First Snow 4th Part [Meet You Again]

Tittle: First Snow 1st Part [When The Snow Fall]

Author: Nana Cho

Cast:

  • Cho Kyuhyun [SJ’s Kyuhyun]
  • Yoon Yeorum [OC]
  • Ok Taecyeon [2pm’s Taec]
  • Kwon Gyeoul [OC]
  • Yoon Donggoo [Actor Yoon Siyoon]
  • And Other Supported Cast

Genre: Romance, Tragedy (little)

Rate: T

Disc: The plot and Cho Kyuhyun Belong to me! #plakk

[…]

The 4th part of first snow ‘Meet You Again’

[…]

Tiba-tiba, namja itu mengecup pipi YeoRum, membuat wajah YeoRum langsung memerah karenanya. YeoRum juga terlihat tidak menolaknya. Apakah dia namja YeoRum? YeoRum terlihat bahagia bersama namja itu. Tapi, kebahagiaanya membuatku sakit.

…………………………………….

“Yaa Kyu! Kita kemari untuk menjenguk HyoJi ‘kan…” Suara Yesung hyung menyadarkanku dari lamunan.

“Oh! Ne hyung…” Ternyata, hyungdeul yang lain sudah berjalan mendahului kami berdua. Akhirnya, aku dan Yesung hyung berjalan di belakang mereka.

“Kau masih menyukai yeoja itu ya?” Tanya Yesung hyung tiba-tiba, sambil berjalan di sampingku.

“Hhh… Kau tahu pasti hyung.”

“Ne, nan ara. Kau masih bisa mengingatnya.”

“Ne.” Jawabku lemas sambil memasuki sebuah lift kosong. Sepertinya, hyungdeul yang lain sudah naik lift lain.

Yesung hyung memasuki lift yang sama denganku, kemudian mulai menekan tombol dan membawa kami ke lantai 5, kamar HyoJi.

“Tapi, bukankah dia sudah melupakanmu? Itu artinya, dia meninggalkanmu ‘kan?” Ujar Yesung hyung lagi.

“Aku akan membuatnya mengingatku hyung.” Kusandarkan kepalaku ke dinding lift yang dingin.

Hhh… Siapa yang akan menghangatkanku kalau musim panasku pergi?

“Sampai, ayo keluar.” Yesung hyung mendahuluiku berjalan keluar lift. Aku hanya berjalan mengikutinya dengan pikiran melayang ke YeoRum dan namja asing tadi.

Assshhh… Bayangan mereka tidak bisa pergi begitu saja dari kepalaku! Aaassshhh!!!

“Sudahlah, jangan kau pikirkan terus yeoja itu. Lupakanlah untuk sementara.” Yesung hyung membuka pintu kamar HyoJi, kemudian aku hanya mengangguk dan mengikutinya masuk.

Di dalam, sudah ada hyungdeul yang lain dan HyoJi umma.

Siwon hyung terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan ajjuma. Sedang, hyungdeul mengobrol dengan HyoJi.

Aku tidak bisa berhenti memikirkan yeoja itu. Senyumnya tadi terus terputar di kepalaku.

“HyoJi… Bagaimana keadaanmu nak?” Yesung hyung langsung mendekati HyoJi dan berdiri di sisi tempat tidurnya yang sudah di kelilingi oleh Leeteuk hyung, Donghae hyung, HaeMin noona, dan Sungmin hyung. Sementara, Heechul hyung duduk di bed sofa yang ada di sisi kanan ruangan, sibuk dengan i-phone-nya. Aku memilih untuk duduk disana, di samping Heechul hyung.

“Sudah membaik oppa.” Jawab HyoJi dengan suara lemah seperti berbisik. Ternyata, bisa juga dia berbicara lembut seperti itu. Tidak berteriak seperti biasanya.

“Baguslah…” Yesung hyung mengusap pelan rambut HyoJi.

“Ne. Tapi, sepertinya naui sunbae yang paling tidak kyeopta tidak menyapaku?” Dia mulai menyindirku. “Annyeong HyoJi…” Sapaku datar.

“Mwo? Hanya ‘annyeong’? Kau tidak menanyakan keadaanku sunbae?” Bukankah tadi dia hanya meminta kusapa?

“Sudah ditanyakan Yesung hyung ‘kan…”

“Asshhh… Menyebalkan!” Reaksi HyoJi langsung membuat hyungdeul tertawa mendengarnya. Tapi, aku benar-benar sedang tidak ingin tertawa saat ini.

Tiba-tiba, di kepalaku melintas lagi bayangan YeoRum dan namja itu. Ketika namja itu mencium pipi YeoRum dan membuatnya merah karenanya. Assshhh…

“Kami datang…” Tiba-tiba pintu kamar HyoJi terbuka, dan muncullah 2 kepala dari baliknya. Itu kepala Ryeowook hyung dan Shindong hyung.

“Selamat datang…” Sambut HyoJi umma.

Mereka berdua memasuki kamar HyoJi dengan sebuah bungkusan besar di tangan Ryeowook hyung. Dari baunya, sepertinya itu makanan.

