[Chaptered] Mysterious Map Chapter 2

Tittle : Mysterious Map

Author : Haiyu Spazzer

Rating : PG

Genre : Romance, Mystery

Cast:

Kim Junsu (SUJU)

Lee Donghae (SUJU)

Kim Taeyeon (SNSD)

Jessica Jung (SNSD

Seo Joo Hyun (SNSD)

Other Cast :

Choi Sooyoung (SNSD)

Im Yoon Ah (SNSD)

Kangta

Boa

Hangeng (SUJU)

Kim Kibum (SUJU)

==================

*No Someone  POV.

Setelah semua kartu terbagi, Mr. Kangta dan Mrs. Boa membuat aba-aba untuk kita membuka kartu bersama.

“1…! 2…! 3…!”

Semua anak asuhan Mr. Kangta dan Mrs. Boa membuka kartu hitam dan putih bersamaan. Semuanya saling tidak memperlihatkan nomer di dalam kartu itu kepada yang lain.

“Silakan acungkan tangan kalau nomor yang dikartu hitam kalian disebut!” pinta Mr.Kangta.

“1…!”

Karena dalam satu kelompok jelajah itu ada 10 murid, jadi yang menempati nomor 1 adalah Leeteuk, Donghae, Yoona, Kyuhyun, Sooyoung, Hangeng, Jessica, Kibum, Seohyun, dan Taeyeon. Mereka mengacungkan tangan dengan memasang muka yang kusut karena tidak sesuai dengan keinginan kecuali Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun yang tetap tersenyum.

“Sekarang pembagian kelompok kartu warna putih. Silakan baris kebelakang yang bernomor 6!” suruh Mrs. Boa. Seluruh marid yang bernomor 6 berbaris seperti yang diperintahkan Mrs. Boa.

“Kemudian, nomor 5,” suruh Mr. Kangta yang diikuti murid yang bernomor 5. “Nomor 4!” lanjut Mr. Kangta. Seohyun, Hangeng, Leeteuk, Sooyoung dan Kyuhyun menjadi satu kelompok camp di nomor 4.

“Nomor 3!” suruh Mrs. Boa. “Nomor 2!” lanjut Mrs. Boa yang dapat tanggapan dari Donghae, Yoona, Jessica, Taeyeon dan Kibum. “Nomor 1!” lanjut Mr. Kangta.

“Mau tidak mau itu adalah kalian satu team, jadi bekerjalah seperti team terutama Seohyun,” kata Mr. Kangta dengan nada yang sinis.

“Mwo? Emangnya kenapa?” Tanya Seohyun kebingungan.

“All of your enemy in your team,” kata Mrs. Boa datar.

“Ne, semua enemy Seohyun satu team dengannya. Mati kau Seohyun!” gerutu Jessica dengan menggigit bibirnya tanda khawatir dengan Seohyun. “Ani, masih ada Hangeng yang bukan enemynya tapi ia kan menyimpan rasa sama Sooyoung,” kali ini kata-katanya terdengar oleh Sooyoung.

“Mworago? Aku dengar kamu mengucapkan namaku,” Tanya Sooyoung sinis pada Jessica.

“Ani! Bukan urusanmu,” bantah Jessica yang langsung berbalik badan meninggalkan teamnya menuju batu yang berada di bawah pohon yang cukup besar.

*Jessica POV.

“Ani! Bukan urusanmu,” bantahku yang langsung berbalik badan meninggalkan teamnya menuju batu yang berada di bawah pohon yang menurutku itu cukup besar.

“Huh,” aku menghela nafas sambil mendongak ke atas di atas batu yang aku duduki sekarang.

Ku lihat daun pohon ini sudah tua dan tinggal sedikit, hanya ranting pohon yang terlihat.

Hyuh… #suara angin yang geje. Hahaha.. Mian author gag bisa niruin#

Angin yang berhembus yang ku rasa cukup kencang berhasil membuat rambutku berantakan dan daun yang masih melekat dipohon berjatuhan dan kini pohon itu hanya tinggal rantingnya saja.

“Apakah sekarang musim gugur? Tapikan belum waktunya,” gumamku dalam hati sambil memperhatikan pohon ini.

“…..”

Ada yang aneh dengan pohon ini. Aku mendengar suara yang aneh dari pohon ini. Ada apa dengan pohon ini? Aku merasa pohon ini berbicara kepadaku.

“…..”

“Pabbo! Setan itu gak ada. Jangan mikir macam-macam Jess!”  aku memukul kepalaku pelan untuk menghilangkan pikiran buruk.

“…..”

Tapi pohon ini seakan ingin menyampaikan sesutu yang harus aku ketahui.

“…..”

Dari nadanya pohon ini seperti ketakutan dan ingin minta pertolonganku. Ku amati pohon ini tapi gak ada yang aneh dengan pohon ini. Hanya ada goresan melingkar yang didalamnya ada gambar bintang dan ujung bintang tersebut ada titiknya. Seperti gambaran anak-anak.

