Other Side 3

Title : Other Side
Author : Qey.Yeonsone
Main cast : SNSD’s member
Other cast : Temukan sendiri!
Rating : PG 15
Length : Chaptered
Genre : Mystery, Thriller
Disclaimer : all is mine except the cast

~~

Taeyeon POV

Aku menghela nafas. Menatap dongsaeng-dongsaengku yang sedang
bersiap-siap untuk konser di Incheon Music Wave 2011. Keempat member
yang kemarin kecelakaan sudah kembali normal. Dan ini konser pertama
pasca kecelakaan itu.

Biasanya suasananya ramai. Snsd selalu ramai dimana saja. Tapi suasana
disini sangat sepi. Hanya suara benda-benda yang ditaruh atau diambil
karena memang kami sedang di make up.

Perubahan. Snsd sangat sangat berubah semenjak Hyoyeon, Jessica,
Sooyoung dan Sunny kecelakaan. Sifat mereka berempat yang berubah
membuat member lain takut dan memilih untuk menjauhi mereka berempat.
Snsd yang semula adalah keluarga yang harmonis, kini menjadi keluarga
yang seakan tidak mengenal satu sama lain.

Apalagi setelah peristiwa saat aku menampar Sunny. Sunny tidak pernah
mau lagi berbicara padaku. Ia bahkan minta tukar kamar dengan Tiffany
yang tidur sendiri. Kini aku sekamar dengan Tiffany dan Sunny memilih
menjauhiku dengan pindah kamar.

Tiba-tiba mataku gelap. Seseorang menutup mataku dengan kedua belah tangannya.

“Ya! Siapa ini? Lepaskan aku.” gertakku.

Orang yang menutup mataku tertawa. Aish dia rupanya.

“Ya, ahjussi lepaskan aku! Palli!” kekehku.

Ia melepaskanku sambil mendengus.

“Mau sampai kapan kau memanggilku ahjussi hah? Memang mukaku seperti
om-om? Aku kan masih imut.”

Aku tertawa. Ya, Leeteuk Oppa leader Super Junior sekaligus namja
chingu-ku tengah menatapku sebal. Aku mencubit hidungnya gemas.

“Ya! Nona Park. Appona!” teriaknya mengaduh.

“Mwoya? Nona Park? Sejak kapan namaku menjadi Park Taeyeon??”

“Hahaha? Wae? Sebentar lagi juga namamu akan menjadi Park Taeyeon.
Karena sebentar lagi kau akan menjadi istriku.”

Aku hanya tertawa. Yah, setidaknya ini bisa mengurangi sedikit kesedihanku.

“Taeyeon? Mana Hyoyeon? Kenapa kalian hanya berdelapan?” tanya manager
yang tiba-tiba ada di depanku.

Aku sontak mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruang make-up.
Tapi tak kutemukan yang kucari. Hyoyeon tidak ada.

“Molla. Tadi memang aku tidak berangkat dengannya.” sahutku sambil menggeleng.

“Tadi ia masih di rumah temannya. Ia bilang mau menyusul.” ujar
Tiffany sambil mendekat.

“Aish, bodoh sekali dia! Jam segini kenapa belum datang juga! Dia juga
belum di make-up.”

“Mungkin dia hanya terjebak macet.” sahutku menenangkan manager Oppa.

~~

Normal POV

15 menit kemudian…

Hyoyeon datang tegopoh. Ia menghampiri Manager Oppa dan minta maaf.

“Mianhae Manager Oppa, aku telat.”

“Ya! Kau kemana saja. Kau tidak tahu ini jam berapa bodoh!! Kalau
memang tidak berniat menghadiri konser kenapa tidak tinggal di dorm
saja dan nonton tv?? Bekerjalah secara profesional Nona Kim!!” semprot
(?) Manager Oppa bertubi-tubi.

Manager yang bernama Dongwook itu mendengus kesal dan berlalu. Hyoyeon
menatap punggung manager oppa dengan sangat tajam. Entah apa maksud
tatapannya itu.

~~

Hyoyeon baru saja selesai di make-up dan ganti baju. Ia menyibakkan
rambut blondenya lalu menghampiri kumpulan member snsd yang sedang
menerima instruksi dari Manager mereka.

Seluruh member SNSD berkonsentrasi dengan apa yang diucapkan Manager
Dongwook. Kecuali dua orang, yakni Sooyoung dan Jessica. Sooyoung
sedang bergelut dengan pspnya. Ia sama sekali tidak mendengarkan
perkataan Managernya.

