DREAM (FF Oneshoot)

Main Cast:

SeoHyun

Yuri

Kyuhyun

Yoona

Genre: Tragedy Romance, NC-17

(Author: artemissgoddess-)

 

Note: sebagian cerita ini adalah POV dari tokoh Seohyun. Ini ff oneshot bergenre apa ya? Agak NC kayanya hehe😀 FF ini gak ada apa-apanya ketimbang ff author disini yg daebak2, aku hanya ingin ikut meramaikan saja hoho ^^ selamat membaca, jangan lupa komen dan ditunggu kritik dan sarannya. Gomawo…

 

 

“And now here is my secret, a very simple secret; it is only with the heart that one can see rightly, what is essential is invisible to the eye.” –

Mimpi buruk semalam tampaknya membawa dampak ke kehidupan nyataku.

Pacarku, kekasihku, orang yang paling aku sayangi…telah tiba-tiba pergi. Sebuah truk telah menjadi fasilitator kematiannya. Padahal, sejak dahulu telah beribu-ribu kali kukatakan, kalau naik motor ya baiknya pakai helm. Tapi, ia selalu berkelit dengan mengatakan kalau rambutnya yang telah tertata rapi dengan gel akan menjadi tidak sempurna jika menggunakan helm. Sekarang baru tahu rasa, bagaimana rasanya kepala hancur karena beradu dengan aspal. Mungkin, pacarku itu tidak sempat merasakan saat kepalanya memuntahkan isi-isinya. Keburu mati. Sedikit beruntung.

Malam itu saat kejadian, aku sedang tidak bersamanya. Kebetulan aku sedang di ranjang, sedang tidur nyenyak.

Malam minggu ia berjanji akan datang ke rumahku. Namun ia tak kunjung datang, alasannya karena ia sedang tak enak badan. Aku percaya saja, lalu aku beranjak tidur. Tapi, aku malah melihatnya sedang baik-baik saja. Ia berdandan rapih sekali, aroma badannya wangi sekali, rambutnya di gel membentuk model spike. Malam itu ia tampan sekali. Ia panaskan motornya, sebelum itu kulihat ia sedang menelpon seseorang., “Iya, sayang ini juga sebentar lagi aku mau berangkat. Tunggu aku dirumahmu ya baby…” Kudengar suaranya mesra.

Bukan, ia bukan menelpon aku. Gadis diseberang telepon itu bukan aku. Ia selingkuh! Lalu ia pergi tanpa mengenakan helm. Ku lihat ia mampir sebentar ke sebuah toko bunga. Ia membelikan gadis yang ditelponnya itu setangkai mawar merah yang merona. Hatiku panas karena api cemburu. Entah kerena saking semangatnya atau bukan, ia melaju dengan kecepatan tinggi, tidak peduli dengan lampu merah yang menyala. Sebuah truk yang juga melaju cepat datang dari belokan perempatan. Braakkkkkkkk…Kecelakaan itu tak bisa di elakan. Tubuh nan gagah pacarku terpelanting cukup jauh. Darah segar mengucur deras dari kepalanya, dari hidungnya, dari telinganya. Setangkai mawar merah menjadi lebih merah.

Tapi, itu semua hanya terjadi dalam mimpiku…Syukurlah kematian dan perselingkuhan itu tak nyata adanya. Aku terbangun dengan rasa was-was. Peluh mengalir deras di sekujur tubuhku. Seram sekali membayangkan mimpi itu, aku pun memutuskan mandi dan bersiap berangkat kuliah.

 

☻☻☻

Di taman kampus…

“Kalau bermimpi tentang seseorang yang mati, artinya apa ?”

“Artinya orang itu panjang umur,” kata laki-laki itu, yang tak lain adalah pacarku, Cho Kyuhyun. Aku dan dia sudah berpacaran lebih dari 5 tahun. Awalnya kami tidak saling mengenal sama sekali, namun benih-benih cinta itu tumbuh ketika aku pada suatu hari ia menyelamatkan nyawaku.

