Other Side 4


Title : Other Side
Author : Qey.Yeonsone
Main cast : SNSD’s member
Other cast : Temukan sendiri!
Rating : PG 15
Length : Chaptered
Genre : Mystery, Thriller
Disclaimer : all is mine except the cast

~~

Someone SNSD’s member POV

“KYAAAAAAAAAAAAAAA………………..”

Evil smile. Itulah yang sedang kuukir dibibirku. Sepertinya
permainanku sudah dimulai. Get Ready All…

~~

Taeyeon POV

“KYAAAAAAAAAAAAAAA………………..”

Apa itu? Siapa yang menjerit? Itu seperti suara Seohyun. Buru-buru
kutanggalkan handuk yang baru saja kupakai lantas berlari menuju
sumber suara.

Seohyun tadi hendak membangunkan Dongwook Oppa. Berarti dia ada di
kamarku. Kulihat pintu kamar terbuka. Tiffany membuntutiku dibelakang.

Kulongokkan kepalaku. Seohyun duduk di lantai. Badannya memunggungi
kami. Bahunya terguncang pelan. Dia menangis. Aish? Waegurae??

“Seo…” panggilku lirih.

Ia menoleh. Matanya sudah sangat sembab.

“O…onnie… Manager O…oppa….” lirihnya tersendat-sendat.

“Waeyo?”

Tiffany mendekat. Ia melihat kasur tempat Manager Oppa tidur. Ia
mengatupkan mulutnya. Membentuk sebuah garis tipis.

“Miyoung-a wae??” tanyaku pada Tiffany.

“Dia… Meninggal. Sepertinya minum racun. Mulutnya berbuih.” isak Tiffany.

~~

Normal POV

Taeyeon membuka pintu dorm dengan kasar. Di buangnya jas berwarna
hitam yang baru saja ia kenakan secara sembarangan. Ia menghempaskan
badannya ke sofa memijit pelipisnya.

Tak lama kemudian member lain menyusul. Mengikuti apa yang dilakukan
Taeyeon. Yakni duduk di sofa.

Mereka baru saja pulang dari upacara pemakaman Manager mereka. Choi Dongwook.

“J…jadii… Oppa bunuh diri?” lirih Yuri.

Yang lain hanya mengangguk-anggukkan kepala.

“Hajiman…kenapa kasus ini tidak diselidiki lagi? Aku agak heran
kenapa Oppa meninggal tapi masih tertidur di ranjang. Kenapa tidak
dilantai saja. Bahkan ia juga memakai selimut.” sergah Yoona.

Sontak semua mata tertuju pada Yoona.

“Ye. Kau benar. Bahkan ia sempat-sempatnya membuang bungkus racunnya
ke tempat sampah. Memangnya ada orang mau bunuh diri membuang sampah
dulu, lalu kembali ke ranjang dan memakai selimut dulu lantas baru
bunuh diri. Hey! Ini konyol.” tambah Tiffany.

Semuanya terlihat berfikir.

“Apa ini artinya…Oppa dibunuh?” tanya Yuri.

“Mungkin.” jawab Jessica cuek.

“Hajiman, nuguseyo?” tanya Tiffany.

Taeyeon yang dari tadi hanya diam, angkat bicara.

“Ne. Ada benarnya juga. Dan mungkin pelakunya ada diantara kita.”

Semua member terhenyak. Lalu menoleh kesana kemari.

“Apa-apaan kau! Mana mungkin ada yang tega membunuh Manager Oppa.
Apalagi dia adalah manager kita sendiri.” tukas Sunny.

“Aku rasa tidak ada yang tidak mungkin.” sahut Taeyeon.

“Siapa yang tidak dikamar tadi malam?” tanya Taeyeon lagi.

Semua member menggaruk kepala, ada pula yang terlihat menerawang
mengingat sesuatu.

“Aku tidur sangat lelap tadi malam. Aku tidak bangun.” ujar Tiffany.

“Aku juga.” “Aku juga.” “Aku juga.” member lain membenarkan.

“Aku terjaga tadi malam.” sahut Seohyun.

“Nde?” tanya Taeyeon terkejut.

Seohyun mengangguk mantab.

“Hyoyeon onnie…tidak ada di kamar.” lirih Seo sambil melirik Hyoyeon
takut-takut.

“YA! SEO JOOHYUN JANGAN BILANG KAU MENUDUHKU!” pekik Hyoyeon nyaring.
Segera ditenangkan oleh Sooyoung yang ada di sebelahnya.

“Chakamman Onnie, a…aku be…lum s…ss…selesai.” Seohyun
tergagap. Ia sungguh takut pada kemarahan Hyoyeon.

