[Chaptered] Mysterious Map Chapter 3

Tittle : Mysterious Map

Author : Haiyu Spazzer

Rating : PG

Genre : Romance, Friendship

Cast:

Kim Junsu (SUJU)

Lee Donghae (SUJU)

Kim Taeyeon (SNSD)

Jessica Jung (SNSD

Seo Joo Hyun (SNSD)

Other Cast :

Choi Sooyoung (SNSD)

Im Yoon Ah (SNSD)

Kangta

Boa

Hangeng (SUJU)

Kim Kibum (SUJU)

 

 

==========

 

 

*Jessica POV.

“Batu inikah yang dicari?” tanyaku ke Leeteuk.

“Ne, batunya ketemu!” seru Leeteuk.

“Ayo Hae lanjutkan!” suru Kyuhyun.

“Ani! Dari awal, aku gak tau yang awalnya,” tolak Taeyeon.

Donghae membaca buku tentang batu itu mulai dari awal lagi. Selagi Donghae membacakan untuk ku dan Taeyeon, aku menatap pohon yang ada di sampingku.

“…,”

Pohon ini kembali berbicara dengan ku. Ku rasa pohon ini sangat membutuhkan bantuanku.

“…,”

Semakin lama, aku semakin mengerti yang di maksud pohon ini.

“…,”

Pohon ini memintaku untuk…..

“Jess!” Donghae menepuk bahuku yang berhasil membuatku kaget.

“Mworago? Kamu selalu membuatku kaget!” ucapku pada Donghae.

“Kemarin kamu melihat pohon ini dengan penuh tanya. Sekarang kamu melihat pohon ini dengan penuh jawaban. Ada apa dengan mu?” tanya Donghae padaku.

“Ani, gwaencanha,” jawabku singkat.

“Jess, jujurlah, lebih baik jujur!” suruh Kyuhyun.

“Aku merasa pohon ini menyuruhku untuk menemukan sesuatu yang dapat di hasilkan dari batu itu, tapi aku gak tau benda apa itu, pohon gak memberitauku,” jawabku.

“Kamu bisa bicara dengan pohon Jess?” tanya Leeteuk.

“…,” aku hanya mengangkat bahuku tanda gak tau.

“Aku rasa tempat ini semakin aneh saja,” kata Kyuhyun.

“Ne oppa, semakin aneh,” setuju Seohyun dengan Kyuhyun.

“Kamu panggil Kyuhyun Oppa?” tanya Taeyeon kaget.

“Ne, Kyu oppa yang menyuruhku,” jawab Seohyun dengan tampang merasa bersalah.

Dilain perdebatan Seohyun dan Taeyeon yang mempermasalahkan Seohyun memanggil Kyuhyun dengan sebutan Oppa. Aku melihat Donghae yang berfikir keras sambil melihat buku itu. Aku pun mendekatinya lalu duduk di sampingnya.

“Waeyo Hae? Ada yang aneh?” tanyaku ke Donghae.

“Ada sebagian kata-kata yang terlihat rangkap,” jawab Donghae dan melihatku memutar batu hitam itu dengamn tanganku.

“Mana? Tidak ada yang rangkap kok,” pikirku sambil melihat di kata-kata di buku itu.

“Kamu tidak akan bisa melihatnya Jess,” ejek Donghae pada ku dan langsung membuat senyuman di wajahnya saat tau kalau aku sedang cemberut padanya.

“Aku ngantuk,” ucapku sambil menguap dan Seo, Taeng juga mengganggukkan kepala tanda mereka juga mengantuk.

Aku, Seohyun dan Taeyeon bangkit dari tempat ini dan pergi menuju tenda kita.

*Jessica POV. End

 

*No Someone POV.

Jessica, Seohyun dan Taeyeon pergi menuju tenda mereka karena terlalu lelah kegiatan hari ini. Sedangkan Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun masih berada di bawah pohon.

Kyuhyun sibuk dengan game barunya yang sekitar seminggu yang lalu ia oleh-oleh game dari noonanya.

