FALLING SLOWLY part 2 end

part 1 https://adhiyaputriff.wordpress.com/2011/10/09/falling-slowly/

Author: aprelakim

Cast:      Lee Sungmin

Lee Sunkyu (Sunny)

Genre:  romance, sad, music.

Ratting:                PG-13

 

Brukkk…… terdengar seperti ada seseorang yang terjatuh, sunny pingsan setelah menyanyi. Sungmin ternyata mengintip sunny dari balik jendelanya. Dia bergegas membuka pintu dan menolong Sunny. Sungmin berjalan mendekati Sunny karena beberapa hari tidak makan dan tertekan Sungmin akhirnya terjatuh wajahnya menghadap ke wajah Sunny. Sungmin menatap gadis itu sebentar dan menyentuh dahi sunny dengan telunjuknya, kemudian ia menangis dan memejamkan matanya.

 

 

Sunny mulai membuka matanya, pertama yang dia pikirkan saat bangun adalah Lee Sungmin. Namja yang terluka karenanya. Dia mulai menanyakan dimana dan keadaan sungmin.

“apakah dia baik – baik saja? Dia dimana sekarang?”

“kamu di rumah sakit, kemarin kau pingsan di rumah namja bernama Sungmin itu. Kenapa kau itu bodoh sekali… kenapa berlutut sambil menangis di depan kamarnya seharian? Eomma tanya kenapa?” kata ibu sunny sambil memukul bahu anaknya itu.

“mainne eomma, dia terluka gara – gara menyelamatkan nyawaku… dan sekarang hidupnya hancur gara – gara aku, sekarang dia diamana aku tidak bisa tenang kalau dia belum memaafkanku dan tangan pulih seperti dulu…” jawab sunny dengan raut muka sedih.

“apa kau menyukainya?” pertanyaan eomma sontak membuat muka sunny memerah.

“itu… aku… pokoknya aku harus menemuinya sekarang,” kata sunny sambil turun dari ranjangnya.

“aiishhh… anak itu! Jangan lama – lama habis ini kita bisa pulang. Aku urus  administrasinya dulu,”

“ne eomma…” kata sunny sambil membukkukan badan.

Sunny berjalan mencari ruang inap sungmin, dia bertanya pada suster. Dan akhirnya menemukan kamar sungmin. Sunny mengetuk pintu dan melihat di balik jendela kalau sungmin hanya sendiri. Sunny memberanikan diri masuk ke kamar itu.

“annyeonghaseyo, sungmin ssi… boleh aku masuk?” sapa sunny lembut. Namun sungmin tidak menjawab ataupun menatap matanya. Lalu Sunny mendekat dan duduk di samping sungmin. “gwaenchana? Bagaimana keadaan tanganmu?” sunny menyentuh pelan tangan kanan Sungmin yang di gips.

“keluarlah… jangan pernah muncul di hadapanku lagi! Anggap semua ini tidak pernah terjadi,” kata sungmin dengan ekspresi datar.

“tttaaapi…”