Suasana kembali tenang. Semua kembali menatap Seo. Bersiap
mendengarkan lanjutan kisahnya.

“Saat aku bangun dan ingin mencari Hyoyeon onnie. Aku… Aku melihat
seseorang di dapur. Aku kira itu Hyo onnie. Ternyata itu Sica Onnie.”
suara Seo sangat minim saat menyebut nama Jessica.

“SEKARANG KAU MENUDUHKU, HAH???” untuk kedua kalinya Seohyun mendapat bentakkan.

Member lain menenangkan Jessica.

“Aish. Sudah. Sudah. Tenanglah dulu. Jadi…yang keluar kamar tadi
malam adalah Hyo dan Sica. Sica di dapur. Lalu Hyo entah kemana….”

“Aku ke toilet.” potong Hyoyeon.

“Gurae. Lalu kau kemana setelah kau melihat Sica di dapur Seo?” tanya
Taeyeon kepada Seohyun.

“Karena mengantuk, aku kembali ke kamar. Tapi Hyo onnie belum kembali.”

PRAANGG….sebuah vas bunga berwarna bening. Jatuh berkeping-keping ke
lantai. Hyoyeon yang membantingnya. Matanya melotot ke arah Seohyun.

“KAU CARI MATI YA??” tanyanya tajam.

“KIM HYOYEON!! BISAKAH KAU TENANG SEDIKIT??” potong Taeyeon sebelum
ada pertumpahan darah (?).

Seohyun sudah menangis di pelukan Yoona. Taeyeon mendesah kesal. Lalu
kembali memijit pelipisnya.

~~

Seohyun POV

Hari ini SNSD akan perform di Music Core. Tanpa Manager Oppa.
Hufh…aku sedikit menyesal menuduh Hyoyeon onnie dan Jessica onnie
beberapa hari lalu. Sekarang lihat akibat perbuatanku sendiri. Hyoyeon
onnie yang semula sangat dekat denganku, kini menjauh.

Aish, jikalau aku mengingat hal ini entah kenapa rasanya aku ingin
kembali menangis.

“Seohyun-a.” panggil suara dibelakangku.

Aku menoleh, lantas menyahut. “Kyuhyun Oppa??”

Namja tampan itu mendekat dan duduk di sebelahku. Aigoo~ jebal Oppa
jangan terlalu dekat. Aku tidak mau jantungku berhenti berdegup
sekarang. >.<

Kyuhyun Oppa mengukir sebuah senyum saat menatapku. Aish~ Ottokhae~

“Oppa juga hari ini perform??” tanyaku. Sekedar menenggelamkan raut
gugup di wajahku.

Dia tertawa. “Tentu saja. Kalau tidak lantas untuk apa aku kemari??”

Aish, benar juga. Bodohnya diriku -___-

“Err…b…benar juga.” aku sedikit menggaruk kepalaku.

Srek…srek…tangannya maju mengacak poniku sambil tertawa.

“Kau tetap saja aneh.” gumam Kyuhyun Oppa.

Jadi dimatanya aku aneh ya?? Aku sedikit mengerucutkan bibirku tanpa
kusadari. Dia masih saja tertawa. Aish.

Aku menyapukan pandanganku ke arah onnie-onnieku yang sedang
dimake-up. Pandanganku tertumbuk pada Sooyoung onnie yang tengah
menatapku dan Kyuhyun Oppa tajam.

Ups, Ya Tuhan. Kenapa aku bisa lupa? Bukankah Sooyoung onnie pernah
bilang ia menyukai Kyuhyun Oppa? Seharusnya aku tidak mendekati
Kyuhyun Oppa. Bagaimana kalau Sooyoung onnie marah padaku? T.T
Aku harus pergi sekarang.

“Eung~ Oppa. Aku pergi dulu ne? Aku harus membetulkan make-upku yang luntur.

“Josumnida.” ia tersenyum padaku. Fiuh~

~~

Aku meregangkan badanku yang sedikit pegal. Kami baru saja selesai
perform. Dan beberapa jam lagi kami akan mengadakan konferensi pers.
Untuk mengkonfirmasi comeback-nya kami September nanti.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling lorong menuju ruang ganti.
Kemana onniedeul? Apa aku berjalan terlalu lambat ya? Hmm…
Sepertinya.

Saat aku masuk ke ruang ganti yang juga sekaligus ruang make-up itu,
ternyata di dalam hanya ada Sooyoung onnie, Sunny onnie, dan Hyoyeon
onnie. Dan mereka semua tengah menatapku sekarang.

Aku menelan ludah pahit. Bimbang. Antara meneruskan langkahku atau kembali.