“Noona, sendirian saja?” tanya Donghae yang tiba-tiba menepuk punggungku. Sepontan aku menoleh dan terkejut Donghae berada di sampingku.

“Ash, ngapain tanya-tanya? Sudah tau sendiri,” dingin ku pada Donghae .

“Noona, aku kan cuma tanya saja. Tapi kamu ngeliatin apa sih di atas, gak ada pemandangan bagus. Cuma daun pohon yang lebat dan bewarna hijau mudah. Gak ada yang menarik, hanya seperti pohon-pohon biasa,” heran Donghae yang kuyakini ia melihat ku melamun sambil mendongak keatas melihat daun pohon.

“Wae?” tanyaku lihir tapi masih terdengar oleh Donghae.

“Wae? Kamu sakit noona? Lebih baik ijin pulang saja istirahat dirumah!” suruh Donghae yang semakin merasa diriku aneh.

Aku bingung, semua yang kulihat tidak ada semenjak Donghae bersamaku. Daun yang kulihat sudah tua menjadi masih segar dan muda. Pohon yang kulihat hanya beranting saja sekarang sudah berdaun lebat. Musim yang tadi gugur menjadi musim panas yang begitu cerah.

“Apa yang tadi aku lihat?” heranku dalam hati.

“Noona?” kata Donghae sambil mengayunkan tangannya di depan mukaku yang berhasil membuatku tersadar dari lamunanku. “Mr. Kangta! Sepertinya…,” lanjut Donghaae yang mulai khawatir dengan keadaanku.

“Ani, gwaencanha Donghae-si,” selahku lalu pergi dari hadapan Donghae dan menuju ke tendaku yang kulihat Taeyeon dan Seohyun ada disana.

Setelah aku melewati Donghae ,langkahku seketika berhenti ketika melihat sesuatu di kedua lengan  bawah Donghae. Aku kembali berbalik badan menghadap Donghae. Aku melihat lengan bawah Donghae dengan teliti. Aku tidak asing dengan suatu tanda di lengan Donghae. Aku seperti pernah melihat gambar itu. Tapi dimana?

“Waeyo noona? Ini tanda lahirku. Apa salah?” tanya Donghae yang mengerti aku memperhatikan lengan kanannya.

“Ah, ani. Tapi kamu yakin itu tanda lahirmu?” tanya ku pada Donghae.

“Ne, aku yakin. Tanda ini emang benar ada mulai aku lahir. Wae?” heran Donghae dengan pertanyaan ku itu.

“Ani, gwaencanha,” aku langung pergi meninggalkan Donghae.

*Jessica POV. End

*No Someone POV.

Pada malam harinya semua peserta disuruh berkumpul di tengah dan membentuk lingkaran yang mengelilingi api unggun yang membuat kehangatan di balik dinginnya malam.

Ketua pemandu mengintruksikan sesuatu sebelum acara dimulai,”Semua harus menuruti perintahku, kalau tidak sebaiknya pulang! Pertama, kumpul ke kelompok camp kalian”

Semua murid membentuk kelompok camp yang sudah di atur secara acak. “Acara saat ini kalian akan bermain,” jelas pemandu itu diikuti sorakan murid-murid yang ada disana.

“Setelah terbentuk, kalian harus memikirkan suatu hal yang membuat suasana ini menjadi dingin lalu ceritakan salah satu dari kelompok kalian kedepan sini!” intruksi ketua pemandu itu.

“Kelompok 1,” pemandu memilih kelompok satu untuk bercerita lebih dulu. Kelompok satu pun menceritakan suatu yang sangat membuat suasana dingin. Api unggun pun yang membuat tubuh kita menjadi hangat kalah dengan cerita kelompok 1.

“Kelompok 4,” pilih pemandu. Leeteuk salah satu anggota kelompok dua mewakili untuk bercerita kedepan.

“ Suatu saat aku pergi kerumah saudara laki-lakiku di suatu desa yang terpencil. Di sana aku melihat suatu ruangan yang saat aneh dan kusam seperti ruangan yang tua dan tidak terpakai lagi. Kata saudaraku aku tidak boleh membuka ruangan itu karena ruangan itu sangan rahasia. Tapi aku sangat penasaran dengan ruangan itu. Ku buka pintu ruangan itu pelan-pelan. ‘KREKK’ suara pintu yang sangat tua dan penuh dengan debu-debu. ‘BRAK’ ku dengar ada suara benda yang jatuh dibalik pintu. Aku mulai melangkahkan kakiku pelan-pelan. Ku lihat kesekeliling ruang itu, aku merasa aneh dengan ruang itu, aku tidak heran saudara laki-lakiku menyembunyikan ruang ini bagi setiap orang. Aku mendekati jendela ruang itu, aku mengambil satu barang yang terpampang jelas di jendela yaitu boneka berbie Pegasus dengan kuda terbangnya. Aku baru sadar bahwa saudara laki-laki ku adalah banci,” cerita Leeteuk panjang lebar dan di tanggapi dengan tawa para murid-murid KKFS.

