[Songfic] How great is your love

Author :  (@Rekindria)

Main cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Rating : PG-15

Genre : Romance

Type : Songfic (SNSD- How great is your love)

Disclaimer : Plot is MINE. All the Main casts are belong to god and themselves.

Warning : Don’t be Plagiator and Siders.

♥ How great is your love ♥

Note : Saran dari aku dengerin lagu yang dibuat liriknya oleh Sooyoung ini ya🙂 Biar ngena. Dijamin ketagihan. HAHA

bomnal gateun misoe
on sesangihwahnhaejyeoyo
nal tashi tto kkumkkuge haeyo

 

(The whole world brightens at your smile,
like the spring day,
Making me dream again)

Aku hanya menunduk malu saat melihat senyum itu. Senyum yang indah. Seperti dunia bersinar tepat disenyumnya. Membuat hatiku berdegup beberapa kali. Membuat aku bermimpi menikmati musim semi. Musim dimana semua bunga akan mekar. Dan dimulailah perasaan itu. Perasaan lebihku padanya.

haessari ban-chagineun nal
keudae sone kkakji kgigo
bal-keo-reumeul majchwo keo-reoyo

 

(On the day where sunlight glitters
Clasping my fingers in yours
Walking while matching our feet)

Senja itu datang. Saat matahari bersembunyi dibalik awan. Disaat itu aku merasa hatiku tidak sehangat matahari yang menyinari. Tapi, itu semua sirna saat aku mengetahui ada bintang, bulan dan dia yang membuat malam ini lebih cerah.

Dia tersenyum kearahku dan meraih tanganku. “Apa kau kedinginan?” tanyanya dengan nada khawatir. Membuat aku hanyut saat itu juga. Semua perhatiannya yang membuat hatiku berdesir.

“Pakailah ini,” ucapnya seraya menggalungkan mantel ke tubuhku. Cukup hangat. Bukan pakaian ini. Tapi, perhatiannya.

Gamsahamida Kyuhyun sshi,” balasku dengan tersenyum. Membentuk jelas sudut dipipiku. Saat itu aku merasa pipiku merona merah.

Dia hanya tersenyum dan mengaitkan jemari tangannya yang hangat. Menyamakan langkah kami. Aku tersenyum pada bintang. Karena, dia cukup untuk menyinariku malam ini.

kakkeum nae-ga apseo keodda-ga
mundeuk dwiireul do-rabomyeon

 nareul boneun geu eol-ku-re
na nuni bushijyo

(Walking in front of you
At times suddenly turning around
Looking at your face that stares at me
My eyes are dazzled)

 

Kali ini aku hanya bisa tersenyum berkali-kali.  Saat aku merasakan detakan jantung tak stabil, aku memilih mendahului langkahnya. Berharap dengan seperti ini degupan jantungku berkurang. Namun, semua itu salah. Aku semakin terjatuh. Jatuh pada perasaanku.

Aku berjalan dengan memperhatikan derapan langkah kakiku. Berkali-kali aku memukul dadaku. “Jebal..berhentilah berdegup.”

Langkahku terhenti saat aku merasakan hembusan nafas dileherku. Apa yang terjadi? Apa angin malam sangat dingin?

Aku berbalik dan saat itu aku menyadari kedua bola matanya menatapku. Tuhan, apa kau ingin membuat jantung meledak?

Mataku silau. Tolong, jangan tampilkan senyum itu. Apa dia benar-benar ingin membuatku buta?

“Kau menyukainya?” rajuk Kyuhyun dengan tatapan itu lagi. Aku hanya tertunduk malu. Aish.. otteoke?

Aku tidak tau apa yang selanjutnya terjadi. Yang aku tahu wajahnya semakin dekat. Dan saat itu aku merasakan kehangatan bibirnya. Bibirnya yang berpanggut padaku dan memberi kehangatan.

bomi oneun sori teu-llimyeon
ggoti pin gil ttara keo-reoyo
bi naerineun yeoreumi omyeon
muji-gae-man bomyeo keo-reoyo

 

(Listening to the sound of spring
Walking along the path with blooming flowers
If summer comes and it rains

Walk on only looking at the rainbow)

Aku terduduk menikmati bunga yang bermekaran begitu indah. Musim semi.  Harus aku katakan berapa kali? Aku sangat mencintai musim ini. Hidup dan begitu indah.

Aku masih berpanggut pada kursi taman yang aku duduki. Menikmati suara musim Semi yang khas. Lagi dan lagi aku menghirup aroma bunga disekitarku. Harum dan aroma semerbaknya menghipnotisku.

