Who Is My Love ? (chapter 2)


Cast :
Kim Ki Bum (SJ)
Kwon Yuri (SNSD)
Lee Donghae (SJ)
Other cast from SJ n SNSD
Genre : Romance, Friendship
Rating : G
Author  : Lala Brigida

—————————

Prev chapter
Tapi tiba-tiba saja langkah ku terhenti karna Kibum menarik tangan ku.

“apa kau yakin kau tidak punya perasaan yang sama dengan ku?” Deg! Jantungku berdegup kencang mendengar perkataan itu dari mulutnya.

“kalau aku jujur, kau harus janji sikap mu tidak akan berubah pada siapapun. Arra?” tanyaku meyakinkannya.

“Hmm ne. Arra. Ppali katakan yang sebenarnya!” Kibum semakin mendesakku.

“Joahae. Aku juga sudah menyukai mu sejak kecil. Sudah sana kau pulang!” aku pun mengusirnya begitu saja.

“Aish, sampai jumpa lagi.” tanpa reaksi apa-apa dia berlalu begitu saja meninggalkan ku.

Semoga keputusanku yang mengungkapkan perasaanku padanya tidak berdampak buruk terhadap hubungannya dengan Fany.

————————————

Part 2

———————————-

*Kibum pov

Sudah beberapa minggu terakhir ini aku mulai dekat dengan Yuri. Sejak malam itu, aku mengetahui perasaannya, tapi aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. kekeke~. Aku dekat dengannya hanya sebatas sebagai teman curhat belakangan ini. Walaupun kami hanya saling berhubungan lewat telpon atau sms, aku sangat nyaman bersamanya. Sebenarnya aku ingin hubungan kami lebih dari yang terjalin saat ini.

“chagi..” suara Fany membuyarkan lamunanku.

“Mworago?”

“aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu..” ucap Fany dengan wajah tertekuk.

“Kau mau bicara apa?” sahutku seraya mendekatinya yang berdiri di depan kamar ku.

“aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi..” Mwo? apa aku tidak salah dengar yang diucapkan Fany?

“Mwoya?!? Maksudmu?” tanyaku kaget.

“aku ingin putus dengan mu. saat ini aku ingin sendiri dulu. Mianhae..” Fany menitikkan air matanya.

Entah aku harus senang atau sedih dengan keputusan Fany. Di satu sisi aku senang karna aku punya kesempatan untuk memiliki Yuri, tapi di sisi lain, aku juga merasa kehilangan Fany yang selalu setia menemaniku beberapa tahun terakhir ini.

“Ne, geurae. Kalau itu keputusan mu, aku akan menerimanya. Jaga dirimu baik-baik, kalau kau ada masalah, aku selalu ada untukmu.” Sahutku seraya mengelus pipinya dengan lembut.

“Kibum-ah, mianhae, jeongmal mianhae..” Fany langsung memeluk ku dan menangis di dadaku. Aku membalas pelukan itu dengan lembut.

“ayo ku antar kau pulang, ini sudah malam.” Aku pun mengantar Fany pulang.

——————————

*Author pov

1 minggu kemudian @Seoul Park

*Yuri pov

Hari ini aku akan bertemu Kibum. Tadi pagi dia menelpon ku dan mengajak ku bertemu di taman ini. Pasti dia ingin menceritakan sesuatu pada ku. Di depan ku terlihat seorang namja mengenakan pakaian santai dengan rambut terihat agak panjang namun rapi. Tunggu dulu..aku mengenal gelang itu ! itu gelang kibum !

“Ya! Kim Kibum!” tanpa basa basi aku langsung memanggil namja itu.

“Mwoya?!?” sahutnya tidak kalah kasar sambil membalikkan badannya menghadapku.

“Yuri?!? kau Kwon Yuri??” dia menunjuk ku dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan mata melebar, dan mulutnya berbentuk O.

#bukk!# aku memukulnya dengan handbag ku.

“Ya! jangan melihat ku seperti itu!!” bentakku kesal.

“sejak kapan kau berpenampilan seperti ini?” tanya Kibum heran.

“sejak  aku ingin berubah!” sahutku asal dengan tampang marah.