“Leeteuk!!!!,” marah Mr. Kangta. “Itu tidak mengerikan!” lanjutnya.

“Kelompok 2,” pilih pemandu acara. Taeyeon yang mewakili kelompok 2 untuk bercerita.

“Ada seorang nenek tua yang tinggal di tengah hutan. Ia tidak memiliki biaya hidup di perkotaan. Suatu malam nenek itu pulang ke rumahnya melewati jalan yang berbeda dari biasanya. Ia berjalan terus dan mendengar suara gemericikan air yang berasal dari balik batu besar yang saat ini ia lihat. Nenek itu berjalan ke balik batu itu untuk melihat gemericik air. Disana ia melihat seorang yeoja separuh baya sedang mandi di bawah air itu. Nenek itu heran malam-malam yang gelap gulita ada yang mandi. Nenek itu mendekati yeoja itu untuk bertanya. Tetapi sebelum bertanya ‘JLEP’ sekilas pisau sudah menancap tubuh nenek itu,” cerita Taeyeon semua murid-murid pun mendengarnya dengan teliti dan tiba-tiba angin berhembus kencang.

BRUKKKK

Suara salah satu ranting pohon jatuh begitu saja ketika Taeyeon berhenti bercerita untuk mengambil nafas.

“AAAAAAAAAAA,” itulah yang terdengar saat ini semua murid-murid berjeritan termasuk Taeyeon, Seohyun, Yoona dan Sooyoung tetapi Jessica tetap memasang muka yang misterius melihat pohon yang rantingnya jatuh itu.

“Bukannya itu pohon yang tadi?” Tanya Jessica lirih yang masih terdengar oleh Donghae.

“Ne, itu pohon yang kamu lamunin,” setuju Donghae.

“Mwo? Aku tidak melamun,” bela Jessica.

“Jangan bohong! Aku tadi melihatmu dari kejauhan menatap pohon itu dengan misterius.”

“Huh,” hela nafas Jessica. “Aku mersa aneh dengan pohon itu,” lanjutnya.

“Ne, aku juga. Tadi, setelah kamu pergi dari tempat itu pohon itu menjatuhkan selembar kerta yang sudah kusam dan jelek dan gak ada isinya. Setelah ku tinggal pergi pohon itu menggoyangkan daunnya agar kertas itu terbang kearahku, seperti aku harus memiliki kertas itu,” cerita Donghae.

“Kalian masih disni? Yang lain sudah berada di tenda masing-masing. Jangan-jangan kalian mau….” Tanya Mrs. Boa yang tiba-tiba berada di belakang Jessica dan Donghae.

*Donghae POV

“Kalian masih disni? Yang lain sudah berada di tenda masing-masing. Jangan-jangan kalian mau….” Tanya Mrs. Boa yang tiba-tiba berada di belakang ku dan Jessica.

“Ah, ani Mrs. aku bukan namja yang seperti itu,” elak ku dengan muka yang kuyakini pasti merah yang langsung pergi dari Jessica dan Mrs. Boa.

“Huh, dasar anak remaja,” kata Mrs. Boa yang masih terdengar olehku dan tawa kecil Jessica yang langsung tertuju ke pikiranku yang memuat ku tersenyum malu.

Aku menuju tendaku bersama Leeteuk dan Kyuhyun. Aku membaringkan badanku dan menutup mataku berharap bisa tidur. Tapi, tetap aku tidak bisa tidur hanya membola-balikkan badan saja. Aku tidak bisa tidur memikirkan kertas yang turun dari pohon itu.

Aku langsung bangun dan mengambil kertas itu dari tasku yang kusimpan. Aku membolak-baikkan kertas itu dengan rasa penasaran. Kuamati dengan teliti kertas itu, mungkin ada suatu petunjuk tentang kertas itu tetepi tetap saja aku tidak menemukan yang misterius dari kertas itu.

Ku baringkan tubuhku kedua kalinya tapi tetap saja aku masih memikirkan kertas itu. Aku duduk kembali dan melihat dengan teliti untuk kedua kalinya. Kertas ini sungguh menggangku pikiranku.

“Hae, kamu belum tidur?” Tanya Leeteuk yang terbangun.

“Ani, aku tidak bisa tidur. Kamu sudah bangun? Sekarang terlalu pagi untuk bangun. Masih jam 2 pagi,” kataku sambil melihat jam.

“Ne, aku sedang kebelet. Aku ke toilet dulu,” jawab Leeteuk yang beranjak pergi dari tenda menuju toilet.

Aku berbaring lagi dan menutup mataku dan gak akan aku buka lagi mata ini walau apaun pikiranku terganggu.

