FF – Crazy Hunter *part 1*

Rating : PG -13

Gendre : Fantasy, Friendship, Romantic

Cast pairing :

– Charin + Onew

– Minra + Jonghyun

– Hyemi + Minho

– Naka + Taemin

– Hara + Key

Support Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Byunghun/L. Joe

———————————————————————————————————————————————————————–

Author POV

Hidup biasa tanpa memiliki kekuatan magis itu lebih baik. Kenapa? Karena disaat kau memiliki kekuatan yang lebih dari manusia biasa, kau juga akan memiliki hidup yang lebih dari manusia biasa. Pernah mendengar kata Yaghuzzi dan Zzihunt? Berani bertaruh kalau kalian tidak tahu apa itu. Fakta yang ada didunia ini lebih luas dari yang kalian kira sehingga masih banyak hal yang perlu kalian ketahui.

Yaghuzzi adalah kumpulan manusia terkutuk. Mereka harus hidup dengan rintangan yang lebih berat dari manusia biasa. Mungkin jika kalian menjumpai makhluk ini, kalian akan berpikir bahwa mereka adalah manusia biasa karena hampir tidak ada perbedaan diantara Yaghuzzi dan manusia biasa.

Yaghuzzi memiliki alasan kenapa mereka bisa ada di dunia ini. Mereka harus menjadikan semua orang di dunia sebagai Yaghuzzi untuk memenuhi janji pada Hades, dewa penjaga negri bawah tanah. Dulu ada seorang pria yang ingin memiliki kekuatan yang melebihi manusia biasa dan untuk mendapatkannya dia meminta bantuan pada dewa Hades dan sebagai imbalannya dia berjanji untuk menyerahkan jiwa semua manusia di muka bumi untuk dikuasai Hades.

Namun pria itu tidak dapat memenuhi janjinya sehingga Hades marah dan mengutuknya menjadi Yaghuzzi. Untuk dapat bertahan hidup, Yaghuzzi harus menyerang manusia dan mengubah mereka menjadi Yaghuzzi juga. Dengan begitu secara berlahan namun pasti seluruh manusia dapat diubah menjadi Yaghuzzi.

Mengetahui hal itu para dewa lainnya mulai mencegahnya. Mereka memilih beberapa manusia yang dirasa mampu untuk menjadi pemburu Yaghuzzi, kaum ini disebut Zzihunt. Namun walaupun mereka adalah kaum terpilih, mereka tidak bisa langsung memburu Yaghuzzi begitu saja. Mereka harus benar-benar menjadi Zzihunt yang terlatih dan resmi untuk dapat memburu Yaghuzzi.

Dalam hal ini, dewa perang Ares mengambil alih yang cukup besar. Beliaulah yang dipercayakan memilih dan melatih para kaum terpilih untuk menjadi Zzihunt. Tapi dewa Ares tidak bisa terjun langsung dalam hal ini sehingga dia menyerahkan tugas ini pada orang kepercayaannya untuk menggantikannya terjun langsung untuk memilih dan melantik Zzihunt.

Sebelum dikutuk oleh dewa Hades, pria itu sempat menyimpan kekuatan-kekuatan magisnya dalam 5 jenis kartu dan menyebarkannya keseluruh penjuru dunia. 5 kartu itu adalah hal yang harus dicari dan dimiliki semua Yaghuzzi untuk mendapat kekuatan yang lebih. Kartu-kartu tersebut bergambar Elang, Singa, Unta, Ular, dan Naga.

Yaghuzzi memiliki sebuah lambang yang akan selalu ada pada diri mereka, hal itulah yang menjadi kunci bagi para Zzihunt untuk memburu Yaghuzzi. Yahuzzi memiliki beberapa tanda pada dirinya yang membedakan fisiknya dengan manusia biasa. Jika biasanya mata manusia biasa berwarna putih-hitam atau putih-biru, mata Yaghuzzi berwarna putih dan merah menyala.

Pada kuku jari Yaghuzzi terdapat lambang mereka dan biasanya berkuku panjang. Hal ini dikarenakan untuk memburu mangsa, mereka harus mencakar bagian tubuh manusia dan menghisap darahnya. Jika dalam 2 menit manusia itu tidak mencuci bekas cakaran itu dan memperbannya, dia akan menjadi Yaghuzzi juga.

