Jealousy Marriage – Part 1

Title : Jealousy Marriage

Main cast :
• Park Jiyeon
• Park Sanghyun

Other cast : Find at the story

Genre : Romance

Rating : PG 15+

Length : Chaptered

Disc : The plot is MINE!

Credit Poster : YeonNiaARTwork

PROLOG

HOPE YOU LIKE IT😀

Paginya Dara kembali ke kamar Sanghyun. Hanya sekedar mengecek saja. Dilihat, ternyata kedua manusia yang ada di dalamnya masih tertidur pulas. Dara tersenyum lebar saat melihat posisi keduanya yang sangat meyakinkan.

Yeoja itu mulai melancarkan aksinya.

“Umma… Appa…! Ayo kesini!”

Tuan dan nyonya Park langsung berlari ke lantai atas saat , mendengar teriakan Dara.

“Ada apa Dara? Ada kecoak? Harta karun? Atau Shindong Super Junior numspng buang air disini?” Tanya Jungsu ahjussi, panic (?)

“Ahniyo Appa… coba lihat itu!” Dara mengarahkan telunjuknya kea rah tempat tidur.

“OMONAAAAAAAA!!” pekik Taeyeon ahjumma dengan High-Pitchnya. “Apa yang mereka berdua lakukan??” Taeyeon ahujmma langsung menghampiri Jiyeon dan Sanghyun. Diikuti dengan Dara di belakangnya.

Sementara Jungsu masih terpaku di tempatnya. “Aigo… anakku sudah besat ternyata,”

“PARK JIYEON! PARK SANGHYUN! AYO BANGUN…..!!” teriak Taeyeon ahjumma, menggelegar.

Jiyeon dan Sanghyun menggeliat kecil. Mereka  bangkit dan mengubah posisi mereka menjadi duduk.

“Waeyo umma?”

“Weyo ahjumma?”

Kedua prang itu masih belum sadar apa yang terjadi. Sampai saat..

“HUWAAAAAA…..!!!”

Jiyeon dan Sanghyun refleks menutupi tubuh mereka yang sedikit terbuka.

“APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU!?” teriak Sanghyun.

“APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU!?” teriak Jiyeon.

“APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN!?” teriak Taeyeon ahjumma geram.”Apa yang kau lakukan padanya Sanghyun?”

“Aku tidak melakukan apa-apa, umma…” sangkal Sanghyun.

“Tidak apanya? Lihat pakaian kalian yang seperti itu ! Dan.. kau juga bau alcohol, Park Sanghyun!”

“Tapi aku sama sekali tidak melakukan apa-apa, umma…” kekeuh Sanghyun

“Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada Jiyeon? Kau harus bertanggung jawab, Park Sanghyun!”

Sementara Taeyeon ahjumma sedang memarahi kedua remaja itu, di belakangnya, Dara sedang menyunggingkan seringai kemenangannya.’Rencanaku berhasil,’

###FLASHBAK END###

 

 

Jiyeon teringat kembali akan kejadian seminggu lalu itu. Ia menepuk pipinya keras. Sakit. Ia sadar kalau kejadian itu bukan mimpi. Ia sadar kalau ternyata sekarang ia sudah bukan seorang gadis lajang lagi. Ia sekarang sudah menjadi istri dari seorang Park Sanghyun sejak dari semalam.

“Kau… kenapa?” Tanya Sanghyun smabil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.

Pipi Jiyeon memerah.”Ah.. ahniyo, ahniyo…” Jiyeon bangkit dari duduknya dan hendak keluar kamar.

“Kau mau kubuatkan sarapan? Orangtua-mu baru saja pergi kerja tadi,” tawar Sanghyun. Setelah pernikahan semalam, Jiyeon dan Sanghyun memang menginap di rumah Jiyeon.

“Go-gomawo. Tapi aku bisa membuatnya sendiri,” Jiyeon tersenyum canggung kemudian keluar kamar.

