Other Side 8

Title : Other Side

Author : Qey.Yeonsone a.k.a Kikiy

Main cast : SNSD’s member

Other cast : Temukan sendiri!

Rating : PG 15

Length : Chaptered

Genre : Mystery, Thriller

Disclaimer : all is mine except the cast

 

 

~~

 

~aku mempunyai sebuah sisi lain, yang bahkan aku sendiri pun tidak bisa mengontrolnya~

 

~~

 

 

 

~Normal PoV~

 

Taeyeon membelalakkan mata sipitnya. Deru nafasnya jauh lebih cepat dari keadaan normal. Membuatnya terpaksa menutup mulut sekaligus hidungnya agar nafasnya tidak terdengar oleh Sooyoung disana.

 

Sekali lagi Sooyoung memasukkan sesuatu ke dalam tasnya. Sesuatu yang Taeyeon yakini adalah sarung tangan karet. Badan Taeyeon mengejang, seketika sekujur tubuh Taeyeon tergetar. Hawa disekitar Taeyeon terasa dingin. Membuat bulu kuduk Taeyeon meremang.

 

Tatapan Taeyeon pada sosok Sooyoung yang tadinya terbelalak, kini meredup. Tatapannya terlihat kosong. Tentu saja, Taeyeon bukan hanya sekedar merasakan rasa sedih. Sedih. Bahkan bagi Taeyeon itu sudah sangat wajar baginya. Yang dirasakannya kini bukanlah perasaan sedih. Sebersit perasaan kecewa yang amat mendalam.

 

Ia tarik nafasnya, menarik oksigen sebanyak-banyaknya. Dengan posisi yang mengendap-endap, ia kembali ke kamarnya sambil berusaha menahan air matanya yang siap meleleh kapan saja.

 

~~

 

Taeyeon kembali memiringkan badannya ke arah jam dinding, pukul 01.25. Hampir satu setengah jam Taeyeon membuka matanya. Sangat sulit baginya untuk tidur malam ini. Jangankan tidur lelap, untuk sekedar memejamkan mata saja sudah sukar Taeyeon lakukan.

 

Untuk kesekian kalinya, Taeyeon menghela nafas panjang yang sekarang terasa sangat berat baginya. Ia biarkan air matanya kembali mengalir lancar menodai wajah putihnya. Pikirannya melayang membayangkan Sooyoung. Apa benar Sooyounglah yang membunuh Manager, Seo dan Yuri? Bahkan seandainya Taeyeon ditanya, apakah dia percaya. Taeyeon akan menjawab ‘tidak’ dengan cepat. Namun, kini sudah lain cerita. Sooyoung bukanlah Sooyoung yang dulu. Bukan Sooyoung yang suka tertawa dan bertingkah konyol. Sama sekali bukan. Dia bukan uri Sooyoung yang dulu.

 

SNSD Girls Generation tidak lagi mempunyai uri Sooyoung, Jessica, Hyoyeon dan Sunny yang dulu. Hanya ada cerita Sooyoung, Jessica, Hyoyeon dan Sunny yang sekarang. Yang tengah merangkai sejarah baru. Sejarah betapa mengerikannya mereka yang sekarang.

 

Taeyeon menghela nafas. Ia kembali merubah posisi tidurnya. Di sampingnya… tidak ada siapapun… Tidak ada Sunny yang slalu tidur dengannya. Sunny menjauh, ia memindahkan semua barangnya ke kamar Hyoyeon semenjak Seohyun tidak ada.

 

Tiffany yang akhir-akhir ini menemaninya tidur, sekarang pun kembali ke kamarnya. Taeyeon merasa… sendiri.

 

~~

 

~Taeyeon PoV~

 

 

“AAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGGHHH……………………” pekikkan mengerikan seseorang nampak mewarnai pagi hari di Dorm SNSD.