Leeteuk masih sibuk dengan membaca buku sejarah itu, walaupun tidak mengerti maksud dari tulisan itu, ia hanya membolak-balik lembaran dan melihat gambar-gambar sesekali kalau ingin tau isa bertanya pada Donghae maksud dari tulisan itu.

Berbeda dengan Donghae, namja satu ini masih diselimuti berbagai pikiran tentang semua yang terjadi padanya, mulai dari selembar kertas yang kosong yang berasal dari pohon yang saat ini ia berada dibawahnya. Kemudian batu yang ditemukan Seohyun di pohon yang sama. Terakhir tulisan tentang batu itu tiba-tiba hilang kalau tidak didekatkan dan ada yang tulisannya rangkap ketika batu itu di pegang Jessica.

 

*Donghae POV.

Aku masih berfikir dengan apa yang telah aku alami. Mulai dari kertas dan batu yang berasal dari pohon besar ini. Lalu, tulisan tentang batu ini yang tiba-tibaa menghilang juga di jauhkan. Dan tulisannya menjadi rangkap jika di pegang Jessica.

Tunggu! Tulisan itu rangkap jika batu itu bersama Jessica. Tapi apakah tulisan itu rangkap jika tidak bersama Jessica?

“Teuk, kembalikan buku itu!” kusuruh Leeteuk untuk memberikan buku ku yang dipinjam Leeteuk.

“Ah, ne,” jawab Leeteuk sambil memberikan buku itu.

“Batunya kamu bawakan?” tanyaku pada Leeteuk.

“Ani, aku gak bawa batu itu kok,” jawab Leeteuk.

“Kyu, kamu yang bawa?” tanyaku pada Kyuhyun yang sibuk main game.

“Ani, aku tidak  memegang batu itu,”  jawab Kyuhyun. “Ash, game over,” kesal Kyuhyun kemudian ketika kalah dalam gamenya itu. “Sepertinya aku terakir melihat batu itu bersama Jessica,” lanjut Kyuhyun yang sudah mulai fokus dengan pertanyaanku.

“Ne, aku juga terakhir melihat batu itu bersama Jessica,”setuju Leetauk.

Aku buka buku sejarah itu dan kulihat ke halaman tentang batu itu. Aku lihat tulisan itu masih ada walaupun batu itu tidak dekat dengan buku ini. Aneh! Aku merasa ada yang tidak beres. Tadi, buku ini tidak memberitau tentang batu ini saat jauh dengan batu itu. Tapi sekarang, batu itu jauh dari buku ini dan tulisannya masih ada. Ku sangat bingung dengan semua ini.

Aku bejalan menuju tenda Jessica. Aku berharap ia masih belum tertidur. Aku mengintari tenda Jessica. Dan kenyataanya ia sudah tertidur. Aku pun langsung berbalik dan menuju tendaku yang kulihat Leeteuk dan Kyuhyun sudah berada disana.

Di dalam tenda aku hanya bisa berbaring ke kanan dan kembali lagi kekiri, kulakukan itu berulang-ulang. Aku masih belum bisa tertidur dan aku putuskan untuk bangun. Aku berjalan-jalan keluar tenda dengan membawa buku sejarahku dan kertas yang berasal dari pohon besar. Aku berjalan ke pohon besar itu lagi aku ingin mengamati pohon itu.

Aku mengamati pohon ini denga detail. Ku intari pohon ini dan merabanya. Tapi sedikit pun tidak ada yang aneh kecuali ada goresan melingkar yang didalamnya ada gambar bintang dan ujung bintang tersebut ada titiknya.

Aku baru ingat tentang dongeng yang selalu diceritakan kakek saat aku masih kecil sebelum tidur. Lambang itu adalah lambang dari kerajaan es. Dimana dua Princess dulunya akur menjadi bertengkar akibat dari salah satu dari mereka memiliki sihir hitam yang membuatnya serakah dan ingin merebut semua yang ada di sana dengan sihirnya itu. Karena perang saudara, kedua princess itu tidak ada yang menang dan kalah. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri peperangan ini dan menitiskan dirinya ke manusia di zaman mendatang dan berharap mereka memenagkan peperangan ini. Kakekku belum menceritakan kapan titisannya itu muncul tapi, kakekku bilang kalau titisannya muncul saat menemukan lambang dari negri es situ.

