Reds Team ( Oneshoot )

Author             :   Sunshineer

Genre             :   Romance, Friendship, School

Rated              :   PG-15

Main Cast      :  –    Cho Kyuhyun aka Kyuhyun Super Junior

–         Lee Sun Kyu aka Sunny SNSD

–         Lee Sungmin aka Sungmin Super Junior

–         Choi Sooyoung aka Sooyoung SNSD

___________________________

 Annyeong chingu ^^

apa kabar? udah lama ngga ngepost cerita nih. hehehe

Ini FF oneshoot pertama aku. Harap maklum ya kalau aneh.

Ini original bikinan aku, jadi jangan jadi Copycat yaaa!!!

Happy Reading ^^

_____________________________

Kyu adalah siswa yang paling berbakat disekolahnya dalam bermain sepak bola, dia juga siswa yang berprestasi dalam banyak pelajaran. Tapi tidak hanya itu saja, dia juga memiliki wajah yang tampan. Jadi, tidak aneh lagi jika banyak siswa perempuan yang menyukainya.

Sahabat baiknya, Sunny, adalah gadis manis yang energik. Dia juga tidak kalah pintar dari Kyu, walaupun terkadang dia sering melakukan hal-hal bodoh. Sunny juga memiliki keahlian lain, yaitu membuat orang disekitarnya merasa nyaman dan bahagia bila berada didekatnya. Itulah sebabnya Kyu sangat  betah berlama-lama dengan Sunny.

Karena kedekatan Kyu dan Sunny, banyak yang mengira kalau mereka itu berpacaran.Parasiswa perempuan yang menyukai Kyu sempat kecewa mendengar kabar itu, tapi kemudian Sunny menjelaskan bahwa dia dan Kyu hanya berteman dan tidak memiliki hubungan khusus selain pertemanan.

“ Sunny!!” Panggil Kyu ketika menyadari bahwa Sunny berjalan dihadapannya.

Sunny berbalik menghadap Kyu dan melambaikan tangannya ke arah Kyu. “ Hai Kyu!”

Dan sekarang mereka berdua berjalan memasuki sekolah menuju kelas mereka yang berada dilantai dua. Kebetulan tahun ajaran baru ini Kyu dan Sunny satu kelas, setelah sebelumnya mereka tidak satu kelas. Tiba dikelas mereka langsung memilih tempat duduk yang berdekatan.

“  Kau mau kemana Kyu? Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.” Tanya Sunny yang melihat Kyu berjalan keluar kelas.

“ Toilet.” Jawab Kyu singkat

Brukkkk~

Seorang siswa perempuan jatuh tersungkur setelah menabrak Kyu, sedangkan Kyu tetap berdiri tegap.

“ Kau tidak apa-apa?” tanya Kyu dan membantu gadis itu bangun dari lantai.

“ Maafkan aku. Ini semua salahku.”

“ Tidak apa-apa.”

“ Maaf, kalau begitu aku duluan.”

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah dan brukkk~

Gadis itu jatuh. Kyu yang melihatnya segera berlari membantu gadis itu. Dan membantunya kembali berdiri.

“ Kakimu terkilir?” tanya Kyu.

“ Sepertinya iya.”

“ Kalau begitu aku antar kau ke UKS.” Kyu membopong gadis itu dan mengantarkannya ke UKS.

“ Terima kasih.” Ucap gadis itu setelah Kyu mengantarkannya ke UKS.

“ Iya. Aku duluan.” Pamit Kyu.

“ Tu-tunggu sebentar.” Cegah gadis itu

“Adaapa?”

“ Namaku Sooyoung, Siswa tingkat pertama. Dan kau?”

“ Aku Kyu, tingkat dua.” Jawab Kyu langsung berjalan keluar, tanpa menunggu respon dari gadis itu.

Bel masuk sudah berbunyi ketika Kyu menolong gadis itu untuk membawanya ke UKS. Hari pertama masuk sekolah Kyu sudah terlambat masuk kelas.

“ Maaf saya terlambat.” Ucap Kyu seraya membungkukkan badannya.

“ Cepat duduk!” perintah guru itu.

“ Terima kasih.”