“Kemana Hyukjae? Kalian tidak menukarnya dengan makanan itu kan?” Tanya Leeteuk hyung yang berdiri di samping Sungmin hyung.

“Aniya hyung. Kami tidak sekejam itu.” Sahut Ryeowook hyung sambil meletakkan bungkusan itu di meja.

“Dia bilang dia menjemput yeojanya yang akan datang kemari.” Jelas Shindong hyung, membuat kami semua mengangguk-angguk paham.

CKLEEEKKK…

Kami semua masih membicarakan keadaan HyoJi ketika tiba-tiba kudengar suara pintu yang terbuka.

Ada yang masuk. Mereka Eunhyuk hyung dan yeojanya, EunYoon yang juga adik tingkatku di kampus, teman sekelas HyoJi.

“Aigoo oppa! Bantu aku membereskannya! Assshh…” EunYoon terlihat sangat kerepotan dengan setumpuk kertas yang berantakan di tangannya.

“Ne.” Eunhyuk hyung membantu yeoja yang sedang kerepotan di sampingnya itu.

“Apa yang kau bawa EunYoon?” Tanya HyoJi lemah dari atas tempat tidurnya.

“Oh! Ini, berkas-berkas tugas kita HyoJi. Tadi aku tidak sengaja menabrak seseorang, jadi semuanya berhamburan.”

“Ooo….” HyoJi membulatkan mulutnya dan mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Eh, iya! Kyu, sepertinya yeoja itu ada di lantai ini. Tadi kulihat dia dan namjanya itu masuk ke kamar sebelah.” Eunhyuk hyung menunjuk ke sebelah kanan ruangan dengan kepalanya. Sementara, tangannya masih sibuk membantu EunYoon.

“Jinjjayo?!!!” Kubelalakkan mataku menatapnya hampir tidak percaya.

“Jinjja… Dia yang kami tabrak tadi.”

“Nuguya oppa? Yeoja berkursi roda dan kyeopta namja itu?” Pertanyaan EunYoon langsung membuatku yakin kalau itu benar-benar mereka.

“Yeojanya benar. Tapi, namja itu tidak kyeopta, aku lebih kyeopta chagi…”

“He? Tidak baik memfitnah diri sendiri oppa…” Komentar datar EunYoon langsung membuat Eunhyuk hyung menekuk wajah dan hyungdeul yang lain menertawakannya. Tapi, aku tidak memperdulikannya. Aku ingin menemui YeoRum.

“Kemana?” Tanya Sungmin hyung ketika aku berdiri dari sofa dan mulai berjalan ke arah pintu.

“Aku ingin membuktikan kata Eunhyuk hyung.” Jawabku datar kemudian berlalu menuju kamar yang dimaksud Eunhyuk hyung, meninggalkan hyungdeul hanya mengangguk-angguk menanggapiku.

Aku berjalan perlahan menuju kamar sebelah. Kupandang sebuah pintu berwarna putih yang berdiri di depanku. Disana, tergantung rapi sebuah papan bertuliskan ‘Yoon YeoRum’ dan beberapa tulisan lain mengenai tanggal masuknya, dan penyakit YeoRum. Kucoba untuk melihat ke dalam ruangan melalui kaca yang ada di bagian atas pintu itu.

Terlihat YeoRum sedang berbaring di atas tempat tidurnya. Disampingnya, duduk seorang namja. Dia namja yang tadi bersama YeoRum. Namja itu, menggenggam tangan YeoRum erat, seperti dulu aku selalu menggenggamnya. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu. YeoRum terlihat mengembangkan senyumnya dan nyaman bersama namja itu.

Tiba-tiba, namja itu berdiri, kemudian menyelimuti tubuh YeoRum dan mengecup kening YeoRum. Assshhh… Menyebalkan!!!

“Kau masih ingin bertahan Kyu?” Tanya seorang namja di belakangku. Kutengok ke arah namja itu, dan kudapati DongGoo hyung berdiri di belakangku.

“Masih hyung, aku tidak ingin melepasnya.” Kupandang namja itu sekilas, kemudian mulai memperhatikan YeoRum yang terlihat memejamkan matanya. Disampingnya, namja itu menatapnya sambil tersenyum penuh rasa sayang.

“Namanya Taecyon, dia namja yang dijodohkan dengan YeoRum. Dia juga namja yang akan membantu YeoRum semakin melupakanmu. Begitu kata umma padaku.” DongGoo hyung ikut memperhatikan kedalam kamar YeoRum. Aku hanya terdiam memandangnya tajam.

“… Lebih baik kau tinggalkan saja YeoRum daripada kau semakin terluka mengharapkannya.” Aku hanya menggeleng mantap menanggapi saran DongGoo hyung yang masih terus memandang kedalam kamar YeoRum.

“Bukankah aku sudah bilang alasannya padamu hyung?”

