Nado Saranghae, Oppa

Nado Saranghae, Oppa..
 
 
 
Cast:
 
Lee Donghae ‘Super Junior’
Park Ji Yeon ‘T-ara’
Choi Minho ‘SHINee’
 
Genre:
 
Frindsihip, Romantic
 
Rating:
 
15+
 
Author:
 
Leni Nur Anggraeni
 
          Lee Donghae
 
          Lee Donghae adalah namja dewasa berusia 25 tahun. Dia adalah seorang manager muda di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan. Hotel milik keluarganya sendiri, yaitu keluarga Lee. Hotel ini bernama Seoul Hotel, yang sudah memiliki banyak cabang baik di dalam maupun di luar negeri. Lee Donghae adalah namja dingin, belum pernah merasakan cinta terhadap seseorang. Dia adalah namja yang sangat realistis dan perfectsionis. Dia tinggal di sebuah rumah yang cukup besar bersama Appa, Eomma, dan seorang hyung, Lee Donghwan. Kini Lee Donghwan bekerja di tempat yang sama dengan Lee Donghae, menjabat sebagai Asistant Direktur, Appa nya sendiri. Lee Donghae memiliki paras yang tampan, tidak heran banyak yeoja yang mengejar- ngejarnya.
            Park Ji Yeon
 
          Park Ji Yeon adalah yeoja yang masih dalam masa peralihan dari remaja menjadi dewasa. Park Ji Yeon masih berusia 18 tahun, saat ini dia terdaftar sebagai salahsatu mahasisiwi di sebuah universitas terbaik di Seoul, yaitu Seoul University, jurusan Bisnis Management. Park Ji Yeon sangat mahir melukis. Park Ji Yeon selain mempunyai paras yang cantik, dia juga yeoja yang pintar. Park Ji Yeon terlahir dari sebuah keluarga yang biasa- biasa saja. Appa nya bekerja sebagai pegawai di salah satu Bank di Seoul. Park Ji Yeon tinggal bersama Appa, Eomma, dan seorang kakak perempuan, Park Hyomin.
            Choi Minho
 
          Choi Minho adalah namja tampan, yang diidam- idamkan banyak yeoja. Namun, dia sangat dingin pada setiap orang yang belum benar- benar ia kenal. Choi Minho terkenal sebagai namja playboy di kampusnya, Seoul University. Choi Minho adalah sunbaenya Ji Yeon. Choi Minho juga cukup berteman baik dengan Ji Yeon. bisa dikatakan mereka bersahabat. Tanpa disadari oleh Ji Yeon, Choi Minho memendam perasaan cinta untuk Ji Yeon. Karena takut cintanya bertepuk sebelah tangan, maka ia selalu mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan perasaan cintanya. Dia lebih memilih mendekati yeoja- yeoja lain, kemudian menjadikannya sebagai yeojacingunya. Sampai saat ini, setiap kali dia menjalin hubungan dengan seorang yeoja selalu tidak bertahan lama. Paling lama sekitar 3 minggu. Choi Minho selalu memberitahu Park Ji Yeon setiap kali dia ingin mendekati seorang yeoja.
            Author pov
 
            “Kriiiiiiiiiing………………………………” terdengar dering jam weker di sebuah kamar yang cukup luas dan tertata rapi, milik seorang namja dewasa, membangunkannya dari tidur lelapnya.
            “Mengapa malam begitu cepat berlalu? Sekarang sudah pagi.. ahhh….. rasanya tubuh ini masih membutuhkan beberapa saat lagi untuk beristirahat.” Ucap seorang namja pelan dan masih menutup matanya, tangan kanannya meraih jam weker di samping tempat tidurnya dan mematikan jam weker yang masih berdering.
            Dengan terpaksa namja itu segera bangun dari tempat tidurnya dan segera beranjak menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi dia memakai pakaian kantornya, yang membuatnya semakin terlihat dewasa dan tampan.
            “Aku memang sangat tampan.. hehhe.” Gumamnya saat bercermin di sebuah cermin besar di kamarnya yang menampilkan seluruh postur tubuhnya.
            Namja itu pun menuruni setiap anak tangga yang ada di rumahnya menuju ruang makan.
            “Waaahhhh….. Tumben sekali jam segini kau baru keluar dari kamar?” tanya Donghwan saat aku baru saja tiba di ruang makan.
            “Aku terlalu lelah, hyung….”
            “Donghae-ahh.. Kau harus jaga kesehatanmu.” Saran Eomma.
            “Nae, Eomma….”
            “Appa tahu pekerjaanmu semakin banyak Donghae-ahh. Ingat, jaga selalu kesehatanmu. Jangan terlalu menghabiskan energimu untuk bekerja terus- menerus.” Nasehat Appa.
            “Aku mengerti Appa, Eomma…”
            “Nae, sudah saatnya untuk kau mencari pendamping hidupmu.” Ucap Donghwan.
            “Urus saja dulu pernikahanmu bersama yeojacingumu, hyung….. Jangan urusi urusan cintaku.”
            “Kau ini selalu begitu…..”
            “Sudah- sudah… Sekarang habiskan dulu sarapan kalian. Aku tidak mau kalian telambat masuk kantor.” Perintah Eomma.
            Donghae, Appa, dan Donghwan hanya mengangguk dan menghabiskan sarapan mereka.
            “Sarapanku sudah selesai. Appa, Eomma, Hyung.. Aku berangkat duluan, nae???” ucap Donghae.
            Lee Donghae pov
 
            Setelah selesai sarapan aku pun berangkat ke kantorku mengendarai mobil Honda Jezz Silver milikku.
            Setelah tiba di Seoul Hotel, aku langsung menuju ruanganku. Para pegawai hotel menyapaku sepanjang perjalanan menuju ruanganku, aku hanya membalas sapaan mereka dengan senyuman yang seramah mungkin.
            Setelah tiba di ruang kerjaku, akupun duduk di kursiku. Di atas meja telah tersedia banyak berkas yang menuggu agar aku segera menyelesaikannya.
            “Aiissshhhhh…. Pekerjaanku semakin banyak saja….” ucapku pelan.
            Tidak menunggu waktu lama, aku pun segera menyelesaikan berkas- berkas tersebut.
            @Seoul University
 