“ Dari mana saja kau?” tanya Sunny dari tempat duduknya

“ Tadi ada sedikit kecelakaan.” Jelas Kyu

“ Kecelakaan?!” Sunny terlihat begitu terkejut

“ Nanti aku ceritakan.” Lanjut Kyu

Hari ini Kyu ada latihan sepak bola bersama tim sekolah. Kyu meminta Sunny untuk menemaninya latihan hari ini. Nyatanya bukan hanya Sunny yang datang untuk melihat Kyu latihan,  tapi banyak siswa perempuan mulai dari tingkat satu sampai tingkat dua datang untuk melihat Kyu. Sejak latihan di mulai mereka selalu meneriakan nama Kyu.

“ Mana air minumku?” tanya Kyu pada Sunny yang duduk dibangku penonton. Siswa perempuan lain hanya bisa diam memperhatikan mereka berdua.

“ Sudah habis. Tunggu sebentar akan aku belikan.” Jawab Sunny

Ketika Sunny berdiri dari tempat duduknya seseorang datang memberikan sebuah botol air mineral pada Kyu.

“ Ini untukmu Sunbae.” Sooyoung mengulurkan sebotol air mineral ke arah Kyu.

“ Terima kasih.” Tanpa pikir panjang Kyu mengambil botol itu. Sunny hanya bisa diam melihat hal itu.

Setelah Sooyoung beranjak dari hadapan mereka berdua, Sunny mulai bertanya pada Kyu.

“ Siapa dia?” tanya Sunny penasaran.

“ Anak yang aku tolong waktu itu.” jelas Kyu.

“ Oh. Dia cantik ya?” lanjut Sunny

“ Iya, dan dia lebih tinggi darimu.” Ejek Kyu

“ Hei Kyu!!!” belum selesai Sunny marah, Kyu sudah meninggalkannya dan berlari menuju lapangan untuk kembali berlatih.

Sejak hari itu, Sooyoung selalu datang ketika Kyu sedang berlatih. Sunny mulai merasa bahwa Sooyoung menyukai Kyu, karena gadis itu selalu saja berusaha untuk mendekati Kyu. Menyadari hal itu, Sunny mulai merasa tidak nyaman.

“ Sunbae aku bawakan makan siang untukmu.” Tiba-tiba Sooyoung datang ke kelas Kyu dengan membawa dua buah kotak makan.

Kyu yang saat itu sedang mengobrol dengan Sunny sangat terkejut melihat kedatangan gadis itu.

“ Apa?” tanya Kyu menegaskan

“ Aku bawakan makanan untukmu.” Lanjut Sooyoung seraya mengangkat bekal makanan ditangannya.

“ Terima kasih, tapi aku akan pergi makan dengan Sunny.” Tolak Kyu

“ Tidak apa-apa Kyu. Aku makan sendiri saja.” Lanjut Sunny dan beranjak pergi.

“ Ayo makan bersama-sama!!” Sooyoung terlihat begitu bersemangat

Sunny merasa sangat bosan berdiam diri dirumah. Ayah dan ibunya sedang pergi. Dari tadi pagi Sunny hanya menghabisan waktu didalam kamar dan bermain video game.

Ketika dia sedang membaca majalah game, ternyata ada berita bahwa video game terbaru yang ditunggu-tunggu Sunny sejak lama hari ini diluncurkan. Dia sangat ingin membeli video game itu. Dan berniat mengajak Kyu untuk menemaninya.

Tak lama Sunny sudah memegang ponsel, dan menekan sebuah nomer telepon. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Kyu mengangkat ponselnya.

‘ Yoeboseyo?’ Suara Kyu terdengar

“ Kyu!! Kau harus mengantarkan aku keGameCenter, SEKARANG!!!” Sunny berbicara dengan semangat diponselnya

‘ Maaf Sunny, aku sedang keluar bersama seseorang.’ Jawab Kyu dengan suara yang terdengar menyesal.

“ Siapa?” suara Sunny terdengar kecewa.

‘ Sooyoung. Maafkan aku.’ Jelas Kyu

“ Oh. Ya sudah, kalau begitu sampai jumpa” Sunny langsung menutup ponselnya.

Sekarang Kyu lebih sering menghabiskan waktunya bersama Sooyoung daripada bersama Sunny. Sunny dan Kyu hanya bisa berbicara bersama ketika berada dikelas, itupun waktu pelajaran.

