Confession Countdown -Jinyoung Ririe-

 

Annyeong! balik dari hiatus(?)

 

Author : Kim Hyo Ra

Tittle : Confession Countdown

Genre : Romance

Cast :
Jung Jinyoung (B1A4)
Song Ah Ri (Ulzzang)
Kang Jiyoung (KARA) 

Other Cast :
Hong Younggi (Ulzzang)
Shik Gongchan (B1A4)
Kim Taeyeon (SNSD)
Cho Kyuhyun (Super Junior)
Choi Sooyoung (SNSD)

Disclaimer :
JinRie couple milik Author dan ‘BlahBlah’. Sisanya ambil aja (?) #plak xDD

***

Confession Countdown

‘Malam tahun baru merupakan kesempatan terakhir untuk menyatakan perasaanmu. Mari berjuang!!’

~JinRie~

Setiap tahun, dikotaku selalu diadakan acara countdown. Dan kalau menyatakan perasaan sebelum tahun berganti di acara tersebut, ada kepercayaan kedua pasangan akan berbahagia.

” Allohaa!! Ini Appa. Kami baru saja sampai di Hawaii!!”

” Yak!! Hawaii, Hawaii!”

” Disini hangat dan nyaman lho~!!”

Orangtuaku menelepon dari Hawaii. Mereka berisik sekali. Jadi aku tanggapi saja dengan anggukan. Meskipun aku tahu mereka takkan melihatnya.

” Bagaimana kalau kalian juga ikut kemari?” ayah memberi usul.

” Ti, tidak mungkin kan! Lagipula aku ada janji dengan teman, ayah! Sudah dulu ya!” kataku menolak keras sambil menutup telepon.

Aku melihat kakakku yang sedang meminum kopi susu hangat yang baru aku buatkan. Dia kelihatan kesal. Akupun begitu. Kami sudah besar. Tidak mungkin melewatkan malam tahun baru bersama ayah, ibu dan seorang adik kecil yang tidak mengerti pacaran.

” Dasar ayah dan ibu! Sudah sebesar ini mana mau aku melewatkan malam tahun baru dengan mereka!” kata Sooyoung eonni sambil menaruh gelas kopi susu hangat di meja makan. Aku diam saja sambil merapikan dandananku.

” Yasudahlah, aku berangkat ya, eonni! Paipai!” kataku sambil mengambil tas tanganku.

” Pergi ke acara taman pusat?” tanya Sooyoung eonni.

” Nae. Wae, eonni?”

” Anii, hanya saja aku ingin memperingatkan. Hari ini aku akan melewatkan malam tahun baru bersama pacarku dirumah. Pokoknya kau sampai tengah malam jangan pulang dulu ya! Tunggu sampai aku mengirim e-mail padamu.” peringat Sooyoung eonni.

Aku mengangguk dan segera melangkah menuju pintu. Memakai sepatu dan merapikan kembali rambutku yang sengaja aku kuncir agar tidak berantakan.

” Pergi dulu eonni! Pai!!” teriakku sambil menutup pintu rumah. Aku berpikir mungkin Sooyoung eonni tidak akan tidur malam ini.

Aku berjalan melewati daerah perumahanku yang lumayan sepi. Yah, mungkin karena tahun baru, jadi mereka menghabiskan malam dengan keluarga diluar rumah. Atau bahkan teman-teman mereka. Seperti aku yang…

Ah, itu Jinyoung!!

” Jinyoung!” panggilku. Jinyoung mengalihkan pandangan dari bukunya. Ia memang suka sekali membaca. Beda sekali dengan aku yang kerjanya hanya membaca komik.

” Membawa buku referensi saat malam tahun baru? Kau ini..” ledekku saat aku ada dihadapannya.

Jinyoung tersenyum. ” Habis, kupikir kau akan datang telat. Jadi kubawa saja buku. Lagipula ini bukan buku referensi. Tapi novel.” dia balik meledekku. Aku mencibirnya.

