She Isn’t My Sister – Part 4

She Isn’t My Sister part 4
ga ada
Casts:
 
Choi Minho SHINee
Park Ji Yeon T-ara
 
Other Casts:
 
Park Sanghyun MBLAQ
Choi Family
Park Family
Cho Kyuhyun Super Junior
 
Genre:
 
Family, Romance
 
Author:
 
Leni Nur Anggraeni
 
 
ORIGINAL, MY IMAGINATIONS ABOUT MINJI COUPLE^^
 
 
Ji Yeon pov…
 
Sudah satu bulan aku memiliki liontin berinisial PJY dan selama itu juga aku memakainya di leherku. Tapi, aku belum menemukan seseorang yang mengenali liontin ini.
Hari ini aku duduk di sebuah kursi di taman. Aku menunggu Sanghyun oppa. Hari ini aku sudah janji pada Sanghyun oppa, Jungsu ahjussi, dan Tae Hee ahjumma untuk makan malam bersama.
Beberapa menit kemudian, Sanghyun oppa pun tiba. Aku dan Sanghyun oppa segera berangkat menuju rumahnya.
 
“Ji Yeon-ahh…..” panggil Tae Hee ahjumma saat aku baru tiba di rumahnya dan langsung memelukku.
“Nan bogossippoh, ahjumma…”
“Nado Ji Yeon-ahh…”
 
Seperti biasa aku membantu ahjumma menyiapkan makan malam.
 
“Ji Yeon-ahh, bagaimana  khabarmu?” tanya Jungsu ahjussi saat memulai makan malam.
“Baik- baik saja, ahjussi…”
Sejak makan malam dimulai, aku memperhatikan Tae Hee ahjumma yang hanya diam dan seperti sedang memperhatikanku juga.
“Ahjumma, gwaenchana?”
“Ohh.. nae nae nae.. Nan gwaenchana Ji Yeon-ahh.”
“Eomma, wae? Kenapa sejak tadi diam saja?” tanya Sanghyun oppa.
“Ji Yeon-ahh, liontin itu milikmu? Bisakah ahjumma melihatnya?”
“Nae..” aku melepas liontinku dan menyerahkan pada ahjumma.
“Liontin itu benar milikmu, Ji Yeon-ahh?” tanya ahjussi dan sanghyun oppa bersama- sama.
Aku hanya mengangguk.
 
Ahjumma bangun dari tempat duduknya dan menghampiriku, lalu memelukku..
 
“Ternyata feelingku selama ini benar, Ji Yeon-ahh.. Kau adalah puteriku yang hilang 19 tahun yang lalu. PJY ini adalah inisial dari namamu Park Ji Yeon..” ucap ahjumma.
 
Ahjussi menceritakan dimana aku hilang, dan ceritanya sama dengan apa yang diceritakan oleh kepala yayasan. Aku hilang di tempat yang sama dengan tempat keluarga Park berlibur bersama 19 tahun yang lalu.
 
“Eomma…..” aku membalas memeluk ahjumma.
“Appa……”
“Sanghyun oppa…”
 
Kalian adalah keluargaku sesungguhnya…….
 
“Setelah selesai makan malam, kita pergi ke rumah keluarga Choi untuk mengklasifikasi semuanya.” Ucap Jungsu ahjussi
 
@Choi Family
Jungsu appa menjelaskan semuanya pada Siwon appa. Siwon appa dan Yoona eomma menerima dengan lapang dada.
 
Akupun membereskan pakaianku, karena malam ini kedua orang tua kandungku menginginkan agar aku segera tinggal bersama mereka.
 
Aku menenteng koperku ke luar kamar.
 
“Siwon appa, Yoona eomma, Minho oppa.. Gomawo….. Aku mencintai kalian….”
“Sering- sering kemari, Ji Yeon-ahh… Eomma pasti sangat merindukanmu..” ucap Yoona eomma.
“Nae…”
“Minho oppa….”
“Ji Yeon-ahh, jangan khawatir.. Aku akan sering menemuimu, chagi…”
“Mwo?? Chagi???”
“Aku dan Ji Yeon sudah berpacaran sejak satu bulan yang lalu.” Jawab Minho oppa.
“Ji Yeon-ahh, kenapa kau tidak memberitahuku, huhh??”
“Mianhae, oppa. Lagipula kau tidak bertanya.. hehhe^^” kedua orang tuaku dan Minho oppa tertawa..
 
 
Minho pov..
 
Hari ini aku akan menjemput seorang yeoja yang sangat aku cintai, dan telah ku kencani sekitar 8 bulan. Karena kesibukanku di kantor, akhir- akhir ini aku jarang untuk menemuinya. Dan hari ini aku ingin memberikan sebuah kejutan untuknya. Aku akan menemuinya di tempat kerjanya. Saat ini dia adalah salah satu designer terbaik di Seoul.
 