Ketika Sunny sedang duduk sendirian dikelas, Sooyoung datang menemuinya. Dan mengajak Sunny untuk berbicara berdua saja. Sunny merasa ada yang aneh dengan Sooyoung.

“ Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Tanya Sunny pada gadis yang berdiri dihadapannya.

“ Jauhi Sunbae!” perintah Sooyoung

“ Apa maksudmu?” tanya Sunny tidak percaya

“ Jauhi Kyu Sunbae! Kau hanya jadi beban untuknya saja.”

“ Omong kosong apa itu? Kyu tidak akan merasa seperti itu.”

“ Kyu sunbae sendiri yang bilang padaku, kalau kau hanya parasit yang mengganggu hidupnya saja!” jelas Sooyoung

“ Kau pikir aku percaya? Aku tidak akan menjauhinya.” Sunny jelas tidak percaya.

“ Dasar gadis murahan!!” bentak Sooyoung.

“ Apa maksudmu?”

“ Kau gadis murahan yang tidak tahu malu!!!” lanjut Sooyoung mengulang perkataannya.

“ Kau ini!!”

Plak~

Kyu masuk kedalam kelas dan melihat Sunny menampar Sooyoung. Kyu tidak percaya, bahwa Sunny bersikap kasar pada Sooyoung.

“ Apa yang kau lakukan?” tanya Kyu pada Sunny

“ Sunbae!!” rengngek Sooyoung pada Kyu

“Adaapa ini?” tanya Kyu pada Sooyoung

“ Dia bilang aku harus menjauhimu. Tapi aku bilang tidak mau, dia malah menghinaku dan menamparku.” Jelas Sooyoung bohong.

“ Yaaa! Dasar pembohong!” teriak Sunny

“ Aku tidak bohong!” Sooyoung membela diri

“ Kau bohong!!” Tegas Sunny

“ Sudah cukup! Sunny benarkah itu?” sela Kyu

“ Kau percaya padanya?” Tanya Sunny tidak percaya Kyu bicara seperti itu

“ Jawab aku!!”

“ Kau percaya padanya dibandingkan aku?!” tanya Sunny lagi.

“ Aku melihatnya sendiri, kalau kau menamparnya.” Lanjut Kyu

“ Baik kalau kau percaya padanya. Iya, yang dia katakan memang benar!!!!” Sunny berlari pergi meninggalkan Kyu dan Sooyoung. Tanpa sadar Sunny meneteskan air matanya.

Sejak kejadian itu Sunny selalu menghindar bila Kyu mendekatinya. Dikelas juga Sunny lebih banyak diam, dan tidak menghiraukan Kyu bila mengajaknya berbicara.

Sudah satu bulan lebih Sunny bersikap seperti itu pada Kyu. Walaupun sebenarnya Sunny sangat merindukan saat-saat bersama Kyu. Sunny hanya kecewa karena Kyu lebih mempercayai Sooyoung dari pada dirinya, ituah sebabnya Sunny lebih memilih menjauhi Kyu.

Kyu sendiri juga merindukan Sunny. Tanpa Sunny dia merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya. Dia merasa semangatnya hilang. Meskipun Sooyoung selalu berada didekatnya, tapi Kyu merasa dia selalu sendiri.

“ Sunny, ayo pulang denganku!” Kyu menarik tangan Sunny dan mengajaknya berjalan.

“ Lepaskan aku!!” Sunny melepaskan genggaman tangan Kyu dengan kasar.

“ Kau ini kenapa?” tanya Kyu.

“ Sunny maafkan aku membuatmu menunggu lama.” Tiba-tiba Sungmin sudah berada dihadapan Sunny dan Kyu dengan nafas terengah-engah.

“ Iya tidak apa-apa. Ayo kita pulang!” Sunny menarik Sungmin dan meninggalkan Kyu sendirian.

Sejak berjauhan dengan Kyu, Sunny memang dekat dengan Sungmin, dan Kyu mengetahui hal itu. Sungmin adalah teman sekelas Kyu dan Sunny, dia orang yang baik.