***

7 PM KST

 

Jiyeon dan Sanghyun tengah menikmati makan malam mereka dengan canggung. Tentu saja bukan hanya mereka. Umma dan appa Jiyeon juga sedang makan malam di ruang makan yang sama. Sesekali appa Jiyeon melirik tajam kearah Sanghyun. Ia masih sedikit kesal dengan namaja itu. Ia kesal, karena putrid kesayangannya kini sudah bukan menjadi milknya lagi, melainkan milik Sanghyun. Ditambah dengan fakta bahwa putrinya dinikahi karena sudah ditiduri terlebih dahulu.

“Jadi, apa kau sudah mulai mual-mual Jiyeon-ah?” Tanya umma Jiyeon tiba-tiba. Sanghyun sedikit tersedak mendengarnya.

“Umma! Sudah kubilang aku tidak melakukan apa-apa dengannya!” bantah Jiyeon.

“Haaa iya, iya. Dasar anak muda sekarang. Berkilah saja kerjaanya,” sahut umma Jiyeon.

“Aku sudah kenyang,” appa Jiyeon tiba-tiba saja berdiri dan keluar dari ruang makan.

“Aku juga. Aku pergi dulu,” ujar Jiyeon. Ia menyusul appa-nya yang tengah berjalan menuju ke taman belakang.

“Kenapa kau diam saja? Ayo dilanjutkan makannya.” Ujar umma Jiyeon yang melihat Sanghyun yang sedari tadi hanya diam.

“A..a, ne,”

***

Yoochun POV

 

Aku menyesap the yang sempat kuambil tadi, sebelum keluar dari ruang makan barusan. Rasanya hangat. Tapi sayangnya, tidak bias menghangakan hatiku. Aku terlalu sedih…

Anak gadisku satu-satunya… sudah bukan menjadi tanggung jawabku lagi. Waktu terasa begitu ceoat. Aku tidak merasa, ternyata ia sudah besar sekarang.

Aku megambil dompet yang ada di saku-ku, kemudian membukanya. Terpampang foto dua perempuan yang paling kucintai. Ku mengusap foto gadis kecil-ku. Maafkan Appa, Jiyein-ah… appa terlalu sibuk dengan pekerjaan, sampao-sampai tidak terlalu memperhatikan perkembanganmu. Dan sekarang, saat kau sudah menjadi milik laki-laki lain, Appa baru menyesal Jiyeon-ah. Maafkan Appa…

“Appa!”

“Jiyeon?”

Buru-buru aku mengembalikan dometku ke dalam saku.

“Appa.. appa sedang apa disini?” tanya Jiyeon sambil duduk di sampingku.

“O.. a.. appa hanya ingin mencari angin segar saja,” sahutku.

Jiyeon mengangguk mengerti. Namun sedetik kemudian, gadis kecil-ku ini tiba-tiba memelukku.

“Appa… aku sangat sayang… appa,” ujarnya. Ku sedikit mengerutkan dahi. Biasanya ia tak pernah bersikap seperti ini.

Ku mengusap rambutnya lembut.”Nado Jiyeon-ah. Appa juga sangat menyayangimu,”

“Appa… appa tidak sedih melihat keadaanku sekarang? Ini hanya salah paham, Appa. Aku belum siap menikah. Aku tidak melakukan apa-apa, Appa. Appa percaya denganku kan?”

Ku sedikit menghela napas mendengar pernyataanya.”Appa percaya padamu, Jiyeon-ah..”

“Lalu kenapa Appa tidak menghentikan pernikahanku?” Jiyeon mendongakkan kepalanya.

“Appa tidak bias menentang ibu-mu, sayang. Appa juga tidak bisa berbuat apa-apa karena terlalu sedih,” sahutku. Jiyeon kembali menunduk.

“Appa ingin tanya padamu. Apa kau menyukai namja itu?”

Jiyeon semakin menunduk. Terlihat semburat merah di pipinya. Sepertinya iya.

“Appa kau benar-benar menyukainya?” tanyaku lagi.

Kali ini ia mengangguk. Walaupun sedikit malu-malu.

“Kalau begitu, berbahagialah dengannya. Kalau pun ia tidak menyukaimu, buatlah ia mencintaimu sampai ia serasa akan mati bila kehilangannmu. ”

Jiyeon mendongak, menatapku dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Apa perkataanku terlalu mengharukan?

