First Snow 3rd Part [New Person]

Author: Nana Cho

Tittle: First Snow 3rd Part [New Person]

Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Yoon YeoRum
  • Kwon Gyeoul
  • Ok Taecyeon
  • Yoon Siyoon
  • Kim Yoojin

Genre: Romance

Rate: T

[…]

That person, will he take you away from me?

That person, will he make you more forgotting about me?

That person, is he right for you?

That person, can he treat you right?

That new person, I hope you’ll never regreting on him.

[…]


“YeoRum?! Gwaenchanayo?!”

“Aaaarrrggghhh…” Kepalaku rasanya seperti akan meledak! Kurasakan tubuhku semakin lemas. Kemudian semua gelap…

…………………………………

 

SEOUL . STREET HOSPITAL  5th FLOOR . FIRST WINTER 2010


YOON YEORUM

 

Aku berjalan di sebuah tempat. Tapi, aku tidak tahu dimana ini? Semuanya berwarna putih tertutup salju. Tapi, matahari bersinar cerah. Tempat yang aneh.

Aku terus berjalan tak tentu arah tanpa menggunakan alas kaki apapun.

“YeoRum…” Suara seorang namja memanggil namaku membuatku langsung menengok ke arah sumber suara. Tapi, aku tidak menemukan siapapun disana.

“YeoRum…” Suara itu lagi! Suara yang sama! Aku mengenal suara itu dengan baik. Tapi, suara milik siapa itu?

Kutengok ke arah lain. Tapi, tidak ada apapun. Semua yang kulihat hanya salju, salju, dan salju. Sebenarnya apa-apaan ini?!

“YeoRum…” Lagi, suara itu terdengar lagi! Membuat kepalaku nyaris meledak memikirkannya.

“KYAAAAAA!!! Hosh… Hosh… Hosh…” Aku terduduk di atas tempat tidur dengan keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhku.

“YeoRum, gwaenchanayo?” Kurasakan tangan umma membelai punggungku lembut, menenangkanku. Sedang, aku masih mengatur nafasku yang tidak teratur.

“Ne… Hosh… Hosh…”

“Ini, kau minum dulu.” Umma menyodorkan segelas air putih di depanku, langsung kuminum air itu sampai habis. Membuatku sedikit lebih tenang.

“Aku dimana?” Baru kusadari, aku tidak ada di kamarku. Tapi, aku terbaring di sebuah ruangan berwarna putih-putih dengan bau obat-obatan yang menyengat.

“…Bukankah aku tadi ada di toko?” Lanjutku sebelum umma sempat menjawab pertanyaanku yang sebelumnya.

“Tadi kau pingsan, kemudian umma dan appa membawamu kesini, ke rumah sakit.” Umma mengusap rambutku mencoba menenangkanku. Tapi, itu sama sekali tidak membuatku lebih tenang. Bayangan tentang mimpi tadi terus melayang-layang di otakku.

“DongGoo oppa, kemana DongGoo oppa umma?” Aku membutuhkannya disini, sekarang.

“Dia masih di toko. Kau tidur saja dulu…”

“Ne…” Kuletakkan gelasku di meja, kemudian membaringkan tubuhku.

“Umma… Apakah aku akan lama disini?” Tanyaku ketika umma baru saja duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur.

“Aniya,  mungkin hanya sekitar satu minggu. Saat pingsan kemarin, kepalamu terbentur lantai. Harus ada yang diperiksa lagi.” Jelas umma sambil tersenyum.

“Sekarang, kau tidur ya…”

“Ne…” Kucoba untuk memejamkan mataku. Berharap mimpiku tadi tidak akan terulang lagi.

 

GWANGJIN . SHARP STAR CITY . C TOWER . 11th FLOOR . FIRST SNOW 2010

 

CHO KYUHYUN

 

Kumasuki kamar dorm dan langsung membanting tubuhku di tempat tidur tanpa memperhatikan hyungdeul yang sedang menonton tv  melihatku memasuki dorm dengan uring-uringan.