 

Flashback…

Aku ingat sekali pada sore hari itu. Aku baru selesai berbelanja, dan keluar dari Supermarket. Ketika sedang ingin menyebrang, entah kenapa kepalaku terasa amat pusing. Aku menyebarang tanpa konsentrasi karena kepala yang mendadak pusing tersebut. Dari kejauhan kulihat bus melaju dengan kecepatan tinggi, aku tidak bisa berlari, saat itu aku seolah tersihir antara mundur atau berlari menghindar. Di saat bus itu terasa semakin mendekatiku, aku menutup mata seolah pasrah jikalau harus tertabrak. Namun, tiba-tiba ada tangan malaikat yang menarikku dari jalur kematian. Malaikat itu ialah Cho Kyuhyun. Sejak saat itu, aku dan ia semakin dekat. Aku mulai jatuh cinta kepadanya, sebagai pahlawan.

 

End Flashback…

 

“Berarti kamu akan panjang umur, aku mimpi tentang kematian kamu.” Kataku lagi dengan sedikit lega, karena mimpi buruk semalam ternyata mengandung arti panjang umur.

“Iya, kata orang apa yang ada dimimpi itu kebalikannya di kehidupan nyata.”  Jawab Kyuhyun sembari menyeruput kopi yang tadi kubelikan untuknya. Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku.

“Oh…berarti mimpi aku tentang perselingkuhan kamu juga gak bener ya…” kataku dengan tersenyum senang.

Kulihat wajah Kyuhyunku berubah, ketika aku singgung kata perselingkuhan.

“Kamu mimpi ada-ada aja, Seo…” ucapnya parau. Ia berkata sambil mencium keningku. Kyuhyun memang tipe laki-laki yang tidak malu berekspresif dalam mengungkapkan sayangnya. Seperti tadi,mencium keningku di tempat yang bisa dibilang tempat umum.

“Ya, aku kan tidak bisa memilih mimpi seenaknya, Kyu…tetapi aku takut kalau kamu menduakan aku.” Kataku sembari merangkul tangannya manja. Kyuhyun membalas ucapanku dengan tertawa kecil.

“Mana mungkin aku menduakan malaikat cantik sepertimu, Seo Joo Hyun…”

Aku tersenyum senang mendengarnya, “semoga mimpi itu tidak hadir lagi di tidur-tidurku”. Aku bergumam dalam hati. Tapi, memang terasa nyata sekali mimpi yang semalam. Benar-benar mengerikan…

☻☻☻

Di rumah Seohyun

Yoona saudara sepupu kesayanganku sedang bermain ke rumah. Sebelumnya di telpon ia bilang ada hal penting yang ingin disampaikan. Saat aku menyuruhnya bercerita, Yoona nampak ragu-ragu. Sempat ragu Yoona akhirnya pun mau bercerita. Aku kaget mendengar cerita Yoona dan aku mau tidak percaya dengan perkataan saudara sepupuku ini.

“Tadinya, aku kira Kyuhyun jalan sama temennya atau saudaranya…tapi, setelah aku perjelas, perempuan yang bersama Kyuhyun itu adalah Yuri. Mereka mesra banget. Maaf ya Seohyun, aku  cerita begini ke kamu,” katanya, kedua matanya menatapku tajam seolah ingin menohok mataku.  Tak ada binar kebohongan kulihat disana. Lagipula Yoona dari dulu sangat sayang padaku, dan kita jarang sekali bertengkar, jadi mustahil apabila cerita tersebut karangan Yoona belaka.

Yuri dan aku sahabatan sejak zaman SD. Tidak mungkin Yuri tega main belakang dengan Kyuhyun. Tapi, buat apa Yoona berbohong, apa untungnya buat dia. Yoona juga kenal baik dengan Yuri, dan mereka tidak pernah terlibat suatu perselisihan. Aku mencoba masih tidak percaya. Mungkin  Yoona salah lihat. Tapi…pikiran negatif datang ke kepalaku, mengingat kejadian dimana aku ditolong Kyuhyun.

