(Oneshoot) I Always Love You

Author: Chen Hye

Genre: Romance, Love

Length: One shoot

Rating: G

Main cast: Lee Chen Hye OC , Kyu Hyun Super Junior, Ji Hyun 4Minute, Jessica SNSD, Tiffany SNSD, Sunny SNSD

Hai! annyeong. Author Chen Hye muncul lagi!🙂 perasaan baru beberapa hari yg lalu ni author posting FF? hehe, emang! Author lg rajin nih..😀 Author kembali muncul dengan FF yang mungkin reader udh prnh baca, mian T.T

FF ini udah pernah author posting di beberapa blog. Jangan lupa comment ya.. soalnya author perlu bgt comment sebagai masukan dan referensi agar author lebih baik lagi dalam menulis. Ok, Happy Reading!

Chen Hye POV

Aku menyandarkan tubuh ku dengan kasar ke tembok dibelakang ku. Menggaruk-garuk kepala ku yang tidak gatal, menengokan kepala kesana kemari, sibuk mencari sesuatu. Ya, aku yakin orang yang melihat ku pasti tahu aku sedang gelisah. Benar! Aku memang sedang gelisah. Sudah 1 jam aku berdiri didepan perpustakaan ini, bukan karena aku takut masuk ke perpustakaan karena penjaga perpustakaannya galak, tapi aku sedang  menunggu Kyu Hyun. Namja idaman ku.

“ Alright~ Alright~ “ (lyric lagu Mr. Simple) Aku segera menolehkan kepala ku saat mendengar  suara yang ku kenal.

“ Cho Kyu Hyun? “ desah ku senang. Akhirnya aku bisa melihatnya, huh~ tidak sia-sia aku membolos pelajaran Gayoon songsaengnim (Sebenarnya dikelas ku sedang berlangsung pelajaran Matematika yang diajari Mrs. Gayoon. Hari ini aku sedang malas mengikuti pelajarannya, solanya wanita itu selalu saja berpidato didepan kelas, bukannya mencoret-coret papan tulis untuk menghitung, hah~ ><.)

Aku segera merapikan rambut ku yang berantakan (gara-gara aku terlalu gusar garuk-garuk kepala) dan segera mengikuti namja yang sedang berjalan santai dengan earphone di telinganya menuju sebuah meja kosong. Aku berjalan mengendap-endap dibalik rak-rak buku sembari memperhatikan Kyu Hyun yang tenggelam dalam alunan earphonenya. Setelah menemukan sebuah buku (yang ku ambil asal-asalan) aku duduk disebuah meja yang tidak terlalu jauh dari Kyu Hyun. Seperti seorang kutu buku, dengan gayanya aku membuka ensiklopedia besar dan mendirikannya tepat didepan ku, sehingga yang terlihat  hanya mata ku saja.

Tentu saja tujuan ku bukan untuk membaca tapi memandangi wajah Cho Kyu Hyun. Oke, kau pasti berpikir aku ini wanita bodoh yang dengan relanya membolos pelajaran demi melihat seorang lelaki. Yah, memang benar, itu kenyataan. Aku memang menyukai Kyu Hyun, sangat. Aku rela meninggalkan pelajaran dan lebih mementingkan nongkrong disini hanya untuk melihatnya, padahal jelas-jelas aku satu sekolah dengannya bahkan kelas ku bersebelahan dengannya, tentunya aku pasti setiap hari melihatnya. Tapi, aku tak bisa menahan rasa rindu ku padanya.

Rasanya setiap detik selalu ingin melihatnya. Sejak pertama kali masuk di sekolah ini dan pertama kali aku melihatnya, aku sudah memiliki perasaan yang berbeda padanya. Padahal aku belum mengenal siapa dia. Ini sudah 4 tahun aku menyukainya, aku memang selalu memperhatikannya dari jauh seperti ini. Aku memang tak ingin ia tahu isi hati ku padanya bahkan sikap ku yang selalu memperhatikannya dari jauh seperti ini, sangat memalukan. Tapi sebenarnya aku ingin dia mengetahuinya tapi, aku takut.