Dongeng itu sama persis tetang batu hitam yang ditemukan Seohyun. Apakah artinya kalau sekarang sudah saatnya? Tapi siapa titisan dari Redhania dan Withania? Dan siapa yang menemaniku menjadi five angel yang menjadi perantara untuk memusnakan sihir hitam itu. Five angel itu harus yang memiliki tanda yang seperti di tanganku itu. Tapi, aku belum menemukannya.

*Donghae POV. End

 

*****

 

*No Someone POV.

WWWIIIIUUU WWWIIIUUU WWWIIIUUU !!!!!!!!!!

Suara sirine yang menandakan bahwa seluruh peseta harus berkumpul untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Semua peserta bergegas menuju ke tempat dimana suara sirine itu berbunyi.

“Seakarang hari ketiga kalian berada di sini. Jadi kalian harus melaksanakan kegitan penjelajahan diluar camp,” intruksi sang pemandu yang diikuti suara sorakan dari peserta. “Sepeti biasa, ada peraturan-peraturan untuk menjalankan kegiatan ini,” lanjutnya. “Yang pertama kalian harus mengikuti peta yang telah disediakan dan arah panah yang sudah disiapkan di setiap jalur bercabang. Yang kedua dalam perjalanan kalian akan menemukan bendera warna merah dan kalian harus mengambilnya. Bendera itu harus lengkap kalau tidak kalian kalah dalam kegiatan ini!” intruksi pemandu.

Leeteuk, Kyuhyun, Donghae, Seohyun, Taeyeon, Jessica, Yoona, Kibum, Sooyoung dan Hanggeng satu kelompok jelajah. Mereka memiliki satu peta yang tujuan pertamanya adalah Air Terjun. Mereka berkemas-kemas dan memasukkan barang yang perlu selama perjalanan ke dalam tas.

“Center, kompas, kaca pembesar,” Seohyun mengabsen barang-barangnya.

“Buat apa kaca pembesar? Kita hanya mencari bendera dan ukurannya besar cukup hanya di pandang oleh mata,” heran Sooyoung.

“Buat jaga-jaga kalau ada sesuatu yang aneh dan ukurannya yang kecil,” jawab Seohyun santai.

“Huh, dasar anak aneh!” kata Sooyoung.

“Jess, bawa ini! Kasihan Haeppa bawa barangnya,” suruh Yoona pada Jessica saat melihat Jessica tidak bawa barang apapun.

“Ani, salah sendiri bawa barang banyak,” jawab Jessica.

“Ne Yoong, biar aku saja yang bawa,” setuju Donghae.

“Kibum, boleh Mrs. lihat petanya?” tanya Mrs. Boa pada Kibum.

“Ne,” jawab Kibum singkat dan memberika petanya.

“Awal perjalanan kalian lewat mana?” tanya Mrs. Boa.

“Air Terjun,” jawab Hangeng.

“Baiklah, semoga perjalanan kalian selamat,” kata Mrs. Boa sambil memberikan peta itu pada Hangeng.

“Selamat? Memangnya ada apa?” bingung Leeteuk.

“Itu tandanya Mrs. Boa perhatian dengan kita, sudahlah ayo berangkat,” jawab Taeyeon.

Setelah berkemas-kemas, pemandu ketua memberikan aba-aba untuk memulai pemberangkatan penjelajahan.

 

*Kyuhyun POV.

Untuk memulai penjelajahan aku yang memimpin. Aku berjalan paling depan dan yang mengarahkan kemana arahnya sambil melihat peta.

“Oppa, tunggu aku! Aku ingin bersamamu,” teriak Sooyoung yang aku rasa ia berada di belakang dan berlari ke depan menujuh ku.

Dengan terpaksa aku menerima Sooyoung berada di samping ku walaupun sedikit risih. Aku juga melihan Seohyun yang berjalan bersama Hangeng. Emosiku semakin meluap-luap karena rasa cemburu pada Hangeng.

