You’re The One (Part XI) – [Ending Story]

Tittle                     :  You’re The One (Part XI)

[Ending Story]

Author                 : Icha / Lee Hyeo Rin

Genre                   : Romantic,Sad (agak nggak jelas juga kadang – kadang)

Rating                   : G

Cast                       : Kim Yoo Jin [Uee] Kim Ryeowook  ♥ Tiffany Hwang  ♥ Leeteuk super junior

 

Super Junior Members, After School members, Snsd members.

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com dan di beberapa blog lainnya. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

Previous Part ~ part 1 – part 2 – part 3 – part 4 – part 5 – part 6 – part 7 –part 8 – part 9 – part 10

~             ~             ~

Tiffany POV

Setengah sadar ku rasakan belaian lembut di pipiku. Aku tau bukan eonni atau saengku yang melakukannya, ketika aku membuka mata aku kaget bukan main. Wookie oppa di hadapanku, aku rasa aku masih bermimpi, aku menyipitkan mataku untuk memastikan apakah ini mimpi atau kenyataan, tangannya yang hangat masih membelai pipiku.

“untuk apa oppa ke sini?” astaga, aku nggak minum berapa hari sih? Suaraku parau dan kering banget, aku memalingkan wajahku darinya dan menepis tangannya dari pipiku. Rasa sakit dalam hatiku tiba – tiba menyeruak.

“kenapa kamu nggak mau makan Fany-ah?”

“bukan urusan oppa” jawabku jutek.

“mau aku buatin sesuatu chagiya? Kamu mau makan apa? Pasti aku masakin untukmu.”

Aku diam – diam tersenyum kecil, beruntungnya aku namja polos ini masih perhatian padaku. Tapi..aku harus melepaskannya demi seseorang. Baru saja aku merasakan kebahagiaan saat ia mengatakan bahwa aku adalah hartanya yang paling berharga. Dan, apa katanya? Chagiya? Ia masih memanggilku chagiya? Sungguh hatiku sangat hangat saat mendengarnya.

Tapi, apa aku masih pantas untuk senang mendengar panggilan itu? Dia bukan milikku lagi. Sadarlah Fany, sadar… namja yang di hadapanmu sekarang ini adalah calon suami orang lain. Apa ini hokum karma bagiku? Dulu, ketika ia mencintaiku, aku malah menolaknya, menyia – nyiakannya. Sekarang, saat aku mencintainya, ia akan menjadi milik orang lain.

“jangan panggil aku seperti itu lagi. Aku bukan lagi yeojachingumu oppa. Tidak perlu lagi peduli padaku oppa, aku bukan siapa – siapamu.” Menyakitkan, kalimat yang  baru saja keluar dari mulutku memang sungguh menyakitkan. Bahkan hatiku pun ikut sakit mendengar ucapanku sendiri.

“Fany-ah..”

“pulanglah oppa, kamu harus mempersiapkan banyak hal kan? Jangan buang tenagamu untuk hal yang tidak berguna.”

Oh Tuhan, bukannya dia pergi tapi malah menggenggam tanganku. Aku udah berusaha bersikap dingin, kenapa harus seperti ini? Aku pun memberontak, namun semakin aku memberontak, semakin kencang pula genggaman tangannya.

“jangan seperti ini Fany-ah, izinkan aku merawatmu hari ini.” Ia memohon dengan nada melas dan,,uwh..puppy eyes itu, aku tidka tahan menolaknya. Ingin rasanya aku memeluknya, mengusap rambutnya, dan mencium keningnya.

Hari ini? Kenapa harus hari ini saja? Tidak bisakah untuk selamanya?

Aku pun luluh. “aku mau makan nasi goreng kimchi.”

Ia tersenyum, “arraseo, akan segera hadir sepiring nasi goreng kimchi untuk tuan putri yang cantik.” Godanya lalu mengecup dahiku. “aku akan masak di dapur dorm, karna di sana bahannya sangat lengkap.”

“ppaliwa, kalau oppa lama, aku nggak mau makan.” Aku pura – pura ngambek, menggembungkan pipiku dan mengerucutkan bibirku.

“saranghae nae Fany-ya. Tunggu di sini arrachi?” katanya sambil mencubit gemas pipiku lalu berjalan menu pintu dan keluar.

Sekitar setengah jam aku menunggu, perutku pun mulai berbunyi. Sebenarnya aku lapar juga. Hehehe.. mana ya Wookie oppa? Aku udah nggak sabar mau makan nasi goreng kimchi buatannya.

Pintu kamar terbuka, tubuh mungil Wookie oppa masuk dengan membawa sebuah tempat bekal di tangannya “tuan putri, ini pesanannya.” Lagi – lagi ia menggodaku, kali ini ia bersikap seperti seorang pelayan istana, hal itu membuatku tertawa geli.

“ya!! Baiklah, suapin aku. Kalau nggak, aku nggak mau makan.” Ancamku.

“untuk tuan putri apa sih yang nggak?”

“aigoo..oppa! kamu tuh ketularan gombal dari Hae oppa ya?” ia mulai menyuapiku, enaknya masakannya.

“anniya…aku belajar sendiri kok. Hahahaha..”

== You’re The One ==

4 Hari sebelum pernikahan.

Leeteuk POV

“hyung.” Panggil Heechul padaku saat aku keluar dari kamar mandi.

“wae?” aku mengeringkan rambutku dengan handuk. Gemuruh petir terdengar dari luar dorm. “huh, mau hujan rupanya?”

“udah dari tadi ujan hyung, nggak denger ya?”

“haha..jinjja?” oke, aku nggak focus. “waeyo Heechul-ah?”

“daritadi hp mu bunyi hyung, Kahi ssi telfon kamu terus.”

“Kahi?” mendadak perasaanku nggak enak. Aku mengambil hpku dan segera menelfon balik leader After School itu.

“annyeong Kahi ssi, waeyo?”

“……”

“jinjja? Aish! Arraseo, aku akan mencarinya sekarang.” Aku menutup pembicaraan.