Ketika pelajaran matematika dimulai, diam-diam Kyu memperhatikan Sunny. Kyu ingin mengajak Sunny melihat pertandingannya, tapi dia takut Sunny menolaknya.

“ Hari ini ada pertandingan finalku. Aku mau kau datang melihatku. Aku berikan dua tiket ini padamu, kalau-kalau kau mau mengajak seseorang bersamamu. Datanglah Sunny.” Jelas Kyu penuh harap seraya menaruh tiket diatas meja Sunny.

Sunny hanya duduk diam melihat dua lembar tiket itu. Sunny tidak langsung mengambil tiket itu, dia membiarkan tiket itu tergeletak begitu saja dimejanya.

Melihat Sunny seperti itu, Kyu hanya bisa berharap Sunny mau datang melihatnya bertanding hari ini. Meskipun ia tahu Sunny tidak akan datang.

“ Aku hanya ingin kau datang Sunny. Tapi jika kau tidak mau itu hakmu.” Tanpa sadar Kyu berbicara dengan nada yang cukup keras, hingga membuat seluruh pandangan tertuju pada mereka berdua..

“ Kyu! Jika kau tidak suka mengikuti kelas ini, silahkan keluar.” Perintah Minho Seosangnim.

“ Maaf seosangnim, aku tidak akan berisik lagi.” sesal Kyu dan pelajaran pun kembali dilanjutkan. Kyu menarik nafas panjang dan diam-diam memperhatikan Sunny.

Setengah jam sebelum pertandingan dimulai, lapangan pertandingan sudah dipenuhi oleh supporter dari masing-masing tim. Kyu merasa sedikit tegang. Tapi dia harus bisa bermain dengan baik hari ini, dia tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun.

Tim Kyu memenangkan pertandingan hari ini. Kyu melihat kesekeliling bangku penonton, tapi dia tidak menemukan Sunny di keramaian.

“ Kyu ada yang mencarimu.” Pemain lain memberitahukan bahwa ada yang mencari Kyu.

“ Siapa? Sunny?” tanya Kyu penuh harap.

“ Bukan, tapi Sooyoung.” Jawabnya

Dengan malas Kyu berjalan keluar ruang ganti. Disana Sooyoung sedang duduk dibangku yang berada tepat diseberang pintu ruang ganti.

“ Sunbae!!”

“Adaapa Sooyoung?” tanya Kyu

“Adayang ingin aku bicarakan padamu.”

“ Apa itu?”

“ Lebih baik kita membicarakannya diluar.”

Suasana lapangan yang ramai, sekarang berubah menjadi sangat sunyi. Terlihat Kyu dan Sooyoung berjalan dari dalam gedung menuju tengah lapangan.

“ Sunbae aku menyukaimu. Aku ingin menjadi yeojachingumu.” Kyu terlihat sangat terkejut mendengar perkataan Sooyoung.

Setelah lama berpikir akhirnya Kyu menjawab, “ Kau ini bercandakan?”

“ Aku serius Sunbae, aku menyukaimu.” Lanjut Sooyoung

“ Sooyung, maaf aku tidak bisa. Kau tahu aku hanya menganggapmu sebagai seorang teman, tidak lebih.”

Lama mereka terdiam dalam kesunyian. Sooyoung terlihat begitu kecewa mendengar jawaban dari Kyu.

Sooyoung mulai kembali berbicara, “ Kau bisa menganggapnya lebih dari teman, tapi kenapa kau tidak bisa seperti itu padaku?”

“ Apa maksudmu?”

“ Aku tahu kau menyukai Sunny-Sunbae.”

“ Kau ini bicara apa?”

“ Sudahlah Sunbae, jangan bohongi perasaanmu lagi. Kau tidak bisa membodohi aku, karena aku dapat melihat itu dengan jelas.”

Kyu terdiam.

“ Sunbae kau tidak bisa bersamanya, kau hanya boleh bersamaku.” Tiba-tiba Sooyoung sudah memeluk erat Kyu.

Kyu berusaha melepaskan pelukan Sooyoung. Sebelum pelukannya lepas, Sunny datang dan melihat Kyu dan Sooyoung.

“ Kyu?” Sunny tanpa sadar menyebut nama Kyu

“ Sunny?” Kyu berbalik dan menghadap Sunny.