 

*Kibum pov

Aku masih tidak percaya kalau yeoja yang saat ini di hadapan ku adalah Kwon Yuri. yeoja yang selalu aku lihat berpenampilan seperti namja, sekarang berubah menjadi yeoja dewasa yang menawan. Yuri mengenakan dress selutut berwarna pastel, sepatu flat dengan warna senada, dan rambutnya yang ikal tergerai dengan indah. Huh, yeoja ini benar-benar semakin membuatku jatuh cinta..

“Yul..aku sudah putus dengan Fany..” ucap ku lemah.

“Jinjjayo???” tanya Yuri tidak percaya.

“Hmm, ne. Aku tidak bohong. 1 minggu yang lalu dia mengakhiri hubungan kami. Aku hanya bisa menerima keputusannya.” Jelasku pada Yuri. wajahnya terlihat datar, tidak sedih ataupun senang.

“Tenang Yul, aku tidak akan memaksa mu menjadi yeojachingu ku, walaupun sekarang aku sudah putus dengan Fany.” Ucapku sambil tersenyum.

“Ha? Ne ne. Aku tau. Kau bukan orang yang suka memaksakan kehendak.” Yuri.

“Tapi kalau saat ini aku ingin dekat dengan mu bagaimana? Walaupun kita tidak berpacaran, tapi aku ingin kau selalu ada untuk ku. kau mau kan?” tanya ku pada Yuri.

“Ne aku mau. Aku bisa menjadi teman mu untuk berbagi.” Yuri mengucapkan itu dengan senyum manisnya.

————————-

*Yuri pov

Mendengar ia sudah putus dengan Fany sebenarnya hati ku sangat senang. Saat ini aku ingin sekali menjadi kekasihnya, tapi sayang aku sudah dimiliki oleh namja lain.

“Yul?” seorang namja menepuk bahu ku, dan membuat aku dan Kibum menoleh ke arah namja itu.

“Donghae? Kau sedang apa?” aku terbelalak melihat Donghae juga ada di taman. dia adalah namjachingu ku. aku sudah menjalin hubungan dengan Donghae sekitar 1 tahun lalu. Malam itu aku berbohong pada Kibum. Aku mengatakan bahwa aku tidak memiliki namjachingu.

“kau sendiri sedang apa?” Donghae balik bertanya pada ku.

“Kibum?” dan sekarang seorang yeoja datang menghampiri kami bertiga.

“Fany???” ucapku dan Kibum bersamaan.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Kibum dengan wajah heran.

“aku sedang jalan-jalan saja dengan Donghae.” Ucap Fany seraya melingkarkan tangannya di lengan Donghae.

“Mwo?!? Kibum-ah, aku pulang dulu!” ucapku langsung pergi dari hadapan mereka.

“Yul tunggu! Aku bisa jelaskan semuanya!” aku mendengar teriakan Donghae, tapi tak ku hiraukan.

Aku memutuskan pergi ke sungai Han. Aku duduk sendiri di pinggir sungai Han dengan air mata yang menetes di pipiku. Aku tidak percaya Donghae menghianatiku dengan Fany. 1 tahun aku menjalin hubungan dengannya, aku tidak punya masalah apa-apa dengannya. tapi sekarang kenapa seperti ini?

“Yul?” terdengar suara namja menyapa ku.

“Kibum?” dan ternyata itu Kibum. Pasti tadi dia mengikuti ku.

“Gwenchanayo?” tanyanya khawatir yang melihat mataku agak sembab.

“gwenchana. Kau sedang apa di sini?” tanyaku pada kibum.

“mengikuti mu. Donghae adalah namjachingu mu?” tanya kibum pada ku.

“Ne. Tapi sepertinya sekarang tidak lagi.” sahutku lemas, dan airmata ku kembali menetes.

“Kau kan belum mendengar penjelasan dari Donghae. Bisa saja dia tidak menjalin hubungan apa-apa dengan Fany.” Kibum mencoba menenangkan ku.

“Kau tidak sakit hati melihat Fany dengan Donghae?” aku ingin mengetahui yang dirasakan Kibum saat ini.

