Other Side 5

Title : Other Side

Author : Qey.Yeonsone

Main cast : SNSD’s member

Other cast : Temukan sendiri!

Rating : PG 15

Length : Chaptered

Genre : Mystery, Thriller

Disclaimer : all is mine except the cast

 

~maaf, tapi ego kini telah menguasai diriku~

 

~~

 

Normal POV

 

Suara deritan roda kasur terdengar memilukan. Diiringi langkah kaki yang berlarian dibelakangnya. Siapa yang tahu? Seorang Seo Joohyun, maknae dari sebuah girlband yang sedang naik daun. Kini tengah sekarat. Karena ditusuk oleh orang yang mengaku fans’nya. Siapa yang pernah tahu? Siapa yang akan mengira?

Takdir. Takdir itu datang kapan saja tanpa kita ketahui. Kita tidak pernah tahu apabila ternyata sudah digariskan bahwa mungkin takdir Seo Joohyun cukup sampai disini.

 

~~

 

Taeyeon POV

 

Apa lagi ini, Tuhan? Apa lagi yang akan terjadi pada kami? Apa belum cukup kau membuat keempat member kami celaka dan mengambil Manager Oppa? Ataukah dewi Fortuna agaknya enggan menghampiri kami?

 

Molla.

 

Aku menangis. Semua menangis. Menangis setelah menyadari bahwa uri Seohyun sedang kritis.

 

“Taeng…” panggil seseorang yang bisa membuatku menoleh.

 

“Miyoung.” tangisku tambah pecah saat Tiffany datang sambil menangis.

 

Dibelakangnya ada Hyoyeon, Sooyoung, Sunny dan Jessica. Raut wajah mereka agak berbeda. Biasanya datar dan sinis. Sekarang sedikit ada raut sedih. Bahkan Hyoyeon sedikit terisak.

 

Cih aku tidak tahu, kalau mungkin itu hanya topeng untuk menutupi sesuatu. Mungkin salah satu diantara merekalah pelakunya. Mengingat kemarin mereka berempatlah yang sedang bermasalah dengan Seohyun.

 

“Taeyeon?” panggil seseorang.

 

Sepasang namja-yeoja paruh baya menatapku. Menampakkan raut pilu.

 

“Ahjumma.”

Ya, mereka orang tua Seohyun.

 

Aku mendekat pada mereka.

 

“Mianhae.” bisikku. “Mianhae aku tidak bisa menjaga Seohyun. Mianhae ahjumma, ahjussi.” lanjutku dengan cepat sebelum air mataku kembali tumpah.

 

Ahjumma dan ahjussi mengangguk paham.

“Gwenchana.”

 

Cklek…itulah suara yang sangat kunanti. Juga dinanti semua orang yang ada di situ.

 

Tanpa menunggu aba-aba semuanya menghampiri seseorang yang keluar dari ruangan ICU.

 

“Bagaimana, dok keadaan putri saya?” tanya ahjusshi.

 

Dokter itu terdiam sejenak. Terlihat sedang merangkai kata diotaknya. Tolong jangan katakan ini berita buruk.

 

“Mianhae…kami sudah berusaha sekuat tenaga.”

 

Itu kata yang terakhir kudengar sebelum aku kehilangan kesadaran.

 

~~

 

Seberkas cahaya putih membuatku membuka mata. Aku sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Sampai aku menangkap sosok beberapa yeoja disampingku.

 

“Tae? Kau sudah bangun?” sapa Tiffany. Entah bagaimana menggambarkan wajahnya saat ini. Campuran antara bahagia, sedih, galau, bingung dan masih banyak ekspresi yang terlukis disana.

 

“Waegurae?” tanyaku.

 

“Kau pingsan.” sahut Yuri yang tiba-tiba sudah ada di samping Tiffany.

 

Aku langsung teringat Seohyun. Terngiang kata-kata dokter.

“Mianhae…tapi kami sudah berusaha sekuat tenaga.”

 

Tidak! Tidak! Aku yakin ini hanya bagian dari tidurku. Bagian dari mimpiku. Mana mungkin Seohyun meninggal. Ada-ada saja.

 

“Seohyun, eoddiga?” tanyaku lagi.

 

Semua terlihat saling bertatapan.

 

“Err…dia…” jawab Tiffany parau.

 

“Eoddi? Dia baik-baik saja kan?” nadaku mulai naik. Mungkin sudah terbawa emosi dari permainan konyol ini.

 

“Taeyeon.” Yuri menenangkanku.