          “Park Ji Yeon…………” teriak seorang namja memanggil seorang yeoja. Namun, yeoja itu hanya menoleh sebentar dan berjalan lagi.
            “Kyaaa………. Park Ji Yeon……..” panggil namja itu untuk kesekian kalinya. Dia berlari menuju yeoja yang bernama Park Ji Yeon. setelah jarak mereka dekat, sang namja menarik tangan kanan sang yeoja.
            “Mwo????” tanya sang yeoja dengan nada datar.
            “Aiissshhhh…… Kau ini, bisakah kau bersikap lembut pada temanmu yang tampan ini, huuhh????”
            “Kyaaa…. Choi Minho.. Apa maumu???” tanya sang yeoja dengan nada masih datar.
            “Aku baru saja putus dengan Seouhyun, tadi malam..” jawab sang namja.
            “Lalu?”
            “Aiisshhhh………. Hanya begitu saja responmu?”
            “Apa aku harus kaget? Aku rasa hal seperti ini sudah jadi makan sehari- hariku. Kau selalu memberitahuku setiap kali kau berkencan ataupun putus bersama seorang yeoja. Kau pikir aku ini apa, huhhh??? Aku ini juga yeoja. Tega sekali kau memutuskan para yeoja itu secara sepihak?? Dasar napeun namja!”
            “Kenapa kau berkata seperti itu???”
            “Kyaaa… Choi Minho… Sampai kapan kau menyakiti hati setiap yeoja??? Seharusnya aku tidak berteman dengan namja sepertimu…”
            “Aku akan berhenti menjadi seorang playboy, setelah menemukan seseorang yang benar- benar aku cintai. Dan sebenarnya aku telah menemukan yeoja itu. Namun, aku tak berani untuk mengungkapkannya. Aku tahu, aku pengecut tidak berani mengungkapkannya. Aku terlalu takut untuk menerima jawaban darinya.”
            “Nugu? Ahhh terserah kau sajalah. Aku tidak akan mencampuri urusanmu lagi.” Ji Yeon meninggalkan Choi Minho.
            “Kau…….” Choi Minho kembali menari tangan kanan Ji Yeon. Kwmudian kedua tangan Minho memegang sepasang bahu Ji Yeon.
            “Kau…… Park Ji Yeon……… Aku telah memendam perasaan ini cukup lama. Aku terlalu takut untuk mengungkapkannya.” Ji Yeon hanya mengernyitkan keningnya.
            “Saranghae… Saranghae jeongmal saranghae Park Ji Yeon…..” Minho menggenggam erat kedua pergelangan tangan Ji Yeon.
            Park Ji Yeon pov.
 
            “Kenapa kau berkata seperti itu???”
            “Kyaaa… Choi Minho… Sampai kapan kau menyakiti hati setiap yeoja??? Seharusnya aku tidak berteman dengan namja sepertimu…”
            “Aku akan berhenti menjadi seorang playboy, setelah menemukan seseorang yang benar- benar aku cintai. Dan sebenarnya aku telah menemukan yeoja itu. Namun, aku tak berani untuk mengungkapkannya. Aku tahu, aku pengecut tidak berani mengungkapkannya. Aku terlalu takut untuk menerima jawaban darinya.”
            “Nugu? Ahhh terserah kau sajalah. Aku tidak akan mencampuri urusanmu lagi.” Aku meninggalkan Choi Minho.
            “Kau…….” Choi Minho kembali menari tangan kanan Ji Yeon. Kwmudian kedua tangan Minho memegang sepasang bahuku.
            “Kau…… Park Ji Yeon……… Aku telah memendam perasaan ini cukup lama. Aku terlalu takut untuk mengungkapkannya.” Aku hanya mengernyitkan keningnya.
            “Saranghae… Saranghae jeongmal saranghae Park Ji Yeon…..” Minho menggenggam erat kedua pergelangan tanganku.
            “Choi Minho, kau hanya bercandakan????? Hahhahha….” aku segera melepaskan pergelangan tanganku yang digenggam erat oleh Minho Sunbae.
            “Kali ini aku serius, Noona Park!!!!!!”
            “Ahhhh…… Kau hanya ingin mempermainkanku saja, kan??? Aku tidak akan luluh olehmu, Choi Minho. aku tahu kau……”
            “Terserah kau saja…. Malam ini aku tunggu kau di Taman Kota Seoul jam 8 malam, aku akan terus menunggumu sampai kau datang. Dan saat itu kau harus memberikan jawabannya. Aku tidak sedang bercanda Park Ji Yeon. Percayalah………” Minho sunbae meninggalkan diriku sendiri yang masih mematung karena ucapannya.
            Cukup lama alu berada di posisi yang sama. Masih belum bisa bergerak dan mengucap sepatah katapun. Sampai ada seseorang yang menyadarkanku.
            “Kyaaa….. Ji Yeonie, sedang apa kau berdiri di sini. Kajja!!! Kita ke kelas..” ajak Jieun.
            “Jieun-ahh.. Kau mengagetkanku.”
            “Apa yang sedang kau lamunkan???”
            “Choi Minho….”
            “Minho sunbae? Wae??”
            “Minho mengungkapkan perasaannya padaku.”
            “Jinjja????” aku hanya mengangguk.
            “Kau menerimanya???”
            “Aku belum memberikan jawabannya.”
            “Apa kau menyukai Minho Sunbae???”
            “Aku tidak tahu….”
            “Kau beruntung sekali, Ji Yeonnie….”
            “Apanya yang beruntung??”
            “Karena kau dicintai Minho sunbae.”
            “Dia hanya ingin mempermainkanku saja.”
            “Aku rasa dia tidak akan bermaksud mempermainkanmu Ji Yeonnie..”
            “Tahu dari mana kau?”
            “Tatapan mata Minho Sunbae padamu.”
            “Mwo????”
            “Dia selalu menceritakan apapun padamu kan????”
            “Nae…”
            “Dia benar mencintaimu Ji Yeonnie..”
            “Lalu, apa yang harus aku lakukan???”
            “Ikuti kata hatimu…”
            Choi Minho pov
 
