[Chaptered] Mysterious Map Chapter 4 End

 

Tittle : Mysterious Map

Author : Haiyu Spazzer

Rating : PG

Genre : Romance, Friendship, AU

Cast:

Kim Junsu (SUJU)

Lee Donghae (SUJU)

Kim Taeyeon (SNSD)

Jessica Jung (SNSD

Seo Joo Hyun (SNSD)

Other Cast :

Choi Sooyoung (SNSD)

Im Yoon Ah (SNSD)

Kangta

Boa

Hangeng (SUJU)

Kim Kibum (SUJU)

Yunho (TVXQ)

 

 

 

==========

 

 

*No someone POV.

“KEPUNG MEREKA!!!!!!” suruh salah seorang yang menunggangi kuda tersebut yang diikuti oleh pasukannya.

Pasukan itu langsung menuju kearah namja-namja dan yeoja-yeoja yang telah keluar dari semak-semak yang cukup besar. Mereka pun langsung mengerubungi dan menodongan pedang mereka kearah namja dan yeonja tersebut.

“Kami orang baik-baik,” kata salah satu namja yang dikepung itu.

“Siapa mereka?” tanya pimpinan pasukan dari barisan belakan yang berjalan dari barisan belakang kea rah namja dan yeojang yang dikepung.

“Kau sendiri siapa?” tanya Kibum balik ke pimpinan itu.

“Aku? “ tanya Pemimin itu heran. “Semua orang disini tau siapa diriku,” lanjut pimpinan itu.

“Kami pendatang disini,” jawab Hangeng.

Tiba-tiba seluruh pasukan mengarahkan pedang mereka lebih dekat lagi. Hangeng, Kibum, Yoona dan Sooyoung yang saat itu memiliki senjata, langsung mengeluarkannya dan mengarahkn kepada pasukan itu.

“Kami pendatang baik,” kata Donghae.

“Disini tidak ada orang baik lagi! Apa lagi kalian tidak tau siapa diriku. Orang yang muncul dari belakang semak ini bearti orang yang patut di curigai. Hmmm, Apa kalian orang suruhan Redhania?” tanya pimpinan itu dengan curiga.

“Redhania? Siapa itu? Apa nma makanan?” tanya Sooyoung.

“Pabo! Itu nama orang ahli sihir hitam,” jawab Kyuhyun sambil menjitak kepala Sooyoung.

“Ani, kami tidak bermaksud jahat pada kalian. Kami juga bukan orangnya Redhnia. Kami disini membela kebenaran,” Jawab Leeteuk.

“Aku tidak bisa percaya dengan kata-kata kalian begitu saja, harus ada buktinya,” ucap pemimpin pasukan. “Bawa mereka ke ruang tahanan!” suruh pimpinan itu kepada pasukannya.

Pasukan itu pun menuruti perintah pimpinannya dan mengikat tangan namja dan yeoja yang itu  agar tidak kabur. Namja dan yeoja itu di seret dengan paksa dan di bawa ke tempat tahanan yang berada di bawah tanah tepat di bawah menara putih istana itu.

 

@Tempat tahanan

Tempat yang sempit, kotor, dan ada sebagian yang tergenang air menjadi tempat dimana namj dan yeoja itu ditahan. Tempat yang tidak layak ditempati itu menjadi tempat mereka sekarang. Dinding yang hitam, cahaya yang redup menjadi siksaan mereka.

Donghae dan Hangeng mencoba untuk membuka gembok yang terpasang di pagar itu, namun tidak ada hasilnya.  Mereka tetap berusaha apapun agar gembok ini terbuka. Mulai dari mencoba dengan jepit rambut yang runcing milik Teyeon sampai peniti di balutan kain yang robek yang digunakan untuk selimut yang telah disediakan pun gagal membut gembok itu terbuka. Donghae dan Hangeng pun menghentikan aktivitas mereka untuk membuka gembok itu.

Semakin lama hari semakin gelap, tempat tahanan pun menjadi semakin gelap dan diganti dengan obor yang menya disetiap lorong temat itu. Tidak lama kemudian, ada suara yang bersal dri perut Sooyoung.

“Aku lapar,” ucap Sooyoung.

“Ne, aku juga,” manja Yoona.

“Apakah tidak disediakan makana ya?” lanjut Seohyun.

“Ini semua salahku! Andai saja aku tidak membawa kalian ke sini, pasti tidak akan terjadi hal yang seperti ini,” kata Jessica sambil merasa bersalah dan menunudukkan kepalanya. “Mian,” lanjut Jessica dengan nada yang pelan namun cukup didengar.

Donghae langsung mendekati Jessica dan duduk disampingnya,”Ani, kamu tidak salah, ini lebih baik dari pada di hutan itu. Disini, di istana Withania kita pasti aman.”

“Tapi, kita menjadi tahanan disini dan itu semua salahku!” teriak Jessica yang masih terdengar isak tangisnya yang merasa bersalah itu.

“Gwaencanha Jess, kita tidak masalah berada disini selama kita benar. Percayalah bahwa yang benar akan menang,” elak Kyuhyun.

“Memangnya, ada apa sih ini? Withania , Redhania, buku sihir dan pedang ini itu maksudnya apa? Aku tidak tau,” tanya Hangeng kebingungan.

“Ne, aku juga. Ini semua maksudnya apa?” setuju Kibum yang mendapat anggukan dari Sooyoung dan Yoona.

Leeteuk dan Taeyeon pun menjelaskan tentang semua ini. Mulai dari Redhanai yang memiliki sihir hitam yang dapat menghancurkan dunia. Withania yang menentang dengan perilaku saudara kandungnya yaitu Redhania.  Sampai sejata yang dimilki Yoona, Sooyoung, Hangeng dan Kibum untuk senjata perang bersama titisan Withania melawan titisan Redhania.

Sedangkan Kyuhyun yang mencoba menghibur Seohyun yang sedang ketakutan dengan suasana di tempat ini. Seohyun sudah merasakan keganjalan yang ada di Istana. Dan Donghae yang sedang merendam rasa bersalah Jessica dalam diri Jessica yang saat ini masih belum bisa menghilangkan rasa bersalahnaya.

 

@In Castle

“Yang Mulia, para utusan sudah menemukan titisan Withania,” ucap salah seorang pelayan.

“Bawa ia masuk!” perintah sang Ratu.

“Ne, Yang Mulia.”

Pelayan itu pergi dari ruangan sang Ratu dan menyuruh titisan Withania untuk memasuki aula istana lalu menemui sang Ratu Icaland.

“Silakan masuk,” suruh pelayan itu kepada titisan Withania.

Pintu aula yang sangat besar itu terbuka dengan perlaha-lahan. Dari dalam aula terlihat sosok namja yang dibalik pintu. Namja itu memakai baju kerajaan yang bewarna putih dengan membawa kotak berlapis es yang tidak terlalu besar sambil melangkahkan kakinya kedalam aula. Sedankan dari luar alua terlihat Yeoja yang sedang duduk di singgahsananya dengan memaki gaun bewarna biru mudah dengan mahkota es di atas kepalanya ialah sang Ratu Iceland.

“Mr. Kangta,” pangkil sang Ratu kepada titisan Withania itu yang diketahui bahwa titisan Withania adalah Kangta.

“Ne, Yang Mulia BoA,” jawab Kangta kepada sang Ratu yang bernama BoA itu.