Setiba di tempat kerja Ji Yeon, aku segera bertanya pada recepsionist. Apakah Ji Yeon ada di ruangannya atau tidak ada?
 
Setelah mendapat informasi dari recepsionist, aku segera masuk ke dalam ruang kerja Ji Yeon..
 
Aku masuk ke dalam ruang kerja Ji Yeon tanpa mengetuk pintu dulu dan langsung masuk ke dalam. Saat ini Ji Yeon sedang berdiri membelakangi pintu. Aku perlahan mendekati Ji Yeon, dan memeluknya dari belakang.
 
“Kyaaa…… Apa yang kau lakukan??? Siapa kau???” Ji Yeon mencoba untuk memberontak, namun aku memeluknya semakin erat.
            “Chagi, nan bogosippoh..” bisikku tepat di telinga kanannya.
            “Minho oppa, aku kira siapa? Kenapa tidak mengetuk pintu dulu. Sungguh tidak sopan.”
            “Baiklah aku akan mengulangnya lagi.” Aku melonggarkan pelukanku, namun tangan Ji Yeon menahan kedua tanganku yang saat ini melingkat di pinggangnya.
            “Anii… Nado bogosippoh, Minho oppa..”
            Aku memeluk tubuh Ji Yeon dari belakang cukup lama. Aku menikmati aroma tubuh Ji Yeon, sangat wangi.
 
            “Oppa, apa kau tidak sibuk hari ini?”
            “Anii…”
            “Oppa, aku pegal berdiri seperti ini.”
            Aku pun melepaskan pelukanku pada Ji Yeon.
            Aku membalikkan tubuh Ji Yeon sehingga menghadap ke arahku.
            Aku menatap kedua mata Ji Yeon lekat. Aku melingkarkan kedua tanganku di pinggang Ji Yeon.
 
            “Minho oppa, berhenti memandangku seperti itu…”
            “Neomu yeoppo.”
            “Gombal..”
            “Aku serius, Ji Yeon-ahh…”
            Wajahku mulai mendekati wajah Ji Yeon. Hanya dengan hitungan detik, bibirku telah menyentuh bibir mungil nan merah muda milik Ji Yeon. Ji Yeon mulai menutup kedua matanya. Aku pun mencium Ji Yeon dengan sangat lembut dan Ji Yeon pun membalas ciumanku. Kami berciuman cukup lama.
 
            Aku melihat Ji Yeon sedang mengatur nafasnya setelah kami melepaskan ciuman.
 
            “Gwaenchana, Ji Yeon-ahh??”
            “Aku hampir mati konyol, Minho oppa…”
            “Sebuah ciuman tidak akan membuat seseorang menghembuskan nafas terakhirnya, Ji Yeon-ahh…”
            “Tapi, kau melakukannya sangat lama. Membuatku hampir kehilangan nafas.”
            “Mianhae, chagi. Ayo kita lakukan lagi…”
            “Anii…”
 
            “Minho oppa, mau menungguku kan?? Hanya satu jam lagi, pekerjaanku akan selesai.” Dengan memberikan agyeonya.
 
            “Baiklah….”
 
Ji Yeon pov..
 
            “Hwaaahhhh…………… Akhirnya design gaun ini selesai juga………….” aku menghampiri Minho oppa yang sejak tadi menungguku dan duduk di sebuah sofa yang ada di ruang kerjaku.
 
            “Minho oppa….” aku mencoba membangunkan Minho oppa yang tertidur di sofa karena menungguku.
            “Erghhh.. Sudah selesai?” aku hanya mengangguk dan tersenyum pada Minho oppa.
            “Jam berapa ini??” Minho oppa melihat jam tangannya.
            “Kyaaa………. Park Ji Yeon, kau membuat kau menunggumu 1 jam lebih 3 menit..”
            “3 menit itu aku gunakan untuk membangunkanmu, oppa.. hahah^^.”
            “Untuk kali ini aku ma’afkan…”
 
Minho pov…
 
            Malam ini aku mengajak Ji Yeon ke Namsan Tower.
 
            “Namsan Tower?”
            “Nae, Ji Yeon-ahh….. Kajja, kita naik ke atas..”
           
@Kereta gantung Namsan..
 
            “Ji Yeon, gwaenchana?? Kau tidak takut ketinggiankan??”
            “Nan gwaenchana Minho oppa.”
 