“hyung kenapa? Kau terlihat cemas.”

“Uee menghilang, aku akan mencarinya.”

“jangan lupa bawa payung hyung. Di mobilmu nggak ada payung kan?”

Aku buru – buru memakai baju dan jaket, mengambil payung dan melesat keluar menuju parkiran. Aku mengendarai mobilku menerobos derasnya hujan yang turun. Aku bingung harus kemana karna aku baru ingat kalau aku sama sekali tidak mengetahui dimana keberadaan yeoja itu.

“YA!!” aku menggebrak kesal stir mobilku.

Lagu shining star mengalun dari hp ku. Aku melirik hp yang terletak di kursi penumpang di sebelahku dan mendapati nomer yang tidak ku kenal. Tapi hatiku tergerak untuk mengangkatnya.

“yoboseyo?”

“oppa..” suara seorang yeoja yang sangat ku kenal terdengar lirih menyatu dengan suara turunnya air hujan yang deras ini.

“ya! Uee-ah eoddiseyo? Kenapa kamu pergi dari dorm? Dimana kamu sekarang?” aku memburunya dengan serentet pertanyaan.

“aku..aku nggak tau dimana oppa, yang aku tau aku di box telfon..”

“mwoya?? Aish! Coba lihat di sekitarmu mungkin ada penunjuk jalan, katakan kamu di mana.”

“mo-mollayo oppa..hiks..”

“kamu tunggu di situ chagi, jangan kemana – mana. Aku pasti bisa menemukanmu.” Aku makin panic dan cemas mendengar suaranya yang mulai mengigil.

Box telfon..box telfon,, gumamku. Dimana lagi ada box telfon? Di daerah ini sungguh banyak box telfon. Aku mulai menggila, menerobos lampu merah dan mengendarai mobil di atas kecepatan rata – rata, setiap daerah bahkan yang terpencil sekalipun yang sekiranya ada box telfon ku datangi. Udah beberapa tempat ku datangi namun hasilnya nihil.

Dan sampailah aku di sebuah kawasan pertokoan, setauku ada banyak box telfon di kawasan ini. Dan itu dia! Astaga, kenapa dia tidak berlindung di dalam box telfon itu supaya tidak tambah kehujanan? Dia malah duduk sambil memeluk lututnya di depan box telfon, lihatlah sekarang, dia basah kuyup dan menggigil. Aku meraih payung dari jok belakang dan keluar dari mobil, sepertinya ia belum menyadari kalau aku datang hingga akhirnya aku memayunginya.

“oppa..” panggilnya, ia menatapku dengan mata yang berkaca – kaca, reflex ia memelukku.

Aku merengkuh tubuhnya, membiarkan bajunya yang basah ikut membasahi bajuku. “kenapa kamu di sini chagiya?” tanyaku parau, aku menenggelamkan wajahku di lehernya yang dingin.

“mianhae oppa..”  ia terisak. Aku sangat mengerti perasaannya.

“gwenchana chagiya..” aku memakaikan jaketku padanya, mengusap air matanya dan mengecup kedua matanya lembut. aku membantunya berjalan dan masih tetap ku rengkuh hingga masuk ke dalam mobil. Aku menyalakan alat pemanas mobil dan mengatur suhunya tapi aku belum menjalankan mobilku, aku masih tetap ingin seperti ini. Kami berdua terdiam.

“aku nggak bisa oppa…aku nggak bisa…” katanya sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis sesegukan.

Tuhan..apa yang harus ku lakukan? Aku menjadi lemah sekarang, tidak bisa melakukan sesuatu di saat – saat seperti ini. Kenapa aku hanya bisa melihatnya menangis tanpa dapat membuatnya tersenyum kembali seperti dulu?

Aku mendekap erat tubuhnya, rintik – rintik air menetes dari rambutnya mengalir di leherku. Aku memeluknya makin erat ketika ia mulai mengigil lagi.

“kamu bisa menentukan yang terbaik chagiya..ikuti semua alurnya, aku yakin kamu bisa..”

Uee masih terus terisak, sementara aku hanya diam sambil mengusap – usap rambutnya. Lama kami hanya terdiam seperti ini sambil berpelukan isakan tangisnya pun ku dengar semakin melemah, badannya juga tak lagi emngigil. Semua itu tergantikan oleh suara dengkuran yang halus, ia terkulai lemah. Ku harap dia nggak demam. Ak melepaskan pelukanku dan menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang, ku tempelkan telapak tanganku di dahinya, suhunya masih normal. Syukurlah.

Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan sedang, menuju AS dorm sesekali ku lirik dia yang tengah tertidur pulas, seringkali ia menggumam dalam tidurnya. Dan gumamannya itu membuat hatiku perih. Ia mengingatku, bahkan dalam tidurnya pun ia memanggil namaku.

Author POV

“hyung” suara berat Choi Siwon memanggil Eunhyuk, Eunhyuk menghentikan langkahnya menunggu Siwon menghampirinya. Setengah berlari Siwon menghampiri Eunhyuk lalu merangkul bahu hyungnya.

“udah ada persiapan buat pesta pernikahannya Wookie? “ tanya Siwon sambil meregangkan ototnya yang sedikit kram.

“udah, tadi aku dan Donghae abis dari butik beli setelan jas baru. Kamu sendiri gimana Siwon-ah?”

“hmm..well,mungkin aku akan pergi dengan Mochi hari ini.”

Mereka terdiam.

“Hyukkie hyung, Siwon hyung!!!” panggil seseorang dari belakang. Kedua member Super Junior itu menoleh dan mendapati 5 member SHINee beberapa meter di belakang mereka.

“yo hyung!” sapa Minho.

“annyeong dongsaengdeul.”

“gimana persiapan pernikahan Wookie hyung?” tanya Key pada Eunhyuk, lalu mereka bertujuh berjalan bersama.

“udah hampir mendekati sempurna, kemarin aku dan Donghae berkunjung ke gereja tempat mereka akan menikah sepulang dari butik. Wah..sungguh gereja yang indah.” Eunhyuk menjelaskan.

