You’re The One (Part X)

Tittle                     :  You’re The One (Part X)

Author                 : Icha / Lee Hyeo Rin

Genre                   : Romantic,Sad (agak nggak jelas juga kadang – kadang)

Rating                   : G

Cast                       : Kim Yoo Jin [Uee] Kim Ryeowook  ♥ Tiffany Hwang  ♥ Leeteuk super junior

 

Super Junior Members, After School members, Snsd members.

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com dan di beberapa blog lainnya. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

Previous Part ~ part 1 – part 2 – part 3 – part 4 – part 5 – part 6 – part 7 –part 8 – part 9

~             ~             ~

Author POV

Uee membuka kedua matanya perlahan, berkali – kali ia mengerjapkan matanya, berusaha untuk mengadaptasikan cahaya yang masuk ke matanya. Ia melihat keadaan sekitar, ia pun menyadari bahwa ia berada di kamarnya, di rumahnya bukan di AS dorm.

Memori tentang percakapannya dengan kedua orang tuanya pun teringat kembali, detik berikutnya ia merasakan matanya mulai memanas, ia sudah tidak kuat menahan tangis. Ia menggigit bibir bawahnya dan menyeka air matanya. Kenapa semua terjadi justru di saat seperti ini? Di saat semua telah berubah? Di saat ia tidak lagi mencintai seorang Kim Ryeowook? Yang ada dalam hatinya sekarang hanyalah Park Jung Soo.

Dimana namja berwajah malaikat itu kini berada?

Uee POV

Ku kira aku akan membawakan surprise bagi kedua orang tuaku, namun ternyata mereka lah yang membuat surprise terlebih dahulu. Kenapa mereka memutuskan secara sepihak? Tapi ini semua memang kesalahanku, aku tidak pernah bercerita bahwa aku tidak lagi menjadi yeojachingu Ryeowook oppa lagi.

Apa yang harus aku lakukan?

Leeteuk oppa, mana Leeteuk oppa? Ia tidak ada di sampingku?

Mataku mulai memanas lagi, eottheokhae? Aku dan keluargaku secara tidak langsung telah menyakiti hatinya. Semuanya salahku, aku tidak jujur pada keluargaku. Hal ini pun tidak pernah terfikirkan olehku. Dan semua terlambat, aku tau orang tuaku bukan orang tua yang dengan mudah merubah keputusannya.

Tiba – tiba pintu kamarku terbuka, dan muncullah seseorang yang sedari tadi aku tunggu. Wajah malaikat itu tersenyum sayu padaku, ia langsung menghampiriku.

“kamu sudah bangun chagi?” tanya nya seraya mengusap kepalaku dengan lembut, masih dapat ku rasakan sentuhannya yang penuh kasih.

“ne oppa, udah berapa lama aku seperti ini?”

“dua hari..kamu tau? Kamu membuatku cemas chagi..masih terasa pusing? Chankamman, aku ambilkan teh hangat.”

“anniya oppa, jangan tinggalkan aku.” Cegahku sambil menahan tangannya, aku merubah posisi tidurku menjadi duduk di kasur, aku sedikit meringis saat ku rasakan kepalaku sakit. Pandanganku lurus ke depan, seolah menembus dinding putih yang terbentang di hadapanku.

Selama beberapa saat kami terdiam, kemudian tangannya yang hangat itu menggenggam tanganku. Entah hanya perasaanku atau memang benar, tapi tangannya yang berada dalam genggamanku itu sedikit bergetar. Ku beranikan diri untuk menoleh ke arahnya, ia menundukkan kepalanya.

Aku merengkuh wajahnya hingga membuatnya menatap mataku, ia menangis..malaikat itu menangis.

Leeteuk POV

Tak banyak kata yang dapat ku ungkapkan saat ini, bahkan kalau bisa aku tidak ingin bicara sepatah kata pun. Yeoja yang ku cintai pun terdiam. Apa yang dapat ku lakukan di saat semua seperti ini? Bahkan untuk meminta Uee dari orang tuanya pun aku tak mampu.

Sudah dua hari aku menginap di rumahnya, aku berharap mendapatkan sedikit keberanian untuk berkata pada mereka bahwa akulah yang akan menikahi Kim Yoo Jin. Aku ingin berkata bahwa akulah calon suaminya, bukan eternal magnae ku.

Saat aku membuka pintu, aku melihat ia telah sadar dari pingsannya, cukup lama ia pingsan. Dua hari, dua hari yang membuatku tak bisa tidur dan hanya dapat meninggalkan dia ssat hendak makan atau ke kamar mandi. Ia masih terlihat lemah, aku pun mengusap kepalanya pelan.

“kamu sudah bangun chagi?” tanyaku sambil mengusap kepalanya, ini semua terasa menyakitkan. Mungkin ini terakhir kalinya aku dapat memberikan kasih sayangku padanya.

“ne oppa, udah berapa lama aku seperti ini?” tanyanya dengan wajah yang pucat, suara yang lemah dan tatapan mata yang kosong. Tuhan, aku tidak dapat melihatnya tersiksa lagi seperti ini.

