Other Side Part 6

Title : Other Side
Author : Qey.Yeonsone a.k.a kikiy
Main cast : SNSD’s member
Other cast : Temukan sendiri!
Rating : PG 15
Length : Chaptered
Genre : Mystery, Thriller
Disclaimer : all is mine except the cast

Kalo ga bs komen disini silahkan add fb saia lalu komen. —> adzkiars@yahoo.co.id.

Oia, satu lagi. Mulai prev part, dst saia akan tambahi prolog. Itu buat pembuka cerita sekaligus isi hati
sang pembunuh sebenarnya *duile~ bahasanya tuh -,-*

chek this out…happy reading guys…;)

~Lama kelamaan aku merasakan permainan ini semakin meliar dan aku pun tidak menyadarinya~

~~

~Still Taeyeon PoV~

“Dan… sejak kapan kau punya hobi menampar orang Taeyeon?”

Belum lagi aku menampik perkataan Jessica, dia sudah kembali menyerangku dengan cercaan pedas.

Mataku panas. Hatiku remuk. Tubuhku bergetar. Siapa orang didepanku? Apa dia Sica yang sudah
bertahun-tahun kukenal itu? Ani! Itu bukan Sica! Ataukah ini adalah sisi sebenarnya dari Jessica?

“Apa menurutmu itu perbuatan baik Kim Taeyeon? Cih, bahkan anak TK pun tahu kalau ME-NAM-PAR
adalah perbuatan yang tidak baik. Alo?” cibir Jessica lagi.

Seusai Jessica mengatakan itu ia berlalu dari hadapanku.

Aku hanya terpaku. Menatap kepergian Sica dengan mata berkaca-kaca. Tubuhku jatuh terduduk di
tanah. Aku meremas dadaku, memejamkan mataku. Dan sukses membuat air mataku meluncur.

Hatiku sakit sekali. Ini gara-gara aku. Kenapa aku harus menampar Sica tadi? Ini kesalahanku.

Aku merasakan tangisanku meledak seketika. Bahuku terguncang dengan keras. Aku menangis keras.
Tanpa memperdulikan orang lain yang mungkin sudah mengenaliku.

‘Seorang Kim Taeyeon, leader SNSD menangis meraung-raung di pinggir jalan.’ Aku bahkan tidak heran
jika besok headline di koran tertulis begitu.

“Onnie. Gwenchanayo? Jebal Uljima. Mianhae. Gara-gara aku kalian bertengkar. Mianhae onnie.”
lirih Hayeon disampingku. Ucapannya masih meninggalkan sedikit isakan kecil. Tapi membuatku
menghentikan tangisan gilaku.

Aku tersenyum pahit. Lalu merangkulnya.

“Gwenchana.” balasku parau.

Hayeon mengusap pipiku dengan tangan kecilnya.

“Mianhae onnie…”

~~

~mr. Taxi taxi taxi, soutou jeukshi jeukshi jeukshi~

Aku mengeliat. Sedikit menguap. Tapi mataku belum bisa terbuka sepenuhnya karena mataku bengkak –
___-. Aku memicingkan mata mencari-cari ponselku di meja. Ah ini dia…

Aku membuka flap ponselku dan melihat siapa yang menelponku. Tertera disana ‘Lee Soo Man Ahjussi’.
Ada apa ini? Untuk apa kakek tua itu menelponku? Jangan-jangan dia mau memarahiku karena Sica
menghilang kemarin setelah kejadian itu? Aish.

“Yeoboseyo?” sapaku parau. Jelas, ini karena aku baru bangun tidur.

“Yeoboseyo Taeyeon-a? Kau masih di rumahmu?”

“Hmm…ye.”

“Bisakah kau ke SM nanti? Ada yang perlu kubicarakan pada kalian semua.”

“Ada apa?”

“Sudahlah nanti kubicarakan dikantor. Tapi ngomong-ngomong, tadi aku menelpon Yuri. Dia bilang

Jessica datang ke rumahnya. Jadi dia sudah tidak di rumahmu?”

Jadi Jessica lari ke rumah Yuri? Ada-ada saja? Dia pikir berapa umurnya? Seperti anak kecil saja kalau
sedang merajuk.

“Taeyeon-a?”

“Oh, ne. Dia pergi kemarin. Ya sudah, aku mau sarapan Ahjussi. Annyeong.”

PLOP! Kututup flap ponsel dengan kasar.

~Mr. Taxi taxi taxi, soutou jeukshi jeukshi jeukshi~

Baru saja kututup ponsel sudah ada yang menelpon lagi. ‘Nae-Chagiya’

“Yeosobeyo Leeteuk Oppa? Waeyo?”