“jinjjayo hyung? Pasti banyak makanan yang mengandung unsur ayam ya.” Kata Onew dengan mata yang berbinar – binary.

“ya!! Kau ini!!” Eunhyuk menjitak kepala si chicken leader itu.

“kalian sendiri gimana? Udah pada beli jas baru? Jangan pakai lama setelan jas lama kalian, malu nanti pada di liatin sama Pledis artist.” Siwon bertuah. “lagipula Tuhan akan lebih senang kalau-….”

“amin hyung, amiiinn..simpan ceramahmu untuk pernikahan Wookie hyung nanti.” Jonghyun plus Key menyela ceramah Siwon yang di prediksikan baru akan selesai 2 jam kemudian. Siwon langsung membungkam mulutnya.

“tenang aja hyung, manager kami lagi belanja baju baru kok buat kami.” Kata Minho menanggapi omongan Siwon.

“emang kalian lagi sibuk apa? Kenapa nggak beli sendiri?”

“ya kami harus latihan hyung, karna pihak SM meminta kami menyumbangkan beberapa lagu.” Jawab Taemin.

“oh begitu? Daebak! Tampilkan yang terbaik untuk pernikahan Wookie ya.” Eunhyuk mengacak – acak rambut Taemin gemas, tak luput pipi Taemin pun jadi sasaran cubitan Eunhyuk.

“tapi aku nggak pernah nyangka loh kalau Wookie hyung sama Uee noona, perasaan aku pernah liat Uee noona jalan sama Teukie hyung.” Kata Minho yang membuat Eunhyuk dan Siwon saling bertatapan.

“ah, mungkin Cuma kebetulan aja. Teuki hyung kan emang suka jalan bareng sama orang.” Eunhyuk mengibas – ngibaskan tangannya.

“iya juga sih hyung, okelah kami duluan ya hyung. Annyeong.” Onew membuka pintu studio latihan yang berada di sisi kiri mereka.

“annyeong dongsaengdeul.” Balas Siwon dan Eunhyuk bersamaan.

“benarkah gereja itu seindah yang kau bayangkan hyung?” tanya Siwon.

“ne, jeongmalyo. Walaupun sederhana tapi design dan interiornya benar – benar indah. Aku rasa kau bisa menghabiskan waktu berhari – hari di sana.”

“wah, aku udah nggak sabar nih hyung, semoga pernikahan mereka-..”

“amiiin Wonnie-ah, amiin.”

~          ~          ~

Fany POV

Badanku masih lemas, tambah lemas malah. Mengingat udah tinggal beberapa hari lagi menjelang pernikahan Wookie oppa. Aku mendesah kesal lalu memeluk boneka beruangku.

Sampai kemarin, ia masih mengunjungiku, memperhatikanku, bahkan ia selalu mengucapkan bahwa ia mencintaiku. Permainan apa ini?

Aku melirik jam di meja kecilku, biasanya jam segini Wookie oppa datang dan membawakan hasil kreasi masakan barunya. Hari ini dia masak apa lagi ya? Aku selalu menyukai hasil masakannya yang luar biasa itu. Beruntungnya Uee eonni akan memiliki nampyeon seperti dia.

‘tok..tok..tok..’

“masuk.”

“annyeong Fany-ah.” Sapanya sambil tersenyum, dan lihatlah dia membawa sebuah tempat bekal lagi untukku. Ia menghampiriku, memelukku hangat, menyibakkan poniku dan mengecup dahiku lembut.

Aku menerima perlakuannya, aku tau ini tidak boleh, tidak sewajarnya dan juga tidak seharusnya. Tapi aku nggak bisa menolak semua yang ia berikan padaku, apakah aku jahat? Sebagai gantinya aku tersenyum manis.

“hari ini oppa bawa apa?” tanyaku tanpa basa basi.

“hmm..apa ya? Cuma bibimbap kok chagi, mau makan sekarang atau nanti?” suaranya terdengar berbeda dari biasanya. Pengaruhkah karna mendekati hari pernikahan?

“aku mau makan sekarang oppa, lapar.”

Ia tersenyum, “arraseo, buka mulutmu.” Katanya sambil mengambil sepotong bibimbab dengan sumpit, ia memasukkan potongan bibimbab itu saat aku membuka mulutku.

“bagaimana rasanya?” tanya kami berbarengan. Aku yakin kami menanyakan hal yang berbeda.

“kamu duluan Fany-ah.” Kata Wookie oppa sambil terus menyuapiku.

“anniya, oppa duluan aja.”

Lagi – lagi ia hanya tersenyum, ia kembali menyuapiku “apa rasanya enak?” tanyanya, namja berwajah polo situ membelai pipiku pelan dan tersenyum lagi. Rasanya entah udah berapa kali hari ini aku melihatnya tersenyum, apa ia bahagia menjelang hari pernikahannya?

“makanan yang oppa buat emang selalu enak kok.” Pujiku.

“gomawoyo Fany-ah..”

Ryeowook POV

Aku bertanya tentang ‘rasa’ itu wajar, aku ingin bertanya tentang rasa dari bibimbab yang ku buat. Tapi kenapa ia menanyakan tentang rasa? Rasa apa yang ia maksud? Perasaan tak enak mulai meliputi diriku.

“kamu duluan Fany-ah.” Kataku sambil tetap menyuapinya. Aku senang akhir – akhir ini dia memiliki nafsu makan yang baik. Setidaknya ia terlihat lebih segar.

“anniya, oppa duluan aja.” Tolaknya.

“apa rasanya enak?” tanyaku lagi sambil membelai pipinya. Tanpa sadar aku tersenyum lagi. Sekarang, tiap kali aku memandangnya, aku merasa tak bisa lepas darinya. Kini aku mengetahuinya, aku telah mengetahui perasaanku saat ini, aku tak lagi bimbang.

Aku memantapkan hatiku, aku mencintainya. Bahkan jauh dari sebelum aku menyadarinya, dan kesadaranku itu telah terlambat.