“Wah, siapa itu Hyun? Tampan sekali…kenalin dong..” cerocos Yoona saat Kyuhyun habis mengantarku pulang. Aku hanya senyum-senyum saja.

Ya! Yoona kan juga sempat suka sama Kyuhyun. Cuma dia jadi tak enak hati setelah tahu aku juga menyukainya dan hampir jadian dengannya. Apa mungkin Yoona berbohong, dan mengkambing hitamkan Yuri?. Aku terus memutar otakku mengingat-ingat kejadian di antara aku, Yoona, Yuri, dan Kyuhyun.

Aku akhirnya memutuskan tak ingin berspekulasi lebih jauh lagi. Tak ingin berpikir buruk kepada saudaraku ataupun sahabatku. Sepanjang hari itu aku kebanyakan berdiam diri. Yoona yang tahu kegalauan hatiku pun memutuskan pulang, ia sempat memberiku nasihat-nasihat baik untuk tidak gegabah dan memberi pilihan mungkin saat itu matanya rusak sehingga melihat Yuri dan Kyuhyun bersama.

☻☻☻

Malam ini terasa lain sekali, aku menolak Kyuhyun yang ingin main ke rumah. Aku masih bingung dengan ucapan Yoona. Tadi pagi di kampus, aku juga mengacuhkannya. Aku jadi bingung bagaimana akan memulai bertanya ke Kyuhyun. Kyuhyun mungkin juga bingung melihat kelakuanku yang tiba-tiba berubah.

Sampai pukul 00.00 aku masih belum bisa memejamkan mata. Sulit sekali rasanya. Padahal, rasa kantuk sudah sangat menyerang. Selain diselimuti masalah perkataan Yoona tadi, aku juga takut akan mimpi buruk itu lagi.

Dan ternyata ketakutanku terbukti…

Tiba-tiba aku mendapatkan diriku sedang berada di sebuah pemakaman. Wajahku kuyu sekali, mataku pun sangat sembab. Aku terpaku di depan sebuah nisan yang terukir nama : Cho KyuHyun… Oh, tidak mungkin!!!

Cukup semalam saja aku bermimpi tentang kematian Kyuhyun. Kulihat banyak orang yang aku kenal disini. Terlihat Victoria ahjuma, yang tak lain adalah umma Kyuhyun, yang sangat shock nampaknya. Krystal dan Sulli, dua adik kembar Kyuhyun yang menangis tak henti-henti. Yoona nampak hadir juga memegangi punggungku seolah menopang tubuhku agar tidak ambruk. Dan banyak sekali teman satu kampus yang hadir pada pemakaman pacarku itu.

Setelah selesai upacara pemakaman. Aku masih diam terpengkur di depan makamnya. Semua mencoba menghiburku. Mengatakan aku harus bersabar. Diantara yang menghiburku, tapi, aku tak melihat Yuri…mustahil dia tak ada disini, mustahil dia tak ada disampingku, menenangkanku. Kemana dia?

Lalu aku terbangun…

“Hufff…kenapa mimpi itu lagi sich?” ku hela nafas lega, karena kejadian tadi hanya mimpi. Tapi, mataku terasa perih sekali. Masa sih tidur sambil menangis? Menyebalkan sekali tidurku akhir-akhir ini !!!

Aku putuskan untuk tidak melanjutkan tidurku. Hari nampaknya sudah pagi, aku langsung beranjak pergi mandi.

☻☻☻

“SEOHYUUUUN! CHUKAE!!” teriak Yuri dari kejauhan sembari berlari-lari ke arahku. Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatku itu yang konyol.

“Chukae untuk apa Yuri-ah?” tanyaku.