“Wae? Kalah game lagi?” Kudengar suara Sungmin hyung memasuki kamar kami, kemudian duduk di kursi memperhatikanku dengan tatapan heran.

“Bukan kalah main game. Tapi, lebih parah dari itu.” Terlintas di kepalaku wajah marah Yoon-ssi yang mengusirku tadi. Assshhh… Kapan mereka akan memaafkanku?!

“Oh! Nan ara!” Sungmin hyung menepuk tangannya dengan mata yang berbinar seolah dia baru saja menemukan sesuatu.

“Mwoya?” Tanyaku sambil mengambil posisi duduk di atas tempat tidur.

“Hari ini chott noon, kau pasti ingat yeoja itu…” Tebak Sungmin hyung dengan mata yang masih berbinar-binar.

“Aku bertemu dengannya hyung…” Kubaringkan lagi tubuhku di tempat tidur, menatap langit-langit kamar.

“Jinchayo?! Dia mengingatmu?!”

Aku hanya menggeleng lemas menjawab pertanyaanya.

“Lalu?”

“Kami berkenalan lagi, sama seperti chott noon empat tahun lalu. Tapi, kali ini di tambah bonus sakit hati dan diusir appanya. Mungkin aku memang tidak boleh bersamanya. Hhh…”

“Tapi, kau tidak akan meninggalkannya selama kau masih bisa mengingatnya ‘kan?” Sungmin hyung mengingatkanku pada janji itu. Aku hanya terdiam mendengarnya.

“Lebih baik kau istirahat saja. Besok banyak jadwal yang harus dilakukan.” Sungmin hyung berdiri dari kursinya, kemudian berjalan keluar kamar.

“Ne.”

Mungkin aku memang harus tidur. Semoga saja semua bisa kulupakan setelah bangun tidur nanti.

Kupejamkan mataku, mencoba untuk tidur dan melupakan peristiwa tadi. Berharap semua itu akan terkubur bersama mimpiku. Nan jalle…

“Annyeong oppadeul…” Kudengar suara seorang yeoja memasuki dorm kami ketika baru saja kupejamkan mataku. Kukenali suara itu dengan sangat baik. Itu suara Gyeoul, naui hoobae sejak SMA. Yeoja yang perhatian, dia sering sekali datang ke dorm hanya untuk bermain ataupun mengantar makanan. Hyungdeul bilang, dia menyukaiku. Tapi, aku hanya menganggapnya tidak lebih dari seorang adik.

“Annyeong Gyeoul…” Itu suara Ryeowook hyung yang selalu membalas Gyeoul dengan hangat. Mungkin mereka mempunyai janji untuk memasak bersama malam  ini. Lebih baik kulanjutkan tidurku saja.

Mereka di luar terdengar seperti membicarakan sesuatu. Tapi, aku tidak perduli, aku ingin tidur.

KWON GYEOUL

Sial! Kyuhyun oppa berhasil menemukan YeoRum. Asshhh… Menyebalkan! Bukankah seharusnya yeoja itu ada di rumahnya melakukan penyembuhan untuk otaknya yang rusak itu? Hhhh…. Mengapa dia harus ke cafe, bertemu dengan Kyuhyun oppa pula! Asshhh… Bahkan dia menyentuh pipi Kyuhyun oppa dan menghapus air matanya?! Seharusnya aku yang melakukanyaaa! Aaaaarrrgghhh… Aku membencimu YeoRum! Sama seperti aku membenci salju!

“Fuuhh….” Tarik nafas, hembuskan.

“Fuuuhhh….” Kuatur emosiku sebelum memasuki dorm Super Junior. Aku harus terlihat tenang dan sewajar mungkin agar Kyuhyun oppa dan oppadeul yang lain tidak curiga denganku. Aku harus terlihat sebagai Gyeoul yang anggun dan tenang.

Kutegakkan badanku dan mulai memutar kenop pintu dorm Super Junior, kemudian membukanya.