“makanan yang oppa buat emang selalu enak kok.” Pujinya.

“gomawoyo Fany-ah.” Ia melahap habis bibimbabku. “sekarang giliranmu chagiya.”

“giliran apa oppa?” ia terlihat bingung.

“tadi kamu mau bertanya sesuatu kan?” desakku penasaran.

Ia mengambil nafas panjang, kelihatannya berat baginya untuk bertanya padaku. “bagaimana rasanya menjelang pernikahanmu oppa?” ia menatapku dengan mata yang berkaca – kaca.

Aku menariknya ke dalam pelukanku. “kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasanya chagi.” Jawabku lirih.

“pasti senang kan? Karna ku lihat oppa senyum – senyum terus daritadi. Aku tau, oppa pasti bahagia..”

“semua ini nggak seperti apa yang kamu fikirkan Fany-ah. Tapi percaya padaku, aku mencintaimu Fany-ya. Jeongmal saranghae..”

Ia membalas pelukanku dengan erat. “naddo saranghae oppa-ya.. tapi udah nggak mungkin kan..”

“nggak ada yang nggak mungkin chagiya..who know?” aku merengkuh wajahnya, entah setan apa yang merasuki diriku, aku mencium bibirnya lembut dan penuh perasaan.

2 Hari Sebelum Pernikahan

 Author POV

“ja!!ja!!ja!! ayo latihan yang benar, ini penampilan special kita loh.” Tukas Leeteuk menyemangati seluruh membernya sambil menyeka keringat di dahinya.

“jadi lagu yang akan kita nyanyiin bareng – bareng Cuma Marry U doing?” tanya Shindong yang sedang duduk selonjoran.

“iya, karna kan yang nyumbang lagu banyak juga. Yang kita nyanyiin Cuma Marry U. terus lanjut super junior KRY the one I love, arrachi?”

“loh? KRY kan Kyuhyun Ryeowook dan Yesung, yang married Ryeowook, trus yang gantiin si Wookie siapa?” Sungmin mengerutkan keningnya kebingungan.

Leeteuk menatap Sungmin penuh arti dan tersenyum penuh makna. “neorago!” jawab Leeteuk singkat penuh dengan penekanan. Oke, Sungmin nggak berani membantah.

AS Dorm

“kita sumbangin lagu love love love ya, terus AS Blue siap – siap sumbangin onder boy nya buat cadangan.” Titah Kahi pada semua dongsaengnya.

“tapi manager bilang, SM Ent mau liat penampilan let’s step up kita eonn” kata Jungah.

“oh jinjja? Arraseo, hari ini kita latihan tap dance ya. Semua pakaian kalian udah siap kan? Udah ada semua kan?”

“udah eon.” Jawab AS members serempak.

“ja! Ayo mulai latihan, kuncir rambut kalian semua dan bawa botol minuman kalian masing – masing. 10 menit lagi kita berkumpul dan latihan ya. Kita berikan penampilan yang terbaik, karna di sana banyak tamu penting.”

Para AS members pun bubar untuk mempersiapkan segala hal yang di butuhkan sebelum latihan.

“Uee eonni lagi apa ya di rumahnya? Tanya Raina entah pada siapa.

“pasti lagi persiapan, pada hari spesialnya Uee eonni pasti cantik banget aigoo..aku nggak sabar nih eon..” E-Young menjawab pertanyaan Raina.

“nggak sabar buat apa huh?” goda Lizzy sambil mencolek – colek pipi magnae kesayangannya itu.

“mau ketemu Key oppa…” jerit E-Young lalu membuat aegyo face.

“ya!! Dasar kau ini!!!” jitakan Lizzy mengenai tepat di pucuk kepala E-Young.

SHINee Dorm

“hyung masa iya sih kita mau nyanyi Lucifer dan ring ding dong? Hyung babo ih!! Inikan pesta pernikahan lagunya yang romantic dong hyung..” rengek si kecil Taemin.

“iya juga sih, bener kata Taem.” Kata Minho membela Taemin.

Sang leader duduk bersila sambil memegang sekantong snack rasa ayam bawang. Ia memejamkan matanya seperti sedang semedi.

“Onew hyung lagi ngapain tuh hyung?” bisik Taemin pada Minho seakan takut mengganggu prosesi semedi sang leader. Minho hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.

“OKE!!!!” tiba – tiba Onew berseru , membuat seluruh member kaget, bahkan Key sampai terjungkal kebelakang.

“waeyo hyung?” tanya seluruh member plus Key yang sedang mengusap – usap bokongnya.

“kita nyanyi one dan stand by me.” Jawab Onew sambil cengar – cengir.

Detik berikutnya, Onew habis di siksa oleh member – membernya.

== You’re The One ==

Uee POV

Aku menatap bayangan diriku di cermin dengan tatapan kosong, saat ini rambutku telah tergulung rapih dan menggunakan hiasan bunga putih, wajahku pun telah terpoles make up dengan sempurna.

“hanya tinggal sedikit lipstick lagi dan selesai.” Kata Lee Hyeo Rin, piñata rias Pledis Ent. “astaga, kamu cantik sekali eonni.”

Aku memaksakan diriku tersenyum, “gomawo saengie.”

Yeoja yang umurnya 1 tahun di bawahku ini entah sudah berapa kali mengatakan aku sangat cantik, bahkan lebih cantik dari biasanya, seperti ada yang bersinar dalam diriku. Begitulah katanya. Ia juga mengatakan walau aku telah sering beracting atau fashion show bertemakan pernikahan, namun di pernikahan yang sesungguhnya ini auraku keluar. Entah aura apa yang dia maksudkan.

“di antara sekian banyak gaun pengantin yang pernah kamu gunakan, aku merasa gaun ini yang benar – benar paling cocok untukmu eonni-ah.”

“karna,,karna gaun ini.. pemberian seseorang.” Jawabku lirih, Park Jung Soo, bayangan namja itu melintas dalam benakku.