“Pasti kau lelah,” tebah Boa.

“Ani, saya tidak lelah sedikit pun untuk perjalanan kesini sebagai pembela kebenaran,” elak Kangta.

“Kau yakan akan terus membela kebenaran?” tanya BoA untuk meyakinkan kata yag diucapkan Kangta.

“Ne, Yang Mulia. Saya akan selalu membela yang benar. Aku sudah membawa semu yang ku temukan sebagai tanda bahwa saya adalah titisan dari Withania,” yakin Kangta sambil menyodorkan kota yang berlapis es situ ke arah sang Ratu.

Sang Ratu pun menerima dengan senang hati kotak dari Kangta itu. Ratu langsung membuka kotak itu dengan perlahan. Ia melihat kedalam kotak itu dan menemukan selembar kertas bewarna coklat tua dan batu hitam yang berbentuk segi enam.

“Kertasdan batu  itu aku temukan saat berada di pohon besar tempat perkehan, dan saya sudah menggambar peta itu,” ucap Kangta setelah melihat keheranan Ratu bahwa Kangta menemukan sumua yang dibutuhkan untuk menjadi titisan Withania.

“Aku rasa kau sudah lelah, istirahatlah terlebih dahulu,” suruh sang Ratu pada Kangta. “Pelayan, antar Mr. Kangta ke tempat istirahatnya,” lanjut Ratu yag menyuruh pelayanan.

Pelayan itu mengantar Kangta pergi ke tempat istirahatnya yang telah disediakan. Sedangkan sang Ratu tetap berada di singgahsananya dengan memangku kotak es di kakinya. Ia menatap terus isi dari kotak itu. Ia tidak berni memegangnya Karen itu bukan miliknya.

“Pangliama Yunho,” pangil Ratu kepada panglimanya.

“Ne, Yang Mulia,” jawab Yunho.

“Apa kau sudah memberi makan mereka?” tanya Ratu.

“Mereka?” bingung Yunho.

“Para tahanan mu yang kau  tangkap tadi sore,” jawab sang Ratu.

“Ani, buat apa memberikan makan pada mereka. Mereka itu illegal, jangan-jangan mereka utusan Redhania,” tebak Yunho.

“Apa kau bilang? Jangan sebut nama Redhania di hadapanku!” bentak Ratu pada Yunho. “Beri makan mereka!” suruhnya.

“Ne, Yang Mulia, saya akan memberi makan mereka,” jawab Yunho sekejap.

“Ani, biar aku saja yang member makan,” elak Ratu.

“Tapi..,” kata Yunho terputus ketika melihat sang Ratu melotot ke arahnya.

Pelayan pun memnyiapkan makanan untuk tahanan yang ada di bawah tanah. Pelayan memberikan makan itu sesuai dengan jumlah para tahanan.

“Ayo kita pergi,” ajak sang Ratu.

“Ne, Yang Mulia,” jawab pengawal sang Ratu dengan serempak.

Sang Ratu turun dari singgahsananya dan pergi menuju bawah tana temapat dimana para tahanan di tahan. Sag Ratu diikuti enam prajurit termasuk panglima Yunho untuk melindungi sang Ratu dan empat pelayan untuk membawa makanan itu.

 

@Tempat Tahanan

Tok Tok Tok

Suara langkah kaki sang Ratu dan prjurit yang lain trdengar menggema speanjang lorong. Lorong ini sangat sepi, dan sedikit gelap. Tempat ini jug tidak ada yang menempati kecuali orang yang memang akan di beri hukuman mati untuk membusuk di sana.

“Biarkan aku pergi sendri!” perintah sang Ratu kepada prajuritnya termasuk Yunho.

“Tapi Yang Mulia, ini terlalu berbahaya,” tahan Yunho.

“Biarkan aku sendiri!” ulang sang Ratu.

“Mian, tapi saya tidak bisa membiarkan Yang Mulia pergi sendiri,” kata Yunho sambil menghalangi jalan Ratu.

“Kau berani melanggar perintah ku?” bentak Ratu.

“Baiklah, tapi biarkan saya untuk ikut menemani Yang Mulia,” Yunho pun menyetujuinya

Ratu melanjutkan perjalannya menuju tempat tahanan bersama Yunho dan pelayan yang membawakan makanan untuk para tahanan.

Dari larah lorong yang gelam terdengar suara langka kaki sang Ratu yang semakin mendekat dengan tempat tahanan.

“Suara apa itu?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Suara langkah kaki,” jawab Leeteuk.

“Siapa yang mendatangi kita?” tanya Seohyun ketakutan.

“Itu dia orangnya,” jawab Taeyeon sambil menunjuk orang yang berada dibalik pagar besi itu.

Sosok yeoja dengan gaun yang bewarna putih berada di depan para tahanan. Semua para tahanan heran, Mrs. Boa ada di tempat ini dan menggunakan gaun bewarnah putih seperti seorang Ratu.

“Beri hormat kepada Yang Mulia!” suruh Yunho.

“Ya—ng—Mu—li—a?” heran Hangeng dengan uacapannya yang terpatah-patah.

“Ne, Yang Mulia BoA sang Ratu Iceland,” jawab Yunho tegas yang direspon dengan tatapan muka penuh tanya dan keheranan yang menyelimuti fikirannya. “Ayo berihormat!” suruh Yunho kembali.

“Mrs. Boa?” panggil Jessica.

“Kau pangil Yang Mulia dengan sebutan Mrs.? Kau kurang ajar!” emosi Yunho meluap seketika Jessica manggi Mrs.Boa dan inin menghajarnya, namun berhasil di hentikan oleh sang Ratu.

“ Yes, I’m Mrs. Boa.,” jawab Ratu kepada Jessica.

Donghae pun langsung bergegas berdiri dan memberikan hormat dengan membungkukkan badan Sembilan puluh derajat didepan Ratu dan diikuti lainnya.

“Gomawo, makanlah ini!” suruh Ratu sambil memberikan makanan yang dibawa pelayannya.

Sooyoung yang dari tadi menahan rasa laparnya langsung menyantap makanan. Begitu juga yang lain, langsung memakan makanan yang diberikan oleh Ratu.

“Jess?” panggil Ratu.

“Ne,” jawab Jessica.

“Bisa kita bicara berdua?” tanya Ratu.

“…,” Jessica hanya diam saja sambil memperlihatkan tangannya yang masih terikat.

“Lepaskan borgolnya!” suruh Ratu kepada Yunho untuk melepas borgol seluruh tahanan.

“Ikut aku!” suruh Ratu kepada Jessica.

“Ne,” Jessica menuruti perintah Ratu untuk bicara berdua di luar penjara.

Ratu mengatakan sesuatu kepada Jessica dengan sangat pelan dan volume yang kecil sehingga gak ada orang yang mengetahui percakapan mereka. Tidak lama setelah itu, Jessica dikembalikan ke dalam  penjara.

Ratu pun pergi meninggalkan mereka dan menuju istana dan kembali beristirahat. Begitu juga dengan para tahanan yang langsung tertidur lelap karena sudah yankin bahwa Mrs. BoA yang ternyata menjadi ratu Iceland akan menyelamatkan dan membebaskan mereka dari tempat ini.