*Donghae POV. End

*Leeteuk POV

“Hae, kamu belum tidur?” Tanya ku yang bangun dari mimpi dan mendapatkan Donghae yang masih duduk di depan tenda.

“Ani, aku tidak bisa tidur. Kamu sudah bangun? Sekarang terlalu pagi untuk bangun. Masih jam 2 pagi,” katanya sambil melihat jam

“Ne, aku sedang kebelet. Aku ke toilet dulu,” jawabku yang memang ingin buang air kecil dan langsung beranjak dari  tenda menuju toilet.

@Toilet

Aku membuka pintu toilet itu dan masuk ke toilet dan melakukan tujuanku untuk ke toilet. Diselah-selah itu, aku mendengar gemericikan air di belakang toilet. Lalu aku selesaikan tujuanku dan keluar dari toilet. Aku melihat kesekitar toilet, sepi gak ada satu orang pun yang tampak di mataku. Di toilet itupun sepi tidak ada orang selain aku.

Aku masih mendengar suara gemericikan air dari tempat yang berbeda. Suara itu yang tadinya di belakang toilet sekarang berada di balik batu yang kurasa cukup besar.

“Apakah cerita Taeyeon tadi nyata?” Tanya ku dalam hati.

Aku penasaran dengan hal ini. Ku datangi suara gemericikan air itu berasal. Aku berjalan ke arah balik batu besar itu. Seingatku di tempat ini tidak ada air, kecuali sungai yang tadi dilewati sebelum ketempat ini. Aku semakin penasaran dan jantungku berdebar-debar mulai merasa cerita Taeyeon nyata.

Setelah berada di balik batu, aku melihat yeoja separuh baya sedang mandi di bawah air yang berjatuhan. Pikiranku berantakan. Cerita Taeyeon benar-benar nyata. Aku melangkah kedepan mendekati yeoja itu. Lalu yeonja itu berbalik badan dan menodongkan pisau ke perutku. Tapi, pisau itu gagal menuju perutku. Karna aku memegang tangan yeoja itu.

Yeoja itu mendorong pisau itu dengan sekuat tenaga kearah perutku. Aku melihat wajahnya sekilas lalu yeoja itu menutupi wajahnya dengan rambutnya.

“Tauk? Itu kamu?,” Tanya orang lain yang suaranya kukenali dari pinggir batu.

Yeoja yang hampir membunuhku langsung menghilag begitu saja. Aku berbalik dan pergi kearah Taeyeon yang memanggilku tadi.

“Ne, ini aku,” jawabku setelah muncul dihadapannya. “Ngapain disini?” tanyaku.

“Wae? Tidak boleh aku disini, inikan tempat umum,” jawab Taeyeon.

“Ani, aku cuman tanya, yeoja cantik sepertimu malam-malam ada disini,” belaku.

“Aku habis dari toilet dan melihatmu sendirian disana,” jawab Taeyeon yang langsung berbalik badan tapi aku berhasil menghentikannya dengan memutar adannya menghadap ku.

“Kamu mengkhawatirkanku ya??” tanya ku dengan nada merayu.

“Aaaaniii,” jawab Taeyeon yang sedikit lambat dan pelan tapi aku melihat pipinya yang mulai memerah.

Aku menarik tangan Taeyeon menuju ke api unggun bekas acara tadi. Taeyeo pun tidak  menolak ajakanku.

@Camp Ground

Aku menyalakan api kecil di depan ku dan Taeyeon agar tubuh kita tetap hangat. Kini tinggal aku dan Taeyeon saja disini. Berdua di bawah langit yang gelap dan dinginnya malam yang tertutup oleh api unggun yang kecil membuat tubuh kita menjadi hangat.

“Teuk, ngapain kamu tadi disana?” tanya Taeyeon yang memecah keheningan diantara kita.

“Ke ceritamu,” jawabku singkat.

“Bohong! Aku serius Taeuk,” teriak Taeyeon kepadaku langsung memasang muka cemberut.

“Jangan seperti itu, kamu terlihat jelek!” godaku.

“Biarin saja. Biar orang yang menyukaiku tidak melihat wajah ku yang cantik ini!” pede Taeyeon.

“Kamu memang tidak cantik dari awal,” ejek ku.

“….” Diam Taeyeon yang kulihat lagi memanyunkan bibirnya.

“Aku jujur Taeng, aku melihat yeoja di bawah gemerician air yang sepeti kamu ceritakan. Aku saja hampir dibunuh olehnya,” ceritaku sambil mengelus rambut Taeyeon.

“Hei! Jangan pegang-pegang aku! Kenapa tidak mati aja?”

“Karena, kamu mengkhawatirkanku dan memanggilku  lalu yeoja itu menghilang,” jawabku yang langsung mendapatkan pukulan kecil dari Taeyeon.

“Itu kan hanya mimpiku, tidak mungkin menjadi kenyataan! Itu hanya sebuah mimpi saja.”

“Benarkah!tapi aku alami itu tadi,” belaku.