“Apa kau benar-benar suka musim Semi Sooyoung ah?” tanya Kyuhyun berdiri dihadapanku tepat saat aku membuka mataku. Kenapa dengan cepatnya dia berada dihadapanku? Seingatku, aku hanya memejamkan mata sebentar untuk menghirup udara. Apa aku terlalu menikmatinya?

Kyuhyun hanya menatapku penuh arti dan dengan cepat ia menyeret tubuhku untuk ikut bersamanya. Bahkan aku tak bisa menolak. “Aku tak mau sia-sia kan waktu kita hanya untuk menikmati bunga-bunga itu. Kau harus ikut aku,” rajuknya dengan menggengam tanganku erat.

“Kita mau kemana?” tanyaku yang masih tak bisa mengerti maksud dan tujuan Kyuhyun. Dia hanya membalasnya dengan senyum jahilnya.

Aku baru tersadar disetiap langkahku bunga itu bertebaran. Dan ini seperti di mimpiku. Menikmati musim semi yang indah bersamanya.

“Kenapa hujan?” pekiknya saat menyadari bulir tetes air hujan membasahi ujung hidungnya. Ia terlihat panik kearahku. Mungkin bermaksud untuk melindungi diriku. “Kau tak apa-apa kan?” tanyanya yang memastikan kondisiku.

Aku hanya menatapnya dengan mengisyaratkan aku baik-baik saja. Lagipula ini hanya hujan. Dan sebentar lagi akan ada pelangi. Aku yakin itu.

Dia tak menghiraukan diriku. Ditariknya tanganku dan dicengkram kuat-kuat olehnya. Ia membawaku untuk berteduh. Walau dia tidak sadar pelangi sudah tampak di baliknya.

ka-eul china kyeou-ri wahdo
sone jeonhaejineun ongiro ttaseuhameuro
hamkke keo-reo-gayo
How great is your love

(Even when the autumn passes and winter comes
We will walk on together
Feeling the warmth coming from your hands
How great is your love)

Musim terus berganti namun hatiku takkan bisa terganti. Walau musim gugur dan dingin melewati hari demi hari. Aku tetap merasakan suasana musim semi.

Seperti biasa kita menikmati hari bersama. Melalui detik demi detik bersama. Bahkan jika waktu bisa dihentikan aku akan melakukannya. Karena aku bahagia saat berada disisimu.

“Lihatlah wajahmu pucat. Apa kamu kedinginan?” deliknya kearahku saat menyadari salju yang turun tepat dihadapanku membuat sekujur tubuhku membeku. Aku memang menyembunyikannya. Namun, kenapa dia bisa melihatnya?

“Aku tidak apa-apa.” Jawabku berusaha mengurangi rasa khawatirnya. Tapi, dia masih menatapku seperti itu. “Kya.. Kyuhyun ah. Aku katakan aku baik-baik saja,” tegasku lagi.

“Aku tidak percaya itu. Sudahlah, gengam tanganku. Jika, kau membantah lagi aku akan memelukmu detik ini juga.” Sanggahnya seraya mengenggam tanganku hangat.

Membeku. Seperti ini yang kurasakan. Bahkan suhu salju mungkin takkan sebanding dengan temperatur tubuhku. Kenapa, dengan mudah ia membuatku tak berkutik?

“Apa seperti inikah perasaan itu?” desisnya yang bisa ku dengar jelas.

Kami masih melangkah dengan derapan yang seirama. Aku berkali-kali menghirup udara segar.  Detakan tak stabil lebih bergema sekarang.

“Hei, kenapa tak menjawabnya?” pekiknya.

“Apa?”  pukasku dengan memasang wajah tak mengerti. Dia tersenyum lalu mengacak rambutku.

“Aku mencintaimu.” Bisiknya tepat ditelingaku.

Aku termanggu diam tanpa satu kata terucap. Aku tahu aku terlihat bodoh. Tapi, ini semua karenanya. Karena cintanya yang membuatku tak berkutik.  Aku juga mencintaimu Cho Kyuhyun. Dan aku tak bisa mengatakan itu. Walau kau bisa membaca perasaanku. Jika, aku mengatakannya bisakah kau tanggung jawab jika jantungku berhenti detik ini juga?

haneu-reul talmeun sarangi
nae-gedo ju-eojigil

(I had been waiting for the love
Love like the sky, to come to me)

Kyuhyun terus menatapku dengan bola matanya. Ia sanggahkan kepalanya pada tangannya. Dan kembali menatap diriku.