Selama  yang lain tertidur lelap dalam dinginnya malam, Jessica masih terbangun dan duduk di pinggir pagar sambil melihat kearah luar pagar dengan wajah yang penuh dengan pikiran. Ia hanya bisa mengedip-kedipkan matanya seperti gelisah.

“Kamu gak tidur Jess?” tanya Donghae yang tiba-tiba berada di samping Jessica.

“Ani, aku gak bisa tidur,” jawab Jessica yang masih memandang keluar pagar.

“Ada apa disana? Tidak ada yang aneh?” heran Donghaae sambil melihat keluar parga seperti yang dilakukan Jessica.

“Mwo!” kata Jessica yang muali tersadar bahwa wajah Donghae sangat dekat sekali dengan wajahnya.

“Wae? Kamu aneh,” kata Donghae yang semakin mendekati wajah Jessica dan berhasil membuat Jessica terpojok.

“…,” Jessica tidak dapat berkata apapun hanya mengedip-kedipkan matanya saja.

Wajah Donghae semain mendekati wajah Jessica kemudian mengecup kening Jessica dengan waktu yang cukup lama. Jessica hanya bisa diam dan memejamkan matanya saja.

“Oppa, hentikan!” suruh Jessica pada Donghae yang sadar terlalu lama Donghae mengecup keninya.

Donghae pun menghentikan aktivitasnya itu. Walaupun sudah berhenti, Donghae masih tetap memperhatikan Jessica sampai pipi Jessica bewrnah merah.

“Mwo? Kenapa melihatku seperti tiu?” tanya Jessica.

“Akhirnya kamu memangilku dengan sebutan oppa,” jawab Donghae dengn senyuman yang mengembang diwajah Donghae.

Mereka pun tidak mengeluarkan kata sedikit pun. Dan tidak ada juga yang tidur terlebih dahulu. Sunyi, itu yang di rasakan mereka berdua. Tidak ada kata-kata, tidak ada lagu yang menyelimuti di antara mereka.

“Oppa?” panggil Jessica.

“Ne, wae?”

“Aku takut.”

“Taku apa?”

“Kalau aku berada disi selamanya bagaimana?” tanya Jessica.

“Kita pasti bisa keluar,” yakin Donghae.

“Ne, itu kamu dan yang lainnya. Sedangkan aku tidak punya bukti untuk berada di pihak Withania.”

“Ani! Kamu punya,” Kata Donghae sambil mengeluarkan selembar kertas yang bewarna coklat dan batu hitam segi enam yang ditemukan dari pohon besar di perkemaan.

Jessica mengambil kertas dan batu itu. Ia merasa ingin menggambar sesuatu di kertas itu dan batu itu sebagai kuasnya.

“Waeyo Jess?” tanya Donghae bingung melihat Jessica yang seperti itu.

Jessica memulai untuk menggambar sesuatu di kertas itu dengan batu hitam. Entah apa yang menyuruhnya untuk melukiskan sesuatu di kertas cuklat itu. Jessica pun melukiskan sesuatu yang berupa seperti peta.

“Peta apa itu?” tanya Donghae penasaran.

“Aku gak tau,” jawab Jessica singkat.

“Kamu yang gambar, tapi kok gak tau?” hearna Donghae.

“Ada sesuatu yang mendorongku untuk menggambarkan itu” jawab Jessica. “Aku tidur dulu!” lanjutnya.

Donghae yang heran dengan gambaran Jessica mengamati dengan detail gambaran itu. Ia bertnya-tanya pada dirinya. Ia masih penasaran dengan peta yang dibuat Jessica.

“Apakah in peta itu?” tanya Donghae dalam hati.

 

*****

 

Tiba-tiba banyak pasukan menuju tempat tahanan dan menyeret para tahanan keluar dan menuju ke aula untuk menemuhi sang Ratu.

 

@Aula

Para tahanan dipaksa untuk duduk bertekuk lutut di hadapan sang Ratu. Dengan wajah yang ketakutan untuk mendapatkan hukuman mati.

“Kalian siap?” tanya Ratu sinis.

“Si—ap?” tanya Kyuhyun dengan rasa takut menyelimuti dirinya.

“Ne, siap berperang melawan Redhania,” jawab Ratu .

“Hyuh,” hela nafas mereka yang langsung tenang mendengar kata-kata sang ratu yang artinya kita berada di pihak yang benar.

Donghae masih gelisah dan mencari keberadaan sosok yeoja yang dicarinya. Ia tidak melihat yeoja yang dicarinya sejak tadi.

“Kamu mencari apa Hae?” tanya Kyuhyun.

“Jessica, kamu melihatnya?” tanya Donghae.

“Ne, dari tadi aku tidak melihatnya,” setuju Taeyeon.

“Dimana dia?” tanya Donghae khawatir dengan keadaan Jessica.

Donghae berlari kembali menuju tempat tehanan berharap menemukan sosok yeoja yang ia mulai sukai ada disana. Ia berlari sekencang mungin agar cepat sampai di tahanan itu.

Tidak lama kemudian, Donghae sampai di tempat dimana ia dan yang lain ditahan. Namun yaeoja yang bernama Jessica itu tidak ia temui. Ia mencari di sekeliling daerah itu dan tidak menemukannya sama sekali. Batang hidungnya pun tidak terlihat.

“Hae,”pangil Leeteuk dengan terengah-engah.

“Wae?” tanya Donghae.

“Jessica,, Jessica,,” Leeteuk terengah-engah memanggil nama Jessica dan menunjukkan kearah luar.

Donghae langsung berlari keluar istana setelah tau apa yang dimaksudkan Leeteuk.

 

@Out Castel

Banyak orang yang mengerubungi dalam satu titik. Mereka mengerubungi sambil mencacimaki dan melempar semua yang ada digenggamanya. Donghae yang juga melihat itu mengerubunginya. Dan ternyata yang dikerubungi adalah yeoja yang dari tadi ia cari. Tanpa berfikir panjang Donghae langsung menyelamatkan Jessica dan membawa Jessica menemu Ratu.

BRUAK!!!

Suara pintu yang dihemaskan Donghae begitu saja untuk menemuhi sang Ratu dengan membawa Jesssica dihadapannya.

“Apa yang kau lakukan padnya?” teriak Donghae.

“Beraninya kau membentak Yang Mulia!” marah Yunho.

“Ikut aku!” suru sang ratu.

Donghae dan Jessica pun mengikuti Ratu. Mereka berada dibalik pintu dan mengobrol suatu hal. Tidak lama kemudian ia pergi keluar ruangan itu dan disambut ole orang-orang Redhania untuk mengambil Jessica kembali ketempatnya.

“Kami, utusan dari Redhania Queen untuk mengawali titisan Redhania yaitu Jessica Jung untuk  kembali ke pihak kita yang sebenarnya,” kata-kata yang terucap dari salah seorang dari utusan Redhania.

Dengan rasa terpaksa Jessica harus ikut dengan utusan Redhania. Jessica pergi meninggalkan teman-temannya dan menuju ke tempat perkemahan pasukan Redhania. Ia menahan sair matanya yang keluar dari pelupuk matanya.

“JESSICA!!” teriak Taeyeon yang tidak ingin berpisah denga sahabatnya itu.

Jessica hanya bisa menolah kearah mereka dan memberikan senyuman pahit. Entah apa yang dirasakan Jessica. Saat ini ia merasa sangat bersalah menjadi titisan Redhania. Ia juga tidak menyangka bahwa ialah yang menjadi titisan Redhania. Air matanya tidak henti-hentinya berjatuhan.

