FF ChangSoo – Obsession


Rating : PG-13
Gendre : Romantic, angst
Cast : Changmin and Sooyoung
Other Cast : Kyuhyun
ahahahahahah
———————————————————————————————————————-
Author POV

“ Kenapa kau begitu menawan? Kenapa kau sangat menarik? Aku terlalu cinta padamu kau tahu?. Ah, sayangnya kau tidak tahu, kau kan bodoh. Bahkan saking bodohnya kau malah berpacaran dengan pria dungu itu. Apa bagusnya dia? Aku masih 1000 kali lebih hebat darinya”. Seorang pria mengajak berbicara wanita didalam photo yang tengah digenggamnya. Wanita itu adalah wanita yang selalu mengisi setiap hari-hari pria itu.
Kamarnya yang tidak terlalu besar dan terkesan mengerikan itu dipenuhi dengan photo wanita yang sama. Entah ditembok, kardus, meja, atau bahkan tempat tidurnya, semua dipenuhi dengan hal-hal yang berhubungan dengan wanita itu. Kadang dia mengukir nama wanita itu disekujur tubuhnya dengan menggunakan silet. Mungkin terdengar gila tapi yang pasti pria itu sangat terobsesi dengan wanita itu.

***
Sooyoung POV

Aku berjalan lesu ke Sekolah, tak ada secuil pun semangat didalam diriku. Bagaimana tidak? Semalam Yesung memutuskan hubungannya denganku tanpa alasan dan mengatakan kalau aku tidak perlu lagi dekat-dekat dengannya. Ada apa denganku? Memangnya aku punya salah padanya? Ini benar-benar membingungkan.
“ Ada apa lagi Soo?” tanya Taeyeon sahabatku dengan penuh perhatian. Aku hanya menggeleng pelan.
“ Yesung memutuskanku dengan tanpa alasan, aku bingung” jawabku akhirnya karena Taeyeon mendesakku.
“ Jeongmal? Kenapa bisa begitu? Apa yang kau lakukan memangnya?” tanyanya lagi. Aku baru saja ingin membuka mulutku untuk menjawab, tapi Leeteuk sunbae sudah berteriak memanggilku.
“ Sooyoung-ah, apa yang kau lakukan pada Yesung?” tanyanya tiba-tiba. Aku langsung menatapnya bingung. “ Seluruh tubuhnya memar-memar dan dia bilang itu semua karena kau”.
“ Aku tidak melakukan apapun pada Yesung oppa” jawabku cepat.
“ Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi aku minta jangan dekati Yesung lagi karena jika tidak orang itu akan membunuh Yesung” ujar Leeteuk memperingatkan.
“ Orang itu? Siapa?” tanyaku.
“ Nado molla, yang pasti jangan dekati Yesung dulu untuk sementara waktu. Mianhae Sooyoung-ah, aku hanya ingin melindunginya”. Leeteuk sunbae hanya menepuk-nepuk bahuku sambil tersenyum miris.
“ Ne, gwaenchana. Aku masuk kelas duluan ya”. Aku memaksakan diri untuk tersenyum dan setelah itu berjalan malas kedalam kelas. Aku meletakan tasku diatas meja dan duduk lalu menelungkupkan wajahku diatas tasku.
“ Kudengar Yesung habis dihajar oleh seseorang dan itu karena kau, benarkah?” tanya Changmin teman sebangkuku dengan nada datar. Aku kembali duduk tegak dan menatapnya. Dia membalas tatapanku dengan senyum sinis dan dingin yang selalu dia tunjukan pada setiap orang. “ Aku hanya bisa menyarankan padamu untuk tidak terlalu dekat dengan pria lain atau nasip mereka akan berakhir seperti mantan kekasihmu itu, kau tahu?”.
Changmin bagkit dari kursinya dan berjalan meninggalkanku. Aku hanya memandangi kepergiannya dengan tatapan bingung. Apa maksudnya berkata begitu? Tahu apa dia?. Aku baru saja ingin kembali menelungkupkan kepalaku diatas tasku tapi niat itu harus aku urungkan ketika melihat sebuah amplop bertuliskan namaku. Karena penasaran aku mengambilnya dan membuka isinya.

