(Twoshoot) Voice Of My Heart

 

Title : Voice of My Heart

 

Main Cast :

  • Nam Woohyun (Infinite)
  • Han Sungyeon (KARA)

 

 

Genre : Romance, Sad

 

Rating : PG 13+

 

Length : Oneshoot

 

Disclaimer : The plot and Nam Woohyun is MINE/plak XDD

 

A:N : Part ini pendek banget. Dan agak membosankan (mungkin)🙂

 

 

***

 

Perkenalkan, aku Woohyun. Nam Woohyun. Salah  satu penyanyi berbakat dan yang paling terkenal se-antero Seoul. Coba kalian Tanya pada orang orang. Siapa yang tak mengenal aku? Dari anak kecil sampai yang sudah bau tanah pun, tahu siapa aku. Suara bass-ku yang lembut (?) serta tingkah aegyo-ku yang menggemaskan membuatku sangat dikenal. Tapi itu dulu… saat kejadian itu…

 

#FLASHBACK#

 

 

geu gose honjaseo na ulgo itjiman

 

nunmuri meomchwoseo na utgo itjiman

 

geudae honja dugoseo jiul su eomneun gieokdeulloman

yeogiseo na hemeineungeol

 

 

na amumaldo eobtjiman deureul su eobtjiman

 

ireokerado neol chajeul su itdamyeon neol

gidaryeo jigeum sigani meomchulttaekkaji

 

na amu maldo halsu eomneun geol jal aljiman

ireokerado nan chatgo itjiman

neon heundeulliji annneun daneun geol jal aljiman

ajik nan neoreul ijeul su eobseoseo

 

na amu maldo eobtjiman deureul su eobtjiman

ireokerado neol chajeul su itdamyeon neol

gidaryeo jigeum sigani meomchul ttaekkaji

 

chajeul su itdamyeon neol gidaryeo jigeum na dasi sum swil ttaekkaji

 

Aku telah selesai menyanyikan salah satu lagu di album terbaruku. Dan iringan tepuk tangan menggema begitu saja. Hal ini biasa saja bagiku. Sudah sangat biasa. Tak ada yang tak kan bertepuk tangan, setelah mendengarku bernyanyi.

 

Ku membungkukkan badanku, dan terakhir menunjukkan ‘Love Sign-ku’ sebelum menghilang di balik panggung.

 

Aku mengambil handuk yang diberikan oleh asisten-ku, mengelap keringat, dan melemparnya ke sembarang tempat. Aku tak perduli itu akan mengenai siapa. Ku berjalan mendekati 3 orang yeoja yang memang sedari tadi ingin rasanya kucekik.

 

“YA! KALIAN!” Ku menggebrak meja yang ada di samping mereka. Mereka mendongak, menatap-ku kaget.

 

“Sudah kubilang, jangan keluarkan suara kalian ketika aku sedang bernyanyi! Kalian itu hanya back vocal! Cukup nyanyikan bagian kalian saja! Apa kalian pikir, suara kalian bagus? Suara rongsokan seperti itu hanya membuatku lagu-ku terdengar jelek! Apa kalian mengerti!?” caci-ku.

 

“Ma… maafkan kami.. kami janji tidak akan mengulanginya lagi,” Jawab mereka ketakutan. Aku paling suka melihat ekspresi ketakutan seseorang saat dimarahi oleh-ku.

 

“Baiklah. Kalau sekali kagi kalian melakukannya, aku akan mengatakan pada manager untuk memotong gaji kalian! Arra?”

 

“Ne. Arraseo, Woohyun-sshi,”

 

Ku menyeringai kemudian meninggalkan mereka yang masih menunduk ketakutan.

 

***

 

Pagi ini ku terbangun karena bunyi alarm. Ku melirik sekilas, kemudian mematikannya. Haha… hari-hari penuh ketenaran akan dimulai lagi..

 

Ku beranjak ke kamar mandi, mencucui muka, dan menggosok gigi. Setelah itu akau ke dapur, untuk minum.

 

Seperti biasanya, setiap pagi aku harus melatih vocal-ku. Ku mengambil botol air mineral kosong, dan mulai bernyanyi.