Di dalam perjalanan melewati para penduduk, Jessica mendapatkan cacimaki yang sangat menuk di dalam hatinya. Pikiranya berantakan. Tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang.

“Kyu, kasihan Jessica. Ia yeoja yang baik,” kata Seohyun.

“Ne, Jessica sangat baik dan tidak pantas untuk menjadi titisan Redhania,” setuju Taeyeon.

“Aku tau itu, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan kalau memang Jessica adalah titisan Redhania,” jawab Donghae.

“Kalau?” bingung Leeteuk.

“Kalau Jessica bukan titisan Redhania?” lanjut Kyuhyun yang dapat tatapan tajam dari Donghae. “Aku hanya menebak saja,”  lanjut Kyuhyun.

Leeteuk, Donghae, Kyuhyun, Taeyeon, Yoona, Hangeng, Sooyoung, Kibum dan Seohyun berjalan-jalan disekitar taman istana. Mereka melihat sosok namja yang ia kenali. Namja yang memakai baju bewarna putih.

“Mr. Kangta!” panggil Kyuhyun dari kejauhan.

Kangta langsung menoleh kearah Kyuhyun dan menyampari mereka.

“Kalian disini?” tanya Kangta santai.

“Ne, kami..,” jawab Kyuhyun terputus ketika Donghae membungkam mulut Kyuhyun.

“Ne, kami ada disini. Mr. Kangta sendiri sedang apa disini?” tanya Donghae balik.

“Disini aku menjadi titisan Withania,” jawab Kangta santai dengan senyumannya yan serius. “Aku pergi dulu. Ada yang harus ku urus,” lanjut Kangta.

“Aku merasa ada yang aneh dengan Mr. Kangta,” pikir Yoona.

“Ne, aku juga. Mr. Kangta sepeti biasa-biasa saja, padahal kita aka berperang, apalagi ia titisan Withania,” heran Sooyoung.

Pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam. Saat malam itu dating, semua berkumpul termasuk Kangta sebagai titisan Withania. Mereka berkumpul untuk mengadakan rapat membahas masalah perang yang dilakukan besok hari. Mereka membahas tentang serangan. Sedangkan untuk masalah pemusnahan buku sihir itu hanya Donghae yang tau.

Tengah malam pun tiba semua para pasukan istirahan untuk mempersiapkan dirinya diesok hari. Tetapi berbeda dengan Kangta yag masih berkeliaran di luar kamarnya. Suara langkah kakinya terdengar di kamar Yoona dan Sooyoung. Yoona dan Sooyoung juga masih belum tidur memikirkan yang terjadi di keesokan harinya.

Tok Tok Tok

Suara langkah kaki yang melewati  kamar Yoona dan Yuri membuat mereka peasaran siapa yang mash terbangun dan berkeliaran diluar.

para pasukan istirahan untuk mempersiapkan dirinya diesok hari. Tetapi berbeda dengan Kangta yag masih berkeliaran di luar kamarnya. Suara langkah kakinya terdengar di kamar Yoona dan Sooyoung. Yoona dan Sooyoung juga masih belum tidur memikirkan yang terjadi di keesokan harinya.

Tok Tok Tok

Suara langkah kaki yang melewati  kamar Yoona dan Sooyoungi membuat mereka peasaran siapa yang mash terbangun dan berkeliaran diluar.

Yoona dan Sooyoung membuka pintu itu pelan-pelan dan melihat Kangta yang sedang bejalan menuju pintu keluar. Yoona Da Sooyoung mengikuti Kangta dari belakang. Mereka penasaran yang dilakukan kangta malam-maam seperti ini di luar istana.

Yoona dan Sooyoung melihat kangta keluar istana dan menuju gerbang istana. Mereka pun mengikuti langkah-langkah Kangta ke tempat tujuan. Semakin lama mencapai tempat tujuan semakin terdengar suara aneh di balik pohon ini.

Yoona dan Sooyoung menghentikan langkah mereka dan bersembunyi dibalik pohon besar. Mereka malihat Kangta menuju tempat dimana sekarang Jessica berada.

“Jessica,” ucap Yoona dengan menutup matanya melihat Jessica di kurung dalam sangkar yang cukup besar dan diperlakukan dengan tidak layak.

“…,” Sooyoung hanya bisa menangis melihat Jessica yang seperti itu, walaupun mereka benci dengan Jessica, namun mereka tidak bisa melihat Jessica seperti ini.

“Apa yang kalian lakukan disini?” tanya seseorang yang tiba-tiba berada di belakang Yoona dan Sooyoung.

Dengan reflek Yoona dan Sooyoung menoleh ke arah belakang dan menemukan Ratu Iceland.

“Yang Mulia,” hormat Yoona dan Sooyoung dengan membungkukkan badannya Sembilan puluh derajat.

 

@Other Side

Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Taeyeon dan Seohyun berada di aula besar untuk mempersiapkan pencarian buku sihir itu dan langsung menghancurkannya. Mereka mempersiap segala sesuatu yang di butuhkan untuk pencarian buku itu termasuk peta sebagai petunjuk arah.

“Kamu yakin peta itu benar?” tanya Leeteuk khawatir.

“Ne,” jawab Donghae singkat.

“Nanti seperti peta tadi, membuat kita tersesat dan terjerumus ke tempat seperti ini,” kata Kyuhyun.

“Ani, Jessica yang menggambar peta ini,” elak Donghae.

“Jessica?” kaget Taeyeon.

“Bukannya Jessica titisan Redhania?” tanya Seohyun heran.

“Ani, Jessica bukam Redhania, kita semua di tipu oleh Kangta yang berpura pura menjadi titisan Withania. Jessicalah titisan Withania itu,” jelas Yunho yang tiba-tiba datang.

“Jessica adalah Withania?” kaget Leeteuk.

“Tapi kenapa ia tetap dibawa pergi? Dan tidak menyelamatkannya?” tanya Taeyeon.

“Ne, itu semua untuk kalian,” jawab Yunho.

“Untuk kami?” bingung Seohyun.

“Agar kalian dapat melewati istana Redhania, karena di sekitar istana itulah Buku sihir itu berada,” jawab Yunho. “Cepatlah pergi! Temukan buku itu dan hancurkanlah. Disini kami akan berusaha untuk menahan Redhania,” lanjut Jessica.

“Ne, tapi bagaimana dengan Jessica? Ia sendirian berada di lingkungan Redhania,” resah Taeyeon.

“Tenanglah ia akan baik-baik saja, Yang Mulia sudah melindunginya,” jawab Kangta.

Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Seohyun dan Taeyeon langsung bergegas pergi meninggalkan istana. Mereka menuju istana Redhania untuk mencari buku itu. Ia melewati jalan yang tidak pernah dilewati. Mereka melewati hutan, sungai dan air terjun dalam dinginnya malam.

 

@Camp Redhania

Yoona dan Sooyoung sedang berbicara dengan Ratu Iceland. Mereka berbicara tentang Jessica adalah titisan Withania. Yoona dan Sooyoung mengerti yang dimaksud Ratu Withania yang membiarkan Jessica pergi bersama orang-orang Redhania.

“Kalian aku tugaskan untuk menjaga Jessica sampai ritual ini berakhir,” suruh sang Ratu.