“Annyeong oppadeul…” Kusapa beberapa orang namja yang masih menonton sesuatu di tv. Ada Sungmin oppa, Yesung oppa, Eunhyuk oppa, Ryeowook oppa, tapi mana Kyuhyun oppa? Dia belum pulang? Bukankah tadi mobilnya sudah ada di tempat parkir?

“Annyeong Gyeoul…” Sambut Ryeowook oppa seraya berdiri dari depan tv, dan mendekatiku dengan senyum yang mengembang lebar di bibirnya.

Kubalas senyumnya sekilas, kemudian mulai mengalihkan perhatianku untuk mencari Kyuhyun oppa.

“Kyuhyun oppa belum pulang?” Tanyaku pada oppadeul yang serius menonton tv.

“Dia ada di dalam kamarnya. Sepertinya dia lelah.” Sahut Ryeowook oppa yang masih berdiri di sampingku.

“Oh! Sungmin oppa, bolehkah aku masuk kamar kalian?”

“Masuklah.” Jawab Sungmin oppa sambil menengokkan kepalanya dan memamerkan sederet gigi rapinya.

“Ne.”

“Kyuhyun oppa, kau sudah tidur?” Kumasuki kamar namja yang sudah lama kusukai itu. Kulihat, dia berbaring di tempat tidurnya, tertutup selimut tebal yang menutup bagian tubuhnya sampai leher.

“Mworago?” Kyuhyun oppa menyibakkan sedikit selimutnya melihatku datang.

“Gwaenchana, aku hanya ingin melihat keadaanmu. Akhir-akhir ini kau terlalu sibuk.” Ujarku sambil duduk di tepi tempat tidurnya.

“Oh! Aku lelah, kau boleh pergi.” Kyuhyun oppa menarik selimutnya sampai menutup kepala, kemudian berbalik memunggungiku.

Hhh… Kapan kau akan berbalik dan memandangku seperti selayaknya seorang yeoja,  seperti kau memandang yeoja itu oppa?

“Ne. Tidurlah yang nyenyak oppa. Aku pulang dulu ya.”

“Ne.”

Kusentuh pundak Kyuhyun oppa, kemudian perlahan keluar kamarnya. Seandainya mereka tidak bertemu. Pasti sekarang Kyuhyun oppa sedang tersenyum untukku. Bukan mengacuhkanku seperti ini.

Kenapa YeoRum hanya lupa ingatan? Kenapa dia tidak mati saja sekalian?! Aaaaarrrghhh… (>o<)

 

SEOUL . SBS TV STATION . EARLY WINTER 2010

 

CHO KYUHYUN


Pagi ini, semua bangun pagi-pagi sekali. Karena, kami harus mengisi sebuah acara musim dingin di stasiun tv SBS.

Kulirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku, 07.30. Acaranya dimulai jam 08.30. Jadi, masih ada sedikit waktu untuk bersantai sampai acaranya dimulai.

Kuputuskan untuk mengambil psp dan mulai bermain game.

“Annyeong. Aku datang membawa makanan, apa kalian sudah makan?” Kudengar suara HaeMin noona memasuki ruang tunggu kami dengan sebuah bungkusan besar di tangannya.

HaeMin noona, istri Donghae hyung. Dia yeoja yang perhatian. Sering sekali membawakan kami makanan. Tapi, aku tidak sedang dalam nafsu makan yang baik hari ini.

“Kyu, Matikan pspmu itu, ayo kita makan dulu!” Ujar Leeteuk hyung dengan mulut penuh makanan.

“Aku belum lapar hyung…” Jawabku datar tanpa mengalihkan pandanganku dari psp.

“Kau kan belum makan apapun dari semalam. Ayo makan!” Sekarang, giliran Ryeowook hyung yang mencerewetiku.

“Aniya.”

“Ayo makan dulu! Apa kau mau kusuapi?” Tiba-tiba, HaeMin noona sudah duduk di sampingku dengan makanan di tangannya.