Aish, kenapa kau jadi penakut seperti ini Seo Joohyun! Mereka onniemu!
Jadi bersikaplah sewajarnya.

Dengan perlahan aku masuk ke ruang make-up lalu menutup pintunya.

Aku berjalan menunduk melewati mereka.

“Aku pikir kau menyukai Yonghwa.” gumam sesorang yang kuyakini adalah
Sooyoung onnie.

Sontak aku menoleh. Menatap Sooyoung onnie yang sedang memalingkan
mukanya menatap lantai dengan kosong.

“Nde?”

“Aish. Pura-pura bodoh dia.” desis Sunny onnie yang ada di sebelah Soo onnie.

“Yah, aku tidak tahu kalau kau serakah seperti ini. Bukankah kemarin
kau menikmati We Got Marriedmu dengan Yonghwa. Kupikir kau menyukai
Yonghwa. Tak kusangka kau masih berani bergenit-genit dengan Kyuhyun.
Padahal aku pernah bilang aku menyukai Kyuhyun.”

Ucapan Sooyoung onnie membuatku terbelalak.

“O…onnie. B…bukan maksudku…”

“Aish Soo. Kau tak perlu khawatir. Sekarang KyuYoung shipper lebih
banyak daripada SEO-KYU shipper.” ucap Hyo onnie seakan menenangkan
Sooyoung onnie. Tapi tidak menenangkanku sama sekali. Tentu saja!

Air mataku mengalir begitu saja. Ya Tuhan. Siapapun tolong aku.

“Hahaha. Kau benar Hyo. Seokyu shipper sudah berkurang karena kecewa
karena uri Seohyun mengikuti We Got Married dan mengkhianati Kyuhyun
Oppa. Huft…poor Seokyu shipper.” kali ini Sunny onnie yang bicara.

Cklek…pintu terbuka. Ternyata Tuhan masih menyayangiku. :’)
Taeyeon onnie datang. Ia tersentak menatap kami berempat.

“Ada apa ini?” tanyanya.

Aku mengusap air mataku. “Gwenchana onnie…”

Pandangan Taeyeon onnie beralih kepada ketiga orang yang baru saja
mem’bully-ku itu.

“Kalian apakan lagi uri Seohyun??” selidik Taeyeon onnie.

Sooyoung onnie membalas tatapan Taeyeon onnie dengan sinis. Begitu
pula Hyoyeon onnie dan Sunny onnie.

“Cih. Apa karena kau leader jadi kau berhak mencampuri urusan kami
begitu?” balas Sooyoung onnie pedas.

Taeyeon onnie kelihatan sedikit menampakkan raut bingung.

“Ya. Setidaknya aku berhak tahu masalahnya.” tegas Taeyeon onnie.

“Bahkan masalah pribadi sekalipun?” sinis Hyoyeon onnie.

Taeyeon onnie terlihat semakin bingung. Omona~ ottokhae. Aku meraih
lengan Taeyeon onnie. Sedikit menenangkannya.

Senyum Soo onnie semakin lebar. Senyum sinis.

“See. Tidak bisa menjawab kan?” bisik Sooyoung onnie ditelinga Taeyeon
onnie. Tapi masih bisa kudengar.

Sooyoung onnie akhirnya beranjak pergi. Diikuti Hyo onnie dan Sunny onnie.

Setelah mereka menutup pintu, Taeyeon onnie mendekatiku.

“Gwencanayo? Apa yang mereka lakukan padamu?” tanyanya khawatir.

“Aniyaa~ mereka tidak melakukan apapun kok. Hanya aku yang cengeng
saja. Hehe.” aku memaksakan diri untuk tertawa. Tawa getir.

Taeyeon onnie hanya melihatku dengan tatapan simpati.

~~

Taeyeon onnie terus menggandengku setelah kejadian tadi diruang ganti.
Dia jadi sangat protektif. Memang seperti anak kecil. Tapi setidaknya
aku jadi sedikit tenang.

Konferensi pers sebentar lagi dimulai. Tapi disini hanya ada empat
orang member. Hanya ada aku, Taeyeon onnie, Yuri onnie dan Yoona
onnie. Sooyoung onnie, Hyoyeon onnie, dan Sunny onnie menghilang
setelah kejadian tadi. Jessica onnie entah kemana. Dan Tiffany onnie
katanya tidak enak badan dan tadi pulang ke dorm.

Di saat seperti ini, sedikit membangkitkan ingatanku tentang Manager
Oppa. Mungkin ia sudah marah-marah saat ini menyadari kemi hanya
berempat.

“Kenapa hanya berempat? Kemana yang lain?” tanya seorang staff kepada kami.