Takut ketika ia tahu yeoja jelek seperti ku menyukainya ia justru menghindari ku setiap kita berpapasan tanpa sengaja. Hah~ aku tak ingin tak bisa lagi melihatnya T.T

 

Hari ini hari terakhir ku bersantai-santai di sekolah, bukan apa-apa, minggu depan aku harus menghadapi UAS!!! Andwae! Aku harus serius belajar agar nilai ku tidak jeblok. Hah, Goodbye funny day T.T. Tapi ada yang lebih menyedihkan lagi, sementara aku tidak bisa bertemu dan melihat wajah Cho Kyu Hyun, secara tempat UAS kami berbeda (kami berdua beda tingkatan, aku masih tingkat 4 sedangkan dia tingkat 6, tingkat 1-5 menjalani UAS disini, sedangkan 6-10 menjalaninya di sekolah lain, aku juga tidak mengerti kenapa bisa begitu –`) Aku pasti akan sangat merindukannya.

 

Akhirnya hari H nya tiba, hari yang rasanya tak ingin terjadi dalam hidup ku telah didepan mata. Aku memulai aktivitas sekolah ku tanpa melihatnya. Dengan langkah lunglai, aku memasuki kelas ku dan duduk dibangku ku. Kertas ulangan sudah siap diatas meja ku dan 3 dosen sudah siap berdiri dimasing-masing posnya. Tapi, pikiran ku masih saja tertoreh pada Kyu Hyun.

Bodohnya aku, bukannya mengingat pelajaran, justru mengingat wajah lelaki itu. Hah! Sepertinya aku mulai merindukannnnya, padahal ini bahkan belum sampai 1 hari!

 

Aku termenung sembari memainkan sepiring mie didepan ku. UAS sudah berakhir (akhirnya), tinggal menunggu hasilnya saja. Yeah, semoga mukzijat menghampiri diri ku. Jujur saja, aku banyak lupa dan mengasal menjawab soal-soal UAS, karena setiap kali belajar, ah entahlah, kenapa otak ku ini selalu tertuju pada Kyu Hyun, sedang apa dia sekarang? Apa dia baik-baik saja? Apa dia sedang mendengarkan lagu? Atau sama seperti ku, dia sedang memikirkan seseorang? Mungkin itu aku.

Mimpi aja! Ya.. kalimat-kalimat itu justru yang terputar diotak ku. Apa otak ku hanya dipenuhi dirinya? Ini gila! Sampai hari ini, namja itu belum kembali juga ke sekolah, apa yang dia lakukan? Dimana dia sekarang? Hah, aku begitu merindukannya. Sekarang aku benar-benar bosan bahkan tak berselera menyantap mie yang aromanya begitu menggugah hidung ku.

Sekarang aku justru ingin sekali mendengarkan sedikit saja suaranya ketika ia sedang bersenandung di perpustakaan bersama earphonenya, rindu akan senyumannya, tatapan matanya, bahkan cara berjalannya itu, sangat cool. Oh, Cho Kyu Hyun kau membuat ku buta!

 

Siang ini begitu panas. Aku memilih memakan ice cream bersama Jessica, Tiffany, dan Sunny. Mereka bertiga adalah sahabat ku (kata orang-orang) tapi, bagaimana ya? Menurut ku mereka tidak bisa disebut sebagai sahabat ku. Sahabatkan biasanya selalu ada setiap sahabatnya dalam keadaan galau, senang, atau apa saja yang terjadi dengan sahabat itu, tapi mereka justru sangat-sangat jarang bersama ku.

Karena kami sebenarnya memiliki kesibukan dan sifat yang sangat bertolak belakang dengan diri kami masing-masing. Jujur saja, aku juga tak tahu bagaimana kami bisa disebut sahabat oleh orang-orang disekitar kami, tapi aku pernah mendengar, katanya karena wajah kami itu mirip.

Cantiknya, senyumannya, tingginya, cara berjalannya, bahkan tatapan matanya sangat mirip sekali. *Author eksis :D* Kita sebut saja mereka teman.. dekat, ah! Bahkan aku saja masih sulit mengatakan itu. Lagi asyik-asyiknya menjilat ice cream, aku melihat Cho Kyu Hyun berjalan memasuki halaman sekolah.

Ah.. orang yang ku tunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Dia sangat tampan, lebih tampan dari biasanya, mungkin karena aku lama tak melihatnya. Tak banyak yang berubah darinya, dia masih seperti biasa, memakai earphone tapi tidak ditelinganya, tas hitamnya tergantung manis dipundak kirinya, tapi..

ada sesuatu yang sepertinya berubah, ada yeoja cantik disebelahnya. Yeoja itu cantik sekali, rambutnya panjang dan agak ikal, tubuhnya langsing, ideal, dan sexy seperti yeoja-yeoja pada umunya. Perfect sekali. Dan.. mereka sedang bergandengan tangan. “ Apa itu.. pacarnya? “ gumam ku pelan. Entahlah, tiba-tiba dada ku menjadi sesak, sulit bernafas, dan sepertinya sesuatu mengalir dipipi ku perlahan-lahan.