“pasti orang itu sangat mengerti tentangmu eonni, ah..selesai, ini bunga pengantinmu eonni, selamat berbahagia. Aku permisi dulu, annyeong.” Pamitnya setelah ia memberiku sebuket bunga mawar putih.

Aku terduduk lemas di sebuah sofa di ruangan ini, sebentar lagi pernikahanku akan di mulai. Pernikahanku dengan Kim RyeoWook, bukan dengan Park Jung Soo..

Butiran air mata mulai membasahi pipiku, aku menatap bunga mawar putih yang ada di genggamanku, harusnya bunga ini melambangkan cinta yang suci. Tapi apakah cintaku suci padanya?

Ku dengar suara pintu terbuka, aku terlalu malas untuk mengangkat wajahku, paling yang datang salah satu member AS. Aku nggak mau mereka tau kalau aku sedang menangis. Beberapa menit ku tunggu orang itu menghampiriku namun tak kunjung datang.

Ku beranikan diri untuk mulai menatap orang itu di depan pintu, pandanganku mulai dari sepatu, astaga? Sepatu namja? Pelan – pelan beralih ke lebih atas, celana namja? Aku tersentak dan langsung menatap wajah namja itu.’

“Ju-Jung Soo oppa?”

Ryeowook POV

Aku merapihkan dasiku yang terlihat sedikit miring, aku melihat pantulan diriku di cermin. Setelan tuxedo putih menempel pas di tubuhku. Wajah yang murung ini, wajah yang tidak seharusnya ku tunjukkan di hadapan para tamu.

‘benarkah Fany tidak akan datang?’ batinku.

Pintu ruanganku terbuka, kulihat Yesung hyung dan Kyuhyun masuk kedalam ruangan.

“wah, kau terlihat gagah hyung.” Kata Kyuhyun sambil menepuk – nepuk bahuku.

“huh? Apa aku terlihat seperti itu?” aku membalas ucapan Kyu dengan nada mengejek.

“ya!! Kau ini hyung, aku tau kapan aku harus bersikap serius.”

Aku menghiraukan si setan magnae itu, aku menatap Yesung hyung dengan tatapan penuh arti. Yesung hyung duduk di sofa.

“bagaimana perasaanmu Wookie-ah?” tanya Yesung hyung.

“aku mencntai Fany, hyung-ah.” Jawabku seraya duduk di sampingnya, di tengah – tengah Yesung hyung dan Kyuhyun.

“kau terlambat mengakuinya?” Yesung hyung mengangkat sebelah alisnya.

“aku tau itu hyung.”

“jalani dulu saja apa yang ada di hadapanmu hyung. Hidup memang tak mudah dan tak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi apabila ada kemauan, pasti ada jalan hyung.” Si magnae berujar.

Yesung hyung meletakkan tangannya di dahi Kyuhyun. “masih normal, kamu Kyuhyun kan?”

Kyuhyun langsung menepis tangan Yesung hyung dari dahinya dan dengan kekuatan penuh menjitak kepala bulat Yesung hyung. Oh, setannya telah kembali rupanya.

“ya!!!kau ini!!” Yesung hyung menjambak rambut Kyu, tapi si setan itu tidak membalasnya, ia hanya meleletkan lidahnya sebagai gantinya. “apa dia akan datang?”

“nugu?”

“Fany.”

“anniya, dia bilang dia nggak akan datang hyung.”. pintu ruangan terbuka lagi, kali ini semua member masuk kedalam ruangan ini, lengkap dengan Henry Lau dan Zhou Mi.

“wah! Eternal magnae kita gagah sekali hari ini.” Puji Donghae hyung sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“tapi kita juga nggak kalah gagah, aku rasa kalau kita berdiri berjejer, semua yeoja berebut ingin menjadikan kita pengantin pria dari mereka yang hadir.” Kata si kecil Henry Lau yang mengundang tawa seluruh member. “LI XU gege, chukkhae.” Ucapnya lagi separuh bahasa mandarin dan separuh korea.

“xie xie Liu Xian Hua.” Aku memeluk ‘the real’ magnae di super junior.

Leeteuk POV

Aku memisahkan diri dari rombongan, menuju ke ruang ganti eternal magnae ku. Ku lihat ia telah siap, mengenakan tuxedo putih, betapa gagahnya ia hari ini. Aku tak sanggup untuk menemui dongsaengku, aku hanya dapat mengintipnya sedang merapihkan dasi dan jasnya dari celah pintu.

‘kau sudah dewasa adikku, aku turut bahagia untukmu.’

Aku berlalu dari ruang ganti pria, mengitari gereja yang sudah mulai ramai oleh tamu. Di bangku VIP sudah terisi oleh petinggi – petinggi SM Ent dan Pledis Ent. Aku sudah melihat sebagian artis – artis dari masing – masing Ent telah hadir di acara pernikahan ini.

Design interior gereja di buat seindah mungkin, bertabur kelopak – kelopak bunga mawar putih, sudut – sudut gereja pun tidak luput dari hiasan bunga mawar putih. Sungguh pesta pernikahan yang indah.

Aku melangkahkan kakiku menuju ruang ganti wanita, pintu ruang ganti itu terbuka sedikit, dengan berat hati aku melihat ke dalam, seharusnya kedua pengantin telah siap. Aku melihatnya sedang duduk di kursi dengan memegang sebuket bunga pengantin. Gaun pengantin yang ia pakai itu.. gaun pemberianku. Sudah ku duga, dia benar – benar cantik. Tapi ia terus menunduk memperhatikan bunga itu, ku lihat sedikit bergetar.

Aku membuka pintunya, entah datang kekuatan darimana aku mulai memasuki ruangan tersebut. Aku hanya berdiri terpaku di depan pintu tanpa berani melangkah mendekatinya lagi. Aku terdiam, dia pun terdiam, apa dia belum menyadari kehadiran orang lain di sini? Pikirku.

Chankamman, perlahan ia mulai menoleh, ia mengamatiku mulai dari..oh sepatu? Taruhan, tadinya pasti ia mengira kalau yang datang adalah salah satu member AS. Ia tersentak dan langsung menatap wajahku.

