Falling Slowly

With Your Guitar I’m Falling Slowly

Author: aprelakim

Cast:      Lee Sungmin

Lee Sunkyu (Sunny)

Genre:  romance, sad, music.

Ratting:                PG-13

~~~~

Let’s play your guitar and makes the world happy~

Tidak ada satu hari pun hidup seorang pria pendiam dan manis bernama Lee Sungmin tanpa sebuah gitar. Gitar adalah hidupnya. Dia menjadi idola di campus karena setiap memainkan gitarnya banyak perempuan langsung menjadi fans berat Lee Sungmin. Setiap hari ia selalu membawabitar kesayangannya itu ke campus dan memaikan bersama band nya, The Pumpkins. Malam harinya Sungmin bekerja paruh waktu dengan menyanyi di sebuah café terkenal milik temannya.

“hyung… hari ini ada perform tidak?” tanya ryeowook keyboardis The Pumpkins.

“ne… jangan terlambat ya,” jawab sungmin sambil menunjukan senyum kelincinya.

“ah~ padahal malam minggu… aku pengen ngedate sama pacarku,” keluh jonghyun.

“ajak saja pacarmu ke sana,” usul siwon drummer The Pumkins.

“sungmin hyung, boleh gak?”

“terserah kamu aja… udah ya? Aku masih ada kelas,” kata sungmin sambil mengalungkan gitarnya dan menuju ke kelas. Sesekali dia melihat jam tangannya karena takut terlambat. Sungmin teriak saat melihat seorang gadis menyebrang dan ada mobil melaju kencang ke arahnya.

“andweee………… agasshi awasss……!!!” sungmin menarik gadis itu, mereka berdua terjatuh dengan posisi sunny di atas tubuh sungmin.

“gwaenchana?” tanya sungmin panik, gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk polos.

“gomawo…”

“ne, cheonmaneyo… lain kali hati – hati di jalan!” sungmin berdiri dan merasakan sesuatu yang ganjil di tangannya.

“gwaenchana, tanganmu tidak apa – apa kan?”

“ne, gwanchana…” lalu sungmin meninggalkan gadis itu sambil terus memegangi lengan kanannya.

“changkaman, tunggu sebentar aku Sunny dari fakultas kedokteran… sekali lagi gomawo~” teriak gadis bernama Sunny itu sambil membungkuk. Sungmin terus berlari menuju kelasnya.

Malam harinya The Pumkins siap tampil di atas panggung mayoritas penontonnya adalah yeoja. Sungmin bernyanyi sangat keren hingga membuat semua wanita histeris.  Sebuah lagu bertempo sangat lamat dia nyanyikan dengan petikan gitar yang membuat seluruh mata menatapnya.

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You’ll make it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can’t go back
Moods that take me and erase me
And I’m painted black
You have suffered enough
And warred with yourself
It’s time that you won

 

Sunny kebetulan berada di café sedang menunggu temannya datang. Sunny merasa tidak asing dengan wajah penyanyi itu, setelah berpikir dan mengingat kembali Sunnya baru teringat pria itu adalah orang yang menolongnya tadi siang. Sunny terus memandangi wajah Sungmin, seperti tidak berkedip. Ia terpukau dengan suara unik dan manis Sungmin.

“dia keren sekali… Siapa dia? Bahkan aku saja tidak tau namanya…” kata Sunny pelan.

“yya! Sunny apa yang kau lihat? Kau menyukainya?” kata taeyeon yang langsung duduk di sebelah Sunny.

“ah… annio! Lebih baik cepat pesan makanan saja, kau ini.” Kata Sunny sambil menyembunyikan muka malunya.

“aish… kelihatan sekali! Lebih baik jangan menyukainya dia playboy, dingin, dan sombong… menyebalkan sekali!”

“dari mana kau tau semua itu?”