Tubuh ku melemah seketika, jari-jemari ku kaku hingga ice cream yang ku genggam jatuh ke tanah. “ Chen Hye sshi? Kau baik-baik saja? “ kata Sunny sembari menggoyang-goyangkan tubuh ku. Aku hanya terdiam dan masih memandangi pasangan itu. Mereka tersenyum, tertawa, aku belum pernah melihat Kyu Hyun sebahagia dan selepas itu, bahkan aku juga melihat Kyu Hyun merangkulnya.

“ Ada apa dengannya? “ Aku hanya mendengar sayup-sayup suara Jessica, Tiffany, dan Sunny yang mengkhawatirkan ku. Air mata ku semakin lama semakin deras mengalir di pipi ku hingga aku terduduk ditanah seperti ini.

Perasaan sakit ini sungguh berbeda ketika aku melihat dia dikerumbuni oleh yeoja-yeoja centil dan cantik yang merupakan fansnya, perasaan ini sungguh, sakit sekali. Seperti sebuah jarum yang perlahan-lahan menikam, kemudian jarum-jarum yang lainnya mulai ikut menikam semakin cepat.

 

Aku menyandarkan tubuh ku disebuah bangku panjang sembari memandangi hujan dari jendela di kamar ku. Perlahan-lahan aku meletakan earphone yang bertenger dileher ku di kedua telinga ku sembari mengotak-atik MP3 dan menekan sebuah judul lagu Hope is Dream Doesn`t Sleep.

Lagu ini mungkin sudah beribu-ribu kali terputar ditelinga ku, tanpa bosan sedikitpun aku selalu mendengarkan lagu ini setiap hari. Menurut ku, bait tiap bait itu bagaikan nafas untuk ku. Lyric lagu itu menggambarkan perasaan hati ku padanya. (*) Pikiran ku mulai teringat pada kejadian tadi siang, hati ku rasanya seperti menciut dan tersembunyi di dalam sebuah goa dan masuk begitu jauh.

Siapakah yeoja itu? Pacarnya? Sahabatnya? Sepertinya tak mungkin jika itu sahabatnya, apa rangkulan dan gandengan tangan dengan mesra adalah lambang persahabatan? Canda, tawa, dan senyuman yang begitu indah adalah lambang persahabatan juga? Tentu itu adalah pacarnya. Tapi, sejak kapan Cho Kyu Hyun memiliki pacar? Setahu ku dia selalu menyendiri dan teman-temannya kebanyakan laki-laki. Ya, aku baru ingat.

Cho Kyu Hyun adalah idola para wanita. Jelas, wanita secantik itu mudah mengisi hatinya. Apa karena itu aku harus melupakannya? Apa aku masih pantas mencintai lelaki yang telah dicintai dan mencintai? Tapi, aku masih sangat mencintainya, aku tak yakin mampu melupakannya dengan sangat cepat.

 

Aku terdiam tertunduk membisu sembari menatap lantai dan sepatu ku. Sudah satu minggu aku tidak menginjakan kaki ku disekolah ini, kau tahu kenapa? Semingguan mata ku bengkak bahkan aku sampai kena flu gara-gara terlalu banyak menangis dan sampai-sampai lupa makan hanya karena lelaki itu. Dan sekarang, aku sedang berdiri didepan perpustakaan.

Kaki ku ingin sekali segera melangkah masuk ke  dalam, mengendap-endap dibalik rak buku dan mengambil sebuah buku dengan asal-asalan lalu duduk manis dibalik buku sembari menatapi lelaki itu. Sayang, kaki ku sulit sekali berjalan masuk ke dalam, padahal aku sangat ingin mendengar sedikit suara merdunya yang sudah lama tak ku dengar. Kau tahu kenapa kaki ku ini sulit melangkah? Sepertinya karena sesuatu yang mengganjal dikantong ku.

Ya, beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah berita yang begitu membuat hati ku rasanya hancur berkeping-keping, berita itu adalah mengenai hubungan Kyu Hyun dengan yeoja yang bernama Nam Ji Hyun, yeoja yang ku lihat bersama Kyu Hyun di halaman kampus pada waktu itu. Mereka berdua benar-benar memiliki hubungan spesial, diluar dari sahabat. Ya, gara-gara itu membuat otak ku berputar 3.600° untuk berpikir mati-matian. Dan aku justru mendapatkan sebuah ide konyol dan membuat surat cinta  ini.