“Ju-Jung Soo oppa?”

Ia menangis? Kuatkan hatimu Park Jung Soo, tersenyumlah demi dirinya. Aku menghampirinya dan berlutu di hadapannya. “kenapa kamu menangis hmm?” tanyaku dengan suara lirih. Uee menggelengkan kepalanya pelan. Aku mengusap air mata di pipinya. “berhenti menangis Uee-ah, nanti make up mu bisa terhapus.” Aku berniat menggodanya.

“biar saja.”

Aku menatap matanya lekat – lekat. Sungguh sebenarnya aku nggak rela melepaskan pengantin impianku begitu saja. Tapi sudahlah, mungkin memang sudah takdirnya seperti ini.

Otakkku seraas membeku, aku tidak dapat berfikir dengan jernih dan hanya mengikuti naluriku. Aku menarik tengkuknya dengan gerakan yang tak terduga dan detik berikutnya bibir kami bertemu, saling mengulum, saling merasakan..

Sarangahe nae yeoja..

Author POV

Kursi – kursi tamu mulai terisi penuh, di barisan pertama adalah barisan petinggi – petinggi SM Ent dan Pledis Ent beserta keluarga dari kedua belah pihak. Di barisan – barisan berikutnya adalah arti – artis dari kedua Ent itu brada. Seluruh yang hadir tampak ceria dan berbahagia.

Setelah di rasa semuanya lengkap, acara pun di mulai. Eunhyuk dan Donghae yang bertugas sebagai MC telah stand by di tempatnya dan mulai membuka acara.

“mana Teukie hyung?” Shindong bertanya pada Sungmin sambil berbisik. Sungmin yang baru menyadari bahwa leadernya tak bersama mereka pun celingak – celinguk mencari keberadaannya.

“wae gege?” tanya Henry.

“kamu liat Teukie hyung?”

“nope. Loh iya ya? Dari tadi Li Te gege kemana ya?” Henry ikut celingak – celinguk mencari sang leader.

“kamu cari siapa mochi?” tanya Siwon yang hendak berdiri untuk mempersiapkan dirinya, di acara ini ia bertugas sebagai pendeta yang akan meresmikan hubungan kedua pengantin.

“Li Te gege dia nggak kelihatan dari tadi.”

“oh ya? Itu dia di belakang, makanya kalau mau cari orang tuh bangun dulu. Kalau duduk mana keliatan?” Siwon menggamit lengan adiknya itu, membantunya untuk berdiri.

“oh iya!! Li Te gege! Nggak mau ke sini?” Teriak Henry. Leeteuk hanya menggelengkan kepalanya, tanda ia tak mau bergabung dengan member – membernya.

Ia lebih memilih untuk memisahkan dirinya dari membernya. Duduk di barisan palin belakang dekat dengan pintu masuk gereja sendirian. Leeteuk menatap altar pernikahan yang masih kosong dari pengantinnya. Namun acara sudah sedikit meriah dengan kehadiran duo MC yang menghibur semua tamu undangan. Pandangan namja yang berlesung pipi itu terlihat kosong, sama seperti altar yang berdiri megah dan indah di depan. Tanpa terasa air matanya menetes.

“sedih ya?” suara seorang yeoja terdengar dari sebelah. Leeteuk menoleh, dan mendapati Tiffany duduk di sebelahnya. “aku merasakan apa yang oppa rasakan. Aku..” Fany melanjutkan ucapannya tanpa menoleh pada Leeteuk sedikitpun. Ia menatap ke altar dengan pandangan kosong, persis seperti apa yang Leeteuk lakukan sebelumnya, matanya pun berkaca – kaca.

Leeteuk kembali menatap ke depan, pandangannya kembali ke latra. Ada sedikit kelegaan di hatinya mengetahui ada yang menemaninya merasakan apa yang dia rasakan. Ia lega karna tidak hanya dia yang merasakan kepedihan seseorang yang di cintai akan berlalu dari hidup.

“kau datang? Ku pikir kamu nggak akan datang Fany-ah.” Tanya Leeteuk.

“aku masih punya hati oppa.. setidaknya aku ingin melihatnya  bahagia walaupun aku tidak.”

“hampa..” gumam Leeteuk.

“naddo oppa..”

“baiklah para  hadirin yang terhormat di persilahkan untuk berdiri menyambut pengantin yang akan datang.” Kata Donghae seraya mengumbar senyuman. Semua hadirin tanpa terkecuali berdiri bersiap untuk menyambut pengantin. Pintu gereja terbuka lebar, sorak sorai tamu mulai terdengar meriah saat pengantin pria memasuki gereja. Bunga – bunga bertebaran mengiringi perjalanan pengantin pria dari pintu menuju ke altar.

Fany makin kencang saat matanya mengikuti namja yang di cintainya melangkah menuju altar, ia mati – matian menahan isakannya. Leeteuk mengusap punggung Fany untuk menenangkannya. Namun saat pengantin wanita memasuki gereja, di sanding oleh ayah kandung dari seorang Kim Yoo Jin, Leeteuk pun tak kuasa untuk menahan tangisnya lebih lama. Uee terlihat begitu cantik dan bersinar dengan gaun pengantin pilihannya. Gaun yang seharusnya di pakai  untuk pernikahan mereka berdua, yang kini hanya tinggal impian semata.

Ryeowook POV

Di sinilah aku, berjalan dari ruang ganti menuju pintu depan gereja. Sebentar lagi aku akan mengikat janji dengan seseorang yang..ah..entahlah..

Pintu gereja mulai terbuka, sorak sorai tepuk tangan membahana memenuhi ruangan dan ketika aku melangkah masuk, taburan kelopak bunga mawar putih menyertai langkahku. Aku melangkahkan kakiku dengan lambat, entah mengapa berat rasanya. Apalagi kalau ku ingat tentang Fany, benarkah yeoja itu tidak akan datang?