Jinyoung. Jung Jinyoung. Namja yang berhasil membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Temanku yang juga dari kecil. Itu artinya, aku sudah menyukai dia sejak kecil. Eum, sekitar kami kelas 1 SMP.

Oke. Aku tahu itu tidak bisa disebut ‘kecil’. Tapi kami memang masih kecil saat itu. Dan sekarang kami sudah kelas 3 SMA. Kini kami sudah dewasa. Dan aku akan menyatakan perasaanku padanya malam ini.

” Oh iya, tahun ini kau tidak melewatkan tahun barumu di Hawaii?” tanya Jinyoung saat kami berjalan menyusuri pertokoan yang mulai sepi. Maklum saja, ini malam tahun baru. ” Waeyo?”

” E, eh.. aku kan sedang belajar untuk persiapan ujian akhir. Aku tidak mau mendapat universtas jelek nantinya!” ucapku… berbohong.

Tujuanku sebenarnya bukan itu. Bukan karena aku ingin belajar. Tapi karena aku ingin menyatakan perasaanku pada Jinyoung. Pokoknya tahun ini aku harus melaksanakan legenda itu malam ini. Harus!!

” Ahri, sekarang jam berapa?” tanya Jinyoung. Aku melihat jam tanganku, lalu menyebutkan pukul berapa sekarang. ” Oh, kalau begitu masih ada waktu sampai janjian bersama yang lain kan?”

Aku mengangguk saja sambil memikirkan rencana untuk menembaknya malam ini. Sungguh aku sangat tidak sabar.

” Mau masuk ke cafe dulu tidak?” tawar Jinyoung sambil memegang tanganku. Aku mengangguk. Kami masuk ke dalam dan memesan. ” Cappucino hangat satu dan, emm, Ahri kau pesan cocoa kan?”

” Nae.”

Tak lama, pesanan kami datang dan kami segera keluar dari cafe. Kami duduk disebuah bangku. Belakang kami terdapat air mancur yang sangat indah. Aku merasa kami sedang berkencan malam ini.

Kalau sudah lulus nanti, Jinyoung akan masuk universitas khusus namja. Jika aku tidak memanfaatkan malam ini, maka aku takkan pernah punya kesempatan lagi. Begitu kata eomma. Jadi malam ini, aku harus mengatakannya dan mendengar jawaban darinya.

DEG! Euh? Kenapa aku tiba-tiba jadi sangat gugup? Aneh sekali. Ah, pokoknya aku harus mengatakannya malam ini juga!

” Ah! Jinyoung? Kenapa bisa ada disini? Kau bersama siapa? Wah, kebetulan sekali yaa..” aku langsung terlonjak mendengar suara itu. Ah, si pengganggu datang.

” Jiyoung! Sedang apa kau disini?!” tanyaku dengan nada yang sangat tinggi.

” Eh, ada Ahri juga ya? Saking pendeknya aku jadi tidak melihat. Maaf ya..” Jiyoung berkata dengan nada yang dibuat-buat. Membuat aku ingin muntah mendengarnya.

Dia, Kang Jiyoung. Teman sekelasku yang juga menyukai Jinyoung. Memang banyak sih yang menyukai Jinyoung. Tapi hanya dia gadis yang paling gencar dan agresif dalam mendekati Jinyoung.

” Eh, setelah ini kalian ada event bersama teman yang lain kan? Aku juga ikut ya, Jinyoung. Boleh kan?” lagi-lagi nenek sihir itu berkata dengan nada yang dibuat-buat.

” Boleh saja.” kata Jinyoung datar. Aku langsung memasang wajah super duper bete. Maksudnya apa? Ah, Jiyoung mengganggu acaraku malam ini!

” Aaa!! Gomawo, Jinyoung. Aku senang sekali!!” jerit Jiyoung sambil mencium pipi Jinyoung. Melihatnya, mataku terasa panas sekali. Tak sadar, aku menjatuhkan gelas cocoa-ku dan berlari ke pintu masuk taman.