“Seohyun, kamu terpilih sebagai mahasiswi yang mendapatkan kesempatan beasiswa ke Harvard! Chukae sayangku…” kata Yuri sambil mencium pipiku. Aku masih bengong di tempat. Mencerna dengan baik kalimat yang tadi Yuri lontarkan. Beasiswa? Ke Harvard? Memang sih sekitar dua bulan yang lalu aku iseng mengisi formulir untuk mahasiswa yang berminat melanjutkan studinya ke Harvard. Aku iseng karena aku memenuhi semua persyaratan yang dicantumkan. Dan pagi ini aku mendengar berita menggembirakan.

“Beneran nih ? Aku gak mimpikan?” kataku sambil melonjak kegirangan.

“Gak mimpi, Seohyun. Nih buktinya lihat aja di surat ini. “ Yuri menyerahkan sebuah surat dengan deretan nama-nama mahasiswa yang lulus syarat untuk mendapatkan beasiswa ke Harvard. Saking gak percayanya, sampai menyuruh Yuri mencubit lenganku. Dan…Auchhh ternyata SAKIT. Nyata dong ?

Aku dan Yuri berpelukan. Menari-nari asal. Tiba-tiba ada yang menangkap pinggangku. Dan itu, Kyuhyun.

“Chukae Seohyunku…semoga test selanjutnya bisa kamu lewati dan mimpimu untuk belajar di Harvard terlaksana.” Bisik Kyuhyun di telingaku. Aku terharu sekaligus sedih. Sedih membayangkan jika benar mimpi ke Harvard tercapai, maka aku akan berpisah dengan Kyuhyun dalam waktu yang cukup lama. Membayangkan satu hari saja tanpa dirinya, sudah bisa membuat satu tetes airmata bergulir di pipi.

“gomawo Kyu…” balasku lirih.

“Ciyee, mesranya. Aku pergi ah, cemburu ngeliat dua sejoli mesra-mesraan..”sergah Yuri sembari tertawa dan pergi meninggalkan aku dan Kyuhyun berdua. Tiba-tiba aku teringat cerita Yoona, rasanya mustahil Yuri dan Kyuhyun selingkuh. Mereka sangat jelas menyayangiku.

Tak puas-puasnya kupandangi surat yang tertera namaku di antara nama para calon penerima beasiswa. Kyuhyun yang berada di sampingku juga ikut-ikutan tersenyum memandang surat tersebut.

“Kita harus merayakannya, sayang…” ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“Emhh? Makan-makan? Pasti Kyuku mau minta traktir yaawww…” godaku sembari menarik hidung mancung Kyuhyun. Ia hanya meringis dan mencoba membalas ingin menggelitiku.

“Bosan ah kalau hanya ke cafe. Kita masak di rumahku?” ajak Kyuhyun.

“Ide bagus, kajja!”

 

Sesampainya di rumah Kyuhyun…

“Umma, Krystal, dan Sulli kemana Kyu?” tanyaku setibanya kami di rumah.

“Mereka sedang menginap di rumah abuchi.”

“Ooohh, pantes…jadi ini alasannya, kamu di rumah gak ada makanan jadinya ngajak aku kesini dengan alasan merayakan aku yang dapat beasiswa? Ya kan?” godaku

“Ya! Kamu sedari tadi menjahiliku ya, Seo…” ucap Kyu pura-pura manyun.

Tiba-tiba ia memelukku. Aku membalas pelukan hangatnya. Kyu mencium pucuk kepalaku dalam, aku hanya tersenyum atas perlakuan romantisnya.

“Saranghae…” ucapnya. Belum sempat aku menjawab, ia sudah menyambar mulutku dengan bibirnya. Tangan kirinya memegang pipiku, sedang tangan kananya meremas pinggangku. Bibirnya menguasai bibir bawahku, sedang aku asyik dengan bibir atasnya. Kami berciuman dengan lembut namun bergairah, sesekali lidah kami bertaut. Entah kenapa Kyu berbeda dari biasanya, biasanya ia hanya sampai menciumiku saja. Namun, kini ia mulai meremas-remas pantatku dan mengeratkan tubuhku pada tubuhnya. Bibirnya menciumi leherku sehingga tanpa sadar aku mendesah.