“Ne,” jawab Yoona dan Sooyoung serempak.

Ratu kembali ke istana, sedangkan Yoona dan Sooyoung tetap di perkemahan Redhania.

Yoona dan Sooyoung melihat Kangta mendekati Jessica yang berada di dalam sangkar. Mereka melihat Kangta membawa pedang yang bewarna merah yang menguap-uapkan panasnya pedang itu.

“Yoong, Kangta mau ngapain?” tanya Sooyoung ketakutan.

“Aku gak tau,” jawab Yoona singkat sambil melihat Kangta.

Kangta berhenti di depat Jessica persis. Jessica hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya. Jessica tau kalau hal ini akan terjadi. Jessica tidak melawan sedikit pun. Percuma saja Jessica melawan karena banyak orang-orang Redhania.

Kangta mengangkat pedang itu dan panas yang ada di pedang itu semakin tinggi dan terlihat membara. Kangta mengucapkan suatu mantra sebelum mendaratkan pedang itu tepat ke Jessica. Di sana juga ramai dengan nyanyian orang-orang Redhania menemani detik-detik terakhir Jessika.

JLEP!!!

Pedang yang dibawa Kangta berhasil mendarat mulus di tubuh Jessica. Ia menusuk Jessica dengan sekali tusukan yang langsung menembus tubuh Jessica. Dengan di alunkan suara sorakan orang-orang Redhania.

“Jessica,” suara Yoona lirih.

Yoona dan Sooyoung tidak bisa melihat semua ini. Mereka tidak bisa menahan air matanya untuk keluar. Melihat pengorbanan Jessica diantar orang-orang Redhania dan merelakan tubuhnya ditusuk pedang.

“Yoong, berhentilah! Kau ingatkan yang dikatakan Yang Mulia tadi. Berhentilah menangis,” Sooyoung menenangkan Yoona yang mulai menangis melihat Jessica seperti itu.

Jessica terlihat tak berdaya di dalam sangkar. Jessica terduduk dan menunudukkan kepalaya. Ia tidak bergerak sedikitpun. Jessica seperti sudah tidak berada di dunia ini.

“Redhania WIN!!!!,” teriak Kangta dan diikuti sorakan yang lain.

Yoona dan Sooyoung hanya bisa melihat semua itu dan tidak melakukan apa pun. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyelamatkan Jessica.

“Persiapkan semuanya untuk perang!” suruh Kangta pada pasukannya. “Mati kau Withania!” seru Kangta dalam hati dan melihat Jessica yang tidak berdaya itu.

Semua pasukan Redhania bersiap-siap untuk berperang. Mereka meninggalkan Jessica yang sendirian berada disangkarnya itu. Tempat itu menjadi sepi dan mereka semua pergi untuk bersiap –siap.

“Yoong, sekarang waktunya,” kata Sooyoung.

“…,” Yoona mengangguk setuju.

Yoona dan Sooyoung berjalan menuju ketempat Jessica berada. Mereka melihat kesekeliling untuk mengawasi. Satu per satu jari-jari Jessica mulai bergerak sedikit. Jessica sudah mulai lepas dari tubuhnya yang lemah.

“Young,” panggil Yoona sambil menarik tangan Sooyoung dan menyuruhnya menoleh ke Jessica.

“Jess,” panggil Sooyoung pelan.

“…,” Jessica tidak merespon Sooyoung. Ia hanya sibu untuk menggerakkan tubuhnya.

“Jessica,” panggil Yoona ulang.

“…,” Jessica tetap tidak menjawab dan mulai mendongakkan kepalanya yang masih tertutup matanya.

“Gwaencanha Jess?” tanya Sooyoung yang mulai khawatir dengan keadaan Jessica.

“…,” Jessica masih belum berbicara.

Jessica mulai membuka matanya perlahan-lahan. Ia mencoba mengumpulkan nyawanya kembali yang sempat meninggalkan tubuhnya. Ia membuka matanya dan melihat Yoona dan Sooyoung yang tepat berada di depannya.

“Huh.. Huh.. Huh..,” Jessica tiba-tiba terengah-engah setelah sadar total dan menahan tubuhnya denga tanganya.

“Jess,” teriak Yoona dan Sooyoung serempak melihat keadaan Jessica yang seperti itu.

“Gwaencanha,” Jessica berbicara dengan sedikit terengah-engah. “Aku butuh istirahan,” lanjutnya.

Yoona dan Sooyoung pun mengeluarkan Jessica dari sangkar itu dan menuntun Jessica ke atas patu yang cukup datar dan pas untuk istirahat Jessica.

 

*****

 

Di istana Iceland seluruh pasukan berkumpul dan berbaris. Mereka sudah bersiap mati untu melawan Redhania dan membela kebenara. Dengan pakaian baja sebagai pelindung tubuh dan pedang atau panah sebagai senjatanya terlihat siap untuk berperang.

“Dimana Yoona dan Sooyoung?” tanya Kibum melihat sekelilingnya tidak ada dua yeoja itu.

“Mereka bersama Jessica,” jawab Ratu.

“Yang Mulia,” kata Kibum sambil membungkuk tanda hormat.

“Jessica?” tanya Hangeng yang heran Yoona dan Sooyoung bersama Jessica sebagai titisan Redhania.

Yunho pun menjelaskan yang terjadi sebenarnya kepada Hangeng dan Kibum yang mulai bingung dengan keadaan yang berubah. Jessica yang menjadi titisan Withania dan Kangta yang menjadi titisan Redhania.

Ratu Iceland memakai baju bajanya dan siap untuk bertempur dengan pasukannya. Ia mengenakan senjata panahnya terlihat seperti seorang laki-lagi yang gagah.

 

@Other Side

Leeteuk, Donghae, Kyuhyun, Seohyun dan Taeyeon mencari buku sihir itu di dalam hutan di belakang istana Redhania. Mereka belum menemukan buku itu dari semalam.

“Hae, benar ini jalannya?” tanya Kyuhyun yang kesal tidak menemukan buku itu.

“Ne, sesuai seperti yang ada dip eta kok,” bela Donghae.

“Ayo kita lewat sini!” ajak Donghae yang menunjuk arah kanan.

Leeteuk, Kyuhyun, Seohyun dan Taeyeon mengikuti Donghae dari arah belakang. Mereka melewati jalan setapak dan semak-semak yang menghalangi jalan. Sampai saat ini pun mereka belum menemukan buku itu.

“Sepertinya aku kenal dengan pohon ini,” kata Taeyeon yang tibs-tiba berhenti berjalan dan melihat pohon besar di depannya.

“Ne, seperti pohon yang telah kita temui sepuluh menit yang lalu,” setuju Leeteuk.

“Ani, ini pohon yang ada di perkemahan ini,” elak Seohhyun.

“Ini pohon yang kita lihat sepuluh menit yang lalu dan yang ada di perkemahan,” lanjut Taeyeon menengahi pendapat Leeteuk dan Seohyun.

“Hae!” panggil Kyuhyun.

“Mwo,” jawab Donghae.

“Adakah kaitan dengan tanda ini?” tanya kyuhyun dengan menunjukkan tanda yang ada di pohon itu.

Tanda seperti bintang didalam lingkaran dan di setiap ujung bintang itu terdapat titik. Tanda itu persi seperti tanda di bawah pojok kanan peta yang dibawa Donghae. Donghae mengamati perbedaan bintang yang ada di peta dengan yang ada di pohon itu.