          Malam ini aku sungguh sangat tegang. Apa Ji Yeon akan datang menemuiku? Apa dia akan menerima cintaku??
            “Sudah pukul 19.45 KST. 15 menit lagi…” gumamku.
            Aku berdiri di dekat sebuah tempat duduk yang ada du taman untuk menunggu Ji Yeon. Namun, tiba- tiba…………………….
            “Minho oppa……..” panggil seorang yeoja, kini dia memelukku dari belakangku. Aku pun segera melepaskan pelukannya.
            “Apa yang kau lakukan?????” bentakku padanya.
            “Minho oppa……”
            “Lee Hyemi……..”
            “Nan bogosippohhh, Minho oppa..” dia kembali memelukku. Namun, kali ini aku membiarkannya untuk memelukku. Dia adalah teman kecilku di Incheon.
            “Oppa, kau tak merindukanku?”
            “Aku merindukanmu, Hyemi.”
            “Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini, oppa. aku sangat senang.”
            “Aku pun begitu……” jawabku seadanya.
            Tiba- tiba……….
            “Kau hanya mempemainkanku.” Ucap seorang yeoja yang sangat ku kenal.
            “Ji Ji Ji Yeonnnn….” ucapku terbata- bata.
            Ji Yeon menatapku dengan kedua matanya yang sudah berkaca- kaca. Aku yakin dia membandung air matanya agat tidak keluar. Namun, dia tetap tersenyum.
            “Kau sangat jahat…..” ucap Ji Yeon. Ji Yeon membalikkan tubuhnya dan berlari dengan sekencang- kencangnya. Aku berniat untuk mengejarnya, tapi gerakku ditahan oleh Hyemi. Aku hanya bisa pasrah. Aku tidak mungkin meninggalkan Hyemi, dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Tapi, Ji Yeon adalah yeoja yang sangat aku cintai.
            Park Ji Yeon pov
 
            Malam ini aku putuskan untuk menemui Minho sunbae dan akan menjalani hubungan dengannya.
            “Kau hanya mempemainkanku.” Ucapku pelan saat melihat Minho sunbae sedang berpelukan dengan seorang yeoja.
            “Ji Ji Ji Yeonnnn….” ucapnya terbata- bata.
            Aku yakin kedua mataku sudah berkaca- kaca. Aku membandung air mataku agar tidak keluar. Namun, aku tetap tersenyum.
            Aku membalikkan tubuhku dan segera berlari sekencang- kencangnya. Aku berlari tanpa arah tujuan. Saat aku mulai lelah, aku beristirahat di sebuah halte bus tidak jauh dari taman.
            “Aku benar- benar bodoh. Seharusnya aku tidak menemuinya malam ini. Seharusnya aku tahu sejak awal. Choi Minho hanya mempermainkanku. Dia tidak benar- benar mencintaiku. Hati ini begitu sakiiiitttt.. Kau jahat Choi Minho!!!” aku tidak bisa menahan air mataku lagi. Aku pun menangis, tidak peduli orang- orang yang sedang memperhatikanku.
            Lee Donghae pov
 
            “Akhirnya pekerjaanku hari ini selesai juga.” Ucapku, merenggangkan otot- ototku.
            Aku pun pulang, tentunya dengan mengendarai mobil honda jezz silver milikku. Namun, di tengah perjalanan aku  melihat seorang yeoja sedang menangis. Entah mengapa aku tertarik untuk mendekatinya. Aku memberhentikan mobilku tepat di depannya. Lalu, akupun turun dari mobilku. Dan akupun menyerahkan sapu tanganku dari saku celanaku yang selalu ku bawa kemanapun. Dan diapun menerima sapu tanganku.
            “Gwaenchana??” tanyaku. Dia masih menangis.
            “Gomawo….” ucapnya, menyerahkan sapu tanganku.
            “Mengapa malam- malam begini kau berada disini?”
            “Bukan urusanmu!”
            “Kau ini yeoja. Aku tidak tega melihat seorang yeoja menangis sendirian malam- malam di halte bus.”
            “Bukan urusanmu! Mianhae, aku harus pulang.”
            “Aku akan mengantarmu pulang.”
            “Kau tidak mengenalku.”
            “Aku yakin kau yeoja baik- baik.”
            “Justru aku ragu denganmu. Jangan- jangan kau berniat menculikku.”
            “Jangan berprasangka buruk dulu terhadap seseorang.”
            “Sudahlah, aku pulang dulu. Gomawo, sapu tangannya.”
            “Biarku antar, Noona…..”
            “Kau ini ngeyel sekali.. Sudah ku bilang, aku akan pulang sendiri.”
            “Kau ini yeoja, Noona. Dan ini sudah larut malam.”
            “Aku tahu.”
            “Sudahlah… Aku akan mengantarmu pulang..” aku menarik lengan kanannya. Awalnya dia memberontak, tapi akhirnya dia luluh juga.
            “Rumahmu dimana?” tanyaku padanya saat kami sudah berada di dalam mobil.
            “Aku akan menunjukkan arahnya,” jawabnya singkat.
            “Choneun Lee Donghae imnida.”
            “Park Ji Yeon imnida.”
            “Sebenarnya, kau menangis kenapa?”
            “Lupakan…”
            “Ya sudahlah kalau kau tidak mau menceritakannya.”
            “Kau ini ingin tahu saja.”
            “Mana ponselmu?”
            “Untuk apa?”
            “Mana?”
            “Ini.”
            Aku mengetik nomor ponselku di ponsel Ji Yeon dan membuat panggilan masuk ke dalam ponselku. Aku pun menyimpan nomor ponselku di ponsel Ji Yeon.
            “Jika terjadi sesuatu padamu, kau boleh menghubungiku kapanpun kau mau.”
            “Terserah kau saja.”
            Aku pun mengantarkan pulang Ji Yeon ke rumahnya sesuai dengan petunjuk jalan yang diberikan Ji Yeon padaku. Dan sekarang sudah sampai.
            “Gomawo.” Ji Yeon turun dari mobilku.
            “Cheonmaneyo, Ji Yeon-ssi..”
            “Aiisshhhhh……. Ada apa denganku? Kenapa aku bersikap sangat baik pada Ji Yeon????? Yeoja yag baru saja aku kenal.”
            Karena aku tertarik pada Ji Yeon, maka aku memutuskan untuk mendekatinya. 4 bulan sudah aku dekat dengannya. Kami sering menghabiskan waktu bersama. Dan tanpa disadari perasaan cintapun tunbuh di hatiku. Hari ini aku berniat untuk mengajak Ji Yeon pergi bersama.
            Hari ini aku pulang lebih awal dari kantor, segera aku menjemput Ji Yeon di kampusnya.
            Park Ji Yeon pov
 
