An unprecditable autumn

Author: @Athiyaalmas

Title: {Oneshoot} An unprecditable autumn

Cast:

  • Yesung Super Junior
  • Moon geun young

Other cast:

  • SM member
  • Temukan sendiri

Genre: Romantic, sad romance*maybe gajelas ^^ and other

Rating: 13+

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA ALMAS!

Ps: akhirnya berhasil bikin ♥♥♥ yemoon couple ♥♥♥ salah satu couple yang aku suka, padahal ga ada momentnya (-__-)” pokoknya Yesung oppa bias pertamaku harus sama MGY unnie!!! *plakk. Dan ff ini gara2 aku kepikiran kalau seandainya aku kehilangan namjachinguku -,- ga banget pokoknya inspirasinya -_-v *peluk my boo(??) yesungdahlah abaikan J

Contact me on:

  1. fb: athiya almas
  2. twitter: @athiyaalmas
  3. wp: athiya064.wordpress.com

 

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya…. DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T bash me… this is just my imagination.

Happy reading ♥

@park

Musim gugur yang hangat di kota Seoul. Tentu saja.. masih awal peralihan dari musim panas. Tapi sudah banyak daun pohon mapple yang berguguran.

Daun pohon mapple yang gugur tertiup angin, membuat keadaan kota Seoul agak kotor. Tapi bukankah itu hal yang romantis? Yeah .. setidaknya romantis bagi seorang yeoja di taman itu.

Rambutnya tergerai dan tertiup semilir angin, terkadang ia juga terkena daun-daun yang gugur. Tapi ia tetap asyik membaca novelnya, sebuah novel terjemahan yang sangat ia sukai. Juga tentang musim gugur. Entah kenapa tiba-tiba ia maniak dengan musim gugur.

Hanya karena seorang namja yang juga maniak terhadap musim gugur. Kim Jong Woon, hanya karena namja itu selalu menggebu-gebu ketika menceritakan musim gugur.

Kim Jong Woon adalah namjachingu dari yeoja itu(Moon Geun Young). Seorang member Boyband terkenal di Asia ‘Super Junior’, leader vocalnya. Namja yang terlihat tenang padahal sikapnya bisa berbalik total kalau mengenalnya lebih jauh.

Sedangkan Moon Geun Young adalah seorang aktris muda yang sering membintangi drama dan iklan. Yesung jatuh cinta pada Moon sedari dulu. Makanya ia bahagia ketika Moon menerimanya. Hari ini Moon Geun Young menunggu Yesung di taman itu.

Moon Geun pov

Sepertinya aku akan sakit, ah.. aku kan memang sering terkena ‘Demam+alergi musim gugur’ tapi bagaimana.. aku cinta musim ini. oh iya kenapa aku berada di taman? Jawabannya mudah.. karena aku sering menghabiskan waktu bersama yesung oppa di musim gugur. Bisa dibilang kita adalah pasangan ‘Autumnship’.

Tapi kemana namja kepala besar itu *(-_-)” Moon unnie…* sudah 30 menit ia bahkan belum menunjukkan batang hidungnya.

Sreek!

Ada seseorang menutup mataku, sudah pasti ia Yesung oppa. Aku sudah bisa menebak tangannya.

“Ya! Yesung oppa…” kataku sambil melepaskan tangannya.

“Jinjjha.. bagaimana kau tau kalau ini aku?” tanyanya lalu ikut duduk disebelahku.

“Tentu saja aku sudah hafal tanganmu yang kecil dan pendek, bahkan lebih pendek dari jariku sendiri hihi..” *sesama tangan pendek aku tersinggung #abaikan*

“Apa kau mau mati??” ancamnya, ia selalu benci dikatai kepala besar, jari pendek dll. Namja aneh, tapi aku menyukainya😄

Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya. Apa aku memang berjodoh denganmu Yesung oppa? Kenapa kita sering sama dalam banyak hal? Lihatlah.. kau bahkan mengenakan outfit senada denganku. Mantel tipis, syal dan celana cokelat yang mirip.

Huatchii..” aku bersin. Lalu meletakkan novelku dan menggosok hidungku yang mulai memerah.