“Ahem. Makan sendiri! Tak rela aku kalau naui anae sampai menyuapimu.” Donghae hyung cemburu. Khekhekhe…

“Ne. Biar aku makan sendiri noona.” Kuletakkan pspku, kemudian mengambil makanan yang ada di tangan HaeMin noona.

Makanan yang dibawa noona enak juga.

“Gantungan pspmu bagus Kyu…” HaeMin noona melihat pspku, memperhatikan sebuah liontin yang menggantung di ujungnya. Liontin itu, krystal salju. Liontin yang sama dengan yang dipakai YeoRum. Entah dia masih memakainya atau tidak.

“Ehm, gomawo.”

“Boleh kuminta?” Tanya HaeMin noona yang langsung membuatku tersedak.

“Uhukk… Uhuk… Uhuk…”

“Ini, minum dulu…” Yesung hyung mengulurkan segelas air putih untukku, yang langsung kuminum habis.

“Masakan naui anae terlalu enak ya? Kau sampai tersedak begitu. Hahaha…” Canda Donghae hyung.

“Hehehehe… Mianhae Kyu, aku salah bicara ya?”

“Memang kau bicara apa HaeMin?” Tanya Heechul hyung penasaran.

“Aku bilang, bolehkah aku meminta liontin ini?” HaeMin noona menunjukkan liontin krystal salju milikku itu.

“Pantas. Itu barang keramat. Kau tidak boleh memintanya HaeMin.” Jelas Eunhyuk hyung.

“Wae?” Pertanyaan HaeMin noona membuatku harus mengingat alasanku mempertahankan kalung itu, mengingat YeoRum juga.

“Annyeong. Mianhae aku terlambat.” Siwon hyung memasuki ruang tunggu, membuyarkan lamunanku.

“Sudahlah, cepat bersiap-siap. Setengah jam lagi kita perform.” Komando Leeteuk hyung.

“Ne hyung.” Siwon hyung duduk di depan meja rias, kemudian seorang make up artis mulai beraksi mendandaninya.

“Kenapa kau terlambat? Tidak biasanya.” Tanya Shindong hyung sambil menghabiskan makanannya.

“Aku mengantar naui saranghaneun yeoja ke rumah sakit dulu. Makadariitu, aku jadi terlambat.”

“Hyoji? Waeyo? Kemarin kulihat dia baik-baik saja.” Tanya Leeteuk hyung.

Kemarin lusa, aku juga bertemu dengan Siwon hyung yeoja, Song Hyoji. Dia terlihat baik-baik saja.

“Sepertinya dia hanya kecapekan. Akhir-akhir ini tugas kuliahnya banyak sekali. Kasihan dia…”

“Bagaimana kalau pulang dari sini nanti, kita jenguk Hyoji?” Saran Sungmin hyung yang disambut anggukan yang lain.

“Ini daftar lagu hari ini ya?” Yesung hyung mengambil selembar kertas di atas meja, dan membaca-bacanya.

“Coba aku juga ingin lihat hyung…” Ryeowook hyung mencoba melihat kertas itu. Kemudian, mereka membacanya bersamaan.

“Opening:  A-cha, interview, games, performing: Mr. Simple, interview, closing: First Snow…” First Snow? Masuk daftar?

“Sudah lama kita tidak perform untuk first snow. Bogoshipo…” Benar apa yang dikatakan Ryeowook hyung. First Snow membuatku merindukan sesuatu.

 

SEOUL . STREET HOSPITAL . EARLY WINTER 2010

 

YOON YEORUM

 

Aku masih berbaring di tempat tidurku, ketika DongGoo oppa memasuki kamarku.

“Oppa, kemana saja kau? Aku sudah menunggumu dari tadi.” Rengekku padanya.

“Mianhae, hari ini toko ramai sekali… Umma kemana?” DongGoo oppa tersenyum dan membelai rambutku lembut.