Sayup-sayup, aku bisa mendengar Jinyoung memanggil namaku. Tapi aku tak memperdulikannya. Biar saja. Aku sebal sekali melihat tingkah Jiyoung!

” Ahriii~!!” beberapa orang memanggilku dalam waktu bersamaan. Aku segera menoleh dan mencari sosok mereka di keramaian. Ternyata Younggi, Gongchan, Taeyeon dan Kyuhyun sudah menantiku.

Aku melangkah gontai ke arah mereka. Dan aku tidak tahu kalau Jiyoung dan Jinyoung sudah berjalan dibelakangku. Jiyoung terlihat merangkul lengan Jinyoung dan Jinyoung terlihat datar tanpa ekspresi. Ah, ini membuatku putus asa.

” Hei, kenapa bisa ada Youngie?” bisik Younggi padaku. Aku menggeleng.

” Molla. Jangan tanya padaku dia datang darimana.” ucapku lemas.

” Annyeong!” sapa Jiyoung yang menurutku dibuat-buat. Aku bersyukur ketika Younggi, Gongchan, Taeyeon dan Kyuhyun tidak merespon. Mereka memang teman-teman terbaikku.

Sadar kalau didiamkan, Jiyoung kembali merangkul Jinyoung. Aku langsung meremas ujung bajuku dengan keras. Ah, maksudnya apa dia begitu? Dasar Jiyoung yeoja babo!

” Eh, Jinyoung. Kau tahu tidak sih, di acara ini kan ada legendanya.” kata Jiyoung bersemangat. Aku terdiam. Gawat!

” Legenda apa?” Jinyoung meresponnya dengan bingung.

” Oh, rahasia. Nanti akan aku beritahu.” jawab Jiyoung penuh rahasia. Ini gawat!

Jangan sampai Jiyoung menyatakan perasaannya pada Jinyoung duluan. Bisa gawat jadinya! Aku tidak mau patah hati seumur hidup karena Jinyoung tak memilihku! Jadi aku harus mengambil tindakan!

” Jinyoung!” panggilku sambil berlari. Tapi Jiyoung dengan sengaja menjauhkan Jinyoung dari aku. Aku terus mengejar hingga…

BRUK!!

Kakiku menyenggol kaki orang lain hingga aku terjatuh. Jinyoung yang mendengar suara jatuhan langsung menoleh dan menerobos kerumunan yang mengelilingiku. Aku bersyukur. Sangat bersyukur.

” Ya ampun, Ahri! Bahaya sekali kau ini.” lagi-lagi Jiyoung.

” Kau tidak apa-apa, Ahri? Bisa berdiri?” tanya Jinyoung perhatian. Aku tersenyum sambil menerima sodoran tangannya. Saat aku akan memegang tangannya…

” Jinyoung! Disana ada sulap! Kita kesana yuk.” ajak Ahri sambil menarik tangan Jinyoung menjauhi aku. Ah, gawaat!!

” Tu, tunggu! Aku juga…” teriakku. Namun saat akan berlari, seseorang menarik ujung bajuku. Aku terlonjak kaget dan mengetahui kalau yang menarik bajuku adalah seorang anak kecil.

” Mamaa~ dimana mamaku?” tangisnya. Aku diam saja. Aku tidak tahu.

Tanpa perasaan, aku segera menepis ujung bajuku dan berlari mencari Jinyoung dan Jiyoung berada. Tapi sedetik kemudian aku kembali lagi ke tempat tadi dan mencarikan ibunya anak ini.

Tidak mau repot, aku segera berlari membawa anak ini ke pos penjaga taman. Dia tersenyum dan mengangguk. Aku segera memasukkannya kedalam. Nah, sekarang aku bebas!

” Eonni, bagaimana kalau kita main sebentar? Aku bosan..” pintanya. Aku langsung memasang senyum. Jujur saja, aku tidak bisa.