Sedangkan Jessica tampak menundukkan wajahnya. Tidur. Terdengar
dengkuran halus yang membuat Managernya sadar bahwa Jessica tidak
mendengarkannya sama sekali.

PLETAK! Sebuah jitakan keras sukses mengenai kepala Jessica. Jessica
terbangun. Tatapannya langsung mengarah pada sang Manager.

“Apa-apaan kau Choi Dongwook??” pekik Sica.

Matanya menatap Dongwook dengan marah. Tapi air matanya jatuh
membasahi pipinya. Itu menandakan Jessica sangat marah.

“Kau bisa memilih waktu tidurmu kapan saja Sooyeon! Tapi tolong jangan
sekarang! Kau tidak lihat aku sedang apa? Dan kau sebentar lagi
perform!!” bentak Manager.

Jessica tidak menyahut. Ia mendorong tubuh Managernya kasar lalu pergi
dengan membanting pintu ruang make-up.

“Dasar anak manja.” desis Dongwook.

Mata Dongwook kini tertuju pada Sooyoung yang masih saja bermain PSPnya.

“Ya! Mau sampai kapan kau bermain dengan PSP itu, hah? Kau sama saja
dengan Sooyeon.” bentak Manager Dongwook berapi-api. Kemarahannya kini
sudah meluap-luap.

“…” hening. Sooyoung tidak merespon ucapan Dongwook ia masih
berkonsentrasi dengan gadgetnya itu.

“YA! CHOI SOOYOUNG!!” panggil Dongwook frustasi.

Barulah Sooyoung menanggapi. Ia melirik Managernya sedikit lalu
kembali meneruskan gamenya.

“Dasar sial.” umpat Dongwook sambil mendekati Sooyoung.

Tangannya merampas PSP Sooyoung dengan kasar. Lalu dihempaskannya ke lantai.

PRANG!!! PSP itu pecah. Tercarai-berai menjadi beberapa bagian. Suara
gaduh yang ditimbulkan oleh PSP itu membuat semua orang di ruangan
make-up menoleh.

Sooyoung tidak menunjukkan bahwa dia akan marah atau sedih. Ia hanya
menatap pecahan PSPnya dengan datar. Seakan ia memang sudah tidak
butuh barang itu.

Perlahan ia mendongkak. Menatap manager Dongwook dengan datar.

“Oppa. PSP itu hadiah nae haraboji saat natal tahun lalu. Hadiah ini
hadiah terakhir sebelum haraboji meninggal.” kata Soo dengan sangat
datar.

Semuanya tercengang. Tak terkecuali Managernya, yang kini menatap
Sooyoung dengan ekspresi merasa bersalah.

~~

SNSD sudah selesai perform. Mereka kini kembali ke ruang make-up.

Baru saja mereka mendaratkan pantatnya ke kursi. Manager datang dan
kembali marah-marah.

“Kali ini apa lagi?” desis Hyoyeon tajam.

“Lee Soonkyu!” panggil Manager Choi.

Sontak Sunny langsung mengerucutkan bibirnya saat ia dipanggil Soonkyu.

“Wae?” ketus Sunny.

“Apa-apaan kau, hah? Kau mau perform atau mau bernyanyi di kamar
mandi? Kau tahu, berapa kali kau salah nada? Berapa kali kau salah
lirik? Belum lagi salah gerakannya. Kalau Bos Soo Man sampai tahu.
Mungkin kau akan berakhir di penggorengan!” caci Dongwook.

“Aish, Oppa ini. Hanya masalah begini saja kau perbesar. Apa tidak
puas kau memarahi Hyo, Soo, dan Sica, huh?” balas Sunny.

“Ckckck… Lihatlah dirimu ini. Sangat sombong. Mentang-mentang
keponakan Bos Soo Man kau pikir kau tidak akan kena marah begitu?”
sindir Dongwook tak mau kalah.

Sunny menatap Dongwook dengan marah. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Setidaknya sebelum kau marah-marah kau harus mencari penyebab orang
itu melakukan kesalahan dulu!” bentak Sunny. Ia menghela nafas lalu
melanjutkan.
“Kau marah pada Hyoyeon. Mengatainya dengan kata-kata kasar. Padahal
dia tadi terjebak macet itu sebabnya dia terlambat. Kau memarahi
Jessica yang sedang tidur. Kau tidak ingat? Jessica baru saja
kecelakaan dan baru saja pulih. Ia butuh istirahat. Kau memarahi
Sooyoung dan membenting PSPnya. Kau pikir PSP itu murah, hah? Mana itu
hadiah dari harabojinya. Memangnya kau tahu. Dan sekarang kau
memarahiku karena aku melakukan kesalahan saat perform. Ingat! Aku
baru saja ke-ce-la-ka-an. Dadaku masih sakit jika aku menyanyi. Itu
sebabnya aku slah nada. Dan kesalahan nadaku membuatku lupa lirik, ALO
(tahu)!!”