Cara yang bodoh pikir ku. Tunggu! Surat ini isinya bukan berarti aku memaksanya untuk memutuskan pacarnya dan memaksanya untuk membalas cinta ku. Aku tidak berharap ia akan melakukan itu, tentu itu juga tidak mungkin terjadi. Aku hanya ingin dia tahu perasaan  ku selama 4 tahun ini padannya, bukan untuk tujuan apa-apa. Aku hanya ingin meringankan beban hati ku, semakin lama aku menyembunyikan perasaan ini, semakin membuat ku sakit dan selalu terpuruk dalam kesedihan, apalagi semenjak yeoja itu mengisi hatinya.

Setelah berpikir keras dan mempersiapkan mental ku untuk memberikan surat ini padanya. Akhirnya aku hanya berani menitipkannya pada penjaga perpustakaan. “ Annyeong haseyo, agasi aku ingin meminta bantuanmu. “ kata ku sedikit berbisik. “ Apa? Minta bantu apa Chen Hye sshi? “ kata agasi sembari mendekatkan kepalanya kearah ku. Aku dan agasi memang sangat dekat, itu juga karena aku suka ke perputakaan untuk melihat Kyu Hyun.

Agasi sudah tahu kebiasaan ku dan dia hanya tertawa-tawa saja melihat tingkah ku itu. “ Ini, tolong berikan pada namja yang memakai earphone itu ketika dia akan keluar nanti. “. Aku segera mengeluarkan surat itu dari kantong ku pada agasi. Beliau hanya tersenyum melirik Kyu Hyun.

“ Cho Kyu Hyun maksudmu?  Surat cinta kah ini? “ tanya agasi dengan tatapan menggoda.

“ Ssssttt! Tak penting untuk agasi. Jangan bilang siapa-siapa ya! “ kata ku lalu bergegas pergi meninggalkan agasi yang hanya terkekeh-kekeh. Hah! Semoga saja yang ku lakukan ini berhasil.

 

Kyu Hyun POV

Aku tersenyum sembari mendengarkan alunan lagu Heart to Heart di telinga ku. Haha! Ini lagu yeoja chingu ku. Suaranya indah sekali, begitu mempesona seperti suara ku. Haha! Aku juga senang,  karena media sudah mengetahui hubungan ku dengan Ji Hyun yang sudah berjalan  selama 2 tahun dan mereka menerimanya walaupun hanya 40%.

Oh iya, aku sedang duduk di perpustakkan, tempat faforit ku. Tapi aku disini bukan untuk membaca buku, tapi mendengar musik, keke. Kau mau tahu kenapa aku memilih perpustakaan? Karena disini sangat tenang, tentram, dan sunyi. Tidak seperti di kelas, ribut, ricuh, seperti sedang menonton konser. Tapi kejadian itu hanya dapat ditemukan ketika kelas tak ada songsaengnimnya.

“ Annyeong haseyo.. “ seseorang mencolek pundak ku.

“ Ya? “ kata ku sembari memalingkan tubuh ku pada seorang lelaki paruh baya itu.

Lelaki itu hanya tersenyum sembari mengeluarkan sebuah surat kearah ku.

“ Apa itu? “ tanya ku heran.

“ Apa itu? Surat kan? Masa kau tak tahu! “ jawabnya ketus. Aku terdiam melihat agasi itu. Cih, arogan sekali. Dia tidak tahu dia sedang bicara dengan siapa? Cho Kyu Hyun, seorang maknae tampan Super Junior. “ Untuk ku? “ tanya ku lagi. “ Ya iyalah! Masa untuk pacar mu! Ini! “ agasi itu hanya tersenyum tipis sembari meletakkan surat dimeja ku dan berlalu pergi begitu saja.

Ihh! Agasi yang ternyata ku kira pendiam yang selalu duduk di pos perpustakaan itu ternyata aroganya selangit. Hah, diam-diam menghanyutkan, menakutkan sekali. Eh, tapi surat dari siapa ini? Apa dari fans ku (lagi)? Apa ini juga surat cinta(lagi)? Perlahan-lahan aku mulai membuka surat itu dan menemukan sebuah kertas putih.

 

Annyeong haseyo, Aku Lee Chen Hye, orang yang tinggal dikelas sebelahmu. Bisakah kau menemui ku di Namsan tower malam ini? Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu.

 

Chen Hye

“ Hah, Lee Chen Hye? Orang yang tinggal di kelas sebelah ku? Siapa dia? Yang mana orangnya? Tidak tahu! “ gumam ku bingung sembari melepas earphone ditelinga ku. Hah.. gadis ini membuat ku penasaran, misterius sekali.