Eh? Tunggu. Itu Fany? Yeoja yang berada di sebelah Teukie hyung, benarkah itu dirinya? Dia datang! Dia datang! Tapi aku tidak tega melihatnya, ia menangis. Pasti rasanya sangat menyakitkan, Tuhan, aku tau kau mendengarkanku, apa yang harus aku lakukan?

Dan sampailah aku di altar pernikahan.

Uee POV

“Uee eonni, ppali. Acara sudah mau di mulai, ayahmu menunggu di depan pintu gereja, Wookie oppa telah masuk ke altar.” Hyeo Rin memanggilku yang masih terpaku di depan kaca. Aku masih terus seperti ini saat Jung Soo oppa menciumku.

“ah..ne aku datang.”

Aku mengangkat sedikit gaun pengantinku untuk memudahkan aku berjalan menuju depan pintu gereja. Sekilas aku melihat Wookie oppa yang telah berdiri di altar, aku mengambil nafas panjang dan menghembuskannya sedikit demi sedikit.

“Yoo Jin-ah, ayo gandeng tangan appa, sudah saatnya kita memasuki gereja.” Kata appaku sambil menyodorkan lengannya dan aku menyambutnya. Aku melangkahkan kakiku bersama appaku ke dalam gereja, tepuk tangan yang tak kalah meriah pun membahana begitu aku dan appa masuk ke dalam. Aku tidak memperdulikan semua itu, mataku sibuk mencari – cari keberadaan Jung Soo oppa.

Aku melihatnya, di salah satu bangku yang dekat dengan pintu masuk tadi. Ia duduk bersama dengan Tiffany. Sungguh keadannya sangat menyedihkan, matanya merah dan air matanya terus mengalir. Saat ia mulai menjauh dari pandanganku, aku kembali menoleh ke belakang. Ia mengangguk lalu tersenyum padaku, menampakkan lesung pipinya walau senyum itu penuh luka dan kesedihan.

“perhatikan langkahmu Yoo Jin, bisa kesandung kamu itu.” Bisik appa.

Kami sampai di altar, Wookie oppa menjulurkan tangannya ke arahku dan appaku melepaskan genggamanku dari lengannya lalu meletakkan tanganku du telapak tangan Wookie oppa. Aku mulai menitikkan air mata.

Jung Soo oppa…

Author POV

“ya!! Karna kedua pengantin sudah ada di altar, maka acara yang khidmat ini akan segera di mulai.” Kata Eunhyuk.

“di harapkan para tamu untuk mengikuti acara resepsi ini dengan tenang dan khidmat.” Kata Donghae menyambung.

“oppa..” panggil Uee pada Ryeowook dengan suara pelan.

“ne?”

“aku nggak bisa oppa..”

Ryeowook menghela nafas panjang. “naddo Uee-ah, aku mencintai Fany..”

“aku juga mencintai Jung Soo oppa..”

“aku minta maaf karna aku pernah menyakiti hatimu Uee-ah.”

“aku udah maafin kamu oppa..”

“kalian berdua siap?” tanya Siwon kepada Uee dan Ryeowook. Namun tidak ada jawaban dari keduanya, Siwon menganggap mereka telah siap, Siwon pun terlihat sedikit nervous.

== You’re The One ==

Semua tamu undangan telah memusatkan perhatian pada acara yang telah berlangsung. Semuanya menunggu kalimat suci itu keluar dari mulut mempelai.

Sementara itu di barisan paling belakang, Leeteuk dan Fany masih saling berdiam diri.

“aku akan bahagia kalau melihat mereka bahagia.” Kata Leeteuk.

“aku pun begitu oppa , tapi apa mereka tampak terlihat berbahagia? Dan bagaimana dengan kebahagiaan kita sendiri?”

“aku tidak pernah memikirkan bagaimana aku bahagia, tapi bagaimana caranya untuk membuat dia bahagia..”

“ini rumah Tuhan oppa, dia pasti akan mendengar doa dari seorang malaikat sepertimu.”

Leeteuk tersenyum getir.

“Kim Ryeowook, bersediakah kau menerima Kim Yoo Jin sebagai isterimu dalam suka dan duka, mendampinginya dalam keadaan sakit maupun sehat dan mencintainya sampai kematian memisahkan kalian berdua?”

Ryeowook terdiam, ia menatap Siwon dengan gelisah sementara Siwon mengulang pertanyaannya.

“Uee-ah, kita ikuti hati nurani kita.”

“maksud oppa?” tanya Uee heran.

Belum sempat rasa herannya itu terjawab, Ryeowook menarik tangan Uee menuruni altar dan menuju barisan tempat duduk tamu. Masih dengan wajah heran Uee mengikuti Ryeowook entah kemana Ryeowook akan membawanya pergi. Tamu undangan mulai bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh kedua mempelai tersebut.

Mereka, Ryeowook dan Uee sampai di barisan tempat duduk paling belakang, tempat dimana Leeteuk dan Fany berada. Uee, Leeteuk, dan Fany terkaget – kaget dengan ini semua. Sebenarnya apa yang di rencanakan Ryeowook? Leeteuk dan Fany bangun dari posisi duduknya. 3 pasang mata menatap seorang Ryeowook yang entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Bisik – bisik di antara tamu pun mulai terdengar seperti dengungan lebah.

“aku akan mengikuti kata hatiku. Ucap Ryeowook yang hanya dapat di dengar oleh Uee, Leeteuk, dan Fany. Ryeowook mengangkat tangan Uee, melepaskan cincin yang terdapat di jari manis kirinya lalu meletakkan cincin itu di atas telapak tangan Leeteuk.

“Wookie-ah, maksudmu apa sih?” tanya Leeteuk dengan kening yang berkerut ketika cincin pertunangannya dengan Uee ada di tangannya. Tanpa bicara sepatah katapun Ryeowook mengaitkan tangan Uee dengan tangan Leeteuk. Sedangkan ia sendiri mengenggam tangan Tiffany.

“aku yakin kamu juga mau mengikuti kata hatimu kan Uee-ah?” kata Ryeowook sambil berjalan kembali menuju altar, kali ini  yang berbeda adalah Ryeowook menggandenga  tangan Tiffany. “kau masih mau tetap di situ hyung? Ayolah!”” ajak Ryeowook sambil tersenyum penuh arti.