“Hmm, aku bingung. Aku lebih sakit hati melihat mu seperti ini.” Perkataan Kibum membuat ku terdiam.

“aku menyayanginya kibum-ah, tapi kenapa dia seperti ini.” Aku pun menangis di pundak kibum.

“sudah sudah, jangan menangis lagi. kau harus mendengarkan dulu penjelasan dari Donghae. Agar semuanya jelas.” Kibum merangkul ku dengan lembut.

“kau kenal Donghae?” tanyaku pada kibum.

“Anni. Tapi setahuku, Donghae dulu pernah menjadi namjachingu Fany sebelum dia bersama ku. apa ini alasan Fany memutuskan ku?” Kibum terlihat bingung.

“mollayo. Sudah jangan bahas ini lagi. aku mau pulang. Kau antar aku pulang ya!?” suruhku pada kibum dengan nada sedikit kasar.

“Aish, kau benar-benar tidak sopan ya! kajja ku antar kau pulang!” dia pun menarik tangan ku dengan kasar.

“ya! kurang ajar kau!” aku pun memukul kepala kibum dengan handbag ku. dia hanya tertawa melihat tingkah ku. Kibum…setidaknya saat ini kau masih bisa membuatku tersenyum. J

————————————

*Donghae pov

Sudah hampir 30 menit aku menunggu di depan rumah Yuri, tapi dia belum terlihat juga. tiba-tiba ada lampu mobil yang menyorot ke arah mobil ku. tunggu tunggu, itu Yuri dan Kibum? Kenapa mereka bisa bersama? Aku memutuskan tidak keluar dari mobil sampai Kibum pergi. Dan akhirnya Kibum pun pergi setelah dia memberikan elusan lembut di kepala Yuri. Aish! Damn! Aku benar-benar sakit hati melihat ini semua!

“Yul?!” panggil ku keras seraya mengejar Yuri yang akan masuk ke dalam rumah.

“Kau?!? Mau apalagi kau?!” tanya Yuri kasar pada ku.

“Aku ingin menjelaskan kejadian tadi sore. Kau salah paham!” aku berusaha menjelaskannya pada yuri, bahwa aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Fany.

“masuklah, aku tidak mau ribut denganmu.” Sahut Yuri singkat. Ini yang membuat ku sangat mencintainya, walaupun dia semarah apa pun, tapi dia selalu berusaha bersikap setenang mungkin.

Aku pun duduk di ruang tengah rumah Yuri. dia membawakan ku segelas coklat hangat.

“Kau mau menjelaskan apa?” tanya yuri pada ku.

“aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Fany. Aku berani bersumpah, aku hanya mencintai mu. aku tidak menghianatimu.” Jelasku pada yuri.

“kau pernah menjadi namjachingu Fany kan?” tanya Yuri menyelidiki.

“ne, memang benar. Dulu aku pernah menjadi namjachingu Fany. Tapi itu sudah sangat lama, bahkan sebelum aku mengenalmu. Mianhae, aku membuatmu kesal..” aku pun meminta maaf pada Yuri.

“Gwenchana. Tapi aku butuh waktu sendiri. Kau mengerti kan?” perkataan Yuri membuat perasaan ku sangat sakit. Aku tidak suka kalau Yuri sudah bersikap seperti ini.

Kwon Yuri ku memang seperti ini. Setiap ada masalah yang melanda hubungan kami, dia pasti meminta agar aku menjauhinya untuk sementara waktu. Tapi walau seperti itu, bukan berarti kami putus. Hanya bedanya kami tidak bertemu, telpon, bahkan sms pun tidak. Biasanya Yuri seperti ini selama beberapa hari.

“Hah, arraseo. Saranghae Yul..” sahutku lembut seraya mengecup pelan keningnya.

“Nado saranghae.” Sahutny singkat.

“aku pulang dulu.” Aku sedikit agak tenang dia sudah mau mendengarkan penjelasanku. Aku harap kau akan cepat menghubungiku chagii. J

———————————

*Kibum pov

Pagi yang cerah ini aku ada janji dengan Yuri. yeoja masa kecilku yang akhir-akhir ini selalu mengisi kekosongan hati ku.