Tiba-tiba aku berhenti. Aku melihat peta lagi dan arahnya betul. Dihadapanku terdapat jalan yang sangat menurun dengan menggunakan batu-batuan sebagai jalannya.

“Waeyo? Ada arah panah kebawah dan lihat itu air terjunnya, let’s go!” seru Hangeng yang tiba-tiba di sampingku bersama Seohyun.

Kita semua pergi mengikuti langkah Hangeng. Turun melewati batu-batu yang tidak rata. Aku tepat di belakang Hangeng. Saat jarak antarbatu itu agak jauh, Hangeng menolong Sooyoung untuk melewatinya. Dan aku menolong Seohyun untuk melewatinya. Tidak lama kemudian kita hampir sampai di bawah.

“Aaaaa!!!”

Suara teriakan Seohyun yang terpeleset dan dengan reflek aku memegang tangannya sehingga ia menggantung. Jarak antar kaki Seohyun dengan tanah hanya sedikit. Kulepaskan tanganku dan Seohyun jatuh ke tanah. Kita semua pun bergegas turun ke bawah menyusul Seohyun di bawah. Tapi tidak untukku. Aku langsung turun dari tempat Seohyun jatuh. Aku khawatir karena tadi Seohyun sempat jatuh duduk.

“Gwaencanha, Seo?” tanyaku pada Seohyun seketika sampai di hadapan Seohyun.

“Ne, gwaencanha,” jawab Seohyun. “Ah,” suara Seohyun yang menandakan kesakitan ketika pergelangan kakinya aku pegang.

“Mian, Seo. Boleh kamu buka sepatunya biar aku periksa,” suruhku.

“…,” Seohyun tidak menjawab tapi ia melakukan yang kuperintahkan. Ia membuka tali sepatunya dan melepaskan sepatu dari kakinya perlahan.

“Eeeeee,” aku hanya berkata itu dengan nada panjang dan memegang celana bagian bawahnya dan melihatnya.

“…,” Seohyun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mengerti apa yang kumaksud.

Ku angkat bagian bawah celana panjangnya dengan tujuan memeriksa pergelangan kakinya.

“Tanda ini?” tanyaku pada Seohyun setelah melihat tanda yang ada di betis kakinya.

“Aku gak tau. Tanda ini ku dapatkan saat luka bakar akibat terkena api saat bermain di dekat perapihan di dalam rumahku,” jelas Seohyun.

“Aku juga punya tanda itu,” lanjutku.

“Aaaaa,” teriak Seohyun keras dan menutupi mukanya dengan kedua tangannya saat aku membuka bajuku di hadapan Seohyun.

Tidak lama kemudian yang lain datang ketempatku dan Seohyun dan melihatku membuka baju di hadapan Seohyun.

“KYUHYUN!!!!” teriak Jessica dan Taeyeon.

“Mwo? Aku ada disini, ngapain teriak-teriak?” tanyaku santai.

“Apa yang kau lakukan pada Seohyun?” tanya Taeyeon sinis.

“Ani, aku hanya memperlihatkan tanda yang sama dengan tanda yang ada di betis Seohyun,” jawabku sambil menunjuk tanda yang ada di dadaku.

“Aku juga punya tanda itu,” ucap Leeteuk sambil memperlihatkan tanda itu di punggungnya.

“Aku juga,” setuju Taeyeon sambil memperlihatkan paha Taeyeon yang mulus karna saat itu ia pakai celana di atas lutut.

“Hae, itukan tanda yang ada di tangan mu itu?” tanya Jessica pada Donghae.

“1… 2… 3… 4…,” Donghae menghitung yang membuat kami heran. “Ne, cukup,” ucap Donghae yang membuat kami bingung.

“Apanya yang cukup?” tanya Kibum.

“Five Angel,” jawab Donghae singkat.

“Five Angel?” tanya Kibum heran.

“Pemusnah buku sihir hitam,” jawab Donghae yang semakin membuat kita bingung.

