[Married By Accident’s Sequel] You Must Marry Me Chapter 5

[Married By Accident’s Sequel] You Must Marry Me Chapter 5

Author      : Trik is ChoiPutri (15 to 16 yo)

Length      : Mini Series

Genre       : AU, R-O-M-A-N-C-E, Friendship

Rating      : PG

Cast          : Lee Sungmin (SUJU), Park Richan (OC), Kwon Yoora (OC), Cho Kyuhyun (SUJU), Park Jiho (Ulzzang) and other cast you can find it by yourself😉

Disclaimer: Castnya punya Tuhan, FF ini juga punya Tuhan tapi disalurkan melalui saya😀

Previous Story : MBA Chapter 1 I MBA Chapter 2 I MBA Chapter 3 I MBA Kyuhyun’s Side I UM3 Teaser I UM3 Before Story 1/2 I UM3 Before Story 2/2 (coming soon) I UM3 Chapter 1 I UM3 Chapter 2 I UM3 Chapter 3 I UM3 Chapter 4

 

 

Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Donghae, dan Kibum tiba di tempat pemotretan. Hari ini adalah pemotretan pertama mereka sekaligus pertemuan pertama mereka dengan partner kerja mereka.

 

“Oke, kalian siap-siap dulu ya! Aku akan mengambil foto model wanitanya dulu!” ucap sang photographer ketika mereka memasuki areal pemotretan. Sungmin mengangguk lalu menuntun member lain untuk masuk ke ruang rias.

“Aku dengar model wanitanya hanya satu.” Ucap Siwon.

“Hah?! Jinja?? Berarti tidak ada foto couple dong??” tanya Donghae.

“Bukankah itu bagus hyung! Jadi yang sudah beristri tidak perlu takut dimarahi istrinya karena harus berpose mesra dengan model wanita itu!” ucap Kibum sembari melirik ke arah  Sungmin yang sedang di rias, membuat Siwon dan Donghae terkekeh.

 

Tak perlu waktu lama untuk kelima member itu bersiap. Mereka pun meluncur ke lokasi pemotretan yang tak jauh dari tempat mereka berias.

 

“Yoora…” Yoora yang sedang di foto pun menoleh ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Alangkah terkejutnya ia melihat Sungmin, Donghae, Siwon, Kibum, dan KYUHYUN ada disana.

Dadanya mendadak sesak melihat Kyuhyun. Untuk pertama kalinya mereka bertemu pandang setelah perceraiannya.

 

“Ah! Yoora-ya, mian aku lupa memberitahumu bahwa mereka lah partnermu dalam mempromosikan pakaian-pakaian rancanganku!” Jiho datang menghampiri Yoora dan merangkul bahu Yoora. Yoora masih diam membeku dengan mata yang masih saling menatap dengan Kyuhyun.

 

“Ehm! Bisa kita mulai sekarang pemotretannya??” Jiho menurunkan tangannya dari pundak Yoora begitu mendengar pertanyaan Sungmin. Kentara sekali ada nada tak suka dari suara Sungmin ketika bertanya tadi.

“Ah! Ne! Silakan!” angguk Jiho.

“Mr. Jang, tolong urus mereka! Hasilkan foto sebagus mungkin okay!!” seru Jiho pada sang photographer.

Mr. Jang mengacungkan jempolnya.

 

Pemotretan pun di mulai. Kelima member Super Junior mengambil photo perseorangan lalu bersama.

“Yoora-ssi, ayo kita ambil photo bersama Super Junior!” seru Mr. Jang. Raut wajah Yoora berubah tegang. Ini artinya ia harus berfoto bersama Kyuhyun juga.

‘Ayolah Yoora!! Kau itu membenci Kyuhyun! Aish… kenapa deg-degan begini??’ gerutu Yoora dalam hatinya.

Yoora mengangguk lalu berdiri di antara Siwon dan Donghae. Mr. Jang terlihat berpikir kemudian menggelengkan kepalanya.

“Siwon-ssi dan Donghae-ssi, bisakah kalian bertukar posisi dengan Sungmin-ssi dan Kyuhyun-ssi??” pertanyaan Mr. Jang barusan sukses membuat jantung Yoora berpacu cepat.

Mr. Jang melangkah mendekati Yoora dan kelima member Super Junior.

“Posisinya harusnya seperti ini!” Mr. Jang mengatur posisi mereka dari kiri ke kanan : Kibum, Sungmin, Yoora, Kyuhyun, Siwon, lalu Donghae.

“Professional okay?” Yoora dan kelima member Super Junior mengangguk.

Mr. Jang kembali ketempatnya semula lalu bersiap mengambil gambar mereka.

 

“Haish… Yoora-ssi!! Jangan perlihatkan wajah tegang seperti itu!!” seru Mr. Jang.