“Yaaakh… Terserah kau saja. Paling tidak aku masih punya kabar bahagia untukmu.” DongGoo hyung menatap sekilas padaku sambil tersenyum penuh arti. Kemudian menatap lagi kedalam kamar YeoRum, memperhatikan yeoja dongsaengnya itu.

“Mwoya?!” Kutatap namja disampingku itu sambil membulatkan mataku.

“Aku yang mengurus kuliahnya.” Jawab DongGoo hyung datar.

“Lalu?”

“Sekarang, lebih baik kau pergi saja sebelum orang tua kami mengusirmu. Kau akan mendapat waktu yang lebih banyak untuk bertemu YeoRum.” Ujar DongGoo hyung sambil tersenyum kemudian masuk kedalam kamar YeoRum, meninggalkanku sendiri yang masih kebingungan dengan kalimatnya barusan.

YOON YEORUM

Taecyon oppa masih mendorong kursi rodaku berkeliling sekitar taman rumah sakit ketika kurasakan angin dingin menerpa kami. Semakin lama, rasanya semakin dingin saja disini. Aku jadi ingin masuk ke kamarku.

“Oppa, disini dingin sekali. Aku ingin masuk.” Pintaku sambil mencoba menatap Taecyon oppa yang berdiri di belakangku.

“Ne saeng, aku juga ingin masuk.” Taecyon oppa menggenggam tanganku, membuatku merasa lebih hangat. Kemudian mendorong kursi rodaku menuju lift.

Kami memasuki lift sambil terus membicarakan banyak hal. Taecyon oppa menekan tombol yang membawa kami ke lantai 5, tempat kamarku berada. Tidak lama kemudian, lift terhenti di lantai 5 dan pintu liftpun terbuka.

Taecyon oppa mendorong kursi rodaku ke arah kamarku melewati sebuah lift lain ketika tiba-tiba pintu lift yang kami lewati itu terbuka, dan muncullah sepasang namja dan yeoja dari dalamnya. Sampai akhirnya…

BRUUUKKK….

Banyak sekali kertas yang berterbangan di sekitarku.

“Aigoo!!! Skrip tugas!!!” Kudengar suara seorang yeoja berteriak kecil kemudian kulihat yeoja itu berlari-lari memunguti kertas-kertas yang berhamburan  itu.

Kubantu mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan di sekitar kursi rodaku. Begitu pula Taecyon oppa yang ikut mengumpulkan kertas-kertas itu.

“Oppa! Jangan hanya menjadi penonton setia! Bantu aku!” Ujar yeoja itu sambil terus mengumpulkan kertas-kertasnya.

“Ne.” Jawab namja yang dipanggil oppa itu, kemudian mulai memunguti kertas-kertas yang berserakan di lantai. Aku ingat, namja itu adalah namja yang melakukan rapp lagu ‘First Snow’ tadi.

Yeoja itu berjalan kearahku setelah berhasil mengumpulkan semua berkasnya.

“Ini… Mianhaeyo…” Kuulurkan beberapa lembar kertas yang kupegang.

“Ne, gomawoyo… Gwaenchana, aku yang tidak hati-hati…” Yeoja itu mengambil berkasnya dari tanganku sambil tersenyum memamerkan sederet gigi rapi.

“Ne, gwaenchana…”

“Chagiya, ayo kita ke kamar HyoJi…” Ujar member Super Junior yang ternyata namja chingu yeoja itu.

“Ne. Sekali lagi gomawoyo… Annyeong…” Yeoja itu membungkukkan badannya dan tersenyum.

“Annyeong…” Balasku sambil tersenyum dan menganggukkan kepalaku, kemudian menatap yeoja itu berjalan bersama rapper Super Junior itu menuju kamar yang ada di sebelah kamarku sambil terus menata lagi berkas yang dibawanya.

“Saeng, kita juga masuk ya…” Taecyon oppa mendorong kursi rodaku menuju kamarku.

“Ne oppa…”

Sampai di dalam, Taecyon oppa membantuku naik ke atas tempat tidur, kemudian dia menarik sebuah kursi dan duduk di samping tempat tidurku.

Kurebahkan badanku di tempat tidurku. Badanku rasanya lelah sekali. Padahal, aku tidak melakukan apapun.

“Kau lelah saeng?” Taecyon oppa mengusap keningku lembut.

“Ne oppa. Huppfftt…” Kuhembus nafas pendek ketika kurasakan Taecyon oppa menggenggam tanganku.

“Tidurlah, aku tidak mau kau sakit…” Taecyon oppa menunjukkan senyumnya, dan menatapku penuh perhatian.

Aku suka di tatapnya dengan cara seperti ini. Membuatku merasa lebih nyaman.

“Ne.” Kubalas senyumnya sambil memejamkan mataku perlahan.

Kurasakan, Taecyon oppa menyelimuti tubuhku kemudian mengecup keningku. Ya Tuhan!!! Mengapa kau menciptakan namja yang membuatku sangat nyaman di dekatnya?