“Waeyo Hae?” tanya Kyuhyun.

“…,” Donghae tidak menjawab.

Donghae sibuk memperhatikan tanda kedua bintang itu. Ia melihat bahwa bintang yang ada di di peta sedikit tidak lurus dan titik-titik yang di ujung bintang berbeda ukuran satu sama lain. Ia mencocokan ukuran-ukuran titik bintang yang ada di peta dengan di pohon. Donghae menemukan ukuran yang sama dengan titi-titik yang sama antara peta dan pohon itu.

“Ayo kita cari lagi!” ajak Donghae setelah menemukan teka-teki itu

 

@Large Field

Di padang rumput yang luas dengan di bawah matahari yang bersinar cerah menyambut pertempuran antara Withania dan Redhania. Di sisi sungai, gerombolan orang-orang Redhania mulai berdatangan.

Disisi lain, gerombolan orang-orang Withania terlihat di depan batu-batuan sebagai benteng pertahanan. Mereka bersiaga menjaga pertahanana dan siap untuk langsung berperang.

Tidak lama setelah itu, gerombolan Redhania dan Withania berhadapan dan berbaris-baris menyusun serangan. Gerombolan Redhania yang dipimpin oleh Kangta sebagai titisan Redhania dan gerombolan Withania dipimpin oleh BoA sebagai Ratu Iceland.

“Kau siap?” tanya Ratu lirih kepada Yunho yang berada di sebelah kanannya dan Kibum, Hangeng yang berada di si sebelah kirinya.

“Saya dilahirkan untuk mati merebut keberhasialan dari tangan yang jahat,” jawab Yunho.

“Siap atau tidak siap harus siap,” jawab Kibum.

“Demi kebenara harus siap,” tegas Hangeng.

“Ne, berjanjilah untuk tetap membela kebenaran!” suruh Ratu.

“Ne, Yang Mulia,” jawab Yunho, Kibum, Hangeng serempak.

Di sekitar gerombolan Redhania, Kangta berpenampilan layaknya seorang Raja Iceland dengan optimisnya ia akan menang.

“Withania is death, you’re lose!” ucap Kangta lirih dihadapan orang-orangnya.

“Withania, maafkan aku. Tapi lihatlah aku yang berkuasa,” lanjut Kangta. “Hahahahaha,” tawa Kangta yang disertai sorakan orang-orang Redhania.

Keadaan sesaat sunyi, tanpa ada suara. Mereka saling menatap lawan masing-masing. Yunho, Kibum, Hangeng mempersiapkan dirinya untuk melawan Redhania walaupun dalam hatinya masih bimbang kalah atau menang.

Kangta dan sang Ratu saling bertatap muka. Mereka tidak ada yang mengalihkan pandangan masing-masing. Terlihat jelas dalam mata mereka bahwa ada dendam de kedua pasang mata itu. Mereka saling tidak ingin kalah satu sama lain. Kangta yang optimis menang karena sudah membunuh Jessica sebagai titisan Withania. Sedangkan Ratu optimis karena rencananya yang berhasil mengalihkan perhatian sehingga istana Redhania kosong dan berhasil di masuki oleh Five Angel untuk memusnahkan buku sihir itu.

DUG… DUG… DUG… #suara kayak yang akan perang dimulai#

Baik dari golongan Redhania maupun Withania mempersiapkkan dirinya untuk berperang.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Suara teriakan pasukan dari Redhania ataupun Withania untuk berperang. Mereka semua berlari ke tengah dan bertemu untuk memainkan pedang masing-masing. Pedang dari Withania adalah berisikan es yang sangat dingin sedangkan yang pedang Redania berisikan api yang membara. Kedua pedang saling bertemu dan menghasilkan uap-uap yang sangat besar.

Disisi lain, sang Ratu Iceland dan Kangta tidak turun berperang. Mereka masih berada di tempat masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga tidak ikut kedalam perang ini.

 

@Redhania’s Camp

Yoona dan Sooyoung menjaga Jessica yang sedang memulihkan keadaannya. Mereka sangat kebingungan dan khawatir yang terjadi di lapangan yaitu perang antara Redhania dan Withania.

“Yoong, semoga Kibum dan Hangeng mampu untuk menahan perang ini,” harap Sooyoung kepada Yoona.

“Ne,” jawab Yoona singkat dengan menggosokkan keduatangannya yang mulai terasa hangat.

Berbeda dengan Jessica, Yoona dan Sooyoung yang sedang resah dengan perang ini Jesssica hanya berbaring dan meletakkan telingnya pas pada tanah. Ia merasa tidak resah sedikit pun.

“Ayo kita pergi!” ajak Jessica yang seketika bangun.

“Gwaencanha Jess?” tanya Yoona.

“Ne, gwaencanha,” jawab Jessica dengan senyuma.

Jessica menuntun Yoona dan Sooyoung pergi dari tempat perkemahan Redhania.

 

@Redhania’s Wood

Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Taeyeon dan Seohyun masih mencari keberadaan buku sihir itu. Mereka tetap mencari buku itu tanpa lelah demi kebenaran.

“Hae, masih jauh kah?” tanya Kyuhyun.

“Ani, seharusnya disini,” jawab Donghae.

“Dimana?” tanya Leeteuk bersemangat.

“Aku gak tau, tapi menurut peta ini tepat di daerah ini,” jawab Donghae yang sedang sibuk mencari posisi yang tepat.

“Boleh ku lihat?” tawar Taeyeon.

Donghae memberikan peta itu ke Taeyeon. Taeyeon sangat ahli dalam perhitungan. Ia meneliti peta itu dan memperkirakan keberadaan peta itu disebelah mana. Ia mengelilingi tempat ini dengan mengukur jarak menurut perkiraannya.

“Disini!” kata Taeyeon yang yakin dengan keputusannya.

“Benarkah di tempat ini? Didalam tanah ini?” tanya Seohyun heran.

“Ne, tepat di bawah kakiku. Aku yakin!” yakin Taeyeon.

“Dengan apa kita mengambil buku itu dalam tanah?” tanya Kyuhyun sambil mencari sesuatu untuk menggali tanah.

“Seo,” panggil Donghae. “Lakukan!” lanjutnya.

“Lakukan? Lakukan apa?” tanya Seohyun yang bingung perkataan Donghae.

“Tanganmu!” teriak Donghae.

“Mwo? Menggali tanah ini dengan tangan ku? Ani! Aku gak mau,” tolak Seohyun.

“Siapa yang suruh menggali?” tanya Donghae.

“Lalu?” tany Seohyun balik.

“Buat apa menggali kalau kamu bisa mengguankan mantara untuk menggali tanah ini dengan tanganmu!” teriak Donghae.

“Mantra apa? Aku tidak bisa menggunakan mantar,” kata Seohyun.

“Seo!” teriak Donghae yang semakin kesal dengan sikap Seohyun.

Seohyun mencoba untuk melakukan yang diperintahkan Donghae. Ia tidak mengetaui tentang mantra apa yang digunakan. Dalam pikirannya, hanya untuk mendapatkan buku itu. Seohyun meletakkan kedua tanganya di atas tanah. Seohyun berusaha untuk mengambil buku itu. Karena ia tidak mengetahui mantranya, Seohyun hanya bicara dalam hati agar dapat mengambil buku itu dalam tanah ini.