Yeah, aku memang sering mendapatkan surat dari yeoja-yeoja yang menggilai ku. Tapi surat itu surat cinta. Nah ini? Bukankah ini sebuah memo? Tapi, gadis ini membuat ku bingung, aku tak mengenalnya. Tapi, sepertinya dia begitu mengenal ku dan terkesan begitu akrab dengan ku sampai-sampai menyuruh ku menemuinya di Namsan.

Siapa dia? Apa aku mengenalnya? Baiklah, karena ini langka dan membuat ku begitu penasaran, sepertinya tak ada salahnya aku menemuinya. Ku pikir dia hanya yeoja yang menggilai ku seperti pada umumnya.

 

Dengan langkah tergesa-gesa aku berlari menuju Namsan. Hah~ hujan salju sedang melanda Seoul. Membuat tubuh ku sepanjang perjalanan menggigil hebat. Hah! Aku mellihat seorang yeoja dengan mantel hitam berdiri didekat tower Namsan. Itukah yang namanya Lee Chen Hye? Cantik juga dilihat dari sini. “ Lee Chen Hye! “ panggil ku memastikan. Ternyata benar dia, yeoja itu menolehkan kepalanya kearah ku.

Dia Lee Chen Hye. Aku segera berlari mendekatinya.

“ Cho Kyu Hyun? “ desahnya terkejut.

Aku terdiam ketika melihat wajahnya dari dekat. Sungguh, aku tak pernah melihat yeoja ini. Bahkan membuntuti ku atau memandangi ku seperti fans ku biasanya. Aku juga tak pernah melihatnya berkeliaran disekitar kelas sebelah ku. Aneh!

“ Mian, terlambat. Udara begitu dingin, membuat kaki hampir membeku. “ kata ku sembari memandangi wajahnya. Gadis itu hanya terdiam sembari mengelap kedua bibirnya yang pucat. Hah! Aku yakin dia pasti kedinginan karena menunggu ku.

“ Kau kedinginan? Ini pakai syal ku. “ Aku segera mengambil syal yang melingkar di leher ku dan melingkarkannya ke lehernya.

Anggap saja ini fan service dari ku. Ia sedikit terkejut, lalu tersenyum. Hah! Sungguh mata polosnya begitu menawan dan senyumanya bahkan sangat manis.

“ Gomawo. “ katanya lembut.

“ Dingin!!!! “ kata ku sembari merapatkan jaket ku.

“ Mmm.. kau sudah menerima surat ku? “ tanyanya ragu. Aku hanya mengangguk. Yeoja itu hanya terdiam. Aku bisa merasakan dan mendengar detak jantungnya yang berdetak begitu dahsyat.

“ Wae? Tak perlu gugup! Aku mengerti. “ kata ku santai. Aku sudah biasa merasakan ini, mendengar detak jantung fans ku yang begitu kencang.

Tapi, entahlah, kenapa perasaan ku berbeda saat bertemu dengannya, perasaan ku tak seperti biasa aku menemui fans-fans ku.

“ MWO? Apa yang kau mengerti? “ tanyany keras. Aku hanya tersenyum tipis, hah.. wajahnya lucu dan imut sekali jika ia seperti itu. Entahlah, aku sepeti merasa sangat akrab dengannya, rasanya seperti sangat dekat dan sering bertemu.

“ Katakanlah! “ pinta ku lagi.

“ Sebenarnya aku menyukaimu, bahkan mencintaimu. Sejak 4 tahun yang lalu, saat aku pertama kali menginjakkan kaki ku di sekolah itu dan melihat mu duduk di perpustakaan sembari mendengarkan lagu dengan earphone mu. Aku telah memiliki perasaan yang berbeda sejak pertama kali melihat mu, hingga aku sekarang berdiri di samping mu. Kau tahu? Aku selalu memperhatikan mu diam-diam di tempat faforit mu itu, hah~ aku ingin tertawa mengingat tingkah bodoh ku itu. “ gadis itu tertawa.

Namun, aku bisa melihat matanya mulai berkaca-kaca.

“ Perasaan ku masih tak berubah hingga ku ketahui kau telah mencintai yeoja lain dan dicintai yeoja itu. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku mengutarakan ini pada mu, bukan untuk apa-apa. Bukan untuk meminta belas kasihan dari mu, aku hanya ingin meringankan beban sakit di hati ku, semakin aku menyimpannya, semakin perih di hati ku. Perih itu semakin terbuka lebar saat ku ketahui itu. Rasa sakit ini sudah ku coba untuk membalutnya dengan perban berlapis-lapis, tapi itu justru membuat hati ku semakin tertikam. Mianhae, jeongmal mianhae. “ Aku tertegun begitu mendengar kata demi kata yang keluar dari mulutnya. Dia menyukai ku bahkan mencintaiku selama 4 tahun, selama itu?