Kami terus berciuman hingga Kyuhyun menggendongku ke kamarnya. Di atas tempat tidurnya, ia membuka satu persatu pakaianku, sampai akhirnya aku tak berpakaian sehelai benang pun. Kyu menindihku dan terus menciumi leherku, aku bingung namun entah kenapa ada perasaan nikmat dan bahagia. Nikmat ketika mendengar desahan Kyu, nikmat ketika Kyu meremas payudaraku, nikmat ketika Kyu menciumi selangkangan dan vaginaku. Namun, tiada yang lebih nikmat ketika Kyu memasukkan penisnya ke liang vaginaku. Sakit di awal, namun seterusnya yang ada hanyalah kenikmatan.

Kyu dengan irama yang lumayan cepat memaju mundurkan penisnya, aku secara spontan mengikuti gerakannya. Erangan kami tidak dapat ditahan saat orgasme datang.

“ahhhh ahh ahhwhwghh…ahhwwwghhhh…” Kyu mendesah merasakan cairanku membasahi penisnya.

“Kyuuuuu, lebih ce..paaaa..paatt…” pintaku ketika ku mulai merasa klimaks akan datang. Kyu memenuhi dan menggenjot lebih cepat. Dan akhirnya kami berdua sampai pada klimaks. Kyu ambruk di dadaku. Aku belai rambut ikalnya dan membenamkan kepalanya di dadaku. Ia mengecup dadaku lembut.

“saranghae…”ucap kami berdua berbarengan.

Setelah itu kami melanjutkan acara masak memasak di dapur.

Hari ini memang aneh sekaligus menyenangkan. Mulai dari keterimanya diriku sebagai calon penerima beasiswa, juga perilaku Kyu yang mengajakku bercinta yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Hari ini seperti hadiah indah, aku menjadi lupa akan kecemasan cerita Yoona, juga lupa pada mimpi burukku akhir-akhir ini.

 

Rumah Seohyun…

Tapi, kalau waktu malam sudah tiba, rasa was-was dan rasa takut datang mencekam. Takut akan datangnya mimpi buruk itu lagi. Sebelum memejamkan mata aku membayangkan hal-hal indah yang terjadi pada hari ini,terutama saat adegan percintaanku dan Kyuhyun. Aku tersenyum-senyum mengingatnya. Mataku menerawang ke atas langit-langit kamar. Berdoa semoga malam ini mendapatkan bunga tidur yang sama indahnya dengan kejadian hari ini.

 

Berupaya tak ingin, namun…Mimpi itu lagi yang menjemput.

Kini ku lihat diriku sedang menangis meraung-raung sambil mendekap pigura foto Kyuhyun yang sedang tersenyum manis. Tubuhku kurus sekali.Adalingkaran hitam mengelilingi mata indahku. Sesekali aku berteriak-teriak histeris menyebut nama Kyuhyun.

Suasana tiba-tiba berganti…

Kini aku berada, sepertinya di rumah Kyuhyun. Ketika aku datang, aku disambut pelukan hangat Victoria ahjuma, umma Kyuhyun. Kita berdua menangis berangkulan. Sama-sama bersedih atas ditinggalnya orang yang kita cintai.

Di sebuah kamar yang terasa senyap, aku terduduk di satu sisi tempat tidur yang terlihat lenggang. Di situ kembali ku teteskan air mata. Kuraih bantal miliknya, kupeluk erat, kucium-ciumi, masih ada aroma khasnya yang tertinggal.