“ Maaf aku mengganggu.” Sunny segera berlari meninggalkan Kyu dan Sooyoung

“ Sunny tunggu!” Kyu bersiap mengejar Sunny, tapi Sooyoung mencegahnya.

“ Lihat? Jika kau hanya menganggapnya sebagai teman, kau tidak akan mengejarnya.” Tangan Sooyoung memegang erat tangan Kyu.

“ Terima kasih kau sudah mau datang.” Kyu datang menghampiri Sunny, beberapa saat setelah bel istirahat dibunyikan.

“ … “ Sunny diam tanpa menghiraukan Kyu.

“ Sunny ayo kita makan siang.” Sungmin yang tadi sibuk membereskan mejanya, sudah berdiri didepan pintu dan mengajak Sunny keluar.

“ Nee, Minnie.” Sunny segera beranjak dari tempat duduknya.

“ Tunggu?” cegah Kyu dan memegang tangan Sunny.

“ Apa?” dengan kesal Sunny membalas

“ Kau pacaran dengannya?” Kata itu keluar begitu saja dari mulut Kyu.

“ … “ Sunny terlihat menyesal dan pergi meninggalkan Kyu sendiri.

Tiba-tiba badan Kyu terasa lemas. Dia tidak bisa menerima bila Sunny benar-benar berhubungan dengan Sungmin. Dia menyesali dirinya sendiri karena selama ini dia telah mengabaikan perasaannya terhadap Sunny. Dan sekarang Sunny sudah bersama orang lain.

“ Selamat ya!” ucap Kyu pada Sungmin yang sedang duduk sendiri dikelas.

“ Untuk apa?” tanya Sungmin masih sibuk membaca buku yang ada ditangannya.

“ Kau benar-benar orang yang beruntung.” Lanjut Kyu

“ Kyu apa maksudmu?” Sungmin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Kyu, dan sekarang dia menatap Kyu heran.

“ Kau harus membuatnya bahagia.” Lanjut Kyu tanpa memperdulikan pertanyaan Sungmin.

“ Yaaaa!! Kyu aku tidak mengerti apa maksudmu?” tanya Sungmin yang bertambah heran.

“ Kau tidak usah berteriak seperti itu, aku hanya ingin mengucapkan selamat karena kau telah menjadi pacar Sunny.” Jelas Kyu pada Sungmin.

“ Kau ini bicara apa?” Sungmin kembali membaca bukunya.

“ Kau tidak usah seperti itu, aku hanya ingin kau menjaganya dengan baik jangan sakiti dia, karena dia begitu berharga untukku.” Lanjut Kyu tanpa henti dengan sedikit kesal melihat sikap Sungmin yang terlihat tidak peduli.

“ Kalau dia berharga untukmu, kenapa kau membiarkannya bersamaku?.” Sungmin bicara tanpa melihat Kyu.

“ Yaa!! Aku.. aku…” Kyu bingung harus menjawab apa..

“ Aku rasa Sunny telah salah menyukai orang sepertimu.” Jelas Sungmin yang masih tidak terlihat peduli.

“ Apa maksudmu? Dia menyukaiku?” Kyu merasa tenggorokannya tercekat ketika Sungmin menyatakan bahwa Sunny juga menyukai Kyu.

“ Yaa Kyu!! aku pikir kau orang yang pintar, tapi masalah ini saja kau tidak tahu. Seharusnya kau merasakan hal itu, kalau Sunny menyukaimu.” Kali ini Sungmin terlihat geram pada Kyu.

“ … “ Kyu terdiam

“ Satu lagi yang harus kau tahu, dia sangat sedih ketika dia tahu kau tidak percaya padanya.” Lanjut Sungmin

“ Apa maksudmu? Aku selalu mempercayainya.”

“ Kau tidak ingat?” Sungmin menyipitkan matanya.

“ Apa?” Kyu tidak mengerti.

“ Saat dia menampar Sooyoung.”

“ Tapi aku melihat dia yang menampar Sooyoung.” Bela Kyu.

“ Yaa dia memang menampar Sooyoung karena Sooyoung telah menghinanya dan memaksanya untuk menjauhimu.” Jelas Sungmin

“ Benarkah itu?”

“ Ya. Sudahlah, lebih baik kau minta maaf, dan kembali padanya.”