“Omonna.. maafkan aku Young-ah.. kau pasti kelamaan menungguku, aku lupa kau punya demam yang cepat kambuh.”

“Gwenchanayo.. kurasa aku lebih baik mengahbiskan waktubersamamu di musim gugur daripada stay home. Lagian kita sedang sama-sama sepi job kan? Kau janji akan menemaniku lebih lama kan oppa?” tanyaku.

Yesung oppa menatapku dengan tatapan tajamnya. Kenapa dia? Lalu ia melepaskan mantelnya.

“Pakai ini!” perintahnya.

“Mwo? Neo michyeosseo? Kau pasti akan kedinginan..” tolakku.

“Gwenchanayo, kajja chagi pakailah! Ini belum terlalu dingin dan aku menggenakan baju panjang. Sedangkan kau paling tidak tahan dengan angin musim gugur kan?”

“Aish.. shireo!”

“Ya!! Kau mau pakai sendiri atau aku akan memaksamu untuk memakai semua bajuku? Hmm?” kenapa dia mengancamku lagi sih? Aku yang sakit dia yang panik berlebihan. Aku kan sudah sering seperti ini*ceritanya. Tapi, aku suka diperhatikan seperti itu.

“Ah.. ne  ne.. baiklah.” Aku menerima mantel itu dan memakainya. Jadi aku mengenakan 2 mantel sekaligus.

Mungkin memang aku harus memakai 2 mantel saat autumn, karena 2 mantel ini membuatku lebih nyaman. Walaupun aku merasa agak gerah.

“Eotte?” tanyanya.

“Ini jauh lebih nyaman..”

“Apa kau merasa kurang hangat? Aku akan memelukmu jika kau masih kedinginan..” tawar Yesung oppa. Sebenarnya aku merasa sedikit gerah, tapi entah kenapa aku ingin berada di pelukannya.

“Baiklah oppa berikan aku satu pelukan hangat. Karena jujur aku merindukanmu.. akhir-akhir ini kau sibuk bersama Super Junior.”

Tanpa harus meminta untuk kedua kalinya Yesung oppa sudah memelukku erat. Pelukannya memberikan kehangatan sendiri untuk hatiku, meskipun aku merasa agak aneh, tubuhnya agak dingin. Sudah kubilang kan dia pasti akan kedinginan.. tapi kenapa ia erat sekali memelukku? Seperti belum bertemu lama saja. baiklah memang lama, ia terlalu sibuk bersama suju. Jantungku jadi berdetak lebih cepat kalau ia bersikap romantis seperti ini.

“Mianhae Young, kau bisa menyadari posisiku kan? Tapi setelah goodbye stage ini kita lebih sering berada dibalik layar kok.” Jawabnya menenangkan.

“Tentu saja aku paham, kau adalah leader vocal dengan suara emas, thats why.. i’m very proud to be your girlfriend Kim Jongwoon.” Jawabku yakin.

“Aku tidak bisa berbahasa inggris! Jangan membingungkanku..” gerutunya.

“Hahaha.. sudahlah oppa.” Tawaku.

Aku kembali membuka novelku, novel ini sangat romantis dan mengharu-biru. Sangat mirip dengan kehidupan nyata juga, sehingga aku menyukainya. Seorang yeoja yang bertemu dengan belahan jiwanya di musim gugur, kemudian menjalani hari-hari indah mereka. Tapi ada bagian yang kubenci, ketika pada akhirnya.. takdir Tuhan yang bertindak, maut merenggut namja itu dari sang yeoja. Halaman yang jarang kubaca.

“Kau selalu membaca noel ini Young.”

“Sudah kukatakan novel ini bagus. Makanya sekali-sekali bacalah.. jangan hanya meresensi film.” Godaku.

“Ah.. aku tidak tertarik coba kau ceritakan beberapa baris!”

Aku menarik nafas kemudian mulai menceritakan alur novel yang sudah kuhafal diluar kepala, sambil menatap yesung oppa yang memperhatikanku.