( Untuk mengenal lebih dalam tentang Yaghuzzi dan Zzihunt kalian bisa klik di Crazy Hunter Fact )

***

“ Pindah ke Korea Selatan?” tanya Naka.

“ Jika kita terus tinggal disini, aku tidak bisa jamin kita dapat selamat. Dewa Ares sudah memperbanyak Zzighunt di Amerika dan itu akan mempersulit kita apalagi setelah tersebar kabar bahwa ada 10 Yaghuzzi yang dibunuh Zzihunt” jelas Key.

“ Dan aku dengar Korea Selatan adalah tempat dimana belum terlalu banyak Zzihunt. Mungkin hanya 1-2 orang saja” sambung Jonghyun.

“ Jadi setelah lama berkelana, kita kembali kekampung halaman?” tanya Hyemi sambil menenggak cocacola-nya.

“ Kita? Hanya kalian bertiga saja, aku tinggal di Jepang” elak Naka.

“ Lebih baik kita berangkat sekarang juga. Aku tidak mau Zzighunt mencium keberadaan kita dan menghabisi kita semua sekaligus. Let’s go” ujar Key sambil meletakkan 5 batu sapphire blue bernama Phiuell milik istri Hades itu dilantai. Batu itu dapat membawa kita kemanapun kita pergi hanya dengan menginjaknya dan memikirkan tempat yang akan dituju.

“ Kita harus memikirkan apa?” tanya Hyemi. Jonghyun menunjuk pada lukisan sungai Han yang terpajang didinding rumah mereka.

“ Ayo kita berangkat. 1…2…3”. Mereka semua menginjak Phiuell tersebut. Selang satu detik setelahnya tubuh mereka menghilang terganti dengan asap sapphire blue yang membawa mereka ke Korea Selatan.

“ Kita sudah sampai” ujar Key dan membuat teman-temannya membuka mata mereka.

“ Sekarang kita akan tinggal dimana?” tanya Naka.

“ Itu bisa diatur. Lebih baik kita pergi berjalan-jalan untuk melihat keadaan Korea Selatan” jawab Jonghyun.

***

@ Olympus

“ Dewa Ares, aku membawa kabar untukmu” ujar Dewa Hermes dengan nafas terengah-engah. Seluruh dewa-dewi di Olympus menatap pria dengan sepatu bersayap itu lekat-lekat.

“ Ada kabar apa Hermes?” tanya Dewi Athena.

“ Aku baru saja dari kediaman Hades di Neraka dan aku dengar ada 4 Yaghuzzi berpindah ke Korea Selatan untuk menetap dan menghindari Zzighunt di Amerika” lapor Dewa Hermes.

“ Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera mengutus Phobos dan Deimos untuk mencari kaum terpilih. Aku pergi dulu” ujar Dewa Ares.

***

Hyemi POV

“ Annyeonghaseo joneun Lee Hyemi imnida manasseo bagapsumnida” ucapku memperkenalkan diri. Aku dan Naka memutuskan untuk sekolah di Jaegun High School sedangkan Jonghyun oppa dan Key oppa memutuskan untuk kuliah di Jaegun University karena umur kami mewajibkan untuk itu. Sekolah kami juga berada dalam satu kompleks jadi tidak perlu repot-repot untuk pulang bersama.

“ Baiklah Naka-ssi dan Hyemi-ssi, kalian bisa duduk ditempat kosong dibelakang sana” ujar dosen kami.

“ Ne sonsaengnim” ucapku dan Naka bersamaan. Kami berdua berjalan dan duduk dibelakang 2 gadis berambut panjang dan berambut pendek.

“ Annyeong Hyemi, Naka. Joneun Cha Hyunrin imnida, kalian bisa memanggilku Charin” ujar yeoja berambut panjang dihadapanku dengan senyum yang merekah.

“ Ne. Kau bisa memanggilku Mimi” balasku sambil tersenyum.

“ Aku Minra, aku harap kita dapat berteman baik” ujar yeoja disamping Charin. Aku hanya tersenyum singkat. Charin dan Minra segera kembali menghadap kepapan tulis setelah dosen lain masuk kekelas.

“ Mimi-ah, sepertinya namja itu memandangiku terus sedari tadi” bisik Naka. Aku menoleh kearah namja yang duduk didekat jendela. Begitu aku melihatnya, dia langsung mengalihkan pandangannya kearah jendela.