Choi Sooyoung-ssi,
Kau tahu? Aku penggemar beratmu…
Ah tidak, aku adalah orang yang sangat mencintaimu, lebih dari kau mencintai dirimu sendiri…
Kau tak perlu tahu aku siapa tapi aku harap kau tidak pernah mendekatkan diri atau bahkan berpacaran dengan pria lain karena aku tak segan-segan membunuh mereka….
Kau tahu apa yang kulakukan tadi malam? Aku menempel photo-photo barumu didinding kamarku tapi kelihatannya sudah tidak muat lagi, ada 5231 totalnya photomu dikamarku. Sepertinya aku harus membeli banyak kardus untuk menyimpan photo-photomu, ahahahaha

Apa ini? Surat dari penggemarku? Apa ini yang dimaksud Changmin tadi? Berarti dia membuka surat ini kan? Atau mungkin Changmin mengetahui semuanya? Dia kenal dengan pria yang mengirimkan surat ini padaku?. Ah…sepertinya aku harus bertanya padanya saat istirahat nanti.

***
Changmin POV

“ Sampai disini dulu pertemuan kita hari ini. Selamat siang semua” ucap Kim sonsaengnim sambil tersenyum lalu keluar dari kelas. Aku meregangkan tubuhku karena terlalu pegal. Sedari tadi aku hanya tertidur sehingga tidak mendengarkan apa yang diajarkan Kim sonsaeng. Itu pelajaran yang sangat mudah sehingga kupikir aku tidak perlu mendengarkan ocehannya yang tidak penting itu.
“ Young-ah, aku pinjam pr yang tadi diajarkan oleh Kim sonsaeng ya” pintaku dan dengan tanpa sungkan langsung menarik buku Sooyoung. Dia hanya bisa menatapku pasrah. “ Tenang, nanti aku yang akan mengerjakan pr-mu”.
“ Jeongmal? Gomawoyo Changmin-ah” ucapnya riang. “ Ngomong-ngomong apa kau tahu soal surat yang ada diatas meja kita tadi pagi?”.
“ Huh? Surat? Surat apa? Aku tidak tahu. Jangan tanyakan hal yang tidak penting padaku Choi Sooyoung, aku benci itu” jawabku dingin.
“ Mianhae, aku hanya bertanya. Siapa tahu saja kau mengetahuinya”
“ Sayangnya aku tidak tahu jadi jangan tanyakan hal itu lagi, itu sama sekali tidak penting”. Akupun berjalan meninggalkannya dengan wajah angkuhku.

***
Sooyoung POV

“ Choi Sooyoung-ssi?” panggil seseorang yang membuatku berhenti piket sejenak dan menoleh. Seorang namja tampan berambut ikal tengah tersenyum padaku. Aku langsung membelalak melihatnya. “ Aku senang akhirnya aku bisa melihatmu”.
“ Kau siapa? Malaikatkah?” tanyaku dengan bodohnya. Mendengar hal itu, namja tampan itu hanya tertawa.
“ Malaikat katamu? Anio, Cho Kyuhyun imnida. Aku berada dikelas XI-A” jawab namja itu sambil mengulurkan tangannya. Aku tetap diam sambil memandanginya dengan takjub. Bagaimana bisa ada pria setampan ini?. Karena tidak kunjung membalas uluran tangannya, ia meraih tanganku dan menjabatnya.
“ Ah~” pekikku ketika dia menarik tanganku itu dan membuat tubuhku bertubrukan dengan tubuhnya. Dia mendekatkan bibirnya ketelingaku.
“ Senang berkenalan denganmu” bisiknya membuatku merinding. Dia mendorong tubuhku pelan lalu tersenyum memandangi wajah bodohku saat ini. “ Mau pulang bersama?”.
“ Sayangnya aku masih piket Kyuhyun-ssi” jawabku setelah berhasil menguasai diri.
“ Tak perlu, bukankah ketua kelasmu adalah Tiffany? Aku akan meminta kekasihnya Siwon untuk membuat Fany tidak memarahimu, lagipula aku ingin mengajakmu makan siang. Kajja!” ajaknya menarik tanganku.