Yoora tertegun, buru-buru ia mengubah mimik wajahnya. Mr. Jang mengangkat kameranya lalu mengambil gambar pertama mereka.

“Sekarang, semuanya saling merangkul!” perintah Mr. Jang.

“Ah! Yoora-ssi, bisakah kau letakkan tanganmu di pinggang Sungmin-ssi dan Kyuhyun-ssi??” Yoora mengangguk lalu mengikuti instruksi Mr. Jang.

“Ya!! Yoora-ssi, Kyuhyun-ssi! Kenapa seperti orang menjaga jarak begitu?! Lebih dekat lagi!!” perintah Mr. Jang. Mau tak mau Yoora dan Kyuhyun saling mendekat.

Sempat nafas mereka sama-sama tercekat beberapa saat ketika tubuh mereka saling bersentuhan. Sungmin menatap mereka tak suka. Ia merapatkan tubuhnya ke Yoora dan dengan lembut meletakkan kepala Yoora di bahunya membuat Mr. Jang berdecak senang karena hasil gambarnya yang bagus dan terlihat natural.

“Ya! Kita break sebentar!” seru Mr. Jang.

 

~>.<~

 

“Kau tampak gelisah oppa! Apa yang kau cari??” Yoora mendudukkan dirinya di sebelah Sungmin.

“Ah?! Ani!” jawab Sungmin.

“Riri tak ikut??” tanya Yoora.

“Dia akan menyusul! Mungkin sebentar lagi sam…”

“Annyeong!!! Hhhh… hhh…” ucapan Sungmin terpotong, seruan Riri barusan membuatnya mengalihkan pandangannya dari Yoora.

Sungmin menghembuskan nafas lega ketika melihat Riri telah tiba.

Yoora sadar, Riri-lah yang membuat Sungmin gelisah. Ia tahu, Sungmin pasti mencemaskan Riri yang sedari tadi tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

“Riri-ya, lama sekali! Aku lapar!” ucap Sungmin manja. Yoora tertegun. Ini pertama kalinya ia mendengar Sungmin bicara dengan nada manja pada wanita selain dirinya. Iri dan takut. Itulah yang ia rasakan. Tapi ia sendiri tak tahu mengapa ia merasa iri dan takut.

“Mian oppa. Tadi macet dan…. Yoora??” Riri menatap Yoora bingung. Kenapa ada Yoora disini, begitu pikirnya.

Yoora tersenyum. “Kau bawa makanan lebih?? Sepertinya aku juga lapar!” Riri tak merespon ucapan Yoora. Ia masih sibuk bergulat dengan pikirannya sendiri. ‘Jangan bilang kalau dia model wanitanya?! Oh Tuhan… aku lebih rela SunSun couple!’ batin Riri.

 

“Yoora-ya, mau makan bersama… loh?! Riri?? Kau ada disini??” Jiho memasuki ruang ganti dan terkejut melihat kehadiran Riri.

“Apa yang kau lakukan disini??” tanya Jiho.

Riri menggigit bibir bawahnya, bingung harus menjawab apa. Otaknya sibuk memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan. Sementara kelima member Super Junior, terutama Sungmin, menatap Riri penuh tanya. Bagaimana bisa ia kenal dengan Park Jiho.

“Dia coordi kami!” sahut Sungmin.

“Ooh… coordi. Aku pikir ia mau mencariku kemari! Haha…” tawa Jiho.

Sungmin mengernyitkan dahinya. ‘Apa maksudnya dengan Riri ingin mencarinya??’ batinnya.

 

“Ya! Yoora-ya, ayo makan! Aku lapar!” Jiho menarik lengan Yoora lalu membawa Yoora pergi dari ruang ganti. Kyuhyun melihatnya dengan jelas. Sangat jelas, bagimana Jiho menyentuh tangan Yoora.

Dadanya bergemuruh. Ia tak suka laki-laki yang tak ia kenal menyentuh Yoora tanpa seijinnya. Tapi sekali lagi ia harus menekan amarahnya karena sebuah fakta. Ia bukan siapa-siapa Yoora lagi. Bukan suami atau pacar. Dan mungkin bukan teman juga karena ia tak yakin Yoora masih mau menjalin sebuah hubungan walaupun itu hubungan pertemanan dengannya.

 

~>.<~

 

Riri memainkan jarinya, gelisah. Sekarang pengambilan foto couple. Dan yang membuatnya gelisah adalah Jiho menunjuk Sungmin sebagai pasangan Yoora. Memang bukan hanya Sungmin yang di tunjuk, tapi Kyuhyun juga. Hanya saja, kalau cuma Kyuhyun yang di tunjuk, ia tak akan segelisah ini.

“Sungmin-ssi, Yoora-ssi, waktunya take!” seru Mr. Jang.

 

Riri’s POV

 

“Ya! Yang tadi sudah bagus!” seru Mr. Jang.