“ Entahlah, mungkin namja itu menyukaimu” balasku berbisik. Kami berdua pun terdiam karena dosen tengah memperhatikan kami yang sibuk sendiri sedari tadi.

***

“ Jadi kalian pindahan dari Amerika?” tanya Charin dengan nada tertarik. Aku menganggukkan kepalaku dengan semangat.

“ Kenapa kalian pindah ke Korea? Bukankah di Amerika lebih menyenangkan?” tanya Minra.

“ Tidak juga. Untuk beberapa alasan, tinggal di Korea lebih menyenangkan” jawab Naka lalu melahap burgernya.

“ Annyeong semua, boleh bergabung kan?” tanya seorang yeoja imut sambil melambaikan tangan. Diapun duduk disamping Minra dan menyandarkan kepalanya dibahu Minra.

“ Jangan bingung melihat tingkah mereka. Minra dan Hara memang bersahabat dekat sekali, nyaris terlihat seperti sepasang kekasih” jelas Charin sambil tersenyum.

“ Naka-ya, apa tadi kau merasa kalau namja yang duduk didekat jendela itu melihatmu terus? jangan terganggu ya, Taemin memang suka sekali memandangimu. Kelihatannya dia menyukaimu” ujar Hara.

“ Oh namja itu bernama Taemin? Dia manis juga. Sepertinya kalian bisa menjadi pasangan yang bagus Na” godaku sambil menyikut Naka.

“ Kau ini bicara apa? Dasar cerewet!” omel Naka. Aku hanya senyum-senyum tidak jelas.

“ Astaga, tampan sekali namja itu. Dia kuliah disini? Kenapa aku tidak pernah melihatnya? Biasanya mataku sangat jeli jika melihat namja tampan” ujar Hara sambil memandangi sesuatu. Kontan aku, Naka, Charin, dan Minra langsung ikut melihat apa yang Hara pandangi.

“ Namja yang mana?” tanya Charin penasaran.

“ Itu lho, yang memakai jaket hitam dan kacamata” jawab Hara tanpa melepas pandangan dari namja yang ia maksud. Aku dan Naka mulai saling pandang ketika menyadari siapa namja itu.

“ Kau suka padanya Hara? Dia itu sahabatku Key. Dia juga pindahan dari Amerika sama seperti kami” jelasku.

“ Jeongmal? Huah, bagus kalau begitu!. Aku belum sampai tahap menyukainya, baru pada tahap kagum saja. Tapi aku tak akan menolak kalau dia menyatakan cintanya padaku” balas Hara dengan wajah innocent yang langsung mendapat jitakan dari Minra.

“ Dasar kau, begitu melihat namja tampan langsung lupa segalanya. Ingat, sebentar lagi kita ujian kelulusan!” seru Minra.

“ Tapi bukan berarti aku harus menolak cinta namja tampan hanya karena ujian kelulusan kan? Bukankah dengan adanya kekasih malah sangat membantu? Mereka bisa membantu dan men-suport kita saat akan ujian” ujar Hara.

“ Aish, terserah kau sajalah!” balas Minra akhirnya. Aku, Naka, dan Charin hanya tertawa ringan mendengar percakapan mereka.

***

Hara POV

Aku duduk di halte bus untuk menunggu sahabatku Byunghun. Sebenarnya ia lebih terkenal dengan nama L.Joe di sekolah namun aku lebih suka memanggilnya Byeong, itu terkesan singkat, padat, dan jelas. Aku melirik jam tanganku dan mulai mendesah kesal. Sudah hampir 30 menit aku duduk disini namun tidak ada tanda-tanda kalau Byeong akan datang.

“ Menunggu siapa?” tanya seseorang yang membuatku menoleh kearahnya. Sepertinya jantungku berhenti berdetak begitu melihatnya. Mataku sama sekali tidak berkedip sedikitpun. Dia, namja tampan yang ada di sekolah, kini tengah duduk disampingku dan mengajakku berbicara? Is it true?. Dia menggoyang-goyangkan tangannya dihadapan wajahku.

“ Kau dengar aku?” tanyanya lagi.

“ Ah ne!” jawabku setengah berteriak karena kaget. Dia hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“ Kim Kibum imnida namun kau bisa memanggilku Key” ucapnya ramah. Dengan canggung aku membalas uluran tangannya.