Seulas senyum mengembang di bibir sang Angel Without Wings itu, ia telah mengerti perannya sekarang. Dengan langkah penuh percaya diri, Leeteuk menggandeng tangan Uee menuju altar yang telah menantinya. Tiba – tiba saja altar itu menjadi sangat indah di mata Leeteuk.

“hyung, cincin baru ini buatku ya.” Bisik Ryeowook pada Leeteuk, Leeteuk pun terkekeh.

“gwenchana, ambillah itu.” Balas Leeteuk.

“ya! Sebenarnya ada apa ini?” appa Uee mulai gusar dengan tingkah laku pasangan muda ini.

“jeongmal mianhae semua, kami hanya ingin mengikuti kata hati kami. Kami ingin menikah dengan orang yang kami cintai.” Ryeowook memasangkan sebuah cincin di jari manis tangan kanan Tiffany, mata yeoja itu membelalak tak percaya.

Di susul oleh Leeteuk yang kembali memasangkan cincin yang sempat di lepas tadi di jari Uee, ia memasangcincin itu di jari manis tangan kanan Uee.

“saya bersedia menerima Stephanie Hwang sebagai isteri saya dalam suka dan duka, mendampinginya dalam keadaan sakit maupun sehat dan mencintainya sampai kematian memisahkan kami berdua.”

“saya bersedia menerima Kim Yoo Jin sebagai isteri saya dalam suka dan duka, mendampinginya dalam keadaan sakit maupun sehat dan mencintainya sampai kematian memisahkan kami berdua”

Mereka berempat tersenyum penuh kebahagiaan, begitupun Siwon yang menjadi saksi dari kebahagiaan mereka.

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge I do.. Nuhl saranghaneun guhl I do… Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh I do… Nuhreul jikyuhjulge My love…” suara khas Yesung menyanyikan lirik Marry U di tengah tatapan bahagia dan decakan kagum dari tamu yang hadir, melihat Yesung bernyanyi, Sungmin pun ikut menyanyi. Dan tak sampai semenit seluruh member Super Junior menyanyikan lagu Marry U secara mendadak tanpa iringan music.

Author POV
“karna buket bunga pengantinnya Cuma 1, jadi 2 orang pengantin wanita kita yang cantik – cantik ini  megang bunganya barengan aja ya..” seru Eunhyuk yang masih berstatus jadi MC.

“arraseo…” jerit Uee dan Fany kompak, lalu mereka tertawa sambil memegang buket bunga mawar putih itu.

“ppali bagi yeoja – yeoja yang masih single, silahkan berkumpul di tempat saya.” Eunhyuk mulai ngocol, di sambut seruan meriah.

Ke saya juga boleh loh.” Donghae cepat – cepat menyambar takut kalah saing.

Uee dan Fany bersiap – siap melempar buket bunganya yang konon katanya apabila ada yang mendapat bunga itu, giliran berikutnya ialah yang akan menikah. Di belakang Uee dan Fany telah banyak yang berkumpul.

“satu…” Eunhyuk memulai dengan lambat, sengaja memanas manasi keadaan.

“duaaaa…” Donghae ikut – ikutan.

“TIGA!!!” seru Eunhyuk dan Donghae berbarengan.

“kyaaaaa….” Teriakan demi teriakan terdengar saat bunga di lempar.

“VICTORIA SSI, CHUKKHAE!!!”

~          ~          ~

END

Akhirnya selesai juga FF You’re The One ini, terima kasih buat semua readers yang selalu setia mengikuti You’re The One dari part 1 sampai part 11 ini . ^^

Dan juga terima kasih buat readers yang selalu membaca FF ku yang lainnya ^^ saranghae readers ><

Semoga kedepannya author yang tak luput dari kesalahan dan kekurangan ini bisa tetap terus berkarya dan menghibur semua reader dengan karya – karya ku yang masih jauh dari kata sempurna. ^^  bagi yang mau kenalan sama author, silahkan mampir ke WP milik author sendiri atau mau sms2 juga boleh ke 0878-82817372, fb: icha quinnara.

Gamshahamnida  all, author cabuutt… annyeong ^^.

16 responses

  1. waaaah ud ending, aseeeek..
    Endingny ssuai ma yg dihrapkan daebaaaak chinguuu..
    Tp msih ga rela c klo tiffany ma wookie coz lbih suka tiffany ma hae hyung, bahkan ma wonnie hyung aj msih ga rela wlwpun banyk jdiin mreka sugen..
    Teukie hyung sneng bgt dh tu akhirny bs jd jg ma uee y, mank klo org baik dpt blesanny yg baik jg..
    Ditunggu ff brikutny chingu, req haefany klo bole y heheheee..

    • kekekeke..gomawo udah baca dan comment chingu ^^
      wah, berarti chingu udah ngarep uee sama teukie ya?
      iya, kalau malaikat kaya teukie oppa pasti bakal dapet kebahagiaan ><
      mudah2an bisa bikin FF series lagi ya ^^
      makasih udah jadi readers You're The One selama ini chingu ^^

  2. Akhirnya…..
    nungguin lama banget neeh ….

    hmmm……………. wookie…………. huhukk.. buatku gundah aja…..
    Chukae deh……………..

    eeiittzzzzzzzz…………………………… tuh bunga ke ViC….. What next ?????

  3. Thor ,reader lmaa niih ,mianhamnida akk bruu komen d end’a ajj cz akk pnasaraan bngeet smpee gk smpeet komen ,tpii thor bguus’a d ksiih sequel ajj coal’a akhir’a agak agak gantung gtuu TT
    tpii gpp kooq ,fany eon kn tipe cewe ideal’a wookie ^^

    • gomawo udah baca dan comment chingu ^^
      makasih buat supportnya selama ini😀 aigoo..senangnya…
      sequelnya saat ini focus ke leeteuk sama uee dulu..
      baca jungsoo lost in japan😀

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s