Bahkan ia tahu tempat faforit ku dan diam-diam bersembunyi memandangi ku? Benarkah itu? Oh God, kenapa aku bisa tak menyadarinya? Aku kembali memandangi wajahnya, linangan air mata mulai membasahi pipinya yang merona, apa dia menangis karena aku? Ahh.. tidak, jangan menangis! Maafkan aku. Ahh.. air mata ku juga mulai menyeruak diwajah ku. Hah! Aku terkoyak seketika.

“ Jangan menangis! “ kata ku sembari mengangkat kepalanya yang masih tertunduk.

“ Mianhae, jeongmal mianhae. “ desah ku sembari menghapus air matanya perlahan-lahan. Aku benar-benar tak tega melihat air mata ini keluar dari matanya.

“ Aku tahu kau sangat mencintai ku, menyukai ku, bahkan menyayangi ku. Terima kasih atas kebesaran cinta mu yang begitu besar untuk ku. Gomawo. Mianhae, jeongmal mianhae, aku tak bisa membalas itu semua. Ku akui, aku memiliki perasaan yang berbeda saat pertama kali melihat mu. Aku menyukaimu, aku juga menyayangimu.

Tapi, aku benar-benar minta maaf. Aku tak bisa mencintai mu, aku rasa kau tahu dan aku tak perlu menjelaskannya lagi. Ini juga terlalu cepat untuk ku, aku tahu kau sangat mengenal ku, tapi aku belum begitu mengenal mu. Aku tak yakin dengan perasaan ku dan takut nantinya justru menyakiti hati mu. Aku benar-benar minta maaf. “ Aku berusaha tersenyum menatap kedua mata beningnya kemudian mendekapkan nya dipelukan ku. Hah~ rasanya sangat hangat. “ Aku mencintaimu sebagai sahabat yang selalu menyayangi ku. “.

“ Aku menyayangimu. Saranghaeyo. “ sambung ku lagi.

 

Chen Hye POV                        

Aku terdiam sembari menendang kecil bongkahan kecil salju disekitar ku. Ahh!! Ini sungguh telalu dingin. Kapan namja itu datang? Sudah 1 jam aku berdiri membeku disini, tahukah dia? Apa dia akan datang ya? Ahh.. kau harus datang! Aku tak ingin menangis ditengah hujan salju begini seperti wanita bodoh.

“ Lee Chen Hye! “  aku mendengar suara teriakan. Dengan santai aku menolehkan kepalaku dan mencari siapa yang memanggil ku.

“ Cho Kyu Hyun? “.“ Mian, terlambat. Udara begitu dingin, membuat kaki ku hampir membeku. “ Aku hanya bisa tertegun memandangi orang yang sudah berdiri didepan ku ini. Seperti mimpi, dia benar-benar datang.

“ Kau kedinginan? Ini pakai syal ku. “ Dengan santainya, dia mengalungkan syal yang dipakainya ke leher ku. Ohh.. sungguh jantung ku serasa ingin keluar. Kau lebih menawan daripada yang ku bayangkan, Cho Kyu Hyun.

“ Gomawo. “ kata ku canggung. “ Dingin!!!! “ katanya sembari merapatkan jaketnya ke tubuhnya.

Dia benar-benar begitu tampan jika dilihat dari dekat begini. Lebih tampan dari yang ku lihat biasanya.

“ Mmm.. kau sudah menerima surat ku? “ tanya ku ragu. Dia hanya mengangguk. Aku terdiam sembari menelan ludah ku. Jantung ku terus berdetak hebat sejak dia berdiri memanggil ku. My heart running up!

“ Wae? Tak perlu gugup! Aku mengerti. “ katanya santai.

“ MWO? Apa yang kau mengerti? “ tanya ku keras. Apa yang baru saja dia katakan? Mengerti apa? Apa dia tahu tujuan ku memintanya menemui ku? Andwae!!!

“ Katakanlah! “ katanya lagi. Aku menghela nafas panjang.