 

SEOUL-CHOCOFFE BAKERY AND CAFE,  MIDDLE WINTER, 2010

Hari ini, sudah satu minggu setelah aku keluar dari rumah sakit. Sebenarnya, keadaanku baik-baik saja. Dari awal aku hanya pusing-pusing biasa saja. Hanya saja, aku masih terus memimpikan mimpi aneh itu, salju musim panas. Apa maksudnya ya?

“Saeng! Melamun saja kerjamu.” Yoojin eonnie, kasir toko kami, menyenggol tanganku ketika aku sedang asyik melamun berkutat dengan mimpiku yang aneh itu di meja sebelah meja kasir. Aku masih di toko sekarang.

“Oh! Mengagetkanku saja kau eonnie! Aku sedang memikirkan sesuatu.” Kutarik sebuah kursi putar kemudian duduk di sampingnya.

“Silahkan tunggu di meja anda dulu, pesanan anda akan diantar… Gomawoyo…” Yoojin eonnie memberikan struck belanja kepada seorang pelanggan, kemudian membungkuk dan menunjukkan senyum manisnya. Senyum yang membuatku iri.

“Mworago?” Tanya Yoojin eonnie sambil menatapku lembut.

“Hhh… Belakangan, aku terus memimpikan hal aneh. Aku berjalan di hamparan salju. Tapi, matahari bersinar terang. Kemudian, ada seorang namja yang memanggilku. Saat kutengok ke arah suara namja itu, aku tidak menemukan apapun. Tapi, aku malah jatuh kedalam sebuah lubang yang tidak berdasar. Apa maksudnya ya?” Kutumpu daguku dengan kedua telapak tanganku di meja.

“……” Yoojin eonnie hanya diam tidak menjawabku.

“Oseo oseyo… Ada yang bisa saya bantu?” Bukannya menanggapiku, Yoojin eonnie malah menyambut dan mencatat pesanan tamu yang baru datang. Bhuh! Tamu adalah raja. Ne ne ne…

Yoojin eonnie itu, sudah menjadi kasir disini sejak toko ini baru berdiri. Dia teman DongGoo oppa dari kecil. Dia juga dekat sekali denganku. Aku sudah menganggapnya seperti naui eonnie sendiri.

“Silahkan tunggu di meja anda dulu, pesanan anda akan diantar… Gomawoyo…” Yoojin eonnie menunjukkan senyumnya lagi. Dia itu cantik, senyumnya juga manis sekali. Tapi, kenapa belum punya namja ya?

“Eonnie… Kau belum menjawab pertanyaanku!” Kutagih jawaban Yoojin eonnie setelah tamu itu pergi ke tempat duduknya.

“Masalah mimpimu itu?” Yoojin eonnie menatapku sambil menaikkan kedua alisnya.

“Ne.” Kuanggukkan kepalaku mantap.

“Molla. Oseo oseyo… Ada yang bisa saya bantu?” Hhhh… Mungkin ini yang membuat Yoojin eonnie belum punya namja. Terkadang dia menyebalkan!

“Saeng… Sudah kuduga kau mengganggu Yoojinie lagi.” Tiba-tiba kulihat DongGoo oppa sudah berkacak pinggang disampingku.

“Hhehe… Naui oppa, aku hanya kesepian tidak ada teman.” Jawabku sambil tersenyum tanpa rasa bersalah.

“Tapi kau mengganggu Yoojinie kalau disini…”

“Aniya, aku hanya menemani Yoojin eonnie…”

“Gwaenchana, lagipula aku tidak ada teman. Kau jahat…” Sahut Yoojin eonnie sesaat setelah tamu yang tadi datang menempati tempat duduknya.

“Mwo?! Kenapa jadi aku yang jahat?!” DongGoo oppa menatap Yoojin eonnie heran, sama sepertiku

“Kau jahat tidak memperkerjakan kasir lain. Aku jadi tidak punya teman berbagi kan.” Oh! Ternyata.

“Hhaha… Tenang saja Yoojinie, sebentar lagi kau akan mendapat teman. Saeng, ayo ikut oppa ke bandara.”

“Mworago?”

“Ayolah… Yoojinie, kau sendiri dulu ya…” Tiba-tiba DongGoo oppa menarikku dengan paksa, membuatku berdiri dari dudukku.

“Assshh… Ne, I’m lonely…” Sahut Yoojin eonnie kemudian fokus ke pekerjaannya lagi.

“Oppa, kita akan kemana?” Tanyaku sambil duduk di samping kursi kemudi white peugeot oppa, dan memasang seat beltku.

“Kita akan menjemput orang yang akan menemanimu dan Yoojinie…” Oppa tersenyum dan mulai menstarter mobilnya.

“Nuguya? Aku dan Yoojin eonnie saling menemani.” Jawabku ketika mobil mulai berjalan melewati jalanan yang putih tertutup salju.

“Mulai lusa kau akan masuk kuliah. Jadi, kau tidak bisa mengganggu Yoojinie lagi…”

“Aku kuliah?! Jinjjayo?!” Kupotong kalimat oppa sambil membulatkan mataku menatapnya.

“Ne… Kau akan masuk universitas…”

“Kenapa oppa tidak mengatakan padaku dari kemarin?”