“Entahlah, yang pasti itu hanya sebuah mimpi,” elak Taeyeon.

“Ani!” bantahku.

“Ne.”

“Ani.”

“Ne.”

“Baiklah kamu menang!” ngalahku pada Taeyeon.

Setelah perdebatan itu selesai suasana menjadi sunyi. Taeyeon menyodorkan headsheet ke arahku.

“Untuk hiburan!” katanya langsung ku pakai headsheet itu.

Aku mendengar lagu yang mellow yang membuat orang tertidur. Aku melihat ke arah Taeyeon dan ternyata ia menyandarkan kepalanya ke lututnya.

“Pasti kau lelah,” kataku yang terucap dari mulutku.

Ku sandarkan kepala Taeyeon ke bahuku. Lenganku merangkulnya dan kututupi tubuhnya dengan jaketku agar terasa hangat. Aku mengelus rambutnya dari pangkalnya samapi ujung rambutnya.

*Leeteuk POV. End

=====

*No Someone POV.

“Hoamm,” Seohyun menguap setelah bangun tidur.

“Taeng?” Seohyun baru  sadar kalau tidak ada Taeyeon yang tidur bersmanya hanya tinggal Jessica saja.

“Jess, bangun! Taeyeon gak ada,” suruh Seohyun membangunkan Jessica.

“Mmmm, ada apa dengan Taeyeon?” kata Jessica yang belum tersadarkan dari tidurnya.

“Taeyeon hilang!!!,” kini kata-kata Seohyun membuat mata Jessica terbuka lebar.

“Mwo?” itu yang terucap dari mulut Jessica

@Camping Ground

“Taeyeon..! Taeyeon…!” Seohyun dan Jessica mencari taeyeon disekitar lapangan camping.

“Mencari Taeyeon noona?” tanya Kyuhyun dan Donghae.

“Menurutmu?” dingin Jessica.

“Ne, kalian cari Taeyeon,” jawab Donghae.

“Sepertinya Taeyeon lagi bersama Leeteuk, karna Leeteuk juga gak ada,” jelas Kyuhyun.

“Gak mungkin, Taeyeon itu benci sama Leeteuk,” elak Seohyun.

“Ani, kalau tidak percaya lihat mereka,” bela Kyuhyun yang langsung mengarahkan tubuh Seohyun ke Taeyeon yang sedang tidur di pundak Leeteuk.

“TAEYEON!!!!!!!!!!!!” teriak Jessica dengan Seohyun bersamaan.

“Mmmm,” gumam Taeyeon yang bangun dari tidurnya sambil mengedip-ngedipkan matanya untuk engumpulkan nyawanya.

Jessica dan Seohyun langsung berlari menuju Taeyeon dan Leeteuk. Mereka memasang wajah yang tidak enak dipandang. Donghae dan Kyuhyun yang mengetahui itu mengikuti Jessica dan Seohyun dari belakang.

“Taeyeon, kau penghianat!” kalimat Jessica yang terucap begitu saja setiba sampai di hadapan Leeteuk dan Taeyeon.

“Ne, kamu penghianat,” setuju Seohyun. “Taeng, sadar! Bukannya kamu pernah bilang kalau kamu gak akan pernah menyukai Leeteuk.”

“Ne, kamu sudah membohongi kita!” lanjut Jesssica.

“Jess, Seo, aku gak ada rasa sama Leeteuk. Kita hanya biasa-biasa saja,” jelas Taeyeon.

“Bohong!” teriak Seohyun yang membuat semua anak-anak melihat pertengkaran mereka.

Dilain tempat Yoona dan Sooyoung tersenyum kecil melihat Jessica, Seohyun dan Taeyeon bertengkar.

“Liat saja dirimu sendiri, kamu dekatkan sama Kyuhyun?” tanya Taeyeon kepada Seohyun.

“Mwo? Jessica yang dekat dengan Donghae,” bantah Seohyun yang langsung menunjuk Jessica.

“Wae? Aku tidak dekat dengan Donghae,” bela Jessica.

“Noona, jangan bertengkar lagi,” selah Leeteuk.

“Ne noona, berhenti bertengkarnya. Tidak enak diliat banyak orang,” lanjut Donghae.

“Ada apa ini? Kenapa rebut-ribut?” tanya ketua pemandu.

“Kalian itu masalah namja aja diributin, emangnya salah mencintai seorang namja?” tanya Mr. Kangta.

“Ani,” jawab Seohyun singkat.

“Kalau begitu kalian ngapain bertengkar, “ tanya Mrs. Boa.

“Aku juga gak tau Mrs. tiba-tiba mereka marah denganku. Itukan urusanku baik aku temannya, enemynya, atau cin…” kata-kata Taeyeon terputus begitu saja sebelum mengucapkan hal yang tidak ingin terjadi dengannya.

“Jadi, benarkan kalau kamu suka sama Leeteuk?” interograsi Seohyun yang mengerti arti kata Taeyeon yang terakhir.