          Aku menunggu Donghae oppa di depan gerbang Seoul University. Dan beberapa menit kemudian, Donghae oppa menghampiri dengan mobil hinda jezz siver miliknya.
“Naiklah.” Ucap Donghae oppa pada ku.
Aku hanya mengangguk.
Donghae oppa pun mulai melajukan mobilya.
“Kita mau kemana?” tanya Donghae oppa pada ku.
“T erserah oppa saja.” Jawab ku singkat.
“Baiklah, aku akan membawa ke sebuah tempat yang sangat indah.” Jawab nya.
Aku dan Donghae oppa pun tiba di tempat yang dimaksud Donghae oppa, yaitu pantai. Kami pun menikmati indahnya pemandangan pantai. Aku dan Donghae oppa pun duduk di atas pasir tepi pantai dan menikmati suasana saat itu.
“Jiyeonie..” panggil Donghae oppa pelan pada ku dan membuat tubuh ku menghadap pada Donghae oppa.
“Donghae oppa..” jawab ku menunduk tak berani memandang wajah Donhae oppa.
“Jiyeon..” panggilnya lagi dan memeluk tubuh ku. Hangat rasanya. Aku merasakan detak jantung ku yang begitu kencang saat Donghae oppa memelukku. Aku pun merasakan detang jantung Donghae oppa yang berdetak tidak kalah kencang. Aku bisa merasalan nafas Donghae oppa.
“Jiyeon.. Apa kau merasakan detak jantung ku saat ini?” bisiknya pelan di telinga ku.
“Nae, oppa..” jawab ku singkat.
“Itulah perasaan ku yang selalu timbul ketika bersama mu.” Ucap Donghae oppa, meletakkan telapak tangan kananku tepat di dadanya. Donghae oppa kembali memelukku lagi.
Aku hanya diam menikmati hangatnya pelukan Donghae oppa. Tidak terasa kami telah lama berpelukan dan sekarang hari sudah mulai gelap. Rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan hangat dari Donghae oppa ini. aku sangat merasa tenang aman ketika berada disampingnya.
“Park Jiyeon, saranghae.. saranghae jeongmal saranghae…” ucapnya pelan.
Aku kaget dengan pengungkapan Donghae oppa dan melepaskan pelukan Donghae oppa. Aku hanya terdiam.
“Park Jiyeon, maukah kau menjadi yeojacingu ku dan menjadi anae ku?” tanya Donghae oppa..
Aku semakin kaget dengan apa yang dikatakan Donghae oppa. Aku ingin sekali berkata iya, tapi mengapa mulut ini sulit untuk mengatakannya.. Aku hanya diam seribu bahasa…………..
            Saat Donghae oppa mengungkapkan perasaannya, aku hanya terdiam. Ingin sekali aku menjawab iya dan mau menjadi yaojacingu Donghae oppa, mengapa sangat sulit sekali.
“Mengapa kau diam saja, Jiyeon?” Donghae oppa dan menengadakan dagu yang sejak tubuh ku menghadap nya hanya menunduk.
Dia pun mendekatkan wajahnya tepat di wajah ku. “Donghae oppa tampan sekali..” batin ku. Dia hampir saja mencuri first kiss ku, tapi aku cepat menyadari dan berdiri dan menarik tangan kanan Donghae oppa lembut untuk mengantarkan ku pulang.
“Nae..” jawabnya dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
            Donghae oppa pun mengantarkan ku pulang. Setelah tiba di depan rumah ku, dia membuat ku terdiam lagi dengan pertanyaan yang sama saat masih di pantai.
“Jiyeon, aku sangat lega telah mengungkapkan isi hati ku yang sebenarnya terhadap mu. Namun, saat ini aku penasaran dengan isi hati mu yang sesungguhnya pada ku. Apa kau juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku?” ucapnya dan memegang ke dua tangan ku.
“Jiyeon, katakan kalau kau mau menjadi yeojacingu dan anae Donghae oppa. Kau juga menyukainya kan?” tanya ku dalam hati pada diri ku sendiri.
“Donghae oppa…..” panggil ku pelan dan mencoba untuk memandang mata Donghae oppa. Aku melihat tatapan matanya yang harap- harap cemas dengan jawaban ku.
“Nae..” jawabnya.
“Aaaaa…kuuuuuuu……. mau jadi yeojacingumu dan anaemu.” Ucap ku pelan dan memcium lembut pipi kanan Donghae oppa. Ku lihat dia sangat kaget dengan tingkah ku. Karena sepertinya wajah ku sudah sangat memerah malam itu. Setelah mengatakan itu, aku langsung berjalan cepat ke rumah ku.
            Lee Donghae pov
            Malam ini aku sangat senang. Senang karena aku dan Jiyeon sekarang sudah pacaran. Mulai saat ini, Jiyeon adalah yeojacingu ku dan aku adalah namjacingu Jiyeon. Rasanya aku ingin jingkrak- jingkrak gak jelas, karena aku mendapatkan yeoja yang sangat aku cintai.
“Jiyeon, terimakasih sudah mau menjadi yeojacingu ku. Kau tahu, aku sangat bahagia.” Batin ku dan membaringkan tubuh ku di atas kasur ku, lalu tertidur..
            *keeokan harinya..
Hari ini aku sangat bersemangat berangkat ke kantor. Setelah rapi dengan pakaian kantor ku, aku segera turun dari kamar menuju ruang makan. Sejak tadi Eomma sudah teriak- teriak menyuruh ku untuk sarapan.
“Ada apa dengan mu?” tanya Donghwan hyung pada ku dengan tatapan menggodanya.
“Maksud hyung apa?” tanya ku pura- pura tidak tahu.
“Kau berpacaran dengan Park Jiyeon??” tanyanya, masih dengan tatapan menggodanya.
“Hyung, tahu dari mana?” tanya ku kaget.
“Kemarin malam aku mendengarkan percakapan mu pada diri mu sendiri.” Jawab Donghwan hyung.
“Kau menguping, hyung?” tanya ku padanya dengan nada yang cukup tinggi.
“Aku tidak sengaja mendengarnya. Kamar ku dan kamar mukan bersebelahan..” jawabnya.
“Sudah- sudah habiskan sarapan kalian..” ucap eomma.
“Appa sangat senang mendengar Donghae sudah punya yeojacingu.” Ucap appa dengan tatapan meledek.
 “Sebaiknya kau cepat habiskan sarapan mu. Jiyeon pasti menunggu mu lama di rumahnya.” Ucap eomma dan tersenyum ke arah ku.
“Maksud Eomma?” tanya ku heran.
“Bukankah Ji Yeon adalah yeojacingu mu? Kau harus mangantar dan menjemputnya setiap saat.” Jawabnya.
“Nae..” jawab ku dan segera menghabiskan sarapan ku. aku pun pergi menjemput Ji Yeon di rumahnya untuk mengantarnya ke kampus.
            Aku pun mengendarai mobiku. Ku lihat Ji Yeon sedang berdiri di sebuah tempat pemberhentian bus.
“Untung saja, aku tepat waktu.” Batin ku dan menghampiri Ji Yeon.
“Oppa.. mengapa kau ada disini?” tanya Ji Yeon pada ku.
“Aku ingin mengantar calon anaeku ke kampusnya. hhhhehh.” jawab ku.
“Oppa..” panggilnya dan tersenyum pada ku.
“Naiklah..” ucap ku.
“Nae..” jawab Ji Yeon.
Choi Minho pov..
            *di kelas…
“Pulang sekolah nanti, kita harus latihan basket. Pertandingan tinggal sebentar lagi.” Ucap ku pada Onew, Jonghyun, Key, dan Taemin.
“Baiklah Choi Minho.” Jawab mereka serempak.
            Seperti biasa kami mendiskusikan srategi- strategi baru untuk permainan basket kami disaat ada kesempatan.
“Sepertinya kalian sedang mendiskusikan sesuatu yang sangat serius?” ucap seseorang tiba- tiba, dia adalah Jieun. Dia pun duduk di sebelah Onew.
“Kau sepertinya bahagia hari ini, Ji Eun.” Tanya Onew padanya.
“Aku memang bahagia..” jawabnya dan menyunggingkan bibirnya untuk tersenyum.
“Wae?” tanya Taemin penasaran.
“Mulai saat ini, Park Ji Yeon adalah yeojacingu Donghae oppa. Akhirnya Ji Yeon mendpatkan cintanya.” jawab Ji eun dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
“Ya… Aku jealouse..” ucap Jonghyun kecewa.
“Wae?” tanya Jieun pada Jonghyun.