“hey, Lee Sunkyu kau tinggal di hutan? Siapa yang tidak tahu Lee Sungmin, dia sangat popular tapi sangat dingin dan sombong… dilihat dari tabiatnya pasti dia bukan orang baik – baik.” kata taeyeon sembari menulis menu yang akan di pesan.

“aku tidak tahu banyak, tapi dia kemarin menolongku yang hampir tertabrak mobil. Sungmin oppa seperti pahlawan kan?”

“kau ini cepat makan keburu dingin!”

-backstage-

Sungmin terus memegangi tangan kanannya sambil meringis kesakitan sendirian. Saat member The Pumpkins datang dia bersikap seolah tidak terjadi apa – apa.

“hyungnim~ ada apa hari ini permainan gitarmu jadi sedikit kacau.” Keluh jonghyun.

“jinjayo?” tanya Sungmin.

“iya aku juga merasakan nya… sedikit aneh ini bukan Lee Sungmin hyung,” tambah ryeowook.

“mungkin hyung sedang tidak enak badan hari ini, iya kan?” tanya siwon.

“ne, mungkin aku sedikit lelah aku langsung pulang dulu. Bye” kata Sungmin buru – buru sambil menarik gitarnya.

Sungmin menghela nafas sejenak dan mulai menyalakan mesin mobilnya, ia mencoba menyetir dengan hati – hati agar tidak melukai pergelangan tangannya. Sesampainya di rumah Sungmin membaringkan tubuhnya di kasur sambil melihat langit – langit dan melihat tangannya, dia mencoba mengepalkan tangannya. Sekarang jauh lebih baik dari saat di café. Kemudian ia mengambil gitarnya dan mencoba memainkannya, rasa sakit itu mulai muncul lagi. Jari – jarinya sulit untuk di gerakan dan mati rasa. Namun sungmin terus memaksa tangannya untuk memetik senar gitar itu. Terdengar sangat berisik hingga membuat ibu Sungmin mendatangi kamarnya.

“kau kenapa malam – malam seperti ini?? Suara gitarmu berisik sekali, cepat tidur sana…” omeh ibu sungmin. “mianhamnida eomma… ne jal jayo…” sungmin tersenyum dan menaruh gitarnya di sebelah ranjangnya. Semalam Sungmin tidak bisa tidur karena memikirkan tangannya yang semalaman terasa sakit.

_pagi hari_

Ibu sungmin menyiapkan sarapan untuk ayah, sungmin, dan sungjin adik sungmin.

“biar aku yang bawa ke meja makan…” kata sungmin sambil membawa panci berisi sup, tiba – tiba tangan sungmin terasa sakit dan sungmin menjatuhkan semua isi panci itu.

“hyung gwaenchayo?” tanya sungjin cemas. Sungmin terus menyembunyikannya rasa sakitnya.

“sungminnie kenapa kau tumpahkan semuanya? Apa kau sakit?” sungmin hanya menggeleng.

“mianne eomma…” kata sungmin sambil berlari menju kamarnya, dan terduduk di balik pintu sembari terus memegangi tangannya.

“gwaenchana… huh… gwaenchana…… semua baik – baik saja…… tidak terasa apa – apa, lupakan semua…” kata sungmin menyemangati dirinya sendiri. Lalu sungmin segera menuju campus, saat melihat kunci mobil dia teringat dengan keadaan tangannya. Dan berencana naik bus kota saja. Di dalam bus Sungmin mencoba mengepalkan tangan kanannya pelan dan terus menggerakannya. Namun rasa sakit ini tidak berkurang sama sekali.

Luka di pergelangan tangan kanan Sungmin sudah tidak bisa di sembunyikan lagi. Apalagi saat di cafeteria data mengambil makanan dia menjatuhkan semua makanannya seperti tadi pagi. Dan yang membuat Sungmin tidak bisa menahan kesedihannya saat jari – jarinya tidak bisa memetik gitar lagi. Sungmin tidak bisa menahan airmatanya.