“Sekarang, kalian berdiri saling berhadap-hadapan!” perintah Mr. Jang.

Perasaanku jadi sedikit tak enak. Pasti Mr. Jang mau menyuruh mereka berpose mesra.

“Yoora-ssi, letakkan kedua tanganmu di bahu Sungmin-ssi! Dan Sungmin-ssi, lingkarkan kedua tanganmu di pinggang Yoora-ssi!” aku menggertakkan gigiku kesal. Ternyata benar dugaanku kalau Mr. Jang mau menyuruh mereka berpose mesra.

Mr. Jang mengangkat kameranya dan bersiap mengambil gambar mereka. Namun, beberapa detik kemudian menurunkan kembali kameranya. Ia menggelengkan kepalanya lalu menatap Sungmin oppa dan Yoora.

“Kalian berdua, bisakah berpose lebih bagus lagi?! Kalau seperti tadi, hasilnya jelek! Sekarang, saling bertatapan dan dekatkan wajah kalian!!” aku membelalakkan mataku mendengar ucap Mr. Jang barusan.

Sungmin oppa dan Yoora mengikuti perintah Mr. Jang. Kentara sekali kalau mereka terlihat canggung.

“Rileks saja, okay?” ucap Mr. Jang lalu kembali bersiap mengambil gambar mereka.

 

Aku mengalihkan pandanganku dan tak sengaja melihat Kyuhyun oppa yang menundukkan kepalanya. Dari wajahnya, aku tahu ia marah, frustasi, pokoknya mimik yang biasa ia tampakkan ketika tidak suka melihat Yoora terlalu dekat dengan pria lain. Haahh… sepertinya ia benar-benar tertekan karena perasaannya sendiri.

 

POV End

 

~>.<~

 

Yoora’s POV

 

Okay, sudah cukup menyiksa dengan berpose mesra dengan Sungmin oppa, kenapa sekarang harus dengan Kyu?!?!

Omo!!! Aku bahkan tak bisa mengontrol detak jantungku sendiri. Haah… padahal aku sudah janji akan membencinya. Tapi kenapa jantungku masih tetap berdebar seperti ini??

 

“Siap ya?!” aku menganggukkan kepalaku. Mr. Jang pun mengambil gambar kami berdua.

“Pose selanjutnya!!” seru Mr. Jang. Kami terdiam, bingung. Pose seperti apa??

Mr. Jang berdecak kesal lalu menghampiri kami berdua.

“Kau! Harus memeluknya dari belakang!” aku, atau lebih tepatnya kami, tersentak mendengar ucapan Mr. Jang. Ia meletakkan kedua tangan Kyuhyun di perutku lalu meletakkan kedua tanganku di atas tangan Kyuhyun. Ia melihat kami sebentar kemudian menggelengkan kepalanya.

“Bergenggaman tangan saja!” ucapnya. Kami saling menggenggam, namun tetap memposisikan tangan kami di depan perutku.

“Kyuhyun-ssi, letakkan dagumu di bahu kanan Yoora-ssi. Dan Yoora-ssi, tolehkan sedikit kepalamu ke kanan dan tatap Kyuhyun-ssi. Kyuhyun-ssi juga! Balas tatapannya! Pokoknya buat image seolah-olah kalian sedang menikmati yang namanya cinta! Jangan perlihatkan ekspresi datar seperti itu!! Tersenyum sedikit!! Nah seperti itu bagus!! Pertahankan!!!” omel Mr. Jang.

Nafasku tercekat. Tidakkah ini terlalu dekat?? Aku bahkan bisa merasakan hembusan nafasnya di tengkuk dan wajahku.

 

“Okay!! Bagus!! Ayo pose selanjutnya!!” seru Mr. Jang setelah mengambil gambar kami barusan.

“Sekarang berhadap-hadapanlah! Lalu berpelukan! Yoora-ssi, letakkan kepalamu di dada Kyuhyun-ssi! Aigo… jinja!! Jangan canggung seperti itu! Nanti hasil fotonya jelek! Nah, seperti itu bagus!! Sekarang letakkan tanganmu di pinggang Yoora-ssi, Kyuhyun-ssi! Kau juga, lakukan hal yang sama Yoora-ssi! Okay, pertahankan! Aku akan mengambil gambar kalian!” kami mengikuti arahan Mr. Jang.

Pelukannya yang hangat dan irama detak jantungnya yang aku suka, masih sama seperti dulu.

Bisakah aku tetap merasakan pelukan ini untuk beberapa detik lagi?? Sayangnya tidak. Mr. Jang telah selesai mengambil gambar kami. Dan itu tandanya pelukan kami harus di akhiri.

“Hey! Jangan diubah dulu posenya!” seruan Mr. Jang membuatku kaget. Apa ia mau menyuruhku untuk tetap berpelukan seperti tadi??