“Eeeeee,” bingung Taeyeon. “Kamu sendiri? Kamu suka kan sama Kyuhyun?” tanya balik Taeyeon.

“Ani, aku gak suka sama Kyuhyun. Kyuhyunnya yang suka denganku,” jelas Seohyun.

“Ne, Aku suka denganmu Seo. Kamu juga suka denganku?” tanya Kyuhyun ke Seohyun yang mendapat sorakan dari anak-anak lain kecuali Sooyoung.

“Huh, kenapa Seohyun sih!,” cemberut Sooyoung melihat Kyuhyun dengan Seohyun.

“Kasihan, Kyuhyun lebih milih Seohyun,” ejek Yoona.

“….” Seohyun hanya menundukkan kepala dan senyum kecil.

“Mwo? Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Jessica yang mulai risih dengan banyak mata yang menatapnya.

CHU~~~

Dalam seketika Donghae mendaratkan bibirnya ke bibir Jessica dengan lembut. Walaupun hanya sekejap, banyak orang yang melihat ciuman Donghae dengan Jessica.

PLAKK

Jessica menampar pipi Donghae seketika itu juga.

“Ash,, sakit noona, kamu mau mengelaknya? Pipimu sudah memerah jadi tidak perlu jawaban yang terucap dari mulutmu dan wajah mu sudah melukiskan semua,” ucap Donghae setelah Jessica menamparnya.

Seketika itu juga Jessica menutupi pipinya dengan kedua tangannya. Ia merasa malu dengan kejadian itu, ia berniat pergi dari tempat itu tetapi Donghae berhasil menahannya.

“Aaa..!! Donghae oppa mencium Jessica,” rengek Yoona saat Donghae mencium Jessica.

“Masih untung aku ya, Kyuhyun tidak mencium Seohyun,” ejek Sooyoung yang langsung dapat tatapan pembunuh dari Yoona.

WWWIIIIUUUUUU…..

Suara sirine berbunyi menandakan seluruh peserta harus berkumpul. Setelah semua berkumpul ketua pemandu memberikan intruksi untuk acara hari kedua.

“Hari kedua ini, kita akan melakukan penjelajahan di sekeliling camp ini saja. Karena tempatnya yang cukup kecil dan mudah untuk menjelajah, kalian bentuk kelompok camp kalian. Setelah terbentuk, setiap kelompok akan diberi lembaran kertas. Lembaran tersebut merupakan sebuah teka-teki. Kalau kalian bisa menjawab teka-teki terebut, kalian dapat menemukan benda tersebut dengan mudah dan ingat benda itu harus bertuliskan FINISH. Setiap kelompok memiliki teka-teki yang berbeda,” jelas ketua pemandu.

*Kyuhyun POV.

Akhirnya aku bisa berjelajah dengan Seohyun. Akhir-akhir ini aku sering memperhatikannya. Dari luar ia terlihat seperti orang yang sangat lugu. Tapi, saat melawanku, ia sangat berani.

“Kyuh, jangan melamun aja! Ayo tebak teka-teki ini!” suruh Leeteuk yang membuatku sadar dari lmunanku.

“Ah, ne,” jawabku.

Kelompokku menebak teka-teki yang sudah disediakan. Petunjuk dari teka-teki adalah batu. Seohyun dan Sooyoung mencari batu untuk menemukan teka-teki.

“Wae? Aku harus bersama dengan Sooyoung,” aku mendengar Seohyun mencibir sendiri tidak suka bersama Sooyoung.

Aku, Hangeng dan Kyuhyun mencari bersama-sama. Kita mencari batu mulai dari yang kecil sampai yang besar tetapi tidak ada sedikit petunjukpun yang ada. Bukan hanya kita saja, kelompok lain juga tidak bisa menemukan benda yang dicari.

“Kyu, petunjuk dari teka-teki mu?” tanya Donghae yang berpapasan denganku.

“Batu, kamu sendiri?” tanyaku balik.

“Kertas,” jawab Donghae singkat.

“Hae, ayo cari bendanya!” suruh Jessica melihat Donghae sedang santai denganku.

“Ne,” jawab Donghae ke Jessica lalu pergi meninggalkanku.

“Kyu, aku hanya menemukan batu hitam yang sedikit misterus ini saja,” tanya Seohyun yang tiba-tiba muncul dari belakangku.

“Batu apa ini? Aku belum pernah melihatnya?”

“…” Seohyun hanya mengangkat bahunya tanda gak tau.

“Berikan padaku!” suruhku yang langsung mengambil batu itu dari tangan Seohyun. Ku amati lebih detail batu ini. Batu hitam yang berbentuk segi enam dan mengkilat ini sungguh membuatku penasaran.

“Mworago oppa?” tanya Seohyun yang langsung mendapatkan tatapan tajam dariku.

“Oppa? Kamu panggil aku oppa?” tanyaku yang heran, tidak biasa Seohyun memanggilku dengan sebutan oppa.