Di atas meja, terdapat pigura berisi fotoku dengan Kyuhyun sedang berangkulan mesra. Ku ambil pigura itu perlahan. Ku belai dengan kasih, hatiku sungguh berkecamuk. Tangisku pecah seketika. Pigura itu pun terlepas dari tanganku. Prraaang…aku terhentak kaget, pigura itu hancur, kacanya pecah berkeping-keping. Ku ambil foto itu dengan hati-hati. Aneh…ternyata pigura itu berisi dua lembar foto. Ku balik foto satunya lagi. Tiba-tiba darahku berdesir, foto itu,,, foto Kyuhyun dan Yuri…mesra sekali. Dibaliknya terdapat tulisan Kyuhyun yang bertinta merah…

 

Aku selalu mencintaimu, Yuri…

Walau tak sempurna, aku janji akan berusaha untuk selalu menyempurnakannya…

           

Hatiku panas membaca tulisan tersebut. Jadi selama ini, selama lima tahun, mereka merahasiakan ini dariku. Kyuhyun selingkuh dengan Yuri, sahabat terbaikku. Kepalaku penuh dengan pertanyaan-pertanyaan lain, dugaan-dugaan lain. Jadi, waktu Kyuhyun mengalami kecelakaan, sebenarnya ia ingin ke rumah Yuri? Bunga mawar merah itu untuk Yuri? Ia berdandan tampan untuk Yuri? Kepalaku semakin berdenyut kencang…pusing. Lalu tiba-tiba semua gelap.

☻☻☻

Aku belum terbangun dari mimpiku, namun kini suasana sudah berganti lagi. Kini kusaksikan bayanganku sedang mengendap-endap di sebuah rumah, yang kupastikan itu rumah Yuri. Nampaknya hari sudah larut malam, sampai aku harus mengendap-endap seperti itu.

Setelah memasuki rumah itu, aku langsung menuju sebuah kamar. Ku buka kamar itu dengan kasar. Yuri yang sedang rebahan di sebuah ranjang, terhentak kaget melihat kehadiranku. Aku hampiri dia, aku tampar wajahnya dengan sekuat tenaga.

“Seohyun, gwenchana?” tanyanya, alis matanya bertemu, bibirnya bergetar hebat.

“Kamu, tak usah pura-pura, Kwon Yuri!! Kamu selingkuh dengan Kyuhyun kan? karena kamu Kyuhyun mati! Kamu sahabat aku, Yuri…kenapa kamu tega lakuin ini ke aku?” tangisku meledak, ku remas-remas tanganku yang sedingin es. Air mataku luber tak terbendung. Sementara Yuri juga sudah mulai menitikkan airmatanya.

“Seohyun, mianhe…maafin aku ya…aku memang salah. Tapi, kamu perlu tahu sesuatu…”

“Minta maaf? Gampang sekali kamu minta maaf! Orang yang aku sayang telah tinggalkan aku selamanya…” omonganku terhenti, berpikir sejenak dengan yang barusan ku katakan. “cuuihh, sayang ? Oh, tidak…tidak! orang seperti itu tak pantas aku panggil sayang! Kalian berdua telah berkhianat! Sekarang, aku telah rela…kini aku izinkan kamu, Yuri untuk menyusul kekasih gelapmu itu…” kataku dengan sembari mengeluarkan sembilah pisau dari balik mantelku. Yuri menjerit ketakutan melihatnya.

“Tidak, Seohyun…kamu jangan nekat,” ucapnya parau, kini wajahnya pucat pasi.

 

Sesaat kita terdiam, hanya ada hembusan nafas ketakutan dan hembusan nafas ingin membunuh yang sedang berduel. Tapi, aku nampaknya tak tahan berdiam lama-lama. Setan paling jahanam merengek-rengek seperti anak kecil kepadaku. Bayangan Yuri dan Kyuhyun berciuman di belakangku tiba-tiba terlintas di benakku, dan itu semakin membuatku geram.

