I love you and I love you

Author : Ghaizain
Cast : Choi Min Hwan, Lee Min Ah, Lee Hong Gi,Song SeungHyun
Cameo : Oh Won Bin, Choi JongHoon
Genre : Romance (maybe)
Lenght : Oneshoot
Rating : PG

mmm~~ Sebelumnya, saya mau minta maaf yang sebesar2nya karena saya lama gak posting ff disini. itu semua dikarenakan banyaknya tugas sekolah yang menyerang…U,u maaaafff~~~~ banget ya,,, and makasih udah mau baca ini^^

-Min Ah POV-
Aku bangun dari tidurku dan segera pergi mandi. Selesai mandi, aku memakai seragam sekolahku dan berangkat sekolah. Kakak-ku sudah berangkat duluan jadi aku menyiapkan sarapan sendiri. Setelah menyelesaikan sarapanku, aku berangkat sekolah sendiri.
Sampai disekolah, Aku mencari-cari sahabatku, SeungHyun. Ya, ia adalah sahabat terbaikku. Ia selalu membantuku dikala aku susah dan menemaniku kalau aku sedih atau sendirian. Tapi aku sering jahil sama dia..he..he..Mian SeungHyun.
Nah itu dia..
“SeungHyunnie….” Panggilku.
SeungHyun menoleh..
“A…Min Ah..”
“Ya!! Aku mencarimu dari tadi..kau kemana saja ?”
“He..he..Mian, tadi aku dipanggil sama KepSek.”
“Ada apa? Kau nakal ya?”
“Ani~ ia hanya minta tolong supaya aku mengerjakan tugas ini..” ucap SeungHyun sambil memperlihatkan secarik kertas padaku.
“Oh..Memangnya kau bisa mengerjakan tugas ini?” ucapku sambil melirik SeungHyun.
“Ya!! Kau meremehkanku?? Akan kubuktikan aku pasti bisa mengerjakannya..”
“Yasudah..eh,itu WonBin Saem sudah datang ayo kita masuk kelas!!”
“A…Kajja!!”
Kami memasuki kelas dan duduk di kursi masing-masing.
“Ya..anak-anak kita mulai pelajaran hari ini..” ucap WonBin Saem membuka pelajaran.
Dua jam berlalu, Bel istirahat berbunyi..
“Ya!! SeungHyunnie..ayo kita ke kantin..aku lapar..” ajakku pada SeungHyun yang sedang sibuk merapihkan buku-bukunya.
“A..ye..Kajja!!” ucap SeungHyun.
-SeungHyun POV-
Di Kantin..
Aku duduk di hadapan Min Ah sambil menunggu pesanan. Haah..Min Ah..kau cantik sekali. Entah kenapa sejak hari itu aku menyukaimu..
-Flashback-
-SeungHyun POV-
Hari ini ulang tahun sahabat terbaikku Min Ah..aku bersiap-siap untuk berangkat ke rumahnya.
Sampai dirumah Min Ah..
“Ya..kita sambut putri kita..Min Ah..” ucap ayah Min Ah.
Min Ah menuruni tangga mengenakan gaun berwarna putih..Entah kenapa saat ini jantungku berdegup cepat..Ia sangat cantik hari ini..Aku tidak pernah melihat Min Ah secantik ini biasanya..Kurasa aku menyukainya…
-Flashback END-
“Ya!! SeungHyunnie..kenapa kau melamun??” ucap Min Ah tiba-tiba sehingga membuyarkan lamunanku.
“A..ani..”
“Ya!! Apa kau tahu namja yang ada disana?” ucap Min Ah sambil menunjuk seorang namja yang sedang memesan makanan .
“Oh..itu..ya aku tahu..”
“Namanya siapa?” Tanya Min Ah sambil mendekatkan mukanya ke mukaku.
“Wae? Kenapa kau menanyakan namanya? Kau suka dengannya?” tanyaku curiga.