“Anio. Hanya memastikan kau sudah bangun atau belum. Ternyata sudah. Hehe.”

“Ish, Oppa tidak sayang pulsa kah?”

“Anio. Aku lebih menyayangimu chagy?”

Aku mendengus kesal.

“Err… Kenapa suaramu serak chagy? Gwenchana?”

“Ye. Hanya karena menangis terus mengingat… Seohyun.” bohongku.

Dia terdengar menghela nafas.

“Chagy. Aku tidak mau kau larut dalam kesedihan seperti ini. Ok? Mana Taeyeonku yang selalu
ceria? Mana Taeyeonku yang selalu tertawa? Mana Taeyeonku yang suka bertingkah dorky, huh?
Mana Taeyeonku yang dulu? Kau leader Yeon-a, jika seorang leader bersedih terus seperti ini. Lantas
bagaimana nasib dongsaengmu? Siapa yang akan memimpin mereka? Apa yang bisa mereka perbuat
tanpa kau? Aku hanya ingin kau menjadi dirimu sendiri. Dirimu yang berani menghadapi apapun. Aku
tahu kau sedih Yeon-a. Tapi apakah baik jika kau terus bersedih? Seohyun juga pasti sedih bila kau
terus-terusan seperti ini. Ada kalanya akupun merasa terpuruk seperti kau sekarang. Merasa seakan
tidak mampu menahan beban yang kau pikul sebagai leader. Tapi ingatlah. Kau tidak sendiri Chagy. Ada
banyak orang disekitarmu, yang ada di belakangmu dan siap mendukungmu. Ada banyak orang yang
menyayangimu Chagy. Ada orang tuamu, ada keluargamu yang lain, ada member SNSD, dan ada aku…”

Aku tidak sanggup menjawab karena tangisku sudah pecah sebelum aku sempat menjawab semuanya…

~Taeyeon PoV end~

~~

~Normal PoV~

Taeyeon memarkirkan mobilnya di parkiran SM Building. Tak lama kemudian ia keluar dan masuk ke SM
Building.

Saat ia tiba di ruangan Lee Soo Man, ia mendapati semua member SNSD sudah duduk rapi
menunggunya.

“Taeyeon-a, kau sedikit terlambat.” sambut Lee Soo Man.

“Mianhae.” Taeyeon membungkuk 90 derajat.

“Baiklah. Karena semua sudah ada disini. Maka aku akan mulai membicarakan apa yang akan
kubicarakan.”

Sembilan yeoja yang ada di situ memandang Lee Soo Man dengan tatapan bertanya.

“Aku tahu. Kalian pasti sedih dengan kepergian uri maknae. Hajiman, aku tidak mau kalian terus larut
dalam kesedihan seperti ini.” ucap Lee Soo Man.

Ucapan Lee Soo Man membuat badan Taeyeon menegang. Tiffany yang menyadari perubahan raut
muka Taeyeon langsung menanyakan keadaanya.

“Waeyo Taeng? Gwenchana??” tanya Tiffany khawatir.

“Ania… Hanya saja seseorang juga pernah berkata seperti itu padaku.”

“Jinjja? Nugu? Err… Leeteuk Oppa?”

Taeyeon mengangguk lemas. Lalu kembali memfokuskan diri pada instruksi Lee Soo Man.

“Di twitter yang menjadi trending topic saat ini adalah #WeWantsSNSDBack dan #GoodByeSeohyun.
Dan karena Sone mengharapkan kalian kembali, aku memutuskan untuk menjadikan SNSD menjadi
delapan orang saja. Dengan maknae Yoona. Bagaimana menurut kalian?” ucapan Lee Soo Man
terdengar sangat antusias.

Mereka saling berpandangan. Bingung hendak menjawab apa. Lama-kelamaan, mereka semua

memandang Taeyeon. Yeah, itu karena Taeyeon adalah leader.

Merasa di tatap oleh semua member Taeyeon menghela nafasnya. Ia menatap Hyoyeon, Sooyoung,
Jessica dan Sunny yang duduk bersebelahan. Mereka berempat memandang Taeyeon sinis. Jessica
mengukir senyum mngerikan *?* di bibirnya. Senyum itu ia tujukan untuk Taeyeon.

Untuk kedua kalinya Taeyeon menghela nafas. Ia menatap Tiffany di sebelahnya. Tiffany tersenyum lalu
mengangguk.

“Baiklah… Aku terima. Kita akan tampil berdelapan.” ujar Taeyeon mantap.

~Normal Pov end~

~~

~Yuri PoV~

Kubuka kamar yang dulu ditempati Seohyun dan Hyoyeon. Entah mengapa kaki dan hatiku tergerak
menuju kesana.