“dua hari..kamu tau? Kamu membuatku cemas chagi..masih terasa pusing? Chankamman, aku ambilkan teh hangat.” Kataku, sebenarnya ini hanya alibiku agar aku tidak terlihat menangis di depannya. Menahan tangis sungguh menyiksa.

Aku tidak percaya, seseorang yang baru saja menjadi milikku kini harus ku lepaskan lagi.

“anniya oppa, jangan tinggalkan aku.” Katanya sambil menahan tanganku, aku pun mengurungkan niatku, namun aku sudah tidak dapat membendung airmataku lagi. Aku menundukkan wajahku, sementara aku merasakan pergerakan di kasur, aku melirik sekilas dan ku lihat ia mengubah posisinya menjadi duduk di kasur.

Ia menggenggam tanganku. Cukup!jangan siksa aku lagi dengan semua keindahan ini. Park Jung Soo, ingat, kau harus melepaskannya…batinku.

Kedua tangannya merengkuh wajahku, memaksaku untuk menatap matanya yang indah. Aku menangis di hadapannya, aku sudah tidak kuat. Jangan tatap aku lagi Kim Yoo Jin. Kau tidak pernah tau setiap kali aku menatapmu, itu makin membuatku cinta padamu. Namun apa yang ku rasakan sekarang? Aku harus melepaskanmu, harus merelakanmu.

“berbahagialah dengannya Uee-ah..” ucapku tanpa ku saring. Bola matanya yang indah bergerak – gerak lincah, namun kali ini matanya berkaca – kaca, mulutnya sedikit terbuka. Aku tau ia hendak mengatakan sesuatu.

“kebahagiaanku hanya denganmu oppa, aku tidak bisa..” ia mulai terisak, aku merengkuh badannya dan membawanya ke dalam pelukanku. Mungkin pelukanku yang terakhir, kami pun terlarut dalam tangisan.

Kamu tau aku pun tidak bisa hidup tanpamu…

“berjanjilah padaku, kamu akan bahagia dengannya, dan buatlah adikku itu bahagia Uee-ah..” bisikku di telinganya, aku tau itu menyakitkan. Aku pun merasakan hal itu, tapi aku mencoba untuk tegar. Kau harus kuat Park Jung Soo.

“kamu rela melepaskanku oppa?”

“aku ingin melihatmu dan adikku bahagia, aku sayang kamu chagiya, aku sayang adikku. Aku sayang kalian berdua.”

“tapi aku tidak bisa bahagia oppa…”

“kamu pasti akan berbahagia dengannya Uee-ah..percayalah..aku selalu berdoa untuk kebahagiaanmu.”

Super Junior Dorm, Author POV

Bel pintu terdengar nyaring memenuhi ruangan, namun tidak ada seorangpun yang membukakan pintu. Berkali – kali bel itu berbunyi.

“ya! Kyuhyun, kamu tidak dengar bel pintu berbunyi?” tanya Yesung pada magnae nya yang tengah bermain psp di sofa.

“denger kok hyung, wae?” jawabnya tenang tanpa mengalihkan perhatiannya dari psp nya.

Pletak!!!! Sebuah jitakan mendarat di kepala Kyuhyun.

“sakit hyung!!!” jeritnya sambil mengusap – usap kepalanya.

“babo! Kalau denger kenapa nggak di buka pintunya?” jerit Yesung tak kalah tinggi, si evil itu nggak tau apa kalau Cuma Yesung yang bisa suara – suara tinggi kayak gitu.

“males hyung, kejauhan pintunya. Coba pintunya bisa jalan ke sampingku, pasti aku bukain.”

Yesung hanya menggeleng – gelengkan kepalanya, ia menganggap bahwa magnae nya sudah tidak waras. Dengan langkah lambat selambat ddangkoma, ia menuju pintu dan membukanya. Ia tersentak saat mendapati appa dan eomma Ryeowook di depan pintu.

“annyeong ahjumma, ahjussi..” sapa Yesung dengan hormat sambil membungkukkan badannya.

“annyeong Jongwoon ssi, apa Ryeowook ada di dorm hari ini?” tanya eomma Ryeowook.

“dia sedang di kamar ahjumma, mari silahkan masuk.” Mereka bertiga masuk ke dorm, dan begitu Kyuhyun tau siapa yang datang, ia buru – buru mematikan psp nya dan membungkuk untuk menyapa kedua orang tua hyungnya, sementara Yesung memanggil Ryeowook.

“oh, eomma appa,,” tegur Ryeowook, lalu ia memeluk kedua orang tuanya dengan hangat. “ada apa sampai jauh – jauh berkunjung?”

Semua member super junior tanpa Leeteuk berkumpul, Eunhyuk datang dari dapur dengan membawa sebuah nampan berisi dua gelas minuman untuk orang tua Ryeowook.

“bagaimana hubunganmu dengan Kim Yoo Jin?” tanya eomma Ryeowook tanpa basa – basi.