Semuanya diam mendengar penjelasan Sunny yang sangat panjang. Bahkan
Yoona dan Yuri tidak bisa menahan bibir mereka untuk turun ke bawah.
Mereka berdua hanya melongo. Sementara sang Manager hanya diam seribu
bahasa.

“Manager macam apa kau?” lirih Sunny. Masih menatap Dongwook dengan tajam.

“Neo… Neo keterlaluan.”

~~

Taeyeon POV

“Oppa. Kau tidur di dorm saja. Ini sudah larut sekali. Kau boleh pakai
kamarku. Aku dan tiff akan numpang di kamar lain.” kataku pada
Dongwook Oppa.

“Ne. Lagipula kau terlihat sangaat lelah.” sahut Yuri.

Dongwook Oppa tampak menimbang-nimbang.

“Ye. Rumahmu kan jauh sekali. Masa kau mau tidur di hotel?” kali ini
Yoona yang bicara.

“Err…tidak usahlah. Aku bisa tidur di dorm Super Junior atau
SHINee.” elak Dongwook Oppa.

“Aish, kalau di dorm SuJu, kujamin kau takkan bisa tidur. Mereka kan
berisik sekali. Dan dorm SHINee tidak ada orang. SHINee masih di
Jepang. Memang tidak nyaman tidur di apartemen 9 yeoja. Tapi mungkin
lebih tidak nyaman tidur di hotel yang harus membayar.” kataku. Sontak
membuat beberapa dongsaengku terkikik. Padahal tidak ada yang lucu
-___-

“Aish, josumnida.” ah, menyerah juga.

Aku tersenyum diikuti beberapa member lain. Kecuali empat orang member.

~~

Normal POV

Hening. Sepuluh orang yang ada di dorm SNSD terlelap. Mulai memasuki
alam mimpi. Tapi seorang yeoja terjaga. Matanya meneliti yeoja lain
yang tidur disampingnya. Memastikan bahwa yeoja yang disampingnya
sudah benar-benar tertidur.

Deru nafas yeoja yang tidur terdengar sangat beraturan. Itu cukup
menjadi bukti kuat bahwa yeoja itu sudah tidur.

Yeoja yang terjaga turun dari tempat tidurnya dengan sngat perlahan.
Diminimalisirkan semua gerakan yang menimbulkan suara. Perlahan ia
keluar kamar lalu masuk ke kamar yang berisi seorang namja. Ya,
satu-satunya namja yang ada di dorm.

Perlahan, perlahan. Sangat senyap. Ia membuka pintu dengan mudah tanpa
menimbulkan suara. Seakan dia sudah mengenal pintu itu.

Yeoja itu mendekati meja yang ada disamping ranjang. Senyum evilnya
mengembang tatkala menatap gelas yang ada di sana. Yeoja itu tahu
betul apa yang sudah menjadi kebiasaan Managernya itu. Yakni selalu
membawa minum ke kamarnya. Agar saat ia haus tidak perlu ke dapur.

Dengan tangan yang sudah berlapiskan sarung tangan karet, ia menuang
sesuatu ke dalam gelas itu. Segenggam serbuk putih ia campurkan ke
gelas itu dengan perlahan. Ia tempelkan sidik jari Managernya ke
bungkus serbuk itu. Lalu membuang bungkusnya ke tempat sampah. Membuat
permainannya terlihat seolah Managernya bunuh diri.

“Mianhae Oppa…” bisik yeoja itu. Nada penyesalan muncul di
bisikannya. Tapi tidak seragam dengan wajahnya yang menyiratkan
kelicikkan.

“Oppa sangatlah tampan. Aku hanya ingin tahu. Apa setelah Oppa mati,
Oppa akan tetap tampan…”

~~
END of part 3
~~

12 responses

  1. waaaaah sereeeem bngeeedh c..
    knapa jd ky ksambet gt c dr kmaren??
    ni spa lg c yg maen gila dgn mnaruh serbuk aneh k minumanny manager hyung??jangaaaan gilaaaaaaaaaa doooooonk…
    kcau ni klo kya gni carany..
    chingu ditunggu next partny jgn lama”

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s