“pulanglah… aku tidak mengharapkan apapun darimu…” Sunny merasa sedih dengan perkatan sungmin dan keluar dari ruangan itu sambil menangis.

~~~~

 

Keesokan harinya Sunny mencari ide agar Sungmin mau  menerima bantuannya. Dan ia memutuskan untuk pindah ke rumah Sungmin, dia segera mengemasi baju – bajunya dan menuju rumah sungmin. Ibu Sungmin sangat senang mendengar Sunny ingin tinggal di rumahnya, sejak awal ibu Sungmin memang menyukai Sunny dan merasa kalau Sunny dan Sungmin benar – benar serasi. Karena Sungmin besok pulang dari RS, ibu, sunny, dan sungjin menyiapkan kejutan untuk Sungmin.

“noona… benarkah mau tinggal di sini? Wah… aku senang jika ada noona secantik sunny di sini,” kata sungjin tersipu malu.

“ne, sampai sungmin oppa bisa memainkan gitarnya noona pasti akan di sini~”

“woah… jinja?” saking senangnya sungjin memeluk sunny erat.

“sunny ssi… semoga betah tinggal di sini, besok sungmin pulang kau tidak ingin membuat kejutan?” tanya ibu sungmin.

“tentu saja ada, aku akan memasak sesuatu yang enak untuknya…”

“wah… ternyata noona pintar memasak,” sunny hanya tersenyum simpul karena sebenarnya ia tidak bisa memasak.

 

Keesokan harinya,

Semua makanan tampak lezat tersusun rapi di meja makan. Semua sunny yang menyiapkan dengan susah payah. Tak lama kemudian Sungmin,  ibu, dan sungjin datang. Sunny segera bersembunyi di dapur. Semua kaget saat melihat meja makan, yang penuh dengan makanan.

“semua ini pasti dia yang menyiapkan, ah… gadis aegyo itu, aku semakin menyukainya! Cepat kalian duduk…” kata ibu sumringah.

Sungmin mengambil sumpit dengan tangan kirinya dan coba mengambil sesuatu dengan tangan kirinya namun selalu gagal, tapi dia terus memaksakan dirinya.

“hyung pakai sendok saja,” sungjin memberikan sendok karena merasa kasihan.

“shiro…!” sungmin menyingkirkan sendok itu dan makin terlihat kesal. Ibu tidak bisa melakukan apa – apa.

“biar aku yang menyuapimu~” kata sunny tiba – tiba dan duduk di samping sungmin. Sungmin tampak kaget melihat gadis itu di sampingnya.

“apa yang kau lakukan di sini?”

“menyuapimu… aaa… buka mulutmu~” sungmin menatap gadis itu kesal dan memalingkan muka.

“kenapa… kenapa kau bisa di sini? Siapa yg menyuruhmu untuk tinggal di sini, pergilah dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi,” kata sungmin dingin dan tidak menatap wajah Sunny. Lagi – lagi dia berkata kejam pada gadis aegyo ini, tapi dia tidak akan pernah meninggalkan rumah ini sebelum sungmin pulih kembali.

“kau tau permintaanku dalam waktu dekat ini? Aku ingin mendengarmu main gitar dan menyanyi lagi. Sebelum aku mendapatkan itu semua aku tidak akan keluar dari sini… sekarang cepat makan dan sembuh supaya aku bisa cepat pergi dari sini,” kata sunny sambil tersenyum simpul menahan sakit hati. Sungjin dan eomma terlihat sedih melihat Sunny dan Sungmin. Sungjin mencoba mengalihkan pembicaraan dan merubah suasana.

“kyaaaa noona ini sepertinya aku pernah mencicipi bulgogi dan sup kimchi ini, rasanya seperti restoran di dekat sini,” kata sungjin sambil tersenyum.

“jinja? Wah berarti masakanku sama dengan buatan restoran,” sunny tertawa kecil.

“namsan restoran kan? Itu bukannya restoran favorit sungmin?” timpal eomma.

“ini di sini ada bungkus dari restoran namsan, ternyata noona bohong,” selidik sungjin dari dalam dapur. Ibu dan Sunny tertawa, sedangkan Sungmin masih diam tanpa ekspresi.

 

Sunny POV

Aku mengikuti sungmin oppa berjalan di taman, aku terus menatap wajahnya sambil tersenyum sementara dia sepertinya tidak memperdulikanku. Kami berjalan bersebelahan dengan jarak yang lumayan jauh. Kami berdua menikmati udara pagi yang sangat segar. Setelah beberapa langkah dia berhenti dan menatapku. Dia tersenyum padaku, aigooo dia manis dan aegyo sekali. Dia berjalan ke dekatku dan memelukku. Kemudian bibir nya mendarat tepat di bibir mungilku, aku hanya bisa mengedip ngedipkan mata. Ini terasa sangat indah~

BRAKKK… akh~ sakit… ternyata aku hanya bermimpi. Sial aku kira itu nyata, jam berapa sekarang? Astagaaaa sudah jam 8 aku terlambat masuk kelas. Dokter Yong pasti marah lagi padaku.

Aku segera berlari dan menyiapkan semua perlengkapan untuk berangkat kuliah sekarang. Setelah mandi aku langsung mengikat rambutku dan memakai jas putihku. Hari ini aku akan prakter bersama dokter Yong. Aku keluar dari kamarku, dan melihat sungmin oppa duduk dengan ayahnya di ruang keluarga. Aku sempat mengintip sedikit pembicaraan mereka.

“berhentilah main music! Urus perusahaan appa,” kata ayah sungmin tegas.

“aku tidak bisa melakukannya appa, mianne” kata Sungmin sambil menunduk.

“lihat tanganmu… kata dokter meski sudah pulih tanganmu tidak akan bisa main gitar lagi,”