Aku menatap Kyuhyun. Ah! Tidak mungkin aku yang memeluknya duluan.

“Mau sampai kapan kalian berdiam diri seperti itu?! Mau pulang atau tidak?!” seru Mr. Jang, kesal.

Kyuhyun melangkah mendekatiku lalu memelukku. Tidak! Ini pelukan yang berbeda. Tidak sama seperti tadi.

Ya Tuhan, dadaku sesak. Bolehkah aku berharap???

Ya! Tidak! Tidak! Apa yang kau harapkan Kwon Yoora?! Kalian sudah berakhir!!

Kau. Membencinya. Kwon. Yoora. Kau harus membencinya!

 

POV End

 

~>.<~

 

“Terima kasih untuk kerja sama kalian semua. Aku harap di Fashion Showku yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi, dapat berjalan lancar dan kita bisa bekerja sama dengan baik lagi!” ucap Jiho pada semua kru.

Sedikit berbasa-basi lalu ia mengijinkan semua kru, member Super Junior, dan Yoora untuk pulang.

 

“Riri-ya, mau pulang bersamaku??” tawar Jiho.

“Super Junior masih ada jadwal! Dan Riri harus ikut!” sahut Sungmin tak memberi Riri kesempatan untuk menjawab.

“Wah… Sungmin-ssi, kau seperti suaminya Riri saja ya. Apa yang ku tanyakan pada Riri, selalu kau menjawab seolah-olah kau adalah suami yang sedang melindungi istrinya dari gangguan namja lain! Haha…” canda Jiho atau lebih tepat disebut sebagai sindiran untuk Sungmin dan Riri.

Sungmin dan Riri sama-sama tersentak. “Kau bisa saja Jiho-ssi! Kami hanya berteman! Tak lebih! Hahaha…” sangkal Riri lalu tertawa memaksa.

“Baguslah! Berarti kita masih ada kesempatan ya untuk merajut kembali cinta kita yang dulu!”

“Uhuuukk.. uhuuukk..” Riri tersedak air liurnya sendiri ketika mendengar ucapan Jiho.

“Apa maksudmu?! Memang dulu kita pernah pacaran? Tidak kan?!” ucap Riri kesal.

“Hey! Kau lupa?? Dulukan kita saling mencintai!” ucap Jiho. Ia melirik Sungmin yang tampak kesal.

“Jangan mengarang cerita Jiho-ssi!” seru Riri.

“Aku tidak sedang mengarang Riri-ya! Itukan memang benar! Dulu kau mencintaiku, dan aku mencintaimu! Kau bahkan pernah mengirimiku surat cinta!” sangkal Jiho.

“Ah! Jiho-ya, aku mau pulang! Lebih baik kau antar aku!!” ucap Yoora menengahi perdebatan antara Riri dan Jiho yang semakin memanas.

 

“Kau mau pulang?? Baiklah. Ayo kita pulang!” Jiho merangkul pundak Yoora, mesra, membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari 2 pria sekaligus.

 

~>.<~

 

“Kau… pernah punya hubungan khusus dengan Jiho??” tanya Sungmin pada Riri ketika mereka dalam perjalanan pulang ke rumah mereka.

“Tidak pernah.” Jawab Riri singkat. Sungmin mendesah, tak puas dengan jawaban Riri.

“Tapi dia bilang dulu kau dan dia saling mencintai!” pancing Sungmin.

“Tidak oppa! Kami tidak saling mencintai! Kami cuma teman!”

“Hhhh… tapi benarkan dulu kau pernah mencintainya?? Kau bahkan pernah mengiriminya surat cinta.”

“Aish… oppa! Itukan cuma cinta monyetnya anak SMP saja! Lagian yang cinta siapa?? Dulu aku hanya pernah menyukainya saja, bukan mencintainya!”

“Sudahlah! Jangan mengintrogasiku lagi! Menyebalkan sekali kalau harus membicarakan dia!” ucap Riri lagi sebelum Sungmin membuka mulutnya lagi.

 

~>.<~

 

2 Minggu kemudian…

 

Riri mengikat rambutnya lalu memperhatikan refleksi dirinya di cermin.

Ia menyentuh wajah pucatnya dengan tangan kanannya. “Eumh… sepertinya aku harus istirahat setelah belanja nanti! Wajahku pucat sekali…” gumamnya.

 

“Riri, kau sudah siap belum??” seru Sungmin dari ruang tengah.

“Iya oppa! Aku sudah siap!” sahut Riri.

Hari ini Riri berencana pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka yang sudah habis.

Kebetulan supermarket dan kantor SM itu searah, jadi Sungmin menawari Riri untuk berangkat bersama.

 

“Kau sakit?? Wajahmu pucat sekali.” Tanya Sungmin sembari masuk ke dalam mobilnya.