“Kibum-ah!” terdengar suaranya yang berlari ke arahku.

“Kau sudah lama menunggu?” tanyanya padaku.

“Anni. Ayo jalan-jalan.” sahutku sambil meraih dan menggenggam tangannya.

“aku semakin merasakan kalau aku mencintai mu.” ucapku tiba-tiba.

“hmm, aku mulai merasa nyaman dengan mu.” yuri.

“Jinjjayo?” tanyaku kaget.

“hmm, jinjja. Aku selalu nyaman bersama mu.” perkataan Yuri semakin membuatku senang.

“Ayo menikah dengan ku!” ucapku spontan pada yuri.

“Ya! pabbo! Aku masih ingin menikmati masa mudaku!” wajahnya terlihat cemberut.

“hahahahaha, aku hanya menggoda mu. Tapi sudah ku tekat kan, kau harus menjadi istri ku kelak! Hanya kau Kwon Yuri!” aku pun berteriak sambil berlari meninggalkannya.

——————
*Yuri pov

Sudah 3 hari aku tidak bertemu dengan Kibum. Terakhir aku bertemu dengannya, saat ia mengajak ku menikah. Haha.. Aku sangat nyaman bersamanya. Aku menyukainya. Tapi untuk saat ini aku belum mau menjalin hubungan dengannya. lagipula aku masih memiliki namjachingu yang juga menyayangiku. Aku..aku sangat enggan kehilangan Kibum. Aku tidak ingin saat-saat seperti ini cepat berlalu. Aku tidak mau kehilangannya..

“Kibum-ah? kau dari mana? Aku sudah hampir 1 jam menunggu mu. di sini!” teriakku dengan orang di seberang sana.

“Mianhae, tadi aku ada urusan mendadak. Kajja masuk.” Kibum yang berlari ke arah ku langsung menarik ku masuk ke dalam cafe ice cream itu.

“Kau mau pesan ice cream rasa apa?” tanya Kibum pada ku.

“coklat.” Sahutku singkat. Dia pun pergi menuju pelayan untuk memesan ice cream untuk kami.

“kau ada urusan apa?” aku bertanya pada Kibum.

“Hmm? Tidak penting. Bagaimana hubungan mu dengan Donghae?” Kibum mengalihkan pembicaraan kami.

“Donghae? Aku masih menjalin hubungan dengannya.” sahut ku singkat.

“aku akan menikah..” tiba-tiba kibum berkata seperti itu dengan wajah serius.

“Mwo?!? jinjjayo?!” tanyaku tidak percaya.

“Ne, aku akan menikah dengan mu. haha” aish, namja ini benar-benar membuat ku kesal.

“Ya! jangan bercanda seperti itu!” sahutku kesal.

“seandainya aku benar-benar akan menikah dengan yeoja lain, bagaimana?” aku bingung dengan pertanyaan Kibum.

“Hm? Walaupun aku berpacaran dengan Donghae, tapi aku tak akan bisa melihat mu menikah dengan yeoja lain. Lagipula kau kan sudah berjanji kalau aku yang akan menjadi istrimu !?” bentak ku pada Kibum.

“kekeke~, ne ne. Ayo makan ice cream mu. itu sudah hampir meleleh seperti hati ku yang leleh oleh mu. haha” lagi-lagi dia menggoda ku.

“aish.. micheo..” Kibum-ah jangan tinggalkan aku untuk saat ini, aku belum sanggup kehilangan mu..

————————-

*Still  Yuri pov @Yuri’s house

“Yul?” sepertinya aku mengenal suara itu. aku pun beranjak dari tempat tidurku dan membuka pintu kamar ku.

“Taeng? Sedang apa kau di sini?” aku pun tak menyangka kalau yang berdiri di hadapan ku saat ini Taeyeon.

“aku langsung saja naik ke kamar mu. pintu rumah mu tidak terkunci.” Taeng langsung duduk di tempat tidur ku.

“Kau ada hubungan apa dengan Kibum?” tanya Taeng dengan wajah curiga.

“Mwo? aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Waeyo?”

“Fany membaca sms-sms mu dengan Kibum. Sepertinya kalian sangat dekat.” Taeng.