“Karena, kau pasti akan heboh seperti ini…” DongGoo oppa mengacak rambutku lembut. Membuatku sedikit menunduk menghindar dari tangan jahilnya.

“Lalu, apa hubungannya dengan menemani Yoojin eonnie?”

“Karena kau tidak bisa mengganggu Yoojinie selama kuliah, Yoojinie pasti akan protes padaku. Karena, dia tidak punya teman untuk menggosipku lagi…”

“Narsis!” Sahutku asal.

“Hhahaha… Sudahlah,,, yang pasti kita akan menjemput orang penting kali ini.”

“Ne ne ne ne…”

SEOUL-INCHEON INTERNATIONAL AIRPORT, MIDDLE WINTER 2010

Bbbrrr… Angin dingin langsung menyapaku ketika aku baru saja turun dari mobil white peugeot oppa. Membuat rambutku berkibar-kibar. Assshhh…

“Saeng, ayo cepat. Pesawatnya sudah landing…” Tiba-tiba DongGoo oppa menarikku ketika aku masih sibuk dengan rambutku. Assshhh… Aku punya  oppa satu kenapa hobinya menarik-narikku atau mengacak-acak rambutku? Untung kau kyeopta oppa…

Kami memasuki bangunan airport yang terasa lebih hangat daripada diluar tadi. Oppa langsung menuntunku menuju tempat kedatangan Internasional. O’ow… Orang luar negrikah yang kami jemput? Nuguseyo?

“Yaaa…” Tiba-tiba, DongGoo oppa melambaikan tangannya kepada seseorang sambil menatap dan tersenyum  ke arah pintu kedatangan. Tapi, banyak sekali orang disana mana yang oppa maksud?

Kuperhatikan satu-persatu orang disana, sampai akhirnya, kutemukan seorang yeoja yang melambaikan tangannya dan tersenyum kearah kami. Yeoja itu, memakai mantel putih sepinggang, baju putih, syal merah, serta celana jeans dan sepatu boot berwarna hitam, sambil membawa sebuah travel bag berwarna merah. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan poni kesamping. Huuuaaa… Curaang! Dia lebih cantik dariku!

“Oppa…” Eonnie itu langsung berlari kecil kemudian memeluk DongGoo oppa. Hei hei heiii… Siapa dia berani sekali memeluk DongGoo oppa di depanku?

“Bogoshipoyo…” DongGoo oppa membalas pelukan eonnie itu.

“Nado bogoshipoyo oppa…” Apakah DongGoo oppa mempunyai adik lain selain aku? Aigoo!!!

Eonnie itu kemudian melepas pelukan oppa dan menatapku lembut.

“YeoRum, masih ingatkah padaku?” Tanya eonnie itu sambil tersenyum manis.

“Nuguya?” Kumiringkan kepalaku sambil mengangkat alis menatapnya.

“Aigoo… Dia melupakanku oppa?” Eonnie itu menatap oppa dengan sedih. Aku jadi semakin bingung…

“Tentu saja… Kalian ‘kan tidak pernah bertemu sejak kecelakaan itu.” Jawab DongGoo oppa sambil menatap eonnie itu lembut.

“Nuguya?” Kuulang pertanyaanku yang belum terjawab tadi.

“Annyeong YeoRum… Naneun Hana imnida…” Ujar eonnie itu sambil menunjukkan senyumnya. Dalkomhan miso…

“Oh! Annyeong… Naneun…”

“YeoRum, aku sudah mengenalmu…” Hana eonnie mengusap rambutku lembut sambil tersenyum. Aku jadi iri dengan senyumnya.

“Ayo pulang, umma pasti sudah menunggumu…”  DongGoo oppa mengajak kami pulang sambil membawa travel bag hana eonnie. Sementara, Hana eonnie menggandeng tanganku menuju keluar bandara, berjalan di samping DongGoo oppa.

“Saeng, kudengar besok kau mulai kuliah ya?” Tanya Hana eonnie ketika kami memasuki  white peugeot oppa, dan mengambil tempat duduk di kursi belakang.

“Ne. Tapi aku belum tahu akan masuk kemana…” Kuambil tempat di samping Hana eonnie.

“Oppa, sebenarnya aku akan masuk kemana?” Kutatap oppa dari kaca spion yang mengantung di atas kepalanya.

“Ng? Kyunghee.” Sahut oppa sambil menatapku melalui kaca spion itu.

“Mwo?! Kyunghee?!” Hana eonnie terlihat terkejut mendengar oppa menyebut Kyunghee.

“Waeyo eonnie?” Kutatap yeoja di sampingku itu sambil memiringkan kepala dan menaikkan alisku seperti biasa.

“Ani, gwaenchana. Oppa, bukankah itu….” Hana eonnie menggantung kalimatnya.

“Ne.” DongGoo oppa menjawab singkat.

Aku jadi semakin bingung sendiri. Sebenarnya, ada apa di Kyunghee? Apakah ada hubungannya dengan masa laluku?