“Aku agak tak enak badan saja.” Jawab Riri.

“Kalau begitu istirihat saja di rumah! Pulang nanti  aku yang akan belanja!” ucap Sungmin.

“Tidak pa-pa. Biar aku yang belanja. Lagipula supermarketnya dekat. Dan nanti aku juga mau mampir ke apotik setelah belanja, kepalaku pusing sekali. Tidak ada obat di rumah.”

“Kau yakin??” tanya Sungmin dan Riri hanya menganggukkan kepalanya.

“Oppa, ayo jalan! Mau sampai kapan kita diam di sini??” suruh Riri karena Sungmin tak kunjung menjalankan mobilnya.

Sungmin pun menjalankan mobilnya.

 

“Apa perlu ku jemput juga nanti??” tawar Sungmin ketika mereka sudah hampir tiba di supermarket.

“Tidak perlu. Aku pulang sendiri saja oppa!” sahut Riri.

“Baiklah.”

 

~>.<~

“Semuanya 159.900 won nyonya.”

Riri mengambil 2 lembar 100.000 won dari dompetnya dan membayar semua belanjaannya.

 

Riri memegangi kepalanya yang mulai terasa pening. Ia mencari bangku terdekat dan duduk.

Ia merasa heran dengan dirinya. Padahal sejak kemarin ia tidak melakukan banyak pekerjaan, tapi ia merasa sangat lelah.

Riri bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari supermarket.

Karena ia merasa lelah, ia memutuskan untuk menunggu taxi kosong. Tapi setelah hampir 20 menit menunggu, ia tidak mendapatkan satu taxi pun. Ia pun memutuskan untuk datang ke klinik terdekat dimana ada apotik di dalamnya dengan berjalan kaki.

“Seandainya troli di supermarket itu bisa disewa, aku pasti tidak akan sulit membawa 2 kantong belanja besar ini!” gumam Riri.

 

“Eungh…” Riri mengerang kecil ketika ia merasa sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi. Perlahan-lahan penglihatannya mulai terlihat buram dan akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri.

 

~>.<~

 

Riri keluar dari klinik dan masuk ke dalam taxi yang sudah dipanggilkan oleh salah seorang pegawai klinik.

Ia baru saja sadar setelah pingsan 2 jam yang lalu.

“Nyonya tidak mengidap penyakit apapun. Kelelahan, sedikit pusing, atau mungkin mual-mual, adalah hal biasa yang dialami oleh wanita hamil pada tri semester pertama.” Ucapan dokter yang memeriksanya di klinik tadi masih terngiang di telinga Riri.

Hamil adalah hal luar biasa yang pernah ia alami dalam hidupnya. Entahlah, ia berpikir benar-benar menjadi wanita yang sempurna setelah mendengar ucapan dokter tadi.

 

“Kemana nyonya??” pertanyaan supir taxi tersebut membuat semua pikirannya tentang kehamilan membuyar. Riri memberitahu supir taxi tersebut alamat rumahnya dan kembali ke dunianya sendiri.

Secara tidak sadar, tangannya bergerak ke perutnya dan mengelus-elus perutnya sendiri.

‘Apa dulu ibuku seperti ini? Tiba-tiba mengelus perut secara tak sadar dan tersenyum?’ batin Riri.

 

‘Aku akan menjagamu baik-baik. Kau harus sehat di dalam sini. Aku janji beberapa bulan lagi akan membuatmu melihat dunia yang sesungguhnya.’ Ucap Riri dalam hatinya sambil mengelus perutnya yang masih datar.

 

~>.<~

 

Sungmin masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu. Hal pertama yang ia lakukan setelah masuk ke dalam rumah adalah pergi ke dapur. Perutnya terasa lapar karena tadi siang ia tak sempat makan siang.

 

Ia sampai di dapur dan hanya bisa menghela nafas karena di atas meja makan hanya ada dua kantung belanja besar. Tak ada masakan apapun di atas meja. Ia berjalan ke kulkas dan membuka kulkas namun tak menemukan apapun yang bisa ia makan.

“Tumben sekali. Biasanya jam segini ia sudah selesai masak.” Gumam Sungmin lalu berjalan ke kamarnya.

 

Di kamar, Sungmin melihat Riri terbaring pulas di atas ranjang mereka masih dengan pakaian yang sama seperti tadi pagi.

‘Sudah malam begini, dia pasti belum mandi.’ Pikir Sungmin. Tapi kemudian ia ingat tadi pagi wajah pucat Riri. “Ah! Apa dia masih sakit?” Sungmin naik ke atas ranjang dan melihat wajah Riri. Sudah kembali seperti biasanya, tidak pucat lagi seperti tadi pagi.