~JinRie~

Author P.O.V

Younggi, Gongchan, Taeyeon dan Kyuhyun sedang berkeliling mencari Ahri. Tapi nyatanya mereka sudah berkeliling dan tidak menemukan Ahri dimanapun.

” Kemana ya, Ahri?” tanya Taeyeon bingung.

” Ah, mungkin saja dia sudah dengan Jinyoung. Yasudahlah, aku ingin menikmati momen ini.” ujar Younggi sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Gongchan.

” Mungkin juga ya. Kalau begitu, aku ingin jalan-jalan saja ah. Ayo, oppa~!” ajak Taeyeon sambil menggandeng tangan Kyuhyun.

Sementara itu …

~JinRie~

Ah, aku lelah bermain dengan anak ini. Kenapa sih dia harus kehilangan ibunya? Kenapa ibunya tidak menggandeng anaknya dengan erat? Kenapa ibunya begitu lalai sehingga meninggalkan anak ini? Dan kenapa aku dipertemukan dengan anak ini saat aku sedang mencari Jinyoung?

” Eonni, bisa bacakan aku cerita?” tanya Chorong. Aku terdiam. Ah, merepotkan.

” Permisi. Aku mencari anakku.”

Ah, akhirnya…

Setelah ibu anak tadi memberikan aku imbalan yang meskipun sudah aku tolak, dia tetap memaksa. Aku kembali melanjutkan aktivitasku. Mencari dimana Jinyoung berada.

Aku melihat bagian depan panggung sudah terisi penuh. Aku melihat jam. Sudah jam 11 rupanya. Semoga aku masih sempat! Aduh, tapi bagaimana? Pasti yang lain sudah berada di depan.

Oya, aku ingat ada pintu masuk lewat samping. Aku segera berjalan memutar dan menuju pintu samping. Saat aku ingin masuk, seorang satpam tersenyum sambil menunjukkan tulisan ‘KELUAR’. Jadi tempat ini sudah dijadikan sebagai pintu keluar?

GUBRAK! Ternyata aku harus kembali lagi ke tampat awal dan menerobos masuk diantara kerumunan. Eh, tunggu-tunggu, aku melihat Younggi, Gongchan, Taeyeon dan Kyuhyun berjalan ke arahku.

” Lho, Jinyoung mana?” tanyaku.

” Bukannya bersama kau?” Gongchan balik bertanya. Aku langsung keringat dingin. Jangan bilang kalau Jinyoung masih bersama Jiyoung? Aniyo!!

Aku langsung berlari menerobos kerumunan dan mencari sosok Jinyoung. Mendorong orang-orang yang ada di dekatku. Tidak mau tahu, aku harus mencari Jinyoung. Aku tidak rela Jiyoung yang mendapatkan Jinyoung.

” Ahri~!!” Aku dapat mendengar suara Younggi dan Taeyeon yang memanggil-manggil namaku. Aku tak peduli. Yang aku pikirkan saat ini hanya Jinyoung.

” Hei, hati-hati dong!” protes beberapa orang yang aku tabrak. Aku segera minta maaf dan kembali mencari Jinyoung dan Jiyoung. Ya Tuhan, kumohon jangan sampai mereka jadian. Ucapku dalam hati.

Ah, padahal malam ini aku sudah berdandan cantik hanya untuk Jinyoung. Bagaimana ini? Pokoknya aku harus menemukan Jinyoung dan Jiyoung sebelum tahun berganti. Minimalnya aku harus bertemu Jinyoung.

” Hahaha! Hei, sudah, hentikan! Aku kegelian tahu.. Haha!” seseorang yang sedang bergurau dengan temannya menabrakku yang sedang berjalan dibelakangnya. Aku terjatuh tanpa mereka sadari. Lututku berdarah.

Bagaimana ini?

Aku tidak rela jika Jiyoung mengatakannya duluan. Aku tidak mau. Ya Tuhan, tolong aku..