“Mianhe, Kwon Yuri…!!!” aku ayunkan pisau itu tepat ke jantungnya. Terlihat Yuri pasrah saja menyambut tikamanku yang tepat sasaran. Yuri terlihat memaksakan diri untuk bertahan. Ia gamit tanganku, ia bersusah payah membisikkan sesuatu di telingaku. Tapi, yang kudengar hanya irama nafasnya yang tak beraturan. Kalimat itu baru bisa kudengar jelas setelah beberapa kali ia ucapkan, dengan nafas-nafas yang masih tersisa. Setelah itu ia menutup matanya, senyumnya yang apa adanya ia tinggalkan dalam damai.

 

☻☻☻

Dalam lelapku, aku ingin sekali terbangun. Aku yakin ini hanya mimpi. Aku takkanmungkin tega membunuh sahabatku sendiri.Susahpayah ingin sekali aku tersadar, namun dihadapku masih terlihat jelas seonggok tubuh bersimbah darah segar. Sebilah pisau penuh darah kugenggam lemas. Aku mual…

Bangunlah, Seohyun !!! aku mohon…bangunkan aku dari mimpi ini.

Kubuka kelopak mataku perlahan-lahan. Samar-samar aku mencoba mengenali sekelilingku yang nampak berbeda. Ini bukan di kamar tidurku. Ruangan ini pengap sekali, dan…sejak kapan kamarku berjeruji besi? Aku berteriak-teriak histeris.

Tiba-tiba datang dua orang pria dan wanita berbaju putih. Mereka tersenyum padaku, aku enggan membalasnya.  Siapa mereka. Aku tak kenal mereka.

“Saya periksa dulu ya, agashi”, kata pria itu. Dan wanita itu memaksa diriku berbaring. Pria itu menusukku dengan sesuatu. Dan, tiba-tiba aku merasa tenang. Sekilas kudengar percakapan dua orang itu.

“Kita biarkan dia beristirahat dahulu, suster.” Ucap pria gagah berbaju putih tersebut.

“Baik, Dokter Onew.” Jawab wanita di samping ranjangku.

“Kasihan dia, gila karena telah membunuh seseorang. Padahal cantik…” kata wanita itu lagi sembari membelai rambutku. Pria itu mengangguk setuju.

“Anehnya, saat polisi menangkapnya, ia berulangkali meneriakan itu hanya mimpi, hanya mimpi…Mungkin, jiwanya langsung terganggu saat itu juga. Makanya polisi mengirimnya kesini. Sungguh kasihan…” kata pria itu sambil memandangiku yang lemah, bahkan terlalu lemah untuk membuka kelopak mata. Lalu, tidak lagi kudengar percakapan pria dan wanita berbaju putih itu lagi.

 

Satu minggu kemudian…

“Selamat pagi agashi…” sapa Dokter bernama Onew itu ketika ia masuk ke ruangan yang beberapa waktu ini menjadi tempat tidurku. Aku sebenarnya bisa menjawab ucapan selamat paginya, namun enggan menyelimutiku. Aku lebih senang berdiam diri setelah pasca pertemuanku dengan Yuri. Kepalaku masih sering pusing. Dan aku masih belum bisa memahami benar apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa aku bisa diasingkan di ruangan ini? Dimana Kyuhyun? Dimana Yuri? Kenapa semua tiba-tiba menghilang.

“Minum obat dulu ya, agashi.”

Aku menurutinya. Seperti biasa ia memeriksa keadaanku dengan ditemani susternya.

Aku kembali diam mematung di depan jeruji besi ini setelah dua orang yang tak kukenal itu keluar dari ruangan. Aku tak sedang memikirkan apa-apa. Hanya satu kalimat yang sedang melayang-layang di pikiranku, sebuah kalimat terakhir yang diucapkan oleh seseorang yang mungkin nyawanya telah kurengut paksa.