“kumohon appa, beri aku waktu untuk mempertimbangkannya…”

“baiklah ku beri waktu 3 bulan, juka tanganmu masih bermasalah lupakan semua musikmu itu!” lalu appa pergi meninggalkan Sungmin oppa sendiri. Dia masih menunduk dengan mata berair, hatiku serasa hancur karena aku seperti menghancurkan impiannya. Kemudian dia berdiri dan seperti menyadari keberadaanku. Aku hanya bisa terisak menahan tangis, dalam waktu 3 bulan ini aku akan coba untuk membuatnya bisa memetik gitar lagi.

Duduk di taman sambil merenung, mungkin gara – gara tadi pagi. Apa yang bisa ku lakukan sekarang? Ah… aku punya ide

…..

Aku membawa teman sungmin oppa ke rumah, seluruh teman band nya yang sangat dekat dengannya. Ku harap kedatangan mereka bisa mengubah suasaha hati sungmin oppa.

“annyeonghaseyo~ oppa! lihat siapa yang aku bawa! The Pumkins,” teriakku dari luar rumah. Sungmin sedang sendirian di dalam rumah.

“hyunnim…! Neomu bogoshipoyo~” teriak ryeowook histeris.

“kalian duduklah…” kata sungmin sembari tersenyum.

“hyung tanganmu tidak apa – apa kan? Aku kawatir jika terjadi sesuatu~” kata siwon, sungmin langsung menjawab, “sepertinya tidak baik…”

“mwoooo? Hyungnim tanganmu kenapa, fans mu sangat menunggu mu… mereka selalu menanyakan di mana alamatmu, aku bisa gila!” keluh jonghyun.

“akh… tidak apa – apa yang penting hyung sembuh dulu. Selama ini aku yang gantikan posisi sebagai vocalist,” timpal ryeowook.

“jinjayo??” tanya sungmin dengan senyum tipisnya, lalu ia menambahi “aku akan keluar dari The Pumkins…” kata sungmin datar. Siwon, jonghyun, dan ryeowook nampak shock.

“andwae……!!! Ini tidak boleh terjadi! Oppa jangan berhenti main music!” teriakku histeris.

“sunny ssi sabarlah~” cegah siwon.

“kan sudah ku bilang oppa harus menyanyi lagi! Jangan menyerah…! Semangatlah, jangan menyerah semudah itu… ” kataku penuh ketegasan, semua orang tampah memandangiku aneh. Aku merasa canggung dan pergi meninggalkan ke empat namja itu.

Tak terasa sudah pukul 9 malam, siwon, jonghyun, dan ryeowook akhirnya pulang. Kakiku terasa sakit karena berdiri sambil mendengarkan pembicaraan mereka. Sungmin oppa tiba – tiba berjalan ke arahku dan menarik tanganku. Dia mendorongku ke tembok, dan tangan kirinya yang tidak terluka itu bertumpu pada tembok. Aku sama sekali tidak berani melihat wajahnya.

“apa yang kau lihat? Ayo sini tatap mataku,” kata sungmin oppa yang wajahnya sekarang sangar dekat dengan wajahku. Ku beranikan menatap matanya.

“ne, mianne sungmin oppa aku lancang,”

“sebenarnya apa yang kau inginkan? Kenapa kau selalu ikut campur, apa membuat tanganku cacat itu belum cukup bagimu, hah? Kenapa kau harus tinggal di sisni siapa yang mengijinkamu? Apa kau menyukaiku? Apa kau menginginkan ini…” dia bertubi – tubi melempariku dengan pertanyaan yang belum sempat ku jawab, aku ingin menangis sekarang. Lalu dia mendekatkan bibirnya kemudian menciumku bersamaan dengan jatuhnya air mataku.

“kau puas? Inikah yang kau inginkan?” dia melepas ciumannya dan mengatakannya dengan tatapan tajam.

“cukup…” aku menutup telingaku dan menangis sambil berlari. Sungjin menapaku tapi aku abaikan. Aku segera masuk kamarku dan mengunci pintu rapat.

Sunny POV end

 

Keesokan paginya Sunny olah raga kecil di sebuah taman sambil melupakan kejadian semalam. Dia mengagap kejadian semalam hanya kerena sungmin sedang sakit dan emosinya belum teratur. Dia berjalan pelan saat melihat seorang anak kecil menangis. Dia menghampiri anak kecil itu.

“adik kecil kenapa?” tanya sunny dengan wajah aegyo nya. Kemudian sunny menghibur anak itu dengan memberinya permen dan menanyakan dimana orang tua nya.

Dari kejauhan Sungmin terus memperhatikan sunny dari kejauhan. Dia melihat yeoja aegyo yang sangat perhatian dan keibuan, hati dan perasaan nya menjadi hangat. Sesekali sungmin hanya tersenyum tipis melihat sunny dan anak kecil itu. Dia melupakan sedikit rasa sakit di tangannya yang terluka parah itu.

Tak lama anak itu menemukan ibunya dan pergi, sunny tersenyum lebar sambil melambaikan tangan. Saat berbalik dia kaget karena ada sungmin sedang melihatnya.

“aku ingin bicara seseuatu denganmu,” kata sungmin pelan.

“waaee oppa?” kata sunny sedikit gugup.

“maafkan kejadian semalam, aku terbawa emosi mianne,”

“ah… gwaenchanayo~ aku juga menganggapnya begitu,”

“gomawo…” kata sungmin sambil tersenyum.

“chogi~”

“ne?”

“sebenarnya aku tidak pernah menyalahkanmu atas terlukanya tanganku tapi, bisakah kamu jadi perawatku selama 3 bulan hinga tanganku sembuh? Bantulah aku, aku ingin bisa bermai gitar lagi…” pinta sungmin, tampa menjawab apapun sunny langsung mengangguk dan tersenyum, kemudian sungmin mengacak – acak rambut sunny.

 