” Kalian sudah siaap?!! 5 detik lagi ya!”

DEG! Suara pembawa acara membuat aku ingin menangis. Tidak akan ada kesempatan buatku. Mencari Jinyoung di tempat seramai ini dalam waktu 5 detik? Mustahil.

” Yak! 3… 2…”

Ya Tuhan, kumohon hentikan waktu sekarang juga. Beri aku waktu untuk menemukan Jinyoung. Ku mohon!!

” Akhirnya…” eh? Seperti suara… ” Semua mencarimu, lho..” sebuah tangan hangat menyentuh puncak kepalaku. Aku mendongak. Jinyoung. ” Bisa berdiri? Atau mau kubantu?” tanyanya lembut. Aku terdiam sampai akhirnya dia memutuskan untuk membantuku berdiri.

” Jinyoung..” panggilku. Dia menatapku. ” Daritadi kau mencariku?” tanyaku.

” Semua mencarimu. Tapi kan yang bisa menemukanmu hanya aku.” kata Jinyoung. Aku tersenyum. Lalu segera memeluknya sambil menangis. Entah kenapa aku menangis. Tapi yang jelas…

” Ahri? Gwenchanayo?”

” Jinyoung, aku, sebenarnya aku, sangat menyukaimu.” aku menggenggam erat kemeja yang ia pakai. ” Sebenarnya, legenda yang ada di acara ini adalah, jika menyatakan perasaan kita sebelum tahun berganti, kita bisa bahagia.” kataku sambil menatap matanya. ” Meski pada akhirnya aku tetap tidak sempat mengatakannya sebelum malam pergantian, tapi sebelum tidak bisa bertemu lagi karena universitas kita akan berbeda, aku ingin mengatakannya padamu.”

” Kata siapa tidak sempat?” katanya datar. Aku tersentak menatapnya.

Aku dengar pembawa acara kembali menghitung mundur dari 3. Dan aku sudah tidak fokus lagi pada sang pembawa acara saat tangan Jinyoung merengkuh lembut rahangku dan mendekatkan wajahku ke wajahnya.

Dan tepat saat semua meneriakkan ucapan ‘Selamat Tahun Baru’, aku dan Jinyoung berciuman. Ciuman pertamaku, bersama orang yang aku sayang.

” Eh? Tadi bukannya sudah Countdown?” tanyaku saat Jinyoung melepas ciumannya.

” Barusan itu latihan. Kau tidak tahu?” aku menggeleng. Dia malah tertawa. ” Oh, aku baru ingat kalau ini pertama kalinya buatmu. Haha..”

Aku terdiam. Berarti aku berhasil menyampaikannya pada Jinyoung? Apa aku akan bahagia bersama Jinyoung? Ya Tuhan, semoga saja kami bahagia.

” Oh iya, biarpun universitas kita berbeda, aku bermaksud untuk menjagamu selalu, kok.” aku refleks menatap Jinyoung yang kini berada disampingku. Lalu tersenyum sambil memeluk lengannya.

” Selamat Tahun Baru! Dan, gomawo..” kataku. Dan dia membalasnya sambil mengecup pelan puncak kepalaku.

” Mau pulang?” tanyanya.

” Err- Sooyoung eonni melarangku pulang.” jawabku ragu-ragu. Dia tertawa lagi. Lalu terdiam.

” Sebenarnya di rumahku sedang tidak ada siapa-siapa. Mau ke rumahku?” tanya dia. Aku lihat wajahnya memerah. ” Euhm, aku akan menemanimu belajar.” dia menambahkan cepat-cepat. Aku bernafas lega. Kupikir dia akan berbuat apa.

Akhirnya, aku bisa bersamanya. Semoga mulai besok dan seterusnya, aku bisa selalu berada di sisi Jinyoung..

 

How About you? coment yaaa ^^

8 responses

Comment Please ^^ Don't Be Siders okay ;)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s