“Sudah selesai menatapku Cho Kyuhyun?” cibirku padanya dengan membalas tatapan matanya.

“Aku tak pernah bosan menatapmu Choi Sooyoung.” Tuturnya. Saat itu aku hanya tersenyum geli mendengar celotehannya. Benar-benar Kyuhyun yang tak pandai merangkai kata. “Selama ini aku menunggu cinta itu. Dan kau hadir saat ini. Sepertinya tuhan mengirimkanmu dari langit untukku,” ucapnya dengan mata berbinar seraya menggengam tanganku. Tuhan, seperti inikah rasanya? Kenapa rasanya aku ingin jantungku ini kulepas dan kusimpan? Karena detakannya semakin tak jelas.

nan eonjena gidaryeowaht-jyo

byeolbichi ban-chagineun nal norae-haneun jeo
saedeulye mellodie majchwo keo-reoyo
dol-ko doneun ne kyejeolye
banbokdwehneun bimilcheoreom
byeonhameom-neun geu sarange na nuni bushijyo

(On the day where star lights are shinning
Walking while matching the melody of singing birds
Like the secrets of the season
Repeating, come and go
Feeling the love that never changes
My eyes are dazzled)

Dia menggengam tanganku erat. Dan aku tak menyadari hari sudah gelap. Matahari sudah tak bertengger diatas awan sana. Sekarang telah tergantikan oleh bintang dan bulan dengan cahayanya yang indah.

Berjalan menyamai langkah seperti menyesuaikan melodi nyanyian burung yang indah. “Tetaplah disisiku.” Ucapnya semakin mengeratkan rengkuhannya. Senyum tergambar jelas dikedua sudut pipiku. Aku merasa wajahku memanas sekarang.

Seperti rahasia sebuah musim. Mengulang, pergi dan kembali. Selalu datang silih berganti membawa cerita yang berbeda namun rasa ini akan tetap sama. Mencintaimu selamanya. Dan mataku akan tetap silau bila melihat senyumnya.  “Aku sangat mencintaimu Cho Kyuhyun..” desisku sepelan mungkin. Dan berharap ia tak mendengarnya.

sesange jichyeoit-deon nae-ge
balgeun bichi dweheojun geudae
hamkke keonneun jobeun gil kkeu-te

(You give shinning lights to me
Me who is exhausted in this world
At the end of this narrow path where we walk together)

 

“Pulanglah,” ucapnya yang mengantar diriku di depan pintu rumahku. “Aku akan selalu menunggumu,” ucapnya lagi dengan senyum manisnya.

Aku terdiam lalu menarik tubuhnya dan merengkuh tubuhnya. “Thank you for today,

“Aku tau kau tak ingin pisah denganku kan?” ledeknya dengan senyum evil khasnya. Aku memukul bahunya pelan. “Ya.. ya aku mengerti,” ucapnya dengan helaan nafas. “Aku mencintaimu.” Ucapnya lagi. Beribu kata cinta yang ia ucapkan padaku tetap saja memiliki makna berbeda setiap detiknya.

Saat ini aku tersadar dia adalah cahaya dalam hidupku. Menerangi diriku saat aku terjatuh dan tak bisa.

(tashi tto kyeou-ri ondaedo

 keudae nae son jabajundamyeon
nae-ge i geochin sesangdo bomnal gateunkeol
How great is your love)


(Even if winter comes again
If your hands are holding mine
The world will be spring days to me

How great is your love)

 

“Aku tak peduli walau musim dingin itu tiba. Asal kau disampingku dan menggengam tanganku. Saat itu aku merasa musim semi dihadapanku. Aku mencintaimu sangat mencintaimu Sooyoung ah.” Dia membelai puncak kepalaku dan mengecup keningku lembut.

Detik ini aku menyadari bukan hanya aku yang merasakan degupan itu. Bukan hanya aku yang merasakan bahagia saat merengkuh dirinya.

Aku tahu dia merasakan yang sama. Mencintaiku seperti aku mencintainya. Dan aku sadar betapa indahnya cinta yang ia berikan padaku.

“Tetaplah menjadi musim semi untukku Cho Kyuhyun,”

The end

Maaf cacat. Haha.

Ini adalah songfic pertama aku. Jadi, harap maklum kalau banyak kata lebay aneh bin ajaib #duarr. Apa ada yang rindu sama aku? Setelah sekian lama bergulat dengan blog sebelah. Hehe. Maaf.

Oke kalau ada yang mau berteman dengan author *pd banget-_- main ke twitter aku ya🙂 HAHA

@Rekindria (95 line)

17 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s