Aku mengedarkan pandanganku ke penjuru kamar yang rapi itu. Kudekati ranjang Seohyun yang
bergambar Keroro itu. Seketika air mataku mulai menggenang di pelupuk mata. Aku mendongkak
dan mengibas-kibaskan tanganku, mencegah air mata itu keluar dari mataku. Setelah yakin bahwa air
mataku sudah kembali ke dalam mataku *?*, aku kembali menelusuri meja disamping ranjang Seohyun.

Banyak boneka, acsessoris, dan koleksi kaset Keroro kesayangan Seohyun. Keroro, Dororo, Giroro,
Tamama, Kururu, *author hafal looh~ ^^v* semua ia punya. Mataku tertumbuk pada sebuah miniatur
keroro yang pernah kubelikan untuk Seohyun.

~”Kyaa~ onnie. Gomawo… Ini limited edition kan? Aigo~ onnie. Saranghaee~”~

Kembali terngiang kata-kata Seohyun padaku saat aku membelikannya miniatur Keroro Limited Edition.
Aku tersenyum simpul mengingatnya.

Seohyun, andai kau tahu. Kami semua sangat merindukanmu. Jeongmal bogoshipo~

Tes…tes… Air mataku mulai turun. Aish, kenapa aku menangis? Buru-buru kuusap air mataku.

“Ah, onnie. Disini kau rupanya.” seseorang memanggilku. Aku yakin dia Yoona.

Aku hanya tersenyum melihatnya mendekat.

“Aku juga merindukannya.” bisik Yoona. “Kita semua…” lanjutnya lagi.

Aku mengangguk seadanya.

“Aish, onnie. Kkaja kita berangkat. Aku sampai lupa, aku kemari memanggilmu. Kita akan berangkat
perform sekarang. Hehe.” ucap Yoona cepat. Aku tahu, dia hanya menutupi rasa sedihnya.

Aku hanya mengangguk lalu menggandeng Yoona untuk keluar dari kamar yang menyedihkan ini.

~~

Plok… Plok… Plok… Semuanya bertepuk tangan setelah kami selesai perform. Memang konser kali ini
berhasil dengan sangat baik dan sangat mengharukan. Kami menangis di penghujung acara. Begitupun
semua sone yang menghadiri konser ini.

“Chukkae! Chukkae! Kalian berhasil! Konser kali ini sangat mengharukan. Bahkan aku pun menangis.”
ucap Lee Soo Man ahjussi sambil pura-pura mengusap air mata. Membuat orang-orang yang ada di situ
tertawa.

Kuharap konser kali ini bisa membuat SNSD dan Sone pulih dari kesedihan.

“Bagaimana kalau kita makan-makan?” usul seorang staff.

“Ide bagus.” pekik Tiffany.

~~

“Huaah~ enaknyaa~~” seruku saat keluar dari kedai makan.

“Ne… Mashitta.” sahut Yoona di sebelahku.

“Yoona-ya, Yuri-a bagaimana kalau kita mengambil selca disini?” usul Taeyeon.

“Ne, aku ikut aku ikut.” pekik Tiffany dan Yoona.

“Aku malas.” balasku.

“Baiklah.” jawab Yoona sambil berlalu.

Banyak sekali orang disini. Semua staff dan kru ikut makan bersama kami. Sampai tadi kedai makan
penuh sekali. Bahkan Lee Soo Man, member Super Junior, SHINee dan f(x) juga ikut tadi. Kami masih

berdiri di pinggir jalan di depan kedai. Karena beberapa staff dan member lain ada yang masih di dalam
kedai. Hari sudah larut, hingga tidak ada sone yang datang mengerubungi kami. Aku bahkan tidak
mengenakan alat penyamaran satupun.

Aku maju ke pinggir jalan. Menatap mobil yang lalu lalang. Aku tidak pernah merasa sebebas ini. Pergi
keluar tanpa masker, kacamata, atau topi. Kadang itu sangat menyebalkan bagiku.

Aku merasakan seseorang mendorong punggungku dengan keras ke jalan. Disaat itu juga mataku silau
akan seberkas cahaya yang melesat dari sampingku.

“YURIII-AAAAA~~~” aku mendengar suara Taeyeon.

Tapi aku tidak bisa mengandalikan pikiranku karena cahaya menyilaukan itu. Terlambat bagiku
menyadari bahwa cahaya itu adalah lampu truk.

TIIIIIIIIIIIIIINNNNNNN……………..

~~

END of part 6

~~

huaaaah~~ akhirnya, ada yang mati lagi. Hehehe #plak!!

Bagaimana? Ini part saia ngebut cuman 1 malem doang. Makanya hancurr begini.

Komen yaa~

21 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s