 

Aku sontak meloncat dari tempat tidurnya. Padahal, aku hanya tidur tidak lebih dari 3 jam tadi malam. Dadaku berdegup kencang. Badanku entah kenapa terasa berdenyut-denyut. Teriakan siapa itu? Apa Sooyoung kembali membunuh seseorang? Dua pertanyaan yang mewakili pertanyaan lain berputar di benakku.

 

Dengan ragu aku berlari kecil keluar dari kamar. Aku medapati Hyoyeon dan Sunny yang baru saja keluar dari kamar. Sunny terlihat masih menutup matanya.

 

“Ada apa ini? Siapa yang berteriak?” tanya Hyoyeon.

 

Aku mengendikkan kedua bahuku. Hyoyeon mencibir lalu menggumamkan sesuatu yang tidak bisa kudengar dengan jelas.

 

“Aku rasa teriakannya dari dapur.” ujar Sunny tanpa tenaga.

 

“KYAAAAAAAAAAA…………” sebuah teriakan yeoja yang lebih melengking terdengar memenuhi seantero dorm. Itu suara Fany?

 

Kami bertiga berpandangan. Sunny mengendikkan bahunya cuek.

“Ada kecoa mungkin.”

 

Tidak, tidak. Mana mungkin ada kecoa, Tiffany seheboh itu? Tiffany memang benci serangga, tapi ia akan berlari ke ruang tengah sambil minta tolong jika memang ada kecoa.

 

Tanpa menunggu kedua orang yang nampak cuek itu, aku berlari ke arah dapur.

 

~~

 

 

 

“Yoo…na-ya. Ireona. Hiks, ireona.” sayup-sayup kudengar isakan Tiffany. Aigo~ ada apa lagi? Apa yang terjadi dengan Yoona? Seakan tidak sadar, setetes air bening mengalir dari pelupuk mataku yang sudah bengkak.

 

Aku mendapatkan Tiffany sedang menagis dan terduduk di lantai. Memangku kepala Yoona yang nampak tak sadarkan diri. Tapi aku sadar, semakin aku mendekat semakin aku sadar. Bukan hanya Yoona yang terbaring. Ada orang lain.

 

Terpampang jelas. Pemandangan yang sama sekali belum pernah kusaksikan secara langsung. Dadaku terasa tiba-tiba menyusut. Membuatku sangat sulit mendapatkan oksigen yang sangat kubutuhkan sekarang ini. Badanku bergetar hebat sebelum akhirnya aku jatuh terduduk disamping Tiffany.

 

Tiffany masih saja menangis. Tangis yang sangat pilu. TENTU SAJA! Siapapun akan menangis melihat ini! Bahkan Yoona sampai pingsan! Yang kulihat saat ini adalah seorang, atau mungkin bisa kusebut seonggok manusia, tepatnya yeoja, dan lebih spesifiknya SOOYOUNG. Terbujur kaku di lantai. Sebilah pisau menancap mantap di dadanya. Hampir seluruh bagian tubuhnya berlumurkan darah segar. Membuat lantai sekitarnya menjadi merah. Bau anyir tercium kuat bahkan aroma yang lebih kuat dari aroma alkohol.

 

Pandanganku mengabur. Tertutup oleh lapisan air yang belum jatuh kebawah.

 

“Apa ini…” desisku. Bahkan untuk mengucapkan dua patah kata pun sangat sulit bagiku.

 

“APA INI? SIAPA YANG MELAKUKAN INI?????”

Meledak. Entah mengapa, emosilah yang memegang kendaliku saat ini.

 

“Taeyeon-aaa~~” rintih Tiffany sambil terus menangis.

 

“AAAAAAARRRRRGGGHHHHH…………” aku berteriak sekuat tenaga. Berharap itu bisa menyeruakkan perasaanku yang amat sulit kugambarkan saat ini.

 

Tanpa perduli apapun, aku bangkit menuju ‘mayat’ Sooyoung. Kakiku menginjak lantai yang berlapiskan darah. Membuat kakiku menjadi merah seketika. Aku tidak peduli! Pikiranku kosong saat ini! Aku tidak bisa berfikir saat ini!!

