Lonely

Author : Kin♥ (@Rekindria)

Main cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Rating : PG-15

Genre : Romance

Type : Drabble

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be a Plagiator and Siders.

♥  Lonely ♥

-Sooyoung’s Pov-

Aku kembali mengamati bulir-bulir air hujan yang terus mengalir di daun jendelaku. Hari ini seperti biasa hanya dipenuhi rasa kesepian di hatiku. Apapun yang terjadi dihadapanku itu semua tidak pengaruh karena aku seperti ini.

Aku mengambil kamera yang tergeletak di sudut kamar. Hanya ini yang aku bisa lakukan. Menghilangkan rasa kesepianku dengan menangkap objek yang membuat mataku takjub. Tapi, hari ini hujan. Jadi, bisa bayangkan betapa kesepiannya diriku. Hanya menikmati harum suasana hujan yang khas.

Dan entah kenapa aku merasa lelah hanya dengan melihat jalur air yang terus mengalir di jendelaku. “Sepertinya pelangi akan datang. Aku percaya itu.” desisku dengan menelengkupkan wajahku.

——

Hari ini aku seperti mendapat sesuatu hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku menceritakan kesepianku pada teman sekelasku. Padahal, aku tak pernah mengatakan ini sebelumnya. Tapi, saat aku melontarkan beberapa kata ia hanya bisa menatapku prihatin. Itu adalah tatapan yang aku benci.

Mendengar tanggapannya dan dukungannya membuat aku merasakan kenyamanan yang tak pernah kurasakan. Aku selalu mencoba mencari tempat untuk mencurahkan semua kekesalanku. Tapi, tak pernah ada. Sampai, pria dihadapanku ini terus mendesakku untuk mengatakannya.

Sepertinya ia bisa membaca diriku atau orang lain. Dengan mudah ia menangkap rasa kesepianku di tengah hiruk pikuk kelas ini. Hanya aku yang berdiam diri. Tapi, semua tidak menyadarinya.

“Kau harus mempunyai tempat curhat.” sarannya dengan menatapku. Bola mata yang aku tangkap saat melihat matanya adalah ketulusan. Ketulusan yang tak pernah kudapat.

Aku hanya tersenyum samar. Mencoba tegar dihadapannya.

“Hei, cobalah percaya pada satu orang.” dia menepuk bahuku. Membuat aku menolehkan wajahku kearahnya.

“Aku selalu mencobanya. Tapi, selama ini tidak ada.” balasku dengan ekspresi datar.

Dia mendesah lalu menjatuhkan tubuhnya kekursi. “Aku tak pernah sadar kalau kau kesepian. Kau seperti mutiara tapi dalamnya kosong. Bukannya itu menyedihkan?”

“Iya aku tahu,” balasku sesingkat mungkin.

“Aku ingin menjadi temanmu. Kau harus percaya padaku. Bisa ‘kan?”

—–

                Sejak itu aku percaya padanya. Aku mencoba menghilangkan rasa kesepianku padanya. Tapi, tetap saja itu tidak hilang. Tapi, setidaknya perasaan itu bisa sedikit memudar.

Kini aku hirup udara disekitarku kuat-kuat. Mengaggumi objek yang indah. Aku abadikan itu semua pada kameraku. Dan ada satu objek yang membuatku terkesiap. Kyuhyun… dia bersama gadis lain ?

Mungkin aneh jika aku cemburu padanya. Tapi, hanya dia yang bisa mengisi kekosonganku. Aku berharap dia selalu disisiku. Tapi, sepertinya itu mustahil. Aku tahu dia.. dia memang sangat ramah dan yang kupikirkan salah. Aku berfikir dia mempunyai perasaan sepertiku. Tapi, salah ia hanya menganggapku sahabat. Hanya itu.

Kini aku tersadar bahwa aku memang dilahirkan untuk kesepian. Tanpa seorang yang dapat mengerti. “Choi Sooyoung fighting !” pekikku berusaha menyemangati diriku. Namun, detik berikutnya aku tertunduk. Bulir air mata menetes. Aku tahu.. aku seperti ini.

—-

                    Kyuhyun berlari kearahku dengan mengumbar senyum manisnya. Ia menepuk bahu pelan dan bertanya, “Apa hari ini menyenangkan?”

Aku menolehkan kearahnya dengan cepat. Menatap kearah pria dihadapanku. “Hai,” balasku singkat.

Dia mengalungkan tangannya kearahku. Membuat jantungku berdegup beberapa kali. Dia menampilkan senyum terindahnya padaku. Memang senyum itu sering ia umbar. Tapi, tetap saja aku merasa senyum itu untukku.

Kyuhyun melambaikan tangannya kearahku. Berusaha menyadarkan diriku yang terhanyut pada senyum indahnya. “Kau baik-baik saja?” cemasnya.

Aku tersenyum. Bukan senyum biasa untuk seorang yang special dihadapanku. “Tentu saja,”

Kyuhyun mengalungkan tangannya padaku. Ia sibakkan rambut panjangku yang menutupi sedikit wajahku. “Aku baru sadar kalau kau cantik,” gumamnya dengan nada lemah. Seperti desiran angin yang lewat. Hanya sebuah kata sepintas. Namun, aku bisa mendengarnya jelas. Ia mengatakan aku cantik. Tuhan, apakah kau ingin membuat jantungku meledak?

——

                    Aku terduduk lemas saat aku mengetahui dia tidak ada disampingku lagi. Selama ini aku mengira aku adalah manusia yang tersiksa. Namun, semua itu salah. Aku masih beruntung.

Sekali lagi aku hanya bisa meratapi sekujur tubuh yang tergeletak lemah dihadapanku. Bukan dirinya. Harusnya aku yang diposisinya. Kenapa dia merubah itu semua?

Seandainya saja aku tak memotret sekitar sini. Pasti tidak akan terjadi. Dia tidak mungkin menyelamatkan aku. Harusnya aku yang tertabrak bukan ?

“Saranghae Choi Sooyoung. Jangan kau merasa kesepian lagi,” ucapnya dengan menggengam tanganku. Bisa kurasakan tubuhku bergetar. Bau amis dan darah yang terus mengalir kebajuku tak kuhiraukan. Hanya menangis. Aku hanya menangis menanggapi kebodohan diriku.

-The end-

Oke, sebenarnya ini hadiah buat temen. Castnya itu Jaejoong sama OC. Tapi, saya ganti-_-Dan gimana pendapat kalian bagus tidak? Engga pasti-____-

Maaf aku jarang update soalnya aku lagi mempersiapkan fic series baru Kyuyoung.

20 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s