“Appa… “ ucapnya lirih.

“Berjanjilah untuk selalu berbahagia dengan suamimu, Jiyeon-ah. Appa janji, appa tidak akan merasa sedih lagi,”

“Ne, Appa..” ia memelukku lagi.”Aku sayang.. appa,”

“Nado…”

***

Jiyeon POV

 

Ku menatap wajahku yang terpantul di cemin kamar mandi kamarku. Sembab. Ku mengusap wajahku dengan air keran yang sedari tadi sudah kunyalakan. Segar. Ku menatap wajahku sekali lagi.

Apa kau akan benar-benar merasa bahagia, Park Jiyeon? Jujur. Aku sedikit senang dengan pernikahan ini. Siapa yang tak akan senang bila menikah dengan namja yang kau sukai? Aku senang. Tapi… apa mungkin Sanghyun senang dengan pernikahan yang tepaksa ini? Aku tidak pernah tahu perasaanya. Aku sedikit ragu akan bahagia dengan pernikahan ini. Haaah….

Ku mengambil handuk dan mengusapkannya di wajahku. Aku keluar dari kamar mandi. Namun apa yang kulihat? Ternyata Sanghyun sepertinya akan tidur di ranjangku. Omo… kalau ia ingin tidur disitu juga, aku tidur dimana? Dengan segera kucegat dia.

“Eum… Sanghyun-sshi., apa kau akan tidur disitu? Tanyaku.

“Di tempat tidur maksudmu?” tanyanya balik. Ku mengangguk cepat.

“Ahni. Aku hanya ingin mengambil bantal saja,” sahutnya. Ia mengambil bantal kemudian berbaring di sofa yang tak jauh dari ranjangku.

Huff… untunglah. Tapi… aku sedikit kasihan padanya. Apa ia nyaman tidur disitu?

Ku mengambil sebuah selimut di lemariku, dan dengan sedikit ragu memberikan itu padanya.

“Gomawo,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

“Apa kau tidak ingini minum sesuatu?” Ops! Kenapa aku jadi perhatian begini?

Matanya menyiratkan keheranan mendengar tawaranku. Namun sejurus kemudian, ia hanya tersenyum (lagi).

“Tidak perlu. Kau, tidurlah. Besok kita akan sekolah kan?”

“Aa… ne,”

Ku berbalik menuju tempat tidur-ku. Aissh… Jiyeon babo! Aku pasti terlihat aneh tadi!

***

Author  POV

 

“Umma… kami berangkat dulu,” ujar Jiyeon pada umma-nya.

“Ne. Sanghyun-ah, tolong antar istrimu ini sampai ke sekolah dengan selamat ya?”

Sanghyun sedikir terkejut dengan kata ‘Istri’ yang terselip di kalimat Mrs. Park. Namun sejurus kemudian, ia mengganguk.

“Ne, eommonim” sahut Sanghyun. Semua yang ada disana, tidak tekecuali  Mr. Park yang kali ini kaget mendengar ucapan Sanghyun.

“A-aa… baiklah. Sudah sana pergi. Nanti telambat,” sahut Mrs. Park sedikit terbata.

Jiyeon dan Sanghyun pun pergi dari rumah. Sementara Mrs. Park yang belum hilang kagetnya, reflex mendekati suaminya yang tengah asyik membaca Koran.

“Yeobo-ya… aku dipanggil ‘Eommonim’ olehnya,”

“Wajar.Ia  kan anak menantumu,” sahut Mr. Park datar.

“Aku baru pertama kali dipanggil seperti itu,”

“Tentu saja. Memangnya selama ini kau sudah punya anak yang telah menikah selain Jiyeon?” balas Mr Park tajam.

“Tidak sih..”

***

At School

“Sanghyun-ah… kenapa kau memanggil ibu-ku ‘Eommonim’?” tanya Jiyeon di perjalanan menuju kelas mereka.

“Kenapa? Dia kan memang ibu mertua-ku,” sahut Sanghyun.