“Molla, kata umma tadi beliau keluar sebentar. Aku jadi lonely.”

“Hahaha… Sekarang kan sudah ada aku. Lebih baik, ayo kita menonton tv.”

“Ne… Semalam kulihat ada iklan, hari ini ada acara spesial winter.”

DongGoo oppa mengambil remote di meja, kemudian duduk di samping tempat tidurku, mengganti-ganti channel tv.

“Dimana acaranya?” Tanya oppa tanpa mengalihkan pandangan dari tv.

“SBS kalau tidak salah…” Oppa mengganti ke channel SBS.

“Acaranya sudah selesai saeng, tinggal closing performance.” Ujar oppa ketika melihat sang pembawa acara menutup acara itu.

“Yaaakh… Paling tidak aku bisa menonton sebuah boy band. Sudah lama aku tidak menonton acara beginian…”

Di tv, terlihat sepuluh namjadeul berdiri bersiap untuk melakukan perform. Walaupun aku ragu juga, mereka satu boy band atau kumpulan dari semua bintang tamu.

Dari salah satu namja yang berdiri itu, terlihat seorang namja yang sangat kukenal. Dia…

“Kyuhyun-ssi?” Bisikku ragu.

“Ne… Bintang tamunya Super Junior ternyata.” Jawab DongGoo oppa dengan pandangan tetap ke arah tv.

“Super Junior?”

“Ne, mereka itu Super Junior. ‘Boy band yang bisa membuat semua yeoja menjerit histeris karena tersengat pesonanya’. Begitu dulu katamu.”

“Mwo? Aku mengenal mereka?”

“Jelas kau kenal, bahkan kau hafal semua lagunya. Kyuhyun kan… Sudahlah lupakan lupakan!”

“Kyuhyun-ssi? Mwo?”

“Lupakanlah! Lihat, mereka menyanyikan lagu faforitmu…”

“Ee nyuhn eul kkoh bahk gee dah reen guhl yo

Gyuh ool ee nuh moo geu ree wuh jyuh suh

Hah roo gah duh ook gee ruh

Chuht noon ee oh gee mahn gee dah ryuh…”

Kyuhyun-ssi memulai lagu berjudul first snow itu. Mendengar lagu ini, entah kenapa hatiku jadi merasa tenang sekali. Aku benar-benar merasa senang mendengar suara Kyuhyun-ssi. Tanpa alasan yang jelas, kurasa aku mulai menyukai boy band ini, terutama Kyuhyun-ssi.

“Oppa, lagunya bagus sekali, aku suka. Pantas saja kemarin semua yeoja di cafe heboh ketika aku bersama Kyuhyun-ssi. Ternyata…”

“Hahaha… Mereka pasti iri padamu.”

“Tapi, kenapa appa mengusirnya?”

DongGoo oppa terlihat kaget dan bingung menjawab pertanyaanku.

“YeoRum… Apa kau sudah bangun?” Kudengar suara umma memasuki kamarku sebelum DongGoo oppa sempat menjawab pertanyaanku.

“Sudah umma.” Baru saja kuatur dudukku di tempat tidur ketika kulihat ada seorang namja yang berjalan di belakang umma.

“Baguslah, umma ingin mengenalkan seseorang padamu.” Umma menunjukkan namja di belakang beliau itu.

Namja itu, tinggi, tegap, badannya juga terlihat sangat atletis, kyeopta pula. Namja itu tersenyum padaku, kemudian membungkuk mengenalkan dirinya.

“Annyeong, Taecyon imnida… Saraneun bageupsimnida…”

“Annyeong, YeoRum imnida, saraneun bageupsimnida.” Kutundukkan kepalaku membalasnya. Kesan pertamaku untuk Taecyon-ssi, kyeopta dan sopan. Hhehe…

Sampai beberapa menit kemudian, kami sudah membicarakan beberapa hal. Mencoba saling mengenal satu sama lain.

“YeoRum-ssi, tidakkah ingin pergi keluar?” Tanya Taecyon-ssi di sela-sela obrolan kami.