“Dan ketika namja itu datang.. membuat musim gugur menjadi lebih berwarna, membuat dinginnya angin musim gugur menjadi hangat. Karena cinta yang dibawa namja itu bagaikan fatamorgana tersendiri.. sehingga susah untuk melupakannya. Susah untuk mengakui bahwa matanya(namja itu) tidak akan terbuka lagi, sulit mengakui bahwa kini kami berbeda dimensi..” kata-kataku terenti, digantikan oleh butiran-butiran kecil di pelupuk mataku.

“Uljima uljima..” yesung oppa mengusap kepalaku.

“Aku selalu teringat kau oppa.. kau kan juga hadir dan menjadi namjachinguku di musim gugur, aku takut kau pergi… berjanjilah padaku kau akan selalu ada di dekatku sesibuk apapun.” Isakku, entah kenapa aku sensitif sekali hari ini. Seperti memerankan skenario drama.

Tapi bukan sebuah jawaban yang diberikan Yesung oppa, sebuah pelukan yang lagi-lagi memberikanku kehangatan. Ia mendekapku erat dan aku balas memeluknya. Kali ini ia semakin dingin.

BRAKK!!! ‘Suara apa itu?’

“Young aku harus pergi sekarang, sampai kapanpun kau harus tau aku adalah orang yang mencintaimu lebih dari apapun..”

“Kau mau kemana oppa? Tadi aku mendengar..”

Tiba-tiba pelukanku terasa hampa.. aku tidak memeluk apapun lagi. Padahal terakhir kali aku mencium aroma khas maskulin parfum yesung oppa.

“Yesung oppa? Yesung oppa? Kim Jong woon? Eoddika? Kim Yesung!!” teriakku.

“Young..” aku menoleh, bukan yesung oppa. Tapi Leeteuk oppa. Dia datang dengan mobil putihnya yang terparkir di tepi taman.

“Teukkie oppa?”

“Young kajja!”

“Mwo? Oppa.. apa kau tau dimana Yesung oppa?”

“Justru itu.. ayo kita bertemu Yesung dirumah sakit! Dia sekarat.. keadaannya memburuk..”

“Sekarat??? Annio aku baru saja bertemu dengannya.. memeluknya.. aku baru saja..”

“Kita bicarakan nanti, sepertinya kita tidak punya banyak waktu!”

@hospital

Aku melihatnya lagi.. mungkin ini yang nyata.. seorang Yesung terbaring dengan luka di sekujur tubuhnya. Detak jantungnya tak beraturan.

“Ia terkena kecelakaan tunggal, menurut dokter kepalanya terbentur cukup keras, syarafnya sudah banyak yang tak bekerja. Dokter sangsi.. apa Yesung hyung bisa kembali normal atau tidak. Dan sepertinya ia juga mengalami penggumpalan darah di jantungnya.” Kata Donghae sambil menahan tangis.

“Sejak kapan ia terbaring seperti itu?” tanyaku. Entah bagaimana yang jelas air mataku sudah mengalir..

Ryeowook menyerahkan sebuah koran padaku, kesalahanku.. jarang membaca koran. Kulihat koran dengan headline.

Selasa 22 november 2011

‘Member Super Junior Yesung terluka parah dalam kecelakaan tunggal.’

Deg!

“Selasa.. berarti dua hari yang lalu? Kenapa kalian tak memberitahuku? Waeyo? Apa kalian sesibuk itu? hiks.. aku yeojachingunya!” tangisku menjadi.

“Itu permintaan khususnya Young, sesaat dia sempat tersadar dan memberikan ini padaku.” Heechul oppa memberikan sebuah kertas. Aku membacanya.

Flashback on

Moon geun pov end

Normal pov\

Seoul 22 november

3:50 p.m KST

            Di tengah keramaian kota seoul, kemacetan terjadi dimana-mana. Padahal ini adalah hari selasa. Sebuah mobil samsung berwarna hitam meluncur dengan kecepatan tinggi.

TIIN TIIN..

            Klakson saling bersahutan dijalan. Sampai kejadian buruk itu berawal. Mobil yang dikendarai Yesung menerobos lampu merah.

            “Awas! Awas! Truck ini remnya blong!!” teriak salah seorang sopir truk sambil membebaskan diri dengan meloncat keluar dari ruang kemudi.

BBBRRRUUUAAKKK!