“Mmm..he..he..tapi kau jangan bilang siapa-siapa ya..” ucap Min Ah.
“Ye..”
“Aku menyukainya..aku sangat mengaguminya karena ia tampan..dan kudengar dia juga pintar..” ucap Min Ah.
Mendengar ucapan Min Ah, tiba-tiba hatiku seperti dihancurkan dengan sebuah palu yang sangat besar. Sungguh sakit tiada tara..
“Ya!! SeungHyunnie..siapa namanya?” ucap Min Ah.
“A..namanya..Min Hwan, Choi Min Hwan..dia anak kelas XII A”
“Oh…Berarti kelasnya disebelah kita dong..waahh..”
“Ye…”
“Ya!! Apa kau tahu dimana rumahnya?”
“Ye…” ucapku lemas.
“Dimana?”
“Rumahnya ada disebelah rumahku.”
“Mwo? Jinca? Jadi rumah besar disebelah rumahmu itu rumahnya?”
“Ye. Eh,bel sudah berbunyi tuh..ayo kita masuk..” ajakku pada Min Ah sebelum dia ngoceh banyak-banyak lagi.
“Ye.Gomawo atas informasinya!!”
“Ye..”
-Author POV-
Di kelas, WonBin saem menyuruh anak-anak membuat kelompok masing-masing kelompok dua orang. Seperti biasanya, SeungHyun dan Min Ah sekelompok.
“Jadi tugasnya dikumpulkan besok ya!!” ucap WonBin Saem.
“Ye, Sonsaengnim!!” ucap semua anak.
Beberapa lama kemudian, bel pulang berbunyi. SeungHyun dan Min Ah merapihkan buku mereka dan berangkat ke rumah SeungHyun.
Mereka berjalan kaki menuju rumah SeungHyun, saat sampai di perempatan, Min Ah melihat Min Hwan ia segera menggoyang-goyangkan tangan SeungHyun..
“Wae??” Tanya SeungHyun.
“Itu ada Min Hwan..” ucap Min Ah semangat.
“Ya terus kenapa?” Tanya SeungHyun tak peduli.
“Ya!! Kan rumahmu bersebelahan dengannya, coba panggil dia supaya kita bisa pulang bersama..” ucap Min Ah memohon.
“Sireo!!” ucap SeungHyun sambilk menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.
“Ya..tolong aku…please…” ucap Min Ah dengan muka memelas.
“Haah..kau ini yasudahlah… Ya!! MinHwan-ah…” ucap SeungHyun.
Min Hwan menoleh,
“A..ye..SeungHyun ada apa??” Tanya Min Hwan sambil mendekati SeungHyun dan Min Ah.
“Mmm..kau sendirian? Bagaiman kalau kita pulang bersama?” Tanya SeungHyun.
“Oh..boleh…” ucap Min Hwan.
“Yasudah..Kajja..”ucap SeungHyun.
“Kajja!!” ucap Min Hwan. Ia berjalan duluan sehingga kini ia berada didepan SeungHyun dan Min Ah bagaikan sedang memimpin perang.
“SeungHyun-ah..Gomabta…” ucap Min Ah pada SeungHyun. Setelah itu, ia menyamakan langkahnya dengan MinHwan dan sekarang SeungHyun berada di belakang sendirian.
Min Ah sedikit berbincang-bincang dengan Min Hwan. Mereka tertawa, sedangkan yang ada dibelakang mereka sedang menahan sakitnya hati yang dihancurkan dua kali. SeungHyun mencoba menahan apa yang ia rasakan.
-SeungHyun POV-
BGM: F.T.ISLAND-Yeojaneun Molla
Sekarang aku berjalan dibelakang orang yang aku cintai..bukannya senang..tapi sakit, sangat-sangat sakit..hatiku telah hancur berkali-kali…hahh..Min Ah-ah~ kau tega sekali padaku…tapi ini juga bukan salahmu..ini salahku karena aku tidak berani mengungkapkan perasaan ini padamu…Mianhae Min Ah…
Sampai dirumahku…
“Anyeong MinHwan-ah..sampai bertemu lagi besok..nanti kau telpon aku ya!!” ucap Min Ah semangat.