Aku sayang kamu, Seohyun…

“Hahaha, SAYANG? BOHONG!! dia telah berbohong,” aku tertawa kencang, sehingga Dokter Onew dan Suster berbalik kembali masuk dan mendatangiku.

“Gwenchana agashi?” tanya Dokter Onew. Aku ingin sekali menjawabnya. Tapi, mulut ini seperti terkunci.

Kemudian aku memeluk Dokter Onew, aku tengkelupkan kepalaku di dadanya.

“ahhhhhhhh!!! Aku tidak membunuhnya, aku tidak membunuhnya!!!” teriakku.

“Dokter, apakah kita perlu memberinya suntikan penenang?”

“jangan suster, biarkan ia bercerita dan mengeluarkan emosinya. Semingu ini ia belum berbicara sepatah kata pun.”

“tetapi dok, apakah ia tidak akan berbahaya?”

“tenang saja suster, saya yakin pasien Seo Joo Hyun tidak akan berbuat yang membahayakan.”

“baiklah..”

“Aku tidak membunuhnya…percaya padaku,” ucapku lirih, lalu tak terasa sesuatu yang hangat mengalir di pipiku.

☻☻☻

Lima tahun yang lalu…

“Seohyun menyatakan cintanya sama aku, Yuri-ah…Aku harus bagaimana ?” Tanya seorang pria kepada wanita di depannya.

“Terima dia, Kyu…Seohyun sayang banget sama kamu. Setiap hari dia selalu cerita tentang kamu ke aku. Aku takkanpernah sanggup melihat kecewanya kalau dia tahu kita berdua ternyata…” kata wanita itu melemah.

“Tapi, Yuri…mana mungin aku menjalin hubungan sekaligus dengan dua orang ? Apalagi aku harus menduakan cinta kamu. Mustahil, Yuri…”

“Perasaan sayang aku ke Seohyun mengalahkan segalanya, bahkan mengalahkan rasa cemburu aku. Sejak kecil ia sudah ditinggal pergi selama-lamanya oleh orangtuanya, keluarganya hanya Yoona seorang. Dan sahabatnya hanya aku. Sejak dulu aku jarang melihatnya tersenyum dan sebahagia saat menceritakan tentang pahlawannya, yaitu kamu Kyu..Aku harap kamu mengerti. Jadi, aku mohon sama kamu ya Kyuhyun…terima cintanya. Selanjutnya biar berjalan apa adanya…” ucap Yuri dengan tenang.

Kyuhyun menganggukan kepalanya, tangannya menggenggam tangan Yuri erat. Di bawah hamparan awan putih tak bernoda, terbentuk suatu janji yang kelakkanternoda, dipilihkan warna merah untuknya.

                                                           

♥♥♥

Semua telah terjadi, tanpa ia tahu.

Baginya mimpi itu nyata, lebih menyakitkan lagi ternyata kenyataan baginya hanya mimpi…

                                                                       

 

                                               

 

                                               

 

 

21 responses

  1. kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn bgt!!!
    daebak~ aku sampe ngerasa masuk dalam cerita… bahasanya bagus dan rapi… keren deh~
    seohyun terlalu dibutakan oleh cemburu, kasihan yuri😥

  2. Keren ceritanya ..
    Pertama baca ceritanya sdikit kesal cz “hanya mimpi’ ..
    Tapi pas menuju ending mimpi itu nyata ..
    Jadi terharu baca fanficnya ..
    Keren bangeth deh, bkin penasaran!!
    Lanjutkan!

  3. YaAllah nangis bacanya~ jadi mimpi itu kenyataan,dan kenyataan itu sebaliknya~ yaallah aku kalau jadi seohyun akan shock berat. “Kyuhyun jeongmal sarngahaeyo,kwon yuri ah~ mianhae” kata seohyun haha

  4. Daebak!!!! Gila ini ff gak terduga banget akhirannya… Aku agak bingung sih sama alurnya tapi keren banget, feelnya dapet dan bikin penasaran. Keep writing thor!^^

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s