“Mworago oppa?” Akhirnya kutanyakan juga pertanyaan itu.

“Aniya, bukan apa-apa kok. Kau tenang saja.” DongGoo oppa tersenyum, menunjukkan senyum mautnya. Aigoo… Aku sudah tidak bisa membantah apa-apa lagi kalau sudah begini.

 

SEOUL-KYUNGHEE UNIVERSITY, MIDDLE WINTER 2010

Sesuai rencana kemarin, hari ini aku resmi tercatat sebagai mahasiswi universitas Kyunghee.  Jadi, mulai hari ini aku akan melanjutkan kuliahku yang sempat tertunda semester lalu karena keadaanku yang semakin memburuk gara-gara kecelakaan itu. Tapi, aku tidak akan melanjutkan kuliahku di universitasku yang lama. Entah apa yang dilakukan oppa, sampai aku bisa masuk ke semester 4 universitas Kyunghee jurusan musik modern. Padahal, seharusnya aku masih semester 3.

Pagi ini aku di antar DongGoo oppa ke kampus. Bukan hanya untuk mengantarku, tapi DongGoo oppa juga harus mengurus beberapa hal disini. Mulai dari masalah administrasiku, kelas, dan beberapa hal yang tidak kupahami. Oppa benar-benar mengurus kuliahku dengan total. Oppa, you’re my best…

“Saeng, oppa pulang dulu ya. Nanti pulang kuliah oppa jemput. Jangan mau  ikut jika kau diajak pergi orang yang tidak kau kenal. Ara?!” Pesan oppa seperti eomma yang melepas anaknya yang masih TK berangkat sekolah.

“Ne oppa… Nan arayo…” Kuangguk-anggukkan kepalaku beberapa kali tanda mengerti.

“Yasudah, oppa pulang dulu. Annyeong.” DongGoo oppa memasuki mobil peugeot putihnya yang sudah terparkir di depan kami berdiri.

“Ne. Annyeong…” Kulambaikan tanganku, kemudian memperhatikan mobil oppa yang mulai berjalan menjauh dari tempatku berdiri.

Kulirik LED watch berwarna saphire blue  yang melingkar di pergelangan tangan kananku, 08.00 am. Kelasku dimulai jam 08.30, lebih baik aku ke kelas sekarang.

Untung kelasku hari ini ada di lantai 1. Jadi, tidak begitu susah mencarinya. Koridor utama, belok kanan, ruang 13.

BRUUKKK…

Tanpa sengaja kutabrak seorang yeoja ketika aku baru saja membelokkan arahku ke kanan, menuju kelasku. Tas yeoja itu terjatuh mengeluarkan semua yang ada di dalamnya. Ada sisir, kaca, beberapa alat make up, dompet, ponsel, i-pod, dan beberapa barang lain.

“Yaaa!!! Kau buta hah?!!!” Yeoja itu terlihat sangat marah dan langsung membentakku. Aigoo… Mengerikaaaannnn…

“M- mian… Mianhaeyo Agassi…” Kubungkuk-bungkukkan badanku beberapa kali, kemudian kubantu mengambil beberapa barang-barang yeoja itu yang berserakan di lantai.

Kulihat kartu mahasiswanya, Kwon Gyeoul. Jadi namanya Gyeoul ya…

“Assshhh… Pergi kau! Jauhkan tanganmu itu dari barang-barangku!” Gyeoul-ssi menyingkirkan tanganku, kemudian membereskan barang-barangnya, dan langsung pergi begitu saja, tanpa memperdulikanku. Entah kenapa, aku merasa Gyeoul-ssi seperti membenciku. Padahal, kami baru pertama kali ini bertemu.

Aigoo! Kartu mahasiswanya! Masih kubawa!

“Agassi, tunggu…” Kucoba mengejar Gyeoul-ssi. Tapi, kemana tadi dia pergi? Aku malah tersesat seperti ini. Where am I standing now? Ummaaa!!!

Lebih baik, aku berbalik arah saja, menelusuri jalan tadi. Pasti aku bisa kembali ke jalan yang benar. Yeah!!!

Eh, eh, eh… Itu, bukankah itu Kyuhyun-ssi? Dia kuliah disini juga? Dia berjalan ke arahku! Whoooaaa… Kyeoptaaaa…

Apa yang kupikirkan?!! Aku kan masih tersesat! Aku harus kembali ke jalan yang benar! Ummaaaa!!!

“YeoRum?” Kyuhyun-ssi sekarang sudah berdiri di depanku, menatapku kaget. Tapi, bisa kulihat matanya tersenyum menatapku. Hhoho… kau ingat namaku Kyuhyun-ssi.

“Ne…” Kutunjukkan senyum terbaikku untuknya. I’m your biggest fan ssi…

“Kau kuliah disini juga?” Tanya Kyuhyun-ssi sambil menunjukkan senyumnya. Aigoo… Aku masih hidup?