“Ye..” ucap Min Hwan sambil tersenyum.
Aku segera masuk ke rumahku. Min Ah menyusulku..kami kekamarku untuk mengerjakan tugas.
Beberapa jam berlalu, aku mengantar Min Ah pulang ke rumahnya.
Keesokkan harinya di sekolah..
Aku harus menyatakannya hari ini..haah..mana anak itu..nah itu dia..
“Min Ah..” teriakku.
Min Ah menghampiriku.
“Wae?” Tanya Min Ah.
“Mmm..ada yang ingin kubicarakan padamu.” Ucapku terbata-bata.
“Benarkah? Aku juga..ada hal penting yang harus kubicarakan padamu juga.” Ucap Min Ah.
“Yasudah..kau duluan..” ucapku.
“Baiklah..mm..semalam aku ditembak Min Hwan..dan aku menerimanya, jadi sekarang kami berpacaran.” Ucap Min Ah semangat.
Deg…….jantungku seolah-olah berhenti..rasanya aku ingin berlari sejauh-jauhnya dan berteriak sekencang-kencangnya.
“Ya!! Apa yang akan kau katakan?” Tanya Min Ah.
“A…ani..ani…tidak apa-apa” ucapku gagap.
“Oh..yasudah, aku masuk kelas dulu ya..” ucap Min Ah dengan wajah berseri-seri.
Kini aku terpaku di tempatku. Aku masih belum percaya dengan apa yang aku dengar tadi. Tiba-tiba, ada seorang yang menepuk pundakku. Aku menoleh, ternyata JongHoon Saem..
“Kenapa kau belum masuk?” Tanya JongHoon Saem dengan wajah sangar.
“A..ye..saem..aku akan masuk..” ucapku. Aku pun memasuki kelas.
Pelajaran pun dimulai.Beberapa jam kemudian..bel istirahat berbunyi.
Seperti biasanya Min Ah mengajakku ke kantin. Dan kali ini ia berjanji akan mentraktirku karena ia sudah jadian dengan Min Hwan.
Di Kantin…
“Ya..kau mau makan apa?” Tanya Min Ah.
“Mmm..Kimbab aja deh..” ucapku.
“Oh yasudah.. pelayan..aku pesan KimBab dua ya.” Ucap Min Ah.
Sambil menunggu pesanan, kami berbincang-bincang. Tiba-tiba..
“Jagiya!!!” ucap seseorang yang ternyata MinHwan.
“A..Min Hwan-ah..hei..kau sudah Makan?” Tanya Min Ah.
“Mmm belum.. hei aku duduk disini ya..” ucap MinHwan sambil mengambil tempat duduk disampingku.
“Ye..” ucap Min Ah. Mereka berdua berbincang-bincang seru sekali sehingga kini aku diacuhkan. Karena aku merasa sudah tidak dibutuhkan, aku pergi meninggalkan mereka dan menuju kelas.
“Ya!! SeungHyunnie mau kemana?” Tanya Min Ah.
“Ke Kelas.” Ucapku.
“Lalu makananmu?” Tanya Min Ah lagi.
“Buat MinHwan saja..” ucapku.
“Oh yasudah..” ucap Min Ah kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan MinHwan. Pulang sekolah aku mengajak Min Ah ke halaman belakang sekolah.
“Ya!! Kenapa kau membawaku kesini?”
“Mmm..sekarang kita menulis bagaimana perasaan kita..nanti kita kubur..tapi kita harus membuat perjanjian..kita akan membuka surat ini jika kita kehilangan komunikasi selama 2 minggu ok..arasso?” jelasku.