Sungmin berjalan lemas dengan muka pucat, dia berjalan menuju halte bus, tiba – tiba ada seorang gadis duduk di sampingnya. Gadis itu tersenyum sambil menunjukan gigi kelincinya yang manis.

“kau yang menolongku saat hampir tertabrak itu kan?”

“sepertinya iya…” jawab sungmin singkat.

“aku sunny, oppa siapa?” kata sunny sambil memengulurkan tangannya, sungmin ingin bersalaman dengan Sunny tapi tangnnya tidak bisadi gerakkan. Sungmin hanya tersenyum simpuul dan berkata “ aku sungmin, senang bisa mengenalmu…”

“kenapa? Apa tanganmu baik – baik saja?” kat sunny sedikit canggung sambil menarik tangnnya kembali.

“gwaenchana…” kata sungmin sambil berjalan menuju bus yang ada di depannya. Sebelum pulang ke rumah sungmin pergi ke rumah sakit dan memeriksa keadaan tangannya.

_-_-_-_-_-_-_-_-

Sungmin POV

Dia memeriksa tanganku dengan capa menyuruh ku mengepalakan telapak tanganku, sangat sakit dan nyeri bahkan saat aku mulai meluruskan jari – jariku. Semua ini terjadi semenjak aku menolong gadis bernama Sunny itu. Katanya ada kerusakan pada saraf sendi jari tangan kanan dan sedikit membengkak  saat aku terjatuh. Dokter menyuruhku untuk tidak beraktifitas berlebihan pada tangan kananku ini, dan pastinya aku harus berhenti bermain gitar untuk sementara waktu. Ini tidak mungkin aku tidak bisa hidup tanapa bermain gitar, tapi untuk beberapa hari aku akan mencobanya. Dan ia hanya memerban tanganku dan memberiku resep.

Aku pulang ke rumah dengan wajah yang lesu dan pucat, seharian ini aku tidak makan karena tanganku ini.  Aku menaiki tangga perlahan dan menuju ke kamarku.

“sungmin a~ cepat makan eomma sudah menyiapkan semuanya~” kata eomma dari belakang.

“anni~ aku sudah makan di luar tadi,” kataku berbalik dan menyembunyikan tangan ku yang di perban.

“gwaenchana? Mukamu pucat sekali,”

“gwaencasumnida….” Aku member salam dan langsung berlari menuju kamarku. Aku mengambil gitarku dan coba memainkannya, namun selalu gagal dan tanganku terasa sakit kembali. Saat ini rasanya aku ingin teriak dan menangis aku merasa sangat tesiksa.

Cahaya matahari mulai memasuki kaca jendela kamarku, menyilaukan mataku yang semalam tidak tidur sedikitpun. Aku segera mandi yan derangkat ke campus.

“hari ini hyung tidak bawa mobil?” tanya sungjin.

“anni~ aku naik bus…”

“yya! Hyung tanganmu kenapa?” sungjin menekan tangan kananku.

“akh… gwanchana…” kataku sambil menyembunyikan rasa sakitku ini.

“jinja? Kemana yeoja chingu(gitar) hyung ?”

“di kamar aku akan mengambilnya dan langsung berangkat, annyeong sungjin” kataku sambil menepuk bahunya dan mengambil kunci mobil agar ia tidak curiga. Aku bingung dengan tangan ku sekarang apa aku masih bisa mengendarai mobil, aku nekat dan mulai mengendarai mobil pelan tapi pasti menuju kampus.

Aku benar – benar akan menjaga tanganku yang berhanga ini, aku sudah berjanji pada diriku sendiri. Hari ini aku tidak akan bersama dengan The Pumpkins dan memilih meyendiri di perpustakaan. Lagi – lagi aku bertemu dengan gadis bernama Sunny itu. Ingin menjauh darinya namun ia memanggilku dan melambaikan tangan padaku. Dia tersenyum begitu polosnya, cukup sampai di sini aku mengenalnya. Dan aku memalingkan wajah menatapnya sinis dan pergi dari perpustakaan.