“Ani, maksudku Kyu,” elak Seohyun yang keceplosan memanggilku oppa.

“Gwaencanha noona, aku suka dipangil oppa oleh mu,” kataku sambil mengembangkan senyuman di wajahku. “Kamu menemukan batu ini dimana?” tanya ku.

“Aku menemukannya di pinggir pohon besar itu,” jawab Seohyun sambil menunjuk ke pohon yang tadi malam rantingnya tiba-tiba jatuh.

“Mworago?” tanya Seohyun.

“Ani, kita simpan saja batu ini dan jangan bilang ke orang lain kalau kita menemukan ini,” suruhku pada Seohyun dengan memasukkan batu ini ke jaket ku.

“Ne, Kyu,” jwab Seohyun.

“Panggil oppa!”

“Ngapain? Aku tidak mau Kyu.”

“Oppa!”

“Kyuh!”

“Oppa!”

“Ne, Oppa,” Seohyun pun kalah dan memanggilku oppa dengan nada rendah.

“Kyu, aku menemukan benda yang dicari, yaitu batu yang bertuliskan FINISH,” kata Hangeng dan menyodorkan batu yang ditemuinya.

“Aku tidak menemukannya,” kata Sooyoung yang langsung sampai ke tempatku

“Aku juga tidak menemukanya,” lanjut Leeteuk yang baru saja datang.

“Tentu saja tidak menemukannya kalau batu yang dicari itu ini,” jawab Seohyun dingin.

“Berikan kepadaku, aku akan mengumpulkannya agar kita tidak jadi yang terakhir,” Leeteuk meminta batu itu dibeikan kepadanya.

*Kyuhyun POV. End

@Night

Semua murid berada di luar tenda. Saat ini memang acara bebas. Ada yang bermain music, ada juga yang bernyanyi, menari dan menggosip di sekitar api unggun yang membuat kehangatan di antara mereka.

Dilain tempat Kyuhyun dan Seohyun yang sedang duduk di bawah pohon besar tepat Seohyun menemukannya batu hitam. Kyuhyun masih penasaran dengan batu tersebut. Berkali-kali Kyuhyun meneliti batu hitam itu tetapi masih tidak ditemukannya.

“Batu apa itu?” tanya Donghae yag tiba-tiba datang besama Leeteuk.

*Donghae POV.

“Batu apa itu?” tanya ku setiba di tempat Kyuhyun dn Seohyun.

“Ani, bukan apa apa,” jawab Kuhyun dan langsung menyembunyukan batu itu ke sakunya tapi berhasil kutahan lalu ku amabil batu itu dari tangannya.

“Sepertinya aku tau batu ini,” binggungku.

Aku ingat dengan warna dan bentuk batu ini. Aku sangat mengenal batu ini. Tapi aku lupa dengan batu ini. Aku lihat seluruh batu ini dengan teliti. Ku buka pikirnku tentang batu ini. Dan aku ingat tentang batu ini.

“Teuk, bawa ini sebentar!” ku suruh Leeteuk untuk membawa batu itu.

Aku pergi ke tendaku untuk membawa buku yang sengaja ku bawa. Buku tebal yang bewarna coklat keemasan yang berisikan sejarah benda-benda yang mitos yang aku percayai kalau benda-benda itu memang ada.

Ku bawa buku itu ke tempat tadi. Aku membuka buku itu perhalaman. Aku samakan benda-benda yang ada di gambar buku itu dengan batu yang dibawa Leeteuk. Aku menemukan gambar yang sama dengan batu itu. Tulisannya berbeda dengan halaman sebelumnya. Tulisan ini menggunakan tulisan zaman dulu jadi hanya orang ahli sejarah yang tau. Tapi, ku pernah belajar tulisan ini karna kakekku adalah orang sejarawan pemburu hal-hal yang seperti ini.

“Buku apa itu?” tanya Seohyun yang mulai merasa aneh dengan buku ini.

“Nanti kamu tau sendiri,” jawabku datar.

“Oppa, buku apa sih itu?” tanya Seohyun pelan ke Kyuhyun tapi masih aku dengar.

“Buku tentang sejarah mitos hanya Donghae dan keluarganya saja yang tau,” jawab Kyuhyun dengan bisik-bisik.

“Kenapa hanya mereka yang tau?” tanya Seohyun lagi.

“EhHem,” aku berdehem pada Seohyun dan Kyuhyun yang mulai membicarakanku dari belakangku.