            Truck itu menghantam mobil Yesung dan terus menyeretnya. Tidak berhenti sampai akhirnya mobil Yesung terlempar ke pembatas jalan. Dan truck itu mencepit yesung didalam mobilnya. Kecelakaan tunggal.

            “CEPAT TOLONG!!! IA TERJEPIT!” teriak beberapa orang yang menyaksikan.

Normal pov end

Yesung pov

            Aku terjepit diantara mobilku sendiri. Entah.. mungkin tulangku patah, kepalaku bocor, atau bagian t ubuhku terpisah. Dan kemungkinan parah.. aku sudah tidak ada lagi di dunia. Aku tidak mengetahuinya dengan jelas. Hanya satu nama yang sempat terucap.. “Moon geun Young.”

            Lalu sedetik kemudian aku seperti menyusuri kepingan-kepingan waktu yang pernah kujalani selama di dunia. Bagaimana ditunjukkan setiap perbuatanku, setiap detik dalam hidupku. Bagaikan berputar-putar dimasa lalu. Dimana ini? Surga? Neraka? Atau sebuah tempat tanpa nama untukku…

            ‘Apa aku sudah meninggal?’ aku ingin sekali menanyakannya sayang mulutku terbungkam.

            “Yesung apa yang masih ingin kau lakukan di dunia?” tanya sebuah suara tanpa wujud.

            Siapa dia? Siapa? Kenapa aku bisa mendengar tetapi tidak bisa menjawabnya?

            “Jawab saja pertanyaanku!”

            Aku tidak bisa menjawabnya tapi mendadak aku teringat pada Ummaku, Jongjin, dan Appa. Kemudian Geun Young.. bayangan wajah mereka berputar-putar. Bahkan aku juga membayangkan Ddangkoma brother dan Kkoming.

            “Baiklah aku akan memberikanmu waktu dua hari untuk menemui mereka semua, saat kau mendengar bunyi ‘BRAKK’ itu artinya kau harus meninggalkan mereka. Bila mereka bahagia karena kau mungkin kau bisa hidup lebih lama.”

            Dua hari? Apa itu cukup? Aku malah merasa semuanya semakin susah untuk digapai.

            “Dua hari di kehidupan ini sangat lama..”

            Dan detik kemudian, aku sudah berada di samping tubuhku yang terbujur lemah, terluka sana-sini, diinfus, tapi memang benar kehidupan yang sekarang berjalan lebih lama. Aku bahkan sempat menulis surat dan meletakkannya disamping tubuhku, seolah-olah aku tersadar dan memberikannya.

(surat)

To: Moon Geun Young

            Moon.. mungkin aku tidak lama lago di dunia ini, mianhae, aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bersamamu. Jeongmal mianhae..

            Ada yang membuatku bisa menuliskan ini.. ada seseorang yang memberikanku beberapa waktu untuk menemuimu dan keluargaku. Sebelum waktuku di dunia berakhir~ dan pada saat itu ketika aku berhasil membuatmu bahagia aku mungkin bisa hidup lebih lama. Jika tidak, aku akan benar-benar meninggalkan dunia ini.

            Jadi bagaimana? Apa aku berhasil membuatmu bahagia? Itu masih tetap aku Young, hanya saja kita berbeda demensi. Tubuh asliku terbaring di rumah sakit. Tapi aku akan selalu ada di hatimu.

            Suara ‘BRAKK’ itu menandakan aku harus kembali. Terima kasih karena mampu jadi yang terbaik di hidupku Moon Geun Young.. aku mencintaimu, Tuhan yang akan menentukan takdir kita.

            Soal novel yang kau sukai, aku telah membacanya. Kumohon bacalah bagian yang kau benci itu. Itu adalah sebuah pelajaran berharga. Aku sangat menyukainya, anggap saja namja yang meninggal karena sakit di musim gugur itu adalah aku.. Kim Yesung.

            Saranghae~ Saranghae~ Saranghaeyo Moon Geun Young.. Yeongwonhi saranghaeyo..

Kim Jong Woon

            Itu adalah pesan yang sempat kutulis setelah dalam ketifak sadaranku aku diberi kesempatan untuk membuat yeojachinguku bahagia.