“Memangnya kau sudah menganggap ibuku sebagai ibu mertuamu?” tanya Jiyeon lagi, yang membuat Sanghyun mengehentikan langkahnya.

“Lalu kau ingin aku memanggilnya apa? Kalau dibilang, aku bahkan sudah menganggapnya ibuku sendiri,” ujar Sanghyun seraya menatap mata Jiyeon lekat. Tak sengaja, Jiyeon pun membalas tatapannya. Namun sedetik kemudian, ia kembali sadar.

Kesenyapan kembali meliputi mereka berdua. Jiyeon dan Sanghyun hampir sampai di kelas mereka, sampai  tiba-tiba Jiyeon mencegat langkah Sanghyun.

“Waeyo?”

“Sepertinya sudah ada yang datang. Kalau begitu aku masuk duluan, dan kau belakangan. Agar tidak ada yang curiga.  Bagaimana?” ujar Jiyeon.

“Terserahmu saja,”

Jiyeon pun masuk terlebih dahulu ke dalam kelas. Benar perkiraannya, ternyata di dalam sudah ada Jieun. Jiyeon pun langsung menghampiri sahabatnya itu.

“Jieun-ah…… !!” teriak Jiyeon.

“Aish.. bisa tidak kau tidak berteriak? Ini masih pagi. Mulutmu itu masih bau,” canda Jieun.

“Huuu…. Tidak seru! Aku kan hanya ingin teriak saja,” sahut Jiyeon.

Yeoja itu meletakkan tasnya, kemudian duduk di samping Jiyeon.

“Apa ada PR untuk hari ini?” tanya Jiyeon.

“Sepertinya tidak ada,” jawab Jieun sambil terus membaca buku kimia tebal miliknya.

Tak berapa lama, Sanghyun pun masuk ke dalam kelas. Jieun sempat melirik Sanghyun. Tapi untunglah, ia hanya mengacuhkannya.

“Ya! Jiyeon-ah… kemana saja kau malam minggu kemarin? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, tapi di rumahmu tidak ada siapa-siapa…”

“Malam minggu?” Jiyeon teringat kalau itu adalah malam pernikahannya. Tentu saja rumahnya kosong, karena pesta mereka dilaksanakan di rumah Sanghyun.

“A-aku sedang keluar dengan appa dan ummaku. Iya.. itu,” dusta Jiyeon.

Mendengar itu, Sanghyun  refleks menolehkan kepalanya kearah Jiyeon. Mata Jiyeon mengisyaratkan Sanghyun agar tidak perlu memperdulikannya. Dan tentu saja, Sanghyun menurut.

“Benarkah?” tanya Jieun memastikan.

“Te-tentu saja,” sahut Jiyeon.

Jieun mengendikkan bahunya kemudian kembali membaca buku miliknya. Jiyeon bernafas lega.

***

Kriiiiiiiiiingggggg……….. bel istirahat berbunyi. Seluruh siswa keluar kelas untuk beristirahat ataupun hanya untuk sekedar bersantai. Dan di istirahat itu lagi, Krystal kembali menarik Sanghyun untuk ke kantin bersamanya. Jiyeon tidak suka melihatnya. Tapia pa yang bisa ia lakukan. Kalau ua berbuat hal yang aneh, orang-orang akan curiga padanya. Lagipula sepemikirannya, Krystal itu adalah pacar Sanghyun.

“Jiyeon-ah… kau bawa bekal apa?” tanpa izin, Jieun mengobrak-abrik isi tas Jiyeon.

Namun ia menemukan hal lain. Benda yang hampir mirip seperti undangan. Jieun menarik benda tersebut keluar.

Jieun tak mampu menyembunyikan kekagetannya saat melihat benda tersebut secara keseluruhan.” Jiyeon-ah, ini apa?”

Jiyeon menoleh ke arah Jieun.”I-itu…….”

TO BE CONTINUED

 

Gimana readers part 1-nya? Maafkanlah kalau ada kesalahan kata u.u sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Tuhan😀

 

RCL YAAAAAAAAA😀

41 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s