Tanah yang didalamnya terdapat buku sihir itu tiba-tiba bergerak dengan sendirinya. Tanah ini tiba-tiba bergeser dan terlihat ada buku didalamnya. Dan tanah yang ada di bawah buku itutiba-tiba mucul ke permukaan sehingga mereka tidak perlu mengambil kebawah. Tanah itu pun kembali sperti semula tanpa ada bekas sedikit pun. Buku itu pun langsung diambil oleh Leeteuk.

 

@ Large Field

Kangta dan Ratu masih belum turun juga ke lapangan untuk berperang. Mereka mengamati pasukannya dengan teliti. Entah apa yang mereka tunggu sampai masih belum turun juga kelapangan.

Hangeng berhasil membunuh banyak orang-orang Redhania. Ia sangat ahli dalam pertempuran. Di sekolahnya ia pernah menjuarai olahraga pedang. Saat ia menoleh kebelakan, ia melihat Kibum yang berbaring di antara orang-orang Redhania. Hangeng menolongnya danberusaha untuk menyingkirkan orang-orang Redhania yang mendekati Kibum.

Yunho baru tersadar bahwa pasukannya sudah mulai berkurang. Ia menuju ke tempat Kibum dan Hangeng.

“Kibum!” panggil Yunho.

“Ne,” jawab Kibum.

“Pasukan kita berkurang, apa yang kita lakukan?” tanya Yunho.

“Move Back! Move back! Move back!” teriak Hangeng untuk memberi perintah.

“Move Back!” diikuti perintah Yunho dan Kibum.

HHOOOONNNGGGG #mian, suara terompet gak jelas ala author#

Pembawa terompet Iceland meniup terompetnya yang menandakan pasukan Iceland untuk mundur tetapi bukan untuk menyerah.

Semuanya mundur dan berlindung di balik batu-batuan. Kemunduran itu diikuti Kangta yang mulai maju untuk menyerang. Dengan wajahnya yang senang Kangta maju ke tempat sang Ratu berada.

“Yang Mulia, ayo berlindung,” ajak Yunho pada BoA.

“…,” Ratu tidak menjawab dan tetap berada di tempatnya.

“Yang Mulia!” suruh Yunho lagi namun tidak dapat respon.

Yunho melihat orang-orang Redhania yang menuju sang Ratu. Ia melawan dan menghempaskan pedangnya ke orang tersebut. Berulang-ulang kali Yunho mebunuh orang-orang itu, namun sang Ratu pun tidak beranjak dari tempatnya.

“Yang Mulia, cepat pergi! Aku melindungimu dari sini!” seuruh Yunho yang masih melawan orang-orang Redahania namun tetap tidak ada respon dari sang Ratu.

 

@Other Side

Jessica, Yoona dan Sooyoung pergi meninggalkan perkemahan Redhania. Mereka tidak bergegas ke tempat lain. Yoona dan Sooyoung mengikuti Jessica kemana pun.

“Jess, kita mau kemana?” tanya Sooyoung yang sadar jalan yang dilaluinya bukan ke tempat pertempuran.

“…,” Jessica hanya diam dan melanjutkan perjlanan yang ditujunya.

“Jess, ini bukan jalan ke tempat pertempuran!” Yoona mengingatkan Jessica.

“Kesuatu tempat,” jawab Jessica singkat.

“Ne, tapi kemana?” tanya Sooyoung lagi.

Jessica menghentikan langkahnya tepat di depan semak-semak yang cukup besar yang dapat menghalangi pandangan.

“Ini kan…,” kata Yoona sambil mengingat-ingat tempat itu.

“Hutan yang kita datangi sebelum berada disinikan?” lanjut Sooyoung sambil meyakinkan pikirannya.

“Ne, ini hutan itu,” setuju Jessica yang lalu masuk ke dalam hutan itu.

Yoona dan Sooyoung pun terpaksa mengikuti Jessica memasuki hutan itu. Keadaan tidak berubah kecuali semakin panas saya lingungan ini. Kegelapan masih menyelimuti hutan ini.

“Jess, apa yang akan kita lakukan disini?” tanya Sooyoung yang mulai ketakutan.

“Ne, apa yang kita lakukan?” setuju Yoona.

“…,” Jessica hanya diam saja.

Jessica mengulangi aktivitasnya seperti sebelumnya. Merentangkan tanganya dan seperti berbicara dengan makhluk di hutan ini. Cukup lama Jessica melakukan aktivitasnya itu. Bibirnya bergerak-gerak seperti mengucapkan sesuatu.

Yoona dan Sooyoung yang mulai merinding dengan keadaan dihutan ini. Mereka saling bergandengantangan di belakang Jessica untuk menghilangkan rasa takutnya.

SSRREEKKK#suara gaje lagi#

Suara yang berasal dari semak-semak di depan Yoona dan Sooyoung. Suara itu juga berada di balik pohon dan ada juga yang berasal dari daun-daun pohon. Yoona dan Sooyoung semakin ketakutan dengan keadaan ini.

Jessica pun menghentikan aktivitasnya dan berkata, “Keluatlah!”

Semua makhluk-makhluk yang ada di hutan ini keluar semua. Orang-orang yang sangat kumuh keluar dari berbagai tempat persembunyian mereka

“Siapa?” tanya Yoona dengan nada lirih ketakutan.

“Jess, siapa mereka?” tanay Sooyoung kepada Jessica.

“Mereka adalah pasuka Withania yang terkucilkan dan bersembunyi di si hutan ini. Merekalah yang menyuruhku untuk mengantarkan kalian sampai ke tempat Iceland,” Jelas Jessica.

Yoona dan Sooyoung mengerti yang dimaksud Jessica. Semua makhluk di hutan ini keluar bersama Jessica, Yoona dan Sooyoung menuju tempat pertempuran.

 

@Redhania’s Castle.

Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Seohyun dan Taeyeon bergegas menuju tempat pemusnahan buku sihir yang ada di bawah tanah perisis di bawah istana Redhania. Tempat yang cukup gelap menyelimuti tempat pemusnahan itu. Kyuhyun menyelakan ibor di setiap lorong dengan kekuatan yang ia miliki sehingga setiap lorong menjadi terang.

Tempat yang memiliki relif di setiap temboknya yang menggambarkan cerita tentang perjuangan Redhania dan Withania untuk merebut kekuasaan.

“Waaaaa,” kagum Taeyon.

“Ayo kita mulai!” perintah Donghae.

Leeteuk yang membawa buku itu meletakkan di tengah tengah tempat itu. Dan Five Angel menempati lingkaran-lingkaran yang mengelilingi buku itu yang telah tersedia. Donghae yang sebagai pemimpin Five Angel mengintuksikan untuk menghancurkan buku itu.

Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Seohyun dan Taeyeon mengangkat tangan kanan mereka sejajar dengan bahu. Mereka memantrai buku itu dengan mengikuti perkataan Donghae. Tidak lama setelah itu, buku sihir itu tiba-tiba melayang di tempat. Semakin lama mantra itu di katakana buku itu memutar dari  yang lambat menjadi semakin cepat. Kecepatan putaran itu membuat buku sejarah itu ,enguap dan semakin lama buku itu meledak menjadi berkeping-keping.