“mwo? Kim Yoo Jin?” Ryeowook tersentak kaget, sama hal nya dengan member yang lain, mereka semua terdiam dan saling berpandangan satu sama lain. “ba-baik eomma, waeyo? Eomma tau darimana tentang hubunganku dengan Yoo Jin?”

“eomma dan appa bertemu orang tuanya di pesta pernikahan anak teman kami, ternyata mereka bilang kalian berpacaran? Astaga, eomma senang sekali mendengarnya. Kami mengenal dengan baik keluarga Yoo Jin, eomma rasa Yoo Jin gadis yang baik, maka dari itu kami memutuskan untuk menikahkan kalian berdua.”

Semua wajah member Super Junior mendadak pucat termasuk Ryeowook.

Ryeowook POV

Mimpi, pendengaranku rusak, dejavu, khayalan? Ini tidak mungkin terjadi! Aku harap semua ini hanya mimpi. Aku mencubit lenganku dan… auch! Sakit! Ini semua bukan mimpi, ini kenyataan?

Rasanya tidak mungkin eomma dan appa ku datang ke dorm dan membicarakan bahwa ia menjodohkanku dengan Uee yang notabane nya anak dari teman mereka. Di hadapan semua member, semua telah mengetahui rencana pernikahan Leeteuk hyung dan Uee, namun apa yang terjadi?

Aku melihat wajah dari semua member pucat, mereka kembali berpandangan satu sama lain. Apa yang akan Leeteuk hyung lakukan kalau ia mengetahui rencana ini? Apa Uee sudah tau tentang semua ini? Astaga, semua ini membuat kepalaku pusing.

“kamu senang kan nak? Appa rasa kalian sangat cocok.”

“tapi appa..”

“waeyo nak?” eomma ku mendesakku.

“saya rasa, Ryeowook belum siap ahjumma, mungkin sebuah pernikahan terlalu cepat bagi mereka berdua, dan lagi bagaimana dengan reputasi dari kedua belah pihak ahjumma? Selain itu After School, girlband nya Yoo Jin dan kami, Super Junior sedang sibuk sekali ahjumma.” Yesung Hyung menjawab pertanyaan eomma ku, gomawo hyung, kau menyelamatkanku.

“itu semua bisa di atur JongWoon-ah, kami hanya akan mengadakan sebuah pesta kecil – kecilan yang hanya akan di hadiri oleh kalian dan juga After School.”

“semua itu perlu di bicarakan dengan manager dan juga pemimpin SM Entertainment ahjumma” lanjut Yesung hyung.

Eomma ku tersenyum menanggapi ucapan Yesung hyung, “semuanya dapat kami atur JongWoon ssi, mereka hanya tinggal menikah.” Jawab eomma.

Yesung hyung langsung terdiam, tidak dapat membalas ucapan eommaku lagi.

“kapan acara pernikahan itu di langsungkan ahjumma?” tanya Heechul hyung yang akhirnya angkat bicara.

“sekitar 3 minggu lagi Heechul-ah, persiapkan diri kalian baik – baik ya, terutama kamu anakku” kata appa.

“maaf ahjussi” Sungmin hyung menyela omongan appaku, “bagaimana kalau ternyata Yoo Jin ssi telah memiliki calon pilihannya sendiri?”

“itu tidak mungkin kan Ryeowook-ah? Kamu sendiri kan yang bilang kalau hubungan kalian baik – baik saja? Bagaimana mungkin kalau Yoo Jin memiliki calon lain.” Jawab appa sambil menatap ke arahku, mencari pembenaran atas jawabannya. Aku hanya bisa menunduk tanpa membalas ucapannya.

“nanti kalian semua akan kami kabari lagi. Kalian hanya perlu mempersiapkan diri kalian. Sekarang kami pamit pulang dulu.” Eomma mengambil tasnya di meja dan berdiri, di ikuti oleh appa dan member yang lain.

“hati – hati di jalan eomma, appa menyetirlah dengan baik” aku memeluk kedua orang tuaku.

== You’re The One ==

“bagaimana ini hyung?” tanya Ryeowook pada semua hyung nya yang masih berwajah pucat.

“aku kasihan dengan Teukie hyung…” kata Sungmin.

“Wookie-ah, apa kamu masih mencintai Uee?” tanya Shindong. Ryeowook menggeleng ragu, sampai saat ini ia masih belum dapat memastikan perasaannya yang sesungguhnya. Apa ia masih mencintai Uee?

“sebaiknya aku menelfon Teukie hyung, aku mau tau dia dimana sekarang.” Kata Heechul sambil mengutak atik hp nya. “ya!hyung, kau dimana?”

“…..”

“oh, udah perjalanan pulang?baiklah, hati – hati hyung, kami menunggumu.”

~          ~          ~

Leeteuk POV

“Teukie hyung,bangunlah..” samar – samar ku dengar suara seseorang, tubuhku pun serasa di guncang – guncangkan.

“mmh..”

“ya! Hyung, bangunlah. Ini udah siang, sarapanmu akan menjadi dingin kalau kau terlalu lama membiarkannya.”

Aku berusaha membuka mataku yang masih terpejam dan aku melihat siluet bayangan Sungmin.