 

“…………..”

 

Aaa… ada apa ini?? Kenapa suaraku tak keluar??

 

“…………………….”

 

AAAAAAKHK!! ADA APA INI?? KENAPA SUARA-KU TAK KELUAR?? ARKKHK!!

 

“Nghhhhk…..  Nggggg……..”

 

Ku coba mengeluarkan suara-ku, tapi yang dihasilkan hanya erangan tak berarti. ADA APA INI??

 

***

 

“Anda tidak terkena penyakit apa-apa tuan Nam,”

 

Ku serasa tersambar petir, saat mendengar diagnosis Dokter Jung. Aku tidak terkena penyakit apa-apa, lalu kenapa aku bisa seperti ini??

 

Ku mengambil secarik kertas kemudian menuliskan beberapa kalimat di-atasnya.

 

‘Lalu kenapa aku bisa seperti ini, Dokter? Tolong dijelaskan!” Ku menyerahkan kertas tersebut kepada Dokter Jung.

 

“Mungkin anda kelelahan. Ini resep untuk anda, selain itu saya anjurkan anda untuk beristiraha total dari aktivitas anda. Termasuk menyanyi,”

 

***

 

Apa yang dikatakan Dokter itu tadi? GILA! Aku seorang penyanyi, mana mungkin aku harus diistirahatkan dari pekerjaanku? Tapi… mana mungkin akau bias menyni dengan keadaanku yang seperti ini?

 

“Ngg… Nghk…. A.a…. kh…” Lagi-lagi yang terdengar hany erangan.  Haaaaah….. Kenapa bisa seperti ini? Apa salahku? Bagaimana aku bisa menghibur para fans-ku  di showcase malam nanti?? Ya Tuhan.. Semoga hal ini tidak berkepanjangan.

 

Kata Dokter, aku harus banyak beristirahat. Ku mengambil Handphone-ku dan menonaktifkannya. Tak berapa lama, aku pun terlelap.

 

***

 

“KENAPA KAU TIDAK DATANG SEMALAM HUH?? APA KAU TAK MEMIKIRKAN SEBERAPA KECEWANYA FANS-MU SAAT KAU TIDAK DATANG?? APA KAU TAK MEMIKIRKAN BERAPA KERUGIAN YANG HARUS KUTANGGUN AKIBAT ULAHMU!?”

 

Ku hanya bisa diam ketika Produser-ku sibuk membentakku. Aku tak bias membantah ataupun menyangkal. Suaraku belum kembali.

 

“Dia sedang kehilangan suara-nya, Pak. Maafkanlah dia…” Bela Manager-ku.

 

“ Kehilangan suara-nya? Aku tidak perduli. Itu salahnya sendiri! Siapa suruh dia tak menjaganya dengan baik! Aku kan sudah mengeluarkan uang banyak untuknya!”

 

“Ne. Kami mengerti. Tapi tolong maafkanlah dia… sekali ini saja..” Ku meringis melihat Manager-ku yang memelas seperti itu. Buat apa dia sampai memohon begitu? Padahal aku sering memperlakukannya kasar. Aah.. terserah.

 

Ku lihat wajah produser-ku yang sudah memerah menahan amarah. Ia menatap-ku tajam.”Baiklah. Kumaafkan. Tapi kalau sekali lagi anak ini melakukannya, aku tak akan segan-segan melemparnya!”

Apa? Melemparku? Aku juga tak sudi berda di bawah naungan-mu. Masih banya agensi yang mau menampung-ku.

 

“Terima kasih, Pak. Kami janji tak akan mengulanginya lagi. Kalau begitu kami permisi keluar dulu,”

 

Manager Kim pun mengajakku keluar dari ruangan orang tua itu.

 

Seungyeons’s POV

 

Apa? Dilempar? Tapi, kenapa? Apa Woohyun melakukan kesalahan?

 

Ku ingin lebih mendengar percakapan mereka lagi. Tapi kuputuskan untuk pergi  dari pintu dan bersembunyi, saat kudengar mereka akan keluar.