“Ye..” ucap Min Ah. Kamipun menulis apa yang sudah kami rasakan dan setelah itu menguburnya. Setelah itu, kami pun pulang kerumah masing-masing.
Malam harinya..
Aku pergi ke supermarket untuk membeli makanan ringan. Saat perjalanan pulang, aku melihat Min Ah dan Min Hwan. Aku segera bersembunyi.. aku mengintip dari balik tembok.. aku sungguh tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini… Mereka berdua berciuman!!! Aku segera pergi dari tempat itu dan menuju kerumahku. Aku membanting pintu kamarku… sudah tiga kali kau hancurkan hatiku Min Ah.. tapi bodohnya aku tetap mencintaimu…. Nan paboya chongmal paboya… waktuku tinggal sedikit lagi…huft..
-Min Ah POV-
Dua belas hari berlalu dan aku belum bertemu SeungHyun..sedangkan besok adalah wisuda kelulusan.. tapi aku yakin besok ia pasti datang.Keesokkan harinya di sekolah…
Anak-anak sudah berkumpul tapi mana SeungHyun?? Beberapa jam kemudian, acara wisuda dimulai.. tapi aku masih belum melihat SeungHyun..haah.. SeungHyunnie kemana kau? Kini acara wisuda sudah selesai, tapi SeungHyun belum muncul juga.. tapi aku akan menunggu sehari lagi seperti janjinya.. Keesokkan harinya…
“Ya!! Kenapa kau diam saja seperti itu?? Kau tidak makan ya?” Tanya HongGi, ia adalah oppaku.
“Haah..akhir-akhir ini aku tidak bertemu dengan SeungHyun…” ucapku lemas.
“Ya!! Kalau aku jadi kau, aku akan datang kerumahnya untuk menanyakan keadaan SeungHyun..” ucap HongGi oppa.
“Benar juga…waah.. oppa terimakasih ya…..oh iya..he..he..temani dong..” ucapku.
“Aish..kau ini yasudahlah..kajja!!” ucap HongGi oppa.
Kamipun berangkat ke rumah SeungHyun. Sampai dirumah SeungHyun…
Aku mengetuk pintu rumah SeungHyun. Dan tiba-tiba pintu terbuka….
“Annyeong, apakah Song ahjumma ada?” Tanya HongGi.
“Ye.. silahkan masuk..”
“Gamsahamnida” aku dan HongGi oppa menunduk.
“Tunggu di sini sebentar, saya segera memanggilkan nyonya.”
“Kenapa kau menyuruhnya mencari ahjumma, mengapa tidak langsung SeungHyun saja oppa?” tanyaku sedikit berbisik.
“Aku yakin ahjumma akan jujur padamu. Bisa saja SeungHyun menyuruh pembantunya berbohong.”
“Mmmm…. araseo.”
Aku menyentuh dadaku. Perasaan apa ini? Sejak kemarin perasaanku tidak enak. Apakah terjadi sesuatu?
“HongGi-ah?” Song ahjumma menyapa HongGi oppa dengan sedikit terkejut, dan menatapku. “Min Ah-ah?”
“Ne, ahjumma. Annyeong.” Aku membungkukan badanku.
“Ahjumma, kau tau di mana SeungHyun? Sudah hampir 2 minggu dia tidak memberi kabar kepada kami.” HongGi oppa to the point pada ahjumma. Ahjumma terlihat kaget mendengar pertanyaan HongGi oppa.
“Ne, ahjumma. Di mana SeungHyun? Dia tidak menghubungiku sama sekali.” Sambungku.
“SeungHyun… Mmm… SeungHyun….” Song ahjumma seperti tidak sanggup untuk berkata.
“Ahjumma? Gwenchanayo?”
“Hem, mungkin memang saatnya kalian tau. Lambat laun kalian akan menyadarinya.”
“Waegeurae?” tanyaku panik.
“Kajja.”