“kau belum makan dari malam hyung, makanlah dulu. Kau bisa masuk angin nanti.”

Aku memang sedikit lapar, karna semalam setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh begitu sampai di dorm aku langsung tertidur tanpa menyentuh makanan sama sekali. Aku mengusap wajahku dan turun dari tempat tidur menuju dapur. Saat aku melintas di hadapan dongsaeng – dongsaengku, mereka menatapku dengan berbagai cara.

Aku mengambil jatah sarapanku dan duduk di sofa, di sebelah Yesung. Setelah melahap habis sarapan, aku pun memanggil semua dongsaengku untuk berkumpul di ruang tengah ini.

“Wookie-ah, duduk lah di sini” aku menepuk sofa yang kosong di sebelah kiriku. Ia menurut tanpa banyak bicara. Aku menghela nafas.

“berjanjilah padaku Wookie-ah..”

“berjanji? Untuk apa hyung?”

“berjanjilah padaku untuk membahagiakannya..”

“maksud mu apa hyung?”

Aku melihat raut wajah eternal magnae ku itu berubah seketika, sama hal nya dengan member yang lain, entah kenapa aku merasa mereka sedang menyembunyikan suatu hal dariku.

“apa kamu belum tau tentang hal ini Wookie-ah? Dan kalian, kalian jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dariku, aku tau kalian.”

“a-aniya hyung..hanya saja…” Donghae angkat bicara namun terputus, mereka ternyata benar – benar menyembunyikan sesuatu.

“aku minta kalian jujur, aku tidak pernah mengajarkan kalian untuk berbohong padaku, kita keluarga. Kalian harus menceritakan segala sesuatu padaku.” Aku menatap tajam satu per satu dongsaengku, mereka menundukkan kepalanya, terlihat Kyuhyun dan Sungmin saling sikut menyikut. “Kyuhyun, apa yang terjadi?” hentakku.

“eerrhh..kemarin… orang tua Wookie hyung datang kemari..” jawab si magnae dengan suara yang terkesan ragu, ia menatap Sungmin seolah mereka berbicara dari mata ke mata. Sungmin mengangguk entah apa maksud mereka.

“mereka membicarakan masalah….”

“perjodohan antara Wookie dan Uee?” aku langsung menyambar omongan magnae ku yang serasa seabad itu.

Mereka hanya terdiam, tanpa menjawab pertanyaanku. Aku tau mereka semua sedang kacau pikirannya, aku sangat mengerti semua adik – adikku ini.

Ryeowook POV

Aku merasakan ada yang menusuk hatiku saat aku mendengar Teukie hyung mengetahui tentang perjodohan hatiku, lalu hawa canggung pun mulai merajalela di sekitar kami. Berarti intinya saat mereka berkunjung ke rumah Uee kemarin pun orang tua Uee telah membicarakan hal itu. Tapi kenapa sampai saat ini Uee tidak menghubungiku?

“hyung, kau tau dari mana tentang hal itu?” tanya Siwon hyung.

“kemarin di rumah Uee mereka membicarakannya, aku dengar pernikahan kalian sekitar 3minggu lagi kan? Persiapkan diri mu dengan baik Wookie-ah.”

Sungguh aku tidak tega dengan hyungku, aku telah merebut kebahagiannya. Jujur, dari lubuk hatiku aku senang karna aku akan memiliki Uee lagi, tapi bagaimana dengan Fany? Bagaimana dengan Teukie hyung? Kim Ryeowook, kamu egois.

“berbahagialah Ryeowook-ah, buatlah dia selalu bahagia demi aku.” Kata Teukie hyung dengan mata yang menerawang.

“aku…aku akan membatalkan pernikahan ini hyung, aku akan berbicara pada orang tuaku.” Jawabku sambil memainkan ujung kaos ku. Aku bingung apa yang harus ku lakukan. Aku tidak berani menatap hyungku, sesaat kemudian, Teukie hyung menepuk – nepuk bahuku.

“aku tau kamu masih menyukainya, berbahagialah, aku selalu berdoa untuk kalian.” Ia tersenyum padaku.

Teukie hyung, aku tau kau memiliki perasaan yang lebih besar padanya daripada perasaanku pada yeoja bermata bulat itu. Kenapa kau tidak mau memperjuangkannya hyung? Kenapa kau merelakannya demi kebahagiaanku? Hyung, kau ini babo atau memang malaikat?

“kau juga harus mempersiapkan dirimu untuk membicarakan hal ini dengan Fany kan Wookie-ah? Bicara yang tegas, jangan ragu. Arrachi? Baiklah, aku mau pergi dulu.”

“mau kemana hyung?” tanyaku.

“hanya sekedar jalan – jalan saja.” Jawabnya sambil berlalu menuju pintu, membuka pintu lalu menghilang.

“Teukie hyung benar, kau harus membicarakan tentang hal ini pada Fany ssi Wookie-ah..” kata Siwon hyung dengan bijaksana.

“apa yang harus ku katakan hyung? Aku tidak mau menyakiti hatinya.”