 

“Kalian bercanda kan? Ya Tuhan…ini sama sekali tidak lucu.” aku berusaha untuk bangkit.

 

“Onnie. Jangan begitu.” Yoona ikut menenangkanku. Tapi ucapannya membuatku semakin gusar.

 

“Taeyeon.” Tiffany menutup matanya sejenak. Air matanya mengalir deras. “Kau tahu? Aku juga tidak mempercayai ini.”

 

“BABO! MANA MUNGKIN SEOHYUN MENINGGAL! DIA… MANA MUNGKIN… HIKS…HIKS… MANA MUNGKIN…”

 

Tiffany memelukku. Tangis kami berempat semakin keras.

 

~~

 

Semua member mengenakan pakaian yang sama. Bukan karena akan perform. Mana mungkin perform mengenakan HANBOK berwarna HITAM??

 

Ya, sudah jelas sekali kami akan menghadiri sebuah upacara pemakaman. Pemakaman seorang member yang tidak pernah terduga. Member yang sudah bertahun-tahun bersama kami.

 

Kematian itu…sangatlah mudah…

 

~~

 

Aku memandangi jalanan disampingku dengan gundah. Memikirkan siapa yang membunuh Seohyun. Benarkah dia fans? Kenapa dia setega itu membunuh idolanya. Tidak, dia pasti bukan sone.

 

Aku teringat. Bukankah keempat member yang kecelakaan kemarin tidak mengikuti konferensi pers? Dan aku ingat, keempat member itu punya masalah dengan Seohyun sebelum ia dibunuh. Mungkinkah…

 

“Aku masih heran, Seohyun kan hanya ditusuk perutnya. Kenapa bisa mati ya?” bisik Hyoyeon disebelahku. Sukses membuatku mengalihkan pandanganku.

 

“Kata dokter, pisaunya sudah agak berkarat dan dilumuri racun. Racunnya langsung menyebar dan membuat Seohyun lemas. Dan jika pisaunya berkarat pasti lukanya langsung infeksi. Iuh, mengerikan.” jawab Jessica juga sambil berbisik.

 

“Bisakah kalian tidak membicarakan ini lagi?” desisku geram.

 

Hyoyeon dan Jessica terdiam. Tampak kesal. Jessica memutar bola matanya.

 

~~

 

Kami baru saja usai menghadiri upacara pemakaman Seohyun. Air mataku sampai kering karena terlalu banyak menangis. Upacara berlangsung lengang karena wartawan dilarang masuk. Hanya sedikit wartawan yang tampak diluar area pemakaman.

 

Baru saja kami hendak menuju van untuk pulang seseorang memanggil kami. Ternyata adalah Lee Soo Man ahjusshi. Ia menyuruh kami menuju SMent building untuk membahas masalah kami

 

~~

 

“Ya, aku tahu kalian sangat bersedih. Begitupun aku.” kata SooMan ahjussi

 

Yoona langsung menutup mulutnya. Menahan isakannya.

 

“Maka dari itu beristirahatlah dirumah kalian. Tenangkan diri kalian. Aku akan memanggil kalian jika aku membutuhkan kalian.”

 

Ya, kurasa itu memang jalan terbaik.

 

~~

 

Jessica akan menginap dirumahku. Karena orang tuanya sedang di California. Tiffany juga begitu. Ia tidak mungkin pulang ke rumahnya di Los Angeles. Tapi ia menginap di rumah Hyoyeon. Padahal biasanya ia sering ke rumahku. Aish, molla.

 

~~

 

2 hari kemudian…

 

Sudah dua hari Jessica menginap di rumahku. Sejauh ini dia tidak melakukan hal yang ‘aneh-aneh’. Hanya mungkin sikapnya masih sama. Cuek, datar, sinis. Yah, mungkin karena itu Hayeon adikku menempatkan Jessica di urutan terakhir Onnie snsd yang disukainya. Aku jadi sangat mengerti perasaan adikku itu.

 

“Onnie, onnie.” panggil Hayeon sambil menarik-narik bajuku.

 

“Mwoya?”

 

“Kkaja kita ke supermarket. Persediaan makanan sudah menipis. Aku lapaar…” rengeknya.

 

“Eung… Josumnnida. Sebentar, onnie panggil Jessica onnie dulu.”

 

~~

 

“Jadi ini sebabnya kau mengajakku? Agar mau membantumu mengangkat barang bawaan?” sungut Jessica.

 

“Aish, hanya mengangkat barang segitu saja sudah mengeluh.” balasku.

 

Jessica tedengar bergumam tidak jelas.