-Author POV-
Min Ah tampak menggenggam tangan HongGi erat. Dia terkejut saat Song ahjumma membawanya ke kompleks pemakaman. Berkali – kali dia menanyakan pada HongGi apa yang dilakukan ahjumma, tapi HongGi pun tidak tau.
“Ahjumma? Mengapa kita kesini?” tanya HongGi.
“Sebentar lagi sampai.” Ahjumma masih berjalan lurus, dan tiba – tiba berhenti. “SeungHyun. Min Ah dan HongGi mencarimu. Sudah saatnya mereka tau, anakku.”
Min Ah lemas melihat nama yang tertera di sana Song SeungHyun, nama seorang namja yang benar – benar disayanginya. HongGi pun tampak terkejut.
“Ahjumma?” tanya Min Ah lirih berusaha menahan air matanya.
“Ne, ini SeungHyun. Sudah lama SeungHyun mengidap kanker darah. Tetapi dia tidak ingin memberi tau kalian. Sampai saat 6 hari yang lalu kondisinya drop dan dia tidak bisa bertahan.”
-Flashback-
Terdengar erangan dari arah kamar SeungHyun. Semua anggota keluarga langsung berlari ke kamarnya. Ketika di buka, SeungHyun sudah tergeletak di lantai.
“Cepat panggilkan ambulance!!” teriakan tuan Song menggema di ruangan itu, masih mencoba menyadarkan anaknya yang kini tergeletak tidak berdaya.
“Eomma….. Appa?” kata SeungHyun lirih.
“SeungHyun, kau sudah sadar?” nyonya Song yang terus berada di sampingnya mengelus kepala SeungHyun pelan.
“Eomma….. Appa…..” SeungHyun terus memanggil orang tuanya.
“Ne, kami ada di sini.” Jawab nyonya Song mulai menangis.
“Min Ah………” kini pandangannya menyusuri setiap sudut di ruangan itu.
“Min Ah tidak di sini, SeungHyun. Apa kau ingin eomma memanggilnya?”
“Sireo! Jangan panggil dia eomma, jangan pernah beritau dia, 7 hari lagi baru eoma boleh mengatakan padanya….” jawab SeungHyun lirih. Tiba – tiba saja tubuhnya mengejang dan seketika orang tuanya panik memanggil dokter.
“SeungHyun bertahanlah, nak.” Rintih sang ibu dari luar ruangan seraya menangis dipelukan suaminya.
Tak lama kemudian dokter keluar dengan wajah yang sudah bisa ditebak sebelumnya.
“Bagaimana keadaannya dokter Cho?”
“Maaf, SeungHyun tidak bisa kami selamatkan. “ jawab dokter Cho.
-Flashback END-
“Andwae!! Jebal! Jangan bercanda ahjumma!” Min Ah berteriak histeris.
“Tenang Min Ah-ah.” HongGi mencoba menenangkannya walaupun dia juga tidak bisa menahan tangisnya.
“Ahjumma, katakan semua ini adalah kebohongan.”
“Tidak, Min Ah. Kau harus bisa menerimanya. Biarkan SeungHyun pergi. Aku tau diapun menyayangimu dan tidak ingin melihatmu seperti ini.”
Min Ah menangis dipelukan nyonya Song. Menumpahkan semua kesedihannya. Ini semua terlalu cepat terjadi. Tiba – tiba dia harus kehilangan seseorang yang benar – benar disayanginya.
-Min Ah POV-
“Min Ah-ah kau makan ya?” HongGi oppa membawakan makanan ke kamarku.
“Anni.” Jawabku singkat. Di tanganku terdapat fotoku dan SeungHyun. “SeungHyun-ah bogoshipoyo…..”
“Min Ah, SeungHyun sudah tidak ada, kau jangan seperti ini lagi. Aku tau SeungHyun pun tidak senang melihat keadaanmu seperti ini.” Nada bicara HongGi oppa sedikit berbeda, aku yakin sekarang dia sedang menahan tangisnya.