“kau sudah dewasa Wookie-ah, kau tau apa yang harus kau katakan dan kau lakukan.” Donghae hyung yang menjawab kali ini.

“berbicara secepatnya Wookie-ah, acaramu tinggal 3 minggu lagi..” Eunhyuk hyung menyambung ucapan couple nya.

“Wookie-ah, aku perlu berbicara denganmu” kata Yesung hyung, lalu kami berjalan menuju kamar.

“waeyo hyung?” aku bertanya dengan suara pelan, kali ini aku merasa akan di hakimi oleh hyung kesayanganku itu.

“berhentilah bersifat seperti anak kecil Wookie-ah, kau harus bisa memutuskan siapa yang kau cintai.” Ia memulai pembicaraannya.

“mollayo hyung-ah, aku mencintai mereka berdua, aku mencintai Fany, tapi aku tidak bisa menolak permintaan eomma dan appa..”

“aku mengerti, aku mengerti..sekarang, pergilah, bicaralah dengan Tiffany.”

“apa yang harus aku katakan hyung?”

“ceritalah apa adanya, jujur itu memang menyakitkan, tapi itu akan lebih baik daripada kau berbohong.”

“aku belum siap sekarang hyung, berikan aku waktu. Semua ini terlalu cepat, aku pun masih shock.”

“lakukan yang terbaik Wookie-ah, aku percaya padamu.”

Leeteuk POV

Aku mengarahkan mobilku menuju ke sebuah mall, mall yang dulu pernah aku datangi bersama yeoja yang ku sayangi. Aku melihat masih ada spanduk – spanduk tentang pameran gaun pengantin. Aku memakirkan mobilku dan mulai memakai penyamaran lalu masuk ke dalam mall.

Langkah kaki ku membawaku menuju bioskop tempat aku nonton, samar – samar ku ingat kembali memoriku bersamanya, senyumnya, tawanya, matanya, celotehannya, semua tentang dirinya.

Lalu kakiku membawaku ke depan toko perhiasan, tempat saat ia memelukku karna waktu itu ia fikir kalau aku meninggalkannya sendirian. Bagaimana aku sanggup melihatmu sendirian Uee-ah? Aku akan mengutuk diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu padamu, dan sekarang, akan ada seseorang yang akan menjagamu, kau tidak lagi akan sendirian Uee-ah….

Aku berjalan menuruni escalator, dan ku lihat gaun pengantin kesukaanku masih ada. Saat itu, yang terbayang di benakku adalah kau yang memakai gaun pengantin itu Uee-ah, dan kau pasti terlihat sangat cantik sekali, bahkan Cinderella pun akan menangis karna kecantikannya di kalahkan oleh mu saat kau kenakan gaun pengantin itu. Dan, dan akulah yang berdiri dengan gagah di sisimu, aku yang mengenakan sebuah tuxedo putih dan mengikat janji suci bersamamu. Namun kini, seseorang yang memakai tuxedo putih itu, bukan aku…

Entah apa yang ku lakukan, aku berjalan menuju kasir dan meminta gaun pengantin itu untuk di bungkus serapih mungkin, sebagus mungkin.

“tuan, sebaiknya gaun ini jangan di bungkus, tapi kami dapat mengirimkannnya tepat beberapa hari sebelum hari pernikahan tuan.” Si pelayan menyarankan padaku.

Aku menggelengkan kepalaku, “aniyo, itu hadiah untuk temanku yang akan menikah.jadi sebaiknya di bungkus saja.”

“untuk hadiah pun kami dapat mengirimkannya tuan, tuan hanya tinggal memberikan alamatnya pada kami, lalu kami akan mengantarkannya. jadi ketika gaun ini sampai, tidak akan kusut karna terlipat, dan teman tuan bisa langsung memakainya.”

“oh, ide yang bagus. Namun aku belum tau dimana pesta itu di laksanakan karna masih beberapa minggu lagi.”

“baiklah tuan, jika seperti itu tuan dapat membeli gaun ini, lalu apabila tuan sudah mengetahui alamatnya, tuan dapat menghubungi kami ke nomor yang tertera di kartu nama ini.” Si pelayan memberikanku sebuah kartu nama, kartu yang dulu pernah ku berikan pada Uee.

“baiklah, terima kasih. Aku akan menghubungi kalian secepatnya.” Aku pun membayar gaun pengantin itu.

Selamat tinggal pengantin impianku….

= 2 minggu sebelum pernikahan =

Tiffany POV

“MWO?” aku menjerit tak percaya, apa yang ia katakan barusan?

Aku sungguh tak menduganya sama sekali, hari ini ia mengajakku ke taman tempat kami pertama kali jadian. Aku kira ia akan melamarku seperti apa yang telah Teukie oppa lakukan pada Uee eonni.

“kamu bohong oppa!!!!” aku mulai frustasi.

“mianhae Fany-ah..ini semua di luar kendaliku..”