Aku berjalan balkon, melihat pemandangan sore yang indah. Aku perlahan melepas perban di tanganku dan membuangnya ke bawah. Sekarang perbanku di bawa oleh angin yang berhembus kencang. Berharap rasa sakit ini akan terbawa oleh angin juga. Seseorang menepuk pundakku dari belakang.

“hyeong~!!! Kemana saja seharian ini? Kau tidak latihan?!” ternyata itu ryeowook yansedari tadi mencariku.

“tattaapiii……” kataku tergagap, aku hanya pasrah saat wooki menyeretku bersama The Pumpkins.

Ternyata hari ini The Pumpkins sudah menandatangi kontrak dengan pihak café untuk perform. Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku tidak bisa bermain gitar sekarang. Akhirnya aku menenggak beberapa gelas soju hingga kepalaku sedikit pusing. Aku berjana sedikit gemetaran menuju atas panggung. Saat sedang di atas panggung aku melihat Sunny, meski agak kabur aku thu dia ada di pean panggung kami.

And one two one two three four……

Hari ini kami memainkan music rock, aku terus memaksa tangan ku ini untuk memetik gitar dengan cepat, semua penonton teriak histeris membuat adrenalin ku semakin meningkat dan semangat. Di tengah permainan tanganku mulai berulah lagi kali ini tidak bisa di tahan lagi mataku juga jagi berkunang – kunang, akhirnya aku jatuh sambil memegangi tanganku.

“akkhhhhh………” teriakku kesakitan. Semua member The Pumpkins berlari ke arahku.

“hyung gwaencana? Aiigoo tanganmu bengkak,” kata siwon terkejut.

“kita bawa ke back stage saja…”usul jonghyun. Mereka memapahku ke back stage dan memberiku sebotol air putih. Seluruh badanku terasa dingin, kepalau pusng, dan tanganku sangat sakit.

“pemilik café bilang sungmin hyung boleh pulang…” kata wookie.

“biar aku antar,” pinta siwon.

“tidak usah aku bisa pulang sendiri… kalian teruskan pertunjukan, banyak penonton menunggu…” aku berjalan perlahan menuju mobilku. Kepalaku sangat pusing dan pandangan mataku sangat kabur. Tangan kananku sudah tidak bisa memegang stir mobil lagi. Saat aku melaju dengan kecepatan tinggi aku tidak sadar kalau ada sebuah mobil ada di didepanku melaju sangat cepat. Tiba – tiba semua nya gelap.

Sunny POV

Semenjak kejadian sungmin oppa jatuh di atas panggung, aku sudah tidak pernah melihatnya. Ku datangi tempat latihan dan café tempat biasa ia menyanyi dengan gitarnya. Tatapan mata dinginnya itu membuat jantungku berdebar kencang. Entah kenapa aku ingin melihatnya setiap hari. Sekarang dia solah olah menghilang, sudah 2 hari semenjak kejadian itu. Aku sangat kawatir dengan  keadaan tangannya. Itu semua salahku, apa gara – gara aku dia tidak muncul akhir – akhir ini?

“hei… sunny! Kenapa melamun?” sapa sooyoung bersama taeyeon dan tiffany.

“mollayo~” jawabku lesu.

“ah~ arasso… sepertinya Sunkyu sedang mencemaskan seseorang yang sedang depresi karena tidak bisa memainkan gitar dan menyanyi untuknya lagi,” kata taeyeon eonni yang membuatku bingung.

“apa maksudnya? Aku tidak mengerti… siapa yang tidak bisa main gitar lagi?” kataku dengan ekspresi bingung.

“pangeran bergitarmu itu tangan kanan nya terluka cukup parah, dan katanya dia tidak bisa main gitar lagi,” jawab Tiffany.