Aku tidak menghiraukannya. Perlahan – lahan air mataku juga ikut turun. Mengembalikan rasa sakit di hatiku.
“Min Ah-ah, bukannya kau pernah bercerita padaku kalian pernah menuliskan sesuatu lalu menguburnya? Mengapa tidak kau buka saja?”
Sontak aku berbalik menatapnya saat mengingatkanku pada peti itu. Iya, aku tau. SeungHyun meninggalkan sesuatu di sana. Aku harus membukannya.
“Aku berjanji akan membukannya di hari ke 14 onnie. Dan itu sekarang.” Suaraku benar – benar habis.
“Kalau begitu kau harus makan. Agar sekarang kau bisa membuka kotak itu.”
Aku kasian pada HongGi oppa. Berjam – jam dia menemaniku, menenangkanku, padahal aku yakin dirinya juga terpukul atas kepergian SeungHyun. Akhirnya aku membuka mulutku, dan oppa tersenyum saat aku menelan makanan yang sengaja dia buatkan untukku.
Sampai di taman belakang sekolah..Aku membuka kotak milik SeungHyun. Menemukan kertas di dalamnya. Tanganku bergetar saat membuka lipatan demi lipatan.
Wahh ini sudah 14 hari berlalu saat kita membuat perjanjian ini ya. Mungkin saat kau membukanya aku sudah tidak ada. Mianhaeyo membuat kau khawatir selama 2 minggu ini. Aku sudah berusaha melawannya, tapi aku tidak bisa.Aku terpaksa mengurungkan niatku untuk mendatangi acara wisuda. Aku tidak ingin menyakitimu.
Mianhaeyo tidak memberitaumu sebelumnya, mungkin eomma sudah menceritakannya padamu. Gomawo untuk waktu yang telah kita lewatkan bersama. Inilah akhirnya. Kau harus kuat. Oh iya, aku tidak bisa menepati janjiku, aku sudah membaca suratmu duluan. Mmm…Kalau boleh jujur…aku sebenarnya sangat menyukaimu..tapi saat aku ingin menyatakan hal itu padamu, kau sudah jadian dengannya..akhirnya kupendam perasaanku itu..walaupun sebenarnya sakit… Oh iya, di kotak ini ada sebuah kalung untukmu. Kuharap kau suka… oh iya satu lagi.. aku bisa mengerjakan tugas dari KepSek..nah aku sudah membuktikan kalau aku itu hebat…jadi kau jangan meremehkanku Ok!
Min Ah-ah saranghaeyo.
Aku tidak bisa menahan air mataku yang terus menerus memaksaku untuk mengeluarkannya. Aku mengambil kalung yang dimaksud SeungHyun. Bandulya berbentuk peti. Aku ingat saat dia memberikan peti ini padaku. Pancaran matanya yang begitu hangat, yang selalu membuat hatiku tenang. Kini, pancaran mata itu sudah tidak ada lagi.
Kubuka peti miliku. Benar saja, tidak ada isinya. SeungHyun sudah membaca petiku sebelumnya.
2 tahun kemudian….
Lonceng pernikahan berbunyi.. ya, hari ini adalah hari pernikahanku dan MinHwan. Hari dimana seharusnya SeungHyun menahan rasa sakit dihatinya untuk kesekian kalinya.. tapi walaupun begitu.. ia tetap setia menjadi sahabatku.. SeungHyunnie… niga neomu bogoshippo..
-MinHwan POV-
SeungHyun-ah.. gomabta kau telah mempertemukanku dengan seorang yeoja yang sangat cantik ini. Aku berjanji akan menjaganya seperti kau menjaganya dulu… Gomabta Chongmal Gomabta…Kini aku dan dia resmi menikah… setelah acara ini selesai, aku akan mengunjungimu SeungHyun.
-THE END-

4 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s