***
Author POV

“ Darimana kau tahu kalau aku suka barberque?” tanya Sooyoung sambil memanggang daging dengan semangat. Kyuhyun hanya tertawa pelan dan mengacak-acak rambut gadis itu.
“ Tentu saja, bukankah semua orang suka barberque?” tanya Kyuhyun balik.
“ Mungkin juga, aku tidak terlalu tahu tapi barberque itu sangat enak dan aku pikir pasti semua orang suka” ujar Sooyoung sambil berusaha mengunyah daging panggang itu. Kyuhyun menopangkan dagunya diatas kepalan tangannya yang tengah bertumpu pada meja dan menatap Sooyoung perhatian. “ Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Sooyoung risih.
“ Aku selalu suka menatap wajahmu, terlalu sempurna” jawab Kyuhyun sambil tersenyum khas. Mendengar hal itu, Sooyoung langsung tersedak. Dengan sigap Kyuhyun menyodorkan segelas minuman kearah Sooyoung.
“ Kau gila?” tanya Sooyoung.
“ Mungkin saja” jawab Kyuhyun sambil tersenyum, memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi.
“ Kau benar-benar tidak waras!” rutuk Sooyoung.

***
@next day

Sooyoung kembali menemukan amplop putih diatas mejanya. Dengan segera dia duduk dikursinya dan membaca surat itu.

Annyeong Sooyoung-ssi,
Apa kau bahagia hari ini? Aku senang melihatmu hadir di sekolah
Teruslah seperti itu karena kaulah satu-satunya alasanku berada di sekolah ini, apa kau tahu itu?
Semalam aku mengukir tanganku dengan tulisan namamu, sakit tapi itu bukan apa-apa. Cintaku padamu terlalu besar sehingga hal itu bukan hal yang sulit. Apa kau ingin melihatnya? Lihatlah didalam amplop, aku menyisipkan selembar photo bergambar ukiran namamu ditanganku. Aku harap kau suka.
Aku mencintaimu Choi Sooyoung

Sooyoung mengambil selembar photo didalam amplop itu dan menatapnya dengan wajah takut. Kenapa penggemarnya itu sangat mengerikan? Apakah dia sakit jiwa? Ini sangat aneh!.
“ Kenapa kau? Wajahmu pucat sekali, ini kan masih pagi. Kau sakit?” tanya Changmin dengan nada dingin andalannya. Dia meletakkan tas ranselnya diatas meja dan duduk disamping Sooyoung.
“ Kau lihat ini? Pengagum rahasiaku melakukan hal gila hanya karena aku. Aku benar-benar khawatir, berapa banyak darah yang dikeluarkannya hanya untukku?” jawab Sooyoung sambil memberikan selembar photo itu pada Changmin. Senyum horror terlukis dibibir namja itu.
“ Whoa, sepertinya dia kehilangan banyak darah hanya untukmu. Jelas sekali kalau dia sangat mencintaimu” ejek Changmin. Dia mengembalikan photo itu pada Sooyoung.
“ Tapi jika dia melakukan ini, dia terlihat seperti psikopat” komentar Sooyoung.
“ Psikopat? Mungkin juga” balas Changmin sambil tersenyum sinis. Ia beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan Sooyoung yang masih dilanda rasa penasaran. Penggemarnya ini sedikit gila, apakah dia sehebat itu sehingga membuat seorang namja nekat mengukir namanya ditangan?.
“ Sooyoung-ah, melamun apa?” tanya seseorang membuyarkan lamunan Sooyoung.
“ Oh, Kyuhyun. Ani, aku tidak melamun apapun” jawab Sooyoung. Pandangan gadis itu tertuju pada lengan Kyuhyun yang terbalut perban. Dia langsung menyentuh perban itu. “ Kenapa lenganmu?”.
“ Bukan apa-apa”. Kyuhyun langsung menarik lengannya . “ Nanti sore temui aku ditaman, ada yang ingin aku bicarakan” ujar Kyuhyun sambil mengedipkan mata dan pergi meninggalkan Sooyoung. Sooyoung mengambil kembali photo itu dan menatapnya.
“ Apa mungkin orang ini….”. Sooyoung menatap kepergian Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya.