“Satu- satunya yeoja yang tidak terpesona dengan Minho kan hanya dia, Park Jiyeon. Tadinya aku ingin mendekatinya. Tapi, sudah didahului oleh Donghae hyung..” jawab Jonghyun.
“Kau masih bisa berteman kan dengan Ji Yeon. Tapi, ingat hanya teman..” jawab Jieun masih dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
            *waktu isirahat..
            Aku, Onew, Jognhyun, Key,  Taemin berjalan bersama ke kantin. Setiba di kantin, kami duduk satu meja bersama Jiyeon dan ke 2 yeoja temannya.
“Jiyeon..” panggil Key pada Jiyeon.
“Wae, oppa.” Jawab Jiyeon singkat.
“Tidak..” jawab Key.
“Oppa belum kenalkan dengan 2 yeoja teman ku ini? Yang ada di samping kanan ku adalah Luna dan yang di samping kiri ku ini Jung Krystal.
“Aku Kim Ki Bum, panggil aku Key. Apa kalian sudah mengenal ke 4 sahabatku ini?”
“Tentu saja mereka berdua sangat mengenal mereka. Secara mereka berdua ini adalah fans dari Minho sunbae.. “ jawab Jiyeon datar.
“Aku hampir lupa, sekarang aku harus menemui Yesung songsaenim. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya. Dan nanti sepulang sekolah, aku harus masih ada di sekolah karena aku masih ada urusan.” Ucap Ji Yeon dan meninggalkan kami.
“Jiyeon selalu begitu.” Ucap Krystal.
“Memangnya apa yang ingin dia bicarakan dengan Yesung singsaenim, Krystal?” tanya Onew pada Krystal.
“Ku dengar Jiyeon akan menjadi wakil dari sekolah kita untuk mengikuti olimpiade adm. perkantoran tahun ini untuk yang ke 2 kalinya. Jadi, Ji Yeon lebih sering meluangkan waktunya untuk belajar bersama Yesung songsaenim.” Jawab Krytal.
“Ohhhh..” aku, Onew, Jonghyun, Key, dan Taemin serempak.
“Minho oppa.. Kenapa diam saja?” tanya Krystal pada ku.
“Hanya malas berbicara.” Ucap ku dingin. Seperti inilah aku jika berbicara dengan para yeoja, dingin..
“Minho, kau sangat mirip dengan Ji Yeon.” Ucap Luna pada ku.
“Maksud mu? Begini- begini juga aku sempat berteman baik dengannya. Namun, sekarang hubunganku dengan Ji Yeon. Entahlah…..” jawab ku.
“Ji Yeon sering bersikap dingin pada setiap namja, kecuali pada Donghae oppa. Ji Yeon juga suka bersikap dingin pada siapa pun yang belum dia kenal. Sama seperti mu.” Jawab Luna.
“Benar, apa yang diucapkan Luna. Kalian tahukan, kalau para yeoja disini sangat menginginkan agar Minho oppa menjadi namjacingu mereka, termasuk aku dan Krystal. Tapi, Jiyeon tidak peduli. Dia selalu bilang, ‘Aku sudah mempunyai seseorang yang menurutku lebih baik dari Minho sunbae.’ Iti kanya.” Ucap Krystal.
“Dan seseorang itu ternyata adalah Donghae oppa.” Ucap Krystal lagi.
 “Beruntung sekali Ji Yeon mendapatkan namjacingu seperti Donghae oppa.” Ucap Jieun.
            *pulang sekolah selesai latihan basket..
“Minho, kami pulang duluan ya..” ucap Onew, Key, Jonghyun, dan Taemin bersamaan.
Aku hanya mengangguk masih berlatih. Beberapa menit kemudian aku pun memutuskan untuk pulang. Ternyata cuaca sore ini sudah mendung. Aku segera pulang dengan motor ninja warna hitam ku sebelum hujan turun. Di tempat pemberhentian bus sekolah, aku lihat seorang yeoja. Dia adalah Ji Yeon. Aku terus memperhatikannya dari jauh sampai tak sadar, hujan pun tiba. Aku pun berteduh di tempat permberhentian bus.
“Kau pasti kedinginan..” ucap ku. Ji Yeon pun hanya mengangguk. Aku pun melepaskan jaket ku dan ku berikan pada Ji Yeon.
“Ada apa ini? Mengapa jantung ini berdebar- debar seperti ini jika berada di dekat Ji Yeon? Perasaan itu masih ada Ji Yeon-ahh…”
            Tiba- tiba terdengar suara petir yang cukup besar. Jiyeon pun refleks memelukku.
“Appa…. Eomma…. aku takut petir……..” ucapnya dan menangis.
“Kau tidak apa Ji Yeon?? Kau akan baik- baik saja bersama ku.” jawabku dan memeluk erat Jiyeon.
“Aku takut petir, sunbae…….” dia masih menangis dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang ku.
“Oh Tuhan.. Hati ini sangat bahagia..” batin ku.
“Mianhae, sunbae..” Ucap Ji Yeon dan melepaskan pelukannya setelah dia merasa tenang.
“Tidak apa, Ji Yeon. Hujan sudah berhenti, aku antar kau pulang..” tawar ku.
“Tidak usah. Sebaiknya aku hubungi Donghae oppa untuk menjemput ku disini. Mianhae, sunbae. Aku tidak menerima tawaran mu. Aku hanya tidak ingin membuat Donghae oppa khawatir dan salah paham pada ku.” jawab Ji Yeon pada ku.
            Jiyeon pun mengambil ponselnya.
“Donghae oppa, maukah kau menjemput ku sekarang? Saat ini aku berada di tempat pemberhentian bus dekat kampus bersama Minho sunbae.” Ucap Ji Yeon pada Donghae hyung melalui ponselnya.
“Aku akan menemani mu sampai Donghae hyung menjemput mu.” Ucap ku pada Ji Yeon.
“Kamsahamnida, Minho sunbae.” Ji Yeon pun melepaskan jaket ku dan memberikannya kembali pada Ku.
“Cheonmaneyo, Jiyeon.”
“Minho, gomawo telah menemani Ji Yeon menunggu ku. Ji Yeon sangat takut petir. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Ji Yeon jika tidak ada kau.” Ucap Donghae hyung pada ku dan menarik tangan Ji Yeon dengan lembut agar Ji Yeon naik ke mobilnya.
“Cheonmaneyo, Donghae hyung. Aku senang melakukannya.” Jawabku datar.
“Minho sunbae, gomawo ya.. Karena jaket mu juga telah membuatku hangat.” Ucap Ji Yeon dan menunjukan senyuman terbaiknya pada ku.
“Nae. Cheonmaneyo Jiyeon.” Jawab ku ramah pada Jiyeon.
            Kini Donghae hyung dan Jiyeon sudah pergi meninggalkan ku. Aku pun segera meninggalkan tempat itu.
            *hari H pertandingan basket.
            Hari ini adalah hari yang sangat kami nantikan, dimana kami mewakili sekolah untuk bertanding basket melawan beberapa universitas di Seoul, dengan tuan rumah Seoul University. Sebelum bertanding, aku, Onew, Jonghyun, Key, Taemin, Ji Yeon, Luna, Jieun, dan Krystal berdo’adalah bersama, agar pertandingan kali ini berjalan dengan baik.
“Minho oppa, hwaiting!!” ucap Krystal memberi semangat.
“Tunjukan kemampuan permainan basket kalian semaksimal mungkin. Okay Minho sunbae, Onew sunbae, Jonghyun sunbae, Key sunbae, dan Taemin sunbae. Kami pasti akan memberikan support yang luar biasa untuk kalian. Hawaiting!!” ucap Jiyeon memberi semangat.
            Di bangku penonton sudah dipenuhi orang- orang yang ingin menyaksikan pertandingan basket kali ini. Terutama oleh para yeoja dari komunitas Minho’s Fans Club.
            Pertandingan pun dimulai. Dan alhasil kami pun meraih juara umum. Kami sangat senang. Untuk merayakan keberhasilan kami, kami merayakannya untuk makan bersama di cafe ice cream dekat sekolah dan diteraktir oleh ku.
            *cafe ice cream..
Kami menempati meja yang kosong. Hari ini aku memang senang, karena kami menang dalam pertandingan basket. Tapi, aku juga entah kenapa merasa sedih saat melihat sikap Donghae hyung dengan Ji Yeon. Donghae hyung diundang Ji Yeon agar ikut untuk merayakan kemenangan kami. Donghae hyung dan Ji Yeon lebih memilih duduk di meja kosong di paling depan. Aku terus memperhatikan mereka berdua.