Karena hanya aku yang bisa membaca buku ini, aku yang membaca buku ini dengan suara rendah agar  tidak terdengar orang lain. Aku memulai membaca dari awal,”Batu yang bewarna hitam dan berbentuk segi enam itu hanya terdapat di Iceland pada zaman 10 sebelum masehi. Iceland adalah sebuah nama daerah dimana sekelilingnya hanya terdapat es dan dihuni oleh rakyat yang ramah. Disana King dan Queen Iceland memiliki dua orang Princess, yang bernama Redhania dan Withania. Mereka tidak kembar tetapi selisihnya hanya satu tahun. Awalnya merska hidup rukun dan saling menyayangi tetapi kerukunan mereka berubah saat Redhania anak pertama yang merubah sifatnya menjadi jahat. Suatu ketika, Redhania menulis suatu mantra-matra jahat yang ia miliki. Ia memiliki mantra tersebut saat bertemu dengan penyihir jahat yang sedang sekarat, karna Redhania orang yang suka menolong ia membantu penyihir itu kemudian penyihir itu memberikan seluruh ilmunya kepada Redhania. Suatu ketika, King and Quenen Iceland meninggal karena sihir yang diberikan oleh Redhania karena ingin sekali menjadi penguasa satu-satunya di Iceland. Withania mengetahiu bahwa semua ini di rencanakan oleh Redhania sehingga ia marah dan menimbulkan perang yang cukup besar. Withania berusaha untuk merebut buku sihir yang dibuat Redhania dan ia berhasil merebutnya. Tetapi, Withania tidak berhasil menghancurkannya sehingga ia menyembunyikan buku itu ketempat yang paling aman dan sangat rahasia. Suatu ketika ia ingin ada orang yang bisa menghancurkannya sehingga ia menciptakan suatu peta rahasia. Yaitu peta yang….”

BRUKK!!!!!

Pohon besar ini menjatuhkan rantingnya yang kedua kalinya. Kita yang berada di bawahnya tertimpa ranting itu dan buku yang sedang aku baca jatuh. Kita menyingkirkan ranting itu dari tubuh kita dan dibantu dengan Mr. Kangta, Kibum dan Hangeng.

“Are you right?” tanya Mr. Kangta yang khawatir.

“Ne,” jawab kami serempak.

“Sepertinya pohon ini harus ditebang,” usul Mrs. Boa.

“Ani!” jawab Jessica yang tiba-tiba datang kearah ku.

“Mrs. Jangan tebang pohon ini, pohon juga perlu hidup kalau tidak mau tertimpah musibah jangan duduk di bawah sini!” usul Jessica yang dapat anggukan dari semua orang.

“Ne, ini kan hutan jadi biarkan semua yang hidup disini, melakukan apa yang ia mau,” setuju pemandu ketua.

Semua kembali ke tempat masing-masing dan melanjutkan aktifitasnya masing-masing. Aku mengambil buku yang jatuh tadi dan menyembunyukannya di balik punggungku.

“Buku apa itu?” tanya Jessica penasaran.

“Bukan apa-apa,” jawabku singkat.

“Tapi kenapa disembunyiin?” tanya Jessica lagi.

“Ani, bukan apa apa Chagi,” sekaran jawabku dengan nada yang manja.

“Ash,,,” desis Jessica marah.

“Seohyun aja boleh lihat kok kita gak boleh?” lanjut taeyeon.

“Ah,, ne. tapi kalian harus janji tidak boleh dikasih tau sama orang lain,” ngalahku.

“Ne,” jawab Jessica dan Taeyeon serempak.

Aku membuka lagi buku ini dan mencari halaman tentang batu tadi. Aku mencarinya dari depan sampai kebelakang halaman tapi halaman yang tadi tidak ditemukan. Hanya terdapat halaman kosong saja yang ku temukan.

“Kenapa menghilang?” tanya ku.

“Mwo? Kok bisa?” tanya Kyuhyun kaget.

“Batunya juga hilang!” seru Leeteuk.

“Hilang? Kita harus cari batu itu sampai ketemu!” suruhku.

“Batu apa?” tanya Taeyeon.

“Batu hitam berbentuk segi enam!” jawabku singkat.

Jessica, Seohyun, Taeyeon, Kyuhyun, Leeteuk dan aku mencari batu itu disekitar pohon tapi tidak ketemu. Aku hampir putus asa. Aku membuka buku dan mecari halaman tadi dan ketemu!

“Halamannya ketemu!” seruku.

Lalu mereka semua mengerubungiku dan memberhentikan pencarian buku. Tetapi Jessica tidak berada disini. Ia berada disamping batu dengan mengambil sesuatu.

“Batu inikah yang kau cari?”

TBC~

Samapai sini aja ya..

Mian kalau ngepostnya telat cz author banyak tugas, jadi sempetnya sekarang?? Gimana ceritanya? Bagus/jelek koment dibawah ya..! Gomawo🙂

18 responses

  1. Waaaaah qreeeen..

    Itu tnda di hae hyung yg diliat sica sbenerny ap y?sbenerny ad ap ma hae hyung?jgn” dy tu pny misteri?

    Wah teukie hyung bs aj nyri momenny tu ma taeng ckckckckck..

    Wah pnasaran ni ma critany, bruan dipost y chingu next partny.. #ngelus2pistol

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s