“kamu bohong!!pasti kamu yang meminta pada eomma dan appa mu untuk di jodohkan. Kamu masih mencintainya kan oppa? Aku tau! Aku tau!!!!” aku makin menjadi – jadi. Sungguh sakit menerima kenyataan ini. Tangisku tak terbendung lagi, aku mulai terisak – isak.

“bukan aku yang menginginkan ini semua Fany-ah, aku pun sama sekali tidak tau. Tiba – tiba eomma dan appa ku datang ke dorm dan membicarakan ini semua di hadapan hyung – hyung ku. Kau boleh tanya mereka semua Fany-ah.. jebal mianhae Fany-ah…”

Ia memelukku erat, aku membalas pelukannya dan menangis.

“kau bisa menolak pernikahan itu oppa…kau bisa kan?” desakku.

“mianhae Fany-ah, aku tidak dapat menolak permintaan orang tuaku. Aku akan sangat berdosa. Jeongmal mianhae Fany…”

Aku frustasi mendengar jawabannya, aku melepas pelukannya dan mengguncang – guncangkan tubuhnya.

“waeyo oppa? Karna kau mencintainya? Iya kan?? Apa Teukie oppa dengan mudah menyerahkan Uee eonni padamu? Tidak kan? Berusahalah untuk hubungan kita oppa, aku mencintaimu,,aku mencintaimu…huhuhuhu…”

“uljimma Fany-ah.” Ia menghapus air mataku dengan ibu jarinya, dan tak ada kata – kata lain yang terucap. Hanya itu?

Aku menatapnya dengan tatapan nanar, berharap ia akan mengatakan sesuatu, berharap ia akan berkata bahwa ia pasti membatalkan pernikahan itu. Namun ia tertunduk menghindari tatapanku. Aku sudah tau jawaban dari semua ini.

Aku berdiri dengan kasar “mianhae oppa, aku tidak dapat menghadiri pernikahanmu.” Aku membalikkan badanku dan berdoa dalam hati, semoga ia memanggilku, mengerjarku lalu memelukku. Namun namja polos itu hanya diam di tempatnya tanpa berkutik sedikitpun.

Aku benci kamu Ryeowook…

Uee POV

“eonni, makanlah sedikit..” bujuk Nana padaku, aku hanya menggeleng.

“Jooyeon eonni, eotthae?” Nana berbisik pada Jooyeon eonni, ia sudah putus asa membujukku untuk makan.

“Uee, makanlah dulu. Kamu belum makan apa – apa dari kemarin. Nanti kamu sakit.”

“biar aku sakit eonni, biar aku sakit di hari itu…” gumamku. Aku mulai menangis lagi “JungSoo  oppa…” panggilku lirih dalam tangisku. Jooyeon eonni mendekapku dan mengusap kepalaku.

“kami mengerti Uee sayang, kami mengerti perasaanmu…kami pun tersiksa melihatmu begini..”

“kenapa Teukie oppa tidak mencegahku eonni? Kenapa?” aku mengeratkan pelukanku.

“ia terlalu mencintaimu Uee, dia ingin melihatmu bahagia..”

“aku justru tidak bahagia kalau tanpanya eonni, tidakkah ia mengerti itu?huhuhu.. Teukie oppa…”

“Teukie oppa nggak ingin eonni membantah orang tua eonni..” Nana menjawab dengan sabar.

“dia tidak berusaha berbicara tentang hubungan kami dengan orang tuaku, kalau saja dia mau bilang..mungkin mereka akan memikirkannya lagi….”

“Uee eonni, ada paket untukmu di bawah..” E-young menghampiriku dan duduk di samping Nana. “ia membutuhkan tanda tangan eonni, cepatlah eonn, kasian yang ngirim”

“kenapa nggak kamu aja Youngie?”

“tidak bisa di wakilkan katanya.”

Aku mendecak kesal, menghapus air mataku dan membereskan rambutku yang kusut.. sesampainya di bawah, aku melihat sebuah gaun pengantin yang tergantung di depan kaca di ruang tengah dengan seorang pria di depannya.

“agassi, anda yang bernama Kim Yoo Jin?” tanya pria tersebut.

“ne”

“ah, mohon tanda tangan di sini” ia menunjuk sebuah kertas dan memberikan pulpennya padaku.

“siapa yang mengirim gaun ini?” tanyaku sambil menanda tangani bukti pengiriman itu.

“mianhamnida Agassi, sang pengirim tidak mau namanya di sebutkan. Gamshahamnida, semoga pernikahan anda berjalan dengan lancar dan membahagiakan Agassi, saya permisi dulu.” Katanya.

Aku mengamati gaun pengantin itu dengan seksama setelah pria yang mengantarkannya pergi. Rasanya aku pernah melihat gaun ini sebelumnya, tapi dimana? Aku menyentuh gaun itu, menelusuri tiap bagiannya dan merasakan tekstur halus bahan gaun tersebut.

“gaun yang indah Uee-ah, kiriman dari siapa?” suara Kahi eonni terdengar dari belakangku. Ia memegang kedua pundakku dan meletakkan dagunya di bahuku, kami menatap gaun putih itu bersama –sama.