“ Sebenarnya aku menyukaimu, bahkan mencintaimu. Sejak 4 tahun yang lalu, saat aku pertama kali menginjakan kaki ku di sekolah itu dan melihat mu duduk di perpustakaan sembari mendengarkan lagu dengan earphone mu. Aku telah memiliki perasaan yang berbeda sejak pertama kali melihat mu, hingga aku sekarang berdiri di samping mu. Kau tahu? Aku selalu memperhatikan mu diam-diam di tempat faforit mu itu, hah~ aku ingin tertawa mengingat tingkah bodoh ku itu. “ aku berusaha tertawa sembari menahan air mata ku yang mulai ingin keluar.

“ Perasaan ku masih tak berubah hingga ku ketahui kau telah mencintai yeoja lain dan dicintai yeoja itu. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku mengutarakan ini pada mu, bukan untu apa-apa. Bukan untuk meminta belas kasihan dari mu, aku hanya ingin meringankan beban sakit di hati ku, semakin aku menyimpannya, semakin perih di hati ku. Perih itu semakin terbuka lebar saat ku ketahui itu. Rasa sakit ini sudah ku coba untuk membalutnya dengan perban berlapis-lapis, tapi itu justru membuat hati ku semakin tertikam. Mianhae, jeongmal mianhae. “

Suasana menghening. Kami berdua sama-sama terdiam membisu. Namun air mata ku tak kuasa lagi ku tahan, dengan mudahnya air itu terus mengalir dipipi ku.

“ Jangan menangis! “ katanya sembari mengangkat kepala ku yang masih tertunduk. Itu membuat ku sangat terkejut.

“ Mianhae, jeongmal mianhae. “ desah nya sembari menghapus air mata ku dengan lembut. Tangannya begitu hangat.

“ Aku tahu kau sangat mencintai ku, menyukai ku, bahkan menyayangi ku. Terima kasih atas kebesaran cinta mu yang begitu besar untuk ku. Gomawo. Mianhae, jeongmal mianhae, aku tak bisa membalas itu semua. Ku akui, aku memiliki perasaan yang berbeda saat pertama kali melihat mu. Aku menyukaimu, aku juga menyayangimu Tapi, aku benar-benar minta maaf. Aku tak bisa mencintai mu, aku rasa kau tahu kenapa dan aku tak perlu menjelaskannya. Ini juga terlalu cepat untuk ku, aku tahu kau sangat mengenal ku, tapi aku belum begitu mengenal mu. Aku tak yakin dengan perasaan ku dan takut nantinya justru menyakiti hati mu. Aku benar-benar minta maaf. “

Aku tertegun, terharu mendengar kata-kata yang dikatakannya. Ohh, sungguh kau tak bersalah dan tak perlu mengatakan maaf sebanyak itu. Aku baik-baik saja. Dengan terpaksa aku berusaha tersenyum membalas senyumannya itu. Dia kemudian memeluk ku.

Hah! Ini benar-benar membuat ku terasa dalam mimpi Princess Sleeping Beauty. Pelukannya begitu hangat membuat ku rasanya tak ingin melepasnya.  “ Aku mencintaimu sebagai sahabat yang selalu menyayangi ku. “. Air mata haru pelan-pelan mulai membasahi wajah ku lagi.

Tak masalah jika seperti ini kenyataannya, aku akan baik-baik saja. Mendengarnya juga mencintai ku sebagai sahabat saja sudah sangat cukup untuk ku. Tapi perlu kau ketahui Kyu Hyun aku akan selalu mencintaimu bagaimanapun kau, aku tak peduli walaupun kau akan menikah dengan yeoja yang bukan diri ku. Aku akan tetap mencintaimu. Aku akan tersenyum dan berbahagia untuk mu.

Ikuti saja apa kata hatimu, biarkanlah jika memang tak ada ruang untuk ku dihatimu. Tapi kau harus sadar, selalu ada ruang yang besar untuk mu dihati ku.

“ Aku menyayangimu. Saranghaeyo. “ sambungnya lagi.

“ Aku juga sangat menyanyangimu, nado saranghaeyo. “ batin ku pelan.

 

(*) Kyu Hyun- Hope is Dream Doesn`t Sleep Lyric Translation

 

It doesn’t matter if I’m lonely. Whenever I think of you (Tidak masalah jika aku kesepian. Setiap kali aku memikirkan Kau)
A smile spreads across my face. (Senyum menyebar di seluruh wajahku.)
It doesn’t matter if I’m tired. Whenever you are happy (Tidak masalah jika aku lelah. Setiap kali kau bahagia)
My heart is filled with love. (Hati ku dipenuhi dengan cinta.)