“Ne, apakah mau mengantarku keluar?”

“Geurhae…” Taecyon-ssi menunjukkan senyumnya, kemudian mengambil kursi roda dan membantuku duduk disana.

“Umma, oppa, aku keluar ya…” Pamitku pada umma dan oppa yang masih membicarakan sesuatu sambil duduk di sofa.

“Ne… Hati-hati…” Sahut umma.

Taecyon-ssi mendorongku perlahan menuju taman rumah sakit.

“YeoRum, kau cocok sekali dengan namamu. Cerah seperti musim panas.” Ujar Taecyon-ssi membuka pembicaraan sambil terus mendorong kursi rodaku.

“Aaa? Aniya, aku tidak secerah itu. Ng…” Sejenak aku bingung juga harus memanggil namja di belakangku ini dengan sebutan apa?

“Oppa, kau boleh memanggilku oppa…”

“Ne… O… Oppa…”

“Hhehe… Ne saeng…” Taecyon-ssi mengacak rambutku lembut.

“Kyaaa!!! Rambutku bisa berantakan oppa!!!” Kucoba memukulnya yang berdiri di belakangku.

“Mian mian…” Tapi, Taecyon-ssi malah menghindar dan menggenggam tanganku erat. Kemudian, dia berlutut di depanku dan menatapku.

“Wae?!” Kupasang wajah semarah mungkin.

“Jangan marah ya…” Tiba-tiba Taecyon-ssi mencium pipiku. Membuat wajahku langsung memerah karenanya.

“Aigoo!!! Oppa genit!!!” Kupukuli dia sebisa mungkin dari atas kursi rodaku. Tapi, dia menghindar sambil tertawa-tawa. Menyebalkan!

CHO KYUHYUN

Sesuai rencana, seusai konser kami menuju rumah sakit tempat HyoJi dirawat. Song HyoJi, dia adik tingkatku  di kampus, seorang ELF yang sekarang menjadi Siwon hyung yeoja.

Kukira, yeoja seperti dia tidak bisa sakit. Tapi, ternyata ada juga penyakit yang berani memasuki tubuhnya.

“Kita sampai, ayo turun…” Leeteuk hyung membuka pintu van kemudian turun lebih dulu.

Kumasukkan pspku kedalam tas yang menyampir di pundakku, kemudian berjalan bersama hyungdeul menuju kamar HyoJi.

“Sepertinya, aku mengenal yeoja itu.” Eunhyuk hyung berhenti di sebuah koridor sambil memperhatikan sesuatu.

“Nugu?” Tanya Donghae hyung sambil berdiri di samping Eunhyuk hyung ikut memperhatikan sesuatu itu.

Aku juga jadi penasaran, kuedarkan pandanganku, dan menemukan sesuatu yang dimaksud Eunhyuk hyung. Dia…..

“Dia kan… Ng… Itu… Assshhh… Siapa nama  chott noon yeoja  itu? Yeo… Yeo siapa?!” Donghae hyung mencoba mengingat-ingat nama YeoRum sambil menepuk-nepuk kepalanya.

“YeoRum.” Jawab Sungmin hyung.

Benar kata Sungmin hyung, dia YeoRum, sedang tertawa bersama seorang namja. Dia benar-benar terlihat seperti musim panas, cerah dan ceria….

Tiba-tiba, namja itu mengecup pipi YeoRum, membuat wajah YeoRum langsung memerah karenanya. YeoRum juga terlihat tidak menolaknya. Apakah dia namja YeoRum? YeoRum terlihat bahagia bersama namja itu. Tapi, kebahagiaannya membuatku sakit.

E S

X T

T O

R R

A Y

 

SEOUL-CHOCOFFE BAKERY AND CAFE, FIRST WINTER 2006

“Saeng, tolong antarkan ini ke meja nomor 7.” DongGoo oppa memberikan padaku sebuah penampan dengan dua gelas chokollit panas di atasnya.