Pemusnahan itu langsung berhenti seketika buku sihir itu meledak. Donghae, Leeteuk, Kyuhyun, Seohyun dan Taeyeon berlari keluar dari tempat itu karena bangunan itu mulai runtuh. Setelah berada di luar, mereka melihat istana Redhania yang runtuh.

 

@ Large Field

Kangta menghentikan langkahnya menuju sang Ratu. Ia merasakan sesuatu yang telah lebas di dirinya. Sihir yang selama ini ia miliki terlepas begitu saja karena busu sihir itu sudah musnah dan semua sihir yang ada di buku itu tidak berlaku lagi.

Amarah Kangta tidak terbendung lagi. Ia mulai memakai pedangnya untuk melawan Withania. Kangta berlari menuju sang Ratu dan ingin menebaskan pedangnya ke tubuh sang Ratu.

SLING

Suara tabrakan pedang Yunho dengan Kangta. Mereka bertarung satu sama lain. Saat di tengah-tengah pertarungan itu Yunho tertuduk oleh pedang milik Kangta.

“Yunho!” sang Ratu memanggil nama Yunho dengan lirih setelah melihat Yunho tertusuk pedang Kangta di depannya.

“Yang Mulia,” kata-kata terakhir Yunho dengan menghadapkan dirinya ke Ratu Iceland.

“Yunho!” panggil sang Ratu lagi.

Kangta melanjutkan perjalanannya menuju sang ratu. Kangta mengangkat pedangnya sedikit bungkin lalu menurunkuannya tepat di tubuh sang Ratu.

SLEP

Suara panah yang ditembakkan oleh Yoona tepat mengenai punggung Kangta. Kangta berbalik badan dan menemukan banyak pasukan yang datang dari belakang. Bukan hanya pasukan saja namun Jessica yang telah dibunuhnya masih hidup.

Seluruh pasukan Withania yang dibawah oleh Jessica menyerang pasukan Redhania.

SLEP

Suara panah Sooyoung yang berhasil tepat mengenai jantung Kangta. Kangta langsung terduduk lemas

SLEP

Suara panah kedua Sooyoung yang juga berhasil mengenai jantung Kangta. Namun, Kangta masih tetap bertahan.

SLEP

Yoona menembakkan panahnya lagi yang tepat pada jantung Kangta. Dan yang ketiga kalinya dapat menembus kangta, Kangta mulai melemas dan tidak sadarkan diri, sehingga ia terbaring lemas dan tidak berdaya. Akhirnya Kangta pun menghembuskan nafas terakhirnya. Begitu juga dengan pasukannya yang sudah habis diserang oleh pasukan Withania. Dan semua kembali damai dan udarah yang tadinya panas menjadi sejuk.,tetapi tidak untuk sang Ratu.

“Yunho,” sang Ratu memanggil Yunho dengan memeluk Yunho.

“Yang Mulia,” Panggil Donghae.

“…,” Ratu hanya diam dan meneteskan air matanya memeluk Yunho.

Jessica mengelus punggung sang Ratu untuk menenangkannya. Sang Ratu sangat merasa sedih dalam hatinya.

“Yang Mulia, biarkan aku menolongnya,” kata Donghae.

 

*****

 

Di istana Iceland terdengar alunan music untuk merayakan pesta kemenangan. Mereka menari, bernyanyi bersma-sama. Mereka bercandtawa bersma-sama sebagai tanda kebebasan dari ancaman Redhania.

Namu tidak untuk sang Ratu Iceland. Wajahnya muram dan matanya yang lembab. Ia masih belum bisa melupakan Yunho. Jessica yang mengetahui itu berjalan menuju sang Ratu.

“Yang Mulia,” panggil Jessica sambil membugkukkan tubuhnya Sembilan puluh derajat.

“Jangan panggil aku seperti itu, besok kita akan kembali ke perkemahan,” jawab sang Ratu dengan nada yang penuh dengan isakan tangis.

“Ani, ini masih di istanah, jadi aku masih memanggilmu dengan Yang Mulia,” tolak Jessica. “Yang Mulia, aku tau bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang kita cintai. Tapi, Yang Mulia harus tegar bahwa akan percaya kalau Yang Mulia akan mendapatkan namja yang lebih baik dari Yunho,” lanjut Jessica.

“Yunho pernah berjanji untuk menjagagu samapai akhir. Ia juga janji untuk menikahiku setelah perang ini selesai. Tapi, ia sekarang meninggalkanku. Asal kamu tau, kalau sebenarnya aku akan berada di sini untuk selamanya karena Yunho dan sekarang Yunho gak ada. Aku akan kembali lagi ke dunia kalian,” curhat sang Ratu.

“Kalau begitu, tetaplah tegar. Aku yakin nanti di duniaku Yang Mulia akan bertemu cinta sejai,” semangat Jesica kepada Ratu.

 

*****

 

Ratu, Leeteuk, Donghae, Kyuhyun, Taeyeon, Jessica, Seohyun, Hangeng, Kibum, Sooyoung dan Yoona berkumpul di depan semak-semak yang dulu pernah mereka lalui. Mereka menerobos semak-semak itu dan melewati hutan didalamnya. Hutan yang dulu sangat gelap menjadi terang dan disinari matahari. Udara sejuk menyelimuti hutan itu. Berbagai kicauan burung menjadi alunan music menemani perjalanan mereka pulang.

 

@Camp Ground

Mrs. BoA, Leeteuk, Donghae, Kyuhyun, Taeyeon, Jessica, Seohyun, Hangeng, Kibum, Sooyoung dan Yoona kembali ke perkemahan mereka. Namun tidak ada yang aneh selama mereka berada di Iceland. Waktu mereka meninggalkan tempat perkemahan samapi kemabali lagi, tidak ada waktu yang terbuang sehingga tidak ada yang merasa aneh dengan peserta kemah yang lain.

Mereka melakukan kegiatan seperti biasanya. Pada hari terakhir disana mereka melakukan permainan yang sangat menyenangkan. Canda tawa terlihat jelas di antara mereka.

Pada malam harinya mereka mengadakan pesta api unggun. Mereka menari bersama, menyanyi bersama dengan mengelilingi api ungun yang menyelimuti dinginnya malam.

 

 

END~~

 

Akhirnya selesai juga ni FF,,

buat para reader yang baca komen ya..

Jelek ato bagus tetep komen!

Gomawo🙂

 

26 responses

  1. wah.. keren banget ceritanya eon….*mata berbinar-binar*
    itu pas Boa cs ke negara Iceland, waktu di dunia seakan berhenti ya?
    keren banget…. really really amazing….
    mian ya eon br RCL skrg *bow* gak ngikutin perkembangan blog ini-,-”
    eon bikin sequelnya dong… ak penasaran akhir cerita dr msg” couple (HanSoo,YoonBum,Seokyu,HaeSic, dan TaeTaeuk)
    ditunggu fanfic lainnya eon🙂

  2. Maaf baru comment thor..
    Ceritanya keren banget thor, feel fantasynya dapet banget..
    HaeSica Jjang, bikin FF HaeSica yg banyak aku juga Gorjess Spazzer soalnya🙂

    Sekilas kayak narnia yahhh, terinspirasi ya thor?? Dari jessica yg berkorban trus hidup lagi, habis itu dia bawa pasukan2 yg terkurung (?)

    Keren thor suka banget..

    Oh ya sequelnya lanjutan part3 nya mana yah??

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s