~~~

Semenjak perjanjian itu sunny dan sungmin menjadi semakin dekat. Setiap hari sunny selalu mengganti perban sungmin, hari demi hari mereka lewati berdua. Tanpa diundang perasaan itu mulai muncul.

~~~

Sunny melemparkan helm pada sungmin dan menyuruhnya segera naik.

“oppa cepat naik…” kata sunny.

“ne… kita mau ke mana?”

“minggu ini kita cek up, oppa! aku sudah mengatur semuanya…”

“hmm… gomawo…” kata sungmin sambil memakai helmnya, tapi sungmin mengalami kesulitan saat memakainya karena tangannya yang terluka. Sunny dengan  sabar membetulkan helm sungmin. Jantung Sungmin berdebar lebih kencang saat yeoja itu sangat dekat dengannya. Saat di perjalanan sungmin memeluk erat Sunny sambil menempelkan ujung hidungnya yang mancung ke pundak yeoja itu. Sunny dapat merasakan hangat hembusan nafas dari namja yang paling ia cintai itu selama perjalanan ke rumah sakit.

~~~

#3 bulan kemudian

Belum ada perubahan yang berarti pada keadaan tangan sungmin, walau sudah bisa di gunakan untuk melakukan aktivitas seperti biasa namun tetap saja Sungmin masih belum bisa memetik gitar kesayangannya itu. Sungmin duduk di halaman rumahnya sambil membawa gitarnya. Berkali – kali dia mencoba namun selalu gagal, hingga seorang yeoja cantik duduk di sebelahnya dan berkata “mianne oppa, kita sudah melakukan semua cara tapi tetap tidak bisa… ini semua tidak ada artinya…” kata yeoja itu sambil menangis.