Aku mengerutkan dahiku “mollayo eonni-ah, aku juga dari tadi lagi berfikir, karna katanya si pengirim tidak mau di kasih tau namanya. Aigoo..rasanya aku pernah deh liat gaun ini, tapi dimana ya?” aku memejamkan mataku, berusaha mengingat kembali.

“kamu pasti cantik sekali mengenakan gaun ini Uee-ah, gaun ini sangat cocok denganmu. Aku ingin cepat – cepat melihatmu memakainya.”

Aku membalikkan tubuhku hingga kami berhadap – hadapan, wajah Kahi eonni yang lembut menenangkan hatiku sesaat. “percuma eonni, walau aku mengenakan gaun ini sekalipun, aku tidak merasa bahagia…aku…aku…” ucapku terputus – putus saat seraut wajah malaikat itu melintas di benakku. “aku hanya bahagia dengan Jung Soo oppa…”

Kahi eonni memelukku, “sabarlah sayang, Tuhan telah mengatur semuanya. Kalau kamu di takdirkan untuk bersama Jung Soo, pasti akan ada jalannya, dan ia pun pasti akan bahagia jika melihatmu dengan kebahagiaanmu sendiri.”

“eonni-ah, udah ku bilang berulang kali, kebahagiaanku hanya dengannya, aku nggak bisa bahagia tanpanya. Aku terlanjur mencintainya eonni..”

“kamu akan menemukan kebahagiaan itu di hari pernikahanmu sayang. Tidak ada pengantin yang tidak bahagia.” Kahi eonni menatap gaun itu sambil tersenyum penuh arti padaku.

Aku mengikuti Kahi eonni menatap gaun itu, namun tatapanku menerawang, seolah menembus gaun itu. “ada eonni, pengantin itu aku. Aku adalah pengantin yang tidak bahagia.” OMO!!! Aku mengingat sesuatu tentang gaun itu, aku berlari menuju kamarku, tidak perduli dengan Raina si gold voice yang baru saja ku tabrak dan dengan sukses jatuh ke rak sepatu. Aku mengambil hpku dan menekan tombol 1 sebagai speed dial ke nomer leeteuk oppa.

“yoboseyo?” sapanya. Begitu mendengar suaranya, jantungku berdebar dengan cepat, suaraku tercekat, sulit sekali bagiku untuk mengucapkan sesuatu. “Uee-ah, waeyo? Gwenchanayo?” suaranya terdengar cemas, “Uee-ah, bicaralah sesuatu. Jebal..”

“Ju-JungSoo oppa..kamu yang..mengirimkan..ummh..”

“ah, udah sampai rupanya? Eerrhh..kenakan gaun itu di hari pernikahanmu ya Uee-ah, kamu pasti cantik sekali.”

“tapi oppa, aku…”

“bisakah kamu meluluskan permintaanku yang terakhir ini Uee-ah? Aku ingin kamu tampil cantik di hari bahagiamu.” Katanya dengan suara yang tenang, tapi aku tau dia.. dia pasti mati – matian menahan tangis.

Tidak bisakah kali ini kamu sedikit jahat oppa? Tidak bisakah kamu tidak berhati malaikat sekali ini saja? Aku tersiksa karna kebaikanmu itu.

“ne oppa, aku akan memakainya..”

“jeongmal gomawoyo Uee-ah, jadilah pengantin yang paling cantik dan paling bahagia di sunia ini. Dan terima kasih karna kamu masih mengingat gaun itu. Aigoo..mianhae Uee-ah, aku masih ada urusan lagi, annyeong” ia langsung memutuskan sambungan.

Saranghae my angel oppa…

~          ~          ~

Author POV

Ryeowook berjalan dengan lunglai di lorong gedung SM Entertainment, ia baru saja keluar dari ruangan Lee Sooman si pemilik SM Ent. Hari itu orangtua Ryeowook menemui Lee Sooman untuk memberitahukan tentang pernikahannya dengan Uee. Tentu saja hal itu sangat membuat si empunya SM Ent itu shock, bahkan ia sempat menuding kalau Ryeowook telah menghamili member After School tersebut sampai – sampai secepat itu acara pernikahan akan di langsungkan.

Namun dengan cepat orangtua Ryeowook menepis tudingan tersebut, mereka pun menceritakan semuanya. Lee Sooman bukanlah seseorang yang dengan cepat mengizinkan segala sesuatu, apalagi sebuah pernikahan. Artis kesayangannya akan menikah? Bagaimana dengan karir dan popularitasnya nanti? Dan apa kata wartawan nantinya, yang paling tua di super junior saja belum menikah, masa di duluin sama eternal magnaenya?

Kesepakatan pun dibuat, pernikahan di lakukan secara tertutup. Jauh dari wartawan dan fans. Pernikahan yang tidak boleh di ketahui oleh siapapun dan hanya di hadiri oleh Pledis Ent dan SM Ent.

Ryeowook terus berjalan tanpa memperhatikan jalannya hingga akhirnya ia menabrak seseorang.

“mianhamnida” ucap Ryeowook pada orang yang di tabraknya yang ternyata adalah Taeyeon.