“Fany? Bukannya dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Kibum?” tanyaku heran.

“sepertinya kau belum mengetahuinya ya?” Taeng sepertinya mengetahui sesuatu.

“Mworago?” tanyaku bingung.

“biar Kibum saja yang menjelaskannya pada mu. aku pulang dulu.” Taeng langsung pergi begitu saja meninggalkan ku.

Aku benar-benar bingung dengan apa yang dikatakan Taeng. Sebenarnya ada apa ini?

#drrt drrt drrt# iphone ku bergetar ‘Donghae calling’

Donghae? Tidak seperti biasanya dia menghubungi ku terlebih dulu di saat aku ingin sendiri. Aku pun langsung menjawab telpon Donghae.

“Yoboseyo..” ucap ku pelan.

“Chagi? Kau sudah tidak marah dengan ku lagi kan?” Donghae langsung bertanya pada ku.

“Ha. Anni chagi. Waeyo?” tanyaku bingung.

“Anniyo. Bogoshipoyo. Kau baik-baik saja kan?” pertanyaan Donghae semakin membuatku bingung.

“Ne, aku baik-baik saja. Mworago? Aish, kau membuat ku bingung.”

“Hmm, anniyo. Aku pergi dulu. Aku akan menghubungi mu nanti. Saranghae.” #klik# telpon Donghae terputus begitu saja.

Taeng, Donghae? 2 orang ini benar-benar membuat ku bingung hari ini.

——————-

1 minggu kemudian

*Yuri pov

Kibum? kau sedang apa? Kenapa sudah hampir 1 minggu kau tidak menghubungi ku?
hati ku bertanya-tanya  dengan hilangnya Kibum dari kehidupan ku beberapa hari ini.
terakhir aku bertemu dengannya, dia membicarakan pernikahan. Dan sekarang dia benar-benar menghilang tanpa kabar. Apa dia benar-benar menikah?

#ring ding dong# bel rumah ku berbunyi. Aku yang sedang berada di ruang tengah, bergegas untuk segera membuka pintu.

“Kibum??” aku pun kaget melihat Kibum yang berdiri di hadapan ku.

“Annyeong. Apa kau tidak mempersilahkan aku masuk?” tanyanya dengan senyum manis di bibirnya.

“Ha? Ne ne, silakan masuk.” Ucapku seraya mempersilahkannya duduk.

“Kau kemana saja? tidak pernah menghubungi ku.” tanyaku pada kibum.

“Hm, mianhae. sebenarnya aku ke sini untuk memberitahu mu suatu hal..” raut wajah Kibum seketika berubah menjadi murung.

“Mworago?” tanyaku.

“aku akan menikah yul..” aku yakin, kali ini dia juga pasti bercanda.

“hahahahahaha, canda’an mu sudah tidak mempan untuk ku.” sahutku sambil tertawa.

“aku tidak bercanda. Sebenarnya 1 minggu lalu saat terakhir aku bertemu dengan mu, aku ingin memberitahu ini padamu. Tapi aku tidak tega merusak kebahagiaan mu saat itu.” mendengar ucapan Kibum, tawa ku langsung terhenti.

“Kau serius akan menikah?” tanyaku tak percaya.

“Ne. Aku benar-benar akan menikah. Fany..” dia menghentikan ucapannya.

“Fany? Ada apa dengan Fany?” aku benar-benar penasaran dengan apa yang akan diucapkan Kibum.

“Fany.. Fany mengandung anak ku..”

———————-

TBC

Mesti comment. xD
d tunggu lanjutannya ya. J
gomawo.😀

 

5 responses

  1. ha???? fany onnie hamil?
    ya…. kibum oppa knp bs hamilin fany onnie?
    tp emg kibum oppa yg ngehamilin fany onnie?
    chingu ini nnt nasib yuri onnie gmn?
    msh dgn hae oppa atau beralih ke kibum oppa?
    tp klu beralih bgm dgn fany onnie?
    pernikahannya jd gimana?
    itu yuri onnienya berubah krn hae oppa ya?

    chingu lanjutannya cepetan di update ya!!
    pensaran nih sm kelanjutannya

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s