“Ne oppa…” Kuantarkan pesanan itu ke meja nomor 7 yang ada di pojok ruangan.

“Chocoffe hot chocolate datang…” Kuletakkan dua chokollit panas itu di meja sambil tersenyum.

“Ne, gomawoyo…”

Setelah mengantar pesanan, aku kembali ke pantry sambil sesekali memperhatikan ke arah luar jendela. Tiba-tiba, kulihat ada sesuatu berwarna putih yang turun dari langit. Itu…

“Chott noon!!!” Langsung kuletakkan penampan yang tadi kupakai di meja pantry, kemudian berlari-lari kecil keluar toko.

Sampai diluar, kuangkat tanganku yang tidak memakai sarung tangan itu ke udara, menangkap setiap butir salju yang jatuh. Rasanya memang neomu neomu neomu chupta… Tapi, bukankah aku musim panas? Jadi aku tidak akan kedinginan…

Aku masih terus berputar-putar di bawah guyuran salju, ketika tiba-tiba…

BRUUKKK…

Aigoo! Aku menabrak seseorang, membuatku mundur beberapa langkah kemudian memperhatikan namja yang berdiri di depanku itu.

Seorang namja tinggi, memakai jaket tebal dan topi yang cukup menutupi sebagian wajahnya. Kuperhatikan wajahnya. Dia,,,, kyeopta, neomu neomu neomu kyeopta!

Aku mematung melihat sosok itu berdiri di depanku. Mimpikah aku bertemu namja ini?! Dia… Dia…

“Cho Kyuhyun!!! Kyaaaa!!!” Teriakku girang kemudian memeluknya sambil meloncat-loncat senang. Dia, namja yang di depanku ini adalah Cho Kyuhyun, member dan magnae baru boyband Super Junior 05 yang sekarang sudah berubah nama menjadi Super Junior.

“Aigoo… Ssst… Bisakah kau lebih tenang?” Ujarnya menenangkanku. Dia pasti sedang dalam penyamaran.

“Oh! Ne… Mian aku terlalu senang.” Kulepas pelukanku kemudian menunduk di depannya. Malu aku malu…

“Ne… Gwaenchana.” Kyuhyun-ssi menunjukkan evil smile yang bisa membuatku membeku.

Sejak kemunculannya bulan mei lalu, aku langsung tertarik pada magnae baru Super Junior ini. Terutama, karena senyumannya. Aigoooooo!!!

“Kyuhyun-ssi, mari masuk ke toko kami…” Tawarku semanis mungkin.

“Ini, toko keluargamu?” Ujar Kyuhyun-ssi sambil memperhatikan pintu toko kecil kami.

“Ne. Chokollit panas kami paling enak. Apakah Kyuhyun-ssi mau mencobanya?” Kutunjukkan senyum termanis yang bisa kutunjukkan.

“Boleh juga. Aku ingin mencobanya.”

“Mari masuk.” Kupandu Kyuhyun-ssi menempati kursinya, di meja nomor 3.

Setelah memastikannya duduk, aku masuk ke dalam pantry untuk mengambilkannya segelas chokollit panas. Kemudian, kembali lagi memberikan chokollit panas itu untuknya.

Kyuhyun-ssi sedang serius membaca sebuah buku ketika aku datang membawakan pesanannya.

“Permisi, Chocoffe Hot Chocolate datang…” Kuletakkan gelas itu di meja.

Kyuhyun-ssi mengangkat kepalanya menatapku, kemudian tersenyum.

“Gomawoyo, Ng… Nuguya?” Kyuhyun-ssi terlihat bingung menatapku.

“Oh! Nan Yoon YeoRum imnida… Saraneun bageupsimnida…” Kubungkukkan badanku sambil tersenyum padanya.

“Ne, saraneun bageupsimnida YeoRum-ssi…” Jawab Kyuhyun-ssi sambil menunjukkan evil smile itu lagi.

Aigoo!!! My Idol melting me down!

3 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s