“Minho oppa, kenapa melamun saja?” ucap seseorang membuyarkan pandangan ku yan gsejak tadi memperhatikan Donghae dan Ji Yeon.
“Krystal, kau memperhatikan ku?” jawab ku kaget.
“Nae, oppa. Oppa, aku ingin berbicara dengan mu.” Ucap Krystal pada ku.
“Bicaralah.” Jawab ku datar.
“Jangan disini oppa. Ikuti aku.” Ucap Krystal dan menarik lengan ku pergi dari cafe ice cream.
“Kau mau membawa ku kemana?” tanya ku.
Namun, dia tidak menjawab. Kami pun tiba di sebuah taman. Krystal membawa ku ke taman yan gletaknya tidak jauh dari sekolah dan cafe ice cream.
“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya ku pada Krystal.
“Minho oppa, berhenti bersikap dingin pada ku. Hati mu itu terbuat dari apa, sehingga kau tidak merasakan jika ada seorang yeoja yang menunggu mu. Aku sudah tidak ingin menunggu terlelu lama lagi, oppa. Aku hanya ingin mengatakan kalau aku mencintai mu. I Knew Loved You oppa..” pengakuan Krystal pada ku. Dia pun menatap wajah ku.
“Mainhae, Kystal.” Jawab ku singkat. Ku lihat kini air mata mulai membasahi pipinya.
“Wae, oppa?” tanyanya dengan suara parau dan pelan.
“Aku tidak mencintai mu, mianhae.” Jawab ku.
“Apakah kau mencintai yeoja lain?” tanyanya.
“Tidak ada yeoja yang ada di hati ku saat ini.” jawab ku datar.
“Aku benci dengan sikap dingin mu itu, oppa. Aku menyesal telah mencintai mu, oppa.” Ucapnya dan menyeka air matanya sendiri dan berlari meninggalkan ku sendirian. Aku pun kembali ke cafe ice cream, sepanjang perjalanan, perasaan ku sungguh kacau.
“Choi Minho, kau tega sekali menyakiti yeoja yang mencintai mu dengan tulus. Bagaimana sikap Jiyeon, jika aku telah menyakiti sahabatnya itu? Disaat seperti ini mengapa aku masih mengingat Jiyeon? Tuhan, apa yang terjadi dengan ku. Jangan biarkan aku menyukai Park Jiyeon, aku tidak ingin menyakiti hati yang lainnya lagi.” Batin ku. Aku pun tiba di cafe ice cream, Onew, Jonghyun, Key, Taemin, Donghae hyung, Ji Yeon, Jieun, dan Luna keluar dari tempat itu.
“Minho sunbae, Krystal mana?” tanya Ji Yeon pada ku. Namun, aku tidak menyimak apayang ditanyakan Ji Yeon pada ku. Karena pandangan ku lebih dulu tertuju pada tangan Ji Yeon dan Donghae hyung yang sedang berpegangan.
“Minho sunbae..” teriak Ji Yeon.
“Dia sudah pulang.” Jawab ku singkat.
“Dassarr namja pabo! Kenapa kau biarkan Krystal pulang sendirian?” bentak Ji Yeon pada ku.
“Aku tidak pabo, Park Jiyeon. Itu keinginannya sendiri.” Jawab ku yang juga membentak Jiyeon.
“Minho, jangan pernah kau membentak yeojacingu ku.” bentak Donghae hyung pada ku.
            Onew, Jonghyun, Key, Taemin, Luna, dan Jieun lebih memilih meninggalkan mereka bertiga dan pulang ke rumah masing- masing.
“Dia duluan yang membentakku.” Jawab ku dan memandang sinis Ji Yeon.
“Sudahlah Donghae oppa sebaiknya kita pulang, ini sudah malam.” Ucap Ji Yeon dan menarik lengan Donghae hyung.
            *di rumah Choi Minho.
            Setiba di rumah, aku memutuskan untuk langsung masuk kamar dan mengacuhkan semua pertanyaan dari Appa dan Eomma.
“Mengapa aku membentak Ji Yeon, wae??? Aku benar- benar sangat kesal dan marah ketika tangan Donghae hyung memegang tangan Ji Yeon. Aku tidak tahan lagi dengan perasaan ini. Saranghae, Ji Yeon…” batinku.
          Lee Donghae pov
 Seperti biasa sebelum pergi ke kampus, aku selalu menjemput Ji Yeon di rumahnya.
            “Ji Yeon-aa.. Aku sudah ada di depan rumahmu. Cepatlah keluar!!!!!”
            ____Send To: Ji Yeonie_____
Beberapa menit kemudian setelah aku mengirim pesang singkat pada Ji Yeon, akhirnya dia keluar rumah dengan menggunakan Switter berwarna putih dan dalaman kaos berwarna biru tua, serta jinz dengan mengikat rambut panjangnya.
“Sudah menuggu lama, Donghae oppa???” tanyanya sambil memberikanku senyuman termanisnya.
“Kajja, kita berangkat.” Ucapku.
Selama perjalanan menuju kampus kami tidak berbicara satu sama lain. Setelah sampai kampus, barulah kami membuka mulut kami untuk berbicara sambil berjalan menuju kelas bersama.
“Ji Yeonie, sepulang kuliah kau ada waktu??” aku bertanya pada Ji Yeon dan memulai pembicaraan.
“Anii, wae Donghae???”
“Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.”
Park Ji Yeon pov..
          Aku berlari menuju kelasku meninggalkan Minho. Setelah aku baru tiba tiba di kelas dan duduk di tempatku, ponselku bergetar tanda ada pesan masuk.
 “Ji Yeonnie….. Sepulang kuliah, kau tunggu aku di depan gerbang kampus!! Arraseo!!!!”
_____From: My Fishy Donghae oppa______
            “Kita mau kemana???”
_____Send To: My Fishy Donghae oppa ______
            “It’s secret!!!! Jangan menolak!!!! Lee Donghae tidak suka penolakan!!!!”
_____From: My Fishy Donghae oppa _______
            “Aisshhh….. Namja pabo…. Hmmm.. tapi, jika tidak ada seorang Lee Donghae di hidupku saat ini, aku tidak tahu akan seperti apa. Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertinya. Terimakasih Tuhan, Kau telah memberikanku seorang Lee Donghae. Ku harap tak ada seorang pun yang mengambil Lee Donghae dariku..” Batinku.
            “Noona Ji Yeon, coba kau jelaskan tentang Prosedur Administrasi Perkantoran di depan. Ku lihat dari tadi Anda hanya melamun.” Perintah Yesung Songsaenim, sontak membangunkanku dari lamunanku tentang Donghae oppa.
            “Semua ini gara- gara Donghae oppa!!!” batinku lagi.
            Aku pun melangkahkan kakiku ke depan kelas dan menjelaskan tentang Prosedur Administrasi Perkantoran.
“Untung saja tadi malam aku telah membaca materi tentang ini. hhahah…” batinku dan memberikan senyumanku pada Yesung songsaenim dan teman- temanku yang sejak tadi memperhatikanku yang sedang menjelaskan materi itu.
“Kau lolos dari hukuman saya Noona Ji Yeon. Kau memang mahasiswi pintar.” Ucap Yesung songsaenim dan sehingga membuat semburat warna merah muda di kedua pipiku.
“Kamsahamnida, Yesung Songsaenim.” Jawabku dan kembali ke tempat dudukku.
“Good job.. Park Ji Yeon.” ucap salah satu teman terdekatku, Jieun.
Mata kuliah hari ini pun akhirnya selesai. Aku pun segera menuju depar gerbang kampus untuk menemui Donghae oppa. Tapi, langkahku terhenti karena ada seseorang yang menarik lengan kananku saat aku sudah berada di luar kelas.
“Choi Minho-ssi..” ucapku pelan.
“Nae, aku Ji Yeon-aa..”
            “Ada apa?”
            “Aku hanya ingin minta ma’af soal aku membantakmu di kedai ice cream beberapa minggu yang lalu.”
            “Aku sudah mema’afkanmu.”
            “Gomawo, Ji Yeon-ahh.”
            Aku pun segera pergi meninggalkan Minho, karena Donghae oppa akan menjemputku.
“Hosh hosh hosh…. Donghae oppa. Kau sudah menugguku lama?”
“Nan gwaenchana. Kajja..” Donghae oppa menarik tanganku dan mempersilahkanku untuk masuk ke dalam mobilnya. Aku tidak tahu Donghae oppa akan membawaku kemana???
@Namsan Towwer…..
 