Kreeookk~~~

Sebenarnya ia malas, tapi mau apa lagi, kalau ia tidak masak sendiri tak akan makanan yang bisa ia makan. Ia enggan membangunkan Riri dan meminta Riri untuk memasak karena Riri sedang sakit.

 

~>.<~

 

Sungmin mengeluarkan semua bahan makanan yang dibeli Riri di supermarket. Ada banyak bahan makanan yang Riri beli, membuat ia bingung ia membuat apa.

‘Riri pasti belum makan! Aku masak makanan kesukaannya saja!’ pikirnya.

Tapi beberapa saat kemudian ia sadar, ia tidak tahu apa makanan yang Riri suka. “Aish… bagaimana bisa aku tidak tahu makanan yang istriku suka?!” rutuknya.

“Haaahh… bukan hanya makanan. Aku juga tidak tahu apa saja yang Riri suka dan apa yang ia tidak suka! Yang aku tahu ia menyukai bunga. Itupun aku tahu dari Yoora.” Gumamnya. Ia merasa bersalah karena tidak menjadi suami yang baik untuk Riri. Sedangkan Riri selalu berusaha menjadi istri yang baik untuknya.

 

Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Sungmin memutuskan untuk membuat ramyeon dan ddukbogi.

 

“Oppa…” Sungmin berbalik dan mendapati Riri berdiri sembari mengikat rambutnya.

“Kau sudah bangun?” tanya Sungmin lalu kembali fokus pada masakannya.

“Ah! Iya. Maaf ya oppa, aku ketiduran, jadi aku lupa masak. Hehe…” ucap Riri.

“Tidak pa-pa. Hari ini biar aku yang masak. Mandi sana! Kau belum mandi kan?” suruh Sungmin.

Riri menganggukkan kepalanya meskipun ia tahu Sungmin tidak melihatnya karena sibuk dengan masakannya.

 

~>.<~

 

Riri masuk ke dorm Super Junior di lantai 12. Ia berlari dan memeluk Heechul.

“Oppa, kau bilang mau wamil bersama Teukie oppa dan Yesung oppa! Kenapa sekarang malah masuk wamil sendiri?!” tanya Riri kesal.

“Teukie menunda wamilnya menjadi tahun depan. Aku tidak mau menunda lagi dongsaeng-ah!” jelas Heechul.

“Hhhh… lalu kapan kau akan mendaftarkan dirimu ke militer??” tanya Riri.

“Nanti siang. Ah! Kau tidak perlu khawatir Riri-ya! Kita masih bisa sering bertemu! Aku akan di tempatkan di pelayanan masyarakat karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu!” ucap Heechul.

“Televisi pasti sepi karena tidak ada acara yang menampilkan wajahmu! Biasanyakan wajahmu sering muncul di TV! Sampai bosan aku melihatnya!” canda Riri.

“Ya!! Dasar dongsaeng kurang ajar! Lama kelamaan kau makin mirip dengan Yoora dan Kyuhyun!”

Deg! Riri tertegun. Tiba-tiba ia ingat bahwa sudah dua minggu ini ia tidak mendengar kabar Yoora.

 

~Drrrttt Drrrtt Drrrttt~ Riri mengambil handphone di sakunya.

Min calling…

 

“Halo? Ada apa oppa?”

“Kau mau ikut sekarang atau berangkat sendiri??” tanya Sungmin.

“Aku berangkat sendiri saja oppa! Kalau Fashion Show-nya sudah dimulai baru aku ke sana!” jawab Riri.

“Oh, baiklah kalau begitu! Aku berangkat ya!” pamit Sungmin.

“Iya.” Sahut Riri kemudian memutus sambungan telepon dan memasukkan kembali handphone ke sakunya.

‘Yoora kan ikut Fashion Show hari ini. Nanti kalau ketemu akan aku tanyakan kabarnya!’ batin Riri.

 

“Oppa, nanti kau ikut melihat Fashion Show Park Jiho??” tanya Riri pada Heechul.

“Tidak. Aku mau diam di dorm saja bersama heebum.” Jawab Heechul.

“Riri-ya.” Panggil Heechul.

“Apa??”

“Kau belum cerita padaku tentang Park Jiho!”

“Cerita apa??” tanya Riri tak mengerti.

“Tentang hubunganmu dengan Park Jiho di masa lalu! Beberapa hari yang lalu Donghae cerita padaku tentang perdebatanmu dengan Park Jiho di lokasi pemotretan!” jelas Heechul.

“Ciisshh… dasar Donghae oppa!” desis Riri, kesal.

“Hey! Ayo ceritakan padaku!” pinta Heechul.

“Baiklah!”

 

Flashback

 

“Kau sudah bawa surat cintanya??” tanya Yoora.

“Tentu saja sudah! Kau sendiri?” tanya Riri.

“Aku juga sudah!” jawab Yoora sembari menunjukkan amplop kuning di tangannya.