“Molla.” sahut Yuri onnie.

“Sudah coba untuk dihubungi?” tanyanya lagi.

“Ne. Nomor mereka tidak aktif. Tapi Tiffany memang tidak bisa hadir
karena agak tidak enak badan.”

“Josumnida. Berempat juga tidak apa-apa. Yang penting ada leader.
Waktunya sudah sangat mendesak.”

Kami mengangguk setuju lantas bangkit.

~~

Konferensi pers berjalan lancar. Para sones terlihat sangat antusias
mengikuti jalannya konferensi pers.

Ini saatnya pulang ke dorm. Aku berjalan dibelakang. Seperti biasa,
karena aku maknae :3. Taeyeon onnie yang daritadi terus menjagaku
berjalan paling depan.

Kami berjalan menembus kerumunan fans yang menjerit
melengking-lengking. Sesekali kami berhenti untuk sekedar berfoto atau
memberikan tanda tangan untuk mereka. Aku terus memasang senyum.
Menyambut setiap permintaan mereka.

Sampai ada seorang sone mendekatiku. Ia memakai hoodie berwarna pink.
Berjalan kearahku sambil sedikit terbatuk. Hampir seluruh wajahnya
tertutup masker. Yah, itu karena dia sedang batuk. Hanya matanya saja
yang terlihat. Itupun tertutup kacamata ber’frame tebal.

“Annyeong.” sapaku padanya.

Dia membungkuk sambil tersenyum. Meski tidak terlihat, aku tahu dia
tersenyum karena matanya menyipit.

“Mau berfoto juga? Atau minta tanda tangan?” tawarku.

Dia menggeleng. “Aku hanya kebetulan kemari. Jadi tidak membawa kamera
atau kertas.” nadanya terdengar sedih.

“Hajiman onnie. Bolehkah aku memelukmu?” tanya sone itu. Kali ini
terdengar antusias.

“Baiklah.” aku mengangguk.

Tangannya maju merangkul pundakku. Tapi hanya satu tangan?

Jleb…
“Arkh…” pekikku saat ada sebuah benda merobek perutku. Aigo~ ada apa ini??

Ya, yeoja ini menusukku. Aku berusaha melepas pelukanku. Tapi yeoja
itu justru mempererat pelukanku. Benda pipih yang kuyakini pisau masih
ada di perutku.

Aku mengedarkan pandanganku kesekelilingku. Semuanya sibuk dengan
kegiatan mereka masing-masing tanpa melihatku. Aku benar-benar
terdesak. Pisau itu bergerak-gerak. Membuat sobekan diperutku semakin
lebar. Tapi anehnya mulutku seakan terkunci. Aku tidak bisa
mengeluarkan suara sama sekali. Yang ada kurasakan tunuhku semakin
melemah.

Ya Tuhan~ sakit sekali. Aku berontak. Tapi yeoja itu malah seperti
memainkan pisau itu di perutku. Mataku mulai mengabur. Keringat dingin
membasahi pelipisku. Sekuat tenaga aku berusaha berteriak. Tapi tidak
ada suara yang keluar sama sekali.

Aku ingin sekali ambruk. Tapi tangan orang itu masih menahan punggungku.

“Lepas.” rintihku saat menyadari sesuatu cairan yang hangat mulai
mengalir ke kakiku. Ya tuhan apa tidak ada yang melihatku?

“Josumnida. Gomawo telah menemani permainanku. Annyeong.” bisiknya di
telingaku. Membuatku merinding.

Dia menarik wajahnya. Dan Ya Tuhan dia…

“O…onnie?”

Aku masih melihat ia mengedipkan matanya sebelum semuanya…gelap.

Bruk… namun masih kurasakan tubuhku menghantam tanah dengan keras.

~~

END of part 4

~~

9 responses

  1. waaaah saaadiiiis nie critany huhuhuuuu…
    kmrn managerny kena kill, skrg seohyun, hadeeuuuh…
    ni jangan” endingny pd mokat smua lg, oh nooooo tidaaaaakkkkkkk!!!
    chinguuu jgn dibkin mokat smua SNSDny, bkin pd sadar aj tu yg jahat”, jebaaaal chingu jebaaaaal huuuaaaaaa…. #nangisngrengeksambilngasahgolok

  2. nebak kalau hyo yang bunuh manager. Tapi, disini gak ketauan -_-”
    Sekarang nebak soo yang mainin pisau (?) andwaeeeee… Kenapa kakak ku jahat hueee *nangis dipelukkan kyu*

    Aku kyuyoung shipper tapi, lihat soo kayak gini jadi atut😦

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s