“ Su..sung Hara imnida” ucapku gugup. Aku rasa darahku mengalir lebih cepat dari biasanya. Hfft, namja ini benar-benar membuatku menjadi yeoja abnormal ketika bersamanya.

“ Terima kasih sudah mau berteman dengan adikku Mimi dan Naka, jarang sekali ada yang mau bergaul dengan mereka” ujarnya membuka pembicaraan.

“ Ja..jadi Naka dan Mimi itu adikmu? Kenapa marga kalian berbeda?” tanyaku penasaran. Marga Mimi adalah Lee, marga Naka adalah Park sedangkan Key adalah Kim. Hal ini cukup ganjil jika mereka memang kakak-beradik.

“ Bukan kakak-beradik kandung. Kami sudah tinggal bersama-sama sejak lama sehingga sudah seperti keluarga sendiri” jawabnya santai.

“ Hara-ya, mianhae aku telat. Tadi ada rapat OSIS mendadak sehingga aku terpaksa harus mengikutinya” ujar Byeong yang tiba-tiba datang dengan nafas terengah-engah.

“ Wah, sepertinya namjachingu-mu sudah datang. Sayang sekali ya. Kalau begitu aku pergi dulu, aku harap kita dapat bertemu dan berbincang-bincang lagi Hara-ssi, annyeong” ucap Key lalu berdiri dan membungkukan badan.

“ Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya” tanya Byeong setelah Key pergi meninggalkan kami.

“ Dia pindahan dari Amerika. Adiknya menjadi teman kelas baruku, nama mereka Park Sungyoung dan Lee Hyemi” jelasku.

“ Oh, 2 yeoja yang tadi menghabiskan waktu istirahat bersamamu? Mereka cantik juga ya, bagus sekali jika dijadikan targetku selanjutnya hehehe” ujar Byeong sambil tertawa iblis. Aku meliriknya dengan pandangan kesal lalu menyentil dahinya.

“ Dasar playboy, ada apa denganku sampai-sampai aku mau menjadi sahabatmu huh?” gerutuku lalu meninggalkannya.

“ Gyaa, Sung Hara, tunggu aku!!” teriaknya lalu berlari menyusulku.

***

Naka POV

“ Naka-ya, tolong jaga tasku sebentar. Aku mau ke toilet” ujar Mimi sambil memberikan tasnya kepadaku dan berlari kecil ke toilet. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. Sebenarnya sedari tadi ia berniat untuk pergi ke toilet namun niat itu diurungkannya karena tidak ingin meninggalkan pelajaran. Akhirnya dia menuntaskan semuanya ketika pulang sekolah. Aku hanya terdiam sambil menyandarkan diri diloker dan melihat koridor sekolah. Sekolah ini tidak terlalu buruk, walaupun sekolahku di Amerika dulu jauh lebih baik.

“ A..annyeong” ucap seseorang membuyarkan lamunanku. Aku menatap namja imut yang tengah berdiri dihadapanku. Sejenak dia memandangiku sambil menggigit bibir bawahnya.

“ Annyeong” balasku sambil tersenyum. Dia langsung mengulurkan tangannya kearahku. Kelihatan sekali kalau tangannya itu bergetar hebat.

“ Jo…joneun Lee Tae…min imnida. Se..senang berke..nalan dengan..mu. A..ku ha..harap kita bis..sa jadi teman” ucapnya terbata-bata. Aku menyambut uluran tangannya.

“ Naka imnida. Terima kasih sudah mau menjadi temanku Taemin-ssi” ujarku ramah. Dia mengeluarkan selembar kertas dan menyerahkannya padaku.

“ Ini untukmu, bukalah setelah sampai dirumah. Aku duluan ya, annyeong” ujarnya cepat secepat kilat lalu berlari meninggalkanku. Aku hanya memandangi kepergiannya dengan tatapan heran. Karena penasaran akupun membuka kertas yang diserahkan oleh Taemin.
———————————————————————————————————————–
Segini dulu ya readers, kalo mo baca pergi ajah ke sini . sekalian promosi , ahahhahahahahhha
untuk lanjutannya aku cuma post disana,, jd sering2 dateng ya ahahahhahahhh
RCL!!!!!

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s