“Ayo kita berikan sekarang suratnya pada orang yang kita suka!” ajak Yoora.

“Tu… tunggu! Kau yakin Yoora-ya??” tanya Riri.

“Tentu saja yakin! Kita kan sudah janji mau sama-sama membuat kenangan tak terlupakan di masa SMP sebelum kita lulus!” ucap Yoora.

“Tapi aku malu. Bagaimana kalau orang yang kuberikan surat menolak suratku??” ujar Riri.

“Tidak pa-pa! Ini kan cuma main-main saja!” ucap Yoora.

“Kalau begitu, kau duluan yang berikan suratmu pada orang yang kau suka!” suruh Riri.

“Oke!” setuju Yoora.

Riri melihat Yoora berjalan mencari orang yang dia suka.

“Apa?! Lee Chihoon??” kaget Riri begitu melihat Yoora memberikan suratnya pada Chihoon, teman seangkatan mereka dulu. Tapi, karena mereka mengikuti program akselerasi, mereka tidak seangkatan lagi dengan Lee Chihoon.

“Aish… masa aku memberikan suratku pada orang yang sama?!” gerutu Riri.

Tiba-tiba Riri melihat Park Jiho, teman sekelas Chihoon, lewat di hadapannya.

“Baiklah kalau begitu! Aku akan berikan surat ini pada Jiho!” ucap Riri.

Riri mengambil pulpen di saku roknya dan menulis ‘To: Jiho’ di amplop coklatnya.

‘Tidak ada salahnya memberikan surat ini pada Jiho! Lagipula, sebelum menyukai Chihoon kan aku sempat suka juga pada Jiho!’ pikir Riri.

 

“Hey! Aku sudah berikan suratku! Sekarang giliranmu!” ucap Yoora.

“Baiklah! Ayo ikut aku!” ajak Riri.

“Kau mau memberikan suratmu pada siapa??” tanya Yoora.

“Nanti kau akan tahu!” jawab Riri.

Riri dan Yoora memasuki kelas Jiho. Setelah menemukan Jiho, Riri pun menghampirinya dengan Yoora yang mengikuti di belakangnya.

 

“Park Jiho! Terimalah suratku!” seru Riri.

Jiho yang tadinya sedang tertawa karena lelucon temannya, tersedak air liurnya sendiri begitu mendengar seruan Riri.

“Apa kau bilang??”

“Terima suratku!” jawab Riri sembari menyodorkan surat di tangannya pada Jiho.

Jiho mengambil surat tersebut dan memperhatikan surat tersebut.

“Surat cinta??” tanya Jiho. Riri menganggukkan kepalanya. Sebenarnya ia malu, karena banyak orang yang memperhatikannya.

“Hahahaha… Hello Park Richan! Kau punya kaca tidak di rumah?? Lihat dirimu! Kurus kerempeng seperti triplek! Wajahmu juga sedikit di bawah standard! Mana mungkin aku menerima surat cinta darimu?!” ejek Jiho.

“Asal kau tahu ya, tipe wanita yang aku suka itu adalah wanita yang cantik dan bertubuh sexy! Tidak sepertimu! Hahaha…” ucap Jiho lagi.

“Dan satu lagi! Kau pernah membuat surat cinta atau tidak sih?? Dimana-mana surat cinta itu biasanya dikirim menggunakan amplop berwarna merah jambu atau merah hati! Ini?? Surat cinta apa yang dikirim dengan amplop warna coklat?!” ucap Jiho sembari membuang surat Riri ke tong sampah membuat Riri tercengang. Bukan hanya Riri, tapi Yoora dan anak-anak yang lain pun ikut tercengang melihat perbuatan Jiho.

Kesal, Riri pun berlari meninggalkan Jiho diikuti Yoora yang berlari di belakangnya.

 

“Riri-ya! Tunggu!” seru Yoora.

Riri menghentikan larinya.

“Riri, kau tidak pa-pa??” tanya Yoora yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Riri.

“Maaf ya. Kau pasti malu sekali tadi.” Ucap Yoora, merasa bersalah.

“Ini semua gara-gara aku! Seandainya aku tidak memaksamu untuk mengikuti ide gilaku membuat kenangan tak terlupakan ini, kau pasti tidak akan mengalami hal tad…”

“Tidak pa-pa Yoora-ya!” potong Riri.

“Awalnya memang malu! Tapi setelah itu aku berpikir kalau ini seru juga! Hahaha… aku pasti akan terus mengingat kejadian hari ini!” ucap Riri.

 

Flashback End

 

“Hahahahaha… Hello Park Richan! Kau punya kaca tidak di rumah?? Lihat dirimu! Kurus kerempeng seperti triplek! Wajahmu juga sedikit di bawah standard! Wakakakakak… aku tidak menyangka ia berani mengatakan kalimat menyeramkan seperti itu padamu! Hahahaha…” Heechul tertawa terbahak-bahak saat mendengar cerita Riri tentang masa lalunya dengan Jiho. Ia bahkan mengikuti ucapan yang dilontarkan Jiho ke Riri saat itu.