 

“Onnie. Aku mau jajangmyeon.” pinta Hayeon sambil menunjuk kedai penjual ddukbokki.

 

“Aish, dasar ada-ada saja!” sungut Jessica lagi.

 

Aku melirik Jessica tajam. Lalu kembali menatap Hayeon.

 

“Hayeon mau jajangmyeon? Onnie belikan, ne? Jessica onnie sudah ingin pulang. Nanti dimakan dirumah. Oke?” bujukku.

 

“Baiklah.” angguk Hayeon.

 

~~

 

Saat aku baru kembali. Kulihat Hayeon dari kejauhan sedang mengucek-ucek *?* matanya. Disampingnya Jessica hanya melipat tangan sambil bersungut-sungut.

 

Tunggu dulu, kenapa Hayeon seperti menangis ya? Semakin dekat semakin jelas pemandangannya. Hayeon memang menangis. Aigo~ apa lagi yang Jessica lakukan.

 

“Hayeon-a? Waeguraeyo? Gwenchana?” tanyaku panik. Tapi Hayeon masih menangis.

 

“Jessica? Waeyo?” kali ini aku bertanya pada Jessica.

 

Jessica mengendikkan bahu.”Dia cengeng sekali.”

 

“A…aku h…hanya m…inta Jes…ica o..onnie un…tuk mengangkat barang b…bawaan Taeyeon onn…ie. K…karenha on…nie mem….membawa wadah j…jajangmyeon. Nan…ti kalau mem…bawa ss…sekaligus dengan belanjaan k…kuahnya. B…bisa tumpah….”

aku mendengarkan penjelasan Hayeon dengan seksama. Karena ia mengucapkannya tersendat-sendat.

 

“H…hajiman. Jess…ica on…onnie tidak m…mau. Dan m…malah mendorong…ku ss..sam…pai jj…j…jatuh. Huhuhu~”

 

“Mwoya??” aku menatap Hayeon tidak percaya. Jessica mendorong Hayeon sampai jatuh? Aku heran jadi sebenarnya siapa yang anak kecil disini? Jessica benar-benar sangat kekanakan.

 

“Sica! Apa salahnya Hayeon berbicara seperti itu! Lagipula kau memang tidak pernah bekerja! Sekali-sekali bisakah kau mengerti??” hardikku.

 

“Kau berbicara seperti itu karena Hayeon adalah adikmu!” elak Jessica.

 

PLAK! Tanganku otomatis menampar bibirnya.

 

Jessica tersenyum sinis.

 

“Apa bedanya, huh? Apa bedanya kau dan aku? Kita sama Taeyeon. Tidakkah kau sadari itu?” sinisnya.

 

Aku memandangnya dengan tatapan bertanya.

 

“Kau tahu? Kita sama-sama tidak bisa menjaga dongsaeng yang menjadi tanggung jawab kita. Kita sama-sama gagal Kim Taeyeon! Aku gagal menjaga Hayeon, dan kau gagal menjaga Seohyun!!”

 

 

~~

END of part 5

~~

 

selesai juga part ini.

huaah~~ bagaimana part ini? Hancur kan? Hehe…

Keep RCL.in FF yang abal-abal ini okeh?

Oia, add fb.ku yah? *sekalian promosi, kekeke xD* —> adzkiars@yahoo.co.id *ga ditulis namanya soalnya panjang kek kereta #plak!*

and follow twitter.ku @Kikiyeoniiee

tp disarankan ng’add fb aja. Coz twitter saia jarang bgt diurusin -___-

Annyeong all~ See you next part😉

15 responses

  1. Wuuaaaah akhir seohyunie lwat jg, tp kok ga ad kyu distu y??ga kliatan btang hidungny..

    Kcian c taeng psti dy ngrasa brsalah skli sbg eonieny, trus ni knpa c mushroomfany malh k rumh hyoyeon c, nti trjadi ap” lg ma c mushroomfany aaaaah andwaaeeeee, trus jgn smpe c taeng knpa” jg gra” sica..

    Chinguuu jebaaaaal jgn dibkin mokat smua y.. #ngasahpistol
    tp kpendekan ni chingu bsok lbih panjg y

  2. ihhhh makin serem aja…ngeri ih….
    huaaaaaa seohyun eonni meninggal gak relaaaaaaa….
    kok eonni.a pda serem gitu yah pda knp sih??…
    aq jadi penasaran emang.a salah seohyun eonni apa???….
    kok bisa kya gini yahhhhh????

    okeh deh lanjutkan…
    gomawo…

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s