            Setelah kami turun dari kereta gantung, aku dan Ji Yeon naik ke menara dengan berjalan kaki. Aku menggenggam erat pergelangan tangan kanan Ji Yeon dengan tangan kiriku.
            Aku dan Ji Yeon pun tiba di tempat favorit pasangan- pasangan yang sedang kasmaran. Tempat yang dikelilingingi gembok- gembok pasangan. Aku mengeluarkan 2 lembar kertas HVS dan 2 ballpoint. Aku memberikan 1 lembar HVS dan 1 ballpoint kepada Ji Yeon.
            “Tuliskan janjimu di kertas ini Ji Yeon-ahh!!!”
            “Tapi….”
            “Jangan menolak Park Ji Yeon! Ayo tuliskan janjimu.”
            “Nae nae nae, Choi Minho.”
            Aku pun mulai merangkai kata- kata..
            “SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAE, PARK JI YEON. SAMPAI KAPANPUN AKU INGIN TETAP BERSAMAMU, YEOJA YANG SANGAT AKU CINTAI. DONGSAENG YANG KU CINTAI. KU HARAP KAU MEMILIKI PERASAAN YANG SAMA DENGANKU. CHOI MINHO AKAN SELALU MENJAGA DAN TERUS BERADA DISAMPING PARK JI YEON.”
 
Park Ji Yeon pov…
 
Minho oppa dan aku pun tiba di tempat favorit pasangan- pasangan yang sedang kasmaran. Tempat yang dikelilingingi gembok- gembok pasangan. Minho mengeluarkan 2 lembar kertas HVS dan 2 ballpoint dari ranselnya. Minho oppa memberikan 1 lembar HVS dan 1 ballpoint kepada ku.
            “Tuliskan janjimu di kertas ini Ji Yeon-ahh!!!”
            “tapi…..”
            “Jangan menolak Park Ji Yeon! Ayo tuliskan janjimu.”
            “Nae nae nae, Choi Minho.”
            Aku pun mulai merangkai kata- kata..
 
            “SARANGHAE JEONGMAL SARANGHAE MY BROTHER, CHOI MINHO”
            Aku dan Minho oppa melipat kertas yang telah kami tulis sebuah janji. Lalu kertas itu kami gembok dan digantungkan bersebelahan diantara gembok- gembok lainnya.
 
            “Apa yang kau tulis, Ji Yeon-ahh?”
            “It’s secret Minho oppa.”
            “Kyaa… Kau mau rahasia- rahasiaan denganku?”
            “Hehheh.”
            “Apa kau tidak penasaran dengan apa yang aku tulis?”
            “Itu kan bersifat privasi, Minho oppa.” padahal sebenarnya kau penasaran apa yang telah Minho oppa tulis.
            “Jeongmal? Kau tidak ingin mengetahuinya?”
            “Kalau kau memaksa, ya sudah beritahu aku apa yang kau tulis. Tapi, aku tidak akan memberi tahu Minho oppa, apa yang telah aku tulis.”
            Minho oppa memegang kedua bahuku dan membuatku tubuhku berhadapan dengannya. Aku pun menatap mata Minho oppa, namun aku segera menundukkan kepalaku. Minho oppa mendongakan daguku dengan tangan kanannya, agar aku bisa menatap wajahnya.
            “Ya Tuhan… Minho oppa, sangat tampan.. Apa yang ingin dia lakukan padaku.” Batinku.
            Wajah Minho oppa semakin mendekati wajahku. Aku pun menutup kedua mataku. Beberapa detik kemudian, ada sesuatu yang menyentuh bibirku. Tentunya itu adalah bibir namjacinguku, Choi Minho. Minho oppa memang sangat pandai membuatku nyaman, Minho oppa memberikan ciumannya sangat lembut padaku, perlahan aku pun membalas ciuman Minho oppa dengan lembut.
            “Saranghae jeoongmal saranghae, Park Ji Yeon…”
            “Nado jeongmal saranghae Choi Minho oppa…”
            “Would you marry me, Ji Yeon-ahh..”
            Aku hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum pada Minho oppa.
            “I will, Minho oppa…..”
Choi Minho pov..
 
            Aku memeluk Ji Yeon sangat erat, memberikan sebuah kehangatan.
 
            “Oppa…” panggil Ji Yeon pelan.
            “Hmmm….” aku hanya bergumam.
            “Aku kesulitan bernafas..” ucapnya pelan.
            “Mianhae, chagi…” ucapku dan melepaskan pelukanku. Aku mengapit kedua pipi Ji Yeon dengan kedua tanganku. Ku tatap lekat kedua mata indah Ji Yeon.
 