            “Namsan Towwer??? Kenapa Donghae oppa mengajakku kesini?”
            “Ya… Jadi kau tidak menyukainya??”
            “Anii.. Aku sangat suka Donghae oppa.”
            Lee Donghae pov
@Kereta gantung Namsan..
            “Ji Yeon, gwaenchana?? Kau tidak takut ketinggiankan??”
            “Nan gwaenchana Donghae oppa.
Setelah kamu turun dari kereta gantung, aku dan Ji Yeon naik ke menara dengan berjalan kaki. Aku menggenggam erat pergelangan tangan kanan Ji Yeon dengan tangan kiriku.
            Aku dan Ji Yeon pun tiba di tempat favorit pasangan- pasangan yang sedang kasmaran. Tempat yang dikelilingingi gembok- gembok pasangan. Aku mengeluarkan 2 lembar kertas HVS dan 2 ballpoint. Aku memberikan 1 lembar HVS dan 1 ballpoint kepada Ji Yeon.
            “Tuliskan janjimu di kertas ini Ji Yeon!!!”
            “Yaaa… Donghae oppa.. Ini kan gembok pasangan, berarti aku harus melakukannya dengan namja yang ku cintai.”
            “Jangan menolak Park Ji Yeon! Ayo tuliskan janjimu.”
            “Nae nae nae, Donghae oppa.”
            Aku pun mulai merangkai kata- kata..
            “SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAE, PARK JI YEON. SAMPAI KAPANPUN AKU INGIN TETAP BERSAMAMU, YEOJA YANG SANGAT AKU CINTAI. SAHABAT YANG KU CINTAI.JADILAH ISTERIKU. LEE DONGHAE AKAN SELALU MENJAGA DAN TERUS BERADA DISAMPING PARK JI YEON.”
 