 

~Taeyeon PoV END~

 

 

 

~Normal PoV~

 

Taeyeon berlari ke arah mayat Sooyoung yang sudah tidak bergerak itu. Kendati di peringatkan oleh Tiffany, Taeyeon seolah tidak mendengarnya. Pandangan Taeyeon terlihat mengerikan sekarang. Meski matanya terus saja mengalirkan air mata, matanya tetap memancarkan tatapan tajam.

 

Ia jatuh terduduk di samping mayat Sooyoung. Seakan biasa melakukannya, ia mencabut pisau itu. Di lemparkannya ke sembarang tempat.

 

“SOOYOUNG! IREONAAA~~ PALLII~ KATAKAN PADAKU! SIAPA YANG MEMBUNUHMU, HAH? IREONAAAA~ HUAAAAAA~” Taeyeon meraung-raung. Tangannya gencar mengguncang-guncang badan kaku Sooyoung. Dan tentu saja sang empu hanya diam. Bergeming sama sekali.

 

Di belakangnya, beberapa tangisan pilu terdengar mengiringi raungan Taeyeon.

 

~~

 

Taeyeon berhasil ditenangkan oleh Tiffany. Kini mereka berdua tengah duduk di balik sofa, membuat mereka sedikit tersembunyi. Keadaan dorm sangat ramai sekarang, banyak tetangga, polisi lalu lalang, staff dan kru SM, beberapa member Super Junior, SHINee dan f(x), bahkan beberapa reporter. Keramaian itulah yang membuat Tiffany berinisiatif membawa Taeyeon bersembunyi.

 

Tiffany masih sedikit terisak. Ditatapnya Taeyeon yang kini sedang menatap kosong lurus kedepan. Padahal di depannya sama sekali tidak ada sesuatu yang menarik.

 

“Gwenchanayo?” bisik Tiffany.

 

Taeyeon tidak menjawab. Ia bergeming. Mengangguk kecil, tapi kemudian menggeleng.

 

“Mana mungkin aku baik-baik saja.”

 

Tiffany menolehkan kepalanya menatap tembok di depannya. Hidungnya berusaha menarik udara sebanyak-banyaknya. Karena ia merasa udara di paru-parunya menipis.

 

“Kau benar… Ini jauh lebih mengerikan dari yang kubayangkan.”

 

~~

 

 

 

Taeyeon terlalu lelah. Ia tidak tidur semalaman. Dan esoknya dikejutkan dengan kejadian yang sama sekali tidak dinyana. Ia tertidur di sofa. Meski keadaan di sekitarnya belum bisa dikatakan lengang. Orang-orang masih berlalu-lalang kesana-kemari mengerjakan aktifitasnya masing-masing di dorm SNSD. Ada yang berbincang, memotret sana-sini, menangis, berbagai aktifitas yang terbilang langka mendadak kini ada di dorm SNSD.

 

Semua aktifitas itu sama sekali tidak menarik perhatian Tiffany. Ia duduk dilantai samping sofa tempat Taeyeon terlelap. Ia menatap wajah Taeyeon iba. Diusapnya dahi dan pelipis Taeyeon yang terlihat berkeringat. Ia mendesah kecil.

 

“Seberat apapun aku merasakan cobaan ini, pasti kaulah yang merasa paling berat.” bisik Tiffany hati-hati di telinga Taeyeon.

 

Seorang polisi berbadan tambun mendekati Tiffany dan Taeyeon. Tiffany bangkit.

 

“Ada apa, ahjussi?” tanya Tiffany.

 

“Apa itu Kim Taeyeon? Ketua SNSD?” tanya ahjussi polisi itu.

 

Tiffany mengangguk, “Ne, waeyo?”

 

“Aku ingin bicara dengannya.”

 

“Tidak bisa ahjussi, dia baru saja tertidur. Dia sangat lelah. Katakan saja padaku, nanti akan kusampaikan padanya.” tolak Tiffany halus.

 

Ahjussi polisi mendengus pelan, “Baiklah, aku tadi sudah membicarakannya dengan Lee sajangnim…”

 

“Soo Man ahjussi maksudmu?” potong Tiffany.