“Buku sihir? Memangnya ada?” tanya ku.

“Ne, nanti kalian akan tau sendiri,” jawab Donghae singkat dan melanjutkan perjalanan melewati sungai.

Kita pun mengikuti Donghae dari belakang karena Donghae yang menjadi penunjuk jalan sekarang.

“Arus airnya sangat kencang,” kata Kibum.

“Ne, arus ini kencang,” setujuku.

“Air Terjunnya ada dua. Yang didepan kita dan di sana,” kata Hangeng sambil menunjuk ke arah kiri kita yang memang itu adalah air terjun yang kedua.

“Oppa!” teriak Yoona yang terbawa arus sungai.

Dengan cepat Kibum berenang menolong Yoona yang terbawa arus. Kibum berusaha menggapai tangan Yoona dan tidak berhasil. Kibum pun langsung menenggelamkan dirinya.

“Kemana ia pergi?” tanyaku dalam hati.

“Lebih baik kita segera pergi dari sini!” usul Hangeng.

“Bagaimana dengan Yoona?” tanya Sooyoung yang mulai khawatir dengan sahabatnya itu.

Tiba-tiba Kibum muncul dari bawah dan membawa Yoona munuju tepi sungai secepat mungkin.

“Kibum adalah atlit renang yang profesional!” jawab Hangeng pada Sooyoung dengan senyuman kecilnya.

Kita merasa lega Yoona bisa terselamatkan. Kita pun juga bergegas menuju tepi pantai.

*Kyuhyun POV. End

 

*No Someone POV.

Yoona sudah diselamatkan oleh Kibum dan dibawa ke tepi. Yoona pingsang akibat air yang masuk di dalam tubuhnya. Kibum menekan pelan dadanya agar air yang menyumbat pernapasannya keluar. Tetapi tetap tidak berhasil. Tanpa berfikir panjang Kibum memberi nafas buatan untuk Yoona berulang-ulang.

Nafas buatan itu berhasil membuat Yoona bangun dari pingsannya. Yang dilihat Yoona setelah bangun dari pingsannya adalah mata Kibum.

“Ia sangat dekat,” ucap Yoona dalam hati.Wajah Kibum sangat dekat dengan Yoona

“Jantungku,” lanjut Yoona dengan detak jantungnya berdekup kencang.

“Yoong! Gwaencanha?” ucap Sooyoung yang langsung tiba di tempat Yoona.

Yoona langsung menyingkirkan tubuhnya dari Kibum. Tapi rasa gugup Yoona masih melekat setelah kejadiannya dengan Kibum.

“Ne, gwaencanha,” jawab Yoona dengan senyumannya yang membuat wajahnya tampak cantik.

“Wa.. Yoona telihat cantik dengan senyuman itu,” puji Leeteuk yang langsung dapat injakan kaki dari Taeyeon.

“Wae?” tanya Leeteuk lirih ke Taeyeon.

“Dasar cowok centil,” ejek Taeyeon yang merasa cemburu Leeteuk memuji Yoona seperti itu.

“…,” Leeteuk hanya tertawa melihat Taeyeon yang cemburu dengan Yoona.

Leeteuk menarik tangan Taeyeon untuk melanjutkan perjalanan dan diikuti dengan yang lain. Yoona dan Kibum berada di belakang sendiri.

Leeteuk yang jadi penunjuk arah. Arah dari peta itu adalah menuju hutan. Leeteuk pun memandu jalan menuju hutan.

Hutan yang terlihat gelap walaupun di siang hari. Banyak pohon besar yang berdaun lebat menghabat masuknya sinar matahari yang masuk ke hutan.

“Teuk, kamu yakin ini jalannya?” tanya Jessica khawatir.

“Ne, peta ini mengarah ke hutan itu,” jawab Leeteuk yakin.

“Itu peta yang benarkan?” tanya Taeyeon.

“Jangan-jangan aku salah amabil peta? Tapi peta itu yang di berikan sama Mrs. Boa,” ragu Kyuhyun.

“Terus, Mrs. Boa dapat peta ini dari siapa?” tanya Donghae.