Flashback off

Yesung pov end

Moon Geun pov

Lututku lemas seketika, dan aku ambruk di depan kamar yesung oppa. Ini benar-benar ajaib, tapi keajaiban inilah yang membuatku terluka.. Yesung oppa nado saranghaeyo~

“Dokter! Dokter! Yesung hyung!!” teriak sungmin dari dalam kamar yesung oppa, aku bangkit dan berlari masuk. Memegang erat tangan yesung oppa.

“Oppa jebal bertahanlah, demi aku.. aku sangat bahagia atas semua perbuatanmu padaku. Jebal.. bertahanlah demi aku.” Isakku.

Dokter yang datang menyuruh kami minggir, mereka melakukan penanganan medis, mencoba membuat jantung Yesung oppa berdetak. Bahkan kalau bisa membuatnya tersadar. Aku hanya bisa menangis.

Tapi terlambat hanya ada garis lurus di alat pendeteksi jantung itu. Garis lurus yang mematahkan harapan kami, garis yang menandakan jantung Yesung oppa berhenti berdetak.

Rasanya aku ditindih berbagai macam beban, lalu menghimpitku satu persatu. Seperti dibanting-banting ke zona waktu yang berbeda, dan ditarik ulur.

“Yesung oppa, yeojonhi saranghae.. kenapa kau meninggalkanku begitu cepat? Kenapa kau meninggalkan kami? Tidakkah kau menyayangi fansmu?” isakku, aku menghambur dan memeluk yesung oppa, mencium dahinya yang pucat.

Kularang dokter yang hendak menyelimuti jasad yesung oppa, annio… ini bukan kenyataan! Aku masih bisa merasakan kehadirannya disini.

“Sudahlah Moon, kita berdoa saja semoga Tuhan memberinya kebahagiaan disana.” Kata Siwon bijak.

Aku menyadari ke 10 member yang hadir(Leeteuk, Heechul, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kyuhyun, Kangin) juga bersedih. Bahkan ada kangin! Dan kudengar Hangeng, Zhoumi juga Henry dalam perjalanan dari China kemari. Ki bum juga akan datang. Setelah ini Sment. Akan kehilangan satu artis berbakatnya ‘Yesung’. Tapi kami sepakat untuk merahasiakan keberadaan Yesung dari publik dulu. Meskipun beritanya sudah menyebar di mana-mana.

Aku tak menghiraukan namja-namja itu juga menangis. Aku hanya merasa kehilangan dan ketidak relaan yang terlalu dalam. Aku menangis tepat di wajah Yesung oppa. Tiba-tiba wajah yesung oppa bergerak, matanya terbuka. Aku memekik kaget.

“Moon Geun Young..” ucapnya parau. Aku membelalakkan mata, diikuti member Super Junior lain, termasuk yang baru datang dari China.

THE END~

            Endingnya ga jelas yah? Heheheh mian^^v kalo ada yang bingung, jadi ceritanya yesung kaya mati suri gitu.. nah aku bingung mau bikin SEQUEL nya apa gak. Enaknya bikin gak? Hehehehe.. makanya RCL yah gumawo J buat clouds, gimana ya kalo Yesung bener-bener meninggal ah.. andwae! Aku pasti nangis 7hari9malam(?)

16 responses

  1. woah keren chingu..
    Seneng a,
    ada jga FF yg pairinnya yemoon..:)

    hwaaa Ga tega bayangin yeppa keg gtoe..T.T
    ah certanya sedih chingu,
    akk aja uda b’kcaa” pas bca nie FF..

    Chingu bikin sequelnya yy?
    Jebal,.?!
    Gomawo^^

  2. ah, LANJOOOOT!!!!!!!
    butuh sekuel nih…..
    kaga tega liat Yeppa mati….
    kalo bener mati bisa nangis lebih lama dari author…. TT.TT
    pas baca suratnya, argh!!!! ngerasa ada yang mencengkeram di dada….

  3. alhamdulillah….. bernafas lagi…………
    bikin aku sedih n degdegan aja neeh….

    Sung_ie a… fighting !!!!!!!

    lanjutin tapi jangan koit yaa….

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s