 

“Ne, tapi dia bilang terserah saja pada mereka. Aku disuruh menannyakannya pada Kim Taeyeon.”

 

“Ne? Ada apa?” potong Tiffany tidak sabar.

 

“Bisakah kalian tinggal di dorm beberapa hari kedepan? Kami masih berusaha menyelidiki kasus ini dan masih membutuhkan keterangan kalian sewaktu-waktu.”

 

Tiffany mengerutkan kening, “Mana bisa! Dorm ini sudah cukup memberikan kami kenangan buruk dan juga trauma mendalam bagi kami. Kami berencana pergi setelah ini selesai.”

 

“Ini hanya agar proses penyelidikan lebih mudah.”

 

“Hajiman…”

 

“Ini demi Nona Choi.”

 

Tiffany terdiam seribu bahasa. Kini ia tidak tahu lagi hendak menjawab apa. Merasa menemui sebuah jalan buntu setelah melalui gang berliku yang panjang.

 

~~

 

 

Yoona hanya diam saat Tiffany mengatakan ia harus tinggal di dorm beberapa hari ke depan. Yoona kini bergabung dengan mereka berdua setelah tadi mengunci diri di kamar. Ia menemani Tiffany bersama Taeyeon yang sedang tidur.

 

Nampaknya Yoona adalah yang paling shock. Karena ia lah yang pertama menemukan mayat Sooyoung. Namun, Yoona terlihat lebih baik sekarang.

 

“Bagaimana pendapatmu Yoong?” tanya Tiffany.

 

“Aish, molla. Sebenarnya aku tidak terlalu suka cara seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ini demi Sooyoung unnie.” sahut Yoona polos.

 

Tiba-tiba, tim forensik dan kepolisian membawa kantung jenazah berwarna kuning di depan mereka. Yoona menutup matanya dengan kedua tangannya, sedangkan Tiffany mengalihkan arah pandangannya.

 

“Kenapa harus terjadi kepada kita? Ini menyedihkan…” bisik Yoona.

 

Tiffany mengangguk lemah.

 

 

~~

 

 

Suasana dorm SNSD masih juga ramai hingga malam menjelang. Taeyeon duduk termangu di sofa paling sudut. Seseorang tiba-tiba menepuk bahu Taeyeon yang sedang melamun. Taeyeon mendongkak malas. Namun betapa terkejutnya, ternyata itu adalah Nyonya Choi SooHee, ibu Sooyoung dan juga ayahnya, Tuan Choi Jungnam. Dibelakangnya, turut pula Choi Soojin, kakak Sooyoung. Dengan cepat Taeyeon berdiri, lalu membungkuk 90 derajat.

 

Ditatapnya wajah Nyonya Choi  yang menampakkan kesedihan yang mendalam itu.

 

“Mianhamnida, nyonya Choi. Mianhamnida, ini semua gara-gara aku. Aku tidak bisa menjaga Sooyoung dengan baik. Mianhamnida.” Taeyeon menunduk, tidak berani lagi menatap Nyonya Choi.

 

Tiba-tiba, Nyonya Choi menarik bahu Taeyeon ke pelukannya. Taeyeon terbelalak kaget.

 

“Sudahlah, Yeon-a. Ini bukan sepenuhnya salahmu. Semua ini takdir. Jangan bebani Sooyoung dengan rasa bersalahmu. Biarkan dia tenang di alam sana…”

 

Taeyeon merasakan getaran dari ucapan Nyonya Choi. Tubuh Taeyeon melemah, bibirnya bergetar.

 

“Jwesonghamnida, jeongmal jwesonghamnida…” bisik Taeyeon dengan mulut tercekat.

 

 

~~

 

 

“Apa? Kau bilang, mereka harus tetap tinggal di dorm? Adwaeyo! Tidak bisa! Kau tidak memikirkan perasaan mereka, sajangnim. Mereka sangat terpukul atas kepergian Sooyoung.” bentak Tuan Choi pada Lee Soo Man sajangnim.