Riri hanya dapat merenggut sebal karena ditertawakan oleh Heechul.

“Oppa! Berhenti tertawa!” seru Riri kesal.

 

~>.<~

 

Riri masuk ke dalam gedung dan mencari tempat duduknya.

Fashion Show sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu dan sekarang Siwon sedang berjalan di atas catwalk dengan pasangannya. Tidak hanya berjalan, Siwon juga melakukan beberapa aksi yang membuat banyak wartawan tak mau kehilangan gambar menarik seperti Siwon saat berpose melingkarkan tangannya di pinggang pasangannya dan saat Siwon mencium kening pasangannya.

Setelah Siwon, giliran Donghae yang berjalan dengan busana mewah yang melekat di tubuhnya, membuat ia semakin terlihat tampan. Pasangannya pun tak kalah cantik.

Kini giliran Sungmin. Namun Riri hanya mampu menahan sesak di dadanya melihat siapa pasangan Sungmin yang tak lain adalah Yoora.

Mereka terlihat serasi dengan busana mereka.

Ingin sekali rasanya Riri menggantikan Yoora berjalan di samping Sungmin.

 

Tiba saat Sungmin dan Yoora mulai berpose.

Riri berdiri dari tempat duduknya ketika Sungmin mencium pipi Yoora. Ia tak menyangka aka nada pose seperti itu.

Kesal, Riri pun beranjak meninggalkan mejanya.

Ia berjalan sangat cepat. Saking cepatnya, ia tak memperhatikan langkahnya dan mengakibatkan ia tersandung dan …

~UM3’s status: TBC~

 

Yuhuuu… apa kabar semua?? Masih inget cerita yang kemarin kan??

Hehe… maaf ya lama lagi ^^V *bow*

Maaf juga kalo ceritanya makin aneh, jelek, dan gak asik -_-“

Ini udah panjang kan?? Yang ini 16 halaman loh *pamer* jadi jgn protes lagi ya #PLAK

Okay, sekian aja de dari Trik, mau koment, like, or subscribe, terserah kalian ajah🙂 Trik gak maksa😀 yg penting gak ada bashing aja ^^

Byeeeeee…. Sampai jumpa di chapter 6 yg gak tw kpn publishny #duuuaaaggghhhh

 

Contact Me on #Twitter @1004Putrik #Heello @Putri0410 or #FB Ayu Putri Adhiyanti

18 responses

  1. riri ga kenapa2 kan??
    jangan bikin riri keguguran dong??jebal….
    aku pengennya riri tetep ama sungmin dan kyuhyun ama yoora…..
    part selanjutnya jangan lama2 ya???

  2. Jangan buat Riri keguguran!!
    Kasian >_<.
    Please, jangan!
    lagian bosen, masa keguguran semua?
    wkwkwk…
    FFnya bagus :D!
    Selamat buar author😀.
    Sekali lagi, tolong jangan buat Riri keguguran😀.

  3. akhrnya ktmu jg nie part dah lama nyari2 ko lom update jg…
    thanx chingu tambah seru
    tp nanti d tambhin part kyu ma yoora yah msa perang dingun terus kan ga seru
    ya da scene romantice nya gthu hehe

  4. ditangkep Jino duung ………
    biar gantian Sung Min yang kesel…….

    hahahahaha……… ikutan ngakak sama Heechul denger cerita Riri…..

    Poor Riri’s

  5. Kyaaaa itu riri jatoh? Andwaeeee!! Jangan sampe bayi + riri kenapa napa..
    Semoga ada yang nyelametin..
    Buseeeet itu kata2 jiho pedes banget..
    Tapi makin sebel sama sungmin..
    Heh, ming, kalo masih jahat sama riri, ntar riri direbut jiho baru tau rasa..
    Pokoknya lanjutannya ditunggu bangeet!!

  6. Maksa nih q komen pake hp,:(
    Thor,jgn bikin riri keguguran yah..kasian riri nya.gremeten q sm si umin,punya istri diperhatiin dkit ngapa >.<
    Dukung jiho buat ngerebut riri dari si umin.biar tau rasa *mataberapi2 #ditampol reader

    Ayo2 part selanjutny q tunggu..banyakin part umin ririnya dong thor,jebal *mojoksambilgaruk2tembok

    :p

  7. annyeong
    wahh sequelnya makin seru aja nih >.<
    trnyata kyu masih cinta ma Yoora
    ckckck
    cuma dia trlalu gengsi aja ngakuinnya

    si Jiho ngincer riri ya?
    sbnrnya apa sih rencana dia?

    lanjut
    gomawo ^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s