Today I might live in a harsh world again. (Hari ini aku bisa hidup di dunia yang keras lagi.)
Even if I’m tired, when I close my eyes, I only see your image. (Bahkan jika aku lelah, ketika aku menutup mata aku, aku hanya melihat gambar kau.)
The dreams that are still ringing in my ears (Mimpi-mimpi yang masih terngiang di telinga ku)
Are leaving my side towards you. (Apakah meninggalkan sisi ku ke arah kau.)
Everyday my life is like a dream. (Kehidupan sehari-hari ku seperti mimpi.)

If we can look at each other and love each other (Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai)
I’ll stand up again. (Aku akan berdiri lagi.)

 

To me, the happiness of those precious memories (Bagi aku, kebahagiaan orang-orang yang berharga kenangan)
Will be warmer during hard times. (Akan hangat selama masa sulit.)
For me, hope is a dream that never sleeps. (Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur.)

 

Like a shadow by my side you always. (Seperti bayangan kau selalu disisi ku)
Quietly come to me. (Diam-diam datang kepada ku.)
To see if I’m hurt, to see if I’m lonely everyday (Untuk melihat apakah aku terluka, untuk melihat apakah aku kesepian setiap hari)
With feelings of yearning, you come to me. (Dengan perasaan kerinduan, kau datang kepada ku.)

Even if the world makes me cry, I’m okay. (Bahkan jika dunia membuat aku menangis, aku baik-baik saja.)
Because you are always by my side. (Karena kau selalu berada di sisi ku.)
Like dust, will those memories change and leave? (Seperti debu, akankah mereka berubah dan meninggalkan kenangan?)
I’ll keep smiling to ease my heart. (Aku akan tetap tersenyum untuk meringankan hatiku.)
Everyday my life is like a dream. (Kehidupan sehari-hari ku seperti mimpi.)
If we can look at each other and love each other (Jika kita dapat melihat satu sama lain dan saling mencintai)
I’ll stand up again. (Aku akan berdiri lagi.)
To me, the happiness of those precious memories (Bagi ku, kebahagiaan orang-orang yang berharga kenangan)
Will be warmer during hard times. (Akan hangat selama masa sulit.)
For me, hope is a dream that never sleeps. (Bagi ku, harapan adalah mimpi yang tidak pernah tidur.)
No matter how many times I stumble and fall (Tidak peduli berapa kali aku tersandung dan jatuh)
I’m still standing like this. (Aku masih berdiri seperti ini.)
I only have one heart. (Aku hanya memiliki satu hati.)
When I’m tired you become my strength. (Ketika aku lelah kau menjadi kekuatan ku.)
My heart is towards you forever. (Hatiku ke arah kau selamanya.)
So I swallowed the hurt and grief. (Jadi aku menelan terluka dan kesedihan.)
I’ll only show you my smiling form. (Aku hanya akan menunjukkan bentuk aku tersenyum.)
It doesn’t even hurt now. (Bahkan tidak terluka sekarang.)

I’ll always hold on to the dreams I want to fulfill with you (Aku akan selalu berpegang pada mimpi aku ingin mewujudkannya dengan kau)
I’ll try to call for you at the place I cannot reach (Aku akan mencoba untuk memanggil kau di tempat aku tidak bisa mencapai)
I love you with all my heart. (Aku mencintaimu dengan segenap hatiku.)

THE END

 

Note: Ha!!! Mian ya kalo FF nya berantakan, amburadul, gaje, aneh, dan ngebingungin! Jeongmal mianhae. Endingnya agak nyebelin(?) ya? Kalo para readers minta sambungan, sekuel, atau after story, Insya Allah kalo author sempat author bikinin. Comment ya!

Once again, ada yg mau request FF?

15 responses

  1. Ceritanya bagus~!!
    Buat sekuelnya donkk~!!!!!! Penasaran nih😀
    Hhee..tolong buat sekuelnya,ya?
    Kata-kata percakapan Kyu Hyun saama Chen Hye itu nusuk banget.. TT

  2. Huwaaaa chingu… Tiada kata2 bisa terucap *halah* slain kata DAEBAK! ^^b

    hebat bngt sih bsa bkin ff melankolis kyk gini u,u

    klo ak tiap bkin ff melodrama, ujg2nya mlh komedi gaje -_-

    bkin sekuel donk, n request ff jg yaah. Blh ga? ._.v

    • Hehe, gomawo comment n pujiannya jd terharu😀
      Ne, sequel nya ditunggu aj yah.. ^^ klo bisa secepatnya🙂
      mo request? silahkan… sebutkan cast sm genrenya yah..

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s