 

“Jwesonghamnida Tuan Choi, hajiman kulakukan hal ini bukan tanpa alasan. Pihak kepolisian yang meminta mereka.”

 

“Tapi, apa kau tidak sadar dengan kematian anakku? Dia dibunuh! Itu artinya semua member So Nyuh Shi Dae dalam bahaya. Apa kau tidak sadar itu, Lee Sajangnim?”

 

Soo Man ahjussi nampak tertegun. Seolah raut wajahnya berkata -benar juga, ya?-.

 

“Ne, itu benar. Aku akan katakan ini pada polisi.”

 

 

~~

 

 

Wajah murung Taeyeon, Tiffany dan Yoona berubah menjadi cerah saat Lee Soo Man berkata bahwa mereka akan keluar dari dorm.

 

“Aku baru menyadari bahwa kalian dalam bahaya. Jadi aku putuskan untuk memindah kalian ke apartemen lain di pinggiran kota Seoul. Mungkin itu bisa menyembunyikan kalian dari kejaran si pembunuh.”

 

“Ch… tapi mungkin saja pembunuhnya ada diantara kita.” cibir Taeyeon sambil melirik Hyoyeon, Sunny dan Jessica.

 

Tapi Hyoyeon membalas tatapan Taeyeon dengan tatapan yang lebih tajam. Membuat Taeyeon kembali mengalihkan pandangannya ke Soo Man ahjussi.

 

“Kita pulang saja. Aku ingin pulang.” cetus Sunny datar.

 

“Tidak! Soonkyu! Kau tidak sadar bahwa kau itu sedang dalam bahaya! Aku melakukan ini semi keselamatan kalian semua! Rumah, mungkin masih bisa dijangkau si pembunuh.” sanggah Soo Man ahjussi keras pada keponakannya itu.

 

Sunny memutar bola mata kesal.

 

“Jadi, bereskan barang bawaan kalian. Dan besok kalian akan pindah ke apartemen baru.”

 

 

~~

 

END of part 8

 

~~

 

 

hueeeeh~~ akhirnya sudah mati 3 member. Niatnya ini mau kubuat 10 part. Tapi ga tau juga deeng~

 

ohya, yang nama eomma, appa sama eonnienya Sooyoung itu beneran loh… Bukan Oc’s

nama ibu Soo : Moon Soo Hee, ayahnya : Choi Jungnam, and kakaknya Choi Soojin. *nyampah.com*

 

okelah, seperti biasa, comment sangat dibutuhkan disini.

Daaan~

jangan lupa add fb:

adzkiars@yahoo.co.id

and fb kedua:

Kikiy Taeyeonniie JustPut’itbackOn

 

see u next part :*

21 responses

  1. huwaa, kenapa sooyoung eonnie mati ? .
    aku jadi bingung sebenernya yang bunuh seohyun, yuri, sooyoung, sama manajernya itu sapa ? .
    jangan-jangan taeyeon lagi .
    dilanjut yaa chingu . uda penasaran setengah hidup :>

  2. Waaaah qrain c sooyoungie trnyata malh dy korban jg, trus spa c sbnerny??

    Adh ud donk chingu maen bnuh”anny kcian itu yg laen, taeng yoong fany-aa my mushroom sni biar oppa yg jgain huhuhuuu..

    Chingu updeeeet paaaliiiiii…

  3. uwah.. makin sereeem nih eonnie~
    makin penasaran sama pembunuhnya.. sunny kah? ah hyoyeon juga bisa…
    huaaa… kenapa sooyoung eonnie mati juga😦 bukannya dia yang bawa pisau malem2??
    aku pikir yoongeonnie mati juga😦 eh ternyata enggak😐
    kalo sooyoung sama seo eonnie mati, kyuhyun oppa sama siapa dong??
    sama aku aja yah #PLAKK
    tapi KEREN eonn^^ makin suka.. jarang ada looh ff mystery se serem ini ._.
    ayooo updatenya jangan lamaa lamaaa~

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s