“Dari ku, tapi hanya itu peta yang kita punya,” jawab Kibum.

Jessica terus melamun dan berfikir ke arah hutan itu. Ia tidak berhenti dari pandangannya yang fokus ke hutan itu. Jessica merasa ada yang aneh dengan hutan yang saat ini ia pandangi.

“Waeyo Jess?” tanya Hangeng.

“Ani,” jawab Jessica singkat dan tetap memandang hutan itu.

“Withania,” kata Jessica tiba-tiba.

“Withania?” tanya Donghae pada Jessica yang tiba-tiba menyebut nama itu.

“Angin membisikan sesuatu dengan nama Withania,” jawab Jessica.

“Sejak kapan kamu bisa mendengar yang seperti itu?” tanya Donghae.

“Sejak berada di bawah pohon besar yang ada di camp,” jawab Jessica yang belum beralih dari pandangannya.

“Kenapa dengan hutan itu?” tanya Donghae lagi.

“Banyak sesuatu yang sangat aneh di sana,” jawab Jessica.

Donghae pun juga ikut memandangi hutan itu dengan tatapan yang punuh tanda tanya.

“Aneh, dari tadi kita tidak menemukan bendera merah,” heran Sooyoung.

“Ne, kita tidak menemukan satu bendara merah pun,” setuju Hangeng.

“Ayo kita ke hutan itu. Sudah ku teliti lagi, memang benar ini jalannya. Aku yakin pasti pemandu ketua memberikan petunjuk yang benar,” jelas Leeteuk.

Leeteuk dan yang lain berjalan menuju hutan itu. Dalam perjalanan menuju hutan Sooyoung merasa tanah yang saat ini ia injak agak bergoyang. Sooyoung menghentikan langkahnya.

“Waeyo?” tanya Kyuhyun.

“Ada yang aneh dengan tanahnya,” jawab Sooyoung.

Donghae dan Kyuhyun membersihkan tanah yang diinjak Sooyoung tadi. Ternyata yang di temukan adalah peti yang sudah tua yang cukup besar dan tertimbun dalam tanah. Leeteuk, Hangeng dan Kibum membantu Leeteuk dan Kyuhyun mengambil peti yang tertimbun dalam tanah.

“Apa isinya?” tanya Kibum yang kebingungan.

“Aku juga tidak tau,” jawab Hangeng.

Dengan rasa percaya diri Yoona membuka peti itu. Dan ternyata isi dari peti itu adalah dua pedang yang bewarna putih yang bertuliskan Hangeng dan Kibum dipegangannya. Dan dua panah putih yang bernamakan Sooyoung dan Yoona di busurnya.

“Mwo?” kaget Hangeng.

“Apa maksudnya ini?” heran Sooyoung.

“Aku menemukannya, 4 Panglima Jendral perang yang akan menemani titisan Withania,” senang Donghae.

“Perang?” kaget Yoona.

“Ne, kita akan perang,” jawab Donghae.

“Kacuali aku, aku tidak dapat peran di sini,” kata Jessica.

Hanya tinggal Jessica yang tidak memiliki peran. Teuk,Hae, Kyu, Taeng, Seo menjabat sebagai Five Angel. Hangeng,Kibum,Sooyoung,Yoona menjadi Panglima Jendara. Tapi Jessica tidak memiliki peran yang seperti itu.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju hutan itu. Setelah sampai dalam hutan, gelap itu yang dirasakan. Selain gelap, suasana hutannya sangat menyeramkan, seperti tidak pernah ada yang merawatnya.

“Seo, sentermu!” Hangeng menyuruh Seohyun untuk mengeluarkan senternya.

Di dalam hutan yang cukup gelap dan dingin ini terdengar suara yang aneh dari pohon. Bukan dari suara angin yang menghembus daunnya tetapi, pohon ini dapat bicara satu sama lain.

 

*Leeteuk POV.

“Mwo? Pohon ini bisa bicara?” tanyaku kebingungan mendengar pohon ini.

“Ne, pohon ini bicara,” setuju Jessica.