“N…ne… Tapi, aku tersesat. Tadi aku ingin mengembalikan kartu mahasiswa ini. Tapi, aku malah tersesat tidak bisa kembali ke jalan yang benar lagi. Ingatanku memang payah…” Kupukul-pukul kepalaku sendiri kebingungan. Kalau bingung atau gugup, aku memang jadi banyak bicara tidak jelas seperti ini.

“Kau ingin kemana YeoRum?” Tanya Kyuhyun-ssi lagi, lengkap dengan senyumnya yang sepertinya menahan geli karena tingkah abstractku. Tapi, kau tetap kyeopta.

“R…ruang 13 Kyuhyun-ssi…” Aku terbata melihat senyumnya. Aigoo…

“Kebetulan aku juga akan kesana. Ayo kita kesana.” Kyuhyun-ssi mengulurkan tangannya di depanku. Kutatap tangan dan matanya bergantian dengan ragu-ragu.

“Aku tidak mau kau tersesat lagi. Kkaja…” Tiba-tiba Kyuhyun-ssi meraih tanganku dan menggandengku berjalan ke arah yang sebaliknya. Ternyata aku salah arah!

“N…ne ssi… Gomawoyo…”

“Cheonmaneyo…” Kyuhyun-ssi menunjukkan senyumnya lagi. Aigoo aigoo goo goo goo…

DEG DEG DEG!!!

Ummaaaa!!! Jantungku ingin meledak!!! Gaseum dugeun dugeun machi~

 

E S

X T

T O

R R

A Y

 

SEOUL, ILSAN-YOON FAMILY HOUSE, NOVEMBER 2006

Hari ini, boyband idolaku, Super Junior akan meluncurkan sub-grup pertamanya. Rencananya, aku akan datang ke acara launching itu.

Makadariitu, pagi ini aku bangun pagi-pagi sekali dan bersiap-siap pergi ke tempat launching itu. Acara itu memang dimulai nanti sore. Tapi, aku sudah tidak sabarrr!

“YeoRum, pagi begini sudah rapi sekali? Ada acara dengan temanmu?” Tanya umma ketika aku baru saja menutup pintu kamarku.

“Ne umma. Aku akan pergi menonton Super Junior. Umma tahu ‘kan, boyband yang neomu neomu kyeopta itu…” Jawabku bersemangat.

Tapi, wajah umma terlihat tidak senang ketika aku menyebutkan ‘Super Junior’. Wae?

“Kenapa kau harus datang ke acara seperti itu? Lebih baik kau mempersiapkan test masuk universitasmu.”

“Umma… Aku sudah lama tidak bersenang-senang. Lagipula, test universitasku masih tahun depan. Aku baru juga naik kelas tiga.” Rengekku sambil menarik tangan umma manja.

“Tapi tetap saja, kau harus mempersiapkannya mulai dari sekarang. Ujian akhirmu juga sebentar lagi kan.”

“Huupppfftt… tidak bolehkah kalau aku sedikit merefresh otakku umma?” Kutatap umma dengan tatapan memelas, senjataku.

“Hhh… Sesukamu saja. Tapi, umma tidak ikut campur kalau sampai nilaimu turun dan appa marah, araseo?!”

“Ne… Nan araseo! Lagipula, pergi ke acara seperti ini sekali tidak akan menurunkan nilaiku umma…”

“Semoga saja.” Umma terlihat meragukanku. Tapi, aku akan tunjukkan pada umma. Peringkat satu tidak akan kuberikan pada siapapun!

“Aku berangkat dulu umma…” Kukecup pipi umma, kemudian berlalu pergi.

“Ne. Hati-hati.”

Aku berjalan ke arah halte bus, dan mulai menunggu bus disana. Aku siap menjadi penonton yang baik!

SEOUL-SME BUILDING, NOVEMBER 2006

Huaaa… Akhirnya aku sampai di kantor SM entertainment. Woow… Acaranya kan dimulai nanti sore. Tapi, tempat ini sudah ramai sekali. Huuppfftt… Bagaimana aku bisa mendapat tempat paling depan kalau begini caranya? Kukitarkan pandanganku ke sekitar kerumunan. Tapi, tidak ada tempat yang bisa kususupi. So crowded lah!

KRUYUKK…

Aigoo! Karena terlalu bersemangat datang kemari, aku sampai lupa sarapan. Lapaaarrr…

Seingatku, di sekitar sini ada tempat makan. Ng… Dimana ya???

Dengan mengandalkan ingatanku yang payah dalam mengingat jalan, aku mulai mengitari gedung ini, mencari tempat makan. Ingatanku memang payah dalam mengingat jalan. Tapi, ingatanku cukup bagus untuk pelajaran. Peringkatku dari SD sampai sekarang kelas 3 SMA tidak pernah berubah. Peringkat 1. Kalau sampai ada satu poin saja nilaiku turun, tidak akan ada refreshing hari minggu. Yang ada hanya less hari minggu!

KRUYUUUKK…

Aigoo! Rasa laparku tadi sekarang berubah menjadi perih! Asshh… Kenapa maagku harus kambuh di saat seperti ini?! Aku harus cepat menemukan tempat makan itu!