 

Ku lihat Nam Woohyun dan manger-nya keuar. Ia terlihat murung. Apa ada terjadi semalam ya? Haah… salahku juga tak ikut jadi back vocal-nya  di show case semalam. Jadi kau tak tahu apa yang terjadi.

 

***

 

Author’s POV

 

“Heera-ah… apa ada yang terjadi di showcase semalam?” Tanya Seungyeon pada teman ‘seperguruan-nya’, Heera.

 

“Memang ada. Memangnya kenapa?”

 

“Aku hanya ingin tahu saja. Memang-nya ada apa?”

 

“Itu… si penyanyi sombong itu berulah,” ucap Heera ambil memasukkan pakaiannya ke dalam Tas.

 

“Si Woohyun? Ada apa dengannya?” Tanya Seungyeon.

 

“Dia tidak datang di acara showcase-nya sendiri,” ucap Heera malas.

 

“Kenapa?”

 

“Mollaseo. Aku malas membicarakan orang seperti dia. Lebih baik kau Tanya sendiri padanya,” ketus Heera.

 

“Itupun kalau kau berani..”

 

***

 

Seungyeon’s POV

 

Entah apa yang membawaku kemari. Namun sekarang aku sudah berada tepat di depan pintu Apartemen Woohyun. Aku memang tak terlalu mengenalnya. Tapi aku terlalu penasaran dengan apa yang terjadi padanya. Seperti kata Heera, lebih baik akau menanyakan sendiri pada orang-nya.

 

Ting Tong…. Dengan ragu ku memencet bel apartemennya.

 

Saat ia membukanya, ku langsung merik nafas dalam-dalam. Bersiap- siap menerima kata-kata kasar yang akan keluar dari mulutnya.

 

Hening. Aneh. Namja ini hanya diam saja. Ia hanya menatapku sengit, kemudian hendak menutup pintu. Namun dengan sigap, aku menahan-nya.

 

“Woohyun-sshi… ada yang ingin ku bicarakan,”

 

Ia tak mengeluarkan kata sedikit pun. Ia hanya berlalu masuk ke dalam apartemennya, dengan pintu yang masih terbuka. Seakan mempersilahkanku untuk masuk.

 

Ku masuk dengan sedikit ragu.”Gomawo, Woohyun-sshi…”

 

Ku lihat ia mengambil secarik kertas dari mejanya dan entahlah… aku tak tahu apa yang ditulisnya.

 

Tak berapa lama ia menyerahkan kertas itu padaku.

 

‘Kau ingin bicara apa? Suara-ku tak bisa keluar saat ini. Aku juga tak banyak waktu.’

 

Suaranya tak bisa keluar? Apa itu masalahnya sekarang?

 

Aku mengangguk mengerti.”Apa itu alasannya kau dimarahi oleh produser? Karena kau kehilangan suara-mu? Dan kau tak bisa hadir di show case-mu?” ceplos-ku asal.

 

Ia mengerutkan dahi. Seolah bertanya darimana aku tahu semua itu. Ia kembali menulis di atas kertas lagi. Dan begitu seterusnya sampai ia kelelahan sendiri. Terakhir ia menulis, ‘Lebih baik aku pergi. Aku sudah lelah, da ingin istirahat!’

 

Aku cekikikan melihatnya. Itu salahnya sendiri kan? Haha…

 

“Sepertinya kau banyak masalah, Woohyun-sshi. Aku mau kok jadi teman curhat-mu,” ku mengambil ponsel yang ada di genggamannya, dan mengetikkan nomor-ku disana.

 

“SMS aku kalau kau ingin cerita sesuatu,” ucapku. Namun, ia hanya menatapku sinis. Aku tak perduli. Aku yakin ia akan meng-SMS-ku.

 

Ku mengucapkan salam kemudian keluar dari rumahnya.

 

 

To Be Continued…

 

Ottokhe reader? pengen dilanjutkan? itu sih terserah para reader aja XDD

Kalau banyak yang pengen lanjut, bakaln dilanjutin. tapi nanti… abis authornya UTS😀

Okeh oke? comment yaa readers sayang terutama para Inspirit😀

 

 

Annyeong ~~

 

 

 

6 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s