanya Minhwan. “Apa yang kau katakana Minhwana?” Tanya Seunghyun. “Kau dan Minhae berpacaran…” jawab Minhwan santai. Pandangannya masih tertuju pada tv. “Oppa… apa maksudmu?” Tanya Minhae. “Aku dengar waktu Seunghyun menyatakan cintanya padamu.. dan kuyakin kau akan menerimanya…” jawab Minhwan yang masih terfokus pada tv. Ia tidak sadar kalau semua orang memandangnya dengan tatapan skeptic. “Oppa… kau salah paham.” Jelas Minhae. “Tch… Neo Gojitmal…” decak Minhwan lalu ia berlalu meninggalkan semuanya menuju taman belakang rumah. Minhae mengejarnya. Dan tanpa sadar Seunghyun berjalan menyusul mereka. “Oppa…..” pekik Minhae pada Minhwan yang sedang membelakanginya. Minhwan menoleh kearah Minhae. “Mwo?? Apa lagi yang mau kaujelaskan?” Tanya Minhwan. Minhwan menatap sosok dibelakang Minhae yang sedang berdiri terpaksa, Seunghyun. “Oppa… kau salah paham.” Jawab Minhae. “Bagaimana bisa aku salah paham? Sudah jelas Seunghyun menyatakan cintanya padamu.. kau pasti menerimanya… apalagi kau ini hyunism..” bantah Minhwan yang kini sudah menatap Minhae nanar. “Siapa bilang aku menerimanya…” ralat Minhae sambil menahan air matanya yang sudah siap terjun bebas dari matanya. “Lalu?” Tanya Minhwan sambil memiringkan kepalanya. “Aku menolaknya..” jawab Minhae. Muka Minhae kini sudah semerah goguma. Matanya sudah memanas karena dipaksa menahan bendungan air mata yang sudah tak terhingga. Minhwan melongok ke arah sosok yang berdiri dibelakang Minhae. Ia menatapnya sejenak. Sosok itu sedang menundukkan kepalanya. Minhwan akhirnya mengalihkan pandangannya lagi ke Minhae. “Ceritakan padaku…” ucap Minhwan. Minhae mendesah pelan lalu mulai menerawang ke kejadian kemarin.

Flashback

-Minhae POV-
“Minhaeya… sa.. sa..ssaranghaeyo.. aku menyukaimu.. apa kau mau menjadi yeochiku?” ucap Seunghyun. Aku tersentak mendengar ucapan Seunghyun. Apa ini tidak salah dengar? Song Seunghyun guitarist FT ISLAND band idolaku ini menyatakan cintanya padaku? Tapi, kenapa aku tidak senang. Aku kan Hyunism… kenapa hatiku menyuruhku menolaknya? Aa… kenapa sekarang yang terlintas dipikiranku hanya Minhwan?? Minhae.. ini kesempatan bagus.. kau bisa menjadi yeochi biasmu sendiri… tapi, hati kecilku menolak… ottokajo?? “Minhaeya… bagaimana?” Tanya Seunghyun membuatku tersadar dari lamunan gilaku. Aku menghela nafas sejenak. “Mm.. mianhae oppa… aku tidak bisa.. aku mencintai Minhwan oppa.. aku memang Hyunism.. tapi, itu hanya sebatas Hyunism… biasku yang pertama adalah Minhwan oppa… dan aku telah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku akan mencintainya sampai kapanpun… sekali lagi.. Mianhae…” jawabku berat. Seunghyun tertegun sejenak. Aku merasa tidak enak padanya. “A.. ye.. baiklah.. tapi, bolehkah aku menjadi oppamu?” Tanya Seunghyun lagi. Aku tersenyum. “Ye.. tentu saja…” jawabku. “Baiklah.. yeodongsengku… aku berjanji mulai sekarang aku akan menjadi oppa yang baik untukmu.. aku akan menyayangmu sepenuh hatiku sebagai seorang yeodongsaengku….” Ucap Seunghyun. Seunghyun sepertinya memaksakan senyum.. entahlah.. nan molla. Mianhae Oppa…
Flashback END
-Author POV-
“Kau… bohong…” ucap Minhwan lemah. “Ani.. aku tidak berbohong oppa..” elak Minhae. Tangisnya sudah pecah dari tadi. “Ia tidak bohong Minhwana…” ucap Seunghyun sambil berjalan pincang menuju Minhae dan Seunghyun. “Oppa…” pekik Minhae tertahan melihat Seunghyun yang memaksakan berjalan. Seunghyun tersenyum simpul pada Minhae menandakan Minhae supaya tidak usah mengkhawatirkannya. “Benarkah?” Tanya Minhwan yang masih tidak percaya. Seunghyun mengangguk mantap. Minhwan tersenyum lalu memeluk Minhae erat. Seunghyun hanya menatap mereka nanar.
-Seunghyun POV-
Aku senang yeodongsaengku bahagia. Walupun hatiku sakit sekali saat ini. Bahkan rasa sakit kakiku saja sudah tidak terasa. Aku menghela nafas berat. Aku memegang dadaku berusaha menenangkan rasa sakit ini. Aku memang orang yang egois… tch.. decakku sebal pada diri sendiri. Minhaeya… semoga kau bahagia bersama Minhwan. “Minhaeya… jongmal gomawo, ijeya arrasso irohke sarangirangeol…” gumamku pelan. Aku memaksakan seulas senyum dibibirku. “Minhaeya… Saranghaeyo…” ucap Minhwan setelah melepaskan pelukkannya. “Ye.. nado saranghaeyo oppa..” ucap Minhae tersenyum. Aku senang melihat ia tersenyum.. chukkae Minhaeya.. Minhwana… “Ayo kita pesta merayakan hari jadian Minhwan dan Minhae!!!” teriak Honggi lalu disambut senang oleh semuanya. Aku tersenyum lalu menghampiri Honggi yang sedang menyiapkan semuanya. Aku membantunya meniup beberapa balon.. aku harus senang untuk yeodongsaengku.. aku sudah berjanji padanya untuk menjadi Oppa yang baik dan aku harus menepatinya.. walaupun kini aku menangis dalam diam… chukkae Minhaeya..Minhwana…
Tiba-tiba.. Onew menyuruh semuanya berhenti..
“Ada apa?” Tanya Honggi. “Yoora.. kemari..” perintah Onew. Yoora berjalan penuh kebingungan menghampiri Onew. Tanpa basa-basi lagi, Onew mencium bibir Yoora membuat Yoora membulatkan matanya. Onew melepaskan ciumannya. “Saranghae..” ucap Onew. Yoora yang masih kaget hanya mengangguk pelan. “Nado.” Ucapnya singkat. “Ya…. Hyung.. yasudah kita bikin pesta untuk dua pasangan.” Ucap Honggi semangat. Aku tersenyum.
-THE END-

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s