            “Noona Choi, saranghae jeongmal saranghae.” Ucapku pelan.
            “Mwo??? Noona Choi???” Ji Yeon mengerutkan kedua alisnya.
            “Nae, sebentar lagi kau akan menjadi Noona Choi, Park Ji Yeon-ahh…”
            “Aisshhh…. Baru beberapa waktu lalu aku mengubah margaku menjadi Park, lalu aku harus mengubahnya lagi?????”
            “Tidak sukakah??” aku menatap tajam Ji Yeon.
            “Anii, dengan senang hati My Prince, Choi Minho…” ucap Ji Yeon, menunjukkan aegyeonya..
            “Ahahha…. Ji Yeon-ahh, awas saja kalau kau memasang aegyeo mu itu di depan namja lain termasuk Sanghyun Hyung..”
            “Jika Minho oppa tidak bermain di belakangku dengan yeoja lain, takkan ku lakukan.. hhhehhe..”
            “Kau tidak percaya padaku, eoh???”
            “Aku belum bisa percaya pada oppa sepenuhnya untuk saat ini..”
            “Wae??”
            “Karena saat ini aku hanya yeojacingu Minho oppa..”
            “Baiklah, kalau begitu aku akan segera mungkin melamarmu Ji Yeon-ahh..”
            “Aku hanya bercanda Minho oppa…… Jangan terlalu terburu- buru. Aku yakin masih banyak pekerjaan yang harus Minho oppa selesaikan.. Kenapa dianggap serius.. hahhhahah..” namun, aku segera menghentikan tawanya dengan memberikan sebuah ciuman. Awalnya Ji Yeon membelalakan kedua matanya pertanda kaget. Namun, perlahan demi perlahan Ji Yeon mulai menutup kedua matanya, menikmati setiap sentuhan bibirku pada bibirnya secara lembut. Ji Yeon pun membalas ciuman yang ku berikan… Ciuman kami berlangsung cukup lama. Sampai Ji Yeon yang melepaskan ciuman kami.
 
            “Minho oppa….” Ji Yeon menundukkan kepalanya ku lihat wajahnya sudah memerah padam. Aku hanya tersenyum melihat tingkah yeojacinguku ini.
 
            “Chagi…. Kau benar- benar mencintaiku…”
            Tidak ada jawaban dari Ji Yeon. Aku pun mendongakan dagu Ji Yeon. Ku lihat kedua mata Ji Yeon sudah berkaca- kaca..
 
            “Gwaenchana, Ji Yeon-ahh??”
            Ji Yeon hanya menganggukkan kepalanya dan air matanya mulai menetes dari kedua mata indahnya. Aku pun mendekap erat tubuh mungil Ji Yeon ke dalam pelukanku.
 
            “Oppa, jangan pernah berubah padaku, arraseo!!! Tetaplah bersikap seperti padaku. Jangan pernah bersikap acuh dan dingin padaku lagi.. Sangat menyakitkan oppa… 16 tahun aku memendam kesedihan sendiri. Kau tak pernah tahu, mungkin tak pernah ingin tahu. 16 tahun pula pertanyaan tentang alasan sikap acuhmu padaku ada di pikiranku. Sangat menyakitkan dan sangat menyedihkan.. hiks hiks hiks….” aku semakin memeluk erat tubuh Ji Yeon.
            “Jangan pernah pergi lagi, aku tak ingin sendiri, temani aku sampai kapanpun. Jangan pernah biarkan aku sendirian lagi, Ji Yeon-ahh. Mianhae… Saranghae jeongmal saranghae Park Ji Yeon-ahh..”
            “Nado saranghae, Minho oppa….” aku melepaskan pelukanku pada Ji Yeon. Ku hapus air mata yang masih menetes di pipi Ji Yeon dengan jari- jariku. Ku tatap amat lekat kedua mata indah Ji Yeon.
“Semua tentangmu selalu membekas di hati ini. Cerita cinta kita berdua akan selalu terenang. Semua kenangan tak mungkin bisa ku lupakan, ku hilangkan. Takkan mungkin ku biarkan cinta kita berakhir. Ku tak rela, ku tak ingin kau lepaskan semua ikatan tali cinta yang telah kita buat selama ini. Saranghae jeongmal saranghae, Park Ji Yeon-ahh My Princess……..”
 
**********************************THE END********************************

9 responses

  1. annyeong,, q bru bc ffx chingu,,.. jd q lngsng brong 4 part.. hhehe
    v,mian q commentx mn d part 4.. kkk

    hhoorree minji so sweet bgt.. minho yadong hobix xiumin jiyeon uzz.. hehehe
    log q itung re part 3 am 4 ciumnx krng lbih 7x kkk krng krjaan ngitungn kiss scenex#ktlaranYadongamMinho# kkkk…….

    sring2 bkin ff minji lg y chingu… q suukkkkka bgt all about minji..kkk
    hwaiting y chingu…..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s