***
Sooyoung POV

Aku berjalan dengan cepat ke taman. Jujur, aku benar-benar penasaran dengan namja bernama Cho Kyuhyun itu. Apa mungkin dia penggemarku yang agak sedikit gila? Aku benar-benar penasaran.
“ Sooyoung-ah!” panggil seseorang yang membuatku menoleh. Kyuhyun tengah melambaikan tangannya padaku ketika aku melihatnya. Akupun segera berjalan menghampirinya. “ Aku senang kau datang. Gomawo”
“ Ne, Cheonmaneyo. Apa ada menyuruhku kesini?” tanyaku to the point
“ Ingin mengungkapkan sesuatu padamu” jawabnya. Dia menarik napas sejenak. “ Apa kau sadar kalau aku sangat mencintaimu?”. Aku langsung menutup mulutku karena kaget.
“ K..kau mencintaiku?”
“ Sudah lama, tapi kau tidak pernah sadar akan itu. Aku yang selama ini mengirim surat cinta kepadamu setiap hari tapi aku tak pernah melihat reaksimu. Bahkan lenganku terluka hanya karena kau. Kau membuatku banyak mempertaruhkan harga diri”.
“ Jadi…surat itu…kau?”
“ Ne, itu aku. Sekarang, setelah mengetahui semuanya, maukah kau menjadi kekasihku?” tanyanya sambil menggenggam tanganku. Hal itu membuatku sangat kaget. “ Mungkin terlalu cepat tapi aku sangat berharap Sooyoung-ssi”.
Dia menatapku dengan mata sendu dan membuatku serba salah. Sebenarnya aku belum memiliki rasa apapun padanya, tak mungkin jika aku menerimanya karena dia pria tampan, bukankah itu klise sekali?.
“ Mianhae Kyuhyun-ssi, aku tidak bisa menerimamu. Aku….belum memiliki rasa apapun padamu. Jeongmal mianhae” jawabku sambil melepaskan genggaman tangannya. Dia terlihat shock. Diapun menunduk dan mengalihkan pandangannya.
“ Kkeureyo? Baiklah jika begitu….aku tak akan memaksa. Tapi jangan menyesal akan keputusanmu Sooyoung-ssi. Aku…pergi dulu. Maaf mengganggu waktumu. Aku harap…kita bisa jadi teman” ujarnya lalu pergi meninggalkanku. Apa dia marah? Bukankah seharusnya dia tidak marah jika wanita yang ia cintai menolaknya, itupun jika dia benar-benar mencintaiku.
“ Mmmph” jeritku tertahan ketika seseorang membekap mulutku dengan sapu tangan. Saputangan itu telah dilumuri obat bius sehingga membuatku pusing dan pingsan…