“sunny ssi~ gwaencahanayo!” sungmin hanya tersenyum tulus sambil mengelus lembut kepala sunny.

“kajima… chepal…… kumohon jangan pergi!”

“aku sudah berjanji pada appa, aku harus pergi ke jepang meneruskan bisnis keluarga, hah… ini semua pasti sudah di takdirkan” kata sungmin sambil menghela nafas.

“jangan pergi… tetaplah bermain gitar dan menyanyi!” tangis sunny semakin pecah.

“I can’t, I’m sorry…  mungkin ini semua memang takdirku, bermain music bukan jalanku… aku hanya bisa memberimu ini.” Sungmin memberikan gitar kesanyangannya pada sunny.

“kau kan tidak bisa hidup tanpa gitarmu, kenapa gitar ini untukku sekarang?”

“bukan menjadi milikmu~ karena suatu saat nanti aku akan mengambilnya jika hatimu tidak kau berikan pada orang lain…” jawab sungmin sambil menghapus air mata sunny.

“jadi……”

“I Love You, Sunny” ucap sungmin sebelum mengecup lembut bibir sunny, they had a second sweet kiss……

 

~~~

5 tahun kemudian

Lulus sebagai dokter dengan nilai terbaik tidak membuatnya bangga dan sombong. Jalan di depannya masih panjang sebagai seorang dokter anak. Sedangkan The Pumpkins, band sungmin yang sudah di tinggalkannya sekarang sudah rilis 3 album dan sangat meledak di pasaran bahkan akan segera go internasional ke Jepang, dengan vokalis baru bernama Lee Donghae sepupu Sungmin.

 

Sore itu sunny duduk bersila sambil memainkan gitarnya, gitar milik seseorang yang sangat ia cintai. Puluhan anak penderita kangker duduk mengelilinginya, Sunny seperti seorang malaikat di antara malaikat – malaikat kecil.

“dokter aegyo… ayo menyanyi~” pinta seorang anak.

“ne… aku akan menyanyi, asal kalian harus semangat menghadapi hidup ini. Ingat jagan menyerah oke~ kalian pasti bisa sembuh…” kata Sunny menyemangati anak – anak yang sedang sakit parah itu, anak – anak hanya mengangguk dan tersenyum.

Neomu neomu meotjyeo nooni nooni busyeo
Sumeul moht shigesseo tteollineun geol

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

Eotteoke hajyo (eotteokhajyo)
Tteullineun maeum dugeundugeun georyeo
bamen jamdo mot eerujyo

Naneun naneun babongabwayo
Geudae geudae bakke moleuneun babo
Geulaeyo geudael boneun nan

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)

Sunny menyanyikan lagu itu dengan tempo pelan dengan suara yang merdu. Seluruh anak – anak bertepuk tangan. Tiba – tiba dari belakang ada seseorang yang menutup matanya. Semua anak menyorakinya.

“sungmin oppa,” Sunny langsung memeluk namja yang ia rindukan selama bertahun – tahun itu.

“ne, sunny ssi… gomawo sudah mau bersabar menunggu selama 5 tahun dan menjaga gitarku…”

“jangan pernah tinggalkan aku selama ini lagi…”

“tidak akan pernah…”

Sekarang sungmin yang menyanyi sambil memainkan gitarnya, sudah 5 tahun ia tidak menyentuh gitar sama sekali. Kini tangan kanannya sudah pulih sepenuhnya dan ia mulai menyanyikan lagu ‘Falling Slowly’ dan saat itu Sunny tak kuasa menahan airmatanya.

Falling slowly, eyes that know me
And I can’t go back
Moods that take me and erase me
And I’m painted black
You have suffered enough
And warred with yourself
It’s time that you won

~~~

FIN

 

15 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s