“yang kau maksud itu Sungmin oppa?” mereka bertiga hanya mengangguk. Aku langsung berlari dan mendatangi rumah Sungmin oppa.

Ahjumma menyambutku dengan ekspresi sedih, dia bercerita tentang keadaan Sungmin oppa yang sekarang sangat menyedihkan, tangan kanan nya hampir tidak bisa digerakkan karena kecelakaan yang ia dapat ketika pulang dari perform bersama bandnya. Tapi itu semua kurasa adalah salahku dia terluka gara gara aku. Ini semua salahku, tangannya tidak akan melepas stir jika tidak sedang terluka karena menolongku.

Beberapa kali aku memanggilnya dan mengetuk pintu kamarnya, namun dia tidak membuka atau   menjawab sedikitpun. Kata ahjumma dia sudah tidak keluar kamar sejak hari itu, dia sangat depresi dan tertekan karena kehilangan tangan kanannya.

“sungmin ssi~ ini aku sunny… mianne… ini semua salahku! Tolong jelaskan padaku bagaimana cara aku bisa menebus semua dosaku? Maafkan aku sungmin ssi…” tak terasa airmataku ini mulai menetes, perasaanku sekarang sangat sedih dan bersalah. Apa yang bisa kulakukan…? Sudah 2 jam aku berdiri menunggu dia membukakan pintu dan menerima maafku, namun hasilnya nihil.

“ku mohon buka pintunya, aku akan melakuan apa saja tapi buka dulu pintunya… aku akan terus berlutut sampai kau mau membukakan pintu…” aku berlutut di depan kamarnya sambil terus menangis.

Seharian penuh aku berlutut hingga seluruh badanku sakit dan lemas, rasanya tubuh mungilku ini tak kuat untuk berdiri lagi. Aku tidak boleh menyerah, aku harus tetap semangat.

“setidaknya aku ingin mendengarmu menyanyi lagu itu lagi… walau tanpa bermain gitar… suaramu masih adakan? Masih semerdu dulu?” kataku dengan suara yang lemah.

Take this sinking boat and point it home
We’ve still got time
Raise your hopeful voice you have a choice
You’ll make it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can’t go back
Moods that take me and erase me
And I’m painted black
You have suffered enough
And warred with yourself
It’s time that you won

 

Aku bernyanyi dengan tenagaku yang tersisa. Aku masih mengingat lagu Falling slowly lagu yang pernah ia nyanyikan yang membuat hatiku bergetar.

Sunny pov end

Brukkk…… terdengar seperti ada seseorang yang terjatuh, sunny pingsan setelah menyanyi. Sungmin ternyata mengintip sunny dari balik jendelanya. Dia bergegas membuka pintu dan menolong Sunny. Sungmin berjalan mendekati Sunny karena beberapa hari tidak makan dan tertekan Sungmin akhirnya terjatuh wajahnya menghadap ke wajah Sunny. Sungmin menatap gadis itu sebentar dan menyentuh dahi sunny dengan telunjuknya, kemudian ia menangis dan memejamkan matanya.

To be continue

Go to part 2 end

23 responses

  1. SUNSUN !!

    OMOOO jadi inget yang mereka duet lagu itu. Hueee sweet :*
    Ahhh lanjut ya :*

    Kyaaa, sungmin kasian ayo sunny bantu dia dengan cintamu *eaaa🙂

  2. waaaaah sunsun copeeel, aegyo copel niceeee…

    ni trinspirasi dr heartstrings y chingu??

    kcian c sungmin hyung, tp tnang nti ad soonkyu nie yg nolongin..

    ditunggu chingu next partny jgn lma” y..

  3. naah, ini diaa !
    waktu nonton Heartstrings rasanya gue pernah baca/nonton yang kisahnya kaya LeeShin, tapi lupa dimana.. ternyata FF ini🙂 dulu udah pernah mampir tapi belum baca sampai habis, hehe

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s