“Taeng,” takut Seohyun sambil memeluk Taeyeon.

“Gwaencanha Seo,” ucap Kyuhyun.

Kita melanjutkan perjalanan sesuai dengan peta. Aku merasa aneh dengan peta ini. Ini bukan peta dari pemandu. Peta ini telah disihir.

“Ini bukan petanya! Ini jebakan!” seruku dengan nada yang cukup keras.

“Mwo? Kita tersesat?” kaget Taeyeon.

Pohon yang ada disini meraung-raung seperti singa. Mereka merasa terganggu dengan adanya kita disini.

“Aaaaaaa,” kita menjerit ketakutan dan berlari berharap bisa keluar dari hutan itu.

“Taeng, apa yang kamu lakukan?” tanyaku yang sadar kalau Taeyeon belum pindah dari tempatnya ia berdiri saat ini.

“…,” Taeyeon hanya diam saja dan tertegun dengan pohon yang besar di hadapannya.

“Wae?” tanyaku pada Taeyeon.

“…,” Taeyeon tidak menjawab lagi, bahkan ia semakin mendekat ke dalam hutan.

Aku langsung menarik tangan Taeyeon dan membawanya kembali. Taeyeon tetap melihat hutan itu sambil ku tarik. Tidak lama setelah itu, Taeyeon tersadar dan ikut lari bersama ku dan menyusul yang lain.

Kita terus berlari tetapi tidak menemukan jalan keluar. Kita tidak tau sekarng masih siang atau malam. Kita terus berlari tanpa arah yang penting kita bisa keluar dari hutan ini.

“Aku sepertinya ingat dengan jalan ini,” kata Kibum.

“Ne, jalan ini kita sudah lewati sepuluh kali,” jawab ku yang langsung dapat respon berhenti berlari.

Kita semua berhenti dan berfikir sejenak dengan jalan ini. Jalan ini sudah kita lewati sepuluh kali tanpa menyadarinya.

“Jadi, dari tadi kita lewat jalur yang sama?” heran Hangeng.

“Jangan-jangan seperti di tv, tidak bisa keluar dari hutan malah kita menjadi korban jiwa,” tebak Sooyoung yang dapat jitakan dari Yoona.

“…” pohon ini bicara lagi. Entah apa yang membuat pohon ini bicara.

“Hae, kita harus bagaimana?” tanya ku pada Donghae yang sudah menyerah untuk berfikir semua ini.

“Aku gak tau,”  jawab Donghae singkat dengan menatap Jessica heran.

“Taeuk, aku takut,” kata Taeyeon yang sudah memegang tanganku.

“Gwaencanha, aku disini,” aku menenangkan Taeyeon yang ketakutan.

“Kalau kita tidak bisa keluar bagaimana?” tanya Taeyeon yang semakin ketakutan.

“Kita bisa jalani ini, kita masih bersama, tenanglah! Pasti ada jalan keluar,” kataku sambil memeluk Taeyeon yang sudah gemetar karena ketakutan.

Aku tidak menyangka Taeyeon bisa setakut ini dibalik sifat dewasanya yang selama ini kulihat. Taeyeon memelukku erat, ia tidak berani untuk melihat keluar. Ia menyembunyikan mukanya di dadaku sambil menutup matanya.

“Gwaencanha Taeyeon,” aku mengelus rambut Taeyeon dan menenangkannya.

Kita pun memutuskan untuk beristirahat disini. Yoona duduk di sebelah Kibum dan mengobrol. Hangeng dengan Sooyoung yang sedang rebut tentang bagaimana jalan keluarnya. Kyuhyun dan Seohyun berada di bawah pohon dan terus ketakutan. Aku dan Taeyeon hanya bisa duduk dan menunggu bantuan. Sementara Jessica masih berdiri dan diam sambil memejamkan mata. Sedangkan Donghae tetap memperhatikan Jessica.

*Leeteuk POV. End

 

*Donghae POV.

Aku melihat Jessica berdiri tegap dan sedikit merentangkan tangannya dan menutup matanya. Aku tidak tau apa maksudnya ini. Yang ku tau ia bisa mengetahui apa yang dimaksud dengan pohon ini.