Ng… Ini, belok kanan atau belok kiri ya? Tik tok tik tok tik tok… Kanan? Atau kiri? Kanan mungkin.

KRUYUUUKK….

Asshh… Perutku semakin perih saja! Huhuhuaaa…. Sabar ya perut, kita cari makan. Tapi, sepertinya kita akan lama mendapat makan. Aku tersesat perut!

Ini dimana? Aku masuk kedalam sebuah bangunan dengan banyak ruangan. Hmmm… Ada sebuah papan yang ditempel  di setiap pintu. ‘Make up room’ itu tulisan yang ada di papan pintu sebelah kiriku. Sedang, yang sebelah kanan, ‘Wardrobe room’. Ne ne ne… Sebelah ruang kostum, ‘Shinwa’, di depannya ada ‘H.O.T.’, kemudian sebelah ruangan H.O.T., ada ‘DBSK’. Apa ini semacam gudang yang menyimpan barang-barang boyband-boyband itu ya?

‘Super Junior’!!! Aku menemukan ruangan mereka! Aku ingin masuk!

NYUUTTT….

Asshh… Kenapa kepalaku harus berputar? Kuputar kenop pintu ruangan itu, bersamaan dengan kepalaku yang berputar semakin parah. Pandanganku mulai kabur, kulihat ada beberapa namja di dalam ruangan itu. Ada… Ada…

BRUUUKKK….

 

CHO KYUHYUN

Hari ini, akan ada penampilan pertama sub grup pertama Super Junior, KRY, aku adalah salah satu dari tiga member sub grup itu.

Acaranya memang masih nanti sore. Tapi, kami sudah bersiap-siap di studio sejak pagi. Aku gugup sekali! Dari tadi aku hanya terus mondar-mandir di dalam ruang tunggu kami.

“Kau gugup ya Kyu?” Tanya Yesung hyung ketika untuk kesekian kalinya aku berputar-putar di dalam ruang tunggu.

“Ne hyung. Huuppfftt…” Kutarik nafas pendek, mencoba lebih tenang.

CKLEKK…

Suara pintu yang terbuka langsung membuatku menengok ke arah pintu. Tiba-tiba…

BRUKK…

Eomona!!! Ada seorang yeoja terjatuh dari balik pintu!

“Aigoo!!! Anak siapa ini? Ayo bantu aku mengangkatnya!” Yesung hyung langsung menghampiri yeoja itu, mencoba mengangkatnya. Aku dan Ryeowook hyung mengikutinya, kemudian membantunya membaringkan yeoja itu di sofa. Wajahnya pucat sekali. Tapi, sepertinya aku pernah melihat yeoja ini…

“Aku akan mengambilkannya minum dan obat!” Ryeowook hyung lari keluar ruangan mengambilkan minum dan obat untuk yeoja ini.

“Pucat sekali dia…” Yesung hyung mengambil selembar kertas dan mengipaskannya pada yeoja itu. Sementara, aku masih memperhatikannya, mengingat-ingat siapa yeoja pingsan ini.

“Coba kukompres dulu…” Tiba-tiba Ryeowook hyung masuk sambil membawa minum dan beberapa obat. Kemudian, dia memeriksa suhu tubuh yeoja itu, dan mengompresnya.

“Aigoo! Badannya panas sekali!”

“Berapa derajat Wookie?” Tanya Yesung hyung.

“38 derajat hyung!”

“Mwo?! Panas sekali badannya!” Panas? Sepertinya aku mengingat sesuatu. Musim panas, YeoRum. Oh! Araseo!!!

“YeoRum!”

“Gyeoul Kyu!” Sahut Yesung hyung.

“Bukan musim yang sedang kita alami hyung! Yeoja itu, namanya YeoRum.”

“Kau mengenalnya?” Tanya Ryeowook hyung sambil tetap mengompres YeoRum.

“Ne. Kami bertemu beberapa hari yang lalu.”

“Ng…” YeoRum terlihat menggerakkan kepalanya. Perlahan, dia membuka matanya. Kemudian memandangi kami bertiga yang mengelilinginya.

“Annyeong…” Sapa Ryeowook hyung.

“A…Annyeong… Aku dimana? Kalian? Yesung-ssi? Ryeowook-ssi? Dan… Kyuhyun-ssi!!!!” YeoRum meninggikan suaranya ketika menyebut namaku. Memangnya, aku pernah membuat sebuah kesalahan padanya?

………………………

A/n: whahaha part 4 sudah keluar sodara sodarah~ akhirnya setelah sekian lama, masih pada inget ga ceritanya? u,u

part 5 juga mungkin akan agak lama lagi post-nya, kenapa? soalnya part itu belum selese, terus project yang saya garap juga lagi banyak banget, udah gitu saya siswa ujian pula #curcol jadi, yah buat yang masih penasaran sama lanjutan ff ini, dimohon sabaaaar ya, orang sabar disayang bias! ^^

well, udah dongeng-nya, bashing, kritik, saran, komen,

One response

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s