“nado oppa, aku lagi baca sms jadi nggak perhatiin jalan”

Ryeowook memaksakan diri untuk tersenyum, “baiklah, aku duluan Taeyeon-ah, annyeong”

“chankamman oppa, kamu ada waktu? Aku ingin ngobrol sebentar.”

“ne, kita bicara di kantin saja.”ajak Ryeowok. Mereka pun berjalan ke kantin SM Ent, mengambil bangku kosong dan memesan dua buah jus.

“benarkah kamu akan menikah dengan Uee eonni?” Taeyeon membuka percakapan, ia meminum jusnya.

Ryeowook terdiam, ia memegang gelas jusnya dengan kedua tangannya “kalau kamu tanya tentang kebenarannya, itu memang benar.”

“kenapa?”

“eomma dan appa kami menjodohkan kami.”

Mereka berdua terdiam, sibuk dengan pikirannya masing – masing, Taeyeon mengaduk – aduk jusnya dengan sedotan.

“tolong datang ke dorm oppa, Fany sakit. Jenguklah dia walau hanya sebentar, dia nggak mau makan dan nggak mau minum obatnya. Kami semua khawatir.” Pinta Taeyeon.

“jinjja????”

Ryeowook POV

Aku menekan bel pintu SNSD dorm, setelah beberapa kali ku ulangi, barulah kenop pintu berputar, muncul wajah Yuri dari balik pintu.

“ada apa oppa?” tanya Yuri dengan wajah yang bisa di bilang tidak bersahabat, ia menyandarkan tubuhnya di pintu.

“aku mau menjenguk Fany, aku dengar dia sakit.”

“umh..aku nggak tau dia mau di jenguk kamu atau nggak oppa, aku tanya dulu deh. Oppa tunggu di sini ya.” Yuri masuk ke dalam dan tidak lama kemudian ia kembali, memberikan kode padaku untuk mengikutinya menuju sebuah kamar dan membuka pintunya. “dia tidur, oppa mau minum apa?”

“nggak usah repot – repot Yuri-ah, gomawo.”

Ia mengangguk tanda mengerti, lalu meninggalkanku di kamar itu. Aku duduk di samping kasurnya, ku lihat di sebuah eja kecil yang ada di samping tempat tidur ada semangkuk bubur yang sudah dingin. Fany benar – benar tidak mau makan rupanya.

Aku mengusap pipinya lembut, membuatnya terbangun dari tidurnya. Wajahnya terlihat pucat, yeoja itu menyipitkan matanya tanda tak senang dengan kehadiranku.

“untuk apa oppa ke sini?” tanya nya dengan suara parau, ia memalingkan wajahnya sambil menepis tanganku yang berada di pipinya.

“kenapa kamu nggak mau makan Fany-ah?” aku menghiraukan pertanyaannya.

“bukan urusan oppa.”

“mau aku buatin sesuatu chagiya? Kamu mau makan apa? Pasti aku masakin untukmu.” Aku mulai membujuknya.

“jangan panggil aku seperti itu lagi oppa. Aku bukan lagi yeojachingumu.” Katanya dingin. “nggak perlu lagi peduli padaku oppa, aku bukan siapa – siapamu.”

“Fany-ah..”

“pulanglah oppa, kamu harus mempersiapkan banyak hal kan? Jangan buang waktumu untuk hal yang nggak berguna.”

Aku tidak memperdulikannya, aku malah menggenggam tangannya, ia memberontak dan berusaha menarik tangannya dari genggamanku. Namun aku makin mempererat genggamanku.

“jangan seperti ini Fany-ah,,,izinkan aku untuk merawatmu hari ini..jebal..” pintaku dengan nada memelas dan mengeluarkan puppy eyes ku.

“aku mau makan nasi goreng kimchi” katanya tanpa melihat ke arahku.

Aku tersenyum puas.

TBC ~

24 responses

  1. wah teukie hyung bner” dh bae bgt, dwasa skli dy, tidak hnya memikirkan kbahagiaanny sndiri tp jg org lain, daeebaaak..
    ayo uee ah prjuangkan doonk, driku lbih suka drimu dgn teukie hyung, biarin dh c wookie ma fany wlwpun sya sbnerny ga rela jg klo c fany dgn diriny huuuuuh…
    pnasaran nie endingny, ayo chingu bruan post lg..

  2. makin runyam konflikx..baca ffx nangis..T,T..feel ceritax menyentuh bgt..g nyangka teuki oppa segitu merelakan uee bwt wookie..
    Penasaran ma acara prnikahanx..:)

  3. aahh….kok jadi gini….
    penasaran Wookie lebih milih sapa yaaa…????????????

    jangan sampe ke4 orang ini menderita karena salah pilih…………….
    ditungguin neeh lanjutannya…chingu !!!

  4. Huaaaa makin rumit, itu ortu-nya jg gt, eh tp teukie jg kenapa ga bilang ke ortu uee.. Sungkan y? Nah uee-nya ngmong donk. Ryeowook jg gt.. *lah ini reader heboh ndiri* Teukie…huaaaa

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s