“Jess!!” panggilku lirih.

“…” Jessica tetap diam.

“Jessica, gwaencanha?” tanyaku yang semakin penasaran.

“Ne, gwaencanha,” jawab Jessica yang mulai terlepas dari apa yang ia lakukan.

Jessica berjalan meninggalkanku. Ia berjalan seperti mengetahui jalan kuluarnya. Dan ia berhenti tidak jauh dari ku. Ia berbalik dan menghadapku dan memberikan tanda anggukan. Aku mengti maksud dari anggukan tersebut.

“Guys, Let’s go!” suruhku pada yang lain.

Kita pun mengikuti Jessica. Kita berharap kalau kita bisa keluar dari hutan yang mengerikan ini. Jessica menuntun kita ke jalur yang sangat mulus dan berbeda dengan jalan yang sebelumnya. Aku merasa Jessica sudah menemukan jalur yang benar lewat percakapan dengan pohon ini.

Tapi sudah lama kita berjalan tetap tidak menemukan jalan keluar. Kita tetap tidak berhenti berjalan. Tapi pada akhirnya kita berhenti didepan semak-semak yang besar dan dapat menutupi pandangan kita.

“Jess, mau kemana?” tanyaku pada Jessica yang berjalan menuju semak-semak itu.

“Ayo!” ajak Jessica lalu berjalan menerobos semak-semak itu.

Kita pun mengikuti Jessica menerobos semak-semak. Awalnya kita merasa sakit terkena ranting dan daun-daun yang kasar. Setelah berhasil menerobos, suasana menjadi berubah. Langit yang begitu terang dan udara yang sangat dingin dan bersalju.

“Dimana ini?” tanya Yoona yang kagum melihat keadan dibalik semak-semak ini.

“ICELAND,” jawabku pelan tetapi masih bisa terdengar.

Kita melihat suasana yang sangat menakjubkan dari tebing ini. Pegunungan yang diselimuti salju dan istana yang megah bewarna putih yang atapnya terselimuti salju serta danau yang beku dan dipadati anka-anak yang sedang berselancar.

TUK TIK TAK TIK TUK….

Suara gerombolan kuda yang berlari menuju arah kita. Semakin lama suara itu semakin keras dan terdengar semakin banyak kuda-kuda yang datang kearah kita. Suara itu terdengar di berbagai tempat. Kita bingungdengan arah datangnya kuda ini. Kita membentuk lingkaran untuk bejaga-jaga di arah mana saja kuda itu datang kita bisa bersiap-siap.

“KEPUNG MEREKA!!!!!!!”

 

~TBC~

 

Wahhhh….

Mian reader, aku telat ngepostnya bbbuuaaannyyyaaakkk tugas nih…😦

ini aja ku sempetin buat ngepost….

Author juga banyak ulangan…..

sekali lagi  mian untuk reader….

Jangan lupa komen ya!!!

Gomawo……🙂

 

20 responses

  1. kok jessica nggak dapet peran?
    Jangan2 dia yang jadi salah satu putri-nya lagi.
    Kan jessica ” Ice Princess ”😀.
    Lgan akhirnya dia yang nuntun mereka ke ice landnya.
    Cuma nebak sih😀.
    FFnya bagus, ngebuat orang penasaran😀.
    cepet2 lanjut ya😀.
    4 jempol buat author😀.

  2. keren banget.. Kelanjutannya jgn lama2 ya..
    Emm.. Jessica eonni knapa gak ada peran? Aku jadi curiga dia itu whitanianya soalnya dia suka nunjukin jalannya mulu.. Tapi gak tau juga sih.. Tapi aku harap iya *maksabanget
    *plak
    lanjutkan

  3. Waaaah sica kcian ga dpt peran hahahaaa.. tp kyany dy titisan c withania dh, bner ga chingu??
    Trus knp itu hangsoo yoonbum jg dpt pran c??jd rda aneh dh mndgn cm brenam itu aj..
    Ditunggu next partny chingu

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s