“ Aku benar-benar bodoh!” sesal Kyu

“ Sudahlah tidak adanya au menyesali hal itu, lebih baik kau temui dia.”

“ Sungmin terima kasih, telah menjaganya selama ini.”

“ Iya.”

Tok tok tok

“ Ya masuk.” Perintah Sunny

“ Hai, apa kabar?” Tiba-tiba Kyu sudah berdiri tegap disamping Sunny.

“ Kau? Apa yang kau lakukan disini?” Sunny berusaha untuk menahan diri dihadapan Kyu. Dan kembali sibuk mengerjakan sesuatu.

“ Ya memangnya aku tidak boleh datang kesini lagi?” Kyu duduk didekat Sunny.

“ Aku pikir kau sudah lupa jalan kerumahku.” Ejek Sunny masih ketus.

“ Hahahaha, kau ini.” Kyu mengacak-ngacak rambut Sunny dengan menyunggingkan senyum manisnya.

“Adaapa kau datang kesini? “

“ Sebelum aku jawab cepat ganti bajumu, dan ikut aku.” Perintah Kyu.

“ Kemana?”

“ Sudahlah jangan banyak tanya. Aku tunggu dibawah.” Kyu sudah berdiri dari posisi duduknya.

“ Aku malas.” Sunny malah membaringkan diri di tempat tidur.

“ Apa perlu aku yang mengganti bajumu.” Kyu bersiap menarik Sunny, tapi sebelum itu Sunny sudah bangun terlebih dahulu.

“ Yaaa baik-baik aku ganti. Cepat keluar!!” Sunny mendorong Kyu keluar kamar.

Kyu mengajak Sunny ke taman bermain yang sering mereka datangi, yang tak jauh dari rumah mereka. Sekarang mereka duduk disebuah bangku taman, dibawah cahaya lampu yang menerangi mereka berdua.

“ Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Sunny tanpa basa-basi.

“ Maafkan aku!”

“ Apa?!” Sunny menegaskan.

“ Maafkan aku.” Ulang Kyu sekali lagi.

“ Untuk apa?” Tanya Sunny singkat.

“ Karena aku tidak percaya padamu dan membuatmu sedih selama ini.” Jelas Kyu dengan nada penyesalan yang terdengar begitu jelas dari suaranya.

“ … “ Sunny diam.

“Aku sangat menyesal Sunny. Semua ini memang salahku, aku harap kau mau memaafkan aku.”

“ Sudahlah Kyu lagi pula ini bukan salahmu.” Sunny tersenyum kepada Kyu, dan menyembunyikan rasa sedihnya.

“ Aku benar-benar menyesal.” Kali ini Kyu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“ Yaa Kyu sudahlah. Aku sudah memaafkanmu.” Sunny mendongkakkan wajah Kyu kearahnya. Hingga sekarang mereka terpaku pada apa yang mereka lihat.

“ Apa yang kau lihat?” Tanya Sunny yang tersadar dari pikirannya dan tangannya melepaskan wajah Kyu.

“ Aku mencintaimu Sunny.”  Dengan yakin Kyu menyatakan perasaannya pada Sunny. Sunny terlihat terkejut dan diam sejenak.

“ Kau bercanda?” Lanjut Sunny kembali.

“ Aku benar-benar mencintaimu.” Kali ini Kyu terlihat begitu serius.

Sunny tidak bisa berkata apa-apa, Kyu tetap melihat wajah Sunny. Dia tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Sunny.

Dan tiba-tiba Kyu mendekatkan wajahnya ke wajah Sunny. Dekat, semakin dekat, semakin dekat, Sunny dapat merasakan hembusan nafas Kyu menerpa wajahnya. Walaupun malam ini terasa begitu dingin, tapi hembusan nafasnya terasa begitu hangat diwajahnya, dan dapat membuat Sunny begitu nyaman. Perlahan demi perlahan Sunny memejamkan matanya.

“ Aku juga menyukaimu Kyu.” Ucap Sunny sebelum kedua bibir mereka saling bertemu.

Cup~

Lembut dan hangat.

The End

___________________________

Terima kasih udah baca, jangan lupa dikomen yaa!!!

Wajib komen, hehehe ^^

15 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s