***
Aku berusaha membuka mataku yang terasa berat. Betapa kagetnya diriku begitu menyadari keadaanku saat ini, tangan dan kakiku terikat dengan kuat serta lakban dimulutku. Aku berusaha mengeluarkan seluruh tenaga yang aku bisa namun aku terlalu lemah sekarang. Aku mulai mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan ini. Aku baru menyadari kalau aku tengah berada dikamar seseorang.
Seluruh tembok dikamar ini dipenuhi dengan photoku. Yang aku bingungkan adalah aku tidak merasa di photo dengan pose seperti itu. Semua terlihat seolah-olah photo itu diambil diam-diam. Ditembok kamar tertempel kertas bertulisan beberapa nama mantan kekasihku dan disudut bawahnya tertulis DIE yang kuyakini ditulis dengan darah. Perasaan takut mulai menyelimutiku.
“ Annyeong Sooyoung-ssi” ucap seseorang dengan nada dingin. Aku menoleh kearah orang yang baru memasuki kamar. Dia memakai topeng yang menutupi mata hingga hidungnya sehingga aku tidak bisa melihatnya. Senyum menakutkan terlukis diwajahnya. Dia mendekatiku dan merengkuh daguku.
“ Akh~” pekikku pelan ketika dia mencabut lakban dimulutku dengan paksa. Dia hanya tersenyum dingin dan duduk disampingku.
“ Bisakah kau menghitung berapa banyak photomu dikamarku? Mungkin kau tidak bisa menghitungnya tapi aku tahu persis, ada 5231 dan aku dapat menghapal semua posenya. Tahu berapa banyak ukiran namamu ditubuhku? Totalnya ada 73, baik tattoo maupun ukiran pisau. Mungkin aku tidak bisa menghitung berapa tetes darah yang aku keluarkan tapi totalnya ada dua botol penuh, hebat kan?” ujarnya panjang lebar dan membuatku bergidik ngeri. “ Kau tahu kenapa semua mantan kekasihmu memutuskanmu? Itu karena aku. Aku menghajar mereka dan memaksa mereka memutuskanmu. Jika mereka benar-benar mencintaimu harusnya mereka tidak akan menyerah secepat itu, cinta mereka hanya ilusi dan permainan belaka, sangat menjijikan!”.
“ Siapa kau sebenarnya?” seruku frustasi. Dia menatap wajahku sebentar dan tersenyum lalu kemudian bangkit dari duduknya. Tak lama kemudian dia membuka kaus yang dikenakannya, betapa terkejutnya aku begitu melihat tubuhnya.
Tubuh sixpacknya terdapat banyak luka timbul bertuliskan namaku, bahkan dengan jarak seperti ini aku masih bisa membacanya dengan jelas. Diapun mengambil dua buah botol berisi cairan merah dan menuangkannya disebuah gelas. Dengan menggunakan kuas yang cukup besar ia menulis sesuatu pada kertas putih yang tertempel dilemarinya menggunakan darahnya itu. CHO KYUHYUN : DIE, itu yang ditulisnya.
“ Bukankah sudah kubilang untuk tidak dekat-dekat dengan namja lain? Tapi kenapa kau tidak mengindahkannya? Jangan salahkan aku kalau namja jelek ini mati kehabisan darah” ujarnya. Dia membuka lemari itu dan seketika itu juga sesosok tubuh yang tidak berdaya langsung mendesak keluar. Mataku membelakak ketika melihatnya.
“ K..kyuhyun?” ujarku lirih. Namja bertopeng itu mengambil pisau yang ada diatas mejanya dan mulai mendekati tubuh Kyuhyun yang tak berdaya.
“ Selamat tinggal Cho Kyuhyun” ucapnya sambil menggores dengan dalam pisau itu ke lengan Kyuhyun beberapa kali. Rintihannya begitu menyayat hati.
“ STOP! HENTIKAN!” teriakku dan langsung menghentikan aktivitas namja bertopeng itu. Dia menoleh kearahku. Air mataku meledak seketika. “ KENAPA KAU MENYIKSA KYUHYUN? DIA TIDAK BERSALAH, DIA HANYA KORBAN DISINI!. JIKA KAU BENCI AKU DEKAT DENGAN NAMJA LAIN, SIKSA AKU, JANGAN MEREKA!. BUKANKAH KAU MENCINTAIKU? JADI INI YANG KAU SEBUT CINTA? MEMBUATKU MENDERITA DENGAN MENYAKITI ORANG-ORANG YANG AKU SAYANGI? KAU JAHAT, PENIPU, KAU aah~”. Dia menampar pipiku dengan sekuat tenaga. Aku hanya bisa menangis karena pipiku yang memanas.
“ KENAPA KAU TIDAK MENGERTI JUGA HAH?” teriaknya. Dia mencengkram pipiku dan menatapku tajam. “ Aku mencintaimu, tak mungkin aku menyiksamu. Aku melakukan ini untukmu, mereka bukanlah pria yang pantas untukmu”
“ JADI KAU PIKIR KAU ADALAH PRIA YANG PANTAS UNTUKKU?” seruku dengan suara melengking. “ Siapa kau sebenarnya?”. Dia membuka topengnya dan langsung mencium bibirku kasar. Aku masih dilanda rasa tidak percaya, dia….
“ C…Changmin?” tanyaku lirih. “ Kenapa kau lakukan ini padaku? Bukankah kita teman?”.
“ Aku tidak tahan lagi, setiap pagi Kyuhyun selalu meletakkan surat cinta untuku dan mengatakan betapa dia mencintaimu. Aku benci itu dan aku selalu membuangnya. Setelah itu akulah yang memberikan surat yang kau terima terima akhir-akhir ini. Aku yang menghajar semua kekasihmu, aku yang membekapmu, semua itu aku” akunya sambil tertunduk.
“ Tapi…kenapa?”
“ Bukankah sudah kubilang? Aku……mencintaimu”. Diapun mencium bibirku namun kali ini dengan lebih lembut. Air mata kembali membasahi pipiku. Changmin-ah, aku tak menyangka kau adalah orang seperti itu, kau…..membuatku takut dan nyaman disaat yang bersamaan…
———————————————————————————————————————-
FF ChangSoo kedua saya,, ahahahahahhahahahah
RCL yaaa

24 responses

  1. kyaaaaaaa……..
    changpaaaa………
    aku tidak menyangkaaaa🙂

    author, ayo lanjutannyaaa….
    gimana nasib mereka?? huaaaa, aku deg2an baca ffmu authorrr…
    ngeri bgt changpa sampai segitunya sama soo onniekuuu….

    author fighting!!!😀

  2. changmin oppa ko sadis banget sie kasihan kyuhyunnya…hahahaha
    knpa oppa gag jujur aja sie????mungkin kl jujur, soo unnie jg bakal membalas perasaan oppa……
    oy,author lanjut y ceritanya soalnya gantung pas akhir ceritanya

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s