Park Ji Yeon pov…
Donghae oppa dan aku pun tiba di tempat favorit pasangan- pasangan yang sedang kasmaran. Tempat yang dikelilingingi gembok- gembok pasangan. Donghae mengeluarkan 2 lembar kertas HVS dan 2 ballpoint dari ranselnya. Minho oppa memberikan 1 lembar HVS dan 1 ballpoint kepada ku.
            “Tuliskan janjimu di kertas ini Ji Yeon!!!”
            “Yaaa… Donghae oppa.. Ini kan gembok pasangan, berarti aku harus melakukannya dengan namja yang ku cintai.”
            “Jangan menolak Park Ji Yeon! Ayo tuliskan janjimu.”
            “Nae nae nae, Donghae oppa.”
            Aku pun mulai merangkai kata- kata..
            “AKU INGIN MEMBUAT BAHAGIA ORANG- ORANG YANG BERADA DI SEKITARKU, TERUTAMA APPA, EOMMA, DAN DONGHAE OPPA.”
            Aku dan Donghae oppa melipat kertas yang telah kami tulis sebuah janji. Lalu kertas itu kami gembok dan digantungkan bersebelahan diantara gembok- gembok lainnya.
            “Apa yang kau tulis, Ji Yeon?”
            “It’s secret Donghae oppa.”
            “Kyaa… Kau mau rahasia- rahasiaan denganku?”
            “Hehheh.”
            “Apa kau tidak penasaran dengan apa yang aku tulis?”
            “Itu kan bersifat privasi, Donghae oppa.” padahal sebenarnya kau penasaran apa yang telah Minho oppa tulis.
            “Jeongmal? Kau tidak ingin mengetahuinya?”
            “Kalau kau memaksa, ya sudah beritahu aku apa yang kau tulis. Tapi, aku tidak akan memberi tahu Minho oppa, apa yang telah aku tulis.”
            Donghae oppa memegang kedua bahuku dan membuatku tubuhku berhadapan dengannya. Aku pun menatap mata Donghae oppa, namun aku segera menundukkan kepalaku. Donghae oppa mendongakan daguku dengan tangan kanannya, agar aku bisa menatap wajahnya.
            “Ya Tuhan… Donghae oppa, sangat tampan.. Apa yang ingin dia lakukan padaku.” Batinku.
            “Saranghae, Park Ji Yeon..”
            “Donghae oppa….”
            “Saranghae jeongmal saranghae Park Ji Yeon.”
            “Aku tidak tahu harus berkata apa? Ya Tuhan.. tolong aku.” Batinku.
            “Saranghae jeongmal saranghae, Park Ji Yeon.”
            “Hmmm… Na….do….saranghae Donghae oppa.”
            “Jeongmal?”
            Aku hanya menganggukkan kepalaku.
            “Menikahlah denganku, Park Ji Yeon???”
            “Nae, Donghae oppa. Nikahilah aku.”
            Lee Donghae pov
            “Saranghae, Park Ji Yeon..”
            “Donghae oppa….”
            “Saranghae jeongmal saranghae Park Ji Yeon.”
            “Saranghae jeongmal saranghae, Park Ji Yeon.”
            “Hmmm… Na….do….saranghae Donghae oppa.”
            “Jeongmal?”
            Aku hanya menganggukkan kepalaku.
            “Menikahlah denganku, Park Ji Yeon???”
            “Nae, Donghae oppa. nikahilah aku.”
            Rasanya sangat lega, setelah mendengar jawaban dari Ji Yeon. Aku pun menarik tubuh Ji Yeon ke dalam pelukanku cukup lama. Setelah aku melepas pelukanku, aku memandang lekat kedua mata Ji Yeon. Kedua matanya terlihat berkaca- kaca. Aku mendekatkan wajahku dengan wajah Ji Yeon, sehingga hidung kami bersentuhan dan bibirku pun mendarat mulus di bibir mungil merah muda Ji Yeon. Sangat manis, akupun bisa merasakan nafas Ji Yeon. Setelah aku merasakan nafas Ji Yeon yang sudah tidak beraturan, aku pun melepaskan ciumanku itu.
            “Aku hampir sulit bernafas Minho oppa.” ucapnya dengan pipinya yang mulai memerah, menundukkan kepalanya.” Aku pun mengangkat dagu Ji Yeon lagi agar bisa menatapku.
            “Donghae oppa..”
            “Kau mau lagi, ehmm????”
            “Anii.. Aku tidak mau..”
            “Hahhaha……. Pipimu memerah, chagi….”
            “Lee Donghae…………….”
            Aku pun menghabiskan waktu bersama Park Ji Yeon di menara Namsan Towwer hingga malam tiba.
            Aku pun mengantar Ji Yeon pulang.
Park Ji Yeon pov…
 
            Tidak terasa waktu sudah malam, aku memutuskan untuk pulang dan diantar oleh namjacinguku Donghae oppa.
“Gomawo untuk hari ini, Donghae oppa.” aku turun dari mobil donghae oppa.
            “Cheonmaneyo, chagi…..”
            Aku pun mulai melangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam rumah. Namun, langkahku terhenti karena Donghae oppa menarik lenganku sehingga aku membalikkan tubuhku ke arahnya dan………………
CHHHHUUUUUPPPPPPP………………………………….
            Donghae oppa mengecup pipi kananku. Hangat, sangat hangat……
            “Saranghae jeongmal saranghae Park Ji Yeon.” bisiknya.
            “Nado saranghae, Donghae oppa.”

11 responses

  1. huaaa ska bnget. bkin squel’a dong. aq pnasaran bnget klanjutan cnta jiyeon donghae ppa. n gmana prasa’an minho klo twu jiyeon nrima lmaran donghae ppa…. please!

  2. wahhh….. FF ku akhirnya di publish juga disini… Gomawo:)

    gomawo juga bwat para readers yg coment….

    Mian, masih bnyak typo..

    Gomawo jeongmal gomawo🙂

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s